<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>QS.ALI IMRON 159 BERSIKAP DEMOKRATIS?? Sebutkan  bentuk bentuk sikap  demokrasi yg di miliki Rasulullah???? by Nafidzatul Ummah</title>
      <link>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111</link>
      <description>Sebutkan  bentuk bentuk sikap  demokrasi yg di miliki Rasulullah???</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-09-07 01:51:24 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-09-20 08:13:28 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Dera (XII-BDP 1) (09)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285621752</link>
         <description><![CDATA[<div>Contoh bentuk sikap demokrasi&nbsp; Rasulullah adalah:&nbsp;<br>Setelah Nabi Muhammad (Saw.) bermigrasi ke Madinah, beliau mengangkat budak kulit hitam Ethiopia yang bernama Bilal menjadi pengumandang panggilan shalat (adzan). Posisi ini merupakan sebuah kedudukan prestisius bagi seorang budak kulit hitam dalam belantara kabilah-kabilah Arab yang terhormat.<br><br>Ketika beliau membentuk negara pertama kali dalam Islam, yaitu negara Madinah yang multi agama. Beliau tidak menggunakan Al Quran sebagai konstitusi negara Madinah. Karena Al Quran hanya berlaku bagi orang-orang yang mempercayainya, yaitu kaum muslimin. Beliau menyusun “Piagam Madinah” berdasarkan kesepakatan dengan orang-orang Yahudi sebagai konstitusi negara Madinah. Pada masa negara Madinah ini pula beliau mengenalkan konsep “bangsa” (al ummah) sebagai satu kesatuan warga negara Madinah tanpa membedakan asal-usul suku.<br><br>Sewaktu Perang Badar, perang pertama kali dalam sejarah Islam antara kaum muslimin dengan orang-orang Arab pagan, Nabi Muhammad (Saw.) menanggalkan pendapatnya dan mengambil pendapat sahabatnya dalam menyusun strategi perang yang jitu.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 02:06:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285621752</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Belliya Aelvia M.P XII BDP 1 (07)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285625196</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 02:09:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285625196</guid>
      </item>
      <item>
         <title>DIAH PUTRI RAMANDANI  XII-BDP 1 (13)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285625283</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 02:09:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285625283</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Anggita (XII-BDP 1) (03)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285625306</link>
         <description><![CDATA[<div>Contoh bentuk sikap demokrasi&nbsp; Rasulullah adalah:&nbsp;<br>Setelah Nabi Muhammad (Saw.) bermigrasi ke Madinah, beliau mengangkat budak kulit hitam Ethiopia yang bernama Bilal menjadi pengumandang panggilan shalat (adzan). Posisi ini merupakan sebuah kedudukan prestisius bagi seorang budak kulit hitam dalam belantara kabilah-kabilah Arab yang terhormat.<br><br>Ketika beliau membentuk negara pertama kali dalam Islam, yaitu negara Madinah yang multi agama. Beliau tidak menggunakan Al Quran sebagai konstitusi negara Madinah. Karena Al Quran hanya berlaku bagi orang-orang yang mempercayainya, yaitu kaum muslimin. Beliau menyusun “Piagam Madinah” berdasarkan kesepakatan dengan orang-orang Yahudi sebagai konstitusi negara Madinah. Pada masa negara Madinah ini pula beliau mengenalkan konsep “bangsa” (al ummah) sebagai satu kesatuan warga negara Madinah tanpa membedakan asal-usul suku.<br><br>Sewaktu Perang Badar, perang pertama kali dalam sejarah Islam antara kaum muslimin dengan orang-orang Arab pagan, Nabi Muhammad (Saw.) menanggalkan pendapatnya dan mengambil pendapat sahabatnya dalam menyusun strategi perang yang jitu.Contoh bentuk sikap demokrasi&nbsp; Rasulullah adalah:&nbsp;<br>Setelah Nabi Muhammad (Saw.) bermigrasi ke Madinah, beliau mengangkat budak kulit hitam Ethiopia yang bernama Bilal menjadi pengumandang panggilan shalat (adzan). Posisi ini merupakan sebuah kedudukan prestisius bagi seorang budak kulit hitam dalam belantara kabilah-kabilah Arab yang terhormat.<br><br>Ketika beliau membentuk negara pertama kali dalam Islam, yaitu negara Madinah yang multi agama. Beliau tidak menggunakan Al Quran sebagai konstitusi negara Madinah. Karena Al Quran hanya berlaku bagi orang-orang yang mempercayainya, yaitu kaum muslimin. Beliau menyusun “Piagam Madinah” berdasarkan kesepakatan dengan orang-orang Yahudi sebagai konstitusi negara Madinah. Pada masa negara Madinah ini pula beliau mengenalkan konsep “bangsa” (al ummah) sebagai satu kesatuan warga negara Madinah tanpa membedakan asal-usul suku.<br><br>Sewaktu Perang Badar, perang pertama kali dalam sejarah Islam antara kaum muslimin dengan orang-orang Arab pagan, Nabi Muhammad (Saw.) menanggalkan pendapatnya dan mengambil pendapat sahabatnya dalam menyusun strategi perang yang jitu.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 02:09:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285625306</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dilia anggraini</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285625634</link>
