<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>TGS KLP KLS XII IPS 2 by kasman rejadi</title>
      <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho</link>
      <description>POLA KERUANGAN DESA KOTA</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2016-02-16 22:37:40 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-11-22 14:33:37 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.pics/1/image.webp?t=g_auto&amp;url=https%3A%2F%2Fpadlet.net%2Ficons%2Fpng%2F1f49a.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Liburan ke Sebuah desa di Kab Soppeng </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389382078</link>
         <description><![CDATA[<div>   Soppeng iyalah kampung halaman orang tua saya,<br> dimana soppeng itu  terletak di watansoppeng yang jaraknya sekitar 160 kilometer dari makassar, kapan saya ke soppeng pada saat idul fitri saya kesana bersama ayah,ibu,nenek dan adik saya. di dalam perjalanan kami pun singgah untuk beristirahat sebentar dan sudah itu kami pun melanjutkan perjalanan ke daerah  atau desa tersebut dan bagaimana pemandangan sangat indah pada saat saya menuju di maccile di soppeng , desa maccile terdapat di wilayah akkampeng itu kampung orang tua saya, dan akhirnya kami pun sampe di salah satu rumah keluarga yang ada di akkampeng , kami pun sampai dan saling meminta maaf satu sama lain atas perbuatan yang kurang sopan terhadap mereka.dan pada saat sore hari saya berkunjung di taman kalong , pada saat saya melihat lihat  taman kalong saya bertanyak kenapa<br> Saya : apa itu yang hitam-hitam bergelantung di pohon <br>Ibu saya mejawab :kelelawar<br>Dan saya ingin pergi ke pohon yang ada kalelawarnya  dan ibu beserta om saya bilang hati-hati kalo kesana nanti kena kotoran kelelawar, dan saya pun menjawab ih kenapa kalo kena ki , om saya menjawab kata orang di sini kalo kena kotoran mendapatkan jodoh orang soppeng  , dan saya pun memberanikan diri melihat kalelawar tersebut cukup dekat yang bergelantungan di pohon asam , dan ayah saya pun berkata  kepada saya ini soppeng yang beda dari desa atau wilayah yang ada di kota makassar, dan pada saat  magrib saya kembali  di rumah om saya yang ada di soppeng dan pada saat malam hari sesudah makan malam ibu dan keluarga yang di soppeng ingin pergi kesuatu tempat , keesokan harinya kami pun siap-siap ke tempat tersebut yaitu sebuah yaitu sebuah villa dan arsitektur saya villa tersebut jaman dulu dan om saya berbicara  dulu ini villa di bangun pada tahun pemerintahan hindia belanda dan siapa yang mau tinggal dulunya disini ratu dan putri belanda akan tetapi di batalkan karena kondisi keamanan di sana sangat tidak aman dulu karena perang dunia pertama, dan kondisi sekarang tidak ada yang menempati villa tersebut  dan di jadikan objek wisata kalo pergi ke soppeng sebagai villa yuliana , dan sesudah kami kesana ayah saya ingin berkunjung ke tempat wisata lejja adik pun bertanya mengapa mau ki  kesana ayah ? Dan  ayah saya pun menjawab saya mau pergi  ke permandian air panas  lejja nanti kalo sampe di sana  ada air yang di percayai mengobati penyakit rematik dan gatal gatal , dan akhirnya pun kami sampe ketempat tersebut , pada saat ingin masuk di lejja tarif :10.000untuk orang dewasa dan 3.000 untuk anak-anak , saya bersama keluarga sudah masuk ke tempat tersebut dan saya pun turun di salah satu kolam untuk penyakit , dan pada saat saya selesai saya pun percaya bahwa air panas di lejja ternyata betul  gatal -gatal di kaki saya itu berangsur -angsur membaik dan pada saat itu saya pun percaya kolam tersebut mengatasi penyakit gatal -gatal ,dan keesokan harinya saya pun pulang kemakassar .<br><br>NAMA : NUR WIDYA LESTARI <br>KELAS :XII IPS 2 <br>NOMOR URUT :22<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-09-25 12:17:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389382078</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389867020</link>
         <description><![CDATA[<div><strong><em>“ DESA TERCINTA ( BENDORO ) “<br><br></em></strong>Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) adalah salah satu kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sidenreng. Kabupaten Sidenreng Rappang memiliki luas wilayah 2.506,19 km2.<br>Setiap hari libur atau hari raya lebaran, saya bersama keluarga selalu berlibur di sidrap tepatnya di bendoro karena keluarga dari alm. Bapak saya berasal dari sana. Selama perjalanan menuju bendoro sekitar 4 - 5 jam, kita dapat melihat sawah yang beribu ribu hektar. Saat berlibur kesana, keluarga saya  yang berada di bendoro selalu membuat banyak makanan yang begitu lezat salah satunya makanan ciri khas sidrap yaitu palekko yang terbuat dari bebek. Aktivitas yang selalu saya  lakukan disana yaitu melihat perkembangan kebun yang selalu berbuah seperti kebun cabai, jeruk nipis, dan masih banyak lagi, terkadang saya mengambil buah dari kebun tsb untuk stok di Makassar. Sebelumnya cuaca di sidrap begitu panas tapi entahlah kebun kebun disana begitu cepat tumbuh dan menghasilkan banyak buah. Setelah melihat kebun, saya juga selalu mengintip di kandang unggas yang sudah memilii banyak telur dan sebagian sudah menetas. Keluarga saya yang berada di sidrap tidak repot lagi membeli ayam atau bebek, karena sudah memiliki peternakan unggas. Kadang kala jika sudah waktu untuk panen padi, saya selalu memperhatikan petani menyebar luaskan gabah untuk dijemur dilapangan. Selain memperhatikan petani sibuk menjemur gabah, saya pun berjalan jalan di pabrik untuk melihat bagaimana cara gabah tersebut berubah jadi nasi utuh yang setiap hari dimakan. Pada saat itu, saya diajar untuk bagaimana cara memasuki beras dalam karung dan mendorong karung beras itu di tumpukannya, walau hanya memasuki beras dalam karung terapi saya merasa sangat senang karena bisa merasakan begitu lelahnya pegawai tersebut. Sebelum pulang ke Makassar saya selalu bersinggah di rumah keluarga saya yang lain untuk mengeratkan tali silaturahim. Itulah aktivitas saya selama di desa tercinta dan tersayang<br><br>Sekian dan Terima Kasih<br><br><br><strong>NAMA : ANUGERAH R. KENCANA<br>NO. URUT: 07</strong><br><br></div>]]></description>
         <pubDate>2019-09-26 06:31:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389867020</guid>
      </item>
      <item>
         <title>DESA LAKATONG ( TAKALAR )</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389868417</link>
         <description><![CDATA[<div>NAMA        : ALIKA MAGHFIRANI<br>KELAS        : XII IPS 2<br>NO.ABSEN : 4<br>NISS            : 2017281<br><br>"Apa yang saya lakukan disana?"<br>Hampir setiap bulan saya ke Desa Lakatong dikarenakan ada acara keluarga , Hari besar seperti lebaran,Maulid maupun hanya sekedar mejenguk nenek yang ada disana. Nenek moyang saya orang asli dari desa lakatong. Orang tua saya juga asli dari sana dan juga lahir disana.<br><br>"Dimana letak desa ini?<br>Letaknya ada di. <strong>Lakatong</strong>  <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Desa">desa</a> di <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kecamatan">kecamatan</a><a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Mangarabombang,_Takalar">Mangarabombang</a>, <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Takalar">Kabupaten Takalar</a>, <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sulawesi_Selatan">Sulawesi Selatan</a>, <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a>.<br><br>"Kapan terakhir kali saya kesana?" <br>Kemungkinan terakhir kali saya kesana waktu lebaran idul adha sekalian kumpul acara keluarga"<br><br>" Bersama siapa saya ke desa <strong>lakatong?"<br></strong>Saya selalu bersama keluarga besar saya.<br><br>"Mengapa saya dan keluarga saya ke desa tersebut"<br>Seperti yang saya katakan di paragraf pertama bahwa desa lakatong adalah desa asli nenek moyang saya jadi bisa di katakan bahwa saya asli dari orang sana. Jadi dipastikan saya akan selalu mengungjungi desa tersebut.<br><br>"Bagaimana perjalanan saya ke desa tersebut?"<br>Perjalanan dari makassar ke desa lakatong memakan hampir 2 jam perjalanan. Jika memakai kendaraan pribadi seperti motor dan lalu lintas lancar hanya 1,5 jam saja sudah bisa sampai di desa tersebut. Yap seperti yang kita tahu bahwa perjalana ke desa pasti yang kita lihat dalam perjalanan adalah sawah sawah bagian kiri dan kanan dan jangan lupa banyak sungai sungai juga yang akan kita lihat. Perjalanan ke desa lakatong juga sama seperti itu. Sebelum masuk di desa lakatong kita harus memasuki perjalanan ke dalam desa lakatong tersebut hampir 3-4km dan otomatis kita akan melewati wisata pantai topejawa, dari desa lakatong ke wisata pantai topejawa ada sekitar 1-2km ke perjalanan tersebut. Di desa lakatong banyak terdapat wisata wisata yang jika wisatawan melihatnnya matanya akan segar contoh dari wisata wisata tersebut adalah : 1. Puntondo<br>2.Topejawa 3. Bendungan bissua dan 4. Pulah sanrobengi. Semua tempat tempat wisata tersebut berada di Sebagian wilayah Takalar merupakan pesisir pantai, yaitu sepanjang 74 Km meliputi kecamatan Mangarabombang, Mappakasunggu, SandraBone, Galesong Selatan, Galesong Kota dan Galesong Utara<br><br>~~~ sekian dan terima kasih~~~<br><br></div>]]></description>
         <pubDate>2019-09-26 06:36:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389868417</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Desa Bikeru,sinjai selatan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389868645</link>
         <description><![CDATA[<div> Nama : Tasya Nabila<br>Kelas : XII IPS 2<br><br>Bikeru adalah sebuah desa di kabupaten sinjai, sulawesi selatan, Indonesia. Sinjai selatan merupakan pintu gerbang kabupaten sinjai dibagian selatan yang berbatasan dengan kabupaten bulukumba. <br>Luas sinjai selatan, bikeru adalah : 131,99 km²<br>Kepadatan : 273 jiwa/km²<br>Dari makassar,ibukota provinsi berjarak 195 km² dengan jarak tempuh kendaraan ±4 jam. <br><br>Bikeru adalah tempat dimana nenek saya tinggal. Dan bikeru adalah tempat ayah saya dilahirkan dan dibesarkan. Keadaan bikeru sangat bersih dan asri. Saya biasa berkunjung kesana jika hari lebaran atau hari tertentu. Setiap saya kesana yang paling utama adalah berziarah ke kuburan kakek saya. Lalu keliling ke rumah rumah keluarga saya yang lain yang berada di desa bikeru yang berada di puncak bulupoddo. Didalam kawasan itu terdapat kuburan batu serta ditemukan berbagai jenis benda cagar alam. Di bikeru juga terdapat pabrik beras disana saya melihat pembuatan beras. Saya juga melihat sawah sawah yang terletak di bikeru. Disana masih terdapat pohon pohon yang subur dan udara disana cukup sejuk. <br><br></div>]]></description>
         <pubDate>2019-09-26 06:37:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389868645</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sumpang Labbu, Terowongan Khasnya Bone</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389869236</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama:wahyu hidayat <br>Kelas:Xll ips 2<br><br></div><div>Ayah sya melakukan perjalanan darat dari Kota Makassar ke Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pastinya melewati sebuah terowongan batu yang disebut Sumpang Labbu.<br><br>Jalan poros sepanjang 176 kilometer yang menghubungkan Kota Makassar dengan Kabupaten Bone ini dahulunya dibangun oleh kolonial Belanda konon demi menghindari serangan pasukan Kerajaan Gowa yang tak terima dengan perjanjian Bongaya dan melakukan gerilya di pegunungan bagian selatan pulau ini.<br><br>Namun, setelah sampai di Desa Liliriawang, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, pengguna jalan akan disuguhi sebuah terowongan dan pemandangan indah dengan panorama pegunungan.<br><br>Sumpang Labbu, demikian warga setempat menyebut nama terowongan yang terbuat dari batu cadas ini, Sumpang Labbu berarti Jalan Berdebu dulunya disebut batu goroe atau batu massebboe berarti batu berlubang.<br><br>Proses pembuatan terowongan ini menurut sejumlah warga setempat dilakukan dengan cara dipahat oleh ribuan warga lokal yang dipekerjakan secara paksa oleh kolonial Belanda.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://nyero.id/wp-content/uploads/2018/02/Terowongan-Sumpang-Labbu.png" />
         <pubDate>2019-09-26 06:39:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389869236</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389870808</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Hadriani Rizky<br>Kelas : XII IPS 2<br>Absen : 11<br>NIS : 2017288<br><br>Liburan di Desa Sanjai, Kec. Sinjai Timur✨<br><br>rumusan masalah:<br>1. apa itu desa sanjai?<br>2. dimanakah desa sanjai itu berada?<br>3. siapakah yang saya kunjungi di desa sanjai?<br>4. kapan terakhir kali saya ke desa sanjai?<br>5. kenapa saya pergi ke desa sanjai?<br>6. Bagaimana keadaan desa sanjai?<br><br>pembahasan:<br>Assalamualaikum wr.wb.<br><br>Desa Sanjai adalah desa yang terletak di Kabupaten Sinjai. Desa Sanjai berada di kecamatan Sinjai Timur sekitar kurang lebih dua jam dari Sinjai Utara atau Sinjai Kota. Saya mengunjungi nenek saya yang berada di Desa Sanjai. Terakhir kali saya pergi di desa Sanjai adalah pada saat lebaran idul fitri. Saya ke Desa Sanjai karena ingin liburan dan mengunjungi keluarga saya. Keadaan di Desa Sanjai sangat indah, bersih, dan terdapat banyak sawah-sawah yang bisa membuat kita tenang ketika melihatnya. Di Desa Sanjai terdapat hutan bakau yang biasa orang sekitar sebut dengan Hutan Bakau Takkalala. Yah namanya memang belum begitu familiyar dikalangan wisatawan bila dibandingkan dengan objek wisata hutan bakau yang ada di tongke-tongke kecamatan sinjai timur. Namun, soal pemandangan tak kalah indah dengan hutan mangrove yang ada di desa tongke-tongke kec. sinjai timur karna pengunjung dimanjakan hamparan hutan bakau, serta hamparan air laut yang biru, dari tempat ini juga pengunjung dapat melihat gugusan pulau-pulau yang berada di wilayah kecamatan pulau semblian.<br>Selain Hutan Bakau Takkalala, terdapat pula tempat wisata yang bernama Bukit Vandian. Lokasi Bukit Vandian berjarak sekira 10 kilometer ke arah timur dari kota Sinjai. Tepatnya di belakang Kantor Desa Sanjai. Jika ditarik garis lurus dari arah kantor desa atau tepat di kaki bukit, maka Bukit Vandian hanya berjarak sekira 300 meter, atau hanya sekira 350 meter dari jalan poros Sinjai-Kajang.<br>Dari kedua tempat wisata tersebut, saya hanya pernah mengunjungi Bukit Vandian. Saya belum pernah mengunjungi Hutan Bakau Takkalala.<br><br>Begitulah kira-kira pengalaman saya tentang Desa Sinjai kec. Sinjai Timur.<br><br><br><br>Terima Kasih✨<br><br>(foto : bukit vandian)<br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/396452435/b535d15ecced04051e80be4cac120fcd/1569481846634.jpeg" />
         <pubDate>2019-09-26 06:43:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389870808</guid>
      </item>
      <item>
         <title>DESA LANGNGA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389870858</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama  :  Sartika Wulandari<br>Kelas   :  XII IPS 2<br>Absen  :  27<br>Nis       :  2017308<br>                                   HALLO GUYS💝<br>1.  Apa yang saya lakukan disana ?<br>2.  Dimana lokasi desa tersebut ?<br>3.  Kapan saya terakhir berkunjung ?<br>4.   Siapa yang tinggal di desa tersebut ?<br>5.    Mengapa tempat tersebut sulit ditemukan ? <br>6.   Bagaimana kondisi linkungan di desa tersebut ?<br>                                       <br>                                   <strong>JAWABAN</strong></div><div>                                  <br> Saya akan menceritakan tentang liburan saya di desa </div><div>Seperti yang kita ketahui bahwa di kota makassar sulawesi selatan memiliki banyak kecamatan serta banyaknya juga kabupaten. Salah satu yanģ saya kunjungi dan sering saya kunjungi adalah desa langnga yang dimana desa ini banyak orang yang tidak mengetahuinya , biasa orang akan terheran- heran dimanakah lokasi yang saya sebutkan tersebut , iya jadi desa ini terletak di 📍<strong>Desa langnga,Kecamatan Mattiro Sompe , Kabupaten Pinrang<br>Mattiro Sompe</strong></div><div><a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kecamatan"><strong>Kecamat</strong></a><strong>an </strong></div><div><a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Daftar_negara_berdaulat">Negara</a> |  <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Indonesia"><strong>Indonesia</strong></a></div><div><a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Daftar_provinsi_Indonesia">Provinsi</a></div><div> | <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sulawesi_Selatan"><strong>Sulawesi Selatan</strong></a></div><div><a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Daftar_kabupaten_dan_kota_Indonesia">Kabupaten</a></div><div> | <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Pinrang">Pinrang</a></div><div>Pemerintahan</div><div> • <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Camat">Camat</a></div><div> | -</div><div>Luas</div><div> | - km²</div><div>Kepadatan</div><div> | - jiwa/km²</div><div><a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Desa">Desa</a>/<a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kelurahan">kelurahan</a></div><div> | 7 desa</div><div>2 kelurahan<br><br>Desa ini menurut saya tidaklah besar , lingkungan terbilang hanya orang-orang tersebut saja , dan di desa itulah keluarga saya semua berada <br><strong>1.