<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Meringkas buku Geografi hal.143-151 by Yemima</title>
      <link>https://padlet.com/45180251/vbl9lgx0eqc7ir7f</link>
      <description>E. Dampak Perkembangan Kota terhadap Masyarakat Desa dan Kota</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2020-11-06 00:56:04 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2020-11-06 02:44:36 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>1. Faktor-faktor yang Memperngaruhi Perkembangan Kota</title>
         <author>45180251</author>
         <link>https://padlet.com/45180251/vbl9lgx0eqc7ir7f/wish/896389968</link>
         <description><![CDATA[<div>a. <strong>Pertumbuhan penduduk</strong> - Peningkatan penduduk ini disebabkan oleh pertumbuhan penduduk secara alami dan urbanisasi. <strong>Dampak positif </strong>pertumbuhan penduduk adalah terjadinya pertumbuhan ekonomi yang merangsang perkembangan kota. Pertumbuhan penduduk dibutuhkan sebagai SDM dalam aktivitas ekonomi dan untuk menyerap hasil produksi. <strong>Dampak negatif</strong> terjadi ketika pertumbuhan populasi perkotaan yang sangat besar sehingga menyebabkan perkembangan kota yang tidak terkendali.<br>b. <strong>Pertumbuhan ekonomi</strong> - Pertumbuhan ekonomi dilihat pada peningkatan pendapatan per kapita dan peningkatan jumlah orang yang bekerja. Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi suatu wilayah, semakin tinggi juga taraf hidup masyarakat wilayah tersebut. <br>c. <strong>Industrialisasi</strong> - Menurut Kuntowijoyo, industri merupakan salah satu faktor dominan dalam perubahan sosial dari masyarakat agraris menjadi masyarakat industri. Inilah yang menyebabkan bertumbuhnya desa menjadi kota. Meningkatnya jumlah penduduk menambah penyerapan hasil industri dan ketersediaan SDM yang mendorong perluasan industri.<br>d. <strong>Perluasan Wilayah</strong> - Meningkatnya aktivitas ekonomi, jumlah penduduk semakin meningkat, kutub-kutub pertumbuhan pun bertambah sehingga terjadi perluasan wilayah. Kebutuhan utama adalah penyediaan fasilitas permukiman dan fasilitas penunjang (rumah sakit dan jalur transportasi). Perkembangan aktivotas ekonomi memunculkan industri baru. Daerah industri umumnya terletak di pinggiran kota. Industri membutuhkan fasilitas perumahan bagi perkerjanya. Perluasan wilayah industri menyebabkan pertumbuhan dan perluasan kota.<br>e. <strong>Peningkatan taraf hidup</strong> - Berkembangnya kota berdampak pada peningkatan taraf hidup ,masyarakat. Pemenuhan kebutuhan hidup menjadi prioritas utama. <br>f.<strong> Harapan tentang Masa Depan dan   Berbagai Tuntutan Pembanguna</strong>n - Semakin tinggi tingkat pertumbuhan di daerah metropolitan, semakin besar harapan tanah meningkat. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-11-06 01:01:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/45180251/vbl9lgx0eqc7ir7f/wish/896389968</guid>
      </item>
      <item>
         <title>2. Dampak Perkembangan Kota terhadap Masyarakat desa dan kota</title>
         <author>45180251</author>
         <link>https://padlet.com/45180251/vbl9lgx0eqc7ir7f/wish/896448924</link>
         <description><![CDATA[<div><mark>Dampak [+] perkembangan kota bagi masyarakat kota:</mark><br>- Memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Akibatnya masyarakat bisa mengakses pendidikan dan kesehatan yang lebih baik dan layanan sosial.<br>- Memperluas layanan dasar yang lebih baik, seperti ketersediaan transportasi umum dan air bersih.<br><mark>Dampak [-] perkembangan kota bagi masyarakat kota:</mark><br>- <strong>Arus urbanisasi yang masif - </strong>Jumlah penduduk desa yang pergi kekota tanpa kendali menimbulkan permasalahan bagi daerah perkotaan yaitu semakin meningkatnya jumlah pengangguran dan penduduk miskin.</div><div><strong>- Kepadatan penduduk - </strong>Aktivitas ekonomi selalu berada pada pusat kota. Sehingga banyak masyarakat yang ingin berada sedekat mungkin dengan pusat kota. Ketidakmampuan ekonomi menimbulkan daerah kumuh di daerah pusat kota. Biasanya keluarga berpenghasilan rendah yang tinggal di daerah tersebut. <strong><br>- Pembangunan yang tidak terarah </strong>- Kepadatan penduduk menimbulkan daerah-daerah kumuh, dikarenakan tanah di pusat kota sangat mahal. Pembangunan kota yang tidak terarah menyebabkan minimnya pembangunan fasilitas layanan publik dan infrastruktur. Hal ini menimbulkan banyak masalah seperti kemacetan, tidak mendapatkan pendidikan dan kesehatan yang baik dan lain-lain.