         <description><![CDATA[<div>XII BDP1 (14)</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 02:09:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285625634</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lisa Rahmawati  XII-BDP 1 (31)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285625884</link>
         <description><![CDATA[<div>Demokrasi Islam adalah ideologi politik yang berusaha menerapkan prinsip-prinsip Islam ke dalam kebijakan publik dalam kerangka demokrasi. Teori politik Islam menyebutkan tiga ciri dasar demokrasi Islam: pemimpin harus dipilih oleh rakyat, tunduk pada syariah, dan berkomitmen untuk mempraktekkan "syura", sebuah bentuk konsultasi khusus yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW yang dapat ditemukan dalam berbagai hadits dengan komunitas mereka.[1] Negara-negara yang memenuhi tiga ciri dasar tersebut antara lain Afghanistan, Iran, dan Malaysia. Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab adalah contoh negara yang tidak menganut prinsip demokrasi Islam meski negara-negara Islam, karena negara-negara ini tidak mengadakan pemilihan. Pelaksanaan demokrasi Islam berbeda di negara-negara mayoritas muslim, karena interpretasi syariah berbeda-beda dari satu negara ke negara lain, dan penggunaan syariah lebih komprehensif di negara-negara di mana syariah menjadi dasar bagi undang-undang negara.<br><br>Konsep liberalisme dan partisipasi demokratis sudah ada di dunia Islam abad pertengahan.[2][3][4] Kekhalifahan Rasyidin dianggap oleh para pendukungnya sebagai contoh awal sebuah negara demokratis dan diklaim bahwa perkembangan demokrasi di dunia Islam akhirnya terhenti setelah perpecahan Sunni–Syiah.[5]</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 02:09:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285625884</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dia Loka Oktavia (Xll-BDP 1)(12)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285625948</link>
         <description><![CDATA[<div>Contoh sikap demokrasi Rasulullah adalah:<br>Selama di Madinah, Rasulullah SAW selaku pemimpin politik dan spiritual memantapkan penerapan Islam di tengah masyarakat yang heterogen. Keberagaman disatukannya melalui persaudaraan (ukhuwah) di dalam iman dan agama.<br><br>Dalam sebuah hadis, diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW menegaskan pentingnya ukhuwah: Tidaklah sempurna iman seseorang kecuali dia mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri.”<br><br>Rasulullah SAW juga berulang kali mengingatkan umatnya bahwa harta, keturunan, ras, dan segala hal duniawi tidak menentukan status seorang Muslim. Iman, ketakwaan, dan ilmulah yang menjadi faktor penentu kemuliaan individu di tengah masyarakat.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 02:09:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285625948</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama:Ayu Riwayati Rizqiana(Xll BDP 1)(05) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285625999</link>
         <description><![CDATA[<div>Contoh sikap demokrasi Rasulullah adalah:<br>Selama di Madinah, Rasulullah SAW selaku pemimpin politik dan spiritual memantapkan penerapan Islam di tengah masyarakat yang heterogen. Keberagaman disatukannya melalui persaudaraan (ukhuwah) di dalam iman dan agama.<br><br>Dalam sebuah hadis, diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW menegaskan pentingnya ukhuwah: Tidaklah sempurna iman seseorang kecuali dia mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri.”<br><br>Rasulullah SAW juga berulang kali mengingatkan umatnya bahwa harta, keturunan, ras, dan segala hal duniawi tidak menentukan status seorang Muslim. Iman, ketakwaan, dan ilmulah yang menjadi faktor penentu kemuliaan individu di tengah masyarakat.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 02:09:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285625999</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Cynthia dewi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285626299</link>
         <description><![CDATA[<div>XII&nbsp;BDP1 (08)</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 02:10:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285626299</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285626402</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama:diva amanda livia<br>Kelas:XII-BDP 1<br>Absen:16</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 02:10:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285626402</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Duwi Winnasis XII BDP 1 (17)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285626571</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 02:10:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285626571</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jeniva amila wati (XII-BDP 1) (27)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285626574</link>