</strong> Di desa tersebut saya pergi untuk berlibur dengan keluarga saya , awal pertama saya kesana saya sangat senang karena melihat perdesaan yang masih dengan khasnya masih menggunakan rumah kayu ,walaupun ada 1 2 rumah yang sudah modern tetapi saya lebih menyukai tinggal di rumah nenek saya yang masih terbuat dari kayu karena menurut saya itu lah yang saya rasakan perbedeaan antara di kota dan didesa dengan rumah yang sangat khas hanya terbuat dari kayu saja bahkan itupun rumah tersebut bisa dikatakan sangat-sangat kuat terbuat dari kayu yang sangat berkualitas ,selain itu saya pergi berlibur ke pantai ujung tape suasana disana sangatt menyejukkan dan pantainya sangat indah walaupun sedikit kecewa dengan keberadaan disekitar pantai yang dipenuhi sampah plastik dan sampah botol minuman keras , disana masih banyak orang yang meminum-minuman terlarang dan melakukan hal tak sewajarnya dilakukan , orang tua saya menceritan tentang tempat tersebut , ya karena keturunan orang tua saya semua dari desa tersebut, selain itu juga saya melakukan budi daya ikan bolu maupun hewan -hewan lainnya , keluarga saya memiliki empang yang dibudidaya oleh penerusnya dan saya dan sepupu" saya lansung pergi ke empang untuk memancing dan terjun lansung kedalam empang setelah itu saya  dan keluarga saya mengambil hasil pancingan dan lansung dibakar untuk makan siang , senang rasanya mencoba makan khas empang yang masih segar untuk dimakan , walaupun jarak dari rumah nenek saya ke empang lumayan jauh dan tidak bisa ditempuh menggunakan mobil jadi saya dan keluarga saya naik motor untuk masuk ke empang dan jalan kaki menuju rumah kecil dekat empang untuk menyimpan barang.<br><strong>2. </strong>Lokasi desa ini terletak di kecamatan mattiro sompe dan kabupaten pinrang , lokasi ini sulit untuk di jangkau tidak mudah untuk pergi ke desa ini <br><strong>3. </strong>Saya terakhir berkunjung waktu kelas 2 SMA yang lalu dengan keadaan yang masih sama desa tersebut tidak pernah berubah sedikit pun tetap sama saja menjadi desa yang terbilang masih jauh dari kata modern <br><strong>4. </strong>Yang tinggal di desa langnga ini adalah keluarga besar saya yaitu keturunan sawitto , lasinrang , latunrung , rotte , syamsuddin  , di desa langnga ini semuaa keluarga besar saya , tidak ada yang bukan keluarga jadi kalo saya kesana saya tinggal di setiap rumah yang saya mau kerena semua rumah yang ada disana adalah keluarga saya serta keturunan dari keluarga" besar yang ada pada zaman dulu.<br><strong>5.</strong> Desa ini sulit ditemukan , kadang jika saya pergi kesana saya dan rombongan keluarga saya tersesat di tengah jalan dan sulit untuk menemukan jalan keluar lokasinya tidak strategis sulit untuk ditemukan dan jika saya dan keluarga saya tersesat saya dan keluarga saya harus memberi kabar dengan keluarga saya yang ada di desa tersebut untuk mengarahkan keluarga saya masuk ke dalam lingkungan desa langnga tersebut.<br><strong>6. </strong>Lingkungan di desa ini sangatlah ramah dan saya suka di tempat ini yang membuat saya nyaman karena semua keluarga saya , makanan dari daerah ini sangatlah tradisional dan belum ada makanan yang modern" dari desa ini , yang terkenal makanannya adalah bebek palekko cabe hijau yang sangat enak dan membuat saya susah untuk melupakan makanan dari dari desa ini , lingkungan yg sngt ramah satu sama lain dan serta gampangnya mengakses tempat" hiburan tradisional dan di desa ini belum ada tempat yamg modern, di daerah ini gampang untuk mengakses pasar karena dekat  <br>                            <br>                           <strong>Sekian dari cerita liburan saya <br>                            Makasih teman teman aku💝💞<br></strong><br></div><div><br></div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/411135424/b66f50b48ffa7a8e3f4ddb7609de18b4/lang.jpg" />
         <pubDate>2019-09-26 06:43:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389870858</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Liburan ke sebuah desa di Malino</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389871137</link>
         <description><![CDATA[<div>NAMA: ASHILAH SHAFIRA<br>KELAS: XII IPS 2<br>NO. URUT: 09<br><br>Malino adalah sebuah desa terletak di sulawesi selatan, Malino dikenal sebagai desa pariwisata, banyak org dari kota luar yg datang ke malino untuk liburan, saya dan keluarga saya jalan2 ke Malino pada malam tahun baru 2019, disana kami jalan2 di hutan pinus malino, tetapi sebelum jalan2 ke hutan pinus saya bersama keluarga mencari penginapan tak jauh dari lokasi Hutan Pinus Malino. Sesudah nya kami mendapat penginapan, kami menyimpan barang2 yg tidak dibutuhkan untuk ke hutan pinus dan siap2 berangkat ke hutan pinus sambil berjalan kaki menikmati suasana deda malino. Sesampainya di hutan pinus, kami berfoto bersama sebagai kenang2an keluarga, suhu udara nya rendah karna banyak awan kabut di hutan itu karena hutan pinus berlokasi di dataran tinggi. Di hutan pinus tentu banyak hutan pinus dan disana ada taman dan berbagai wahana sederhana untuk anak2 bermain. Setelah ke hutan pinus, kami pun siap2 ke rumah keluarga saya yg tinggal di kawasan desa malino, kami bersilaturahmi sambil bertukar cerita bersama sepupu saya di sana, kami pun istirahat sebentar dan menikmati hangatnya teh panas bikinan tante saya di rumah itu, karna suhunya yg sangat dingin, airmya pun menjadi dingin juga, sampai saya tdk berani mandi di rumah tante saya krna sir nya sangat dingin sampai kami menggigil kedinginan. Sepulang kami dari rumah keluarga saya yg berada di malino, kami pun pergi menuju taman di sekitar villa desa malino, disana tamannya sangat asri, banyak bunga bunga dan tumbuhan2 yg menghiasi taman itu, dan juga banyak pohon pinus disana. Setelahnya kami pun pergi ke warung dekat taman itu, kami pesan beberapa makanan dan minuman untuk mengisi energi kita yg terbuang, seteah kami makan dan kenyang, kami pun pergi ke toko kopi yg ada hewan Luwaknya, kami pergi ke sana naik mobil karna jarak dari penginapan kami ke toko kopi lumayan jauh, kami disana meliat2 hewan luwak dan dapat informasi kalsu biji kopinya itu terbuat dari kotoran hewan Luwak, kami pun memfoto2 hewan luwak itu, binatangnya mirip beruang kecil, ekornya panjang berbelang2 dan ukurannya ada yg besar dan kecil. Karna hari sudah malam tepatnya jam 7 malam, kami pun kembali ke penginapan, istirahat, bersihkan diri, makan malam dan tidur sampai waktunya esok tiba.<br>Pagi hari kami pun bersiap2 kembali ke kota makassar, sebelum kamu kembali ke makassar, kami singgah ke air mancur di kawasan malino bersama keluarga, berfoto2 dan berendam di danaunya, setelah itu kami pun membersihkan diri dan segera pulang ke Kota Makassar.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-09-26 06:44:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389871137</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389871906</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Andi Siti Kalda Azzahra<br>Kelas  : XII IPS 2<br>No urut : 6<br><br>LIBURAN KE DESA CENRANA, KABUPATEN BONE<br>     Bone adalah kabupaten tempat dimana ayah saya dilahirkan dan dibesarkan. Di Kabupaten Bone ini terdapat desa yang bernama desa Cenrana.<br>      Cenrana merupakan desa dimana sepupu serta keluarga-keluarga dari ayah saya tinggal, serta di dekat desa cenrana pula ada sebuah kompleks pemakan dimana orang-orang yang dimakamkan di situ hanyalah orang yang berasal dari keluarga ayah saya, disana pula dimakamkan kakek dan nenek dari ayah saya. <br>       Pada saat libur lebaran Idul Fitri tahun lalu tiba saya serta keluarga saya berniat untuk berziarah kemakam kakek dan nenek saya yg ada di Bone. Pada saat perjalan menuju bone saya mendengar bahwa ayah saya berniat mengunjungi Desa Cenrana yang kebetulan dekat dengan lokasi pemakaman orangtua ayah saya. <br>Pada saat ibu dan ayah saya bercerita saya mendengarkan bahwa ayah saya berkata "yang saya tau kalau kita ingin ke Cenrana apalagi kita mempunyai hubungan darah yang berhubungan dengan masyarakat Cenrana kita wajib melemparkan telur ayam satu biji ke setiap jembatan yang kita lewati, sebagai bentuk ucapan salam kita kepada penunggunya".<br>     Setelah saya dan keluarga saya selesai berziarah ayah sayapun langsung mengatakan bahwa kita akan langsung menuju ke Cenrana<br>      Pada saat sampai disana ayah saya ingin ke rumah keluarga yg ada disana, sesampainya di rumah keluarga ayah saya kami bercerita tentang hal-hal yang telah terjadi dan dialami. Pada saat itu saya teringat sungai yg saya liat selama perjalanan menuju Cemrana, saya lalu menanyakan tentang sungai itu kepada keluarga saya yg tinggal di Cenrana mengenai sungai itu, karena menurut saya sungai itu sangatlah berbeda dari sungai yg pernah saya liat. <br>      Keluarga saya bercerita bahwa sungai itu memang merupakan sungai terpanjang yang ada di kabupaten bone. Lalu saya iseng bertanya "berarti disana banyak buayanya".<br>       Ketika saya menyebut kata buaya saya langsung ditegur oleh ayah saya, bahwa kalo disana kita tidak boleh mengatakan kata "buaya" tetapi "buaja".<br>      Keluarga saya bercerita bahwa disungai itu memang terdapat beberapa buaya hewan tetapi disungai itu pula terdapat buaya jadi-jadian (nda tau ini benar atau tidak, karena itu merupakan kepercayaan masyarakat disana).<br>       Beliau lalu bercerita bahwa dulu ketika pembangunan jembatan putus antara Desa Cenrana dengan Desa yang lain diperbaiki ada seorang mandor yang berasal dari kalimantan bersama seorang anaknya yang tidak percaya tentang cerita masyarakat Cenrana tentang buaya yg ada disana<br>        Suatu sore sang anak dari sang mandor pegi ke pinggir sungai yg sedang dibangunkan jembatan lalu berkata tidak sopan tentang cerita buaya yang ada disana, tidak lama setelag itu sang anak terpleset jatuh kedalam sungai, pada saat itu warga disana berkata "itulah kami sungai memperingatinya, tetapi tetap ngeyel". Beberapa orangpun turun untuk menyelamatkannya tetapi tidak ditemukan, bahkan tim sar pun turun tangan tetapi tetap tak mendapatkannya akhirnya sang mandorpun menyerah dan mencoba mendatangi tetua yg berada di sana. Ketika disana ia di suruh untuk mencari ayam kampung hitam, dan teluar ayam kampung putih sebanyak 3 biji jika sang mandor ingin mendapatkan anaknya kembali, tetapi tidak menjanjikan dalam keadaan masih hidup, dan sang mandormu setuju yg jelas tubuh sanga anak ia dapatkan kembali. <br>       Disaat pencarian tetap dillanjutkan, kata orang2 sekitar sang anak beberapa kali terlihat muncul di permukaan tetapi tubuhnya berada di atas seekor buaya, setiap warga ingin turun mengambil anak itu ketika muncul, anak itupun dibawa turun kembali kedalam air. <br>         Setelah beberapa lama mencari syarat yg diminta akhirnya syarat yg dimintapun didapatkan. <br>Ritual pemanggilanpun diadakan setelah selesai tubuh sang anakpun diangkat naik oleh tubuh seekor buaya yg diletakkan di ekor buaya untuk dikembalikan kepada masyarakat disana. <br>        Setelah mendapatkan anaknya kembali ia pun langsung pulang menuju kalimantan untuk memakamkan anaknya serta meminta maaf atas ketidak sopanannya serta anaknya yg ia lakukan.<br>         <br>Sekian dari cerita saya. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu. <br>        </div>]]></description>
         <pubDate>2019-09-26 06:46:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389871906</guid>
      </item>
      <item>
         <title>LIBURAN KE TORAJA &quot;DESA REMBON&quot; </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389872637</link>
         <description><![CDATA[<div>Saat itu saya sangat antusias karena itu pertama kali saya ke desa dan itu bersama keluarga besar saya.  Saya kesana untuk berjalan-jalan dan juga menghadiri acara pernikahan saudara saya. <br>Tana Toraja<strong> </strong> adalah salah satu kabupaten yang ada di Sulawesi Selatan, yang terletak di daerah pegunungan oleh karena itu daerahnya sangat dingin dan disana sangat banyak sawah-sawah. Pertama kali kesana saya dalam rangka pernikahan saudara saya sekaligus mengunjungi sanak saudara saya yang tinggal disana tepatnya di Toraja bagian desa rembon dan setelah itu saya pun berjalan-jalan ke berbagai tempat wisata yang ada di dekat desa rembon dan juga lainnya.<br>Saat kesana saya datang bersama keluarga besar saya dan untuk sampai kesana saya menggunakan mobil pribadi, dan itu menghabiskan  waktu kira-kira 8jam an  karena kami sering berhenti sejenak untuk beristirahat dan juga makan. Desa Rembon terkenal dengan panaroma alamnya yang indah bila dilihat dari atas puncak batu silaga yang tepatnya berada di Lembang To'pao, Kecamatan Rembon, Tana Toraja. Desa Rembon juga sangat lah indah dan orang-orang disana sangatlah menjunjung tinggi rasa tolong menolong dan gotong royong  seperti misalnya saat itu tante saya  sedang mempersiapkan acara untuk pernikahan saudara saya para tetangga pun datang ada yang membantu untuk memasak, membersihkan dan lainnya. <br>Sebelum pulang kembali ke makassar tante saya mengajak saya dan yang lainnya untuk berjalan melihat sawah dan tempat wisata lainnya disana. <br><br>Nama: Agatha Popy <br>Kelas: XII IPS 2<br><br></div>]]></description>
         <pubDate>2019-09-26 06:48:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389872637</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389872840</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama: Musriani<br>Kls: Xll ips 2<br>Nis: 2017300<br><br>Pertama kali ke desa ta' deang<br><br>       Desa Ta' deang adalah salah satu desa yang berada di maros melewati bantimurung.<br>        Pertama kali saya kesana saya merasa antusias karena tujuan saya kesana yaitu untuk berkemah dengan teman saya. Yang saya lihat pertama kali adalah pemandangan pegunungan yang berjejer indah.<br>       Sebelum saya dan teman saya kesana kami mendapat informasi dari pihak ketua saya bahwa kami akan berkemah disalah satu desa di daerah maros. Saya terlebih dahulu meminta persetujuan kepada orang tua saya dan orang tua saya tidak keberatan akan hal itu.<br>         Setelahnya kami sampai dalam waktu 2 jam lebih perjalanan saya sangat terpukau akan pemandangan yang indah dan udaranya sangat segar. <br>       Tempat perkemahan saya berdekatan dengan sungai dan goa. Suasana yang bagus didukung dengan penduduknya yang ramah seakan saya tidak ingin pulang saja rasanya.<br>        Udara pada saat itu sangat mendukung kita yang berkemah. Pada pagi hari udara disana sangat dingin sampai sampai selimut yang kami gunakan tidak mempan :).<br>         Pagi kami diawali dengan bercanda ria sambil meminum teh hangat diudara yang dingin itu. Kami mandi disungai bersama sama, makan bersama sama tidak ada yang kami lewatkan tanpa bersama. <br>       Disana kami menikmati suasana yang indah dan tumbuhan disana sangat bagus mereka tumbuh dengan indah disana juga terdapat goa yang katanya didalam goa tersebut terdapat hewan yaitu ular dan monyet. Beberapa hari kami disana kami tidak melihat seekor monyet satupun yang kami lihat hanya seekor ular yang sangat besar dan penduduk disana mengatakan itu hal yang biasa asal jangan mengganggu saja.<br>     Pokoknya desa ta' deang yang saya kunjungi pada saat itu adalah desa yang sangat indah dan suasana disana sangat dingin sampai kita ingin berkunjung disana lagi dan lagi.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-09-26 06:49:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389872840</guid>
      </item>
      <item>
         <title>DESE LEMBANNA MALINO</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389873929</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Lokasinya yang berada di dataran tinggi, membuat Malino, menjadi salah satu daerah yang memiliki hasil pertanian melimpah di Sulawesi Selatan.</strong></div><div><strong>Seperti di Lingkungan Lembanna, Kelurahan Pattapang, Kecamatan Tinggimoncong, Gowa.Jaraknya hanya 15 menit dari kawasan hutan pinus di Kelurahan Malino lewat jalan Poros Tinggimoncong-Sinjai.</strong></div><div><strong>Untuk mencapai Lembanna yang lebih sering dikenal menjadi lokasi pendakian di anak kaki Gunung Bawakaraeng, kita harus berbelok kekanan. Jalur yang berkelok, nanjak dan menurun, didukung pemandangan pegunungan bukit jadi pengobat rindu tersendiri terkhusus mereka pencinta alam.Masuk kearea kampung, sejauh mata memandang, perkebunan sayur milik warga sekitar menjadi pemandangan.</strong></div><div><strong>Disini, biasanya warga yang datang bisa langsung berbelanja sayur dengan memetik langsung dari kebunnya. Dan sensasinya itu hanya bisa dirasakan bagi mereka yang memang senang berkebun. adapun hutan pinus di desa lembanna yang dijadikan tempat camping tak jarang pula diadakan acara di hutan tersebut banyak wisatawan yang camping disana jg terlebih pada waktu akhir pekan orang" gemar camping di sana sebab pada pagi hari kita akan disambut dengan kabut yang menyelimuti sekitar hutan, adapun air terjun yang dapat kita temui tak jauh dari lokasi tenda kita hanya harus tracking sekitar 10 menit<br><br>nama : salsa mutmainna<br>kelas: xii ips 2<br>no urut: 27<br></strong><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://statik.tempo.co/data/2016/05/07/id_504403/504403_620.jpg" />
         <pubDate>2019-09-26 06:53:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389873929</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389874369</link>
