<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>HASIL DISKUSI PERUBAHAN LINGKUNGAN by Rahmayanti Ratnasari</title>
      <link>https://padlet.com/rahmayantiratnasari98/vx0dlkmu88di7quz</link>
      <description>Model PBL dengan Strategi Bioedutainment</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-11-26 04:49:15 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-11-23 11:44:33 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>HASIL DISKUSI GROUP 2 </title>
         <author>rahmayantiratnasari98</author>
         <link>https://padlet.com/rahmayantiratnasari98/vx0dlkmu88di7quz/wish/2404651855</link>
         <description><![CDATA[<div>Diduga Tercemar Limbah Pabrik Wig Palsu, Irigasi di Purbalingga Jadi Hitam.<br><br>LINK 2 :<br>https://tinyurl.com/24d86h7z<br><br>Anggota : 1.Aqilla Dhia Sabinna (3)<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;2.Faishal Daru (12)<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;3.M Danish Raqilla (22)<br>                 4.Reza Fauzan (31)<br><br>Penyebab :<br>1.Limbah yang diduga bersumber dari saluran pembuangan milik PT Boyang Industrial dan PT Indokores.<br><br>Dampak :<br>1.Aliran air irigasi di wilayah RT 05 RW 03 Kelurahan Karangmanyar, Kabupaten Purbalingga mendadak berwarna hitam pekat akibat pencemaran limbah.<br><br>Solusi :<br>1.Perwakilan PT Boyang Industrial, Rocky Djundjunan memastikan, air buangan IPAL PT Boyang aman bagi lingkungan. Limbah pabriknya, sudah diproses untuk menormalkan kadar Chemical Oxygen Demand (COD) dan Biologycal Oxygen Demand (BOD) dalam air buangan.<br>2.mempersilahkan warga terdampak, untuk bersama-sama mengecek langsung IPAL di PT Indokores guna pembuktiannya.<br>3.mencoba mengecek ulang barangkali ada suatu kebocoran yang menyebabkan pencemaran.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1929647727/a48d542d1643b165b983c3b7e828a8fd/limbahcair__1_.jpg" />
         <pubDate>2022-12-01 05:20:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rahmayantiratnasari98/vx0dlkmu88di7quz/wish/2404651855</guid>
      </item>
      <item>
         <title>HASIL DISKUSI GROUP 4</title>
         <author>rahmayantiratnasari98</author>
         <link>https://padlet.com/rahmayantiratnasari98/vx0dlkmu88di7quz/wish/2404652280</link>
         <description><![CDATA[<div>Kualitas Udara di Purbalingga Tak Sehat<br><br>link 6 https://radarbanyumas.disway.id/read/22874/kualitas-udara-di-purbalingga-tak-sehat<br><br>1.wildan<br>2.Danstra<br>3.Diaz<br>4.Nasya<br><br>•Sebab:<br>Kualitas udara di Kabupaten Purbalingga terpantau berada pada level merah pada jam-jam tertentu. Berdasarkan data yang diambil dari website pengukur kualitas udara airvisual.com, pada Rabu (14/8) pukul 01.00, indeks kualitas udara di Purbalingga berada di angka 164 atau dapat dikategorikan 'unhealthy’ yang dapat mengakibatkan gangguan pada kesehatan pernafasan. Sementara dalam rekaman beberapa hari terakhir, level merah berlangsung pada pukul 07.00 dan 22.00 pada selasa (13/8), pukul 10.00 pada Senin (12/8), dan pukul 07.00 pada Minggu (11/8). Menanggapi hal tersebut, Kasi Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purbalingga Nuruddin mengungkapkan, secara umum indeks kualitas udara Kabupaten Purbalingga masih berada dalam kategori moderate atau sedang. Hasil tersebut didasarkan atas pengukuran udara passive sampler yang diselenggarakan Kementerian LH. "Mungkin disebabkan akibat jam-jam sibuk berangkat kantor. Berdasarkan data terakhir tahun 2018, indeks kualitas udara berada di angka 88,6. Saat ini sendiri tengah dilakukan pengukuran tahap II sejak 2 Agustus lalu,” ujarnya. Pada saat ini sendiri pengukuran dilakukan di empat titik, yakni di kawasan industri (Bojong), transportasi (area Tugu Jenderal Soedirman), pemukiman (Perum Bojanegara), dan perkantoran (Jalan S. Parman). “Tahun ini pengukuran hanya meliputi SO2 dan NO2. Untuk parameter PM atau partikulat mungkin baru bisa tahun depan,” imbuhnya. Pada airvisual.com sendiri, indeks kualitas udara Purbalingga memang rata-rata masih dalam rentang 50-100 aatau level kuning (moderate), yang walau masih dalam batas wajar, masih dapat menimbulkan sedikit risiko kesehatan bagi sebagian kelompok masyarakat.