<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>SOSIOLOGI KOMUNIKASI IV B by dessy kushardiyanti</title>
      <link>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks</link>
      <description>Perubahan sosial seperti apa yang terjadi pada era pandemi Covid saat ini ?</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-02-28 23:37:34 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2026-02-27 01:22:00 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Dessy | 19931219</title>
         <author>dessykushardiyanti1</author>
         <link>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070561248</link>
         <description><![CDATA[<div>Pandemi Covid telah membawa kita pada kejahatan-kejahatan virtual termasuk pelecehan seksual melalui media sosial, dimana membuat masyarakat terutama perempuan untuk meningkatkan privacy-nya dalam menggunakan media sosial, mengurangi interaksi kepada laki-laki, dan sebagainya. Lembaga sosial anak dan perempuan perlu melakukan antisipasi dalam kejahatan seksual di media sosial terutama dalam bentuk (rape culture). </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-01 01:24:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070561248</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sindi maudi /2008302054</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070570478</link>
         <description><![CDATA[<div>Pandemi Covid 19 menuju pada perubahan sosial yaitu&nbsp;<br>perubahan sistem kerja, sistem belajar, dan sebagainya, yang sebelumnya dilakukan secara tatap muka, kini harus beralih ke sistem daring menggunakan aplikasi video telekonferensi Zoom, Google Meet, dan sebagainya.<br><br></div><div>Perubahan ini dilakukan secara masif dan diputuskan secara resmi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berdasarkan Surat Edaran (<a href="https://www.kemdikbud.go.id/main/index.php/blog/2020/05/kemendikbud-terbitkan-pedoman-penyelenggaraan-belajar-dari-rumah"><strong>SE</strong></a>) Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (COVID-19). Karena ditetapkan secara legal, maka perubahan itu mau tidak mau harus diterapkan oleh guru, siswa, dan pelaku pendidikan di seluruh daerah di Indonesia.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-01 01:31:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070570478</guid>
      </item>
      <item>
         <title>AHMAD MULIAWAN IBRAHIM/2008302068</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070577554</link>
         <description><![CDATA[<div>Munculnya virus jenis baru Corona Virus Disease (Covid-19) di Wuhan, China yang menyebar dalam waktu yang singkat dengan skala luas di seluruh dunia. Berdasarkan data oleh JHU CSSE Covid-19 tertanggal 01 Maret 2022 dengan jumlah kasus di Indonesia 5,54 jt juta terkonfirmasi positif  kasus aktif.&nbsp;<br><br>Pandemi ini menyebabkan perubahan barbagai tatanan kehidupan dalam waktu yang singkat, perubahan sosial budaya di masyarakat ini terjadi secara spontan tidak direncanakan oleh siapapun yang terjadi diluar jangkauan masyarakat dan akan timbul akibat-akibat sosial yang tidak diinginkan masyarakat.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-01 01:37:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070577554</guid>
      </item>
      <item>
         <title>DONIYAH NUROKHIM 2008302050</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070580942</link>
         <description><![CDATA[<div>Pandemi COVID-19 yang melanda seluruh negara di dunia mendorong perubahan sosial dalam skala luas.<br><br>Perubahan sosial akibat COVID-19 ini dapat dilihat dari lingkup paling kecil dalam kehidupan sehari-hari hingga lingkup perubahan sosial besar yang mengubah struktur sosial pada masyarakat Indonesia.<br><br>Pertama, perubahan kecil adalah perubahan yang terjadi pada struktur sosial, namun tidak membawa pengaruh langsung pada masyarakat luas.<br><br>Biasanya, perubahan kecil ini terjadi dalam lingkup individu dan dilakukan oleh perorangan. Misalnya, dalam kasus pandemi COVID-19, perubahan sosial kecil ini menuntut masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan, mencuci tangan, mengenakan masker, dan menjaga jarak satu sama lain.<br><br>Kedua, perubahan sosial besar yang mengubah unsur pokok dari struktur sosial, kadang kala menimbulkan konflik sesaat, berulah kemudian mereda hingga perubahan itu diterima masyarakat.<br><br>Misalnya, perubahan sistem kerja, sistem belajar, dan sebagainya, yang sebelumnya dilakukan secara tatap muka, kini harus beralih ke sistem daring menggunakan aplikasi video telekonferensi Zoom, Google Meet, dan sebagainya.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-01 01:40:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070580942</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Muhammad Farhan Nofiansyah / 2008302065 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070581596</link>
         <description><![CDATA[<div>&nbsp;Di era covid ini dimana pembiasaan baru telah muncul yaitu kita di wajibkan untuk menggunakan digital untuk beraktivitas sehari-hari.&nbsp;<br>Kita juga di wajibkan untuk tidak keluar rumah yang mengakibatkan berkurang nya bersosialisasi langsung terhadap orang lain.&nbsp;Dalam aspek pendidikan pemerintah mengupayakan pengadaan kuota untuk pelajar supaya tidak adanya kontak langsung antar sesama untuk menekan angka penyebaran covid.<br>Tetapi menggunakan media tidak memungkiri untuk berkurangnya pelecehan yang ada, di internet bahkan di media sosial banyak sekali pelecehan yang terjadi. Jadi kita harus lebih selektif dalam memakai media, dan tetap berhati-hati dalam bermedia.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-01 01:41:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070581596</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ayu Rahmawati| 2008302075</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070590348</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada masa pendemi covid telah membawa kita pada perubahan struktur sosial salah satunya adalah perubahan dalam lingkup kecil kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Misalnya adalah perubahan dalam lingkup individu yang dilakukan perorangan seperti halnya&nbsp; pada masa Pandemi ini kita di wajibkan melalukan protokol kesehatan pada diri sendiri dengan mengunakan masker ketika keluar rumah, mencuci tanggan, dan selalu menjaga jarak.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1605935289/942a69e91de92dc237083980d5c07c91/IMG_20220301_085822.jpg" />
         <pubDate>2022-03-01 01:48:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070590348</guid>
      </item>
      <item>
         <title>M Farhan Syahdanillah|2008302071</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070590442</link>
