<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Strategi Produksi Bahan Alam Laut yang Berkelanjutan by hertiani hertiani</title>
      <link>https://padlet.com/hertiani/vvrxpyupql3jw1jb</link>
      <description>Bahas salah satu topic (1 topic dibahas 2 kelompok kecuali topic 8 dibahas 3 kelompok)  untuk membahas strategi produksi senyawa bahan alam laut, silahkan gunakan jurnal di eLOK. Jelaskan masing-masing metode, plus dan minusnya serta berikan contoh pemanfaatan</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-10-31 06:53:56 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-10-05 21:12:28 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Kelompok 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/vvrxpyupql3jw1jb/wish/2363010692</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Metode&nbsp;<br>Panen terkontrol adalah salah satu bentuk strategi pemanenan meliputi banyaknya jumlah yang bisa diambil yang penentuannya berdasarkan indicator dari banyaknya total persediaan yang ada. Ada beberapa jenis pola Panen Terkontrol yaitu :<br>a. Constant: Pengambilan sampel diperbolehkan berdasarkan satu harga yang dikontrol ( Jumlah yang boleh diambil, jumlah hari di laut, dan lain-lain) tanpa memperhatikan total persediaan yang ada.<br>b. Threshold: Pengambilan sampel diperbolehkan sampai batas tertentu dimana pengambilan sampel dihentikan.<br>c. Step: Pengambilan sampel yang dilakukan dengan memperhatikan total persediaan yang ada <br>d. Sliding: Jenis yang paling complex, dimana pola tergantung berbagai macam factor.<br><br>2. Kelebihan<br>a. Hasil yang diperoleh lebih alami&nbsp;<br>b. Mencegah terjadinya kerusakan dan terganggunya ekologi laut&nbsp;<br>c. Dapat mengendalikan pertumbuhan<br><br>3. Kekurangan<br>a. Membutuhkan waktu yang relative lebih lama<br>b. Membutuhkan lahan yang luas<br><br>4. Contoh Pemanfaatan<br>Sardin pasifik (Sardinops sagax) memiliki wilayah tinggal dari Baja California sampai Alaska Tenggara. Salah satu alasan Sardin pasifik dilakukan penangkapan dengan aturan panen terkontrol adalah populasi sardine yang menurun akibat penurunan suhu pada laut yang menghambat perkembangbiakan Sardin. Untuk menghitung apakah penangkapan Sardin aman untuk dilakukan, Fisheries and Oceans Canada (DFO) membuat peraturan panen terkontrol yang apabila biomass index tidak melampaui 150,000t maka penangkapan Sardin tidak dilakukan untuk menjaga produktivitas Sardin.<br><br>Kelompok 1 :<br>1. Deby Widya Fitri Tanjung (19/444879/FA/12237)<br>2. Vivi Anita Sari (21/472973/FA/12969)<br>3. Idelia Septi (21/473037/FA/12973)<br>4. Raymond Yehezkiel Tambun (21/473044/FA/12974)<br>5. Khusniya Niken Safitri (21/473101/FA/12975)</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-31 09:41:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/vvrxpyupql3jw1jb/wish/2363010692</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/vvrxpyupql3jw1jb/wish/2363012652</link>
         <description><![CDATA[<div>Aquaculture adalah salah satu metode budidaya biota perairan dengan menggunakan komponen utama air. Untuk produksi bahan alam laut, digunakan marine aquaculture (mariculture). Perbedaannya adalah marikultur mendukung dengan bertani pertumbuhan organisme di lingkungan alaminya, sedangkan akuakultur membudidayakan organisme di bawah kondisi buatan.&nbsp; Akuakultur dapat dikelompokkan menjadi tiga kegiatan, yaitu pembenihan, pendederan dan pembesaran, baik yang dilakukan di perairan tawar, payau maupun laut.&nbsp; Teknologi akuakultur yang dapat diterapkan pada budidaya rumput laut metode dasar, lepas dasar dan metode apung (rakit).<br><br>Keuntungan</div><ul><li>Akuakultur menawarkan banyak manfaat lingkungan, dibandingkan dengan bentuk peternakan lainnya. Operasi akuakultur laut biasanya memiliki jejak karbon yang lebih kecil, dan membutuhkan lebih sedikit lahan dan air tawar. Akuakultur lebih efisien dalam mengubah pakan menjadi protein untuk konsumsi manusia daripada daging sapi, babi, dan unggas.</li><li>Dapat disesuaikan kondisinya dalam budidaya biota laut penghasil bahan alam laut, bisa di kondisi buatan atau di laut lepas.</li><li>Bisa mendapatkan senyawa yang lebih banyak karena biota penghasilnya banyak dan mudah untuk dilakukan.</li><li><br></li></ul><div><br>Kerugian</div><ul><li>Biaya yang diperlukan cukup besar sehingga proses akuakultur kurang layak secara ekonomi</li><li>Apabila menggunakan akuakultur di laut lepas, kondisi laut yang ekstrim dan eksklusif membuat proses ini cukup sulit untuk mengisolasi sampel. Contohnya jika ingin mengisolasi senyawa dari coral.</li></ul><div><br>Contoh</div><ul><li>Untuk memproduksi Trabectedin yang diisolasi dari Caribbean sea squirt<em> Ecteinascidia turbinata </em>yang dibudidayakan secara akuakultur.</li><li>Akuakultur dari alga seperti mikroalga dan makroalga tertentu mampu menghasilkan metabolit sekunder seperti sporopollenin, scytonemin dan mycosporine<br>(porfiria-334 dan shinorine) yang dapat berguna untuk melindungi kulit dari radiasi sinar UV.