<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Teks Cerita Pendek by Anggi Sulastiawati</title>
      <link>https://padlet.com/sulastiawatianggi/uzexftansfixx4a1</link>
      <description>Menjelaskan tentang pengertian, unsur pembangunan, dan struktur dalam teks cerita pendek</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2020-11-08 04:54:15 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-11-06 14:54:41 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Struktur Cerita Pendek</title>
         <author>sulastiawatianggi</author>
         <link>https://padlet.com/sulastiawatianggi/uzexftansfixx4a1/wish/900844946</link>
         <description><![CDATA[<div>Berikut ini adalah beberapa struktur dari cerpen :<br><br><strong>1. Abstrak di bagian awal : </strong>bagian ini merupakan rangkuman singkat mengenai penggambaran awal dari cerita yang akan berlangsung dalam cerpen tersebut.<br><br><strong>2. Orientasi : </strong>berisi tentang rentang waktu kejadian, suasana yang terjadi, dan tempat yang digunakan.<br><br><strong>3. Komplikasi : </strong>kaitan hubungan tentang sebab dan akibat dari suatu kejadian yang terjadi.<br><br><strong>4. Evolusi :</strong> merupakan pengarahan permasalahan yang akan menjadi semakin memanas.<br><br><strong>5. Revolusi :</strong> penggambaran permasalahan yang sedang terjadi.<br><br><strong>6. Koda :</strong> suatu hikmah atau nilai yang bisa di petik oleh para pembaca.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-11-08 05:20:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulastiawatianggi/uzexftansfixx4a1/wish/900844946</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Unsur Pembangunan Cerita Pendek</title>
         <author>sulastiawatianggi</author>
         <link>https://padlet.com/sulastiawatianggi/uzexftansfixx4a1/wish/900864463</link>
         <description><![CDATA[<div>Unsur pembangunan cerpen terbagi menjadi 2, yaitu : Unsur Intrinsik dan Unsur Ekstrinsik.<br><br><strong>Unsur intrinsik dari cerpen.</strong><br><br></div><div><strong>1. Memiliki tema</strong>, ini adalah inti/hal pokok yang akan diceritakan dalam sebuah cerita.<br><br></div><div><strong>2. Alur atau plot, </strong>ini adalah jalan dari sebuah cerita. Alur ini ada beberapa jenisnya, yakni alur maju, alur mundur dan alur campuran.<br><br></div><div><strong>3. Setting</strong>, maksudnya bagian penjelasan mengenai waktu, tempat dan juga suasana yang terjadi.<br><br></div><div><strong>4. Tokoh</strong>, merupakan sosok yang diceritakan dalam sebuah karangan. Tokoh ada beberapa jenis, yakni tokoh baik, tokoh jahat dan tokoh netral.<br><br></div><div><strong>5. Penokohan</strong>, penokohan ini adalah suatu bentuk penggambaran tokoh beserta dengan sifat–sifat yang dimiliki. Dalam penokohan ini ada dua cara untuk menentukan penokohan. Yakni melalui metode analitik dan metode dramatik. Metode analitik adalah suatu metode penokohan yang dijelaskan secara langsung. Misalkan dia adalah anak yang pemberani, rajin dan pandai. Metode dramatik adalah suatu metode penokohan yang dijelaskan secara tidak langsung. Pemaparannya bisa melalui penggambaran kebiasaan atau cara berpakaian.<br><br></div><div><strong>6.  Sudut pandang</strong>, merupakan perspektif yang digunakan oleh si pembuat cerita pendek.<br><br></div><div>Sudut pandang ini ada 4 macam, diantaranya:<br><br></div><div><strong>1) Sudut pandang orang pertama</strong> (menggunakan istilah “Aku”). Contohnya, hari minggu aku pergi ke pasar, membeli beberapa bahan masakan untuk ibu di rumah dalam rangka menyambut tamu spesialku yakni sahabat karibku.