<br>•Dampak:<br>Mengakibatkan gangguan pada kesehatan pernapasan<br>•Solusi:<br>Sebaiknya mengurangi ke daraan bermotor saat beraktifitas&nbsp; dans ebaiknya mengguanakan kendaraan umum untuk mengurangi pencemaran udara</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1936942487/211766c987878d9f99fbe41897384007/polusi_udara_di_jakarta_net_11_11_21_20_22_627027edef62f66dc34fea22.jpg" />
         <pubDate>2022-12-01 05:20:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rahmayantiratnasari98/vx0dlkmu88di7quz/wish/2404652280</guid>
      </item>
      <item>
         <title>HASIL DISKUSI GROUP 5</title>
         <author>rahmayantiratnasari98</author>
         <link>https://padlet.com/rahmayantiratnasari98/vx0dlkmu88di7quz/wish/2404652412</link>
         <description><![CDATA[<div>link 5 : <a href="https://tinyurl.com/24d86h7z">https://tinyurl.com/24d86h7z<br></a>Kelompok 05<br>-Ardi Saputra<br>-Fiat Alfiansa<br>-Nayla Nuru S. P<br>-Rayhan Aldika P<br>-Titis Nadya Aulia S<br><br></div><ul><li>Penyebab:berasal dari dua pabrik rambut palsu antara PT&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; BOYANG INDUSTRIAL dan PT INDOKORES SAHABAT, limbah rumah tangga dan bahan kimia pertanian</li><li>Dampak: kualitas air rusak, ikan pada kolam kolam di aliran itu mati, pencemaran sungai irigasi di wilayah RT 05 RW 03 kelurahan karang manyar</li><li>Solusi: Melakukan pengolahan limbah dengan benar.<br>Menggunakan bahan - bahan yang ramah lingkungan.<br>Tidak membuang sampah di sungai atau sumber air lainnya.<br>Menggunakan detergen yang ramah lingkungan.<br>Rutin melakukan upaya pembersihan sumber air.<br>Menanam pohon di setiap lahan yang tersedia.&nbsp;mengurangi pemakaian bahan kimia pertanian yg terlalu banyak</li></ul><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1912269297/17fa1b11fc7cf5325025caf6073c2566/padlet_image_picker_file_0e4c84a5_84aa_48eb_9338_b1d651a2285c.jpg" />
         <pubDate>2022-12-01 05:21:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rahmayantiratnasari98/vx0dlkmu88di7quz/wish/2404652412</guid>
      </item>
      <item>
         <title>HASIL DISKUSI GROUP 1</title>
         <author>rahmayantiratnasari98</author>
         <link>https://padlet.com/rahmayantiratnasari98/vx0dlkmu88di7quz/wish/2438571939</link>
         <description><![CDATA[<div>LINK 1: https://tinyurl.com/3aerr8sd<br><br>°Penyebab :<br>1. Volume sampah di kabupaten Purbalingga melibihu volume candi Borobudur. Kondisi darurat itu dipicu penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Banjaran, Bojongsari pada Februari lalu.<br>2.TPA itu di tutup katanya sudah overload.<br>3. Warga enggan jika sampah yang masuk hanya menumpuk tanpa diolah.<br><br>°Dampak<br>1. Bau dan air limbah sampah merembes ke sumur<br>2. Kini sampah menggunung melebihi volume candi Borobudur yang hanya sekitar 55.000 meter kubik.<br>3. Warga protes karena tumpukan sampah di TPA mencemari resapan air.<br><br>°solusi<br>1. Mengurangi limbah plastik agar tidak menjadi sampah<br>2. Kepala daerah Purbalingga Sigit Subroto berjanji pembangunan akan sesuai dengan harapan masyarakat. Saat ini ,Pemkab telah membeli 12 mesin pemilah sampah untuk ditempatkan di TPA Bedagas dan DLH juga tengah mengebut pengerasan jalan masuk sejauh 500 meter.<br>3. Di samping itu, iya bahkan menyiapkan lapangan badminton di kompleks rumah dinas Bupati untuk dijadikan cadangan tempat penampungan sampah.<br><br>ANGGOTA KELOMPOK 1 :<br>1. keisya nur safira (17)<br>2. nayla zahro camalia (26)<br>3. cacar Ilham gilfani (8)<br>4. Muhammad Faiz Kamal (20)<br><br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1912278693/9de57c668c0bcfab60e62989ebbb3776/Sampah.jpg" />
