<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Padlet Integrated Project by Jeanetta Yonatan</title>
      <link>https://padlet.com/sse_jeanettayonatan/JeanettaInterProject</link>
      <description>Intergrated Project by Jeanetta 7C</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2020-08-12 03:38:34 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2026-01-04 16:13:51 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>http://www.jagranjosh.com/imported/images/E/Articles/Indonesia-Flag.jpg</url>
      </image>
      <item>
         <title>BI</title>
         <author>sse_jeanettayonatan</author>
         <link>https://padlet.com/sse_jeanettayonatan/JeanettaInterProject/wish/676671964</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Pengemis yang Kaya Hatinya</strong></div><div>    Pada zaman dahulu kala, di Desa Tungkaran hiduplah seorang pria bernama Janardana. Nama itu diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti “suka menolong”.  Ia tinggal seorang diri di gubuk tua semenjak ibunya meninggalkan dirinya saat ia berumur 5 tahun. Ibunya seorang janda sehingga di umurnya yang masih seumur jagung, Janardana harus berusaha keras menghidupi dirinya sendiri. Ibunya hanya meninggalkan gubuk tua yang ia tempati hingga sekarang. Meskipun Janardana hidup miskin tapi tidak dengan hatinya. Janardana tumbuh menjadi seseorang yang kaya hatinya, meskipun ia hidup susah, ia selalu berusaha untuk menolong orang lain terlebih dahulu.</div><div>    Suatu hari saat ia berjalan-jalan ke hutan untuk mencari makanan, ia melihat seorang kakek tua yang sedang berjalan tertatih-tatih sambil memegangi perutnya. Janardana segera berjalan ke arah kakek tua tersebut. Janardana kemudian langsung memberikan tiga buah jeruk hasil kerja kerasnya memanjat pohon yang seharusnya merupakan makan siangnya kepada kakek tersebut.</div><div>    “Ini kek, ambillah buah ini, saya yakin kakek pasti lapar”</div><div>    “Tidak usah nak, buat kamu saja, kamu juga pasti membutuhkannya.”</div><div>    “Tidak apa-apa kek, aku kan masih muda, jadi aku bisa mencari yang lain lagi, oleh karena itu, saya mohon ambil saja jeruk ini, saya akan sangat senang jika     saya bisa membantu kakek!”</div><div>    “Hatimu sangat mulia sekali nak, terima kasih banyak, semoga Tuhan     membalas kebaikanmu, siapa namamu nak?”</div><div>    “Saya Janardana kek, kalau kakek?”</div><div>    “Saya Gasendra nak”</div><div>    “Mengapa kakek berada di hutan ini sendirian saja? Apakah kakek tersesat?     Atau ada lagi yang bisa saya bantu kek?”</div><div>    “Kakek sebenarnya hanya berjalan-jalan saja disini, namun uang kakek dicuri     orang sehingga kakek tidak bisa membeli makanan apapun, untunglah kakek     bertemu denganmu disini,” jawab kakek itu dengan tersenyum.</div><div>    “Oh, kakek berasal darimana? Saya antarkan kakek pulang ya, karena disini     sudah hampir gelap sehingga berbahaya jika sendirian”</div><div>    “Benarkah? Oke, terima kasih banyak nak!”</div><div>    Mereka berdua pun berjalan bersama melintasi hutan menuju tempat tinggal kakek itu. Di sepanjang perjalanan mereka banyak bercerita dan tertawa bersama, hingga tak terasa Janardana sudah sampai di rumah kakek itu. Rumahnya kecil namun terlihat indah dan bersih. Janardana pun segera berpamitan untuk kembali ke tempat asalnya karena perjalanannya cukup jauh. </div><div>    Setahun kemudian, tiba tiba ada dua orang pegawai istana menghampiri gubuk tua Janardana. Janardana pun terkejut dan langsung membuka pintunya. Betapa kagetnya ia ketika melihat pegawai istana tersebut memberikan sebuah kertas yang menyatakan bahwa sekarang ia adalah raja kerajaan Cangu yang baru. Ketika ia melihat pojokan surat, ternyata surat itu ditulis oleh kakek yang dulu pernah ia temui di hutan. Ternyata kakek yang ia temui itu adalah raja dari sebuah kerajaan yang besar di daerah itu. Ia tidak memiliki keturunan sehingga ia memilih raja baru untuk menggantikannya dari sayembara yang ia lakukan seorang diri. </div><div>“Anakku Janardana, aku ingat sekali akan 3 buah jeruk yang kau berikan padaku saat itu, saat itu aku sangat bahagia sekali karena akhirnya aku menemukan raja penggantiku yang memiliki hati yang sangat mulia dan selalu memikirkan orang lain melebihi dirinya sendiri. Sudah lama sekali aku melakukan sayembara namun tidak pernah sekalipun aku menemukan orang sebaik dirimu. Saat itu aku tahu bahwa engkaulah yang kucari cari selama ini. Aku yakin kamu pasti bisa menjadi raja Cangu yang baik dan menjaga rakyatku yang aku cintai.” dari Raja Gasendra.</div><div><br></div><div>      </div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/663353222/cf858721ffa35657171384c52a375e19/media.jpeg" />