         <description><![CDATA[<div>Pandemi Covid-19 menyebabkan banyak perubahan sosial, terutama dalam bidang pendidikan. Sejak adanya pandemi, proses pembelajaran banyak yang terganggu karena adanya perubahan pembelajaran dari tatap muka berubah menjadi online atau daring. Untuk masyarakat Indonesia proses pembelajaran seperti itu (online) sebagai hal yang baru, belum banyak orang yang mengetahui cara pembelajaran online atau daring yang menggunakan aplikasi seperti google meet, google classroom dan lain sebagainnya. Bukan karena hal itu saja, ada sebagian masyarakat yang tidak memiliki alat untuk melakukan atau mengikuti kegiatan pembelajaran online. Seperti hp dan laptop.<br>Selain itu proses pembelajaran online tidak selalu efektif, karena ada saja orang hanya ikut sebentar untuk formalitas,ada juga ikut sebentar karena kuota habis, ada juga yang tidak ikut karena tidak memiliki hp atau laptop.<br>Oleh karena itu pemerintah khususnya dalam bidang pendidikan seperti Kemendikbud harus memberikan solusi yang terbaik agar proses belajar online bisa efektif.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-01 01:48:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070590442</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RIMANDA SITI AURA/2008302051</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070590850</link>
         <description><![CDATA[<div>Covid-19 ini menyebabkan perubahan barbagai tatanan kehidupan dalam waktu yang singkat, beberapa perubahan ini terjadi secara spontan tidak direncanakan oleh siapapun yang terjadi diluar jangkauan masyarakat dan akan timbul akibat-akibat sosial yang tidak diinginkan masyarakat.<br>Salah satu dampak dari covid-19 ini adalah mengubah nilai-nilai sosial dan budaya yang berdampak pada perubahan pola pikir serta sikap masyarakat dalam kehidupan sehari-hari untuk menjalankan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, selalu mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer, tidak berkerumunan, menjaga jarak, dan menghindari sentuhan fisik secara langsung.&nbsp;<br>Perubahan ini bisa di rasakan oleh semua pihak dan kalangan. Dikarenakan nya beberapa kegiatan terganggu. Kegiatan yang seharusnya kita lakukan secara face to face bisa dilakukan secara terbatas saja. Seperti kegiatan beribadah, acara pernikahan, dsb. Selain itu juga, hal ini sangat berdampak kepada ekonomi masyarakat, hampir dari semua khalayak sulit untuk menerima beberapa batasan yang di buat karena covid-19 ini. Dan sangat berpengaruh kepada pendidikan, proses kegiatan belajar mengajar yang biasanya dilakukan di bangku kelas harus di lakukan secara jarak jauh, menggunakan beberapa aplikasi seperti Google Meet, Zoom.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-01 01:49:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070590850</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Meli Maulina | 2008302060</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070592929</link>
         <description><![CDATA[<div>Pandemi Covid yang terjadi saat ini menimbulkan ketidakpastian. Banyak istilah istilah bermunculan seperti karantina, lockdown, ppkm, psbb, dan lain sebagainya. Istilah istilah tersebut dimaksudkan untuk membatasi gerakan orang orang di sekitar agar dapat mencegah terjadinya penularan virus covid ini. Akibatnya, terjadi perubahan sosial mulai dari konsumsi pangan dan ekonomi. Karena di masa pandemi seperti ini, banyak para pekerja yang di phk, para pedagang yang tidak boleh berdagang sembarangan seperti pedagang kaki lima, lebih tepatnya dibatasi. Agar menghindari terjadinya kerumunan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-01 01:50:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070592929</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rio fajar ridzqulloh 2008302064</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070594521</link>
         <description><![CDATA[<div>Pandemi Covid-19 telah menyebabkan perubahan sosial yang tidak direncanakan. Perubahan sosial yang terjadi secara sporadis (secara tiba-tiba dan tidak merata) dan tidak dikehendaki kehadirannya oleh masyarakat. Kondisi masyarakat yang belum siap menerima perubahan akibat pandemi Covid-19 tentu dapat menggoyahkan nilai dan norma sosial yang telah berkembang dan dianut oleh masyarakat selama ini.&nbsp;<br>Masyarakat diimbau dari pemerintah untuk belajar, bekerja, dan beribadah di rumah sejak awal kemunculan virus ini di Indonesia. Begitu pula dengan pola kebiasaan masyarakat yang senang berkumpul dan bersalaman, kini dituntut untuk terbiasa melakukan pembatasan sosial.<br>Dalam perilaku dan kebiasaan masyarakat di masa pandemi kemudian diatur dan ditransformasikan melalui pola interaksi secara virtual. Kondisi ini mempertegas bahwa teknologi menjadi penting sebagai perantara interaksi sosial masyarakat di era pandemi saat ini.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-01 01:52:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070594521</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mitha Nurwulandari/2008302049</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070596133</link>
         <description><![CDATA[<div>Pandemi COVID-19 yang melanda di berbagai negara, khususnya indonesia, mendorong banyak perubahan sosial. Mau tidak mau, siap tidak siap, masyarakat harus beradaptasi dengan kebiasaan baru, seperti mengenakan masker, menjaga jarak, menghindari sentuhan fisik langsung, dan protokol kesehatan lainnya. Masyarakat diimbau dari pemerintah untuk belajar, bekerja, dan beribadah di rumah sejak kemunculan virus ini di Indonesia. Pembelajaran bagi para siswa pun sudah dilakukan secara daring, yang mana harus selalu ada kuota. Para pekerja pun kini harus menerima penurunan gaji terkait adanya pandemi covid 19. Meski begitu, masih bersyukur karena kadangkala ada bantuan dari pemerintah. Selain itu pula, dengan pola kebiasaan masyarakat yang senang berkumpul dan bersalaman, kini dituntut untuk terbiasa melakukan pembatasan sosial.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-01 01:53:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070596133</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lestari Setia Budi | 2008302058</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070600538</link>
         <description><![CDATA[<div>Sejak adanya pandemi Covid-19 dari tahun 2020 sampai saat ini banyak sekali perubahan yang dialami oleh masyarakat di dunia. Salah satunya dalam aspek ekonomi, aspek pendidikan, aspek lingkungan sosial dan lain hal sebagainya. Mengenai perubahan aspek ekonomi, sekarang banyak sekali para pengangguran di Indonesia yang membutuhkan pekerjaan, dan banyak para pegawai diberhentikan atau di PHK secara massal, karena adanya covid-19 ini. Dalam aspek pendidikan juga yang biasanya kita belajar secara tatap muka, berinteraksi dengan guru secara langsung, berdiskusi dan bertukar argumen secara langsung, namun sekarang terhalang oleh benteng virtual atau belajar melalui media sosial.&nbsp; Dalam kehidupan sehari-hari pun berubah seketika yang biasanya kita jarang yang namanya menggunakan masker tetapi kemanapun kita melangkah dan pergi harus menggunakan masker. Bahkan dalam kehidupan saat ini kita tidak akan lepas dengan yang namanya era digitalisasi segala sesuatu pekerjaan yang kita lakukan bisa menggunakan media sosial. Hingga saat ini dunia digital sudah masuk pada era 5.O, maka pandemi covid-19 seperti ini kita harus membiasakan diri dengan selalu menggunakan media sosial.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1605949239/3777578a591b77f05f776be820d361dc/48fd4c91c7b01ed1e0d0c3900ea84b62.jpg" />
