<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Kelompok 5 by Jessica Ayumi</title>
      <link>https://padlet.com/jessicaayumi12/vijius4pj79bf1gf</link>
      <description>Agresivitas Verbal Infante dan Wigley</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-03-27 15:23:45 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2026-03-21 21:54:26 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Agresivitas Verbal</title>
         <author>jessicaayumi12</author>
         <link>https://padlet.com/jessicaayumi12/vijius4pj79bf1gf/wish/1359970566</link>
         <description><![CDATA[<div>&nbsp;</div><div><strong>Nama Anggota Kelompok:</strong><br>Hilya Tunisa Asyidiqi - 2301938296<br>Jessica Ayumi Tri Putri Aurelie - 2301934700<br>Junni - 2301905240<br>Rahmadaanii - 2301945906<br>Asri Apriani Sinurat - 2301909850<br><br><strong><em>TIPIKAL<br></em></strong><br><strong>Fenomena: </strong>Hate Speech di sosial media<br><br><strong>Variabel: </strong>Agresivitas Verbal <br><br><strong>Alasan:</strong><br>Negara Indonesia merupakan negara bebas berpendapat, namun hal tersebut seringkali disalahgunakan oleh sebagian masyarakat Indonesia dalam memberikan komentar terutama di media sosial. Banyak orang yang dengan mudahnya memberikan komentar kebencian pada postingan orang lain. Hal tersebut dapat mempengaruhi pola pikir orang lain mengenai orang tersebut sehingga dapat memancing mereka untuk turut memberikan komentar kebencian. Menurut Cambridge Dictionary, kata aggressive berarti berperilaku marah dan cenderung mengarah kepada kekerasan kepada orang lain. Apabila dibandingkan dengan komen-komen netizen di berbagai media online, ditemukan pola perilaku yang sama dengan definisi tersebut. Hal ini juga didukung oleh temuan DCI (Digital Civility Index) yang menyatakan bahwa tingkat kesopanan online netizen Indonesia paling rendah se-Asia Tenggara. Menurut DCI, salah satu yang membuat nilai-nilai kesopanan netizen Indonesia relatif rendah yaitu hate speech.<br><br><strong>Teori:</strong><br>Menurut Infante dan Wigley (1986), agresivitas verbal merupakan kecenderungan untuk menyerang konsep diri orang lain secara verbal untuk melindungi diri sendiri dalam sebuah topik komunikasi. Agresi verbal juga dapat dipandang sebagai pertukaran pesan antara dua orang di mana setidaknya satu orang dalam percakpan tersebut menyerang konsep diri orang tersebut untuk menyakiti perasaan orang tersebut secara psikologis. Secara teknis hal tersebut membuat orang yang menerima pesan akan merasa kurang menyukai dirinya sendiri. Konsep ini dapat dikaitkan dengan kepribadian agresif lainnya seperti sifat permusuhan, ketegasan, dan juga sifat suka membantah. Agresivitas verbal tersebut dapat disampaikan dalam bentuk pesan yang ditujukan untuk merendahkan orang lain. Adapun bentuk pesan tersebut seperti serangan kompetensi, penghinaan, pelecehan, ejekan, dan lain sebagainya. Adapun pesan agresif secara verbal biasa ditunjukkan dengan cara menyerang karakter (character attacks), menyerang kompetensi (competence attack), penghinaan (insults), mengutuk (maledictions), menggoda (teasing), ejekan (ridicule), berkata kotor (profanity), maupun memberikan  isyarat nonverbal (nonverbal emblems) pada orang lain (Infante &amp; Wigley, 1986).<br><br><strong>Referensi:</strong><br>Infante, D. A., &amp; Wigley III, C. J. (1986). Verbal aggressiveness: An interpersonal model and measure. <em>Communications Monographs</em>, <em>53</em>(1), 61-69, DOI:&nbsp; http://dx.doi.org/10.1080/03637758609376126 &nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1106933138/d3d2ecf42853511536d9184bc0fbccf4/blueprint_agresivitas_verbal_dikonversi.pdf" />
         <pubDate>2021-03-27 15:28:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/jessicaayumi12/vijius4pj79bf1gf/wish/1359970566</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