</li><li>Glukosaminoglycan (GAGs) telah diekstraksi dari berbagai organisme laut yang dapat menggambarkan limbah makanan laut dari perikanan, budidaya dan proses industri seperti, bulu babi, teripang, squirt laut dan udang dari proses akuakultur. GAG yang diekstraksi dari kerang P. canaliculus, ditemukan memiliki peran penting sebagai agen anti-rematik. Studi dilakukan pada produk komersial BiolaneTM, yang mengandung GAG plus matrix metalloprotease (MMP's), keluarga enzim yang diperlukan untuk pemodelan ulang jaringan normal.</li></ul><div><br>Kelompok 4&nbsp;<br>Daffa Yafindalisti, Abed Nego, Daffa M. Tsaqif, Fadiyah Yani, Kayla Nisa A.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-31 09:43:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/vvrxpyupql3jw1jb/wish/2363012652</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 10</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/vvrxpyupql3jw1jb/wish/2363014331</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Metode<br>Hemisintesis pada beberapa kasus merupakan solusi yang baik untuk supply senyawa. Prosesnya melibatkan permanenan biosintetik perantara dari sumber alami bukan senyawa penuntun itu sendiri, dan mengubahnya menjadi senyawa penuntun.<br><br>2. Keuntungan<br>a. Zat antara lebih mudah diekstraksi dalam hasil yang lebih tinggi daripada produk akhir itu sendiri<br>b. Memungkinkan adanya sintesis analog dari produk akhir.<br><br>3. Kerugian<br>a. Harus didukung oleh identifikasi yang benar dari senyawa yang isolasi dari sumber biologis<br>b. Kesalahan tidak dapat dihindari meskipun menggunakan metode dan teknologi modern dan struktural<br><br>4. Contoh Pemanfaatan<br>a. Isolasi Halichondrin-B dari sponge Halichondria okadai yang sangat toksik terhadap sel kanker leukimia pertama kali dilakukan pada tahun 1986.  Halichondrin B merupakan polieter makrosiklik yang sintesis totalnya tercapai pada 1991. Halichondrin B membunuh sel kanker dengan menginhibisi tubulin, komponen protein dari sitoskeleton yang dibutuhkan dalam pertumbuhan sel kanker.<br>b. Brentuximab vedotin 63 merupakan analog sintetis dari dolastatin 10&nbsp; yang terhubung dengan anti-CD30 antibodi. Dolastatin diisolasi pada tahun 1972 dari Dolabella auricularia. Tidak sampai tahun 1987, dolastatin 10 dapat dielusidasi. hanya 2 tahun kemudian, sintesis total dari dolastatin 10 ditemukan. Brentuximab vedotin 63 digunakan untuk terapi Hodgkin dan limfoma sel besar anaplastik sistemik</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-31 09:44:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/vvrxpyupql3jw1jb/wish/2363014331</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 7</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/vvrxpyupql3jw1jb/wish/2363014559</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Definisi:</strong></div><div>Fermentasi adalah proses yang digunakan untuk mengolah mikroorganisme atau bahan organic lainnya menjadi obat-obatan penting seperti antibiotic, enzim dan insulin. Proses fermentasi ini biasanya dilakukan dalam tangki yang dikontrol suhunya (fermentor). Fermentasi membutuhkan penambahan nutrisi pada konsentrasi yang tepat untuk memaksimalkan produktivitas organisme yang diinginkan.&nbsp;</div><div><br></div><div><strong>Metode :</strong>&nbsp;</div><div>Bakteri simbion yang diketahui berperan dalam menghasilkan senyawa dapat disintesis dengan metode fermentasi:</div><ul><li>Pengaturan beberapa faktor stres fisik, seperti suhu, tekanan osmotik, atau faktor lain yang menyebabkan penurunan pertumbuhan.</li><li>Pemilihan sumber karbon yang paling cocok untuk komposisi media pertumbuhan.&nbsp;</li><li>Pengaturan suhu inkubasi terhadap pertumbuhan mikroba dan produksi senyawa. &nbsp;</li></ul><div><br></div><div><strong>Kelebihan : &nbsp;</strong></div><ul><li>Strategi fermentasi dapat meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya produksi melalui peningkatan komposisi medium.</li><li>Dapat mengoptimalkan kondisi fisikokimia</li><li>Dapat meningkatkan produksi pengolahan yang lebih efisien</li></ul><div><br></div><div><strong>Kekurangan :&nbsp;</strong></div><ul><li>Biaya untuk optimasi pabrik sel mikroba yang tinggi</li><li>Adanya kesulitan untuk merekayasa inang menjadi lebih ekonomis dalam hal kebutuhan nutrisinya&nbsp;</li><li>Adanya kesulitan untuk meningkatkan kompatibilitas inang rekombinan terhadap kondisi fermentasi yang keras&nbsp;</li></ul><div><br></div><div><strong>Contoh:&nbsp;</strong></div><ul><li>Cytarabine untuk pengobatan kanker myeloid leukemia, non-Hodgkins lymphoma dan meningeal leukemia dapat difermentasi dari<em> Streptomyces grieus &nbsp;</em></li><li>Safracin B (antibiotik) yang difermentasi dari <em>Pseudomonas fluorescens</em></li><li>EPS HYD657 difermentasi dari <em>Alteromonas macleodi&nbsp;</em></li><li>Produk Seacode dan RefirMAR mengandung extracelluler glycoprotein dan glucidic exopolymers yang difermentasi dari <em>Pseudoalteromonas sp</em></li></ul><div><br>Kelompok 7 :&nbsp;<br>Nisrina Rona Roihana, Annisa Aulia Rahmah, Naufal Ahmad Fauzy, Siti Nur Annisa, Afnan Syifa' Muhammad</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-31 09:44:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/vvrxpyupql3jw1jb/wish/2363014559</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 12</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/vvrxpyupql3jw1jb/wish/2363014683</link>