         <pubDate>2023-01-10 00:10:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rahmayantiratnasari98/vx0dlkmu88di7quz/wish/2438571939</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kerusakan Hutan Lindung di Gunung Slamet Banyumas [KELOMPOK 7]</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rahmayantiratnasari98/vx0dlkmu88di7quz/wish/2438838393</link>
         <description><![CDATA[<div>https://tinyurl.com/mv73w3mm<br><br>Anggota Kelompok :<br>1. Annisa Nur Fitria<br>2. Enggar Dwi Prasetyo<br>3. M. Rifky Andika<br>4. Saiful Islam<br>5. Ziddan Maulana<br><br>Penyebab :&nbsp;<br>1. Pelaksanaan proyek pemasangan pipa air bersih di daerah Gunung Slamet, tanpa ada nya izin dari pemerintah setempat.<br>2.&nbsp; Pemasangan pipa sepanjang 20 kilometer dari Pulosari, Pemalang, melewati Gunung Slamet di Banyumas dan Purbalingga.<br><br>Dampak :&nbsp;<br>1. Terjadi longsor di dua titik, yaitu di Igir Duwur dan Igir Pakis.<br>2. Kerusakan hutan lindung di lereng Gunung Slamet.<br>3. Terjadi kerusakan di tiga sumber mata air di tengah hutan Rima Gunung Slamet, dengan ketinggian di atas 1.800 Mdpl.<br><br>Solusi :&nbsp;<br>Pihak Humas Perhutani KPH Banyumas Timur bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan setempat bakal melakukan pengecekan ke hutan Gunung Slamet yang mengalami kerusakan.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1863135306/c05ab0bbef85027cb8e4ac47eadc5497/IMG_20221011_WA0004_1.jpg" />
         <pubDate>2023-01-10 06:27:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rahmayantiratnasari98/vx0dlkmu88di7quz/wish/2438838393</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KERUSAKAN TERMINAL PURBALINGGA BELUM DIKENALI (KELOMPOK 3 XJ</title>
         <author>zanderrasya</author>
         <link>https://padlet.com/rahmayantiratnasari98/vx0dlkmu88di7quz/wish/2438845667</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>LINK 3</strong><br> https://tinyurl.com/ycx7fy5w <br> Anggota: <br>1 Arya rakha zain <br>2 Evan rahsya febrian <br>3 Nathan ziven anderrasya <br>4 Rafka surya herdias <br><br><strong>Penyebab masalah <br>1</strong> Di area terminal Purbalingga terdapat dua buah tanaman air dengan ukuran yang besar <br><strong>2</strong> kondisi infrastruktur dianggap kurang melengkapi, <br><strong>3</strong> Landasan terminal juga belum diperbaiki, <br><strong>4</strong> Banyak lapisan aspal yang mengelupas <br><strong>5</strong> banyak fasilitas rusak <br><br><strong>DAMPAK MASALAH <br>1</strong> Pengguna terminal mendapatkan fasilitas yang kurang layak <strong><br>2</strong> Tampilan terminal yang kurang menarik <br><br><br><strong>SOLUSI <br>1</strong>untuk tiang air sudah dikordinasikan dengan DPU untuk penangananya <strong><br>2</strong> telah disiapkan tempat istirahat dan rest area di terminal Purbalingga <strong><br>3</strong> secara umum juga fasilitas angkutan dan terminal telah siap menyambut para pemudik melakukan pembenahan terhadap sejumlah fasilitas yang masih dikeuhkan<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1930833098/c3b4e994ff49bf1cccf0c40ac879b55c/IMG_20230117_WA0023.jpg" />
         <pubDate>2023-01-10 06:36:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rahmayantiratnasari98/vx0dlkmu88di7quz/wish/2438845667</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hasil diskusi kelompok 8</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rahmayantiratnasari98/vx0dlkmu88di7quz/wish/2438858464</link>