<br><br></div><div><strong>2) Sudut pandang orang pertama pelaku sampingan</strong> (maksudnya, tokoh yang bernama aku bukanlah pemeran utama, melainkan sebagai seorang yang ada tapi tidak begitu di fokuskan). Contohnya Lusa aku dan teman–teman berangkat study tour ke beberapa kota yang ada di indonesia. Kami semua sangat senang bisa meluangkan waktu bersama. Namun aku dan satu temanku mengalami keletihan sehingga kami jatuh sakit. Temanku yang bernama Ratih ia mengalami anemia sehingga ia mengalami pusing dan mual lebih parah dari aku.<br><br></div><div><strong>3) Sudut pandang orang ketiga serbatahu</strong> (pembuat cerita menceritakan tokoh bernama dia dengan sangat detail sekali). Contohnya, dia adalah salah seorang anak orang kaya yang ada di indonesia, orang tuanya terkenal di seantero jagat raya ini. Banyak sekali yang ingin menjadi teman dekatnya di sekolah. Namun ia terlalu sombong dan suka memilih–milih teman.<br><br></div><div><strong>4) Sudut pandang orang ketiga pengamat</strong> (maksudnya, pembuat cerita hanya memaparkan apa yang dilakukan, apa yang dialami, apa yang dipikirkan oleh tokoh dia dan terbatas hanya berfokus pada satu orang saja). Contohnya, aku tak tahu apa yang sebenarnya terjadi padanya, ia beberapa akhir ini memanglah terlihat murung dan selalu bersedih. Memang kemarin terdengar kabar bahwa kucing kesayangannya mati. Kucing yang ia miliki sejak usia masih di bangku sekolah dasar.<br><br></div><div><strong>7. Amanat</strong>, amanat ini adalah pesan atau nilai atau hikmah yang bisa diambil dan di petik oleh para pembaca usai membaca karangan cerita tersebut.<br><br></div><div> </div><div><strong>Unsur Ekstrinsik dari Cerpen</strong><br><br></div><div>Setelah ada unsur instrinsik, tentu saja ada unsur ekstrinsik, diantaranya adalah:<br><br></div><div><strong>1. Latar belakang masyarakat.</strong> Kondisi latar belakang pada masyarakat ini akan mempengaruhi isi dan jalannya cerita.<br><br></div><div><strong>2. Latar belakang dari pengarang.</strong> Biasanya kebanyakan pengarang akan membawakan cerita berdasarkan pengalaman pribadinya.<br><br></div><div><strong>3. Biografi</strong>, adanya biodata secara lengkap yang secara jelas terpaparkan secara menyeluruh.<br><br></div><div><strong>4. Kondisi psikologis,</strong> biasanya suka duka, sedih dan senang dalam sebuah cerita dipengaruhi oleh mood dari penulis.<br><br></div><div><strong>5. Aliran sastra,</strong> aliran sastra ini akan mempengaruhi gaya bahasa yang dituangkan dalam cerita tersebut.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-11-08 05:37:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulastiawatianggi/uzexftansfixx4a1/wish/900864463</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Contoh Cerita Pendek</title>
         <author>sulastiawatianggi</author>
         <link>https://padlet.com/sulastiawatianggi/uzexftansfixx4a1/wish/900865046</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Hikayat Penciptaan Bintang<br></strong><br></div><div>Dulu ketika peri-peri hidup di bumi dan jumlah manusia masih sedikit, pada batang pohon oak berdaun rindang dalam belantara, tinggallah peri yang selalu durja. Tiap hari kerjanya hanya menangis. Matanya sembab dan raut wajahnya murung. Kalau malam tiba, tangisannya terdengar ke seluruh penjuru hutan hingga pohon pohon dan binatang-binatang terjaga dari tidur mereka. Kalau siang datang, lamunannya panjang seolah sedang memikirkan perkara yang maha berat.