         <description><![CDATA[<div>Prinsip dasar dari rekayasa genetik adalah pemotongan DNA sekuens yang diinginkan dan memindahkan kepada host mikroorganisme lain yang lebih di kultur.&nbsp;<br>-Kelebihan : Metode rekayasa genetika dapat membantu isolasi dan ekspresi gen organisme yang tidak dapat dikultivasi&nbsp;<br>-Kekurangan : Banyak organisme yang tidak di kultivasi karena gen yang terlalu panjang sehingga menyulitkan untuk mencari dan memotong&nbsp; DNA sekuens yang diinginkan&nbsp;<br>-Contoh : Briostatin-10 memiliki gen yang terkluster sehingga DNAnya dapat di sekuens dan dipotong untuk dipindahkan ke E.coli&nbsp;<br>-Metode : yang dilakukan Natural transformation,Elektropolasi,Chemical transformation, dan Konjugasi</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-31 09:44:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/vvrxpyupql3jw1jb/wish/2363014683</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 11</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/vvrxpyupql3jw1jb/wish/2363016191</link>
         <description><![CDATA[<div>Metode rekayasa genetika adalah cara memproduksi bahan alam laut melalui pemanfaatan materi genetik organisme penghasil senyawa tersebut (true origin) maupun organisme pembawanya.<br><br>Salah satu metode rekayasa genetika adalah elektroporasi. Prinsip elektroporasi adalah penggunaan impuls listrik bervoltasi tinggi untuk memperbesar pori-pori membran sel sehingga dapat meningkatkan permeabilitas membran.<br><br>Kelebihan:<br>1. Target spesies yang luas, termasuk arcahebacteria dan bakteri biasa (eubacteria)<br>2. Transformasi prosedur yang efisien<br>3. Hanya memerlukan sedikit DNA<br><br>Kekurangan:<br>1. Tingkat keberhasilan produksi rendah<br>2. Dibutuhkan peralatan yang memadai dan biaya yang cukup besar.<br><br>Aplikasi metode:<br>Prosedur elektroporasi pada Vibrio vulnificus dengan bantuan vektor pVv3 gen yang diekspresi adalah GFP (green fluorocent protein) dan vvhBA hemolysin operon.<br><br>Nama Anggota :<br>Alvi Nur Azmi<br>Vienna Laurencia A<br>Dinda Astika S<br>Rahadatul Aisy S<br>Handerson Ben A</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-31 09:46:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/vvrxpyupql3jw1jb/wish/2363016191</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 8</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/vvrxpyupql3jw1jb/wish/2363016457</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>FERMENTASI</strong></div><div><strong>Metode</strong></div><ul><li>Fermentasi adalah suatu proses terjadinya perubahan kimia pada suatu senyawa organik melalui aktivitas enzim yang dihasilkan oleh mikroorganisme.&nbsp;</li><li>Proses metabolit pemecahan senyawa oleh enzim, bakteri, atau mikroorganisme lain atau sintesis senyawa dengan pemanfaatan mikroorganisme.</li><li>Beberapa metode yang digunakan:</li></ul><div>a. <em>Natural Product</em> Tanaman disintesis dengan mikroba.</div><div>= Sebagian besar <em>Natural Product</em> Tanaman mengisi proporsi terbesar dalam industri farmasi. Namun, tanaman seringkali kurang bisa dilakukan karena alasan seperti titer isolasi rendah, ekstraksi yang kurang bagus, dan isolasi yang sulit karena banyaknya metabolit yang dihasilkan tanaman. Selain itu, tanaman biasanya memerlukan tanah yang luas untuk diproduksi massal dan komersialisasi. Oleh karena itu, salah satu alternatifnya adalah dengan bantuan mikroba untuk menghasilkan senyawa target.</div><div>b. Mutasintesis sebagai pengganti modifikasi tahap akhir.</div><div>= Dengan perkembangan terkini di dunia biomolekuler, mikroorganisme dapat dimodifikasi genomnya untuk dimanfaatkan dalam industri dan komersialisasi. Hal ini dapat dilakukan dengan memodifikasi gen agar prekursor yang digunakan untuk senyawa target dapat diubah.&nbsp;<br><br></div><div><strong>Kelebihan</strong></div><ol><li>Berhasil digunakan untuk mensintesis analog <em>Natural Product </em>dalam jumlah besar.</li><li>Mudah dikontrol</li><li>Keseragaman baik</li><li>Biaya rendah</li></ol><div><br></div><div><strong>Kekurangan</strong></div><ol><li>Waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan suatu senyawa lebih lama</li><li>Kebutuhan nutrisi yang sangat kompleks bagi mikroorganisme dalam proses fermentasi skala industri</li><li>Sulit menjaga sterilitas dan stabilitas</li></ol><div><br></div><div><strong>Contoh pemanfaatan</strong></div><ol><li>Cytarabine disintesis secara kimia dan diproduksi melalui proses fermentasi dari Streptomyces griseus.</li><li>Pembuatan safracin B, yaitu antibiotik yang diperoleh melalui fermentasi dari Pseudomonas fluorescens.</li><li>SeaCode® merupakan campuran glikoprotein ekstraseluler (GPs) dan exopolymer glucidic lainnya yang diproduksi oleh fermentasi bioteknologi Pseudoalteromonas sp.</li><li>RefirMAR merupakan bahan alami yang berasal dari ekstrak intraseluler yang diproduksi oleh fermentasi bioteknologi dari Pseudoalteromonas sp yang baru.</li></ol><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-31 09:46:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/vvrxpyupql3jw1jb/wish/2363016457</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kelompok 13</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/vvrxpyupql3jw1jb/wish/2363016934</link>