         <description><![CDATA[<div>Demokrasi Islam adalah ideologi politik yang berusaha menerapkan prinsip-prinsip Islam ke dalam kebijakan publik dalam kerangka demokrasi. Teori politik Islam menyebutkan tiga ciri dasar demokrasi Islam: pemimpin harus dipilih oleh rakyat, tunduk pada syariah, dan berkomitmen untuk mempraktekkan "syura", sebuah bentuk konsultasi khusus yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW yang dapat ditemukan dalam berbagai hadits dengan komunitas mereka.[1] Negara-negara yang memenuhi tiga ciri dasar tersebut antara lain Afghanistan, Iran, dan Malaysia. Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab adalah contoh negara yang tidak menganut prinsip demokrasi Islam meski negara-negara Islam, karena negara-negara ini tidak mengadakan pemilihan. Pelaksanaan demokrasi Islam berbeda di negara-negara mayoritas muslim, karena interpretasi syariah berbeda-beda dari satu negara ke negara lain, dan penggunaan syariah lebih komprehensif di negara-negara di mana syariah menjadi dasar bagi undang-undang negara.<br><br>Konsep liberalisme dan partisipasi demokratis sudah ada di dunia Islam abad pertengahan.[2][3][4] Kekhalifahan Rasyidin dianggap oleh para pendukungnya sebagai contoh awal sebuah negara demokratis dan diklaim bahwa perkembangan demokrasi di dunia Islam akhirnya terhenti setelah perpecahan Sunni–Syiah.[5]</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 02:10:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285626574</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Adistha Putri ( XII BDP 1) (01)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285626689</link>
         <description><![CDATA[<div>Contoh sikap demokrasi Rasulullah adalah:<br><br>Selama di Madinah, Rasulullah SAW selaku pemimpin politik dan spiritual memantapkan penerapan Islam di tengah masyarakat yang heterogen. Keberagaman disatukannya melalui persaudaraan (ukhuwah) di dalam iman dan agama.<br><br>Dalam sebuah hadis, diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW menegaskan pentingnya ukhuwah: Tidaklah sempurna iman seseorang kecuali dia mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri.”<br><br>Rasulullah SAW juga berulang kali mengingatkan umatnya bahwa harta, keturunan, ras, dan segala hal duniawi tidak menentukan status seorang Muslim. Iman, ketakwaan, dan ilmulah yang menjadi faktor penentu kemuliaan individu di tengah masyarakat.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 02:10:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285626689</guid>
      </item>
      <item>
         <title>DIAH PUTRI RAMANDANI XII-BDP 1 (13)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285626826</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 02:10:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285626826</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285627065</link>
         <description><![CDATA[<div>ERLY ERNANDA&nbsp;<br>XII-BDP 1<br>(20)</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 02:10:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285627065</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lusiana Widya Ningrum XII-BDP 1(32)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285627102</link>
         <description><![CDATA[<div>Demokratis berarti berkaitan dengan musyawarah. Dan dalam soal ini yang ditanyakan adalah berkaitan dengan sikap yang sesuai surat Ali Imran ayat 159.<br><br>Dalam surat tersebut artinya: ”Maka disebabkan rahmat dari Allah Swt lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah Swt. Sesungguhnya Allah Swt menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.”&nbsp; sikap demokrasi yang dimiliki Rasulullah&nbsp;<br><br>-Bersikap lemah lembut jika hendak -menyampaikan pendapat (tidak berkata kasar ataupun bersikap keras kepala).<br>-Menghargai pendapat orang lain.<br>-Berlapang dada untuk saling memaafkan.<br>-Memohonkan ampun untuk saudara-saudara yang bersalah.<br>-Menerima keputusan bersama (hasil musyawarah) dengan ikhlas.<br>-Melaksanakan keputusan-keputusan musyawarah dengan tawakal;<br>-Senantiasa bermusyarawarah tentang hal-hal yang menyangkut kemaslahatan bersama.<br>-Menolak segala bentuk diskriminasi atas nama apapun.<br>-Berperan aktif dalam bidang politik sebagai bentuk partisipasi dalam membangun bangsa.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 02:10:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285627102</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dhea vita n.w(XII BDP 1)(11)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285627347</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 02:11:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285627347</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Elisiana Dwi Nur Windyawati</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285627433</link>