<br><br></div><div>Karena tangis sang peri tak kunjung reda dan membuat seluruh penghuni hutan terusik, datanglah angin padanya. Angin bertanya kenapa ia begitu bersedih? Peri bangkit dari sandaran, dikibas-kibaskan sayap kecilnya kemudian duduk dengan cara mendekap lutut di atas punggung angin. “Kawan kawanku telah pergi. Mereka telah pindah ke utara untuk mencari rumah baru dengan meninggalkanku”<br><br></div><div>“Kenapa kawan kawanmu meninggalkanmu ?” tanya angin. Sang peri diam. “Kenapa?”,<br><br></div><div>desak angin. “Karena aku buruk rupa” jawabnya sambil memalingkan wajah. Kemudian tampaklah benjolan besar di pipi sebelah kanannya hingga karena benjolan itu mukanya terlihat bopeng. Sedang di seluruh permukaan wajahnya terdapat pula banyak bintik merah, yang kalau satu saja bintik itu pecah maka terciumlah bau tak sedap ke seluruh tempat di mana ia berada. Dengan wajah seperti itu, peri-peri lain selalu mengejeknya.<br><br></div><div>Sang peri mengajak angin menuruni pohon, kemudian mereka terbang menuju telaga. Sesampainnya di sana tampaklah bulan yang bayangan wajahnya terpantul di atas permukaan air. “Kau tahu,” lirihnya. “keinginanku sekarang, aku ingin cantik dan bersinar seperti dia, dengan begitu niscaya sirnalah kedukaanku”. Angin menggelengkan kepala, “Tak mungkin” katanya dalam hati. Bulan begitu agung, ia perhiasan malam sebagaimana matahari menjadi perhiasan siang. Setiap mahluk tentu boleh bermimpi untuk memiliki kecantikannya namun mustahil bisa mendapatkannya. Mimpi memiliki kecantikan bulan hanya akan berakhir pada kesia-saiaan.<br><br></div><div>Sang peri menatap angin lalu berkata, “Akan kuminta bulan agar membagi kecantikannya denganku, kan kujumpai ia sekarang”. Terbanglah ia menuju langit, namun begitu sampai di antara gumpalan awan, ia terpental ke bumi, sayapnya terlalu kecil dan napasnya lebih dulu habis sebelum sampai ke atas sana. Berkali kali ia mencoba namun lagi lagi terpental. Sang peri menghampiri angin, ia meminta agar angin mengantarnya. Angin menggelengkan kepala kembali. katanya Perjalanan dari bumi kebulan sangat jauh, tak satu mahlukpun dapat sampai kesana termasuk dirinya.<br><br></div><div>Wajah sang peri bertambah muram. Kesedihan makin membayangi. Ditatapnya lagi bayangan bulan di atas telaga, lama dan dalam. Ketika ia terpesona oleh kecantikan tersebut, kepalanya menjadi berat, pandangannya memburam dan akhirnya karena merasakan kelelahan yang sangat, iapun ambruk tak sadarkan diri.<br><br></div><div>Saat siuman, pandangan sang peri masih kabur sedang pusing membebat kepalanya. Namun dalam pandangan yang belum jernih tersebut, ia melihat bayangan terang keemasan di hadapannya. Makin lama bayangan itu makin jernih. Alangkah terkejutnya ia begitu mengetahui kalau ternyata bulan telah turun ke bumi tuk menemuinya. Ketika peri hendak mengatakan sesuatu, bulan lebih dulu memotong dengan berkata “Aku sudah tahu apa yang kau inginkan”.<br><br></div><div>Bulan menjulurkan tangan dan mendekap sang peri di dadanya. Tanya bulan, apakah cantik adalah syarat utama untuk dapat mencinta dan dicinta? Benarkah menjadi cantik itu menyenangkan? Sang peri mengerutkan dahi. Bulan kembali berkata dengan meyampaikan sebuah rahasia, kalau kecantikan yang diinginkan sang peri nyatanya sekadar kefanaan karena suatu ketika ia kan pudar. Itulah kecantian jasmani, yang karenanya telah membuat para lelaki tertipu hingga rela saling menghunus pedang, membunuh dan menghancurkan. Ia yang cantik jasmani saja umpama dadu yang terbuat dari kobaran api, yang membuat para lelaki saling berebut mendapatkannya walau amat panas ia digenggaman. Sejarah kecantikan jasmani adalah sejarah pertumpahan darah, kedengkian, kesombongan dan tipuan.