         <description><![CDATA[<div>Integrated Sustainable Waste Management (ISWM) atau pengelolaan sampah berkelanjutan yang terintegrasi&nbsp; menurut Van de Klundert dan Anschutz (2001) dalam Wilson et al (2013) merupakan konsep pengelolaan sampah secara berkelanjutan dengan mengintegrasikan tiga dimensi utama, yaitu (1) stakeholders, (2) elemen sistem limbah, dan (3) aspek strategis. Selain tiga dimensi tersebut, kebijakan pengelolaan sampah di setiap negara juga menjadi landasan dalam pendekatan pengelolaan sampah berkelanjutan.<br><br>Setiap stakeholders memiliki peran dan kepentingan yang berbeda-beda dalam pengelolaan sampah. Hal ini menjadi tantangan mengenai bagaimana membuat suatu kesepakatan antar stakeholders untuk bersinergi dalam mencapai tujuan bersama diluar kepentingannya masing-masing. Stakeholders yang terlibat bisa berupa LSM, sektor privat formal dan informal, penduduk lokal, dan lainnya.<br><br>Dimensi kedua mencakup pengumpulan sampah, pemilahan, pengangkutan, pengurangan sampah, pemakaian kembali, pendauran ulang, pemulihan dan pembuangan sampah di TPA<br><br>Dimensi ketiga yaitu enam aspek strategis yang berpengaruh dan dipengaruhi oleh ISWM, meliputi:<br>1. Aspek finansial-ekonomi<br>2. Aspek lingkungan<br>3. Aspek politik<br>4. Aspek institusional atau lembaga<br>5. Aspek sosial budaya<br>6. Aspek teknis<br><br>Metode alternatif yang bisa digunakan, antara lain hidrolisis, ensilaging, fermentasi dan gelasi (produksi surimi dari fraksi protein ikan) dengan menggunakan enzim dan mikroorganisme telah memiliki sertifikasi pharmaceutical grade dan food grade<br><br>kerugian:<br>1. kurangnya solusi teknologi untuk menyimpan limbah laut<br>2. tidak bisa mengidentifikasi jenis limbah secara lebih lanjut<br>3. membutuhkan biaya yang besar untuk memilah dan mengembangkan penggunaan limbah secara inovatif<br><br>keuntungan:<br>1. dapat menjadi produsen biogas dan biodiesel<br>2. dapat menjadi bahan baku pupuk dan kompos<br>3. dapat menjadi pakan ternak<br><br>awara nindya<br>fransisca anugrah<br>clara audria<br>david rofiudin<br>thalia hazar</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1860778188/b5c1dbd10654ef54eca8c5530a15e6e3/image.png" />
         <pubDate>2022-10-31 09:46:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/vvrxpyupql3jw1jb/wish/2363016934</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 16</title>
         <author>ditanurfina0303</author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/vvrxpyupql3jw1jb/wish/2363022285</link>
         <description><![CDATA[<div>Pemanfaatan Limbah <em>Shark Cartilage</em> (Tulang rawan ikan hiu) <br><br>Metode: Kombinasi metode Nakano dengan metode Garnjanagoonchorn. Metode Nakano digunakan untuk mengisolasi kondroitin sulfat dengan ekstraksi menggunakan larutan asam terhadap bahan baku selama kurun waktu tertentu, sedangkan metode Garnjanagoonchorn digunakan untuk mengekstraksi dalam keadaan basa.<br><br>Kekurangan: Peralatannya sulit didapatkan untuk tahap isolasi<br><br>Kelebihan: Lebih murah dan mudah<br><br>Contoh pemanfaatan: Chondroitin sulfate adalah obat yang digunakan untuk mengobati osteoarthritis (radang sendi), katarak, dan infeksi saluran kemih (ISK) yang berasal dari tulang rawan hiu (<em>Shark Cartilage</em>). Contoh produknya adalah sebagai berikut<br>- Oste Forte Tab<br>- WELLNESS Joint Plus<br>- Oa Forte<br>- WELLNESS Joint Formula 30S<br><br>Anggota Kelompok 16:<br>- Nashwa Maheswari<br>- Nirvane Zefanya K<br>- Kezia Carissa P<br>- Dita Nurfina A<br>- Fathika Fadhiella A</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-31 09:52:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/vvrxpyupql3jw1jb/wish/2363022285</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 17</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/vvrxpyupql3jw1jb/wish/2363026398</link>
         <description><![CDATA[<div>Senyawa Bioaktif Dari Limbah Rumput Laut yang dapat dimanfaatkan untuk melawan kanker melalui investigasi bioinformatika<br><br>Metode :<br>- Preparasi Ligands dan Reseptor<br>menggunakan 17 edible seaweeds didapat sejumlah 193 edible seaweeds compound melalui metode CMNPD, kemudian didapatkan struktur 3d nya dan didapat struktur HDAC 2&nbsp;<br>- Molecular Docking Profiling<br>setiap Ligand di docking menjadi struktur kristal HDAC 2 melalui HTVS.<br>- QPLD<br>untuk menentukan electrical charge yang benar<br>- MD Stimulation dan Free Energy Landscape Analysis<br>Simulasi dinamika molekular dari docking kompleks protein HDAC 2 dari edible seaweed<br>- MM-GBSA Calculation<br>Ikatan energi bebas dari reseptor protein HDAC 2 dengan ligand viz.&nbsp;<br>- DFT Calculation<br>- In silico ADMET Property Prediction of the Coumpound<br><br>Contoh : senyawa bioaktif dari limbah rumput laut dapat dimanfaatkan untuk melawan kanker melalui investigasi bioinformatika.<br><br>Kekurangan :<br>- Belum ada analisis in vitro dan in vivo untuk memvalidasi pemotongan molekul simulasi dinamika molekul dan investigasi DFT<br><br>Kelebihan :<br>- Dapat menemukan efektifitas HDAC 2 dalam menginhibisi untuk terapi kanker<br>- Menunjukkan karatkteristik farmakokinetik yang tinggi sehingga berpotensi menjadi lead compound<br>- Memberikan penjelasan mengenai langkah penting dalam eksplorasi senyawa bioaktif dari limbah rumput laut</div><div><br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-31 09:56:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/vvrxpyupql3jw1jb/wish/2363026398</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 15</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/vvrxpyupql3jw1jb/wish/2363027895</link>
