<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Jawa Tengah by Aliya Zhafira Al Fitri</title>
      <link>https://padlet.com/zhafiraalfitrialiya/w778cxw3gnoasrgw</link>
      <description>Kerajaan</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2023-11-03 02:55:16 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-11-03 03:19:28 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f9a2.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Kerajaan Kutai Kadu Maha Raja, Kadumekar, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat</title>
         <author>zhafiraalfitrialiya</author>
         <link>https://padlet.com/zhafiraalfitrialiya/w778cxw3gnoasrgw/wish/2774731141</link>
         <description><![CDATA[<p>Pendiri Kerajaan Kutai</p><p>Kerajaan Kutai terletak di Sungai Muara Kaman, Kalimantan Timur yang berdiri pada tahun 400 Masehi. Kerajaan Kutai merupakan kerajaan Hindu tertua yang menjadi cikal bakal kerajaan – kerajaan Hindu Buddha di Indonesia. Sumber sejarah Kerajaan Kutai adalah prasasti Yupa yang berbahasa sansekerta dan berhuruf pallawa.</p><p><br>Dari Yupa yang ditemukan kemudian muncul nama Kudungga sebagai pendiri Kerajaan Kutai. Menurut para ahli sejarah, nama Kudungga dianggap sebagai nama asli Indonesia sebelum mendapatkan pengaruh bahasa India. Sedangkan keturunannya, Mulawarman dan Aswawarman diduga mendapatkan pengaruh nama dari budaya Hindu dari India. Kata “warman” pada penamaan raja – raja di Kutai merupakan nama yang banyak disebut bagi masyarakat India bagian selatan.</p><p>Prasasti Yupa juga menyebutkan nama – nama raja yang memerintah Kutai. Berikut adalah 20 daftar nama raja – raja Kutai :</p><ol><li><p>Maharaja Kudungga, bergelar Anumerta Dewawarman (sebagai pendiri)</p></li><li><p>Maharaja Aswawarman (anak dari Raja Kudungga)</p></li><li><p>Maharaja Mulawarman (sebagai raja yang terkenal)</p></li><li><p>Maharaja Marawijaya Warman</p></li><li><p>Maharaja Gajayana Warman</p></li><li><p>Maharaja Tungga Warman</p></li><li><p>Maharaja Jayanaga Warman</p></li><li><p>Maharaja Nalasinga Warman</p></li><li><p>Maharaja Gadingga Warman Dewa</p></li><li><p>Maharaja Indra Warman Dewa</p></li><li><p>Maharaja Sangga Warman Dewa</p></li><li><p>Maharaja Candrawarman</p></li><li><p>Maharaja Sri Langka Dewa</p></li><li><p>Maharaja Guna Parana Dewa</p></li><li><p>Maharaja Wijaya Warman</p></li><li><p>Maharaja Sri Aji Dewa</p></li><li><p>Maharaja Mulia Putera</p></li><li><p>Maharaja Nala Pandita</p></li><li><p>Maharaja Indra Paruta Dewa</p></li><li><p>Maharaja Dharma Setia</p></li></ol><p>Masa Kejayaan Kerajaan Kutai</p><p>Kutai mencapai masa kejayaan pada masa pemerintahan Raja Mulawarman seperti yang tertulis pada Yupa. Dijelaskan bahwa Mulawarman telah melakukan upacara pengorbanan emas dengan jumlah yang sangat banyak. Emas tersebut dibagikan kepada rakyatnya dan dijadikan persembahan kepada para dewa.</p><p>Kutai dari Berbagai Aspek</p><p>Aspek Sosial</p><p>Pada masa pemerintahan Kudungga, kerajaan Kutai mengalami masa peralihan dari bentuk kesukuan ke bentuk negara. Kehidupan sosial pada masa kerajaan ditandai dengan adanya golongan terdirik yang mampu menggunakan bahasa sansekerta dan aksara pallawa. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya upacara pemberkatan bagi pemeluk agama Hindu. Para brahmana Kutai dianggap memiliki intelektual tinggi dikarenakan sulitnya penguasaan bahasa ini.</p><p>Aspek Politik</p><p>Pada masa pemerintahan Raja Mulawarman ditandai dengan keadaan politik yang stabil. Hal ini didasarkan pada Prasasti Yupa yang menyebutkan raja Mulawarman dikatakan menjadi raja yang berkuasa, kuat dan bijaksana.