         <pubDate>2022-03-01 01:56:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070600538</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sinta Bella Flora Berliana (2008302059) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070601445</link>
         <description><![CDATA[<div>Pandemi Covid membawa banyak perubahan diberbagai aspek, seperti prilaku sosial, pendidikan, ekonomi, politik, kesehatan, dan lain-lain. Perubahahan sosial yang juga terasa signifikan khususnya di bidang kesehatan.&nbsp;<br>Kesehatan menjadi topik utama dalam penanganan pandemi covid. Perubahan-perubahan terasa signifikan karena kegiatan yang kita lakukan menjadi terbatas karena fokus utamanya adalah kesehatan. Penggunaan masker saat awal pandemi hingga sekarang masih menjadi kewajiban kita bersama untuk saling menjaga kesehatan. Dengan varian virus covid yang semakin bertambah dari waktu ke waktu, membuat kita harus tetap peduli dengan kesehatan diri sendiri dan orang lain.&nbsp; Banyak hal yang telah dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi penyebaran covid 19 ini, seperti memberikan informasi kepada masyarakat untuk melakukan 5 M, Menggunakan masker, Menjaga Jarak, Mencuci tangan, Menjauhi kerumunan, dan Mengurangi mobilitas (di rumah saja), selain itu pemerintah juga berfokus untuk melakukan vaksinasi guna memberi perlindungan tubuh terhadap virus covid.<br><br>Perubahan sosial karena pandemi covid ini menjadikan kita untuk menjaga jarak dan melakukan kegiatan dari rumah (daring) seperti sekolah dan bekerja, kegiatan yang mengurangi interaksi sosial secara langsung juga membuat kita belajar akan pentingnya menjaga kesehatan diri dan orang lain, tentu dengan demikian kita turut andil dalam mengurangi penyebaran virus covid 19, semoga kita tetap diberi kesehatan, dan pandemi pun segera usai. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-01 01:57:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070601445</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dhea Aida Noer Rachmah / 2008302074</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070603571</link>
         <description><![CDATA[<div>Pandemi covid 19 mengakibatkan penyelenggaraan sistem pendidikan mengalami transformasi dalam berbagai lini kegiatan menggunakan media sosial karna dilakukan secara online.&nbsp;<br>Pebelajaran daring menjadi tantangan bagi dunia pendidikan dengan situasi indonesia yang dilanda Covid 19 dengan segala cara dilakukan untuk menciptakan dunia pendidikan tetap efektif dan berjalan walaupun banyak tantangan dan hambatan ditengah kasus lonjakan Covid 19, karna pandemi menjadi perubahan dalam mengembangkan kreativitas terhadap pengguna teknologi, bukan hanya transmisi pengetahuan tapimemastikan agar pembelajaran tetap tersampaikan dengan baik digunakannya aplikasi seperti WAG, Googlemeet, google classroom dll.<br>Pada saat bersamaan perubahan dimasa covid 19 ini menjadi kesempatan atau peluang bagi semua orang mengenai bagaimana penggunaan teknologi dapat membantu membawa mahasiswa dan pelajar menjadi kompeten untuk abad sekarang ini, keterampilan yang paling penting ialah self-directed learning ataupembelajaran mandiri sebagai outcome dan edukasi.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-01 01:59:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070603571</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Priyatni Faujiah / 2008302048</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070606046</link>
         <description><![CDATA[<div>Pandemi covid-19 telah membawa perubahan besar bagi seluruh lapisan masyarakat di berbagai aspek, termasuk di dalamnya, aspek sosial.&nbsp;<br><br>Perubahan aspek sosial ini terjadi dalam perubahan kecil, yaitu yang terjadi dalam lingkup individu dalam kasus pandemi Covid-19. Perubahan sosial kecil ini menuntut masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan, dengan mencuci tangan, mengenakan masker, dan menjaga jarak satu sama lain. Berbagai aktivitas sosial yang sebelumnya dapat kita lakukan dengan leluasa, kini harus dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. Adapun dalam perubahan besar yang terjadi yaitu, perubahan dalam sistem kerja, sistem belajar, dan sebagainya. Hal ini yang tadinya dilakukan secara langsung (tatap muka), kini harus beralih sistem, yaitu dilakukan secara daring (online).</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-01 02:01:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070606046</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Abdul Muqit| 2008302078</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070610486</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Perubahan Sosial Budaya Masyarakat selama Pandemi Fenomena pandemi seperti ini tentu saja mengubah nilai-nilai sosial dan budaya yang berdampak pada perubahan pola pikir serta sikap masyarakat dalam kehidupan sehari-hari untuk menjalankan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, selalu mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer, tidak berkerumunan, menjaga jarak, dan menghindari sentuhan fisik secara langsung.<br>Dampak pandemi ini dirasakan oleh semua pihak dan kalangan, siapapun tidak bisa menolak keberadannya hanya bisa menghindarinya. Kegiatan dari berbagai sektor terganggu pelaksanaannya. Berbagai kegiatan yang biasanya kita lakukan dengan leluasa, untuk saat ini belum bisa kita lakukan lagi karena semuanya masih terbatas.<br>Bahkan kehidupan sekolah sampai saat ini masih dilakukan secara virtual melalui berbagai media pembelajaran online. Kondisi seperti ini baru terjadi karena adanya pandemi, yang memaksa semua pihak untuk mengerti dan memahami.<br>Ketika sekolah tatap muka bisa bertemu langsung dengan teman-teman menjadi ajang bercengkrama, bersenda gurau dan bermain, kini belum bisa dilakukan secara langsung, hanya bisa bertegur sapa secara virtual melalui layar monitor / Handphone masing-masing.</strong></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-01 02:05:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070610486</guid>
      </item>
      <item>
         <title>AYU ARIMBI PUTRY/2008302041</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070615124</link>
