<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>New Media dan Public Sphere by Siti Khusnul Khotimah</title>
      <link>https://padlet.com/siti_khusnul84/vnju5o68f0yry37c</link>
      <description>Secara kolaboratif, temukan 1 gambar/video/tautan yang merepresentasikan ruang publik berupa media baru dan tuliskan deskripsi tentang ruang publik tersebut, apa saja yang bisa dilakukan/pemanfaatan ruang itu oleh masyarakat, permasalahan apa yang mungkin muncul dan regulasi apa yang sebaiknya ditetapkan untuk mengatasi masalah. </description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-09-18 08:07:49 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-09-25 15:52:20 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Ruang Publik Media (Menfess @tanyarlfes di X)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/siti_khusnul84/vnju5o68f0yry37c/wish/3126867270</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama Kelompok: </p><ol><li><p>Singgang Muryani (215110300111001)</p></li><li><p>Irfan Sanjaya (215110300111002)</p></li><li><p>Ulfiatul Malina (215110300111003)</p></li></ol><p><br></p><p><strong>Pengertian</strong></p><ol><li><p>X adalah salah satu platform media sosial daring dan jejaring sosial, yang dahulu lebih dikenal dengan nama twitter. Dalam media sosial X kita dapat menyebarkan informasi dan memberikan reaksi terhadap suatu permasalahan atau informasi yang sedang terjadi.</p></li><li><p>Menfess adalah suatu wadah yang biasanya digunakan seseorang untuk curhat, membahas sesuatu yang sedang viral, hingga mengoceh tanpa diketahui pengirimnya (anonim).</p></li></ol><p><br></p><p><strong>Hal yang bisa dilakukan dalam ruang publik media (Menfess di X):</strong></p><p>1. Bertukar informasi dan berdiskusi mengenai suatu topik,</p><p>2. Bertanya mengenai suatu masalah dan mendapat feedback dari pengguna lain,</p><p>3. Sharing/curhat dengan pengguna lain,</p><p>4. Mencari teman/relasi baru.</p><p><br></p><p><strong>Permasalahan yang dapat ditimbulkan:</strong></p><p>1. Terjadi konflik akibat perbedaan pendapat,</p><p>2. Terciptanya segmen segmen masyarakat,</p><p>3. Masyarakat mudah tergiring akibat opini yang belum tentu benar,</p><p>4. Terdapat orang orang yang merasa dirugikan akibat informasi hoax.</p><p><br></p><p><strong>Regulasi yang dapat dilakukan untuk menghindari konflik:</strong></p><p>1. Ketika mengirim menfess lebih memperhatikan norma sosial yang berlaku (walaupun identitas pengirim dirahasiakan),</p><p>2. Isi konten diusahakan tidak mengandung SARA,</p><p>3. Tidak menyebarkan informasi palsu,</p><p>4. Menggunakan bahasa yang sopan dan tidak berkata kasar.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://x.com/tanyarlfes?t=YCosGoYBE7IO_V0yG0OxpQ&amp;s=09" />
         <pubDate>2024-09-19 03:19:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/siti_khusnul84/vnju5o68f0yry37c/wish/3126867270</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ruang Publik Twitter </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/siti_khusnul84/vnju5o68f0yry37c/wish/3126873930</link>