         <description><![CDATA[<div>Link 8 :<br>https://tinyurl.com/4m4are5t<br><br>Anggota kelompok :<br>1.Achmad Chairun Ilham<br>2.Hanifah Dinar Istiqomah<br>3.M Fildan Solahudin<br>4.Renof Arya Praditya<br>5.Windi Wulandari<br><br>Penyebab :<br>1.Pencemaran lingkungan<br>2.Para warga telah beberapa kali menuntut agar masalah pencemaran tersebut segera ditanggulangi akantetapi tuntutan warga tidak segera direalisasi oleh cv Purbayasa, karna itu warga kembali menggelar unjuk rasa.&nbsp;<br><br>Dampak:&nbsp;<br>1.Pencemaran lingkungan melalui pencemaran asap, debu, dan limbah cair<br><br>Solusi:<br>1.Perusahaan diminta mentaati peraturan yang ada, terutama pemindahan cerobonh asap yang terlalu berdekatandengan pemukiman. <br><br><br><br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1929678138/57a292237f011dd82dddb12f2ba15d0a/demo_kayu_purbayasa_20160103_194650.jpg" />
         <pubDate>2023-01-10 06:53:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rahmayantiratnasari98/vx0dlkmu88di7quz/wish/2438858464</guid>
      </item>
      <item>
         <title>                      HASIL DISKUSI  KELOMPOK 6</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rahmayantiratnasari98/vx0dlkmu88di7quz/wish/2438860204</link>
         <description><![CDATA[<div>1.penyebab dari permasalahan lingkungan yang terjadi di permukiman kumuh di perkotaan Purbalingga adalah dikarenakan Jumlah penduduk yang bertambah dan laju urbanisasi yang terus meningkat mengakibatkan melonjaknya kebutuhan tempat tinggal penduduk di perkotaan Kabupaten Purbalingga dan Sayangnya, penduduk yang membuka lahan, sebagian tidak memahami prinsip ekologi dan tata ruang, sehingga pembangunan berpotensi menganggu ekosistem alami2.dampak dari persoalan permukiman yang kumuh di daerah perkotaan di Purbalingga yaitu mengakibatkan masalah-masalah lanjutan seperti permukiman kumuh, bencana alam banjir dan longsor, pencemaran dan menurunnya kualitas air sungai, berkurangnya keanekaragaman hayati pada ekosistem sungai, serta menurunnya jaminan keamanan lingkungan. Dampak tersebut tidak hanya berpengaruh pada fisik lingkungan, namun juga pada aspek sosial dan budaya penduduk 3 Solusi dari permasalahan lingkungan yang terjadi di permukiman kumuh di daerah Purbalingga tersebut terdapat 2 jenis penyelesaian sengketa lingkungan hidup secara represif, yaitu melalui pengadilan (litigasi) dan melalui luar pengadilan (non-litigasi). Sedangkan secara preventif yaitu melalui hukum lingkungan administrasi, misalnya melalui persyaratan-persyaratan dalam perizinan, penyuluhan, leaflet, maupun cara-cara lainnya yang dilakukan sebelum terjadinya pencemaran dan atau perusakkan lingkungan. Pelaku pencemaran air sungai dapat dikenakan denda administrasi, dengan syarat kasus tersebut masih dapat dipulihkan. Jika yang menjadi korban dan pelaku pencemaran air sungai akibat permukiman informal dapat menyelesaikan sengketa LH di luar pengadilan, tetapi hasil menunjukkan ada yang tidak puas, maka dapat menyelesaikan di dalam pengadilan adapun dengan cara memberikan arahan kepada masyarakat tentang permasalahan lingkungan kumuh tersebut agar masyarakat bisa sadar tentang pentingnya pembukaan lahan yang mengakibatkan masalah masalah tersebut dengan harapan agar warga bisa lebih bijak dalam pembangunan rumah rumah mereka<br>ANGGOTA KELOMPOK 6<br>Bernadito satria brilian (6)&nbsp;<br>Bilqis Azzahra (7)&nbsp;<br>Ghaisan Langit Ramadhan (15)&nbsp;<br>Khaerul Dwi Pratama (18)&nbsp;<br>Nur Fadhillah Ramadani (27)&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://tinyurl.com/mvs7jbmk" />
         <pubDate>2023-01-10 06:55:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rahmayantiratnasari98/vx0dlkmu88di7quz/wish/2438860204</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
