<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Belajar tentang tokoh pemikir Psikologi Di Dunia Islam  by Arisa Zakia</title>
      <link>https://padlet.com/arisazakia11/v3skawmhyc3vwzct</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-09-24 06:14:20 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-10-14 03:13:01 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Kelompok 3 Al-Farabi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/arisazakia11/v3skawmhyc3vwzct/wish/3135056681</link>
         <description><![CDATA[<p><br></p><p> 1. Jiwa manusia, menurut Al Farabi terdiri dari lima energi yaitu vegetative, indrawi, afektif, imaginatif, dan rasional</p><p><br></p><p>● Energi vegetatif (al- quwwat al-ghādziyah), yaitu energi yang memungkinkan manusia untuk tumbuh dan berkembang</p><p><br></p><p>● Energi indrawi (al-quwwah al-hassah) yaitu energi yang memungkinkan manusia dapat mengindra suatu stimulus</p><p><br></p><p>● Energi imajinatif (al-quwwah </p><p>almutakhayyilah), yaitu energi yang memungkinkan manusia untuk membayangkan objek-objek yang pernah dirasakan, dan menggabungkann imajinasinya dengan yang lainnya</p><p><br></p><p>● Energi pikir (al-quwwat al-nathiqah), yaitu daya yang memungkinkan manusia untuk memahami dan mengerti</p><p><br></p><p>● Energi afektif (al-quwwah al-tarwi iyyah), yaitu daya yang memungkinkan manusia mampu merasakan apa yang dialaminya</p><p><br></p><p>Teori pemikiran ini sama serupa dengan pemikiran Empedokles dimana dia meyakini bahwa jiwa didasarkan dari 4 elemen yaitu air api tanah dan angin dengan perumpamaan sifat sanguin, koleris, melankolis, dan plegmatis</p>]]></description>
         <enclosure url="https://elvis.padletcdn.com/1/fetch/e_in/cdn2.picryl.com/photo/1961/12/31/al-farabi-sayr-mulhimah-min-al-sharq-wa-al-gharb-a95db4-640.png" />
         <pubDate>2024-09-24 07:04:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arisazakia11/v3skawmhyc3vwzct/wish/3135056681</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/arisazakia11/v3skawmhyc3vwzct/wish/3135064817</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama kelompok:</p><ol><li><p>Gracia Aulia Putri </p></li><li><p>Lailatul Fitri </p></li><li><p>Siti Itsna Ahsanu Nadia</p></li><li><p>Marsanda Alya Salsabila </p></li><li><p>Rahma Indah Fitriani </p></li><li><p>M. Ro'uuf I'tishom</p></li><li><p>M. Fauzi Firmansyah</p></li></ol><p><br></p><p>• Pemikiran Ibn Sina menganggap bahwa jiwa merupakan subtansi yang mandiri dan terpisah dari raga, serta merupakan esensi dari manusia. Ia juga menganggap bahwa raga merupakan sesuatu yang penting bagi kemandirian jiwa. </p><p><br></p><p>• Pemikiran filsuf Ibn Sina sama dengan pemikiran filsuf plato yang menganggap jiwa bersifat immateri, kekal &amp; tidak mengalami perubahan. Raga bersifat material. </p><ol><li><p><br></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/0c/A_portrait_of_Al_Hussain_Ibn_Abdullah_Ibn_Sina.jpg" />
         <pubDate>2024-09-24 07:08:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arisazakia11/v3skawmhyc3vwzct/wish/3135064817</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 1. AL-KINDI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/arisazakia11/v3skawmhyc3vwzct/wish/3135083144</link>