         <description><![CDATA[<div>banyak sekali perubahan yang terjadi pada masa pandemi covid-19. salah satunya perubahan sosial, contohnya alat untuk berkomunikasi. pada era pandemi seperti ini, kita dianjurkan untuk tetap di rumah, kegiatan pembelajaran pun melalui media internet. karena kita melakukan kegiatan pembelajaran melalui media internet, jarangnya bertemu langsung dengan individu lain, hal tersebut membuat kita jadi merasa canggung ketika bertemu dengan orang lain, walaupun orang tersebut teman dekat kita.&nbsp;<br>adapun contoh lain dari adanya pandemi covid-19 yang menyangkut perubahan sosial yaitu pola prilaku kita yang akan berbeda dari sebelum adanya pandemi ini. sebagai contoh, karena pemerintah menganjurkan masyarakat untuk melakukan kegiatan apapun dirumah, hal tersebut justru berdampak pada kondisi psikologis kita, yang mana kita akan mengalami yang namanya kesepian, dari situ muncul hal yang tidak diinginkan seperti "stres" ketika hal tersebut terjadi, kemungkinan akan muncul masalah mental. masalah mental tersebut, bisa mengubah pola prilaku seseorang yang sebelumnya  memiliki sifat ceria, terbuka atau bisa dikatakan dengan ekstrovert menjadi tertutup, pendiam. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-01 02:09:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070615124</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jessica Reviani / 2008302042</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070636939</link>
         <description><![CDATA[<div>Pandemi COVID-19 yang saat ini terjadi di seluruh dunia tidak pelak lagi merupakan faktor yang paling&nbsp;<br>berpengaruh terhadap segala aspek kehidupan masyarakat saat ini. Dari sudut pandang ekonomi, bisa&nbsp;<br>dipastikan Pandemi ini berpengaruh secara signifikan terhadap runtuhnya banyak sistem ekonomi Yang&nbsp;<br>telah terbangun. Secara politik Pandemi ini telah mengubah tatanan koalisi dari berbagai negara di dunia.&nbsp;<br>Tentu saja secara sosial banyak aspek yang dipengaruhi oleh hadirnya virus ini ditengah tengah masyarakat.&nbsp;<br>Masyarakat di paksa untuk beradaptasi dengan gaya hidup baru Yang dianggap mampu mengurangi resiko&nbsp;<br>mereka terpapar penyakit ini dan dalam jangka panjang bisa membuat mereka bertahan hidup ditengah&nbsp;<br>wabah tersebut. Hal ini dimulai dari cara bekerja yang berbeda, cara berbelanja yang berbeda, cara&nbsp;<br>berinteraksi yang berbeda serta berbagai perubahan sosial lain yang di design khusus untuk membuat mereka&nbsp;<br>bertahan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dan mengeksplorasi bagaimana Pandemi yang terjadi&nbsp;<br>belakangan ini berpengaruh terhadap perubahan sosial yang terjadi di dalam masyarakat serta konsekuensi&nbsp;<br>nya baik dalam jangka pendek dan jangka panjang penelitian ini sendiri dilakukan di wilayah Kalimantan&nbsp;<br>Barat yang terdiri dari beberapa jenis berbeda utamanya Melayu dan Dayak.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-01 02:28:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070636939</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bima Aditya Ramadhan/2008302066</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070640591</link>
         <description><![CDATA[<div>Pandemi Covid-19 membawa kita pada perubahan sosial dalam bidang ekonomi, seperti berpindahnya metode bekerja dikantor menjadi WFH, selain itu dengan adanya pandemi ini membuat banyak individu mengalami kejatuhan ekonomi, bahkan kehilangan pekerjaan.<br><br>Dengan fenomena diatas, membuat banyak masyarakat berpindah haluan, dan mulai melirik beberapa profesi lain yang sangat erat dengan dunia digital internet seperti menjadi seorang trader, baik trader saham, crypto, forex, dll. Mulai dari menjadikan nya sebagai sampingan karena sedang WFH, atau bahkan menjadikannya sebagai profesi utama karena kehilangan pekerjaan, dengan mengandalkan tabungannya.<br><br>Namun faktanya, tak sedikit masyarakat malah terjerumus kedalam bentuk profesi trading aset digital palsu, seperti yang sedang heboh sekarang ini aplikasi binom* dan dll. Dimana aplikasi tersebut bukan merupakan media transaksi jual beli / trading, melainkan hanya sebuah tebak-tebakan atau "Binary Option", diperparah dengan banyak nya influencer afiliator aplikasi tersebut yang melakukan flexing serta memanipulasi kata "Binary Option" dengan kata "Trading" untuk memikat banyak masyarakat dan menguntungkan diri nya sendiri.<br><br>Maka dari itu sebagai masyarakat yang bijak, kita harus bisa lebih berhati-hati dalam memilih jenis profesi yang ingin kita geluti didunia serba digital ini, sebelum kita terjun kesana, kita harus mengetahui seluk beluk nya terlebih dahulu, mulai dari kelegalitasannya, sistem kerjanya, serta mengetahui resiko apa saja yang bisa kita terima.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-01 02:31:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070640591</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Arlina Faradisa 2008302061</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070647610</link>
         <description><![CDATA[<div>Pandemi covid-19 telah membawa perubahan besar bagi seluruh lapisan masyarakat di berbagai aspek, termasuk di dalamnya, aspek sosial budaya. Pandemi covid-19 memaksa pembatasan aktivitas sosial antar individu satu dengan yang lainnya, sehingga memunculkan kebiasaan yang berbeda dari kehidupan sebelumnya. Dengan kata lain, pandemi ini telah memunculkan budaya masyarakat baru untuk merespon kebijakan pembatasan aktivitas sosial yang ada.&nbsp; Wabah pandemi covid-19 seperti ini tentunya mengubah nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat yang berdampak pada perubahan pola pikir, pandangan, serta sikap masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Selalu menggunakan masker, rajin mencuci tangan menggunakan sabun, siap sedia handsanitizer, menjaga jarak, menghindari kerumunan massa, menghindari kontak fisik dengan orang lain, dan penerapan berbagai protokol kesehatan telah menjadi kebiasaan.</div><div>Berbagai aktivitas sosial yang sebelumnya dapat kita lakukan dengan leluasa, kini harus dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. Bahkan untuk kegiatan sosial seperti acara pernikahan, hajatan, syukuran, hiburan, dan lain sebagainya terpaksa harus dihentikan. Adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang berkelanjutan hingga yang terakhir, PPKM level 4 ini memaksa masyarakat untuk mendekam diri di rumah.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-01 02:37:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070647610</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nur Syahidah | 2008302044</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070648789</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurunnya berbagai aktivitas ini berdampak pada kondisi sosial-ekonomi masyarakat, dimana&nbsp; pertumbuhan ekonomi dunia menurun karena intensitas belanja, makan dan berlibur menjadi berkurang. terutama dalam sektor perbankan, eksport, dan lainya. dengan adanya COVID-19 semua jalur perekonomian yang ada akan ditutup sebagai cara untuk memutus rantai penyebaran virus corona. Hal ini pun berdampak pada pendapatan negara di sektor pariwisata. karna pariwisata sangat butuh sosialisasi. Mungkin jika hanya ingin berkunjung dapat digantikan dengan virtual tetapi berwisata membutuhkan pengalaman fisik yang berbeda setiap orangnya.<br>&nbsp;pengalaman fisik ini lah yang membuat orang ingin melakukan traveling ke negara yg jauh, unik dan terkenal. Dan sektor pariwisata tidak hanya berbicara objek tetapi juga kegiatan ekonomi yang berjalan beriringan. sehingga banyak tempat wisata yang terpukul akibat pandemi COVID-19, bahkan ada yang terpaksa ditutup karena sepi pengunjung.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-01 02:38:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070648789</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bayan Mardiana | 2008302043</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070668017</link>