         <description><![CDATA[<div>XII-BDP 1&nbsp;<br>(18)<br>Demokrasi Islam adalah ideologi politik yang berusaha menerapkan prinsip-prinsip Islam ke dalam kebijakan publik dalam kerangka demokrasi. Teori politik Islam menyebutkan tiga ciri dasar demokrasi Islam: pemimpin harus dipilih oleh rakyat, tunduk pada syariah, dan berkomitmen untuk mempraktekkan "syura", sebuah bentuk konsultasi khusus yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW yang dapat ditemukan dalam berbagai hadits dengan komunitas mereka.[1] Negara-negara yang memenuhi tiga ciri dasar tersebut antara lain Afghanistan, Iran, dan Malaysia. Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab adalah contoh negara yang tidak menganut prinsip demokrasi Islam meski negara-negara Islam, karena negara-negara ini tidak mengadakan pemilihan. Pelaksanaan demokrasi Islam berbeda di negara-negara mayoritas muslim, karena interpretasi syariah berbeda-beda dari satu negara ke negara lain, dan penggunaan syariah lebih komprehensif di negara-negara di mana syariah menjadi dasar bagi undang-undang negara.<br><br>Konsep liberalisme dan partisipasi demokratis sudah ada di dunia Islam abad pertengahan.[2][3][4] Kekhalifahan Rasyidin dianggap oleh para pendukungnya sebagai contoh awal sebuah negara demokratis dan diklaim bahwa perkembangan demokrasi di dunia Islam akhirnya terhenti setelah perpecahan Sunni–Syiah.[5]</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 02:11:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285627433</guid>
      </item>
      <item>
         <title>FRISKA NURDIANA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285627634</link>
         <description><![CDATA[<div>XII-BDP1<br>(24)<br>Demokrasi Islam adalah ideologi politik yang berusaha menerapkan prinsip-prinsip Islam ke dalam kebijakan publik dalam kerangka demokrasi. Teori politik Islam menyebutkan tiga ciri dasar demokrasi Islam: pemimpin harus dipilih oleh rakyat, tunduk pada syariah, dan berkomitmen untuk mempraktekkan "syura", sebuah bentuk konsultasi khusus yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW yang dapat ditemukan dalam berbagai hadits dengan komunitas mereka.[1] Negara-negara yang memenuhi tiga ciri dasar tersebut antara lain Afghanistan, Iran, dan Malaysia. Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab adalah contoh negara yang tidak menganut prinsip demokrasi Islam meski negara-negara Islam, karena negara-negara ini tidak mengadakan pemilihan. Pelaksanaan demokrasi Islam berbeda di negara-negara mayoritas muslim, karena interpretasi syariah berbeda-beda dari satu negara ke negara lain, dan penggunaan syariah lebih komprehensif di negara-negara di mana syariah menjadi dasar bagi undang-undang negara.<br><br>Konsep liberalisme dan partisipasi demokratis sudah ada di dunia Islam abad pertengahan.[2][3][4] Kekhalifahan Rasyidin dianggap oleh para pendukungnya sebagai contoh awal sebuah negara demokratis dan diklaim bahwa perkembangan demokrasi di dunia Islam akhirnya terhenti setelah perpecahan Sunni–Syiah.[5]</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 02:11:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285627634</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fatehatul anwariya</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285627937</link>
         <description><![CDATA[<div>&nbsp;Kelas : Xll BDP 1<br>(21)<br>Demokrasi Islam adalah ideologi politik yang berusaha menerapkan prinsip-prinsip Islam ke dalam kebijakan publik dalam kerangka demokrasi. Teori politik Islam menyebutkan tiga ciri dasar demokrasi Islam: pemimpin harus dipilih oleh rakyat, tunduk pada syariah, dan berkomitmen untuk mempraktekkan "syura", sebuah bentuk konsultasi khusus yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW yang dapat ditemukan dalam berbagai hadits dengan komunitas mereka.[1] Negara-negara yang memenuhi tiga ciri dasar tersebut antara lain Afghanistan, Iran, dan Malaysia. Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab adalah contoh negara yang tidak menganut prinsip demokrasi Islam meski negara-negara Islam, karena negara-negara ini tidak mengadakan pemilihan. Pelaksanaan demokrasi Islam berbeda di negara-negara mayoritas muslim, karena interpretasi syariah berbeda-beda dari satu negara ke negara lain, dan penggunaan syariah lebih komprehensif di negara-negara di mana syariah menjadi dasar bagi undang-undang negara.<br><br>Konsep liberalisme dan partisipasi demokratis sudah ada di dunia Islam abad pertengahan.[2][3][4] Kekhalifahan Rasyidin dianggap oleh para pendukungnya sebagai contoh awal sebuah negara demokratis dan diklaim bahwa perkembangan demokrasi di dunia Islam akhirnya terhenti setelah perpecahan Sunni–Syiah.[5]</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 02:11:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285627937</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Baqiyatus (XII-BDP 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285627938</link>