<br>- <strong>Ekosistem terganggu</strong> - seiring bertambahnya daerah industri dan perkantoran, ruang terbuka menjadi berkurang. Hilangnya ruang terbuka hijau dapat mengakibatkan banjir dll.<br>- <strong>Munculnya sektor ekonomi informal - </strong>Maksudnya adalah orang meciptakan pekerjaannya sendiri dan menghasilkan pendapatan yang cukup untuk membiayai hidup mereka. Fenomena ini merupakan konsekuensi urbanisasi. Contohnya, penjual makanan dan minuman, penyemir sepatu dan lain-lain.<br><mark>Dampak [+] perkembangan kota bagi masyarakat desa</mark>:<br>- Mempunyai harapan untuk mendapatkan standar hidup yang lebih baik.<br>- Menjadi strategi alternatif untuk bertahan hidup bagi masyarakat desa.<br><mark>Dampak [-] perkembangan kota bagi masyarakat desa</mark>:<br>- Memungkinkan berkurangnya tanaga kerja produktif di desa, karena urbanisasi.<br>- Perkembangan kota dapat mengubah fungsi lahan yang berdampak bagi biosfer global. Hal ini mempercepat hilangnya lahan pertanian yang sangat produktif, mengubah iklim, mengurangi keanekaragaman hayati dll.<br>- Sempitnya lahan pertanian krn perkembangan kota membuat masyarakat desa kesulitan utk menghasilkan produksi pertanian. Kondisi ini dipersulit dengan adanya polusi dan aktivitas kota.<br><br><mark>Dampak [+] pembangunan kota bagi lingkungan</mark>:<br>1. Pemanfaatan teknologi: Pembangunan kota menyediakan berbagai teknologi untuk mengelola SDA secara efektif, seperti teknologi pembangkit listrik<br>2. Penambahan nilai sumber daya: dengan adanya tingkat penegtahuan dan teknologi yang baik, suatu barang dapat memiliki nilai tambah. Contoh, limbah pertanian/peternakan dapat digunakan menjadi energi biomassa.<br><mark>Dampak [-] pembangunan kota bagi lingkungan</mark>:<br>1. Alih fungsi lahan: Lahan yang awalnya hutan, lahan pertanian dan lahan terbuka hijau berubah menjadi area industri dan pemukiman.<br>2. Polusi: Pembangunan yang padat dapat menimbulkan polusi. Tempat pembuangan limbah manusia menjadi terbatas. Sungai dialihkan sebagai tempat pembuang limbah dll.<br>3. Penyusutan sumber daya: Pemanfaatan berlebihan dari sumber daya yang terbatas mengakibatkan penyusutan sumber daya. Selain itu polusi menyebabkan SDA rusak.<br><mark><br></mark><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-11-06 01:33:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/45180251/vbl9lgx0eqc7ir7f/wish/896448924</guid>
      </item>
      <item>
         <title>3. Pembangunan Berkelanjutan</title>
         <author>45180251</author>
         <link>https://padlet.com/45180251/vbl9lgx0eqc7ir7f/wish/896502264</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut Tjuk Kuswartojo, kota berkelanjutan adalah konsep yang di bangun atsa keyakinan bahwa kehidupan manusia terus berlanjut dan berkembang. Kehidupan yang layak dan berkualitas ini di harapkan dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang. <br>Prinsip-prinsip menuju kota yang berekelanjutan:<br>1. Merumuskan visi jangka panjang kota berdasarkan keberlanjutan, keadilan sosial, ekonomi dan politik dan ciri khas mereka<br>2. Mencapai keamanan sosial ekonomi jangka panjang<br>3. mengenali nilai hakiki keanekaragaman hayati dan ekosistem alami melindungi dan memulihkan kembali<br>4. Memampukan komunitas untuk dapat memperkecil tapak ekologisnya<br>5. membangun karakteristik ekosistem dalam pembangunan dan memelihara kesehatan dan keberlanjutan kota<br>6. Mengenali dan membangun karakteristik khas kota termasuk nilai-nilai kemanusiaan dan budayannya, sejarah dan sistem alaminya<br>7. Memberdayakan masyarakat dan mempercepat peran sertanya<br>8. Memperluas dan memampukan jaringan kerja sama untuk mencapai masa depan bersama yang berkelannjutan<br>9. Meningkatkan konsumsi dan produksi yang mendukung keberlanjutan, melalui penggunaan teknologi berwawasan lingkungan dan manajemen permintaan yang efektif<br>10. Meningkatkan kemampuan untuk melakukan perbaikan secara terus-menerus, berdasarkan pertanggungjawaban, keterbukaan dan penyelenggaraan yang baik</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-11-06 02:04:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/45180251/vbl9lgx0eqc7ir7f/wish/896502264</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