         <description><![CDATA[<div>Berita yang muncul pada 11 Maret 2020 lalu bagaikan badai yang datang secara tiba-tiba. Virus Covid-19 yang menyebar lewat berbagai hal membawa dampak yang sangat besar, terutama dalam hal kesehatan. Pemerintah menegaskan kebijakan-kebijakan selama pandemi ini untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 di tengah-tengah masyarakat. Mencuci tangan, wajib mengenakan masker, menjaga jarak, hindari kerumunan, dan lain sebagainya. Tidak hanya itu, pandemi ini menyebabkan banyaknya perubahan bagi kalangan masyarakat dalam segala aspek, salah satunya aspek sosial.<br><br>Sampai saat ini dimana Covid-19 masih melanda masyarakat di berbagai dunia, penyebaran virus yang sangat cepat membuat pemerintah mulai berpikir untuk meminimalisir hal tersebut. Kebijakan kerja dari rumah (Work From Home), pembelajaran jarak jauh (Daring), hal tersebut membawa banyak perubahan yang terjadi di kalangan masyarakat. Salah satunya dalam hal berkomunikasi yang mana saat ini banyak bermunculan aplikasi-aplikasi baru sebagai alat bantu komunikasi jarak jauh. Penggunaan media sosial sebagai solusi yang efektif dalam mengurangi penyebaran virus Covid-19. Berbagai media sosial yang digunakan untuk berkomunikasi jarak jauh diantaranya WhatsApp, Instagram, Twitter, Facebook, KakaoTalk, dan lainnya. Dengan begitu komunikasi dapat lebih mudah tanpa harus bertemu secara langsung.<br><br>Seiring berjalannya waktu, perkembangan media sosial tidak hanya sebagai penunjang komunikasi antar individu atau kelompok. Lebih daripada itu, media sosial memberikan kemudahan untuk melakukan beberapa aktivitas ataupun dalam mengasah keterampilan bagi beberapa kalangan. Dengan menggunakan media sosial yang tepat dapat belajar mengenai hal-hal baru, misalkan membuat konten-konten pembelajaran lewat Youtube, belajar bahasa asing dengan mudah dan gratis, dan masih banyak lagi.&nbsp;<br><br>Eksistensi media sosial di tengah pandemi terbilang meningkat drastis. Bagi kalangan mahasiswa yang pembelajarannya menggunakan metode jarak jauh sangat terbantu dengan adanya media sosial saat ini. Bahkan dengan penggunaan media sosial bisa dijadikan sebagai tempat healing bagi penggunanya. Berinteraksi dengan teman yang jaraknya sangat jauh, dapat membantu mengobati rasa rindu, menonton film tanpa perlu ke bioskop, dan berbagai hal lain.&nbsp;<br><br>Tidak dapat dipungkiri, perubahan kebiasaan menggunakan media sosial ini dapat menciptakan dampak negatif dan positif bagi penggunanya. Oleh karena itu pentingnya memberikan batasan dan bijak dalam bermedia sosial supaya terhindar dari kecanduan yang berdampak negatif. Seperti kata pepatah, "Life is about change. Sometimes it's painful. Sometimes it's beautiful. But most of the time, it's both."<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-01 02:55:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070668017</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hendi Naufal | 2008302056</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070811498</link>
         <description><![CDATA[<div>Perubahan sosial karena COVID-19 berpengaruh pada banyak aspek kehidupan, mulai dari struktur dan fungsi sosial masyarakat, nilai dan norma, pola perilaku, kebiasaan, dan sebagainya. Dampak sosial yang terjadi di masa pandemi covid-19 yaitu kebiasaan yang sering dilakukan seperti sekolah yang biasanya menerapkan pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh atau online, hal apapun dilakukan lebih sering menggunakan media dikarenakan sosial distancing.<br>Dampak pandemi ini dirasakan oleh semua pihak dan kalangan, siapa pun tidak bisa menolak keberadaanya. Berbagai kegiatan yang biasanya kita lakukan dengan leluasa, untuk saat ini belum bisa kita lakukan lagi karena semuanya masih terbatas.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-01 04:59:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070811498</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rikhanatus Saliha 2008302073 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070849198</link>
         <description><![CDATA[<div>Sejak pandemi COVID-19 jadi perbincangan hangat bagi masyarakat sekitar, virus Corona yang sudah masuk ke Indonesia memerlukan antisipasi dari berbagai pihak dari masyarakat, pemerintah, dinas terkait, dalam hal kesehatan bagi masyarkat.<br><br>Pandemi COVID-19 telah merubah berbagai aspek dalam keseharian kita. Kecemasan dan rasa tidak aman yang dialami sebagian besar dari kita. Kita harus bisa menyikapinya dengan rasional agar kita bisa bertahan hidup dan juga membantu orang lain bertahan. Penerapan pola hidup sehat dan mengikuti anjuran pemerintah juga harus kita lakukan sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19.<br><br>Mau tidak mau, masyarakat harus beradaptasi dengan kebiasaan baru, seperti mengenakan masker, menjaga jarak, menghindari sentuhan fisik langsung, dan protokol kesehatan lainnya.<br><br>perubahan sosial di tengah pandemi Covid-19 juga telah melahirkan kebiasaan-kebiasaan baru berupa terjadinya perubahan perilaku sosial masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan.Berbagai perubahan yang besar terjadi karena wabah ini. Baik dari segi kesehatan, sosial, masyarakat, ekonomi, dan masih banyak lagi.<br><br>salah satunya yang menjadi perhatian penting bagi masyarakat di Indonesia. Berbagai usaha yang diterapkan untuk mencegah penyebaran wabah COVID-19, mulai dari himbauan untuk senantiasa mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak ketika interaksi dengan orang lain, hingga PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Perubahan kondisi ekonomi ini dirasakan bagi perusahaan besar, para pekerja kantor, para pedagang pasar, hingga pedagang kaki lima. Bagi pekerja kantor mungkin masih bisa bekerja dari rumah atau secara daring. Namun bagi pedagang-pedagang Kecil yang harus keluar rumah untuk mencari nafkah, akan sangat kesulitan.<br><br>Hal ini juga berdampak pada aspek pendidikan. Pembelajaran yang menjadi tidak kondusif semenjak adanya wabah ini. Pembelajaran yang tadinya dilakukan secara langsung sekarang harus luring (online) dengan menggunakan berbagai media yang ada.