         <description><![CDATA[<div>NAMA:NURUL PUTRI RAHMADANI<br>KELAS:XII.IPS 2<br>NO URUT:23<br>NIS:2017304<br><br>LIBURAN KE MALINO<br>malino merupakan tempat kunjungan yang biasa saya kunjungi sekaligus tempat kelahiran dari ibu saya.<br><br>malino merupakan desa yg dikenal atau yang biasa disebut dengan kota bunga sebagai ciri khasnya.<br>malino adalah kelurahan yahg terletak di kecamatan tinggimoncong,kabupaten gowa,sulawesi selatan.  malino dikenal sebagai tempat pariwista.Daerah yang terletak 90km dari kota makassar ini merupakan salah satu objek wisata alam yang mempunyai daya tarik yang banyak diminanti oleh masyarakat ataupun para wisatawan.<br>Di wisata malino sendiri,terdapat hutan wisata berupa pinus yang tinggi berjejer di antara bukit dan lembah.kawasan tersebut terkenal sebagai kawasan rekreasi dan wisata .malino memiliki gunung-gunung yang sangat kaya dengan pemandangannya serta berbagai tanaman tropis yg indah yg menjadikan malino sebagai  kota bunga.tidak hanya hutan pinus saja,malino memiliki banyak tempat wisata yang sangat menarik<br><br>malino memiliki suhu yang terbilang dingin,apalagi orang-orang atau wisatawan yg baru saja berkunjung di malino pasti merasakan kedinginannya,suhunya bisa mencapai 10 derajat celcius-26 derajat celcius.<br><br>malino disebut dengan kota bunga karena keindahan tanaman tropisnya yang subur yang dapat membuat para wisatawan tertarik untuk berkunjung.Suhu nya yang terbilang dingin di karenakan banyak gunung-gunung serta lembah di sekitarnya.di malino juga terdapat jalan menanjak yg berkelok kelok yg melintas di antara deretan pegunungan dan juga lembah <br><br>terakhir saya berkunjung ke malino pada saat liburan bersama teman-teman saya.saya mencari penginapan untuk 3 hari,pada saat itu saya bersama teman-teman saya menginapi sebuah rumah selama 1 hari setelah keesokan harinya kita mencari tempat penginapan yg lebih bagus karena tempat sebelumnya teman-teman saya tidak merasa puas krna fasilitasnya,meskipun banyak hal-hal yg kita lewati diluar dugaan kita sangat merasa senang krna kesolidan kita.setelah kita melewati hal-hal itu saya dan teman” saya  mengunjungi berbagai tempat wisata yang ada di malino yaitu hutan pinus dan juga air terjun takapala.di air terjun takapala sendiri letaknya di tengah-tengah kawasan hijau yg sejuk dan juga segar.di kawasan ini kita  bisa menikmati pemandangan dari air terjun takapala yg memberikan sensasi yg menyenangkan.di tempat ini juga di temui warung” yang menyediakan berbagai makanan atau oleh”.oleh” yg menjadi ciri khas malino adalah dodol,markisa dan juga tenteng.<br>banyak cerita yang indah yg sangat bermakna jika kita mungunjungi malino ini apalagi berkunjung di tempat-tempat wisata yg ada di malino,keseruan dapat kita rasakapan apalgi bersama dengan teman-teman ataupun keluarga.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/412333812/77a72822dbbae8d1374f294a6cd33b43/B03F50F2_E51D_4238_B259_4C70D73AB5F9.jpeg" />
         <pubDate>2019-09-26 06:54:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389874369</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389874590</link>
         <description><![CDATA[<div>LIBURAN KEBIRA<br><br>Nama:SRI NUR ANNISYAH R<br>Kelas:XII IPS 2<br><br></div><div>Pada liburan sekolah semester kemarin saya dan keluarga berkunjung ke Tanjung Bira. Sudah lama kami berencana untuk liburan tapi baru kali ini terwujud. Bira terkenal dengan pantainya yang indah dan pasir putih yang begitu bersih dan lembut. Perjalanan dari Makassar ke Bira menempuh waktu ± 4 jam. Sehari sebelumnya dengan semangat saya mempersiapkan segala keperluan yang akan dibutuhkan.  Jadi disana saya hanya bermain pasir dan berenang. Sambil foto foto pastinya.<br>Matahari Bira disiang hari sangatlah terik. Tapi<br> tidak menyurutkan semangat saya dan <br>keluarga saya untuk segera terjun. Awalnya <br>saya agak ragu untuk turun kelaut. Melihat warna birunya laut yang sangat menggoda <br>sehingga saya dengan rela  membiarkan <br>kulitku semakin gosong.   Aroma khas pantai,<br> langit biru yang indah, pasir putih yang begitu <br>lembut dan ombak bergulung yang begitu <br>rapinya sehingga membuat saya semakin <br>mantap untuk segera menceburkan diri kelaut.<br>Tak terasa sudah 2 jam lebih saya dan keluarga bermain dipantai Perut sudah mulai keroncongan pertanda harus di beri asupan makanan. Nasi kuning sudah siap menjadi santapan yang nikmat buatan mamaku sendiri Dan yang tersisa rasa kenyang. Masih belum merasa puas bermain air, sayapun kembali turun. Rasanya enggan untuk beranjak bila sudah terbuai oleh ombak yang tenang. Saya kembali tersadar kalau ciptaan Tuhan memang luar biasa. Sayangnya waktu begitu cepat beranjak. Saya dan keluarga harus beranjak meninggalkan pantai dan segera membersihkan diri. Kami harus pulang sebelum malam.saya pun dan keluarga berkemas sembari bersiap untuk kembali kemakassar.tepat sebelum magrib saya kan keluarga berangkat pulang, dimobil saya sekelurga terus bercerita betapa indahnya wisata yg ada disulawesi ialah pantai bira itulah liburanku bersama keluarga.</div>]]></description>
         <pubDate>2019-09-26 06:55:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389874590</guid>
      </item>
      <item>
         <title>desaku</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389874628</link>
         <description><![CDATA[<div>nama : Almira Tri Juwita<br>nis :2017282<br>pengalaman pertama kali ke desa solewatu di kecamatan tinondo,  kolaka utara. <br>hadirnya saya di sini untuk menceritakan tentang desa di solewatu. perjalanan ke desa solewatu bisa mencapai 3/4jam an perjalanan dari kota kolaka, awalnya saya ke kolaka untuk merayakan hari raya idul fitri bersama keluarga. sehari setelah lebaran saya sekeluarga pergi ke makam oma dan opa saya yang berada di kecamatan mowewe (kalau tidak salah, hehe), jalanan ke mowewe dulunya dipenuhi pepohonan disepanjang pinggir jalan yang membuat udaranya masih terasa sejuk saat itu, begitupun jalanan ke desa solewatu terakhir saya kesana masih rindang banyak pepohonan dipinggir jalan (gatau kalau sekarang). di solewatu saya mengunjungi rumah om saya (adik dari mama saya) sekeluarga mereka tinggal disana.<br>terakhir saya kesana di sekitar rumah  om saya sebagian rumahnya msh ada yang terbuat dr serat pohon,tapi ada juga yang sudah terbuat dari batu merah. jalanannya dulu masih terbuat dari bebatuan belum teraspal jadi, disana orang tidak bisa ngebut. disana juga banyak terdapat pohon kelapa,salah satunya berada di samping rumah om saya jadi, disana kita kenyang air kelapa. didesa solewatu banyak terdapat merica, sebagian orang disana mempunyai perkebunan merica dan juga beras, jadi setiap saya kesana pasti pulang-pulang dapat oleh2 merica.<br>terakhir saya kesana kondisinya sedikit gersang karena belum banyak pepohonan di sekitar rumah om saya, seingat saya disana cukup bersih juga. di solewatu saya hanya berkunjung ke rumah om saya, jadi saya gatau apakah disana ada tempat wisata atau semacamnya, hehehhe.mungkin cuman segitu yang bisa saya ketik kali ini, kalau ada yang salah atau kurang mohon dimaafkan, hehe. <br>~Terima Kasih telah membaca~</div>]]></description>
         <pubDate>2019-09-26 06:55:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389874628</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Liburan  Ke Desa Galesong Utara </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389875297</link>
         <description><![CDATA[<div>Popy aprianti amir<br>Xll ips 2<br>Pada saat itu saya dan keluarga saya berkunjung ke Desa galesong utara tepatnya di desa bontorannu.ini pertama kali saya berkunjung setelah sekian tahun,karena ini kali pertama saya jadi saya sedikit heran dengan suasananya dengan tenang dan sangat sejuk karena adanya tumbuhan-tumbuhan yang sangat hijau dan sejuk banyaknya padi yg masih sangat hijau dan juga ladang orang-orang di desa itu yg sangat hijau dan menarik untuk objek berfoto dan berselfi bersama keluarga bukan hanya itu ada juga kuliner yg sangat megunggah selera untuk melahap makanan itu karena budidaya menunya yg sangat sehat,higenis                            Disini menggunakan alat-alat yg masih sangat tradisional sekali,proses pengelolahannya sangat manual sekali dan tradisional.<br>Pengalaman YG sangat mengesankan pada saat saya dan keluarga saya berkunjung ke tempat permandian dan pasar tradisionalnya.<br>Pada pagi hari saat cakrawala menyambut dengan sangat sejuk dan segar sangat cocok untuk bersantai bersama keluarga dengan seduhan the hangat dipinggir sawah.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-09-26 06:58:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389875297</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Desa Barang, Kec Liliriaja, Kab Soppeng</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389878054</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama    : Alfreda Surya Aidina<br>Kelas     : XII IPS 2<br>No Urut : 3<br>1. Kampung Dimana saya merasa tenang<br>Jawab: Desa Barang adalah sebuah desa yang terletak sekitar 25 km dari watansoppeng, tempat ibu saya dilahirkan. Sewaktu kecil waktu berumur 4 tahun saya tinggal di desa selama 3 tahun. Cuaca yang dingin dikarenakan tempatnya cukup tinggi sekitar 600 m diatas permukaan laut yang membuat tubuh bocah kota ini harus beradapatasi dengan lingkungan gunung. Tak bisa berkomunikasi dengan orang orang karena perbedaan bahasa membuat saya harus mempelajari bahasa orang lain, sesuai kata pepatah Dimana Bumi Dipijak Disitu Langit Dijunjung. Saya mempelajari bahasa bugis walau cuman dasarnya saja seperti : iko,manre, dan tabe.<br>Di desa saya belajar tata krama yang belum pernah saya dapatkan di kota seperti budaya tabe' dan malu. Selama 3 tahun disana saya bermain bola dengan teman baik saya Fikri hingga sekarang bersama juga dengan para anak anak dari desa lonrong. Setelah kembali ke makassar saya cuman berkunjung disana setiap ada perayaan keluarga dekat dan perayaan eid fitri dan kurban dan juga liburan panjang sekolah di makassar. Selama berkunjung disana saya diajarkan oleh kakek saya sebelum saya sunat saya harus menjaga 3 hal : Cappa Lalli (ujung lidah), Cappa Kawali (ujung keris) dan Cappa Lase (ujung kemaluan). Walau tidak dimengerti oleh saya yang baru berumur 12 tahun tapi saya disunat karena cuma ingin dikasih uang 400 ribu dari ambokku.<br>Setelah bermain bola, dan belajar naik motor disana saya pasti mengaji di rumah nenek saya, Indo Cua. Dipanggil Indo Cua karena dia itu Nenek Tua di desa saya. <br>Saya juga melihat bahwa cuman kota yang beragam disana saya melihat kerukunan antar beragama, saya mengunjungu gereja protestan dibelakang dusun platoon, tante duha selalu mengajar kesaya bahwa kristus adalah penyelamat, walau tante duha cukup religius dia juga merayakan sunat anaknya dan kurban bersama orang islam. <br>Pada saat Smp, saya melihat dusun saya dipadamkan listriknya karena warga tidak mendukung kerabat bupati jadi kepala desa sehingga penduduk dusun saya marah dan terjadi perang antar dusun didesa saya. Saya sangat ketakutan disitu bahkan saya ngeri melihat ambo saya bersimpah darah.<br>Saya juga membantu orang orang ketika mengangkat rumah kayu disitu saya sangat kelelahan walau sudah dibantu ratusan orang tetapi saya mendapat ballo manis dan makan enak<br>Banyak pengalaman yang saya dapat dari desa ibu saya berasal, pemikiranku mengenai desa itu kolot berubah menjadi sesuatu tempat yang penuh ketenangan jauh dari kota yang begitu dinamis dan berubah ubah.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/412339360/6f55aac1dbdd09df4cfbe2624ec2aecc/images.jpg" />
         <pubDate>2019-09-26 07:09:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389878054</guid>
      </item>
      <item>
         <title>liburan di desa cimuncang </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389878514</link>
         <description><![CDATA[<div>NAMA : Azzahra rizqi primawalda<br>NIS. : 2017313<br>ABSEN : 32<br><br>Cimuncang adalah salah satu desa yang terletak di sumedang jawa barat letak spesifiknya adalah di kecamatan Malausma, Majalengka, Jawa Barat, Indonesia. Desa ini adalah desa tempat kelahiran ayah saya, setiap menjelang lebaran atau acara saya dan keluarga ke sana untuk menjenguk nenek dan berlibur.<br>Menurut saya perjalanan untuk kesana sangat melelahkan dari makassar saya dan keluarga harus ke jakarta terlebih dahulu, waktu perjalanan makassar-jakarta  bisa di tempuh 2 jm dengan pesawat terbang setelah itu terkadang kami di jemput oleh om saya untuk melakukan perjalanan dari bandara soekarno hatta menuju kota bandung untuk melakukan istirahat apabila terlalu larut namun jika sempat kita langsung melanjutkan perjalanan ke kota sumedang <br>Dengan masuk ke tol dalam kota jakarta setelah itu masuk ke tol cikampek dan disambung ke tol cipularang keluar tol di daerah sanca indramayu dan langsung ke cimuncang.<br>Lama perjalanan dari bandara ke cimuncang sekitar 2.5 jam s/d 4 jam<br><br>Keadaan di desa cimuncang masih di bilang asri , udara di sana juga masih di bilang segar apalagi kalau pagi dan malam sangat dingin kenapa karena di sana masih rindang dan banyak di tumbuhi pohon pohon di sana juga terdapat gunung berapi yaitu gunung tampomas di dkt gunung terdapat sumber air panas, pada malam hari sekitar pukul 19.00 orang orang sudah tidak ada yang berkeliaraan mereka sudah menutup pintu masing masing dan beraktivitas di dalam rumah toko toko pun ikut tutup tidak ada yang buka. Warganya masih menerapkan sistem siskamling atau ronda malam mengelilingi kampung  dan pada pagi hari orang orang mulai beraktivitas pada pukul 06.00  ada yang ke sawah, menjual di pasar ataupun sebagai pembuat keripik. Pasar disana masih terlihat tradisional karena masih menggunakan lapak kayu dan terpal dan pada pukul 05.00-10.00 terdapat orang yang menjual bahan bahan makanan seperti ikan dan sayur dan untuk yang menjual pakaian atau perlengkapan rumah lainnya buka dari jam 08.00 - 13.00  dan dinyatakan tutup pada 15.00 Mata pencaharian orang orang di sana untuk penduduk asli masih mengandalkan sawah atau peternakannya serta membuat keripik yang bernama “ opak” sebagai mata pencarian dan untuk penduduk yang sudah modern membuka lahan untuk wisatawan berkunjung seperti permandian air panas dan pemancingan. di sana juga yang paling terkenal dengan pertujukan kuda gendongnya dan pangakalan kuda warga di sana apabila ada yang melakukan jahatan seperti khitan akan di bawa untuk naik kuda berkeliling kampung dan memakai pakaian adat biasanya ini untuk anak anak kecil.<br> <br>Keadaan desanya begitu karena warga atau penduduk asli masih mengikuti budaya yang ada dan masih mengandalkan hasil alam untuk mata pencaharian serta. Penduduk di sana berfikiran jika pada malam hari sangat tidak baik untuk orang orang beraktivitas pada malam hari dan pada malam hari di gunakan untuk berkumpul dengan saudara</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-09-26 07:10:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389878514</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Desa Bulu Jayaa</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389879241</link>
         <description><![CDATA[<div>NAMA  :MUH AGUNG RENALDY<br>NIS.      :2017295<br>KELAS :XII IPS 2<br><br>Waktu pertama kali sayaa ke "Desa Bulu Jaya" <br>Saya merasakan perjalanan yang sangat jauh Dan kita pun singgah sejenak untuk beristrhat di pinggir Jalan selepas Sholat Duhur kita pun melanjutkan perjalanan Ke "DESA BULU JAYA" Dan di perjalanan kami melewati Swiping Zebra Dan diantara salah satu dari kami Ikut di tilang karena tidak memasang Plat DD Selepas itu Kami pun melanjutkan sebuah perjalan menuju ke Desa bulu jaya,Sesampai di tujuan Kami pun beristrhat Dan menikmati pemandangan yang begitu indah disana kita dapat merasakan Yang namanya kebersamaan Di bawah "SENJA" yang begitu Wow...Selepas magrib kami pun bersiap-siap untuk Pulang dari DESA BULU JAYA KE MAKASSAR, Salah satu dari kendaaran kami ada yang mogok karena kehabisan bensin akhirnya kita menemukan SPBU Di Takalar Selepas Isi bensin Saya dan kawan2 melanjutkan sebuah perjalanan Untuk Pulang ke makassar. (Singkat Cerita) <br>Sesampai di kota makassar Kami pun pulang ke rumah masing-masing....<br>Dari situ saya dapat berfikir KEBERSAMAAN ITU DI SAAT BERSAMA SAHABAT-SAHABAT TERCINTA DI BAWAH INDAHNYA SENJA YANG BEGITU KEREN ILOVYOU MYFRENDD <br>-CHOLAS<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/394664613/c366f63a510e248b6b6c8e2feb07738c/IMG_20190926_151248_660.jpg" />
         <pubDate>2019-09-26 07:13:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389879241</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389879569</link>
         <description><![CDATA[<div>Assalamualaikum Wr Wb</div><ul><li>MUH REZQY UTAMA PUTRA</li><li>2017298</li><li>XII IPS 2</li></ul><div><br>MARIORIAWA KABUPATEN SOPPENG<br><br>Kecamatan Marioriawa adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Soppeng, yang dahulunya merupakan sebuah kerajaan mandiri dan berdiri sendiri dalam naungan <a href="https://id.m.wikipedia.org/w/index.php?title=Konfederasi_Watansoppeng&amp;action=edit&amp;redlink=1">Konfederasi Watansoppeng</a> (Soppeng). Walaupun Mario Riawa berada dalam naungan Konfederasi Watan Soppeng, pada masa pemerintahan La Pawiseang Datu Soppeng VII, Mario Riawa keluar dari konfederasi tersebut dan Mario Riawa bergabung ke dalam <a href="https://id.m.wikipedia.org/w/index.php?title=Konfederasi_Wajo&amp;action=edit&amp;redlink=1">Konfederasi Wajo</a> yang pada saat itu dipimpin oleh Arung Matoa Wajo Lataddampare. <br>Luas</div><div> | 320 km²<br><br></div><div>Kepadatan</div><div> | 86 jiwa/km²<br><br></div><div><a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Desa">Desa</a>/<a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kelurahan">kelurahan</a></div><div> | 5 desa<br>5 kelurahan<br><br><br></div><ol><li><a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Attang_Salo,_Marioriawa,_Soppeng">Kelurahan Attang Salo</a></li><li><a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Batu-batu,_Marioriawa,_Soppeng">Kelurahan Batu-Batu</a></li><li><a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Bulue,_Marioriawa,_Soppeng">Desa Bulue</a></li><li><a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kaca,_Marioriawa,_Soppeng">Kelurahan Kaca</a></li><li><a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Laringgi,_Marioriawa,_Soppeng">Desa Laringgi</a></li><li><a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Limpomajang,_Marioriawa,_Soppeng">Kelurahan Limpomajang</a></li><li><a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Manorang_Salo,_Marioriawa,_Soppeng">Kelurahan Manorang Salo</a></li><li><a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Panincong,_Marioriawa,_Soppeng">Desa Panincong</a></li><li><a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Patampanua,_Marioriawa,_Soppeng">Desa Patampanua</a></li><li><a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Tellulimpoe,_Marioriawa,_Soppeng">Desa Tellulimpoe</a></li></ol><div>Semoga berkah.<br>Assalamualaikum Wr Wb</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/412339882/470184d14c4edd3c63c0f7981b039c11/administrasi_soppeng11.jpg" />