         <description><![CDATA[<p>Anggota :</p><p>- Abraham Partogi L. S. (215110301111020)</p><p>- Shafira Melinda P. (215110301111018)</p><p>- Sammuel Exel B.S (215110300111027)</p><p><br/></p><p>https://x.com/affanibnani/status/1835998682631581775?s=46&amp;t=C-XFoSGvl3X84iw-v3t3zQ</p><p><br/></p><p>Ruang publik yang digunakan dari tautan tersebut adalah Twitter sebagai ruang publik media digital untuk berbagi pendapat dan pandangan dari para penggunanya. Pemanfaatan ruang publik Twitter adalah memberikan reaksi terhadap suatu fenomena yang terjadi dan menarik perhatian publik (viral). Seperti yang terjadi pada cuitan yang memuat potongan video seorang streamer terkenal yang mempertanyakan asal Batik. Permasalahan yang mungkin terjadi adalah gesekan antar netizen dalam memperdebatkan budaya bangsa, dimana dalam kasus ini terjadi perdebatan mengenai asal mula Batik. Regulasi yang sebaiknya ditetapkan untuk mengatasi masalah tersebut adalah meningkatkan pengetahuan dan literasi terhadap budaya agar lebih memahami budaya yang sedang dibicarakan. Selain itu juga, pemerintah juga dapat memberikan sosialisasi budaya guna mengedukasi masyarakat nasional dan internasional untuk meningkatkan kesadaran budaya bangsa.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://x.com/affanibnani/status/1835998682631581775?s=46&amp;t=C-XFoSGvl3X84iw-v3t3zQ" />
         <pubDate>2024-09-19 03:23:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/siti_khusnul84/vnju5o68f0yry37c/wish/3126873930</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Twitter Sebagai Tempat Diskusi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/siti_khusnul84/vnju5o68f0yry37c/wish/3126889713</link>
         <description><![CDATA[<p>anggota:</p><p>Geraldine Zefanya (215110307111012)</p><p>Adinda Fani Salsabila (215110300111025)</p><p><br/></p><p>1) pemanfaatan ruang itu oleh masyarakat</p><p>Pada konteks ini, Twitter atau X dapat digunakan sebagai medium untuk membuka diskursus mengenai topik terkait, yaitu IKN. Hal ini dapat memiliki dampak yang baik untuk mendorong masyarakat Indonesia agar lebih kritis dan meningkatkan kesadaran seputar hal yang terjadi dalam&nbsp;lingkup&nbsp;negara.</p><p><br/></p><p>2) permasalahan yang mungkin muncul</p><p>terdapat timbulnya perpecahan dikarenakan pro dan kontra yang terdapat di dalam kolom komentar. beberapa komentar juga tidak ada sambungannya dengan apa yang dibahas sehingga adanya pencemaran nama baik dan opini negatif.</p><p><br/></p><p>3) regulasi untuk mengatasi masalah</p><p>mengerti apa itu etika ruang publik media. berkomentar secara relevan dan bertanggung jawab atas hal yang ditulis. </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2762548929/9a01d713198c7341ddd28e20bac4a9c1/twt2.jpg" />
         <pubDate>2024-09-19 03:33:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/siti_khusnul84/vnju5o68f0yry37c/wish/3126889713</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Discord Sebagai Media Baru: Menjalani Magang Virtual Dengan Fleksibel</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/siti_khusnul84/vnju5o68f0yry37c/wish/3126890479</link>
         <description><![CDATA[<p>Hanifa Nabila - 215110300111021</p><p>Zefanya Emanuella - 215110300111020</p><p>Fransco Mayrio - 215110300111019</p><p><br/></p><p>---</p><p><br/></p><p>Discord, awalnya dikenal sebagai platform untuk gamer, kini menjadi ruang virtual serbaguna yang digunakan oleh berbagai komunitas. Nabila, salah satu anggota kami, sudah menggunakan Discord untuk virtual meeting. Discord berguna untuk membangun komunitas, diskusi, kolaborasi, kelas online, workshop, dan webinar. Fitur voice chat-nya sangat populer di kalangan gamer, serta mendukung acara nonton bareng. Dalam dunia bisnis, Discord digunakan untuk layanan pelanggan dan komunikasi tim jarak jauh.