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-01 05:37:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070849198</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jihan Shahab  | 200302052</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070866835</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada era pandemi covid saat ini, banyak perubahan sosial yang terjadi. Semua berubah begitu saja saat virus ganas ini masuk ke permukaan bumi. Dan semua terpaksa melakukan kegiatan secara virtual, mulai dari pekerjaan, perdagangan, hingga pendidikan.<br><br>&nbsp;Virus covid-19 sangat cepat penyebarannya di Indonesia dan memberikan dampak yang cukup besar bagi kegiatan kegiatan perekonomian di Indonesia, dengan begitu ekonomi pun menurun, karena banyak pekerja yang dirumahkan dan tingkat daya beli menurun akibat lockdown dan adanya penerapan PSBB atau pembatasan sosial berskala besar. Mereka tidak menginginkan adanya hal ini. Semua dituntut untuk mahir dalam bermedia sosial agar perekonomian tidak mati.&nbsp;<br><br>Jika PSBB tidak diiringi oleh jaminan sosial bagi mereka yang terdampak karena kebijakan ini khususnya bagi masyarakat kelas menengah bawah dan rentan miskin, maka akan menyebabkan krisis ekonomi. Belajar dari hal tersebut, sebaiknya sebagai masyarakat tetap terus mematuhi protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh pemerinah demi kesejahteraan bersama dalam memutus penyebaran rantai covid-19.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-01 05:56:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070866835</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ahmad Auliyaurrahman | 2008302047</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070886755</link>
         <description><![CDATA[<div>Dampak yang sangat besar dari pandemi covid 19 di rasakan bagi seluruh warga.<br>Seluruh sektorpun mengalami akulturasi baru dengan kehadiran dari pandemi covid 19 ini.&nbsp;<br>Terkhusus sektor sosial. Kabiasaan lama yang hilang di gantikan dengan kebiasaan baru dengan titik tumpu yang melihat kepada prokes wajib dari vovid 19.&nbsp;<br><br>Hampir semua jenis kegiatan mulai beralih dari kebiasaan lama (tatap muka) menjadi kebiasaan baru (online). Mulai dari hidang keilmuan, perdagangan, sosial, dll.&nbsp;<br><br>Kebutuhan akan penunjang kebiasaan baru pun meningkat drastis. Peningkatan penggunaan gadget adalah pemicu utama.&nbsp;<br><br>Namun setelah dampak dari covid 19 ini berakhir, akan terjadi akulturasi baru lagi dengan penggabungan dari kebiasaan semasa covid dengan kebiasaan baru selepas covid.<br><br>Dengan ketentuan yang berlaku di masyarakat umum, dan pemerintahan nanti.<br>Dengan adanya akulturasi baru Nanti diharapkan bukan menjadi sesuatu yang membebani masyarakat. Melainkan sebuah terobosan baru dalam berbagai bidang.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-01 06:18:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070886755</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Muhammad Dzikri Abdussyukur | 2008302057</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070991234</link>
         <description><![CDATA[<div>Setelah adanya virus COVID-19 perubahan sosial pun terjadi, Perubahan tersebut tidak hanya berpengaruh disatu aspek saja hampir semua aspek terpengaruh oleh adanya virus ini misalnya ekonomi, politik, pendidikan, kesehatan, mobilitas, dan masih banyak lagi&nbsp;<br><br>Perubahan tersebut tidak hanya di negara Indonesia saja tetapi melanda seluruh negara di dunia, Mau tidak mau warga harus peradaptasi dengan kebiasaan baru seperti mengenakan master, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan protokol kesehatan lainnya.&nbsp;<br>Kita beralih kedampaknya sangat banyak misalnya di bidang pendidikan kita memulai kebiasaan baru dengan belajar secara online atau daring&nbsp; dan yang bekerja mereka secara WFH. Lalu di bidang ekonomi para penjual sangat rugi karena barang dagangan mereka tidak laku sebab sedikitnya orang yang mengunjungi pasar. Lalu mobilitas kita tidak bisa keluar seenaknya saja karena adanya PSBB (Pembatasan Sosial Bersakala Besar) itu semua dilakukan agar tidak menyebarnya virus tersebut dan memperluasanya, akan tetapi ada saja orang yang melanggar itu ada yang bilang mereka tidak percaya pada virus tersebu &nbsp;<br>Dampak pandemi ini dirasakan oleh semua pihak dan kalangan, siapa pun tidak bisa menolak keberadaanya. Berbagai kegiatan yang biasanya kita lakukan dengan leluasa, untuk saat ini belum bisa kita lakukan lagi karena semuanya masih terbatas.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-01 07:54:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2070991234</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Irin Tamaya | 2008302062</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2071058689</link>
         <description><![CDATA[<div>Pandemi covid-19 membawa perubahan yang sangat memprihatinkan dalam kehidupan masyarakat krisis-krisis ekonomi, mengalami kesulitan keuangan. Dalam hal ini sebagian masyarakat timbul sikap atau pola pikir kejahatan melakukan kriminalitas umum di beberapa daerah mengalami signifikan yang disebabkan oleh situasi pandemi covid-19 yang melumpuhkan ekonomi. Hal itu terlihat dari laporan aparat daerah, kebanyakan dengan motif pencurian, pembegalan demi mengurangi tekanan yang dirasakan serta memenuhi kebutuhan primer maupun skunder mereka tanpa mempertimbangkan hukum yang berlaku.<br>Oleh karena itu, mengingat akan maraknya tindak kejahatan di masa pandemi ini, diharapkan agar seluruh masyarakat tetap waspada dan senantiasa mematuhi peraturan pemerintah jika tidak ada keperluan yang mendesak untuk berada.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1606347046/deeb3cf5533b36014e0546c4eecc8f95/IMG_20220301_154045.jpg" />
         <pubDate>2022-03-01 08:43:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2071058689</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dewi Tsalitsul Hamidah / 2008302045</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2071107825</link>