         <pubDate>2019-09-26 07:14:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389879569</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aku dan ceritaku di Tombolo</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389880648</link>
         <description><![CDATA[<blockquote>NAMA : INDRIYANI SYAFITRI<br>NIS : 2017291</blockquote><div><br>Kali ini, saya akan menceritakan pengalaman saya saat berlibur ke tombolo.<br>Tombolo adalah daerah yang melewati malino. Saya kesana bersama keluarga saya. Sebenarnya, kami kesana untuk mengunjungi om saya sekalian berlibur pada hari ketiga lebaran. Kami berangkat dengan 4 mobil.<br>Kami berangkat dari makassar pada bulan juli 2016. Tepatnya 3 tahun yang lalu. Kami sampai disana pada siang hari karena kami sempat singgah untuk berbelanja dan beristirahat saat di malino. Disana dingin, lebih tepatnya sejuk. Saat itu arus sangat padat, mungkin karena itu adalah hari lebaran ketiga dimana semua orang masih berlibur. Sesampainya di rumah om saya, kami langsung disajikan minuman dan makanan ringan seperti kue kering. Jalan ke rumah om saya bisa dikatakan lumayan kecil, karena hanya satu mobil yang dapat lewat. Namun, orang-orang disana sangat ramah.<br>Setelah beristirahat, kami pergi ke air terjun. Kata sepupu saya, letaknya tak jauh dari lokasi kita. Kami pun berjalan kesana. Samping kanan kiri adalah pohon dan jurang. Sangat sejuk, namun sepi. Bisa dikatakan hanya ada beberapa orang atau pengendara yang lewat. Kami berjalan sangat jauh. Saya baru tau kalau dekatnya orang tombolo itu sangat jauh :(<br>Kami pun sampai di air terjun tersebut (lupa namanya). Kelelahan terbayarkan. Tidak ada pembayaran saat ingin masuk. Hanya saja jika membawa kendaraan,  kita harus bayar parkir. Suara deru air terjun terdengar damai di telinga. Alam sedang memainkan musiknya. Sangat tentram. Orang-orang disana menjaga tempat tersebut dengan baik. Tidak ada sampah plastik bersebaran. Airnya bersih. Mereka pergi bersama pasangan ataupun keluarga mereka.<br>Kami mengambil gambar untuk dijadikan kenangan. Telah menjelang magrib, kami akhirnya kembali ke rumah. Kami berjalan namun, jalan yang ditempuh adalah tanjakan.<br>Kami sampai tepat saat adzan berkumandang. Melaksanakan kewajiban. Lantas bercerita kembali, beristirahat setelah perjalanan yang melelahkan. Pukul 21:30 kami pamit untuk pulang. Kami tidak menginap karena jumlah kami yang lumayan banyak diperkirakan tidak mencukupi rumah tersebut.<br>Perjalanan pulang, kami jalan berjajar. Ada satu mobil yang menjadi pemandu, memberitahukan bila ada lubang ataupun semacamnya. Kami tiba di makassar tengah malam. Berpisah dipertengahan jalan dan pulang dirumah masing-masing. <br><br>Sekian dari cerita saya. Kurang dan lebihnya mohon dimaafkan. TERIMAKASIH~</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/394664884/e298826bf21f0274f8801b62046d8895/IMG20160707173427.jpg" />
         <pubDate>2019-09-26 07:17:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389880648</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389882979</link>
         <description><![CDATA[<div>LIBURAN KE KAMBO HIGHLAND DI PALOPO<br>ULFA AFRIYANTJ AGUS<br>XII IPS 2<br><br>Tugas geografi<br> Kambo highland,menjadi wisata primadona baru di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel).<br>Wisata yang menawarkan panorama alam pegunungan ini menjadi daya tarik warga untuk terus berkunjung.<br>Ditempat ini kita juga dapat melihat pemandangan Kota Palopo dari ketinggian. Kolam renang yang berada ditengah lokasi menjadi daya tarik utama warga untuk berkunjung.<br><br>Selain itu hal menarik lain adalah tempat ini memiliki vila yang berbentuk lumbung adapun kolam renang berbentuk gitar<br><br><br> Ada juga restoran yang akan menyediakan aneka ragam makanan dan kafe yang cocok untuk menikmati kopi.<br>Pemilik wisata Kambo Highland, Halifa mengatakan, untuk masuk menikmati keindahan alam masyarakat hanya perlu merogoh kocek senilai Rp 35 ribu per orang.<br>"Untuk sementara restoran masih dalam <br>pembangunan. Yang hanya ada cafe yang <br>menyediakan beberapa macam cemilan dan makanan," katanya.<br><br>Sementara untuk menggunakan fasilitas vila warga harus membayar senilai Rp 750 ribu. Itu sudah termasuk makanan yang disediakan.<br>"Vila dapat memuat delapan orang juga difasilitasi dengan AC, televisi dan beberapa fasilitas lainnya," tuturnya.<br>Jarak Kambo Highland dari pusat Kota Palopo cukup dekat. Tepatnya berada di Kelurahan Kambo, Kecamatan Mungkajang. Jika menggunakan mobil atau motor hanya ditempuh dengan waktu 15 sampai 20 menit.(*)<br><br><br><br><br><br></div>]]></description>
         <pubDate>2019-09-26 07:23:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/389882979</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Desa Bonto birao (pangkep)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/390485722</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : jaya adriansyah halim<br>Kelas  : xii ips 2<br>Nis/nourut : 2017292/14<br><br>Assalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh<br>Sebenarnya nama desa itu bukan desa bonto birao, sy tdk tau nama desanya, tp desa itu lewat desa bonto birao, nah saya akan menceritakan perjalanan saya kesana, tujuan saya kesana itu ke Bukit Pa'bo </div>]]></description>
         <pubDate>2019-09-27 11:58:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/390485722</guid>
      </item>
      <item>
         <title>BARAKA,ENREKANG🖤</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/390855415</link>
         <description><![CDATA[<div><br>nama : ayu amalia<br>kelas : XII IPS 2<br>nis/no.urut : 2017287 / 10<br><br>Assalamulaikum wr. wb<br><br>desa baraka bertempat di kabupaten enrekang, yang merupakan kampung halaman mama saya. saya ke baraka mungkin hanya 3 kali sampai saat ini. terakhir kali saya kesana 3 tahun yang lalu. <br><br>awal saya menginjakkan kaki ke tanah baraka itu saat umur saya masih 10 tahun, kelas 5 SD. saat itu liburan sekolah. seharusnya saya tidak ikut saat itu, karena saya fikir akan membosankan tinggal di kampung. tapi dengan paksaan mama saya, akhirnya saya ikut. diperjalanan yang saya lakukan hanya tidur, bangunpun saya tidak niat untuk mengeluarkan suara. sesampainya disana saya bertemu dengan nenek saya, dia bertanya dengan menggunakan bahasa yang tidak saya mengerti (bahasa duri), saya hanya mengiya-iyakan saja dan tersenyum. kufikir tinggal dibaraka akan membuat saya suntuk, nyatanya tidak. Disana sepupu saya selalu mengajak saya mengelilingi baraka. dimulai dari pergi kepasar untuk membantu nenek saya berjualan sepatu, mengelilingi sekolah sepupuku, hingga kami menaiki bukit yang saya tidak tahu namanya. penduduknya juga ramah, kendaraannya kurang jadi masih sedikit polusi udaranya. disana, saya hanya melihat beberapa orang yang merokok. saat malam haripun, kami sudah dilarang keluar rumah untuk bermain, katanya banyak hantu yang berkeliaran. 8 hari disana rasanya tidak cukup, yang awalnya saya takut akan tidak nyaman akhirnya saya tidak rela kembali ke kota. kalau- kalau tidak ingat sekolah saya, saya pasti menetao lebih lama.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/401851388/63db2230723f0c4c8788238ef6a4f83e/IMG_6105.jpg" />
         <pubDate>2019-09-28 12:40:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/390855415</guid>
      </item>
      <item>
         <title>klasifikasi desa</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/390872389</link>
         <description><![CDATA[<div>nama : ayu amalia (aiu)<br>no. urut : 10<br>• <strong>ciri ciri desa<br>1. secara fisik<br></strong>     didesa baraka masih memiliki banyak pohon yang rindang, masih banyak sawah yang terbentang luas, memiliki tanah yang subur, dan masih memiliki udara yang segar karena baraka merupakan salah satu desa di enrekang yang bebas asap rokok.<br><br><strong>2. secara sosial<br></strong> -sistem kekerabatannya erat, masih berlandaskan kekeluargaan. contohnya : saat saya kesana, dihari pasar banyak masyarakatnya saling tolong menolong mengangkatkan barang jualan pedagang lainnya.<br>-pola kehidupannya di atur kondisi alam<br>contohnya : pedagang yang menjual dipasar hanya akan berdagang saat hari pasar.<br>-mata pencahariannya homogen<br>contohnya : masih banyak ditemui petani. guru dan pedagang hanya sebagian.<br>-terikat adat istiadat<br>contohnya : membantu tetangga mempersiapkan kebutuhan saat mengadakan acara hingga selesai.<br>- pola pikir tradisional<br>contohnya : memiliki daya juang yang tinggi, memiliki kekayaan alam yang melimpah untuk memenuhi kebutuhan.<br><br><strong>•klasifikasi desa<br></strong>menurut saya, desa baraka merupakan desa swasembada. karena, interaksi masyarakatnya dengan masyarakat luar sudah lancat untuk perekonomian perdagangan maupun teknologi.<br>contohnya : nenek saya yang sering memesan atau membeli sepatu dari makassar melalui online untuk dijual kembali.<br><br>•<strong>pola keruangan<br></strong>- pola memusat, terdapat didaerah pegunungan.<br>-pola mengikuti jalan raya, biasanya di temui di pinggiran jalan.<br><br>•<strong>fungsi dan potensi<br>-fungsi<br></strong>menurut saya, baraka menjadi desa yang hiterland.karena,desa bisa menjadi hinterland dimana desa biasanya lebih banyak memproduksi dibanding mengkonsumsi. Seringkali kita mendapatkan banyak pasokan kebutuhan untuk perkotaan yang datang dari desa. Seperti layaknya bahan pangan, kopi, bahan kerajinan tangan, kayu untuk kebutuhan rumah hingga hal kecil seperti cabai atau bawang.</div><div><strong>-potensi<br>1. potensi fisik<br>-</strong>tanah, bagi masyarakat desa baraka merupakan sumber penghidupan. misalnya, tanah perkebunan dijadikan sumber mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan.<br>-air, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.<br>-iklim dan cuaca, komponen yang sangat penting bagi kehidupan warga desa baraka untuk bercocok tanam.<br>-ternak, berfungsi sebagai sumber tenaga yang membantu warga desa dan menjadi bahan makanan.<br>-manusia, sebagai tenaga kerja.<br><strong>2. potensi non fisik <br></strong>- masyarakat desa baraka hidup secara gotong royong, saling membantu antar tetangga untuk menjadi kekuatan produksi serta pembangunan desa.<br>-aparatur desa bekerja secara maksimal dan menjadi sumber ketertiban dan kelancaran pemerintahan desa.<br>- lembaga sosial desa baraka menjadi pendorong partisipasi warga desa baraka dalam kegiatan pembangunan desa baraka secara aktif.<br><br><strong><em>sekian terima kasih.<br>wassalamualaikum,wr.wb.</em></strong></div>]]></description>
         <pubDate>2019-09-28 14:59:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/390872389</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/390951762</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama:Ainun Adhira Kania<br> Kelas:XII IPS 2<br> No.Urut:02<br> Nis:2017279<br> <br> <br> PERJALANAN KE DESA AYAHKU🏕<br> <br> A.PERTANYAAN<br> <br> 1.Apa itu Sinjai?<br> 2.Dimanakah Sinjai itu?<br> 3.Siapakah yang berkampung di Sinjai?<br> 4.Kenapa kami sekeluarga pergi ke Sinjai?<br> 5.Kapan kami pergi ke Sinjai?<br> 6.Bagaimana kami sekeluarga pergi ke Sinjai?<br> <br> <br> B.PEMBAHASAN<br> Halo teman-teman nama saya adalah Ainun dan yang akan saya ceritakan tentang sinjai.Dan yah Sinjai adalah kampung dari ayah saya.<br> Kabupaten Sinjai (Bugis: ᨀᨅᨘᨄᨈᨛ ᨔᨗᨍᨕᨗ) adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Balangnipa atau Kota Sinjai yang berjarak sekitar ±220 km dari Kota Makassar. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 819,96 km2 dan berpenduduk sebanyak kurang lebih 236.497 jiwa.<br> Saya berkunjung ke sinjai untuk melaksanakan lebaran idul fitri,berkunjung ketika ada pernikahan,aqiqah,ataupun lainnya,disana tidak lupa pula kami sekeluarga mengunjungi makam kedua orang tua ayah saya. Makamnya sendiri tidak terlalu jauh dari rumah yang kita tempati hanya dengan berjalan kaki kami sudah sampai ke makam tersebut. Ohiya, lebaran di kampung terasa sangat lebih hikmat karena kami sekeluarga selalu sungkeman dan mengunjungi rumah tetangga.<br> Ohiya, perjalanan kesana sangat menyenangkan dengan kaca mobil terbuka kami menikmati angin sepoi-sepoi, tapi ingat kalau sampai di malino jangan lupa menutup kacanya karena udara di Malino sangat dingin,juga ketika kalian ke Sinjai hati-hati yah karena kabutnya sangat tebal. Di malino pun kami menyempatkan diri untuk beristirahat dan makan di malino, kami selalu makan sup ayam dan ayam goreng saos kecap hemmm nikmatnya... tidak lupa pula secangkir teh hangat yang menyejukkan badan.<br> Kembali ke Sinjai. Di sana, kami selalu menyempatkan diri ke pasar karena di Sinjai itu, pasarnya hanya dilakukan beberapa kali dalam sepekan. Di sana, saya sangat menikmati makanan yang jarang saya makan di makassar tetapi saya selalu makan bakso karena itu makanan yang utama tetapi ketika saya makan bakso disana saya sangat rindu bakso makassar karena rasanya sangat berbeda.<br>Biasanya saya,adik2 saya,juga sepupu yang ada di kampung untuk mandi dan bermain di sungai dekat sd di sinjai,airnya sangat menyegarkan,tetepi arusnya cukup kuat jadi ketika main di sungai hati-hati yahhh!!<br> <br>Hanya itu yang bisa saya sampaikan, terima kasih. Thank you. Gomawo. Danke. Arigatou. Sudah membaca cerita saya, kurang dan lebihnya mohon di maafkan. Sampai jumpa, annyeong, jaa matane, bye bye. <br>Wassalamualaikum wr.wb.<br>Big love,Ainun kyot</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/401851440/7aef743be2c2403f0aa0d5b05a2208bf/Screenshot_20190926_145031.png" />
         <pubDate>2019-09-29 03:30:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/390951762</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/391235133</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama  : Hadriani Rizky Amalia<br>Kelas   : XII IPS 2<br>Absen : 11<br><br><strong>PENYESUAIAN DESA<br><br>CIRI - CIRI DESA</strong><br>•	<strong>CIRI FISIK</strong><br>Secara fisik di Desa Sanjai masih banyak terdapat pepohonan yang rindang, sawah yang membentang luas, tanahnya pun sangat subur untuk di tumbuhi berbagai macam tanaman terbukti dengan banyaknya kebun milik masyarakat setempat seperti nenek saya memiliki kebun buah naga. Udaranya juga masih sangat bersih karena tidak dicemari oleh polusi.<br>•	<strong>CIRI SOSIAL</strong><br>Hubungan kekerabatan di Desa Sanjai sangat kuat, karena kebanyakan berasal dari satu keurunan, antar penduduk saling mengenal bersifat face to face. Penduduk di Desa Sanjai umunya hidup dalam sektor pertanian dan perkebunan. Gotong royong masih sangat kuat, dan golongan tetua memegang peranan penting, norma agamanya pun sangat kuat.<br><br><strong>KLASIFIKASI DESA</strong><br>Menurut saya, Desa Sanjai termasuk desa swasembada dimana para penduduknya sudah mengenal modernisasi pertanian dan teknologi ilmiah. Hal ini dapat dibuktikan dengan masyarakatnya yang sudah tidak lagi membajak sawah secara tradisional namun menggunakan mesin. Para penduduknya pun sudah mengenal yang namanya gadget dan memiliki sosial media.<br><br><strong>POLA KERUANGAN</strong><br>•	<strong>Pola Memusat</strong><br>Pola ini biasanya ditemui di daerah pegunungan atau dataran rendah. Pola ini biasanya terbentuk karena dihuni secara turun temurun oleh beberapa generasi<br>•	<strong>Pola Memanjang Mengikuti Jalan Raya</strong><br>Biasanya ditemui di pinggir jalan raya.<br><br><strong>POTENSI </strong><br>•	<strong>POTENSI FISIK</strong><br>a.	Tanah, bagi masyarakat Desa Sanjai merupakan sumber penghidupan. Misalnya, tanah pertanian dapat menghasilkan tanaman bahan makanan untuk makanan. <br>b.	Air, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di samping untuk kebutuhan rumah tangga, masyarakat Desa Sanjai juga memanfaatkan air untuk irigasi pertanian.<br>c.	Iklim dan angin. Iklim berpengaruh terhadap pola bercocok tanam untuk penyediaan bahan pangan, sementara angin dapat dimanfaatkan sebagai tenaga penggerak kincir untuk pengairan. <br>d.	Ternak, berfungsi sebagai sumber tenaga yang membantu para petani dan sebagai bahan makanan<br>e.	Manusia, merupakan potensi sumber tenaga kerja karena memiliki kekuatan dan kemampuan untuk melakukan sebuah pekerjaan.<br>•	<strong>POTENSI NON-FISIK</strong><br>a.	Masyarakat Desa Sanjai yang hidup bergotong royong merupakan suatu kekuatan untuk berproduksi dan kekuatan membangun<br>b.	Lembaga sosial serta lembaga pendidikan yang ada di Desa Sanjai merupakan potensi positif bagi pembangunan desa.<br>c.	Aparatur Desa Sanjai sebagai sumber kelancaran dan ketertiban jalannya pemerintahan.<br><br><strong><br></strong><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-09-30 10:20:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/391235133</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/391243094</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : nur widya lestari <br>Kelas : XII IPS 2<br>NOMOR URUT : 22<br><br>   Ciri ciri desa soppeng (akkampeng) <br>Secara fisik<br>  Di desa soppeng yaitu kehidupan masyarakat sangat erat dengan kehidupan alam atau masih bergantung pada alam itu sendiri, udara di desa soppeng yang masih sejuk atau dingin karena di soppeng masih banyak pohon di tanam  dan pemandangan di soppeng indah <br><br>Secara sosial <br>    Di desa soppeng masih kuat sistem kekerabatan antara satu sama lain , dan pola kehidupan di sana masih ada yang mempunyai pola kehidupan yang di atur oleh kondisi alam dan di desa tersebut masih ada yang mempunyai pola pikir tradisional <br><br>Klasifikasi <br>    Menurut saya, soppeng merupakan desa swakarya, karena di desa soppeng masih ada mata pencaharian bergantung pada alam contohnya :masih ada masyarakat atau warga bekerja sebagai petani ,  dan penduduk cenderung warganya  suka perpindah pindah dari satu desa ke desa lain dan sudah mulai terbuka terhadap pengaruh dari desa dan daerah lain dan telah di bangun pusat perekonomia di soppeng seperti pasar tradisional dan pasar desa, tingkat kesehatan mulai membaik<br><br>Pola keruangan <br>   Desa yang terpusat<br>        karena di lewati daerah pengunungan penduduk dan terdiri atas warganya sendiri, pemusatan tempat tinggal .sementara  itu kegiatan penduduk pun dapat bergeser mengikuti pemekaran<br><br>Fungsi  dan potensi <br>Fungsi sebagai bentuk pemerintahan terkecil di wilayah kesatuan negara republik indonesia ,dan  desa merupakan mitra bagi pembangunan kota <br><br>Pontensi fisik<br>Ternak berfungsi sebagai sumber tenaga hewan, dan air memenuhi  kepentingan  masyarakat dalam kehidupan sehari- hari , tanah yang merupakan faktor penting bagi masyarakat bagi kehidupan karena tanah sebagai  tempat cocok tanam bagi masyarakat desa dan tempat menanam padi <br><br>Potensi nonfisik <br>Yaitu lembaga sosial serta pendidikan di desa yang merupakan potensi positif bagi pembangunan di desa dan aparat- aparat desa sebagai sumber kelancaran dan ketertiban  jalan <br><br><br><br></div>]]></description>