</p><p>Aspek Ekonomi</p><p>Dengan letaknya yang strategis yaitu berada di dekat Sungai Mahakam, membuat tanah Kerajaan dalam keadaan subur dan sangat cocok untuk bercocok tanam. Mata pencaharian masyarakat Kutai adalah petani, peternak dan pedagang. Hal ini dibuktikan dengan peninggalan tertulis Yupa yang menyebutkan bahwa Mulawarman pernah memberikan 20.000 ekor sapi kepada para brahmana. Selain itu, Kerajaan Kutai juga menerapkan pajak pada pedagang dari daerah lain yang berdagang di wilayah Kerajaan Kutai. Pajak ini biasanya berupa barang yang mahal atau upeti.</p><p>Aspek Agama</p><p>Kerajaan Kutai memiliki sejarah yang kuat akan kepercayaan animisme dan dinamisme serta Hindu sebagai agama pendatang. Terbukti pada peninggalan Yupa yang dianggap sebagai peninggalan masa megalitikum, menhir dan punden berundak. Diyakini bahwa rakyat Kutai dibebaskan untuk beragama walaupun kerajaan menganut ajaran agama Hindu siwa yang bercampur brahmana.</p><p>Runtuhnya Kerajaan Kutai</p><p>Masa kejayaan Kutai tidak berlangsung lama, setelah meninggalnya Raja Mulawarman, Kutai mengalami banyak pergantian pemimpin hingga mengalami keruntuhan pada masa pemerintahan Raja Dharma Setia pada abad ke 13 M. Raja Dharma Setia tewas di tangan penguasa Kerajaan Kutai Kertanegara yaitu Pangeran Anum Panji Mandapa.</p><p>Peninggalan Kerajaan Kutai</p><p>Kutai meninggalkan sumber sejarah berupa Yupa yang berjumlah tujuh buah dengan huruf pallawa dan bahasa sansekerta. Yupa banyak memberikan informasi terkait keluarga kerajaan dan aspek sosial, agama, dan ekonomi. Yupa berbentuk tugu batu dengan tinggi kurang lebih 1 meter yang tertanam di tanah.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-03 03:06:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/zhafiraalfitrialiya/w778cxw3gnoasrgw/wish/2774731141</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kerajaan Cell, Jalan Tarumanegara, Pisangan, Kota Tangerang Selatan, Banten</title>
         <author>zhafiraalfitrialiya</author>
         <link>https://padlet.com/zhafiraalfitrialiya/w778cxw3gnoasrgw/wish/2774735979</link>
         <description><![CDATA[<p>erajaan Tarumanegara</p><p>Para ahli memperkirakan pusat Kerajaan Tarumanegara berada di Bogor saat ini. Menurut naskah Wangsakerta dari Cirebon, Tarumanegara didirikan oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada 358 Masehi. Kerajaan Tarumanegara mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Purnawarman.</p><p>Masyarakat Tarumanegara sangat bergantung pada kegiatan pertanian. Informasi ini terdapat dalam prasasti Tugu yang menyebutkan pada tahun ke-22 pemerintahannya, Raja Purnawarman telah menggali Sungai Gomati dan Candrabagha untuk irigasi dan mencegah banjir. Selain pertanian, masyarakat Tarumanegara mengembangkan kegiatan perdagangan. Berdasarkan berita yang ditulis Fa Hsien, barang yang diperdagangkan masyarakat Tarumanegara antara lain cula badak, kulit penyu, dan perak.</p><p>Kehidupan Agama</p><p>Agama Hindu yang berkembang di Kerajaan Tarumanegara adalah Hindu Waisnawa atau Hindu Wisnu</p><p>Kehidupan Sosial Budaya</p><p>Masyarakat Tarumanegara terbagi atas dua golongan yaitu golongan masyarakat yang berlatar belakang agama Hindu dan golongan masyarakat yang berbudaya asli, Masyarakat Tarumanegara dikenal memiliki hasil kebudayaan tinggi. Mereka telah menguasai teknik penulisan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta dalam pembuatan prasasti.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-03 03:10:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/zhafiraalfitrialiya/w778cxw3gnoasrgw/wish/2774735979</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kerajaan Cell, Jalan Tarumanegara, Pisangan, Kota Tangerang Selatan, Banten</title>