         <description><![CDATA[<div>(06)</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 02:11:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285627938</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama :Mahya ika naviah (Xll-BDP 1)no.absen:34</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285628176</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 02:11:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285628176</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama:fitria anggraini XII-BDP 1 absen:22</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285628569</link>
         <description><![CDATA[<div>Sebutkan bentuk-bentuk sikap demokrasi yang dimiliki rosulullah adalah:Setelah nabi Muhammad (saw) . Bermigrasi ke Madinah, beliau mengangkat budak kulit hitam ethiopi yang bernama Bilal menjadi pengumandang panggilan shalat(adzan). Posisi ini merupakan sebuah kedudukan prestisius bagi seorang budak kulit hitam dalam belantara kabilah-kabilah Arab yang terhormat.&nbsp;<br><br>Ketika beliau membentuk negara pertama kali dalam islam, yaitu negara madinah yang multi agama. Beliau tidak menggunakan alquran sebagai konstitusi negara madinah. Karena alquran hanya berlaku bagi orang-orang yang mempercayainya, yaitu kaum Muslim. Beliau menyusun"piagam madinah" Berdasarkan kesepakatan dengan orang-orang yahudi sebagai konstitusi negara madinah. Pada masa negara madinah ini pula beliau mengenalkan konsep-konsep (al ummah) sebagai satu kesatuan warga negara madinah tanpa membedakan asal-usul suku.&nbsp;<br><br>Sewaktu perang badar,perang pertama kali dalam sejarah islam antara kaum muslimin dengan orang-orang Arab pagan, nabi Muhammad (saw) menanggalkan pendapatnya dan mengambil pendapat sahabatnya dalam menyusun strategi perang yang jitu.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 02:11:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285628569</guid>
      </item>
      <item>
         <title>nama:lintang panjer rina (XII BDP 1) (30)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285628728</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 02:12:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285628728</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Erika Ermawati (XII BDP 1) (19)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285628847</link>
         <description><![CDATA[<div>Sebutkan bentuk-bentuk sikap demokrasi yang dimiliki Rasulullah?<br>Sikap demokratis Nabi Muhammad (Saw.) ini barangkali merupakan sikap demokratis pertama di Semenanjung Arabia, di tengah-tengah masyarakat padang pasir yang paternalistik, masih menjunjung tinggi status-status sosial klan, dan non-egaliter.<br><br>Ketika Nabi Muhammad (Saw.) diminta suku-suku Arab menjadi penguasa sipil (non-agama) di luar status beliau sebagai pemegang otoritas agama, beliau mengambil pernyataan setia orang-orang yang ingin tunduk dalam kekuasaan beliau sebagai tekhnik memperoleh legitimasi kekuasaan. Pernyataan setia ini dikenal dalam sejarah Islam sebagai “Bai’at Aqabah I &amp; II”. Dari titik ini para ulama Islam sejak dulu menegaskan bahwa kekuasaan pada asalnya di tangan rakyat, karena itu kekuasaan tidak boleh dipaksakan tanpa ada kerelaan dari hati rakyat. Pernyataan kerelaan itu dinyatakan dalam bentuk “pernyataan setia” atau bai’at.<br><br>Setelah Nabi Muhammad (Saw.) bermigrasi ke Madinah, beliau mengangkat budak kulit hitam Ethiopia yang bernama Bilal menjadi pengumandang panggilan shalat (azan). Posisi ini merupakan sebuah kedudukan prestisius bagi seorang budak kulit hitam dalam belantara kabilah-kabilah Arab yang terhormat.<br><br>Ketika beliau membentuk negara pertama kali dalam Islam, yaitu negara Madinah yang multi agama. Beliau tidak menggunakan Al Quran sebagai konstitusi negara Madinah. Karena Al Quran hanya berlaku bagi orang-orang yang mempercayainya, yaitu kaum muslimin. Beliau menyusun “Piagam Madinah” berdasarkan kesepakatan dengan orang-orang Yahudi sebagai konstitusi negara Madinah. Pada masa negara Madinah ini pula beliau mengenalkan konsep “bangsa” (al ummah) sebagai satu kesatuan warga negara Madinah tanpa membedakan asal-usul suku.<br><br>Nabi Muhammad (Saw.) mendirikan negara Madinah ini berdasarkan kontrak sosial (al ‘aqd al ijtima’i) antara kaum muslimin dengan kaum Yahudi, Kristen, dan kaum Arab pagan yang berdiam di Madinah. Piagam Madinah berisi prinsip-prinsip interaksi yang baik antarpemeluk agama; saling membantu menghadapi musuh yang menyerang negara Madinah, menegakkan keadilan dan membela orang yang teraniaya, saling menasehati, dan menghormati kebebasan beragama.<br><br>Sewaktu Perang Badar, perang pertama kali dalam sejarah Islam antara kaum muslimin dengan orang-orang Arab pagan, Nabi Muhammad (Saw.) menanggalkan pendapatnya dan mengambil pendapat sahabatnya dalam menyusun strategi perang yang jitu.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 02:12:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285628847</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kheisya Yanna Salsabella Kelas XII BDP 1,Absen 28</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285629940</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 02:12:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285629940</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama:Gristira Maha Resti</title>