         <description><![CDATA[<div>Perubahan sosial di tengah pandemi Covid-19 juga telah melahirkan kebiasaan-kebiasaan baru berupa terjadinya perubahan perilaku sosial masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Berdasarkan hasil survei sosial demografi dampak Covid-19 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020 diketahui bahwa sekitar 72% responden yang selalu atau teratur menjaga jarak fisik dalam seminggu terakhir, sebanyak 80,20% responden menyatakan mereka sering/selalu mencuci tangan dengan sabun dan menggunakan masker, 82,52% responden selalu menghindari transportasi umum (termasuk transportasi online), dan sebanyak 42% responden mengaku mengalami peningkatan aktivitas belanja online selama Covid-19.<br><br></div><div>Dalam perkembangannya, merespons situasi krisis akibat Covid-19, pemerintah kemudian menerapkan kebijakan yang disebut sebagai kenormalan baru (new normal). Tentu, berbagai kebijakan yang dihasilkan akan berimplikasi secara langsung terhadap segala bentuk perubahan sosial yang terjadi di masyarakat.<br><br></div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-01 09:18:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2071107825</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ikeu Risyda Ar-Rifa|2008302067</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2071121036</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada konteks individu, perubahan sosial karena pandemi COVID-19 berkaitan dengan peran baru individu dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, peran ibu dan ayah di rumah selama masa pandemi COVID-19 kini bergeser untuk menjadi guru pendamping bagi anak-anak selama proses belajar daring.<br><br>Demikian juga peran polisi lalu lintas yang awalnya hanya mengawasi dan mengatur lalu lintas, kini juga bertugas untuk menindak orang-orang yang tidak taat protokol kesehatan selama berkendara.<br><br>Pada konteks kelompok, perubahan sosial berkaitan dengan struktur sosial yang bertransformasi sedemikian rupa untuk menyesuaikan dengan keadaan. Karena pandemi COVID-19, pemerintah menyusun sistem vaksinasi nasional yang dimulai sejak ditemukannya vaksin COVID-19.<br><br>Perubahan sosial karena COVID-19 berpengaruh pada banyak aspek kehidupan, mulai dari struktur dan fungsi sosial masyarakat, nilai dan norma, pola perilaku, kebiasaan, dan sebagainya.<br><br>Perubahan sosial terbagi dalam beberapa jenis sesuai dengan teori-teori sosiologi, sebagaimana dikutip dari buku Sosiologi (2020) yang ditulis oleh Irin Veronica Sepang. Ditinjau dari ruang lingkupnya, perubahan sosial terbagi menjadi dua yaitu perubahan sosial kecil dan perubahan sosial besar.<br><br>Perubahan sosial akibat COVID-19 ini dapat dilihat dari lingkup paling kecil dalam kehidupan sehari-hari hingga lingkup perubahan sosial besar yang mengubah struktur sosial pada masyarakat Indonesia.<br><br>Pertama, perubahan kecil adalah perubahan yang terjadi pada struktur sosial, namun tidak membawa pengaruh langsung pada masyarakat luas.<br><br>Biasanya, perubahan kecil ini terjadi dalam lingkup individu dan dilakukan oleh perorangan. Misalnya, dalam kasus pandemi COVID-19, perubahan sosial kecil ini menuntut masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan, mencuci tangan, mengenakan masker, dan menjaga jarak satu sama lain.<br><br>Kedua, perubahan sosial besar yang mengubah unsur pokok dari struktur sosial, kadang kala menimbulkan konflik sesaat, berulah kemudian mereda hingga perubahan itu diterima masyarakat.<br><br>Misalnya, perubahan sistem kerja, sistem belajar, dan sebagainya, yang sebelumnya dilakukan secara tatap muka, kini harus beralih ke sistem daring menggunakan aplikasi video telekonferensi Zoom, Google Meet, dan sebagainya.<br><br>Perubahan ini dilakukan secara masif dan diputuskan secara resmi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berdasarkan Surat Edaran (SE) Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease (COVID-19). Karena ditetapkan secara legal, maka perubahan itu mau tidak mau harus diterapkan oleh guru, siswa, dan pelaku pendidikan di seluruh daerah di Indonesia.<br><br>Awalnya, pergantian sistem belajar dan bekerja ke arah daring ini menimbulkan konflik, misalnya banyak para guru dan siswa yang tidak familiar dengan teknologi informasi harus segera belajar mengoperasikan aplikasi video telekonferensi.<br><br>Demikian juga bagi para penduduk di daerah pedalaman yang tidak terjangkau jaringan internet harus bersusah payah beradaptasi dengan perubahan ini.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-01 09:28:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2071121036</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Miftakul Khoeri | 2008302046 </title>
         <author>khoerimiftakhul05</author>
         <link>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2071166255</link>
         <description><![CDATA[<div>Covid-19 atau yang lebih dikenal sebagai Virus Corona telah menjadi perhatian publik sejak kemunculannya terdeteksi di Tiongkok untuk kali pertama di awal tahun 2020. Meninggalnya ribuan jiwa akibat virus ini membuatnya menjadi pusat perhatian banyak negara, termasuk Indonesia. Pandemi COVID-19 terbukti telah memberikan tekanan pada kondisi ekonomi dan sosial di Indonesia sejak akhir tahun 2019. Dampak ekonomi ini berdampak luas di seluruh wilayah Indonesia. Perekonomian masing-masing daerah terancam, ditambah dengan kondisi daerah yang lebih buruk dari sebelumnya. Karena hal tersebut, pemerintah Indonesia langsung mengambil langkah agresif agar angka penyebaran bisa ditekan semaksimal mungkin.</div><div><br>Indonesia lebih memilih pembatasan sosial (social distancing) sebagai solusi daripada melakukan lockdown yaitu mengunci akses masuk dan keluar wilayah bagi siapapun untuk mencegah penyebaran virus yang umumnya digunakan oleh kebanyakan negara. Inti dari pembatasan sosial adalah menjauhi diri dari aktivitas sosial secara langsung dengan orang lain, sedangkan lockdown berarti suatu wilayah akan diisolasi dan terjadi pemberhentian total semua aktivitas di wilayah tersebut. Alasan fundamental kenapa Indonesia lebih memilih memberlakukan pembatasan sosial adalah banyak masyarakat Indonesia yang mengandalkan upah harian, jadi akan rawan mereka tidak bisa mencari mata pencaharian apabila lockdown diberlakukan.&nbsp;<br><br>Walaupun yang diberlakukan yaitu pembatasan sosial. Akan tetapi, masih saja memberikan dampak yang buruk terhadap ekonomi masyarakat terkhusus untuk orang-orang kecil atau pedagang dan lain sebagainya. Karena mereka mencari rupiah dengan keluar dari rumah ataupun mangkal dijalan, walaupun mereka masih tetap bisa berjualan dan sebagainya. Akan tetapi penghasilan tentu berbeda dengan seperti biasanya karena pembatasan sosial mengakibatkan sepinya pembeli. Pandemi Covid-19 ini sangat merugikan ekonomi masyarakat terkhusus kalangan masyarakat kecil. Semoga pandemi Covid-19 ini segera berakhir agar segala aktivitas bisa normal kembali dan masyarakat kecil bisa mencari rupiah seperti pada umumnya.&nbsp;<br><br><br>&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1605958138/bda7853a2f0fcf9875db8c373c5ad7d3/images.jpg" />
         <pubDate>2022-03-01 10:01:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2071166255</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ahmad Syauqi / 2008302069 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2071274741</link>