         <author>zhafiraalfitrialiya</author>
         <link>https://padlet.com/zhafiraalfitrialiya/w778cxw3gnoasrgw/wish/2774736645</link>
         <description><![CDATA[<p>erajaan Tarumanegara</p><p>Para ahli memperkirakan pusat Kerajaan Tarumanegara berada di Bogor saat ini. Menurut naskah Wangsakerta dari Cirebon, Tarumanegara didirikan oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada 358 Masehi. Kerajaan Tarumanegara mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Purnawarman.</p><p>Masyarakat Tarumanegara sangat bergantung pada kegiatan pertanian. Informasi ini terdapat dalam prasasti Tugu yang menyebutkan pada tahun ke-22 pemerintahannya, Raja Purnawarman telah menggali Sungai Gomati dan Candrabagha untuk irigasi dan mencegah banjir. Selain pertanian, masyarakat Tarumanegara mengembangkan kegiatan perdagangan. Berdasarkan berita yang ditulis Fa Hsien, barang yang diperdagangkan masyarakat Tarumanegara antara lain cula badak, kulit penyu, dan perak.</p><p>Kehidupan Agama</p><p>Agama Hindu yang berkembang di Kerajaan Tarumanegara adalah Hindu Waisnawa atau Hindu Wisnu</p><p>Kehidupan Sosial Budaya</p><p>Masyarakat Tarumanegara terbagi atas dua golongan yaitu golongan masyarakat yang berlatar belakang agama Hindu dan golongan masyarakat yang berbudaya asli, Masyarakat Tarumanegara dikenal memiliki hasil kebudayaan tinggi. Mereka telah menguasai teknik penulisan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta dalam pembuatan prasasti.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-03 03:10:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/zhafiraalfitrialiya/w778cxw3gnoasrgw/wish/2774736645</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kerajaan Sriwijaya, Banten, Kabupaten Tangerang, Banten</title>
         <author>zhafiraalfitrialiya</author>
         <link>https://padlet.com/zhafiraalfitrialiya/w778cxw3gnoasrgw/wish/2774740664</link>
         <description><![CDATA[<p>Kerajaan Sriwijaya</p><p>Kerajaan Sriwijaya terletak di tepi Sungai Musi atau sekitar Bukit Siguntang dan Kota Palembang, Sumatra Selatan. Pada masa pemerintahan Balaputradewa, Kerajaan Sriwijaya mencapai puncak kejayaan. Kerajaan Sriwijaya berkembang menjadi kerajaan maritim yang besar dan menguasai perdagangan di perairan Asia Tenggara. Kerajaan Sriwijaya menguasai lalu lintas pelayaran dan perdagangan dari Selat Malaka, Selat Sunda, hingga Laut Jawa. Kemajuan perdagangan di Sriwijaya juga tidak lepas dari banyaknya pedagang yang singgah di bandar-bandar milik Sriwijaya. Kerajaan Sriwijaya memperoleh banyak keuntungan dari komoditas ekspor dan pajak kapal asing yang singgah di pelabuhan Sriwijaya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-03 03:14:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/zhafiraalfitrialiya/w778cxw3gnoasrgw/wish/2774740664</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kerajaan Kalingga, Sawah Dan Kebun, Linggoasri, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah</title>
         <author>zhafiraalfitrialiya</author>
         <link>https://padlet.com/zhafiraalfitrialiya/w778cxw3gnoasrgw/wish/2774742209</link>
         <description><![CDATA[<p>Berdasarkan sumber-sumber sejarah yang bercorak Buddha di Pulau Jawa yang Kerajaan Kalingga memiliki pemimpin perempuan yang terkenal, yaitu Ratu Sima. Kisah Ratu Sima muncul dalam naskah Carita Parahyangan. Pada masa pemerintahannya, hukum di Kalingga dapat ditegakkan dengan baik. Sementara itu, kegiatan perekonomian Kerajaan Kalingga bertumpu pada sektor perdagangan dan pertanian. Di wilayah pesisir, sektor perdagangan maritim menjadi tumpuan roda perekonomian. Wilayah pedalaman yang subur dimanfaatkan penduduk untuk mengembangkan kegiatan pertanian.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-03 03:15:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/zhafiraalfitrialiya/w778cxw3gnoasrgw/wish/2774742209</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kuno Cell, Pejanggik, Mataram, Nusa Tenggara Barat</title>