</p><p><br/></p><p>Permasalahan yang mungkin muncul antara lain terjadinya gesekan dan timbulnya perpecahan antara satu orang dengan yang lain. Hal ini mungkin terjadi karena Discord memungkinkan seseorang untuk bermain game bersamaan dengan melakukan chat hingga menghidupkan mic dan video sambil bermain game. Ketika seseorang bermain buruk maka pemain lain akan memberikan kata-kata kasar kepada pemain yang bermain buruk. </p><p><br/></p><p>Discord tidak memiliki wewenang untuk melakukan pengawasan secara langsung terhadap tingkah laku pemain ketika sedang bermain karena hal tersebut akan menyalahgunakan privasi para pemain. Sehingga, langkah alternatif yang bisa dilakukan adalah untuk memberi opsi "report" pada game yang bisa digunakan seorang pengguna untuk melaporkan ketika seseorang lain dalam permainan melanggar regulasi yang sudah ditetapkan oleh pengembang aplikasi. Untuk mewujudkan hal itu maka Discord harus terlebih dahulu membuat regulasi dalam bentuk "Privacy and Policy" yang bisa diperhatikan oleh setiap pengguna untuk menjadi batasan ketika para pengguna menggunakan aplikasi tersebut. Regulasi tersebut antara lain, melarang para pemain mengirimkan informasi pribadi, melarang penggunaan bahasa yang bersifat merendahkan, menghina, pornografi dan SARA, serta bentuk regulasi lain yang dibutuhkan untuk menciptakan sebuah interaksi ruang publik yang aman dan kondusif.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2762568739/ef1a52e8ff692b2192df9e7605c59fa0/IMG_20240919_101818.jpg" />
         <pubDate>2024-09-19 03:33:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/siti_khusnul84/vnju5o68f0yry37c/wish/3126890479</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Video Klarifikasi dari Akun Instagram @Itsofficiallsuraa Memunculkan Cuitan yang Beragam dari Netizen Tiktok</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/siti_khusnul84/vnju5o68f0yry37c/wish/3126904871</link>
         <description><![CDATA[<p><strong><em>Anggota:</em></strong></p><ol><li><p><strong>Vennita Nur Azizzah (215110301111015)</strong></p></li><li><p><strong>Fadhilla Wijayanty </strong></p><p><strong>(215110300111005)</strong></p></li><li><p><strong>Bernadette Clara Amarissa (215110307111016)</strong></p></li></ol><p><br/></p><p><strong><em>Instagram</em></strong> adalah platform media sosial berbasis visual yang memungkinkan pengguna untuk berbagi foto dan video, sering kali dengan filter dan alat pengeditan. Fitur utama Instagram termasuk Stories (konten yang hilang dalam 24 jam), Reels (video pendek), dan IGTV (video panjang). Instagram digunakan untuk membangun identitas pribadi, bisnis, dan komunitas melalui konten visual.</p><p><br/></p><p><strong><em>TikTok</em></strong> adalah platform media sosial yang fokus pada pembuatan dan berbagi video pendek, sering kali diiringi musik. TikTok menekankan kreativitas dan ekspresi dengan berbagai efek, filter, serta alat pengeditan. Platform ini populer dengan tantangan, tarian, komedi, dan tren viral, serta memungkinkan pengguna menemukan konten berdasarkan algoritma yang mempersonalisasi pengalaman mereka.</p><p><br/></p><p><strong><em>Permasalahan:</em></strong> </p><p>Ruang Publik Media yang digunakan adalah Instagram &amp; Tiktok. Lebih spesifiknya lagi, fitur Instagram yang digunakan adalah Instagram Story (SG). Dałam fitur tersebut, pemilik akun Instagram @Itsofficiallsuraa ( anak dari artis Nikita Mirzani) membuat video "klarifikasi" terkait isu yang sedang ramai tentang dirinya yang diduga hamil dan melakukan aborsi di usianya yang masih 17 tahun. Dari kasus ini tentu banyak permasalahan yang ditimbulkan antara lain: </p><ol><li><p>Pemilik akun menerima banyak komentar negatif dari Tiktok karena video yang di unggah nya banyak menggunakan kata-kata yang kasar dan ancaman. </p></li><li><p>Banyak orang yang tidak percaya akan klarifikasinya karena tidak masuk akal.