         <author>maharestig</author>
         <link>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285630222</link>
         <description><![CDATA[<div>Kelas:XII BDP 1<br>Absen:25</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 02:13:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285630222</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Indah Puspita Ramadhani XII bdp 1 absen 26</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285630300</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 02:13:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285630300</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama:Anggunoktia lestrai</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285631319</link>
         <description><![CDATA[<div>Kelas:XII-bdp 1<br>No absen:05</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 02:13:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285631319</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Leni Septiana</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285631480</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>XII</strong>-<strong>BDP 1 (29)<br><br>Sebutkan bentuk-bentuk sikap demokrasi yang dimiliki Rasulullah?<br><br>Sikap demokratis Nabi Muhammad (Saw.) ini barangkali merupakan sikap demokratis pertama di Semenanjung Arabia, di tengah-tengah masyarakat padang pasir yang paternalistik, masih menjunjung tinggi status-status sosial klan, dan non-egaliter.<br><br>Beberapa contoh yang menunjukkan bahwa Nabi Muhammad (Saw.) merupakan seorang demokrat adalah:<br><br>Ketika Nabi Muhammad (Saw.) diminta suku-suku Arab menjadi penguasa sipil (non-agama) di luar status beliau sebagai pemegang otoritas agama, beliau mengambil pernyataan setia orang-orang yang ingin tunduk dalam kekuasaan beliau sebagai tekhnik memperoleh legitimasi kekuasaan. Pernyataan setia ini dikenal dalam sejarah Islam sebagai “Bai’at Aqabah I &amp; II”. Dari titik ini para ulama Islam sejak dulu menegaskan bahwa kekuasaan pada asalnya di tangan rakyat, karena itu kekuasaan tidak boleh dipaksakan tanpa ada kerelaan dari hati rakyat. Pernyataan kerelaan itu dinyatakan dalam bentuk “pernyataan setia” atau bai’at.<br><br>Setelah Nabi Muhammad (Saw.) bermigrasi ke Madinah, beliau mengangkat budak kulit hitam Ethiopia yang bernama Bilal menjadi pengumandang panggilan shalat (azan). Posisi ini merupakan sebuah kedudukan prestisius bagi seorang budak kulit hitam dalam belantara kabilah-kabilah Arab yang terhormat.<br><br>Ketika beliau membentuk negara pertama kali dalam Islam, yaitu negara Madinah yang multi agama. Beliau tidak menggunakan Al Quran sebagai konstitusi negara Madinah. Karena Al Quran hanya berlaku bagi orang-orang yang mempercayainya, yaitu kaum muslimin. Beliau menyusun “Piagam Madinah” berdasarkan kesepakatan dengan orang-orang Yahudi sebagai konstitusi negara Madinah. Pada masa negara Madinah ini pula beliau mengenalkan konsep “bangsa” (al ummah) sebagai satu kesatuan warga negara Madinah tanpa membedakan asal-usul suku.<br><br>Nabi Muhammad (Saw.) mendirikan negara Madinah ini berdasarkan kontrak sosial (al ‘aqd al ijtima’i) antara kaum muslimin dengan kaum Yahudi, Kristen, dan kaum Arab pagan yang berdiam di Madinah. Piagam Madinah berisi prinsip-prinsip interaksi yang baik antarpemeluk agama; saling membantu menghadapi musuh yang menyerang negara Madinah, menegakkan keadilan dan membela orang yang teraniaya, saling menasehati, dan menghormati kebebasan beragama.<br><br>Sewaktu Perang Badar, perang pertama kali dalam sejarah Islam antara kaum muslimin dengan orang-orang Arab pagan, Nabi Muhammad (Saw.) menanggalkan pendapatnya dan mengambil pendapat sahabatnya dalam menyusun strategi perang yang jitu.</strong></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 02:14:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285631480</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kheisya Yanna Salsabella Kelas XII BDP 1,Absen 28</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285632241</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 02:14:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285632241</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Amelia surya p (XII-BDP 1) (02)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285633047</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 02:15:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2285633047</guid>
      </item>
      <item>
         <title>DIAH PUTRI RAMANDANI XII BDP 1 (13)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2286237225</link>