         <author>zhafiraalfitrialiya</author>
         <link>https://padlet.com/zhafiraalfitrialiya/w778cxw3gnoasrgw/wish/2774743547</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Kerajaan Mataram Kuno diperkirakan berdiri pada abad VII Masehi. Pendiri Kerajaan Mataram Kuno adalah Sanaha, cucu Ratu Sima (Ratu Kalingga). Setelah Sanaha wafat, tampuk kekuasaan dipegang oleh Sanjaya. Pada perkembangannya. kerajaan ini diperintah oleh dua dinasti, yaitu Dinasti Sanjaya beragama Hindu dan Dinasti Syailendra beragama Buddha.</p><p>Kehidupan ekonomi Kerajaan Mataram Kuno bertumpu pada sektor pertanian. Selain pertanian, masyarakat Mataram Kuno mengembangkan aktivitas perhubungan dan perdagangan melalui Sungai Bengawan Solo. Dalam struktur sosial masyarakat Mataram Kuno, golongan raja dan bangsawan menduduki peringkat teratas. Adapun dalam bidang kebudayaan masyarakat Mataram Kuno memiliki kebudayaan cukup tinggi. Kondisi ini dibuktikan dengan keberadaan bangunan candi yang dapat ditemui hingga saat ini, salah satunya candi Arjuna.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-03 03:16:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/zhafiraalfitrialiya/w778cxw3gnoasrgw/wish/2774743547</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Museum Keraton Sumenep, Jl. Dr. Sutomo, Lingkungan Delama, Pajagalan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur</title>
         <author>zhafiraalfitrialiya</author>
         <link>https://padlet.com/zhafiraalfitrialiya/w778cxw3gnoasrgw/wish/2774744743</link>
         <description><![CDATA[<p>Pada masa pemerintahan Sri Maharaja Rakai Wawa, Gunung Merapi meletus. Akibat bencana tersebut, pusat pemerintahan Mataram Kuno dipindahkan ke Jawa Timur oleh Mpu Sindok yang merupakan kerabat kerajaan. Mpu Sindok memutuskan memindahkan pusat pemerintahan ke daerah muara Sungai Brantas, Jawa Timur. Selanjutnya, Mpu Sindok membentuk Dinasti Isyana dan mendirikan Kerajaan Medang Kamulan. Kerajaan ini berada di puncak kejayaan pada masa pemerintahan Raja Airlangga</p><p>Kehidupan Ekonomi</p><p>Kehidupan ekonomi sebagian besar anggota masyarakat Medang Kamulan bergantung pada sektor pelayaran dan perdagangan Masyarakat Medang Kamulan juga mengembangkan kegiatan pertanian</p><p>Kehidupan Agama</p><p>Pada masa pemerintahan Raja</p><p>Airlangga agama yang dianut</p><p>masyarakat Medang Kamulan</p><p>bervariasi, dan agama Hindu</p><p>Syiwa dan Buddha dengan</p><p>berbagai alirannya.</p><p>Kehidupan Sosial Budaya</p><p>Masyarakat Medang Kamulan</p><p>sudah mengenal pembagian kasta</p><p>Bidang kesastraan berkembang</p><p>pesat ditandai dengan terciptanya</p><p>kitab Arjunawiwaha karya Mou</p><p>Kanwa Seni pertunjukan wayang</p><p>juga berkembang dengan baik</p><p>dengan cerita yang disadur dari</p><p>kitab Mahabharata dan Ramayana.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-03 03:18:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/zhafiraalfitrialiya/w778cxw3gnoasrgw/wish/2774744743</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kediri, Kabupaten Kediri, Jawa Timur</title>
         <author>zhafiraalfitrialiya</author>
         <link>https://padlet.com/zhafiraalfitrialiya/w778cxw3gnoasrgw/wish/2774745558</link>