         <description><![CDATA[<p>Anggota kelompok 1 :</p><ol><li><p>Tamara Annisa </p></li><li><p>Muhammad Izzun Baidlowi</p></li><li><p> Muhammad Roichan Erfanshah</p></li><li><p>Mochammad Faiz Falah Fadhilah</p></li><li><p>Mohamad YAZIDURROZAQ</p></li><li><p>RICHITA RAHMASARI H</p></li><li><p>PAMELA ALMQ SYATUZZALIKA</p></li></ol><p><br></p><p>Menurut al-kindi Filsafat adalah ilmu yang mempelajari tentang hakikat segala sesuatu yang dipelajari orang menurut kemampuannya meliputi Ilmu ketuhanan, keesaan, dan keutamaan.</p><p><br></p><p>• Filsafat ketuhanan </p><p>Mengungkapkan tuhan sesungguhnya adalah wujud yang sempurna dan tidak didahului wujud lain. Al-Kindi membuktikan adanya tuhan, yaitu: </p><ol><li><p>Tidak ada benda kecuali ada yang mengadakan</p></li><li><p>Tidak ada keragaman tanpa adanya keragaman </p></li><li><p>Tidak ada kerapian tanpa ada yang merapikan </p></li></ol><p>• Konsep ketertakhinggaan</p><p>menurut al-kindi waktu ruang sm fisik terbatas</p><p>• Konsep jiwa atau roh </p><p>Menurut al-kindi roh itu berasal dari subtansi tuhan, sedangkan al-kindi jiwa tidak akan hancur bersama hancurnya badan.</p><p>• Konsep akal</p><p>Menurut al-kindi akal merupakan daya fikir yang dihasilkan dari jiwa</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2786622765/48f666a4ee8885f2bd06881b802bd825/Screenshot_20240924_135240_Chrome.jpg" />
         <pubDate>2024-09-24 07:18:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arisazakia11/v3skawmhyc3vwzct/wish/3135083144</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/arisazakia11/v3skawmhyc3vwzct/wish/3135089042</link>
         <description><![CDATA[<p>Abu Zaid al-Balkhi (850-934 M) adalah seorang tokoh penting dalam sejarah psikologi Islam, dikenal karena kontribusinya yang signifikan dalam memahami hubungan antara jiwa dan kesehatan. Ia mengembangkan terapi kognitif dan membedakan antara neurosis dan psikosis, terinspirasi oleh filsafat Yunani, khususnya teori jiwa Plato dan Aristoteles. Al-Balkhi berargumen bahwa kesehatan mental harus diperhatikan bersamaan dengan kesehatan fisik, menciptakan dasar bagi pendekatan psikosomatis dalam pengobatan. Karyanya Masalih al-Abdan wa al-Anfus menekankan pentingnya aspek mental dalam kesehatan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2786772292/2a5959cbb30005c8c832f90c9b897e9b/21d475fe9bfa72b64bab1df9d4e8bea7.jpg" />
         <pubDate>2024-09-24 07:21:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arisazakia11/v3skawmhyc3vwzct/wish/3135089042</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KEL 2 : Ar-Razi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/arisazakia11/v3skawmhyc3vwzct/wish/3135119736</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut Ar-Razi, secara alamiah manusia memiliki perbedaan-perbedaan personal (<em>individual differencies</em>) bawaan alamiah tersebut mungkin saja berubah karena pengaruh lingkungan ataupun situasi.</p><p>Ar-Razi juga menjelaskan bentuk-bentuk kebahagiaan,  ada yang disebut kebahagiaan indrawi, ada kebahagiaan intelektual. Bagi Ar-Razi kebutuhan dan keinginan manusia itu tidak ada akhirnya, sehingga kepuasan dengan memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut menjadi tidak mungkin. </p><p><br/></p><p>Pemikiran Ar-Razi sama dengan Heraclitus</p><p>karena menurut pemikiran heraclitus realitas selalu mengalami perubahan sehingga sampai kapanpun tidak akan sampai pada objektifitas pemahaman terhadap realitas.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://citaty.net/media/authors/muhammad-ibn-zakariya-al-razi.jpeg" />
         <pubDate>2024-09-24 07:38:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arisazakia11/v3skawmhyc3vwzct/wish/3135119736</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