         <pubDate>2019-09-30 10:25:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/391243094</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Penyesuaian desa</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/391251652</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Nama      : Alika Maghfirani<br>No urut   : 4 (empat)<br>Niss        :  2017281<br><br>Ciri ciri desa<br>• Fisik<br></strong>Secara fisik desa lakatong masih banyak pepohonan rimbun, sawah yang luas dan tanahnya juga sangat subur untuk di tumbuhi berbagai macam tanaman terbukti dengan banyaknya kebun milik masyarakat setempat dan nenek saya juga memiliki kebun di belakang rumahnya yang cukup luas. Udaranya juga masih sangat bersih karena bukan di pusat kota dan tidak terlalu banyak polusi udara.<br><br>• <strong>Sosial<br></strong><br>Hubungan antar keluarga di desa lakatong sangat terjalin erat dikarenakan tetangga ke tetannga sudah saling kenal dari nenek moyang hingga sekarang. Di sekitar rumah nenek saya hampir semuanya adalah keluarga besar jadi bisa dikatakan kalau mereka sudah mengenal dari dalam maupun luar. Penduduk di desa lakatong umunya hidup dalam sektor pertanian dan perkebunan. Seminggu sekali gotong royong di lakukan di desa lakatong dan pak rt disana memegang kendali, norma agamanya juga sangat kuat.<br><br><strong>Klasifikasi desa LAKATONG<br></strong>Menurut saya desa lakatong itu termasuk desa swakarya karena masyarakat mulai berubah mengikuti aliran jaman dan berpikiran lebih terbuka. Adat istiadat masyarakat mulai mengalami transisi sesuai dengan perubahan yang terjadi di sosial masyarakatnya. Mata pencaharian masyarakat lebih beragam dengan bertambahnya lapangan pekerjaan. Serta berkembangnya pembangunan desa dengan didirikannya sarana dan infrastruktur untuk desa.<br> Hal ini bisa di buktikan karena hampir semua masyarakat di desa lakatong sudah mengenal yang namanya gadget atau handphone cuman yang tidak memilikinya hanya nenek nenek tua.<br><br><strong>Pola Keruangan</strong><br> <br> • <strong>Pola Memusat</strong><br> Pola ini biasanya ditemui di daehrah pegunungan atau dataran rendah. Pola ini biasanya terbentuk karena di huni secara turun temurun oleh beberapa generasi<br> <br> •pola memanjang mengikuti jalan raya<br> Biasanya di temukan di jalan raya.<br> <br> <strong>Potensi</strong><br> <br> • <strong>Fisik</strong><br> a. Tanah, bagi masyarakat desa lakatong adalah sumber kehidupan. Misalnya tanah pertanian dapat menghasilkan tanaman bahan untuk makanan kehidupan sehari hari<br> b. Air untuk memenuhi kebutuhan sehari hari tetapi selain itu , masyarakat desa lakatong juga memanfaatkan air untuk pertanian.<br> c. Iklim dan angin. Iklim berpengaruh bagi masyarakat desa lakatong jika sedang bercocok tanam. Sedangkan angin dapat dimanfaatkan sebagai tenaga pergerak kincir untuk perairan.<br> d. Ternak berfungsi sebagai sumber tenaga yang membantu para petani dan sebagai bahan makanan.<br> e. Manusia merupakan potensi sumber tenaga kerja karena memiliki kekuatan dan kemampuan untuk melakukan perkerjaan.<br> <br> <br> • <strong>Non fisik</strong><br> a. Masyarakat di desa lakatong yang hidup bergotong royong merupakan suatu kekuatan untuk berproduksi dan kekuatan membangun<br> b. Lembaga sosial serta lembaga pendidikan yang ada di desa lakatong merupakan potensi positif bagi pembangunan desa<br> c. Aparatur desa lakatong sebagai sumber kelancaran dan ketertiban jalannya pemehrintah.<br><br></div>]]></description>
         <pubDate>2019-09-30 10:54:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/391251652</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Klasifikasi Desa</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/391260693</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : azzahra rizqi primawalda<br>Kelas : XII Ips 2 <br>Nis : 2017<br>Absen : 32<br><br>Ciri-ciri Desa </div><div><br></div><div>🔅 <strong>Secara fisik</strong></div><div>Desa Cimuncang merupakan desa yang masih di bilang sangat asri karena udaranya masih segar dan pada pagi hari sering terlihat embun karena cuaca di sana dingin di tambah lagi ada gunung berapi . Pepohonan di desa cimuncang juga rindang, sawah sawah terbentang dan masih ada empang yang di pakai untuk mengelola ikan mas </div><div><br></div><div>🔅<strong>Secara sosial</strong></div><div>Interaksi yang terjadi antar masyarakat desa cimuncang masih sangat terjaga, saling menghormati dan  Kerukunan yang terjadi karena masyarakat desa saling bahu membahu membantu apabila ada yang kesusahan saling berbagi makanan  atau pun bercerita dengan tetangga di kala senja. </div><div><br></div><div>Pada saat salah satu masyarakat mengadakan pesta tetangga tetangga terdekat datang untuk membantu atau memberikan sedikit makanannya dan ketika berduka saat di adakan ta’sia tuan rumah harus menyediakan sedikit rezekinya berupa uang untuk di berikan ke tamu yang datang  itu merupakan adat yang sudah dari dulu di lakukan </div><div><br></div><div>✨<strong>Klasifikasi Desa</strong> </div><div>Menurut saya desa cimuncang merupakan desa swakarya karena memiliki ciri seperti adat-istiadatnya yang masih dijalankan tetapi sudah tidak mengikat lagi, sudah mulai beradaptasi dengan teknologi dan peralatan canggih dan tidak tersiolasi. Letak desa Cimuncang juga tidak terlalu jauh dari pusat ekonomi atau kota sehingga lebih mudah mendapatkan berbagai akses untuk mendukung aktivitas ekonomi warga. Mata pencaharian warga juga mulai beraneka-ragam, tida lagi hanya mengandalkan sektor agraris. Hal ini dapat di buktikan dengan masyarakat yang sudah menggunakan alat untuk bertani dan mencari kebutuhan hidup dengan membuat makanan ataupun membuka warung ataupun counter pulsa / aksesoris hp. Namun untuk penggunaan gadget masih di bilang sedikit karena untuk mendapatkan gadget yg bagus kita harus ke kota untuk membelinya dan hanya anak muda atau perantau yang bisa memiliki hp yang canggih yang memiliki berbagai fitur dan untuk warga desa yang sudah tua menggunakan hp biasa yg hanya bisa menelpon dan sms </div><div><br></div><div>✨<strong>Pola keruangan </strong></div><div>- Pola memusat —&gt; karena desa cimuncang merupakan desa yang berada di wilayah pegunungan dan di huni secara turun temurun </div><div>- Pola mengelilingi fasilitas —&gt; karena desa cimuncang masih menggunakan air gunung atau mata air untuk mandi ataupun memasak <br><br>✨<strong>potensi</strong> </div><div><br></div><div>🍃<strong>Potensi fisik </strong></div><div>1. Tanah, merupakan faktor yang penting bagi penghidupan dari warga desa cimuncang karena tanah di gunakan oleh masyarakat cimuncang untuk bercocok tanam </div><div>2. Air, digunakan untuk memenuhi kehidupan sehari hari  karena masyarakat di sana masih mengandalkan sumber mata air dari pegunungan untuk mandi, mencuci dan memasak </div><div>3. Manusia, dalam hal ini diartikan sebagai tenaga kerja, masyarakat di sana masih banyak yang pergi membantu masyarakat  lain dalam pembuatan keripik dan membuat kerajinan untuk di jual </div><div>4. Cuaca serta iklim, memiliki peran penting bagi warga desa,karena cuaca dan iklim sangat berperan penting dalam proses penanaman pertanian atau perkebunan  </div><div>5. Ternak, memiliki fungsi sebagai sumber tenaga hewan, yang di pakai untuk pengahasil bahan baku rumahan atau untuk di jual ataupun membantu warga dalam membawa baranga </div><div><br></div><div><br></div><div>🍃<strong>potensi nonfisik </strong></div><div>1. Masyarakat desa yang hidup secara bergotong royong menjadi kekuatan produksi serta pembangunan desa.</div><div>2. Aparatur desa atau pamong desa yang bekerja secara maksimal menjadi sumber ketertiban serta kelancaran pemerintahan desa.</div><div>3. Lembaga sosial desa menjadi pendorong partisipasi warga desa dalam kegiatan pembangunan desa secara aktif.</div>]]></description>
         <pubDate>2019-09-30 11:25:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/391260693</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Analisis Desa</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/391617924</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama: Agatha Popy <br>Kelas: XII IPS 2 <br><br>CIRI-CIRI DESA</div><ul><li> Fisik</li></ul><div> Di Desa Rembon masih sangat banyak pepohonan yang rindang juga sawah-sawah, bahkan tanah di desa rembon juga sangat lah subur itu terbukti dari masyarakat disana yang memiliki banyak salah dan kebun. Udara di desa ini juga sangat segar dan tentu saja sejuk. </div><ul><li> Sosial</li></ul><div> Hubungan sosial masyarakat disana pun sangat lah erat. Contohnya saja saat ada tetangga mereka yang mengadakan acara maka para tetangga pun akan datang untuk membantunya. Masyarakat di desa rembon juga sebagian besar bekerja sebagai petani. Dan di desa ini mereka masih  memegang erat adat istiadat dan norma-norma yang ada di desa rembon itu. <br><br> KLASIFIKASI DESA <br> Menurut saya Rembon termasuk desa swasembada,  Karena masyarakat disana sudah modern teknologi juga perekonomian mereka pun sudah lancar.  Hal ini dapat dilihat dari masyarakat desa sudah mulai bermain gadget  dan bahkan bermain sosial media. Beberapa juga dari masyarakat disana yang menjadikan sosmed untuk memperkenalkan tepat wisata dan juga desa mereka.<br><br>POLA KERUANGAN </div><ul><li> Pola Desa yang Terpusat</li></ul><div> Biasanya terdapat di daerah pegunungan. Penduduknya berasal dari satu turunan, sehingga sifat  gotong royong mereka masih tinggi. </div><ul><li> Pola Mengikuti Jalan Raya</li></ul><div> Biasanya ditemukan dipinggir jalan raya.<br> <br>FUNGSI DAN POTENSI <br> Potensi </div><ul><li> Potensi Fisik</li></ul><ol><li> Tanah, tanah merupakan sumber kehidupan. Dikarenakan masyarakat Rembon sebagian besar bermata pencarian sebagai petani. </li><li> Air, untuk memenuhi semua kebutuhan sehari-hari mereka dan juga untuk sawah dan kebun mereka. </li><li> Iklim, ini penting untuk bercocok tanam dan untuk persediaan pangan. </li><li> Ternak, digunakan sebagai alat untuk membantu petani, dijual serta untuk menjadi bahan makanan. </li><li> Manusia, sebagai tenaga kerja.</li></ol><ul><li> Potensi NonFisik</li></ul><ol><li> Lembaga Desa, mereka menjadi pendorong semangat warga dalam kegiatan pembangunan. </li><li> Aparatur Desa, sebagai sumber Kelancaran serta ketertiban jalannya pemerintah. </li><li> Masyarakat Desa Rembon hidup bergotong royong dan saling membantu sesama tetangga. </li></ol><div><br><br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-09-30 23:04:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/391617924</guid>
      </item>
      <item>
         <title>📍DESA LANGNGA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/391629281</link>
         <description><![CDATA[<div>                                     <strong>TUGAS 2 </strong></div><div> NAMA   :   Sartika Wulandari<br> KELAS  :    XII IPS 2<br> ABSEN  :    27<br> NIS        :    2017308<br>                          ~halo teman- teman💝~<br>Menganalisis <br>🔥<strong>Ciri-Ciri Desa</strong> <br><br>     <strong>FISIK<br> </strong>a. Masih banyak terdapat pepohonan yang rindang.<br><br></div><div>b. Masih banyak terdapat sawah yang terbentang luas.<br>  </div><div>c. Mempunyai tanah yang subur.<br><br></div><div>d. Udara di desa masih segara karena tidak terkontaminasi polusi.<br><br>e. Lingkungannya lebih mudah berbaur satu sama lain<br>    <strong>SOSIAL<br></strong><br>a. Perbandingan jumlah luas lahan dengan manusia cukup besar.<br><br></div><div>b. Lapangan pekerjan di dominasi sekto agraris.<br><br></div><div>c. Hubungan kerabatan masih kuat.<br><br></div><div>d. Masyarakat desa masih memegang nilai tradisi dan kebudayaan setempat.<br>e. Sistem Kekerabatan Erat. Masyarakat <strong>desa</strong> memiliki hubungan yang sangat erat satu sama lain. <br><br>f. Pola Kehidupan Diatur Kondisi Alam. Penduduk <strong>desa</strong> umumnya memiliki kegiatan sehari-hari seperti petani atau nelayan. <br><br>g. Mata pencaharian homogen.<br><br>h. Terikat Adat Istiadat.<br><br>i. Pola Pikir Tradisional.<br><br></div><div>🔥<strong>Klasifikasi Desa</strong><br><br>  Menurut saya ,desa langnga termasuk dalam golongan desa swadaya , maksud dari desa swadaya adalah desa yang bisa dianggap sebagai desa yang tertinggal. Penduduk desa yang cenderung masih primitif dan terisolir dari daerah luar. Di desa ini masyarakatnya masih tetap menjalankan kebiasaan-kebiasaan nenek moyang seperti menjalankan adat istiadat atau tradisi dan hanya bekerja untuk memenuhi kebutuhan primer. Desa seperti ini biasanya merupakan desa yang ditinggali sebuah kelompok dalam waktu yang sudah lama. Contohnya kenapa saya bisa mengatakan ini sebagai desa swadaya adalah karena<br>a. Daerahnya terisolir atau tertutup.<br>b. Penduduknya sedikit.<br>c. Mata pencaharian homogen yang bersifat agraris.<br>d. Masyarakatnya memegang teguh adat atau tradisi.<br>e. Hubungan personal sangat erat.<br>f. Sarana dan prasarana yang tersedia masih kurang.<br>g. Teknologi yang ada masih rendah atau bahkan belum ada.<br><br>🔥<strong>Pola Keruangan Desa<br><br>  a. </strong>Pola Memusat<br>Terdapat di wilayah pegunungan atau dataran rendah. Pola semacam ini kemungkinan terbentuk karena dihuni secara turun-temurun oleh beberapa generasi.<br> Desa ini merupakan daerah industri kecil.<br> Dan daerah tempat pemukiman.<br><br><strong>b.  </strong>Pola Memanjang Mengikuti Arus Jalan<br> Pola pemukiman memanjang biasanya ditemui di pinggiran jalan raya.<br>Banyak memiliki jalan tembusan<br>Memiliki lahan yang luas dan industri kecil <br><br>🔥<strong>Fungsi Desa dan Potensi<br>   <br>    Fungsi  :<br></strong>Menurut saya, fungsi dari desa langnga ini memiliki beberapa sumber mata pencaharian walaupun hanya industri kecil, tetapi desa ini bisa menghasilkan industri kecil berupa pertenakan ikan, udang, kerang dan makanan khas daerah desa tersebut untuk diperjual belikan di daerah luar yang suka dengan makanan khas desa ini , desa ini memiliki sumber mata pencaharian yang bisa mencapai puluhan maupun ratusan dari hasil panen yang berada di desa tersebut dengan cara mengembang biakan benih ikan yang ada di empang lalu dijaga hampir 24 jam. <br> <br><strong>Potensi :<br></strong>Desa ini sangat potensial akan kebudayaannya dan pertenakannya yang berkembang pesat diluar , desa ini lebih banyak menghasilkan suatu produk yang berguna untuk orang banyak sebagai bahan baku makanan, serta objek wisata yang sangat indah di desa ini sehingga menarik orang untuk berdatangan ke desa ini walaupun terbilang terpencil desa ini tetap memiliki objek wisata yang bernawa pantai ujung tape dengan pasir putih dan hitam serta deru ombak dan perahu yang berlalu lintas di pantai ini karena sumber mata pencaharian desa ini adalah dengan menggarap ikan  dengan cara benih ikah di kembang biakan lalu di sebar luaskan, dan dirawat itu lah mengapa potensi pada desa ini cukup banyak dan sangat <br><br>                                🌤<em>thank you🌤</em><strong><br></strong><br><br></div><div><br></div><div><strong><br>    </strong><br><br></div>]]></description>
         <pubDate>2019-10-01 00:07:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/391629281</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Analisis Desa</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/391629545</link>