         <description><![CDATA[<div>Contoh bentuk sikap demokrasi&nbsp; Rasulullah adalah:&nbsp;<br>Setelah Nabi Muhammad (Saw.) bermigrasi ke Madinah, beliau mengangkat budak kulit hitam Ethiopia yang bernama Bilal menjadi pengumandang panggilan shalat (adzan). Posisi ini merupakan sebuah kedudukan prestisius bagi seorang budak kulit hitam dalam belantara kabilah-kabilah Arab yang terhormat.<br><br>Ketika beliau membentuk negara pertama kali dalam Islam, yaitu negara Madinah yang multi agama. Beliau tidak menggunakan Al Quran sebagai konstitusi negara Madinah. Karena Al Quran hanya berlaku bagi orang-orang yang mempercayainya, yaitu kaum muslimin. Beliau menyusun “Piagam Madinah” berdasarkan kesepakatan dengan orang-orang Yahudi sebagai konstitusi negara Madinah. Pada masa negara Madinah ini pula beliau mengenalkan konsep “bangsa” (al ummah) sebagai satu kesatuan warga negara Madinah tanpa membedakan asal-usul suku.<br><br>Sewaktu Perang Badar, perang pertama kali dalam sejarah Islam antara kaum muslimin dengan orang-orang Arab pagan, Nabi Muhammad (Saw.) menanggalkan pendapatnya dan mengambil pendapat sahabatnya dalam menyusun strategi perang yang jitu.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 11:28:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2286237225</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Belliya Aelvia M.P XII BDP 1 (07)</title>
         <author>belliyaputri</author>
         <link>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2286247936</link>
         <description><![CDATA[<div>Sebutkan bentuk-bentuk sikap demokrasi&nbsp; yang dimiliki Rasulullah adalah:&nbsp;<br>Setelah Nabi Muhammad (Saw.) bermigrasi ke Madinah, beliau mengangkat budak kulit hitam Ethiopia yang bernama Bilal menjadi pengumandang panggilan shalat (adzan). Posisi ini merupakan sebuah kedudukan prestisius bagi seorang budak kulit hitam dalam belantara kabilah-kabilah Arab yang terhormat.<br><br>Ketika beliau membentuk negara pertama kali dalam Islam, yaitu negara Madinah yang multi agama. Beliau tidak menggunakan Al Quran sebagai konstitusi negara Madinah. Karena Al Quran hanya berlaku bagi orang-orang yang mempercayainya, yaitu kaum muslimin. Beliau menyusun “Piagam Madinah” berdasarkan kesepakatan dengan orang-orang Yahudi sebagai konstitusi negara Madinah. Pada masa negara Madinah ini pula beliau mengenalkan konsep “bangsa” (al ummah) sebagai satu kesatuan warga negara Madinah tanpa membedakan asal-usul suku.<br><br>Sewaktu Perang Badar, perang pertama kali dalam sejarah Islam antara kaum muslimin dengan orang-orang Arab pagan, Nabi Muhammad (Saw.) menanggalkan pendapatnya dan mengambil pendapat sahabatnya dalam menyusun strategi perang yang jitu.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 11:40:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2286247936</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2286324341</link>
         <description><![CDATA[<div>Dewi Intan Aviliani XII-Bdp 1<br>No. Absen:10</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 12:42:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2286324341</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Baqiyatus Sholikhah (XII-BDP 1) (06)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2286368252</link>
         <description><![CDATA[<div>sikap demokrasi Rasulullah adalah:<br><br>Selama di Madinah, Rasulullah SAW selaku pemimpin politik dan spiritual memantapkan penerapan Islam di tengah masyarakat yang heterogen. Keberagaman disatukannya melalui persaudaraan (ukhuwah) di dalam iman dan agama.<br><br>Dalam sebuah hadis, diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW menegaskan pentingnya ukhuwah: Tidaklah sempurna iman seseorang kecuali dia mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri.”<br><br>Rasulullah SAW juga berulang kali mengingatkan umatnya bahwa harta, keturunan, ras, dan segala hal duniawi tidak menentukan status seorang Muslim. Iman, ketakwaan, dan ilmulah yang menjadi faktor penentu kemuliaan individu di tengah masyarakat.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-07 13:09:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2286368252</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2287398223</link>
         <description><![CDATA[<div>Dita Novita Sari / XII BDP 1<br>15</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-08 01:59:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2287398223</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Duwi Winnasis (17) XII BDP 1 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2304493152</link>