         <description><![CDATA[<div>Pandemi Covid-19 di indonesia berlangsung sudah berjalan&nbsp; 2 tahun dengan adanya pandemi Covid-19 telah banyak membawa dampak sosial yang buruk di berbagai sektor diantaranya sektor perekonomian ini merupakan salah satu sektor yang cukup mengalami dampak yang signifikan diantaranya banyak orang kehilangan pekerjaan dan penghasilan. Akibat dari kehilangan pekerjaan atau penghasilan maka berdampak juga pada sektor pendidikan. Banyak orang tua yang lebih memilih anaknya berhenti bersekolah dan mempekerjakan anak-anak nya untuk membantu perekonomian keluarga akibat krisis ekonomi yang terjadi.&nbsp;<br>selain itu orang tua banyak yang tidak bisa melihat peranan sekolah dalam proses belajar mengajar Apabila proses pembelajaran tidak dilakukan secara tatap muka. &nbsp;<br>Akibat dari kehilangan pekerjaan dan penghasilan banyak timbul kejahatan dimana-mana mereka melakukan hal tersebut karena mereka butuh makan dan membiayai keluarga. &nbsp;<br>Sekalipun pemerintah telah memberikan bantuan sosial (Bansos)&nbsp; baik itu BLT atau BPNT tapi itu semua belum cukup mengatasi krisis ekonomi di indonesia bansos banyak yang tidak tepat sasaran yang kaya mendapatkan bansos sedangkan yang miskin semakin terpuruk.<br><br>Disamping berdampak pada sosial ekonomi dan pendidikan juga berdampak pada kesehatan masyarakat diwajibkan mengikuti semua anjuran dari pemerintah mulai dari memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.&nbsp; Hal ini merupakan upaya dari pemerintah untuk meminimalisir penyebaran virus Covid-19 masyarakat dilarang untuk berkerumun karena berpotensi menjadi sumber penyebaran Covid-19. Pemerintah mengharapkan kesadaran masyarakat untuk selalu tetap waspada akan virus Covid-19 agar pandemi ini bisa cepat diatasi kita semua sudah menginginkan kehidupan yang normal lagi seperti dahulu sebelum pandemi melanda indonesia. &nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-01 11:30:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2071274741</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Salvina Putri Nur Azizah | 2008302070</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2071282086</link>
         <description><![CDATA[<div>Semenjak adanya Covid-19 yang melanda seluruh negara banyak sekali perubahan sosial. Masyarakat harus belajar beradaptasi dengan kebiasaan baru, seperti harus mengenakan masker, menjaga jarak, menghindari sentuhan fisik, dan harus selalu menjaga protokol kesehatan lainya.&nbsp;<br><br>Akibat pandemi covid-19 banyak sekali negara yang menerapkan tindakan seperti karantina, lockdown, psbb, dan lain sebagainya. Dimana semuanya membatasi gerakan orang untuk mencegah penukaran covid-19. Dari situ mengakibatkan terjadinya perubahan sosial mulai dari pola konsumsi pangan, hukum dan peraturan perundang-undangan.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-01 11:37:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2071282086</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Taopik Herdefa / 2008302055</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2071520996</link>
         <description><![CDATA[<div>Dampak pandemi covid-19 masih membawa kita ke dalam situasi yang sulit, semua hal yang biasa dilakukan secara langsung berubah dalam waktu singkat, seperti pekerjaan, sekolah bahkan liburan semuanya dibatasi. Pandemic juga memaksa kita semua menggunakan media sosial sebagai jalan alternative dalam melakukan segala kegiatan di luar rumah. Oleh karena itu, penggunaan media sosial menjadi semakin meningkat, dan membuat kita ketergantungan. Apa yang dilihat semakin beragam dan banyak hoax bertebaran, jika kita tidak mencerna berita dengat cermat maka kita akan dengan mudah terkena hoax. Ditambah penyebaran informasi dalam media sosial yang sangat cepat, krisis yang terjadi, akses yang mudah bagi masyarakat akan membuat hoax ini berkembang menjadi ancaman yang serius karena berita yang ditampilkan menggiring opini public ke arah negative, dan merugikan pihak korban yang difitnah. Maka dari itu, kita harus bisa mengidentifikasi sebuah berita itu hoax atau bukan, dengan cara tidak terpengaruh dengan headline berita yang provokatif, memeriksa fakta, dan cek alamat situs berita yang kita lihat.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-01 14:11:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2071520996</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rizki Febriansyah 2008302053</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2071619875</link>
         <description><![CDATA[<div>Pandemi Covid-19 merupakan masalah yang sedang melanda seluruh negara didunia, terutama negara Indonesia. Tak hanya merubah pola hidup masyarakat, tetapi juga membuat perubahan dalam seluruh tatanan kehidupan. saat ini masyarakat lebih dibatasi dalam berinteraksi sosial yang dimaksudkan memutus rantai penularan virus.&nbsp; Tentunya masyarakat harus pandai menyiasati kondisi yang terjadi saat ini, agar tidak berdampak buruk kepada hal lainnya.<br>&nbsp;<br>karena dampak yang ditimbulkan juga sangat besar, maka diperlukan peranan pemerintah untuk menanggulangi kasus ini. &nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-01 14:55:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2071619875</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Imanul Yaqien | 2008302079</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2071823551</link>
         <description><![CDATA[<div>Pandemi Covid-19 memberi dampak amat besar pada sektor ekonomi dan sosial di dunia, termasuk Indonesia.<br>Dampak yang pertama adalah melemahnya konsumsi rumah tangga atau melemahnya daya beli.<br>"Ekonomi itu akan naik apabila daya serap atau daya belinya tinggi.Pasar yang sukses dalam menciptakan regulasi itu adalah pasar yang mampu menciptakan daya beli yang tinggi. Karena Regulasi Daya beli itu memberikan pengaruh sekitar 60% terhadap naiknya sebuah ekonomi,"<br>Dampak kedua adalah bahwa pandemi Covid-19 ini menimbulkan adanya ketidakpastian, kapan akan berakhir. Sehingga di bidang investasi juga ikut melemah dan berimplikasi terhadap berhentinya sebuah usaha.<br>"Pelaku usaha di bidang warteg contohnya, transportasi, traveling, mungkin juga para dunia seniman, musisi, artis, dangdut, dan lain-lain. Sehingga hal seperti ini mengacu kepada pemberhentian beberapa karyawan alias PHK, dan sebagainya,"&nbsp;<br>Sedangkan dampak yang ketiga yakni pelemahan ekonomi sehingga menyebabkan harga komoditas turun. Akibatnya dampak tersebut, Pemerintah telah melakukan tindakan cepat, program vaksinasi, ada program pemulihan ekonomi nasional, BLT, bantuan modal usaha UKM/UMKM.<br>Pemerintah harus mengeluarkan kebijakan dalam stumulus perekonomian melalui pemanfaatan teknologi. Lalu penguatan, pengaturan dan pengawasan sektor keuangan, serta pengembangan pasar modal domestik (menciptakan pasar yang produktif)<br>Selanjutnya penerapan agenda reformasi sektor keuangan dan pemanfaatan teknologi. Untuk mengatasi itu, Pemerintah harus menggandeng swasta untuk pendidikan, disertai bimbingan kepada para pelaku usaha tentang UMKM/UKM agar bisa bersaing dengan menciptakan pasar domestik yang produktif dan kemudian produknya dijual dengan memanfaatkan digitalisasi.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-01 16:29:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dessykushardiyanti1/Bookmarks/wish/2071823551</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