         <description><![CDATA[<p>Kerajaan Kediri terletak di pedalaman Jawa Timur. Kerajaan Kediri yang berdiri pada abad XI Masehi merupakan kelanjutan dari Kerajaan Medang Kamulan yang didirikan oleh Mpu Sindok dari Dinasti Isyana. Pada akhir kekuasaan Raja Airlangga wilayah Kerajaan Medang Kamulan dibagi menjadi dua, yaitu Jenggala dan Panjalu Kerajaan Jenggala beribu kota di Kahuripan. Sementara itu, Kerajaan Panjalu yang kemudian dikenal dengan nama Kediri beribu kota di Daha. Kerajaan Kediri mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Raja Jayabaya (1135-1157).</p><p>Kehidupan ekonomi Kediri bersumber pada kegiatan pertanian dan perdagangan. Kegiatan pertanian masyarakat Kediri menghasilkan beras. Kegiatan perdagangan Kediri dikembangkan melalui jalur pelayaran Sungai Brantas. Selain beras, barang- barang yang diperdagangkan di Kediri antara lain emas, perak, gading, cendana, rempah-rempah, dan pinang. Dalam kehidupan agama, masyarakat Kediri menganut ajaran Hindu Syiwa.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-03 03:18:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/zhafiraalfitrialiya/w778cxw3gnoasrgw/wish/2774745558</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Singasari, Pangetan, Pagentan, Kabupaten Malang, Jawa Timur</title>
         <author>zhafiraalfitrialiya</author>
         <link>https://padlet.com/zhafiraalfitrialiya/w778cxw3gnoasrgw/wish/2774746371</link>
         <description><![CDATA[<p>Para ahli memperkirakan wilayah Kota Malang merupakan pusat Kerajaan Singasari Kerajaan Singasari didirikan oleh Ken Arok pada 1222 Masehi setelah berhas mengalahkan Kertajaya dari Kerajaan Kediri. Secara berturut-turut, penguasa Singasari, yaitu Ken Arok, Anusapati, Tohjaya, Ranggawuni (Wisnuwardana), dan Kertanegara. Raja Kertanegara berhasil membawa Singasari mencapai puncak kejayaan.</p><p>Perekonomian Kerajaan Singasari bercorak agraris yang menitikberatkan pada bidang pertanian. Selain mendukung kegiatan pertanian, keberadaan Sungai Brantas turut mendukung perkembangan sektor pelayaran dan perdagangan. Kerajaan Singasari menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama. Sejak pemerintahan Ken Arok hingga Kertanegara agama Hindu Syiwa dan Buddha menjadi agama resmi kerajaan. Adapun kehidupan sosial masyarakat Singasari selalu berubah tergantung kebijakan raja dan kondisi politik kerajaan</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-03 03:19:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/zhafiraalfitrialiya/w778cxw3gnoasrgw/wish/2774746371</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kerajaan Majapahit Anggaswangi, Jalan Taman Puspa Anggaswangi, Kweni, Anggaswangi, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur</title>
         <author>zhafiraalfitrialiya</author>
         <link>https://padlet.com/zhafiraalfitrialiya/w778cxw3gnoasrgw/wish/2774746688</link>
         <description><![CDATA[<p>Kerajaan Majapahit berpusat di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Kerajaan Majapahit didirikan oleh Raden Wijaya dan mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Hayam Wuruk. Dalam pemerintahannya, Hayam Wuruk didampingi Gajah Mada sebagai mahapatih. Pada upacara pelantikannya, Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa. Dalam sumpah tersebut. Gajah Mada berjanji tidak akan menikmati kesenangan (amukti palapa) sebelum mampu menyatukan Kepulauan Indonesia di bawah kekuasaan Majapahit.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-11-03 03:19:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/zhafiraalfitrialiya/w778cxw3gnoasrgw/wish/2774746688</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