         <description><![CDATA[<div>NAMA: ASHILAH SHAFIRA<br>No. Urut absen: 9<br><br>• CIRI - CIRI DESA<br> 1. Secara fisik<br> Di desa Malino masih banyak pohon yg rindang, masih banyak sawah yg luas, tanahnya masih subur, udara masih segar dan bersih karena di Malino sering bermunculan awan kabut yg begtu segar<br> 2. Secara Sosial <br> Hubungan kerabat desa Malino masih erat, karena orang2 di malino sangat baik dan suka menolong. Penduduk di malino hidup di dalam sektor pertanian, norma agama mereka pun sangat kuat.<br><br> • KLASIFIKASI DESA<br>Menurut saya Malino termasuk desa modern, karena masyarakat disana sudah modern teknologi dan perekonomiannya sudah lancar. Dapat dilihat dari masyarakat desa sudah mulai bermain teknologi gadget seperti hp, laptop dan internet.<br><br>• POLA KERUANGAN <br>1. Pola Desa yang Terpusat<br>Biasanya terdapat di daerah pegunungan. Penduduknya berasal dari satu turunan, sehingga sifat  gotong royong mereka masih tinggi. <br>2. Pola Mengikuti Jalan Raya<br>Biasanya ditemukan dipinggir jalan raya.<br><br>•FUNGSI DAN POTENSI<br>-Potensi-:<br><br>1. Potensi Fisik<br># Tanah, tanah merupakan sumber kehidupan. Dikarenakan masyarakat Rembon sebagian besar bermata pencarian sebagai petani. <br># Air, untuk memenuhi semua kebutuhan sehari-hari mereka dan juga untuk sawah dan kebun mereka. <br># Iklim, ini penting untuk bercocok tanam dan untuk persediaan pangan. <br># Ternak, digunakan sebagai alat untuk membantu petani, dijual serta untuk menjadi bahan makanan. <br># Manusia, sebagai tenaga kerja.<br><br>2. Potensi NonFisik<br># Lembaga Desa, mereka menjadi pendorong semangat warga dalam kegiatan pembangunan. <br># Aparatur Desa, sebagai sumber Kelancaran serta ketertiban jalannya pemerintah. <br># Masyarakat Desa Rembon hidup bergotong royong dan saling membantu sesama tetangga.<br><br></div>]]></description>
         <pubDate>2019-10-01 00:08:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/391629545</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/391645357</link>
         <description><![CDATA[<div>Popy aprianti amir<br> Xll ips 2</div><div>1.CIRI-CIRI DESA<br> •Fisik<br> Di desa bontorannu tepatnya di galesong utara,disini sangat sejuk saat pagi hari bahkan sore hari bagaimana tidak disini banyak sekali pepohonan dan sawah-sawah Oleh para penduduk disini bukan hanya itu disini juga sangat terkenal dengan tanah yg subur oleh Karena itu sawah-sawah Oleh para penduduk disini sangat berkembang dengan pesat dan tidak pernah gagal panen berkat tanah yg subur.<br> •Sosial<br> Hubungan sosial didesa ini sangat erat Oleh karena itu,Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk sosial atau yang disebut dengan zoon politicon yang tidak dapat hidup tanpa bantuan manusia lainnya. Oleh sebab itu, manusia selalu membutuhkan bantuan orang lain guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Hubungan sosial dapat membantu manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup dan juga guna berinteraksi.</div><div>2.KLASIFIKASI DESA<br> Desa merupakan unit terkecil dari struktur pemerintahan dalam tingkat kabupaten di Indonesia ,dan memiliki satu kepala pemerintahan yakni kepala desa. Sedangkan pengertian secara universalnya, desa atau udik adalah sebuah aglomerasi permukiman di area pedesaan atau rural. Di Indonesia sendiri, desa adalah pembagian wilayah administratif tepat dibawah kecamatan yang dimimpin oleh kepala desa, yang umumnya memiliki panggilan yang berbeda setiap daerah seperti kepala kampung, petinggi, hukum tua, dan lainnya. Biasanya kantor yang digunakan disebut balai desa atau kantor kelurahan</div><div>3.POLA KERUANGAN<br> •pola desa terpusat<br> Desa yang berada di pinggir pantai memiliki pola pemukiman yang berbeda dengan desa yang berada di pegunungan. permukiman yang terjadi di lereng gunung merapi. Biasanya mereka tinggal di pinggir-pinggir sungai yang bermuara dari gunung berapi.<br> •pola mengikuti jalan<br> merupakan pola permukiman yang biasa terjadi pada daerah datar yang terdapat sarana transportasi jalan raya yang menghubungkan satu tempat ke tempat lainnya. Masyarakat membandang pembangunan di pinggir jalan akan mempermudah perjalanan bila hendak pergi ke tempat lain. Selain itu pergerakan pendistribusian barang dan jasa juga relatif lebih mudah daripada di dalam perkampungan.</div><div>4.POTENSI DESA<br><br></div><div>•FISIK<br>Sumber daya yang termasuk potensi fisik yakni:<br>-Tanah, merupakan faktor yang penting bagi penghidupan dari warga desaAir, digunakan untuk memenuhi kehidupan sehari hari.Manusia, dalam hal ini diartikan sebagai tenaga kerja.<br> -Cuaca serta iklim, memiliki peran penting bagi warga desa.<br>Ternak, memiliki fungsi sebagai sumber tenaga hewan.<br><br></div><div>•NONFISIK<br>Sumber daya yang termasuk potensi nonfisik yakni:<br><br>-Masyarakat desa yang hidup secara bergotong royong menjadi kekuatan produksi serta pembangunan desa.<br>-Aparatur desa atau pamong desa yang bekerja secara maksimal menjadi sumber ketertiban serta kelancaran pemerintahan desa.<br> -Lembaga sosial desa menjadi pendorong partisipasi warga desa dalam kegiatan pembangunan desa secara aktif.<br><br></div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-10-01 01:21:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/391645357</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NAMA: NURUL PUTRI RAHMADANI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/391668192</link>
         <description><![CDATA[<div>KELAS: XII IPS 2<br>2017 304<br><br>CIRI CIRI FISIK MALINO</div><div>-masih banyak terdapat pepohonan yang rindang</div><div>-masih banyak terdapat sawah yang terbentang luas</div><div>-mempunyai tanah yg subur</div><div>-udaranya masih segarr karena kurang terkontaminasi dengan polusi</div><div>-tata guna lahan di dominasi untuk sektor pertanian.<br><br>CIRI-CIRI SOSIAL MALINO</div><div> meskipun masyarakat di pedesaan malino ini sudah terbilang tidak terlalu tercorak sebagai kehidupan masyarakat homogen,tetapi kehidupan masyarakat di pedesaan ini masih menjiwai kerukunan hubungan sosialnya yg menjadikan terciptanya kekuatan yg mempersatukan masyarakat pedesaan tersebut.l</div><div><br></div><div>KLASIFIKASI DESA<br>malino termasuk dalam klasifikasi swasembada karena malino sudah bisa disebut dengan desa maju atau desa yg berkembang yg mana masyarakat sekitarnya sudah mampu memanfaatkan dan mengembangkan sumber daya yang ada untuk kegiatan pembangunan desa dan memiliki pola pemikiran yg lebih modern.</div><div><br></div><div>POLA KERUANGAN<br>pola keruangan malino adalah pola memusat karena terdapat di wilayah pegunungan atau dataran rendah yg terbentuk karena di huni oleh masyarakat secara turun temurun.</div><div><br></div><div>FUNGSI DAN POTENSI<br>malino sebagai fungsi hinterland yg mana lebih banyak memproduksi dibandingkan mengonsumsi,memenuhi pasokan kebutuhan bahan pangan untuk perkotaan yg dtg dari desa,seperti sayur”an</div><div>malino juga sebagai fungsi sumber tenaga</div><div>tak jarang juga ditemui para pekerja yg datang dari desa ke kota untuk menjadi sumber tenaga di sebuah perusahaan atau pekerjaan lainnya,biasanya masyarakat pedesaan yg menjadi sumber tenaga tak jarang memiliki jiwa ketekunan bahkan lebih kreatif atau lebih cekatan dalam bekerja dibandingkan masyarakat perkotaan.</div><div><br></div><div>malino sangat potensial akan flora dan faunanya yg beraneka ragam.Di malino terdapat kebun teh yg menjadi salah satu objek yg digemari oleh para wisatawan yg berkunjung karena selain hamparan hijaunya yg cantik dan memukau,para wisatawan juga bisa langsung memetiknya.</div><div><br></div><div>dimalino juga terdapat perkebunan markisa yg terkenal menghasilkan buah markisa yang manis.buah markisa ini bisa kita peroleh dari pasar-pasar tradisional yg ada di malino,selain itu buah markisa ini biasanya dikirim ke perkotaan untuk dijual kembali di pasar-pasar yg ada di perkotaan.</div><div><br></div><div><br></div><div><br></div><div><br></div>]]></description>
         <pubDate>2019-10-01 03:14:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/391668192</guid>
      </item>
      <item>
         <title>DESA SANROBONE KAB TAKALAR</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/391673178</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama :  Muh arkaan Ramadhan.<br>Kelas  : XII IPS 2.<br>Nis.     : 2017 296<br>Desa Sanrobone ialah tujuan utama saya dalam menghabiskan Sisa waktu liburan bersama keluarga Tumpukan batu bata merah membentuk dinding tebal selebar empat meter dan setinggi enam meter. Batuan rapuh berlumut tak terawat itu melintang sepanjang 20 meter saja, namun usianya jauh lebih tua dari negara Indonesia.<br><br>Benteng Sanrobone, itulah namanya. Ia lahir pada abad XV dari buah tangan Raja Sanrobone I, Karaeng Dampang Panca Belong. Benteng ini mulai dibangun pada tahun 1515 atas perintah Raja Gowa Tumapa'risi Kallonna dan rampung pada tahun 1520. Terletak di Desa Sanrobone, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar Sulsel, sekitar 80 kilometer dari Makassar. <br><br>Benteng ini dulunya seluas 25.54 Ha dengan ukuran sisi barat sepanjang 573 m, sisi selatan 529 m, sisi timur 748 m dan sisi utara 332 m. Benteng ini terbuat dari batu bata dan berbentuk perahu dengan panjang sekitar 3,7 km dan mempunyai 7 pintu yaitu 4 pintu besar searah dengan mata angin dan 3 pintu kecil.<br><br>Sisa-sisa benteng yang ada pun hanya sekilas tampak seperti tembok lebar berbatu bata merah biasa dengan hiasan dua meriam panjang seberat 150 kg yang kini berkarat tak terpelihara. Selebihnya hanya tanah lapang luas dengan papan bertuliskan "Kawasan Ini Dilindungi Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala".</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-10-01 03:39:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/391673178</guid>
      </item>
      <item>
         <title>DESA SANROBONE KAB TAKALAR </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/391673824</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : MUH.ARKAN RAMADHAN<br>Kelas: XII Ips 2<br>Nis    : 2017296<br><br>      DESA SANROBONE KAB TAKALAR<br>Sanrobone adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Indonesia.<br><br> SANROBONE Ialah Tujuan Utama saya untuk memnghabiskan sisa sisa waktu liburan. Mengapa sya memilih sanrobone sebagai tujuan utama dalam liburan kali ini ,ini di karenakan desa sanrobone adalah desa yang mempunyai keindahan wisata pantai nya serta benteng yang ada di desa tersebut  dengan Tumpukan batu bata merah membentuk dinding tebal selebar empat meter dan setinggi enam meter. Batuan rapuh berlumut tak terawat itu melintang sepanjang 20 meter saja, namun usianya jauh lebih tua dari negara Indonesia.<br><br>Benteng Sanrobone, itulah namanya. Ia lahir pada abad XV dari buah tangan Raja Sanrobone I, Karaeng Dampang Panca Belong. Benteng ini mulai dibangun pada tahun 1515 atas perintah Raja Gowa Tumapa'risi Kallonna dan rampung pada tahun 1520. Terletak di Desa Sanrobone, Kecamatan Sanrobone, Kabupaten Takalar Sulsel, sekitar 80 kilometer dari Makassar. <br><br>Benteng ini dulunya seluas 25.54 Ha dengan ukuran sisi barat sepanjang 573 m, sisi selatan 529 m, sisi timur 748 m dan sisi utara 332 m. Benteng ini terbuat dari batu bata dan berbentuk perahu dengan panjang sekitar 3,7 km dan mempunyai 7 pintu yaitu 4 pintu besar searah dengan mata angin dan 3 pintu kecil.<br><br>Sisa-sisa benteng yang ada pun hanya sekilas tampak seperti tembok lebar berbatu bata merah biasa dengan hiasan dua meriam panjang seberat 150 kg yang kini berkarat tak terpelihara. Selebihnya hanya tanah lapang luas dengan papan bertuliskan "Kawasan Ini Dilindungi Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala".<br> <br>Hal inilah yg membuat sya sangat tertarik untuk mengunjungi untuk berlibur di desa ini ,kita dpt merasakan keindahan  alam serta keindaahan panorama senja di sore hari  di pantai sanrobone ,kita juga dpt banyak pelajaran berharga tentang sejarah serta yg lainnya<br><br>Demikian pengalaman yg dpt sya sampaikan.<br><br>                               "Thank you"<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-10-01 03:43:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/391673824</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/391673966</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama:Ainun Adhira Kania<br>Kelas:XII IPS 2<br>No.urut:02<br>Nis:2017279<br> <br>Penyesuaian Desa<br><br>Ciri-Ciri Desa<br>• Ciri Fisik<br>Dari ciri fisiknya desa Sinjai memiliki banyak sekali pepohonnan rindang disekeliling jalan di desa Sinjai,bukan karena apa pohon ini ditanam juga oleh masyarakat setempat di pekarangan rumahnya.Dan di sana masyarakat memiliki kebun sendiri dan kalian tahu apa yang lebih mengejutkan,kebunnya itu berada di samping atau di belakang rumah masyarakat setempat,salah satunya ialah kebun nenek dan kakek saya yang terletak di belakang rumah dan kebun itu ditumbuhi dengan coklat dan cengkeh.Udara di sana juga sangat segar karena kurangnya kendaraaan yang ada di sana sehingga polusi udara juga berkurang.Jadi,berjalan kaki adalah ide yang sanggat bagus.<br><br>• Ciri Sosial<br>Di Sinjai kalian akan disuguhkan dengan keharmonisan dari para tetangga,seperti yang ada di tugas saya sebelumnya kalian akan melihatnya,di sana tetengga akan saling bertegur sapa dan melempar senyum satu sama lain ketika bertemu serta di kampung halaman saya toleransi sangat kuat apalagi dengan orang yang lebih tua.<br><br>Klasifikasi Desa<br>     Menurut saya,desa pattongko sinjai berada di aantara klasifikasi swakarya dan swasembada,tetapi lebih ke swasembada karena di desa ayah saya memiliki banyak penduduk,lapangan pekerjaan yang beragam seperti perawat,guru,pedagang tetapi masih ada sebagian orang yang masih berprofesi sebagai petani.Serta perkembangan tekhnologi di sana juga sudah mulai berkembang dan banyak di aplikasikan atau dipake oleh anak muda ataupun orang tua yang ada di sana.<br><br>Pola Keruangan<br>• Pola Memusat<br>Pola ini biasanya ditemui di daerah pegunungaan atau dataran rendah.Pola ini biasanya terbentuk karena dihuni secara turun temurun oleh beberapa generasi.<br>• Pola Memanjang Mengikuti Jalan Raya<br>Biasanya ditemui di pinggir jalan raya.<br><br>Potensi<br>• Potensi Fisik<br>A.Tanah.Bagi masyarakat di desa ayah saya tanah merupakan sumber kehidupan.Karena beberapa masyarakat Sinjai masih bermata pencaharian sebagai petani.<br>B.Air.Bagi masyarakat di sana air merupakan kebutuhan sehari-hari.Karena tanpa air kita tidak dapat hidup gaes.<br>C.Iklim dan angin.Iklim sangat berpengaruh pada pertanian/percocok tanam yang akan dilakukan para petani serta angin yang berfungsi sebagai pengherak kincir untuk perairan.<br>D.Ternak.Ini adalah salah satu faktor penunjang keberhasilan dalam beternak,karena masih banyak yang menggunakan kerbau untuk membajak sawah,serta hewan ternak dapat di gunakan sebagai sumber makanan.<br>E.Manusia dapat menjadi sumber tenaga kerja bagi setiap sektor kehidupan.<br>• Potensi Non-Fisik<br>A.Di desa ayah saya lembaga pendidikan sudah memadai serta menjadi potensi yang sangat baik dan positif.<br>B.Masyarakat di desa ayah saya juga masih menjujung tinggi sikap gotong royong serta saling menyayangi satu sama lain.<br><br>Hanya ini yang dapat saya sampaikan kurang dan lebihnya mohon di maafkan Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu.<br><br>Big Love❤❤<br>Ainun Kyot.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-10-01 03:44:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/391673966</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/391691143</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama: Musriani<br>Kls: Xll IPS 2<br>Nis: 2017300<br><br>🍂Ciri ciri Desa<br>Fisik<br>Di desa ta' deang yang saya lihat, desa tersebut masih sangat lah baik dan terjaga banyaknnya pegunungan disana masih sangat indah dan begitupun dengan pepohonan, tumbuhan maupun sungainya yang masih bersih tanpa satupun sampah dan cuaca disana sangatlah segar.<br>Sosial<br>Didesa ta' deang yang saya kunjungi penduduknya sangat ramah. hubungan sosial antara penduduk dan pengunjung sangatlah erat dan mau membantu kita yang kesulitan. Contohnya saja ketika kita berkemah disana kita kehabisan minuman dan penduduk disana yang memberikan kita minuman mereka. Begitupun ketika teman saya sakit waktu itu mereka dengan baik hati memberikan kami bantuan. Dan didesa ini masih memegang adat istiadat mereka dan norma norma didesa ta' deang itu.<br><br>🍂Klasifikasi desa<br>Menurut saya desa ta' deang termasuk desa swakarya karena desa tersebut sudah lebih maju mereka pandai mendagangkan hasil pertanian mereka dan juga kebanyakan masyarakat disana yang saya lihat berdagang tedong dan katanya mereka berdagang sampai keluar daerah.<br><br>🍂Pola keruangan<br>Pola desa yang terpusat<br>Terdapat didaerah pegunungan. Penduduknya berasal dari turunan sehunggan sifat gotong royongnya masih tinggi.<br>Pola mengikuti jalan raya<br>Biasanya ditemukan dipinggir jalan raya.<br><br>🍂Fungsi dan potensi<br><br>🍂fisik<br>a. Tanah, bagi desa ta'deang adalah tanah merupakan salah satu yang terpenting dalam kehidupan mereka karena tanah dapat menghasilkan tanaman bahan bahan yang mereka butuhkan setiap harinya.<br>b. Air, air mempunyai peran penting juga bagi  masyarakat,  selain itu masyarakat desa ta' deang memanfaatkan air untuk pertanian mereka dan juga untuk mencuci pakaian mereka disungai.<br>c. Iklim dan angin, iklm berpengaruh pada masyarakat desa ta' deang jika sedang bercocok tanam karena iklim berpengaduh juga dengan kesuburan tanah. Angin mempunyai peran bagi masyarakat karena dapat melajukan kincir angin didesa mereka.<br>d. Ternak. Ternak berperan membantu masyarakat dalam mencari pencaharian mereka.<br>e. Manusia,manusia berperan sebagai tenaga kerja didesa tersebut, penduduk disana bekerja dengan kerasnya sampai keluar daerah untuk menjajakan dagangan mereka.<br><br>🍂 Non fisik<br>- Masyarakat yang hidup secara gorong royong menjadi suatu kekuatan dan produksi pembangunan desa<br>-Aparatur desa ta' deang sebagai sumber ketertiban desa dan juga kelancaran pemerintahan desa<br>-Lembaga sosial desa bisa mendorong partisipasi warga desa <br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-10-01 05:47:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/391691143</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Desa bikeru, sinjai selatan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/391693626</link>