         <description><![CDATA[<div>Nabi Muhammad SAW merupakan tokoh yang demokratis dalam berbagai hal. Bahkan ketika terjadi kasusu-kasus yang tidak ada hukum yang mengaturnya, beliau bersikap demokratis dengan mengadopsi pendapat para sahabatnya, hingga memperoleh arahan ketetapan dari Allah SWT.<br>Nabi Muhammad SAW. Dalam kapasitasnya sebagai pemimpin masyarakat, politik, militer dan sebagai perunding, tampak dalam praktek musyawarah yang dilakukan dalam beberapa penyelesaian masalah. Sikap demokratis Nabi Muhammad SAW merupakan sikap demokratis pertama di Semenanjung Arabia, di tengah-tengah masyarakat [adang pasir yang paternalistik, masih menjunjung tinggi status-status sosial klan dan non egaliter. Contoh bukti demokratisan Rasulullah adalah:<br>Ketika Beliau membentuk negara pertama kali dalam Islam, yaitu Negara Madinah---yang multi agama---Beliau tidak menggunakan Al Qur'an sebagai konstitusi negara. Karena Al Qur'an hanya berlaku bagi orang-orang yang mempercayainya. Beliau menyusun "Piagam Madinah" berdasarkan kesepakatan dengan orang-orang Yahudi sebagai konstitusi Negara Madinah. Pada masa Negara Madinah ini pula Beliau mengenalkan konsep "Bangsa" (al Ummah) sebagai satu kesatuan warga negara Madinah tanpa membedakan asal usul suku.<br>Musyawarah yang menghasilkan "mufakat bulat" itu merupakan suatu tradisi baru dalam musyawarah yang berdasarkan ukhuwah. Menurut Fazlur Rahman bahwa sistem syura dalam al-Qur'an adalah mengubah syura dari sebuah institusi suku menjadi institusi komunitas, karena ia menggantikan hubungan darah dengan hubungan iman.&nbsp;<br>Dilihat dari perspektif ini, maka pilihan kelompok muslim modernis kepada demokrasi bukanlah sesuatu yang dibuat-buat, atau sesuatu yang bersifat akomodatif terhadap institusi politik demokratik Barat, tetapi al-Qur'an memang mengajar demikian, sebagaimana yang dilakukan oleh para sahabat pada masa awal kepemimpinan umat.<br>Kepemimpinan Abu Bakar sangat diwarnai jiwa yang demokratis. Selama masa dua tahun memegang tampu pemerintahan, sangatlah nampak kedemokrasian Abu Bakar.&nbsp;<br>Kepemimpinannya dapat disimpulkan dari salah satu isi pidatonya pada hari pembaiatan bahwa ia akan mengakui kekurangan dan kelemahannya serta memberikan hak berpendapat untuk menegur dan memperbaiki khalifah bila berbuat salah.<br>Dan masih banyak lagi demokrasi yang diterapkan oleh Khulafa Ar-Rasyidin dan Dinasti-Dinasti Islam setelahnya. Mereka bermusyawar untuk mengambil mufakat, dan tidak lupa dengan suara rakyat yang dianggap sangat penting bagi seorang pemimpin dalam menjalankan amanatnya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-20 08:12:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2304493152</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dhea vita n.w (XII BDP 1)(11)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2304494037</link>
         <description><![CDATA[<div>Nabi Muhammad SAW merupakan tokoh yang demokratis dalam berbagai hal. Bahkan ketika terjadi kasusu-kasus yang tidak ada hukum yang mengaturnya, beliau bersikap demokratis dengan mengadopsi pendapat para sahabatnya, hingga memperoleh arahan ketetapan dari Allah SWT.<br>Nabi Muhammad SAW. Dalam kapasitasnya sebagai pemimpin masyarakat, politik, militer dan sebagai perunding, tampak dalam praktek musyawarah yang dilakukan dalam beberapa penyelesaian masalah. Sikap demokratis Nabi Muhammad SAW merupakan sikap demokratis pertama di Semenanjung Arabia, di tengah-tengah masyarakat [adang pasir yang paternalistik, masih menjunjung tinggi status-status sosial klan dan non egaliter. Contoh bukti demokratisan Rasulullah adalah:<br>Ketika Beliau membentuk negara pertama kali dalam Islam, yaitu Negara Madinah yang multi agama Beliau tidak menggunakan Al Qur'an sebagai konstitusi negara. Karena Al Qur'an hanya berlaku bagi orang-orang yang mempercayainya. Beliau menyusun "Piagam Madinah" berdasarkan kesepakatan dengan orang-orang Yahudi sebagai konstitusi Negara Madinah. Pada masa Negara Madinah ini pula Beliau mengenalkan konsep "Bangsa" (al Ummah) sebagai satu kesatuan warga negara Madinah tanpa membedakan asal usul suku.<br>Musyawarah yang menghasilkan "mufakat bulat" itu merupakan suatu tradisi baru dalam musyawarah yang berdasarkan ukhuwah. Menurut Fazlur Rahman bahwa sistem syura dalam al-Qur'an adalah mengubah syura dari sebuah institusi suku menjadi institusi komunitas, karena ia menggantikan hubungan darah dengan hubungan iman.&nbsp;<br>Dilihat dari perspektif ini, maka pilihan kelompok muslim modernis kepada demokrasi bukanlah sesuatu yang dibuat-buat, atau sesuatu yang bersifat akomodatif terhadap institusi politik demokratik Barat, tetapi al-Qur'an memang mengajar demikian, sebagaimana yang dilakukan oleh para sahabat pada masa awal kepemimpinan umat.<br>Kepemimpinan Abu Bakar sangat diwarnai jiwa yang demokratis. Selama masa dua tahun memegang tampu pemerintahan, sangatlah nampak kedemokrasian Abu Bakar.&nbsp;<br>Kepemimpinannya dapat disimpulkan dari salah satu isi pidatonya pada hari pembaiatan bahwa ia akan mengakui kekurangan dan kelemahannya serta memberikan hak berpendapat untuk menegur dan memperbaiki khalifah bila berbuat salah.<br>Dan masih banyak lagi demokrasi yang diterapkan oleh Khulafa Ar-Rasyidin dan Dinasti-Dinasti Islam setelahnya. Mereka bermusyawar untuk mengambil mufakat, dan tidak lupa dengan suara rakyat yang dianggap sangat penting bagi seorang pemimpin dalam menjalankan amanatnya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-20 08:13:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nafidzatulummah56/w36nun42iv6e8111/wish/2304494037</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