<br><br></div><div>“Apakah aku tidak boleh menjadi cantik” tanya sang peri. Bulan tersenyum, bukan begitu jawabnya. Lebih dari cantik ia juga harus berguna. Ia harus bisa memberi manfaat bagi manusia, binatang-binatang, tumbuhan dan pohon pohon. Karena ketika wanita cantik menuntut agar dirinya dicintai, wanita berguna justru berbagi dan memberi, itulah hakekat kecantikan sesunggguhnya kata bulan. peri menatap wajah bulan yang anggun. Ia bertanya apa yang harus ia lakukan agar menjadi cantik sekaligus berguna? Bulan menjawabnya hanya dengan senyuman.<br><br></div><div>Kemudian ia membawa peri terbang ke langit. Begitu sampai di pusat tata surya, ia meletakan sang peri di tangannya. Bulan meminta peri menutup mata. Dengan sebuah tiupan ajaib yang mengeluarkan sinar perak dari mulutnya, tubuh sang peri menjadi hangat karena diselimuti sinar itu. Tak lama sekujur tubuhnya pun bergetar, berguncang guncang, meregang. Lalu dalam hitungan detik wujudnya telah berubah menjadi bintang yang bersinar sangat terang. Ialah bintang pertama yang lahir dalam sejarah tata surya.<br><br></div><div>Sang peri bahagia, ia menari-nari, menyanyi, tertawa karena dirinya menjadi cantik. Ia berterima kasih atas perubahan dirinya. Bulan kembali berkata, sekarang aku akan menunjukan cara agar engkau menjadi lebih berguna bagi mahluk lain. Mulai saat ini bimbinglah mahluk-mahluk yang tersesat di bumi dengan cahayamu. Pandu mereka yang tersesat dan tak dapat menemukan rumahnya, tunjukan sampan-sampan nelayan yang kehilangan arah pelayarannya, beritahu para pengembara yang sedang kebingungan menentukan jalur pengembaraannya. Jadilah penunjuk jalan bagi siapapun yang membutuhkan.<br><br></div><div>Mulai saat itu sang peri tinggal di langit. Ia mengembara mencari mahluk mahluk yang tersesat dalam perjalanan kemudian dengan cahayanya menunjukan mereka arah yang benar hingga sampai ke tujuan. Suatu hari dilihatnya rombongan peri yang kelelahan di padang pasir gersang. Ketika sadar mereka adalah teman temannya yang tersesat, mengedip ngediplah ia dan menunjuk arah tenggara. Peri peri kaget, karena di langit terdapat setitik cahaya terang yang sangat cantik. Atas petunjuk cahaya itu mereka terbang kembali. Tak lama di hadapan mereka terhampar taman bunga yang luas. Peri peri bersorak setelah berhasil menemukan rumah baru. Tak satupun dari mereka tahu, kalau bintang cantik penunjuk jalan itu adalah salah satu dari mereka yang telah mereka kucilkan dulu. Mereka hanya bisa terkesima, kagum dan berharap dapat memiliki kecantikan seperti sang bintang. Tak ada yang tahu rahasia ini kecuali angin. Dimana ia selalu menyaksikan bayangan sang bintang yang kini berdampingan bersama bulan di atas permukaan telaga dengan segenap rasa kagum yang melingkupi dadanya.<br><br></div><div> </div><div>-Karya Suguh Kurniawan-<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-11-08 05:38:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulastiawatianggi/uzexftansfixx4a1/wish/900865046</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pengertian Cerita Pendek</title>
         <author>sulastiawatianggi</author>
         <link>https://padlet.com/sulastiawatianggi/uzexftansfixx4a1/wish/900865405</link>
         <description><![CDATA[<div>Cerpen adalah sebuah karya sastra pendek yang bersifat fiktif dan mengisahkan tentang suatu permasalahan yang dialami oleh tokoh secara ringkas mulai dari pengenalan sampai akhir dari permasalahan yang dialami oleh tokoh. <br><br>Pada umumnya cerpen hanya mengisahkan satu permasalahan yang dialami oleh satu tokoh. Selain itu, cerpen hanya terdiri tidak lebih dari 10.000 kata. Hal inilah yang membuat cerpen dapat selesai dibaca dalam sekali duduk.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-11-08 05:38:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sulastiawatianggi/uzexftansfixx4a1/wish/900865405</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
