<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>X6 Refleksi Transaksi Jual Beli Mata Uang Asing by Maria Purwaningtyas</title>
      <link>https://padlet.com/mariapurwaningtyas8/uzre7d0n1gv6sgk8</link>
      <description>Memahami Permintaan dan Penawaran dalam Transaksi Mata Uang Asing</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-04-16 00:40:02 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-04-18 00:13:38 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Refleksi Kelompok 5 - Transaksi Jual Beli Mata Uang Asing</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mariapurwaningtyas8/uzre7d0n1gv6sgk8/wish/2955862277</link>
         <description><![CDATA[<p>Anggota Kelompok: Alexa/3, Keira/12, Gaby/15, Giselle/16, Keiko/25, Kayla/33</p><ol><li><p>Mata uang asing yang kelompok kita pilih adalah Dolar Amerika. Kita memilih mata uang asing tersebut karena pada saat kami ingin menukar mata uang, kurs Dolar Amerika sedang naik dan terlihat stabil selama beberapa hari terakhir.</p></li><li><p>Jumlah yang kelompok kami keluarkan untuk membeli mata uang tersebut adalah Rp95.000,00. Lalu, jumlah yang kami dapatkan kembali saat menjual mata uang tersebut adalah sekitar Rp93.000,00. Kelompok kami mengalami kerugian sejumlah Rp2.000,00, hal ini disebabkan oleh kurs Dolar Amerika yang turun pada jangka waktu setelah kita membeli mata uang asing tersebut hingga menjualnya kembali. Dapat juga dikatakan pada saat kita membeli mata uang Dolar Amerika memiliki permintaan yang tinggi, tetapi saat kita menjualnya permintaan Dolar Amerika sedang rendah.</p></li><li><p>Cara kami mendapat keuntungan lebih banyak dari transaksi jual beli/investasi mata uang asing adalah untuk menunggu sampai permintaan mata uang tersebut tinggi dan kurs mata uang tersebut mengalami kenaikan dari awal kami membeli mata uangnya.</p></li><li><p>Menurut kelompok kami, investasi mata uang asing kurang efektif untuk dilakukan oleh masyarakat luas. Investasi mata uang asing adalah jenis investasi yang paling tidak menentu karena kurs yang mudah berubah-ubah dan tidak stabil. Kelompok kami merekomendasi investasi lain, seperti investasi tanah atau emas, karena jenis investasi tersebut tidak akan mengalami perubahan yang amat drastis dalam jangka waktu yang singkat. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-16 01:08:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mariapurwaningtyas8/uzre7d0n1gv6sgk8/wish/2955862277</guid>
      </item>
      <item>
         <title>REFLEKSI Kelompok 2 X6 (Penawaran)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mariapurwaningtyas8/uzre7d0n1gv6sgk8/wish/2955873646</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><ul><li><p>Marsha / 5</p></li><li><p>Anne / 22</p></li><li><p>Aini / 23&nbsp;</p></li><li><p>Laura / 26&nbsp;</p></li><li><p>Maureen / 29</p></li><li><p>Rischelle / 32</p></li></ul><p><br/></p><ol><li><p>Awalnya, kami ingin membeli poundsterling tetapi terlalu beresiko maka dari itu kami memilih mata uang Yen dari Jepang karena pada saat itu grafik mata uang tersebut stabil dan terlihat aman.&nbsp;</p></li><li><p>Jumlah harga yang kami keluarkan untuk membeli mata uang yen adalah Rp 109.000,00. Jumlah harga yang kami terima atas penjualan adalah Rp 106.000,00 dimana kelompok kami mengalami kerugian. Hal itu terjadi karena pada saat itu fundamental Jepang sedang tidak baik (Jepang terkena bencana alam gempa bumi). Jepang yang mengalami bencana alam tersebut membuat orang-orang enggan untuk berkunjung ke sana, sehingga permintaan akan mata uang tersebut berkurang dan pada akhirnya menyebabkan kerugian pada kami.&nbsp;</p></li><li><p>Cara agar kami mendapatkan keuntungan lebih banyak dari transaksi jual beli/investasi mata uang asing yaitu melihat situasi negara tersebut, menganalisis fundamental, melihat trend grafik, serta menjual pada waktu yang tepat (menunggu pada saat harga mata uang naik (tidak perlu terburu-buru)).&nbsp;</p></li><li><p>Apabila kami menjadi seorang investor professional yang akan membagikan informasi investasi kepada masyarakat luas,&nbsp; kami menyarankan investasi tanah ataupun properti. Investasi ini lebih efektif karena resiko kerugiaan sangat minim, harga tanah ataupun property selalu meningkat.