         <description><![CDATA[<div>Tugas 2<br>Nama : Tasya Nabila<br>Kelas : XII IPS 2<br>NIS.   : 2017310<br><br>"CIRI CIRI DESA"<br>•FISIK<br>a. Masih banyak terdapat pepohonan yang rindang.<br>b. Masih banyak terdapat sawah yang terbentang luas.<br>c. Mempunyai tanah yang subur.<br>d. Udara di desa masih segara karena tidak terkontaminasi polusi.<br>•SOSIAL<br><strong>1. Sistem Kekerabatan Erat</strong></div><div>Masyarakat desa memiliki hubungan yang sangat erat satu sama lain.<br><strong>2. Pola Kehidupan Diatur Kondisi Alam</strong></div><div>Penduduk desa umumnya memiliki kegiatan sehari-hari seperti petani atau nelayan. <br><strong>3. Mata pencaharian homogen</strong></div><div>Masyarakat di desa secara umum memiliki jenis pekerjaan mayoritas homogen. Ada desa yang mayoritas petani, nelayan atau pengrajin.<br><strong>4. Terikat Adat Istiadat</strong><br>Masyarakat desa umumnya yang masih tradisional masih sangat terikat oleh adat istiadat. Aturan adat sangat mengikat kehidupan setiap orang. Usia dan ketokohan sangat berperan dalam kehidupan penduduknya. <br><strong>5. Pola Pikir Tradisional</strong><br>Karena jauh dari modernisasi dan pendidikan memadai, maka pola pikir masyarakat desa cenderung masih tradisional atau kuno.<br><br>"KLASIFIKASI DESA"<br>Klasifikasi Desa Berdasarkan Perkembangannya dibagi menjadi 3 yaitu :<br>1. Desa Swadaya</div><div>Desa swadaya adalah desa yang bisa dianggap sebagai desa yang tertinggal. Penduduk desa yang cenderung masih primitif dan terisolir dari daerah luar.Berikut ciri-ciri desa swadaya yang bisa dilihat :</div><ul><li>Daerahnya terisolir atau tertutup</li><li>Penduduknya sedikit</li><li>Mata pencaharian homogen yang bersifat agraris</li><li>Masyarakatnya memegang teguh adat atau tradisi</li><li>Hubungan personal sangat erat</li><li>Sarana dan prasarana yang tersedia masih kurang</li><li>Teknologi yang ada masih rendah atau bahkan belum ada</li></ul><div>2. Desa Swakarya<br>Ciri-ciri desa Swakarya antara lain :</div><ul><li>Tidak terikat dengan adat secara penuh</li><li>Terbuka dengan pengaruh dari luar daerah</li><li>Adanya sarana pendidikan, kesehatan, perekonomian dan prasarana penunjang lainnya</li><li>Teknologi sudah mulai digunakan masyarakat</li><li>Akses menuju daerah lain lebih mudah</li><li>Lapangan pekerjaan yang tersedia mulai beragam</li></ul><div>3. Desa Swasembada<br>Ciri-ciri desa Swasembada antara lain sebagai berikut :</div><ul><li>Biasanya berlokasi tidak jauh dari kota atau kecamatan</li><li>Penduduknya mulai padat</li><li>Masyarakat sudah tidak terikat oleh adat</li><li>Memiliki fasilitas yang memadai dan lebih maju</li><li>Masyarakat yang lebih kreatif dan kritis</li><li>Aktifnya masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan</li></ul><div>"POLA KERUANGAN"<br>Pola pemukiman antara satu desa dengan yang lainnya memiliki perbedaan tergantung faktor geografi yang berbeda.</div><ul><li><strong>Pola Memusat</strong></li></ul><div>Terdapat di wilayah pegunungan atau dataran rendah. </div><ul><li><strong>Pola Mengelilingi Fasilitas</strong></li></ul><div>Umumnya ditemukan di dataran rendah, dimana fasilitas umum yang ada dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. </div><ul><li><strong>Pola Memanjang Mengikuti Jalan Raya</strong></li></ul><div>Pola pemukiman memanjang biasanya ditemui di pinggiran jalan raya.</div><ul><li>Pola Memanjang Mengikuti Garis Pantai</li></ul><div>Pemukiman berada di pesisir laut, karena umumnya penduduk bekerja sebagai nelayan.<br>"POTENSI FISIK"<br>•TANAH<br>•AIR. <br>•IKLIM DAN ANGIN<br>•TERNAK<br>•MANUSIA<br><br>"POTENSI NON FISIK"<br>•Di desa sinjai masyarakat disana masih selalu hidup bergotong royong.<br><br><br></div><div><br><br><br></div><div><br><br></div><div><br><br></div>]]></description>
         <pubDate>2019-10-01 06:05:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/391693626</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Desa sanrobone kab takalar</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/391699150</link>
         <description><![CDATA[<div><br> Nama : MUH ARKAN RAMADHAN<br> Kelas: XII IPS 2<br>Nis.   : 2017296<br><br>• Secara fisik  <br># desa sanrobone <br>Masih banyak di tumbuhi pepohonan rindang  dan lebih pepohonan kelapa <br># di tumbuhi oleh rumput dan sawah yg subur <br># tekstur tanah nya dominan tanah kering dari pada tanah yg basah (lembab)<br># udara di desa sanrobone masih sangat segar karena jauh dari perkotaan serta tidak terkontaminasi oleh polusi.<br><br>• sosial<br># Nilai nilai kebudayaan dan tradisi setempat masih sangat kental<br># warga desa disana hubungan kekerabatan nya terhalin sangat erat<br><br>•klasifikasi desa<br>Menurut saya desa sanrobone ialah desa yg masih memegan adat istiadat mereka walaupun perkembangan zaman saat ini sangat menglobal akan tetapi masyarakat sanrobone tidak terpengaruh dengan perkembangan globalisasi tersebut , ntah beberapa tahun kedepannya karena generasi milenial  di desa tersebut sdh mulai terpengaruh dengan perkembangab zaman hal ini di buktikan karena mayoritas anak anak usia 10 sampai 20  tahun ke atas  sdh memiliki handphone  android . Kecuali hanya org tua dan lansia yg tdk  menggunakan hp .<br><br>• pola keruangan desa<br><br> Pola memusat <br> Terdapat di wilayah pegunungang atau dataran rendah.pola semacan ini kemungkinan terbentuk karena di huni secara turun temurun oleh beberapa generasi.<br><br>•pola memanjang<br> Mengikuti arus jalan raya<br><br>•fungsi<br> Desa ini sangat berfungsi khusu nya bagi para nelayan karena di desa ini terdapat sebuah pesisir pantai dengan lautan yang luas yg sejajar dengan pantai atau lautan di kota makassar.<br><br>•potensi<br>Hampir seluruh di kawasan desa  ini d<br>Apat menghasilkan ha<br>Isil bumi yan<br>G sangat bermanfaat <br>Untuk seluruh masyarakat terkhusus<br>Yang ada di luar dari desa sanrobone.<br>Selain itu, adapun aparatur desa sebagai sumber <br>Jalannya keamanan dan ketertiban dal<br>Am pemerintahan <br>Desa tersebut. Hal <br>Ini juga dapat menjadi pote<br>Nsi terjalin nya hubungan , kerja sama,sal<br>Ing membantu satu dengan yang<br>Lainnya d<br>An ber<br>Gotong royong. Antar masyarakat.<br>Iklim,disini sangat cocok untuk pertanian<br>.Manusia sebagai tenaga k<br>Erja yg menghasilka<br>N hasil bumi.<br>Peternakan di wilayah tersebut sangat ba<br>Ik ,untuk dijadikan industri peternakan.<br>Hasil bumi ini dpt di manfaat kan untuk sumber penghhasilan masyarakat setempat.<br><br>Demikian apa yang dapat sampaikan<br>Thank you<br><br> <br> <br><br></div>]]></description>
         <pubDate>2019-10-01 06:33:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/391699150</guid>
      </item>
      <item>
         <title>TUGAS 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/392358225</link>
         <description><![CDATA[<blockquote>NAMA : INDRIYANI SYAFITRI<br>NIS : 2017291</blockquote><div><br><strong>1. CIRI-CIRI FISIK</strong></div><div>a.Masih banyak terdapat pepohonan yang rindang.<br>b.Masih banyak terdapat sawah yang terbentang luas.<br>c.Mempunyai tanah yang subur.<br>d.Udara di desa masih segara karena tidak terkontaminasi polusi.<br><br></div><div><strong>2</strong>. <strong>CIRI-CIRI SOSIAL</strong></div><div>a.Perbandingan jumlah luas lahan dengan manusia cukup besar.<br>b.Hubungan kerabatan masih kuat.<br>C.Masyarakat desa masih memegang nilai tradisi dan kebudayaan setempat.<br><br><strong>3.KLASIFIKASI DESA </strong><br>Menurut saya, tombolo termasuk desa swadaya karena memiliki ciri masyarakat yang masih terikat pada tradisi dan lembaga sosial sederhana. Desa tombolo juga terpencil dan kurang berinteraksi dengan masyarakat luar sehingga pembangunan berjalan lambat. Maka dari itu, menurut saya tombolo termasuk desa swadaya. <br><br><strong>4. POLA KERUANGAN</strong> <br>Pola keruangan Tombolo adalah memusat karena kondisi tanahnya yang subur sehingga terdapat banyak pepohonan dan tumbuhan dan tombolo terdapar di dataran rendah atau pegunungan. <br><br><strong>5. FUNGSI DAN POTENSI</strong><br>Tombolo memiliki fungsi hinterland, dimana tombolo lebih banyak memproduksi dibanding mengkonsumsi. Seperti memproduksi bahan pangan yaitu sayuran dan buah-buahan. Karena masih memiliki tanah yang masih subur, Sehingga banyak memproduksi bahan pangan. <br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-10-02 11:31:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/392358225</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/392531263</link>
         <description><![CDATA[<div><strong><em>“ ANALISIS DESA “<br><br></em></strong>NAMA : ANUGERAH R. KENCANA<br>NIS : 2017284<br>NO. URUT : 07<br><br><br><strong>SECARA FISIK<br>- </strong>banyak terdapat pepohonan yang rindang <br>- sawah yang terbentang luas berpuluh puluh hektar<br>- terdapat banyak pegunungan <br>- beberapa rumah sudah terbuat dari batu bata<br>- memiliki tempat wisata<br><br><br><strong>SECARA SOSIAL<br></strong>- hubungan kekerabatan yang erat<br>- pola kehidupan yang diatur oleh kondisi alam<br>- mata pencaharian homogen<br>- masih terikat dengan adat istiadat<br>- pola pikir mulai terbuka<br><br><br><strong>KLASIFIKASI DESA<br></strong>Menurut saya, sidrap merupakan desa swakarya. Karena masyarakatnya mulai berubah mengikuti aliran jaman dan berpikiran lebih terbuka. Adat istiadat masyarakat mulai mengalami transisi sesuai dengan perubahan yang terjadi di sosial masyarakatnya. Adanya sarana pendidikan, kesehatan, perekonomian, dan prasarana penunjang lainnya. Teknologi sudah mulai digunakan oleh masyarakatnya, seperti untuk memanen padi yang sudah menggunakan mesin. Akses menuju daerah lain lebih mudah. </div><div><br><br><strong>POLA KERUANGAN<br></strong>- Pola terpusat, terdapat di daerah pemukiman<br>- Pola memanjang, terbentuk mengikuti jalan<br><br><br><strong>FUNGSI DAN POTENSI<br></strong>Sidrap memiliki tanah yang didukung oleh irigasi maka dari itu pontensi untuk memanah padi sangat besar dan juga PLTB Sidrap I yang merupakan komitmen pemerintah dalam mewujudkan bauran energi primer Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sebesar 23% pada tahun 2025</div><div><br><br></div>]]></description>
         <pubDate>2019-10-02 15:43:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/392531263</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Desa Allakuang Kab. Sidrap</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/392805174</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama    : Muh Syarindra Permana <br>No Urut : 17<br>Nis         : 2017297<br>Desa Allakuang berjarak 5km dari Kota Pangkajene. Cuaca dimusim kemarau panas karena suhu berkisar 35 sampa 40 C. Pada saat musim hujan cuaca lumayan dingin karena suhu berkisar 15 sampai 19 C. Pemandangan didesa Allakuang sangatlah indah karena dikelilingi oleh bukit dan hamparan sawah. Desa ini merupakan pengrajin batu nisan di kabupaten Sidrap dan jika ada warga yang meninggal pasti disana dia akan dikuburkan. Disana juga merupakan penghasil komomuditas ayam terbesar di kabupaten Sidrap.  Salah satu tempat parawisata yang terkenal di Allakuang yaitu bukit Teletabis karena dibukit itu terdapat pemandangan yang sangat indah dan kita bisa melihat negeri diatas awan yang sangat indah dan disana juga terkenal dengan permandian air panasnya yang terletak dari pusat desa 1km jarak yang ditempuh. Saya biasa berkumpul dengan teman disuatu tempat yang tidak jauh dari rumah saya, tempat itu dikenal dengan cafe planet pool. Setiap libur panjang saya pasti kesana karena rindu dengan suasana alamnya romansa dan ditemani dengan secangkir teh hangat yang diselimuti angan untuk bersama kekasih bayangan. Setiap saya kedesa Allakuang saya selalu nginap dirumah om saya. Samping rumah om saya terdapat kuburan warga sekitar. Dan disitu juga terdapat Mesjid Pertama di kab sidrap. Masjid itu 1000 tahun lamanya dan terbuat dari pohon cabai. Masjid itu walau sudah tua tapi tempatnya kecil. Di tiang tiang nya terdapat kitab gundul. Masjid itu terkenal di tanah bugis. Lapangan Andi Cammi merupakan tempat aktivitas berolahraga sepak bola. Di desa allangkuang pernah ditangkap gorilla pada tahun 2012. Orang orang disana mempercayai bahwa gorilla itu peliharaan Nene Malomo. <br>Kesimpulan : Desa itu sakral karena masjidnya, kuburannya yang jadi perkuburan bagi orang orang di kota pangkajene, dan pemandangan yang unik karena bukit bukit yang mengelilinya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-10-03 02:01:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/392805174</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Desa Memanjang Pantai</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/392851946</link>
         <description><![CDATA[<div>KELOMPOK 2<br>Nama Anggota:<br>1. Agatha Popy A.J<br>2. Alfreda Surya Aidina<br>3. Hadriani Rizky Amalia<br>4. Muh.Rezqy Utama Putra<br>5. Tasya Nabila<br><br>DESA BUNGAYYA<br>1. Wilayah<br>   •Luas wilayah : 58,30 km²<br>   •Kode pos.      : 92854<br>Terletak di utara Pulau Selayar, disebelah utaranya ada Selat Selayar, disebelah timur ada Laut Flores, di sebelah barat ada Selat Makassar, disebelah selatan terdapat empat desa yang berbatasan dengan desa Bungayya yaitu: Lambongan, Kayu Bakuk, Tanete, Pamatata. Desa ini terletak di Kecamatan Bonto Matena di Kabupaten Kepulauan Selayar Provinsi Sulawesi Selatan. <br><br>2. Penduduk<br>   •Jumlah Rumah Tangga : 428<br>   •Jumlah Penduduk : 1.950 juta<br>   •Kepadatan : 33 Jiwa/km²<br><br>3. Perilaku<br>Sebanyak 97% adalah orang selayar sehingga mereka hidup dengan adat dan hukum suku selayar. Orang selayar memiliki karakter yang lembut dan sopan, dan memiliki aturan sosial tersendiri. Salah satu aturan sosial itu adalah kapalli yang berarti pantangan atau larangan : Asalla (menghina orang lain), anjai' bangngi (menjahit di malam hari), akkelong ri pa palluang (bernyanyi di dapur), a'dopa dopa (tengkurap). Rata-rata kehidupan sehari-hari penduduk desa bungayya adalah sebagai nelayan,ada juga jadi pedagang dan profesi lainnya.<br> <br><br><br><br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/394664601/ce30031a5551e536fa38afcbcc6c30b2/download.jpg" />
         <pubDate>2019-10-03 06:54:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/392851946</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pola Desa Menyebar (GunungKidul)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/392854289</link>
         <description><![CDATA[<div><br>KELOMPOK 6<br>•ANUGRAH KENCANA<br>•MOHAMMAD AGUNG RENALDY <br>•MUH JAYA ADRIANSYAH HALIM<br>•ARIA DWI <br>•MUH DAFFAE<br><br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-10-03 07:02:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/392854289</guid>
      </item>
      <item>
         <title>                           POLA PERSEBARAN DESA </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/392856563</link>
         <description><![CDATA[<div>                      🏞 DESA MEMANJANG SUNGAI 🏞<br>Nama Anggota Kelompok :</div><ol><li>Mustaftih Hikmah             (34)</li><li>Muh. Syarindra                   (17)</li><li>Nurul putri Ramadhani      (23)</li><li>Sartika Wulandari               (27)</li><li>Sri Nur Annisa                     (28)</li><li>Nadia Amalia                       (21)</li></ol><div> <br> <strong>Kabupaten Bantulan<br></strong>Kabupaten batul merupakan pola desa memanjang mengikuti sungai. Bantul merupakan salah satu kabupaten yang berada di daerah istimewa yogyakarta,indonesia. Bagian selatan kabupaten ini berupa pengumuman kapur, yakni ujung barat dari pengunungan sewu. Sungai besar yang mengalir diantaranya adalah kali progo ( membatasi kabupaten ini dengan kabupaten dengan pulon progo kali opak, kali tapus, beserta anak anak sungainya ) .<br>Kabupaten bantul dialiri 6 sungai yang mengaliri sepanjang tahun dengan panjang 114 km2 yaitu :</div><ul><li>Sungai oyo      = 35,75 km.</li><li>Sungai opak   = 19,00 km.</li><li>Sungai code   = 7,00 km.</li><li>Sungai winongo =18,75 km.</li><li>Sungai bedok  = 9,50 km.</li><li>Sungai progo  = 24,00 km.</li></ul><div>sungai ini mengalir di wilayah selatan pulau jawa yang beriklim muson suhu rata - rata setahun sekitar 24 celcius .<br><br><strong>Penduduk Kabupaten Bantulan<br></strong>Jumlah penduduk bantul pada tahun 2017 adalah 995.264 dengan kepadatan 1.963,62 jiwa/km2 aktivitas yang dilakukan oleh penduduk desa bantulan adalah mayoritas pencarian penduduk di kabupaten bantul ini dibidang pertanian (25%) , perdagangan ( 21%) ,industri (19%) dan jasa (17%).</div><div><br></div>]]></description>
         <pubDate>2019-10-03 07:10:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/392856563</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/392857652</link>