         <pubDate>2020-08-12 03:46:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sse_jeanettayonatan/JeanettaInterProject/wish/676671964</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Social and Civic</title>
         <author>sse_jeanettayonatan</author>
         <link>https://padlet.com/sse_jeanettayonatan/JeanettaInterProject/wish/676672113</link>
         <description><![CDATA[<div>Pancasila dibuat oleh BPUPKI pada sidangnya yang pertama yaitu 29 Mei – 1 Juni 1945 untuk untuk merumuskan dasar negara  dan bentuk negara Indonesia. Pada tanggal 1 Juni, Ir Soekarno menyampaikan konsepnya yang dinamakan pancasila yang kemudian dianggap sebagai hari lahirnya pancasila.  Di akhir sidang ini belum ada keputusan mengenai dasar negara tersebut,oleh karena itu perumusan ini dilanjutkan oleh “Panitia Sembilan”. Pada 22 Juni 1945 panitia Sembilan menyelesaikan suatu rumusan yang dinamakan piagam Jakarta. Pada piagam Jakarta ini terdapat pancasila yang telah disempurnakan dan disesuaikan dengan Indonesia yang beragam. Pada tanggal 18 Agustus 1945, PPKI mengesahkan UUD 1945 termasuk pancasila sebagai dasar negara yang terdapat pada bagian pembukaan UUD 1945 yang tertulis pada piagam Jakarta. <br>Pada tanggal 20 Desember 1949, Ir Soekarno mengangkat Sultan Hamid II sebagai menteri negara untuk membuat lambang negara. Sultan Hamid membentuk angotanya dan menyeleksi lambang negara dari hasil sayembara. Dari hasil sayembara, lambang yang dipilih adalah hasil dari Sultan Hamid II dan Moh.Yamin. Namun pemerintah menolak lambang Yamin karena dianggap memiliki simbol-simbol Jepang. Gambar rancangan Hamid diterima pemerintah tanggal 10 Febuari 1950. Lalu 11 Februari 1950, Garuda Pancasila ditetapkan sebagai lambang negara Indonesia Presiden Soekarno kemudian menyempurnakan 3 hal dari sketsa Hamid, pertama menambahkan jambul di burung garuda, kedua mengubah arah cakar garuda supaya tidak terlihat terbalik, ketiga mengganti pita merah putih dengan pita bertuliskan “Bhinneka Tunggal Ika” dalam cengkraman garuda. Gambar ini disketsa ulang oleh pelukis istana menjadi lambang yang kita kenal sekarang. Saat membuat dasar negara, pasti banyak terjadi perdebatan diantara mereka, dikarenakan latar belakangnya yang berbeda-beda. Namun tokoh bangsa saat itu memiliki sikap cinta tanah air yang sangat besar sehingga mereka lebih mengutamakan kepentingan bersama dan negara diatas kepentingan pribadi. Mereka juga selalu mendengarkan pendapat orang lain dengan baik, saling menghargai satu sama lain, tidak egois atau memaksakan pendapatnya kepada orang lain.  Pembuatan dasar negara sangat penting untuk melibatkan pemikiran dari orang yang memiliki latar belakang berbeda-beda dan beragam agar hasilnya bisa adil, oleh karena itu dalam pembuatan dasar negara, tokoh negara kita pastinya memiliki sikap toleransi yang tinggi serta pikiran yang terbuka sehingga bisa menerima pemikiran yang berbeda-beda. Hal ini bisa kita terapkan dalam keluarga kita, kita harus saling menghargai dan menghormati pendapat anggota keluarga yang lain serta mempunyai pikiran terbuka terhadap pendapat orang tua kita sehingga kita bisa menerima keputusan mereka dengan baik dan ikhlas.</div>]]></description>
         <enclosure url="http://pencky.files.wordpress.com/2012/11/pancasila.jpg" />
         <pubDate>2020-08-12 03:46:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sse_jeanettayonatan/JeanettaInterProject/wish/676672113</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Reacter</title>
         <author>sse_jeanettayonatan</author>
         <link>https://padlet.com/sse_jeanettayonatan/JeanettaInterProject/wish/676673636</link>