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-16 01:15:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mariapurwaningtyas8/uzre7d0n1gv6sgk8/wish/2955873646</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Transaksi Jual Beli Mata Uang Asing Kelompok 4 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mariapurwaningtyas8/uzre7d0n1gv6sgk8/wish/2955883496</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Mata uang asing yang dipilih kelompok adalah Baht. Kelompok kami memilih mata uang asing tersebut karena uang asing Baht memiliki fluktuasi yang cukup stabil, karena itu, kelompok kami tidak akan mengalami kerugian yang besar seperti jika menukar dari rupiah ke USD atau SGD. Selain itu, mata uang Baht waktu saat itu sedang kuat karena USD pada saat waktu itu sedang lemah.</p></li><li><p>Jumlah harga yang kami keluarkan untuk membeli mata uang Baht adalah Rp.43.200,00. Jumlah yang kami terima atas penjualan mata uang Rp. 43.700,00. Kelompok kami mengalami keuntungan sebesar 500 perak. Hal ini dapat terjadi karena terjadi kenaikan kurs jual pada mata uang Baht, sehingga kita bisa mendapatkan keuntungan.</p></li><li><p>Cara kami agar mendapat keuntungan lebih banyak dari transaksi jual beli/investasi mata uang asing adalah dengan mencari tahu <em>exchange rate history </em>dari beberapa mata uang, sehingga kami bisa tahu mata uang yang kemungkinan besar kurs jualnya akan naik, sehingga bisa mendapatkan keuntungan. Kami melakukan investasi pada mata uang Baht agar mendapatkan keuntungan. Akan tetapi, untuk investasi, menurut kami, lebih baik investasi mata uang USD karena USD adalah mata uang asing yang paling banyak diperdagangkan di seluruh dunia, maka dapat memberikan keuntungan kepada pembeli mata uang/invest karena lebih mudah dibeli dan dijual.</p></li><li><p>Hal ini bergantung pada pilihan masyarakat sendiri, namun kami lebih menyarankan untuk melakukan investasi dengan mata uang USD. Hal ini didukung oleh fakta bahwa kurs Rupiah selalu lebih rendah terhadap USD dan pada saat ini berjumlah sekitar Rp. 15.845,00 per 1 US Dollar. US Dollar juga sering digunakan dalam transaksi pembayaran, dan sistem perekonomian internasional menggunakan USD sebagai patokan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-16 01:21:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mariapurwaningtyas8/uzre7d0n1gv6sgk8/wish/2955883496</guid>
      </item>
      <item>
         <title>REFLEKSI TRANSAKSI JUAL BELI MATA UANG ASING-KELOMPOK 1 EKONOMI🤑💰</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mariapurwaningtyas8/uzre7d0n1gv6sgk8/wish/2955894292</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p> Baht, karena pada saat itu kondisi baht merupakan salah satu mata uang yang relatif stabil </p></li></ol><ol start="2"><li><p>Kami mengeluarkan Rp 100.000 dengan kembalian Rp 2.400 sehingga nominal yang tertukar Rp 97.600</p><p>Dari pertukaran uang tersebut, kami menerima THB ฿200</p><p>Kelompok kami mengalami kerugian sebesar Rp 27.600 karena pada saat itu harga baht naik namun harga rupiah turun sehingga kelompok kami memprediksi bahwa hal ini terjadi karena adanya peningkatan dalam permintaan mata uang baht</p></li><li><p>Seorang yang ingin melakukan investasi membutuhkan pemahaman yang ulung agar dapat memahami faktor-faktor yang memperangurhi nilau tukar mata uang. Diperlkukan adanya analisis ekonomi, politik, dan berita global yang mempengaruhi kondisi pasar ekonomi. Juga bisa dengan memilih beberapa mata uang asing yang di rekomendasikan karena cenderung stabil dan menarik. Seperti, USD (perdangangan luas membuat potensi profit menjadi lebih tinggi, Poundsterling, dan Dollar Singapura.</p></li><li><p>Menurut kelompok kami, kami kurang merekomendasikan investasi mata uang asing karena kita tidak dapat memprediksi naik turunnya nilai valuta asing sehingga mengalami resiko kerugian yang cukup besar. Sehingga kelompok kami memilih untuk merekomendasikan investasi emas batang karena emas batang  merupakan barang yang mudah ditukar dan mudah dicairkan, jual beli emas batang juga bebas pajak dan cenderung terus mengalami kenaikan harga dari masa ke masa. Dan menabung emas tidak ada bunga dalam jual belinya hanya membutuhkan biaya administrasi saja. Dalam masa krisis ekonomi, emas tidak dipengaruhi oleh inflasi sehingga dapat menjadi alat tukar bila terjadi krisis keuangan. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-16 01:27:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mariapurwaningtyas8/uzre7d0n1gv6sgk8/wish/2955894292</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Transaksi Jual Beli Valas Kelompok 3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mariapurwaningtyas8/uzre7d0n1gv6sgk8/wish/2955905438</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Dolar Singapur (SGD). Kami memilih SGD karena kami mengira kurs SGD akan naik mendekati Imlek 2024.</p></li><li><p>Jumlah harga yang dikeluarkan adalah sebanyak 94.568 IDR untuk 8 SGD. Ketika menukar kembali kami mendapat sebanyak 92.696 SGD. Dengan begitu kami mengalami kerugian. Hal ini dapat disebabkan oleh pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang rendah, nilai investasi yang menurun, dan inflasi yang sangat tinggi. Selain itu, demand/permintaan mata uang rupiah menurun sehingga nilai tukar rupiah ke sgd juga berkurang.</p></li><li><p>Membuat rekening valas untuk memudahkan dalam bertransaksi beli-jual valas dan mengikuti berita ekonomi atau komunitas investasi misalnya seminar supaya mengetahui isu atau informasi apa yang dapat berdampak pada harga mata uang</p></li><li><p>Perekonomian di Singapura dianggap memiliki pertumbuhan yang stabil, dan juga inflasi yang relatif lebih rendah daripada negara ASEAN lainnya. Meskipun itu, mata uang ini belum menjadi salah satu yang terkuat. Salah satu alternatif lainnya adalah Franc Swiss yang dianggap sebagai investasi terjamin. Hal ini dikarenakan ekonomi yang stabil, PDB yang tinggi, memiliki sistem bank yang maju, serta negara berfokus untuk mendukung mata uang nasionalnya</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-16 01:33:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mariapurwaningtyas8/uzre7d0n1gv6sgk8/wish/2955905438</guid>
      </item>
      <item>
         <title>REFLEKSI KELOMPOK 6</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/mariapurwaningtyas8/uzre7d0n1gv6sgk8/wish/2956191342</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Mata uang yang kami pilih adalah Singaporean Dollar (SGD). Kami memilih mata uang asing tersebut karena Singapura adalah negara yang kecil, tetapi sangat maju, serta tidak sedang mengalami inflasi yang drastis. Oleh karena itu, SGD akan memiliki kestabilan yang lebih tinggi. SGD juga merupakan salah satu mata uang yang cukup terjangkau jika diubah menjadi IDR.&nbsp;</p></li><li><p>Jumlah harga yang kami keluarkan untuk membeli SGD adalah Rp118.960,00. Setelah itu, jumlah harga yang kita terima atas penjualan adalah Rp112.000.00. Oleh karena itu, kami mengalami kerugian yang cukup banyak, yaitu Rp6.960,00. Hal ini dikarenakan Indonesia sedang dilanda inflasi, serta masih memiliki kestabilan yang masih kurang. Selain itu, IDR menyesuaikan permintaan dan penawaran yang sedang ada, sehingga sering berganti-ganti. Kebetulan, saat kami ingin menukarkan SGD kembali ke IDR, permintaan sedang lebih rendah. Akhirnya, hal tersebut mengakibatkan jumlah IDR yang dikembalikan pada kami menjadi lebih kecil.</p></li><li><p>Cara kami mendapat keuntungan lebih banyak dari transaksi jual beli/investasi mata uang asing adalah untuk memahami faktor penyebab naik turunnya jumlah mata uang asing yang ditukarkan. Selain itu, kami juga dapat memperhatikan status ekonomi negara mata uang yang dipilih, seperti jika mereka sedang mengalami inflasi, sedang perang, dsb. Kemudian, kami juga dapat memperhatikan jumlah penawaran dan permintaan yang sedang terjadi, sehingga dapat menukarkan uang pada saat yang tepat.&nbsp;</p></li><li><p>Menurut kami investasi mata uang bisa dilakukan dengan modal sedikit, tidak perlu berjuta juta namun bisa untuk jangka panjang, seperti mata uang euro yang pada tahun 2010 seharga 10.000an dan pada tahun ini mencapai 17.000an di bulan yang sama. Kami merekomendasi untuk melakukan investasi mata uang SGD karena Otoritas Moneter Singapura (MAS) mempertahankan kebijakan moneter yang berhati-hati sehingga inflasi tetap rendah dan menjaga stabilitas nilai tukar.&nbsp;</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-04-16 04:59:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mariapurwaningtyas8/uzre7d0n1gv6sgk8/wish/2956191342</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