         <description><![CDATA[<div>Metode Menggunakan Rotary Drum Composter merupakan metode pengolahan limbah yang dilakukan untuk mempermudah homogenisasi melalui proses pengadukan/pencampuran<br><br></div><div>Kelebihannya adalah :<br>-Menghemat sumber daya laut sehingga bahan alam laut dapat terawat dengan baik<br>- Mengatasi permasalahan dari bau yang ditimbulkan dari timbunan limbah<br>- Menambah sumber alternatif produksi<br>- Menjadi sumber protein pakan hewan<br><br>Kekurangannya adalah :<br>- Banyak terdapat senyawa yang tidak stabil pada kondisi yang berbeda dengan habitatnya sehingga sulit dalam memanfaatkan limbahnya<br>- Kemungkinan bahan laut terkontaminasi oleh senyawa lain sehingga tidak efektif dalam pemanfaatannya<br>- Membutuhkan alat khusus untuk memobilisasi limbah tersebut<br>- Banyak bahan laut yang memerlukan perlakuan khusus</div><div><br>Contoh :<br>Limbah ikan laut merupakan hasil perikanan yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik<br><br>Anggota : Salsabila Khairunnisa, Fakhira A.E , Ghea Rachella T, Yunita Dian, Hanizah Isnaini</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-31 09:57:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/vvrxpyupql3jw1jb/wish/2363027895</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 9</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/vvrxpyupql3jw1jb/wish/2363036448</link>
         <description><![CDATA[<div>Metode:&nbsp;<br>Analog sintesis atau hemisintesis adalah salah satu metode yang dilakukan untuk mengatasi kurangnya pasokan zat. Hemisintesis adalah pengembangan turunan dengan sifat yang lebih mudah diatur, atau dengan merancang farmakofor dengan kompleksitas yang lebih rendah yang kemudian dapat disintesis secara berkelanjutan. Proses ini melibatkan pengambilan zat antara atau intermediet biosintetik dari sumber alami lalu mengembangkannya menjadi lead compound.<br><br>Kelebihan:<br>1. Produk intermediet lebih mudah diekstraksi dengan hasil yang lebih tinggi daripada produk akhir itu sendiri<br>2. Memungkinkan sintesis analog dari produk akhir<br><br>Kekurangan:<br>1. Molekul yang strukturnya kompleks menyulitkan proses sintetik atau pemurnian enanteo atau diastereoselektif.<br>2. Tidak semua molekul dapat disintesis<br>3. Untuk proses sistesis kimia memerlukan tahapan yang sangat panjang<br>4. Harus didukung oleh identifikasi yang benar dari senyawa yang diisolasi dari sumber biologis<br>5. Jumlah sampel yang sedikit, terutama dalam hal senyawa dari sumber laut, dapat menyebabkan misassignments pada beberapa kategori seperti: incorrect formula, constitution (planar connectivity), double bond configuration, absolute configuration, dan kesalahan menetapkan stereocenter&nbsp;<br><br>Solusi:<br>1. Mengembangkan sintetis analog atau hemisynthesic, turunan dengan sifat yang lebih mudah diatur, atau dengan merancang farmakofor dengan kompleksitas yang lebih rendah yang kemudian dapat disintesis<br><br>Contoh pemanfaatan:<br>Cytarabine disintesis secara kimia pada tahun 1959 lalu diproduksi melalui fermentasi Streptomyces griseus. Adanya unit arabinosa sebagai pengganti ribosa pada nukelosida spongouridine dan spongothymidine menginspirasi sintesis beberapa ara-nukleosida yang kemudian mendukung pengembangan senyawa cytarabine&nbsp; yang kini marak dipasarkan.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-31 10:05:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/vvrxpyupql3jw1jb/wish/2363036448</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kelompok 14</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/vvrxpyupql3jw1jb/wish/2363045459</link>