         <description><![CDATA[<div>Penerapan sila pertama di sekolah contohnya sekolah mengajarkan nilai-nilai luhur dari alkitab kepada semua murid yang ada disekolah, di keluarga contohnya adalah berdoa bersama saat mau makan dan tidur, di masyarakat adalah mengucapkan selamat kepada mereka yang merayakan hari raya mereka masing-masing. Penerapan sila kedua di sekolah contohnya membantu teman yang sedang kesusahan, menghargai semua anggota sekolah tanpa terkecuali dari tingkatan atas hingga bawah, di keluarga membantu ibu membereskan rumah, di masyarakat membantu tetangga kita yang sedang kesulitan, memberikan sumbangan kepada mereka yang membutuhkan. Penerapan sila ketiga di sekolah contohnya tidak memilih-milih teman/berteman dengan siapa saja tanpa memandang suku,agama, dan ras mereka. Di keluarga contohnya tidak bertengkar dengan anggota keluarga yang lain. Di masyarakat contohnya adalah menumbuhkan sikap cinta tanah air, ikut melakukan kegiatan sosial dan rela berkorban demi negara. Penerapan sila keempat di sekolah, mengambil keputusan bersama dengan musyawarah. Di rumah, tidak memaksakan kehendak kita ketika ketika keputusan terbaik diambil oleh orang tua kita. Di masyarakat adalah mengadakan musyawarah untuk mengambil keputusan bersama dan mengembangkan suasana kekeluargaan saat musyawarah. Penerapan sila kelima di sekolah adalah dengan menaati peraturan sekolah yang sudah ditetapkan, tidak mencontek, tidak terlambat, memakai pakaian rapi, dll. Di rumah, contohnya orang tua harus bersikap adil pada semua anaknya, tidak hanya membela anak yang paling kecil saja. Di masayrakat, tidak merusak fasilitas umum yang diberikan dan  menjaga kelestarian lingkungan agar tidak merugikan alam dan orang di sekitarnya. Ketika kita membangun hubungan pertemanan, kita tidak boleh memilih-milih teman hanya berdasarkan warna kulit,agama, suku/ras mereka. Selain itu saat kita berteman dengan mereka yang berbeda dengan kita, kita harus bisa mengerti dan menghargai kepercayaan mereka atau tradisi mereka yang berbeda dengan kita, janganlah memaksakan kepercayaan kita kepada mereka. Ayat yang mengajarkan kita menjadi taat adalah Ulangan 5:16 “Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.”  Dalam ayat ini jelas dikatakan bahwa kita harus menaati orang tua kita, kita harus menjadi anak yang taat dan mau menerima secara bijaksana keputusan orang tua kita, kalaupun ada sesuatu yang kurang kita setujui, kita harus menyampaikannya dengan baik dan dengan sopan karena jika kita menghormati orang tua maka kita akan diberkati oleh Tuhan.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/663353222/16b5bdbba2c28e72ad986fb2c2d5e82b/media.jpeg" />
         <pubDate>2020-08-12 03:48:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sse_jeanettayonatan/JeanettaInterProject/wish/676673636</guid>
      </item>
      <item>
         <title>TI</title>
         <author>sse_jeanettayonatan</author>
         <link>https://padlet.com/sse_jeanettayonatan/JeanettaInterProject/wish/686464467</link>
         <description><![CDATA[<div>Online learning is an education takes place in our own house, not in a school. For me, online learning is effective, but it is not as effective as learning in school, because if we have internet problems, we will miss the material teached by the teacher. In our school, we use Google Classroom, Zoom, Line and Whatsapp to communicate with friends and teacher, and Google Document, and pages to do our project. The advantage of online learning is that we are given flexible scehdule and enviroment, learning to handle responsibility and self-discipline. The disavantage of online learning is that if we have blackout, or internet problems, we can’t join the zoom/open google classroom, and will not hear the teacher’s explaination about a certain material. For me personally, I like learning in the classroom better, because I can meet my friends and teacher face-to-face, and hear the teacher’s explaination clearly without having to experience the zoom lag. My only difficulties with studying at home is that having blackout, and internet problems. My suggestion about studying at home is that to eliminate distraction (phones, etc), find out how you learn best (through listening/writing, etc), stay organized, practice time management. For teachers I suggest to provide interactive activities and record the meeting so that students can review the material with teacher explaination, and keep the assignments simple and clear. Overall, I had fun learning at home! ☺️</div>]]></description>
         <enclosure url="https://assets.entrepreneur.com/content/3x2/2000/20141031174145-15-free-online-learning-sites.jpeg" />
         <pubDate>2020-08-19 03:46:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sse_jeanettayonatan/JeanettaInterProject/wish/686464467</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