</p></li><li><p>Semakin memperkeruh suasana dengan konflik pemilik akun, kekasihnya, dan ibunya yang sebelumnya sudah ramai. </p><p><br/></p></li></ol><p><strong><em>Regulasi</em></strong> <strong><em>yang dapat dilakukan:</em></strong></p><ol><li><p>Menggunakan Bahasa yang sopan dan tidak berkata kasar di Sosial Media.</p></li><li><p>Lebih memperhatikan norma sosial dan etika yang berlaku sebelum mengunggah sesuatu di ruang publik.</p></li></ol><p><br/></p><p>Link:</p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.tiktok.com/@bobacotyu/video/7416081153725156613?_r=1&amp;u_code=d956af54ik2m68&amp;region=ID&amp;mid=7416081196666784517&amp;preview_pb=0&amp;sharer_language=en&amp;_d=da46ej92e8k8j2&amp;share_item_id=7416081153725156613&amp;source=h5_t&amp;timestamp=1726717248&amp;utm_source=copy&amp;tt_from=copy&amp;enable_checksum=1&amp;utm_medium=ios&amp;share_link_id=391BF6F9-0166-4C81-A850-057BCF67DA58&amp;user_id=6754736136848262145&amp;sec_user_id=MS4wLjABAAAAobtZMRcMiwk0xhbMRuna69S7dRtcDSx_MPyvpXhHCEDYtL_7zoACeV0-mBsnbG-4&amp;social_share_type=0&amp;ug_btm=b6880,b2878&amp;utm_campaign=client_share&amp;link_reflow_popup_iteration_sharer=%7B%7D&amp;share_app_id=1180">https://www.tiktok.com/@bobacotyu/video/7416081153725156613?_r=1&amp;u_code=d956af54ik2m68&amp;region=ID&amp;mid=7416081196666784517&amp;preview_pb=0&amp;sharer_language=en&amp;_d=da46ej92e8k8j2&amp;share_item_id=7416081153725156613&amp;source=h5_t&amp;timestamp=1726717248&amp;utm_source=copy&amp;tt_from=copy&amp;enable_checksum=1&amp;utm_medium=ios&amp;share_link_id=391BF6F9-0166-4C81-A850-057BCF67DA58&amp;user_id=6754736136848262145&amp;sec_user_id=MS4wLjABAAAAobtZMRcMiwk0xhbMRuna69S7dRtcDSx_MPyvpXhHCEDYtL_7zoACeV0-mBsnbG-4&amp;social_share_type=0&amp;ug_btm=b6880,b2878&amp;utm_campaign=client_share&amp;link_reflow_popup_iteration_sharer=%7B%7D&amp;share_app_id=1180</a></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2762549160/7144d60dcbaa524ae215574d4a3886df/IMG_0289.PNG" />
         <pubDate>2024-09-19 03:42:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/siti_khusnul84/vnju5o68f0yry37c/wish/3126904871</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sebuah Thread di Ruang Publik X</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/siti_khusnul84/vnju5o68f0yry37c/wish/3126914229</link>
         <description><![CDATA[<p>Angggota Kelompok:</p><ol><li><p>Ryno Emieranta Perangin Angin</p><p>215110307111020</p></li><li><p>Sherlia Amanda</p><p>215110301111019</p></li><li><p>Elvira aliya</p><p>215110307111006</p></li></ol><p><br/></p><p><br/></p><p>Berikut tautan X yang kami bahas :</p><p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://x.com/ardisatriawan/status/1830429578135011767?t=TPIRFAD_3Cn_4U26Wjz_OA&amp;s=19">https://x.com/ardisatriawan/status/1830429578135011767?t=TPIRFAD_3Cn_4U26Wjz_OA&amp;s=19</a></p><p><br/></p><p>X yang sebelumnya bernama twitter merupakan salah satu aplikasi ruang publik yang cukup populer di berbagai kalangan. Di dalam aplikasi tersebut banyak sekali persebaran informasi yang informatif, responsif, interaktif bagi para penggunanya dan penggunanya sendiri dapat menyampaikan opini/pendapat nya masing-masing, sehingga tercipta atmosfer komunikasi dari beberapa pandangan/sudut pandang dan juga dengan adanya berbagai thread di aplikasi X, dapat menciptakan