         <description><![CDATA[<div>Rekayasa genetika merupakan suatu upaya yang dilakukan untuk modifikasi molekul genetik dari suatu organisme sehingga diperoleh sifat baru yang dimiliki. Rekayasa genetika dilakukan untuk mendapatkan galur baru yang mengekspresikan ciri khas dan penentu sifat genetik. Metode ini dapat diterapkan untuk mengeksplorasi potensi bioteknologi yang terkait dengan bakteri dan kemudian memanfaatkan sifat gen tertentu ketika dimasukkan ke dalam inang yang sesuai.&nbsp;</div><div><br></div><div>Electroporation: penemuan bahwa tegangan sekitar 5–10 kV/cm yang diberikan ke dalam sel dapat menginduksi permeabilitas membran sel dengan pembentukan pori sementara, sehingga dapat meningkatkan kemampuan sel untuk memasukkan DNA</div><div>Kelebihan :&nbsp;</div><ol><li>Metode yang cepat dan <em>Well-established.&nbsp;</em></li><li>Dapat diiterapkan pada berbagai spesies termasuk bakteri dan archaea</li><li>Prosedur transformasi efisien tinggi</li><li>Membutuhkan DNA dalam jumlah yang sedikit&nbsp;</li></ol><div><br></div><div>Kekurangan :</div><ol><li>Tingkat keberhasilan rendah</li><li>Bergantung pada pemutusan endonuclease dari bakteri penerima&nbsp;</li><li>Dipengaruhi oleh adanya garam dan komposisi media dan buffer;</li><li>Dipengaruhi oleh topologi, ukuran, dan konsentrasi DNA</li><li>Dipengaruhi oleh kekuatan medan;&nbsp;</li><li>Membutuhkan sel elektrokompeten</li></ol><div><br></div><div>Contoh Pemanfaatan :</div><ol><li>Pembuatan insulin manusia oleh bakteri</li><li>Penyembuhan penyakit genetik permanen oleh terapi gen</li><li>Peningkatan varietas tanaman dan pengembangan varietas baru dengan hasil yang lebih tinggi dan ketahanan terhadap penyakit dan hama.</li><li>Pengobatan, pembuatan obat di bidang farmasi</li><li>Pada Bidang kedokteran, pembuatan protein, hormon, jaringan, dan organ</li></ol><div>KELOMPOK 14<br>1. Nadia Nur Islami<br>2. Widha Nur Yuliharjanti<br>3. Laurentia Puspita D<br>4. Narendra Krisna&nbsp;<br>5. Aurora Early</div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-31 10:11:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/vvrxpyupql3jw1jb/wish/2363045459</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/vvrxpyupql3jw1jb/wish/2363047517</link>
         <description><![CDATA[<div>A. Pengertian<br>Akuakultur atau budidaya perairan adalah rekayasa manusia dengan menambahkan input dan energi untuk meningkatkan produksi organisme akuatik yang bermanfaat dengan memanipulasi tingkat pertumbuhan, mortalitas, dan reproduksinya.<br><br>B. Kelebihan<br>1. Membantu ketersediaan ikan konsumsi<br>Sebagian besar tujuan akuakultur adalah untuk memenuhi kebutuhan komersial. Produk hasil budidaya seperti ikan, udang, kerang, dan juga tumbuhan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Tidak terkecuali juga pada sektor farmasi, dimana akuakultur menjadi salah satu pemasok senyawa senyawa farmasi penting<br>2. Banyak Pilihan<br>Ada banyak sekali jenis sektor budidaya yang dapat pilih. Misalnya pada budidaya ikan air tawar, atau biota-biota laut lainnya. jenisnya pun sangat beragam dan bisa dipilih sesuai dengan keinginan. Sebelum memilih jenis senyawa atau biota, ada baiknya Anda memastikan bahwa kondisi lingkungan cocok atau tidak<br>3. Mudah Untuk Dijalankan<br>Budidaya komoditas perairan bukanlah usaha yang sulit dijalankan jika kita dapat memahami ilmu dan metodenya, semua bisa dijalankan dengan mudah. Teknologi yang ada saat ini pun semakin canggih dan modern. Hal ini justru lebih mempermudah budidaya. Selain itu, hasil yang didapatkan pun akan jauh lebih banyak dibandingkan dengan cara-cara tradisional.<br><br>C. Kekurangan<br>1. Modal Yang Besar<br>Modal menjadi hal paling utama yang perlu Anda siapkan ketika memulai sebuah budidaya. Dalam budidaya perairan, modal awal memang cukup besar karena kebutuhan yang disiapkan pun banyak.&nbsp;<br>2. Menyita Waktu<br>Pertumbuhan biota-biota laut, seperti serta rumput laut harus senantiasa dipantau. harus memastikan bahwa kondisi lingkungan di sekitar lokasi budidaya kondusif. Bahkan Anda harus mengawasi budidaya akukultur tersebut secara berkala.<br>3. Tingkat Mortalitas Tinggi<br>Komoditas seperti koral dan rumput laut sangat rentan mati. Banyak sekali faktor yang menyebabkannya, contohnya kondisi air yang tercemar, cuaca buruk, lingkungan tidak kondusif, serta bencana alam. Dalam menjalankan budidaya biota air, Anda harus siap mengalami kerugian.<br><br>D. Pemanfaatan<br>1. Kloning reproduksi karang menggunakan teknik aquaculture<br>2. Akuakultur Ecteinascidia turbinata yang bisa menjadi upaya pertama untuk memastikan produksi biomassa tunicate dalam jumlah yang cukup untuk mendukung kebutuhan praklinis dan klinis&nbsp;trabectedin.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-31 10:13:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/vvrxpyupql3jw1jb/wish/2363047517</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/vvrxpyupql3jw1jb/wish/2363053939</link>
         <description><![CDATA[<div>Dalam pengujian ini sistem RAS<br>yang dipergunakan mempergunakan<br>serangkaian wadah, kompartemen,<br>tangki, dan peralatan untuk<br>pengolahan air sebagai berikut:<br>1. Wadah Sedimentasi:&nbsp;<br>dilengkapi dengan 1 unit pompa celup untuk mengalirkan air ke kompartemen filtrasi fisik (24 jam) dengan fungsi menampung efluen sebelum dialirkan ke sistem filtrasi;<br>2. Filtrasi Fisik:&nbsp;<br>4 buah filter air untuk menghilangkan bahanorganik, partikel dalam airberukuran kurang dari 1 mikron dan padatan, seperti<br>feses dan pakan yang tidak dimakan;<br>3. Filtrasi Biologis:&nbsp;<br>arang aktif dan bioball dengan aerasi gelembung kuat fungsi untuk menghilangkan ammonia nitrogen dengan<br>memanfaatkan bakteri denitrifikasi yang mengubah ammonia menjadi nitrit dan<br>kemudian dengan bantuan bakteri nitrifikasi yang mengubah ammonia dan nitrit menjadi nitrat<br>4. Desinfeksi air:<br>dengan menggunakan Irradiasi UV<br>sterilizer dengan fungsi desinfeksi air<br>media budidaya;<br>5. Penghilangan CO2 berisi aerasi kuat dan<br>dilengkapi dengan pompa celup untuk<br>mengalirkan air ke tandon air bersih (24 jam) dengan fungsi melepaskan gas CO2 dan N2 dari dalam air laut untuk pembesaran;<br>6. Tandon air bersih:<br>mengalir dengan sistem gravitasi untuk<br>mengganti air di bak-bak pemeliharaan dengan fungsi menampung air bersih<br><br>Aquaculture memerlukan sistem air mengalir/flow-through (FT).