         <description><![CDATA[<div><strong><em>“ POLA DESA MENYEBAR ( GUNUNG KIDUL ) “<br><br></em></strong>NAMA ANGGOTA KLP 6:<br>- ANUGERAH R. KENCANA<br>- ARIA DWI APRIALLAH<br>- MUH. AGUNG RENALDY<br>- JAYA ADRIANSYAH H.<br>- MUH. DAFFA<br><br><br><strong>UNSUR - UNSUR DESA<br>• </strong>WILAYAH<br>Sebagian besar wilayah desa Gunung Kidul berupa perbukitan dan pegunungan kapur, yakni bagian dari Pegunungan Sewu. Gunung kidul dikenal sebagai daerah tandus dan sering mengalami kekeringan di musim kemarau. Kabupaten Gunungkidul adalah salah satu kabupaten yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan Ibu kotanya Wonosari. Luas wilayah Kabupaten Gunungkidul 1.485,36 km2 atau sekitar 46,63 % dari luas wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.<br><br>• PENDUDUK<br>Desa ini relatif rendah kepadatan penduduknya daripada desa desa lain. Pertumbuhan penduduk merupakan perubahan jumlah penduduk dari waktu ke waktu. Pertumbuhan penduduk secara alami dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu kelahiran, kematian dan migrasi penduduk.Penurunan laju pertumbuhan penduduk yang terjadi di Kabupaten Gunungkidul lebih dipengaruhi oleh migrasi keluar. Kondisi geografis dan sosial ekonomi yang tidak menguntungkan menjadi salah satu faktor pendorong penduduk untuk mencari nafkah keluar daerah.<br><br>• PERILAKU<br>Gunung kidul merupakan salah satu daerah yang masih memegang erat hal-hal yang bersifat kebudayaan salah satunya adalah upacara adat, upacara adat yang sampai sekarang masih tetap dilakukan setiap tahunnya adalah rasulan. Dalam pelaksanaan tradisi rasulan tersebut, setiap desa yang ada di daerah Gunungkidul memiliki wewenang tersendiri untuk menentukan kapan dan bagaimana mereka akan melaksanakan tradisi rasulan. Akan tetapi yang membuat rasulan sama adalah di mana arti dari rasulan itu sendiri yaitu merupakan bentuk rasa syukur kepada tuhan atas rezeki yang telah dilimpahkan pada masyarakat desa.<br>Dimulai dari masa kanak-kanak, masa kanak-kanak biasanya akan menjadi ukuran apakah mereka akan mengembangkan atau mempertahankan budaya dan upacara-upacara adat ataukah mereka.<br><br></div>]]></description>
         <pubDate>2019-10-03 07:14:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/392857652</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pola pemukiman desa memanjang jalan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/392858575</link>
         <description><![CDATA[<div>*Nama anggota kelompok 4<br>-Ayu Amalia<br>-Almira tri juwita<br>-Popy aprianti<br>-Salsa mutmainna<br>~Desa bone-bone,kecamatan baraka,kabupaten enrekang~<br><br>1.Wilayah<br>Desa bone-bone memiliki luas wilayah 19,16 kn²,yg merupakan salah satu desa disulawesi selatan yg bebas asap rokok.<br>Suasananya sejuk berembun dan dingin dengan suhu minimun mencapai 9°c,belum tercemar oleh polusi.<br>2.Penduduk<br><br><br></div>]]></description>
         <pubDate>2019-10-03 07:16:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/392858575</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pola Pemukiman Desa Memanjang Jalur Kereta Sejajar Dengan Pantai </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/392928327</link>
         <description><![CDATA[<div>Anggota Kelompok :<br>&gt; Ainun Adira Qania<br>&gt; Andi Siti Kalda Azzahra<br>&gt; Rafida Lulu Safana<br>&gt; Mutiara Maharani<br>&gt; Nur Widya Lestari<br>Selain pantai Sigandu dan Ujung negoro ternyata msih menyimpan lokasi wisata pantai yang indah. Yang merupakan destinasi wisata pantai yang berada di sebelah Timur kota Bandung</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-10-03 11:16:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/392928327</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NAMA: MUH. AGUNG RENALDY</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/393014381</link>
         <description><![CDATA[<div>KELAS: XII IPS 2<br><br>DESA BULU JAYA<br><br></div><div>CIRI-CIRI FISIK DESA</div><div>-masih banyak terdapat pepohonan yang rindang</div><div>-masih banyak terdapat sawah yang terbentang luas</div><div>-mempunyai tanah yg subur</div><div>-udaranya masih segarr karena kurang terkontaminasi dengan polusi</div><div>-tata guna lahan di dominasi untuk sektor pertanian</div><div> </div><div>CIRI-CIRI SOSIAL DESA</div><div>masyarakat sekitar desa bulujaya ini masih terikat oleh adat isitiadat tetapi sudah tidak seperti dahulu yg sangat kental atau terikat penuh oleh adat istiadatnya,meskipun begitu masyarakat sekitar masih menjaga kerukunan hubungan sosialnya yg menjadikan terciptanya rasa sejiwa yg dalam sehingga dapat mempersatukan masyarakat tersebut.</div><div><br></div><div>KLASIFIKASI DESA</div><div>bulu jaya termasuk dalam klasifikasi desa swakarya karena Masyarakat mulai berubah mengikuti aliran jaman dan berpikiran lebih terbuka. Adat istiadat masyarakat mulai mengalami transisi sesuai dengan perubahan yang terjadi di sosial masyarakatnya. Mata pencaharian masyarakat lebih beragam dengan bertambahnya lapangan pekerjaan. Serta berkembangnya pembangunan desa dengan didirikannya sarana dan infrastruktur untuk desa.</div><div><br></div><div>POLA KERUANGAN</div><div>pola keruangan desa bulu jaya adalah pola memusat karena terdapat di wilayah pegunungan,bukit atau dataran rendah yg terbentuk karena di huni oleh masyarakat secara turun temurun.</div><div><br></div><div>FUNGSI DESA</div><div>desa bulu jaya sebagai fungsi hinterland yg mana banyak memproduksi untuk memenuhi pasokan kebutuhan bahan pangan untuk perkotaan yg dtg dari desa,seperti sayur”an dan tambak udang windu dan bandeng yg dapat dijual di pasar perkotaan.</div><div><br></div><div>desa bulu jaya juga sebagai fungsi sumber tenaga</div><div>tak jarang juga ditemui para pekerja yg datang dari desa ke kota untuk menjadi sumber tenaga di sebuah perusahaan atau pekerjaan lainnya,masyarakat di desa bulu jaya sendiri banyak merantau ke luar kota seperti jakarta,kalimantan,papuas dan sebagainya untuk mencari pekerjaan.biasanya masyarakat pedesaan yg menjadi sumber tenaga tak jarang memiliki jiwa ketekunan bahkan lebih kreatif atau lebih cekatan dalam bekerja dibandingkan masyarakat perkotaan.</div><div><br></div><div>POTENSI DESA</div><div>desa bulu jaya sangat potensial akan tambang galena atau timah hitam namun sayangnya belum di garap,meskipun begitu desa bulu jaya memiliki pertanian tradisional,hasil tambak udang windu yg menguntungkan karena dapat menghasilkan untuk di jual di pasar-pasar yang ada di perkotaan.</div><div><br></div><div><br></div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-10-03 13:50:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/393014381</guid>
      </item>
      <item>
         <title>klasifikasi desa</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/394781532</link>
         <description><![CDATA[<div>nama: almira tri juwita<br>nis :2017282<br>1. Ciri-ciri fisik<br>a. sedikit terdapat pepohonan di sekitar rumah warga<br>b. udara di desa masih segar<br>c. masih banyak terdapat sawah<br><br><br>Ciri-ciri sosial desa solewatu :<br>a. hubungan kerabatan masih kuat<br>b. masyarakat desa masih memegang tradisi dan kebudayaan setempat<br>c. perbandingan jumlah luas lahan dengan manusia cukup besar. <br><br>klasifikasi desa:<br>menurut saya, desa solewatu memiliki daerah yang terpencil dan kurang berinteraksi dengan masyarakat sehingga pembangunan jalanan menjadi lambat. desa solewatu juga masih terikat dengan tradisi dan lembaga sosial yang sederhana. <br><br>pola keruangan solewatu adalah memusat karena kondisi tanahnya yang subur sehingga banyak terdapat pohon kelapa dan perkebunan merica.  desa solewatu juga terdapat di dataran rendah. <br><br>fungsi dan potensi<br>solewatu memiliki fungsi hinterland, dimana solewatu lebih banyak memproduksi daripada mengonsumsi, seperti memproduksi bahan pangan yaitu, merica dan beras karena desa solewatu masih memiliki tanah yang subur. <br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-10-08 01:02:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/394781532</guid>
      </item>
      <item>
         <title>klasifikasi desa solewatu</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/394783885</link>
         <description><![CDATA[<div>nama : Almira Tri Juwita<br>nis : 2017282<br><br>ciri-ciri fisik:<br>a.Masih sedikit terdapat pepohonan di sekitar permukiman<br>b.Masih banyak terdapat sawah <br>c.Mempunyai tanah yang subur.<br>d.Udara di desa masih segar<br><br>Ciri-ciri sosial desa solewatu:<br><br>a.Perbandingan jumlah luas lahan dengan manusia cukup besar.<br>b.Hubungan kerabatan masih kuat.<br>C.Masyarakat desa masih memegang nilai tradisi dan kebudayaan setempat.<br><br>Klasifikasi desa :<br>Menurut saya, desa solewatu masih memiliki masyarakat yang mengikuti tradisi dan lembaga sosial yang sederhana. solewatu bisa di bilang berada di daerah terpencil dan masih kurang berinteraksi dengan masyarakat sehingga dalam pembangunan jalanannya menjadi lambat.<br><br>Pola keruangan solewatu adalah memusat karena kondisi tanahnya yang subur sehingga terdapat banyak pohon kelapa dan perkebunan merica. <br><br>Fungsi dan potensi<br>desa solewatu memiliki fungsi hinterland, dimana solewatu lebih banyak memproduksi dibanding mengkonsumsi. Seperti memproduksi bahan pangan yaitu beras dan merica. Karena masih memiliki tanah yang masih subur.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-10-08 01:12:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/394783885</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KLASIFIKASI KOTA BERDASARKAN PERKEMBANGAN</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/397758961</link>
         <description><![CDATA[<div>NAMA KELOMPOK:</div><ul><li>AGATHA POPY</li><li>MUSRIANI </li><li>ASHILAH SHAFIRA</li><li>ARIA DWI</li><li>NUR WIDYA</li></ul><div><br></div><div><strong>LOS CABOS (MEXICO)</strong> </div><div><em>Tryanopolis</em><br># <strong>CIRI-CIRI KOTA:</strong><br>1. Kota yg mengalami kekacauan tinggi<br>2. Tingginya angka kriminalitas<br>3. Buruknya pelayanan publik<br>4. Tingginya kemacetan lalu lintas<br>5. Situasi yg memburuk secara drastis dalam bidang pertahanan dan ketahanan militer <br><br><strong>ALASAN MEMILIH KOTA:</strong><br>Karena Los cabos termasuk salah satu kota tingkat yang paling berbahaya di dunia dan paling penuh kekerasan. Hal itu terbukti kota tersebut tercatat sebagai kota nomor 1 paling berbahaya di dunia dan tercatat dalam data kriminalitas 2017, lalu telah terjadi total 365 pembunuhan yg meningkat dari tahun 2016 <br><br><strong>PERKEMBANGAN KOTA:</strong><br>Kondisi kota Los cabos saat ini masih memiliki tingkat pembunuhan yg tinggi terbukti dari ditemukannya 6 jasad yg telah dibunuh di Mexsico tepatnyadi kota Los cabos dan ternyata los cabos termasuk salah satu pantai wisata ternama di Mexico yg baru baru ini terkenal badai lorena yg membawa angin kencang dan memicu gelombang tinggi dan bahkan membuat kegiatan wisata dan sejumlah sekolah terpaksa berhenti beroperasi dan mereka terpaksa mendirikan 14 tenda darurat untuk digunakan</div>]]></description>
         <pubDate>2019-10-15 06:55:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/397758961</guid>
      </item>
      <item>
         <title>                             📍 METROPOLIS📍</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/397761428</link>
         <description><![CDATA[<div>            ( BERDASARKAN PERKEMBANGANNYA )<br><strong>Nama Anggota : </strong></div><ol><li>ALFREDA SURYA A.</li><li>MUH.SYARINDRA.</li><li>MUH.ARKAAN.</li><li>SARTIKA WULANDARI.</li><li>MUTIARA MAHARANI.</li><li>ULFA AFRIYANTI AGUS.</li></ol><div><br>🔥Ciri-Ciri Kota <br>      Jenis  kota ini, jumlah penduduk yang mendiami kota metropolitan antara 1.000.001 sampai dengan 5.000.000 jiwa. Contoh kotanya adalah daerah yang menjadi ibu kota provinsi seperti semarang, medan ,padang, pekanbaru, surabaya, denpasar ,pontianak ,makassar ,manado dan sebagainya. Kota metropolitan menjadi pusat administrasi pada tingkat provinsi .fungsi hadirnya kota metropolitan adalah untuk mengumpulkan data yang tersedia di setiap kota dan kabupaten dalam satu lingkup provinsi . Tujuannya dibentuk kota ini juga tidak lain agar seluruh provinsi yang hendak mencari keperluan apapun dapat berkumpul di kota metropolitan kemacetan di kota ini tidak separah kota mega politan. <br><br></div><ul><li>Terbentuk dari pemukiman kota yang kecil</li><li>Berpenduduk rapat dan juga padat.</li><li>Kegiatan sosial ekonomi terbagi menjadi beberapa unit</li></ul><div><br>🔥Alasan Memilih Kota Makassar</div><ul><li>  Karena kota ini memiliki dan sudah sesuai dengan    ciri-ciri kota metropolis.</li><li>Kota makassar adalah contoh kota yang terdekat dari pilihan kelompok kami.</li></ul><div><br>🔥Perkembangan Kota Makassar <br>      Pada saat kota makassar sudah berkembang dari kota bandar kecil yang diubah jadi kota niaga terbesar di indonesia timur pada masa kerajaan gowa tallo yang hingga saat ini masih bercirikan metropolis. Berbagai pembangunan dan ekspansi di wilayah makassar tampaknya akan mengubah makassar dari metropolis ke megalopolis (perkotaan yang terdiri atas beberapa kota metropolis yang berdekatan lokasinya sehingga membentuk jalur perkotaan yang besar). <br>Malahan bisa membentuk megalopolis yaitu kawasan maminasata yang membentuk jalur perkotaan yang besar. Pembangunannya bisa dilihat dari pembangunan infrastruktur munculnya unit-unit sosial dan ekonomi serta integrasi wilayah sungguminasa ,takalar ke dalam wilayah pemerintahan kota makassar.<br><br>                            ¥ TERIMA KASIH 💞 ¥<br>     </div><div><br></div>]]></description>
         <pubDate>2019-10-15 07:05:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/397761428</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KLASIFIKASI KOTA BERDASARKAN PERKEMBANGANNYA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/397763445</link>
         <description><![CDATA[<div>KELOMPOK 1<br>NAMA : <br>AINUN ADHIRA KANIA<br>ALIKA MAGHFIRANI<br>AYU AMALIA ALI<br>HADRIANI RIZKY AMLIA<br>SRI NUR ANNISA<br>MUH REZKY UTAMA PUTRA<br>MUSRAFTIH HIKMA PUTRA<br><br>- ciri ciri kota Subang<br>1. Penghasil buah nanas<br>2. Penduduk subang pada umumnya suku sunda<br>3. Termasuk jalur pantura<br>4. Menggunakan bahasa sunda sebagai bahasa sehari hari<br>5. Mempunyai seni pertunjungan sisingan/ gotong singa sebagai pertunjukkan sambutan<br><br>- Alasan memilih kota Subang<br>Karena berdasarkan perngertian dari Kota Polis yang menyatakan bahwa kota polis adalah sebuah kota yang perkembangannya berasal dari sektor argaris sebab kehidupannya masih di topang oleh pertanian<br><br>- Perkembangan Kota Subang<br>Kota subang pada awalnya mayoritas penduduknya yaitu beragam Hindu tetapi setelah kemerdekaan indonesia sudah banyak yang masuk ke agama islam karena agama islam tersebut disebarkan secara luas oleh beberapa tokoh. Kota subang juga sudah termodifikasi karena dilalui oleh beberapa jalur kereta salah satunya jalur pantura.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-10-15 07:12:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/397763445</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kota Marina, Batam</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/397765532</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama Kelompok : <br>- muh agung renaldy<br>- jaya adriansyah halim<br>- muh daffa<br>- A. St. Kalda azzahra<br>-  Azzahra rizqi p<br>- rafida lulu saffanah<br>- Salsa mutmainna<br><br>1. Ciri ciri kota <br>a. Tidak ada tanda tanda kehidupan yg terlihat<br>b. Rumah rumah megah menjadi bangunan kosong <br>C. Satu persatu penduduknya mulai meninggalkan kota<br><br>2. Alasan memilih kota<br>Karena kota marina merupakan satu satunya kota mati yang ada di indonesia dan menjadi kota dengan ciri nekropolis yang  merupakan kota dengan tanda tidak adanya kehidupan pada suatu kota akibat kelaparan atau peperangan <br><br>3.perkembangan kota <br>Awal marina city menjadi tempat yang bebas dalam hal jual beli. Penduduknya juga kaya raya atau bisa di bilang konglomerat karena selalu di datangi oleh para turis asing,disana jugaa dijadikan sebagai kota perjudian terbesar di indonesia,namun setelah masa pemerintahan presiden susilo bambang yudhoyono melarang perjudian dan harus benar-benar di tinggalkan.sejak saat itu ekonomi kota ini di seolah mati dan tak pernah bangkit lagi dan satu/satu penduduknya mulai meninggalkan kota. <br><br>Sekarang kota marina menjadi kota yang sangat tidak ter urus dan di sebut sebagai “kota hantu” karena tidak ada tanda-tanda kehidupan tapi setelah dilihat lagi sekrang kota marina di tinggali oleh bule asing,mereka juga membuka bar murahan untuk konsumsi pribadi. Kota marina ini mungkin bisa di hidupkan kembali dan akses jalannya yang rusak dapat di perbaiki,rumah-rumah di renovasi.... </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2019-10-15 07:20:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/397765532</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/397767240</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>KLASIFIKASI KOTA BERDASARKAN PERKEMBANGANNYA<br></strong><em>“ MEGALOPOLIS ( JABODETABEK ) “<br><br></em>NAMA KLP 3 :<br>- Almira Tri Juwita<br>- Anugerah R. Kencana <br>- Indriyani Syafitri <br>- Nadia Amalia<br>- Nurul Putri<br>- Tasya Nabila<br><br><br>• <strong>Ciri - Ciri Kota<br></strong>- Kota padat penduduk<br>- Mempunyai pusat pemerintahan <br>- Mempunyai alun-alun, yaitu di Bogor<br>- Mempunyai paru-paru kota, yaitu berupa taman kota di Tangerang<br><br><br>• <strong>Alasan Memilih Kota<br></strong>Karena JABODETABEK merupakan wilayah perkotaan yang terdiri atas beberapa kota metropolis yang berdekatan lokasinya sehingga membentuk jalur perkotaan yang sangat besar.<br><br><br>• <strong>Perkembangan Kota<br></strong>- Perkembangan kota JABODETABEK  ( sosial )yang semakin pesat menyebabkan ledaknya penduduk yang menyebabkan sebagian besar penduduk kota JABODETABEK berimigrasi ke daerah pinggiran kota.<br>- Perkembangan kota JABODETABEK ( ekonomi ) semakin meningkat infrastruktur yang membuat perekonomian masyarakat setempat meningkat.<br><br></div>]]></description>
         <pubDate>2019-10-15 07:25:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kasmangeo/v99ktgojpwho/wish/397767240</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