pengguna media sosial yang kritis dan melek terhadap isu-isu terbaru, baik isu budaya, politik, dll. </p><p><br/></p><p>Namun, dibalik hal positif yang bisa didapat dari aplikasi X tersebut terdapat permasalahan yang sering muncul seperti perbedaan pendapat antar pengguna sehingga mengakibatkan timbulnya berbagai gesekan, seperti hujatan, cyber bullying dan lain sebagainya. </p><p><br/></p><p>Disini kami menemukan contoh dari salah satu akun di aplikasi X, akun tersebut bernama @ardisatriawan. Yang mana didalam thread nya tersebut membahas isu politik dari kasus kaesang yang bertujuan memberikan informasi terkait perkembangan kasus kaesang tersebut, namun didalamnya terdapat berbagai macam opini, salah satunya adalah hujatan yang tidak berhubungan isi dari thread tersebut yaitu dari akun joki tugas teknik informatika, "lagi menemani pasangannya yang bau keti itu".</p><p><br/></p><p>Dari kasus tersebut, kami menawarkan regulasi/saran yaitu sebaiknya aplikasi X menerapkan sistem moderasi konten otomatis yang lebih canggih, yang bisa mendeteksi uharan kebencian  pelecehan atau penyebaran rumor tak berdasar dengan cepat.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2762571109/e6166c282352e83e70672983fd744e68/89070de9_91df_415f_b164_df52e9c17834.jpeg" />
         <pubDate>2024-09-19 03:48:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/siti_khusnul84/vnju5o68f0yry37c/wish/3126914229</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Media Sosial Tiktok Sebagai Sarana Cyberbullying Terhadap Anak Dibawah Umur dalam Kasus Lolly-Nikita Mirzani</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/siti_khusnul84/vnju5o68f0yry37c/wish/3138264953</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama kelompok :&nbsp;</p><p>- Diva Ananda Ristya (215110301111016)</p><p>- Nevia Roxanne B.M. (215110307111009)</p><p><br>Tiktok merupakan platform sosial media yang memungkinkan kita bisa mengakses video-video pendek atau short video. Seseorang bisa menjadi mudah terkenal melalui platform ini dengan mengikuti atau menciptakan trending yang bisa lewat di beranda siapa saja dan mendapat banyak perhatian. Sayangnya, terkadang demi menjadi trending, seseorang bisa melakukan hal-hal yang berada diluar batas kemanusiaan.&nbsp;</p><p><br></p><p>Saat ini, publik sedang ramai dengan kasus Nikita Mirzani dan putrinya, Lolly. Beberapa waktu lalu Lolly sempat membuat unggahan klarifikasi dirinya atas perlakuan Nikita Mirzani terhadapnya di platform instagram. Dalam sekejap unggahan itu menjadi viral dimana-mana. Pada awalnya orang-orang masih fokus dengan bersitegang yang terjadi diantara ibu dan anak tersebut, namun lama-kelamaan muncul beberapa parodi yang diunggah di tiktok. Kemudian semakin banyak orang yang memparodikan klarifikasi Lolly.</p><p><br></p><p>Dalam kasus video parodi klarifikasi Lolly yang viral di TikTok, regulasi yang relevan yaitu di Indonesia mengacu pada UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) serta aturan terkait perlindungan privasi dan pencemaran nama baik. Parodi yang menyangkut kasus hukum atau individu dapat berisiko jika dianggap mencemarkan nama baik, menyebarkan hoax, atau melanggar hak privasi.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2795134777/080b981586a11f8897bade078803099e/WhatsApp_Image_2024_09_25_at_21_15_13.jpeg" />
         <pubDate>2024-09-25 14:21:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/siti_khusnul84/vnju5o68f0yry37c/wish/3138264953</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