<br>Dalam sistem air mengalir (FT),<br>pergantian air menggunakan air baru<br>yang dialirkan dari tandon air laut secara gravitasi ke bagian permukaan air bak di salah satu ujung bak.<br>Pembuangan air efluen berlangsung<br>melalui pipa overflow yang berhubungan dengan lubang drainase, diletakkan di luar bak sehingga air bak yang terbuang adalah air bagian bawah pada ujung yang lain.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-31 10:18:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/vvrxpyupql3jw1jb/wish/2363053939</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 5</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/vvrxpyupql3jw1jb/wish/2363056455</link>
         <description><![CDATA[<div>Kultur sel merupakan proses perpindahan atau penghilangan sel dari tumbuhan, hewan, atau manusia ke dalam medium tertentu yang sesuai untuk menumbuhkan sel-sel tersebut. Sel yang digunakan dapat diisolasi dari jaringan atau dengan proses enzimatik atau mekanik kemudian dikultivasi selama beberapa hari. Kultur sel dapat menghasilkan sel-sel baru dengan jumlah banyak yang memiliki sifat fisiologi dan morfologi yang sama dengan induknya. Selain itu, dengan kultur sel kita bisa mendapatkan senyawa biokimia (metabolit sekunder) dari suatu organisme.&nbsp;</div><div><br></div><div>Rumput laut (Eucheuma spinosum) memiliki suatu kandungan iota karaginan yang mampu membentuk gel yang halus. Senyawa karaginan berperan penting sebagai stabilisator (bahan keseimbangan), thickener (bahan pengental), pembentuk gel, pengemulsi, dan lain-lain. Kultur sel dapat menjadi solusi sebagai strategi produksi senyawa karaginan yang terkandung dalam rumput laut.</div><div><br></div><div>Keuntungan</div><ol><li>Mendapatkan senyawa dengan jumlah banyak dalam waktu relatif singkat.</li><li>Metabolit sekunder bisa segera didapat tanpa perlu menunggu organisme dewasa.</li></ol><div><br></div><div>Keterbatasan</div><ol><li>Kesalahan dalam identifikasi <em>cell line </em>karena tidak ada histologi yang tampak sehingga dibutuhkan keahlian khusus.</li><li>Terdapat kontaminasi mikroorganisme misal Mycoplasma yang dapat berasal dari lingkungan laboratorium maupun lingkungan kultur selnya.</li><li>Membutuhkan medium dan lingkungan yang sesuai untuk bisa melakukan kultur sel dengan baik.&nbsp;</li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-31 10:21:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/vvrxpyupql3jw1jb/wish/2363056455</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/vvrxpyupql3jw1jb/wish/2363060866</link>
         <description><![CDATA[<div>Strategi Produksi Senyawa Alam Laut Isolasi: Panen Terkontrol</div><div>&nbsp;</div><div>Metode&nbsp;<br><br>Isolasi Panen Terkontrol merupakan kegiatan pengambilan produksi bahan dari laut yang prosesnya dimulai dari pengamatan terhadap organisme yang akan diambil sehingga dapat dipastikan bahwa organisme yang akan diambil telah memenuhi standar yang disyaratkan. Lalu organisme akan dilakukan pemanenan secara terkontrol baik dari segi waktu, kuantitas, dan kualitas.</div><div>&nbsp;</div><div>Plus :&nbsp;</div><ol><li>Ekosistemnya terjaga.</li><li>Mendapatkan hasil senyawa yang memenuhi standar karena diambil secara berkala dengan melihat potensi kualitas dan kuantitas dari senyawa yang ada di organisme laut</li><li>Stock senyawa penghasil akan selalu tersedia</li></ol><div>&nbsp;</div><div>Minus :&nbsp;</div><ol><li>Tidak bisa mengambil banyak karena kelangsungan hidup organismenya harus terjaga</li><li>Kuantitas dari hasil isolasi tidak sebanyak jika kita mengambil secara tidak terkontrol</li><li>Waktu yang dibutuhkan untuk isolasi selanjutnya relatif lama karena perlu adanya kontrol waktu pengambilan.</li></ol><div>&nbsp;</div><div>Contoh pemanfaatan : &nbsp;</div><div>&nbsp;</div><div>Isolasi panen terkontrol pada rumput laut sebagai bahan dasar pembuatan berbagai produk makanan, kosmetik &amp; obat yang mana dipersyaratkan industri yaitu 45 hari dengan pencapaian berat rumput laut minimal 4x lipat dari bibit awal. Jika diambil terlalu awal, maka rumpiut laut belum mempunyai kualitas gel stength dan mengandung keraginan yang optimal.</div><div>&nbsp;</div><div>&nbsp;</div><div>Kelompok 2&nbsp;</div><div>Muhammad Falikhul Umam&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; (21/473195/FA/12979)</div><div>Annisa Nurul Fadina&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;(21/473265/FA/12987)</div><div>Erika Padmaningtyas&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;(21/473343/FA/12990)</div><div>Eka Febriana&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;(21/473360/FA/12993)</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-31 10:26:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/vvrxpyupql3jw1jb/wish/2363060866</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 6</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/hertiani/vvrxpyupql3jw1jb/wish/2363070050</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Metode</div><div>	Kultur sel merupakan proses penghilangan atau perpindahan sel manusia, hewan, atau tanaman ke dalam medium terkontrol yang sesuai untuk menumbuhkan sel tersebut. Sel-sel tersebut dapat diambil secara langsung dari jaringan atau dengan proses enzimatis ataupun mekanis, sebelum dilakukan kultivasi. Kultur sel untuk kasus ini dikhususkan untuk organisme laut, seperti hewan laut, tanaman laut, terumbu karang, dan organisme jenis lainnya yang hidup di lautan. Salah satu jenis metode dari kultur sel adalah kultur sel primer.</div><div>Kultur sel primer merupakan kultivasi atau penanaman pertama sel pada kondisi sintetis. Kultur sel primer juga disebut kultur sel langsung dari jaringan tubuh. Dalam kultur sel primer, dibagi menjadi 2 teknik, yaitu teknik enzimatik dan teknik eksplan langsung.&nbsp;</div><ul><li>Teknik enzimatik, teknik yang telah dilaporkan tingkat keberhasilan isolasi keratinosit manusia dengan berbagai variasi konsentrasi, termasuk tripsin dan dispase, kondisi enzimatik, serta konsentrasi kalsium dalam medianya.</li><li>Teknik eksplan langsung, teknik yang mempunyai prosedur lebih sedikit dari teknik enzimatik, serta dapat memperoleh hasil keratinosit pertama lebih cepat dibandingkan dengan teknik enzimatik.</li></ul><div>	kultur primer ini mengacu pada tahap kultur sel setelah diisolasi dadi tubuh makhluk hidup dan berkembangbiak pada kondisi yang sesuai. Setelah sub kultur pertama, kultur primer dikenal sebagai cell line atau subclone. Sel lain yang berasal dari kultur primer mempunyai rentang hidup yang terbatas, karena sel-sel tersebut telah di sub kultur dengan kapasitas pertumbuhan yang tinggi sehingga terdapat keseragaman tingkat genotip dan fenotip dalam populasi makhluk tersebut. Jika sub populasi cell line diperloeh dari kloning atau metode lain, Cell line ini berubah menjadi cell strain. Cell strain sering mengalami perubahan genetik tambahan setelah inisiasi dari garis induknya.&nbsp;<br><br></div><div>2. Kekurangan</div><div><br></div><div>Salah satu keterbatasan utama kultur sel adalah biaya dan upaya yang harus dilakukan untuk mendapatkan jumlah sel yang relatif rendah. Kemudian dibutuhkan skill, kultur sel harus dilakukan dengan teknik asepsis yang ketat karena sel-sel yang dikultur cenderung tumbuh lebih lambat dari kontaminan (misalnya, bakteri, virus dan jamur) sehingga perlu menyediakan lingkungan yang kompleks. Selain itu, dalam penelitian kultur sel masih belum banyak ditemukan cell lines untuk invertebrata laut yang merupakan sumber dari ribuan bahan kimia baru</div><div><br>3. Kelebihan</div><div><br></div><div>Dalam penelitian kultur sel, sel hewan yang dikultur cepat membelah.&nbsp;</div><div><br></div><div>Cell lines dapat digunakan untuk meningkatkan produksi bahan kimia untuk uji klinis dan pengembangan obat baru.</div><div><br></div><div>Kultur sel mamalia laut dapat menjadi alat multifungsi untuk mempelajari kekhasan fisiologi sel dan biokimia hewan serta efek destruktif dari toksikan antropogenik dan alami.</div><div><br></div><div>Ketika dikultur dengan benar, sel dari invertebrata laut dapat berkembang biak tanpa membedakan garis keturunan sel dan dapat memanfaatkan kemampuan inheren sel induk untuk mereplikasi diri&nbsp;<br><br></div><div>4. Contoh Pemanfaatan</div><div>Produksi senyawa alam laut kultur sel dapat diterapkan pada senyawa bioaktif dalam spons <em>Dysidea avara</em>. Sel pada spons memiliki kemampuan memproduksi senyawa bioaktif sehingga sel tersebut dapat dikultur dalam laboratorium. Kultur sel pada spons menggunakan sel lestari yang dapat melakukan proliferasi tanpa batas. Kultur dilakukan melalui kultur <em>primmorph</em> yang berupa kumpulan sel multiseluler yang berasal dari suspensi sel spons yang saling terpisah sehingga mampu berproliferasi dan berdiferensiasi. Dysidea avara menghasilkan senyawa avarol di alam bebas yang berfungsi sebagai antiviral, antitumor, antiinflamasi, dan antifouling. Secara umum, media yang digunakan CMFSW, CMFSW-E, dan air laut steril. Sampel jaringan spons dipotong-potong dan dimasukkan ke tabung konikal yang telah diisi media, lalu digoyang tabung selama 30 menit yang akan menghasilkan supernatan. Sel tunggal pada supernatan akan dipanen melalui sentrifugasi. Pelet dihomogenkan dan dimasukkan ke dalam cawan petri. Setiap 2—3 hari media kultur, diganti air laut steril baru yang sudah diberi antibiotik. Setelah primmorph berbentuk bulat, primmorph ditempatkan dalam mikroplat 24 sumuran dan ditambahkan 1 mL air laut dan antibiotik.</div><div><br><br></div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-10-31 10:34:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/hertiani/vvrxpyupql3jw1jb/wish/2363070050</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
