<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>REFLEKSI EP MODUL 1.1 SULBAR A10.1 SESI 1 TANGGAL 27 MARET2024 (JANGAN LUPA KETIK NAMA PADA AWAL JAWABAN) by diana rostina</title>
      <link>https://padlet.com/dianarostina71/uvsedhohd03bb6b9</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-03-26 20:56:54 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-03-30 05:54:53 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>1. Pikirkan dan tuliskan satu pengalaman Anda terkait proses pembelajaran yang merefleksikan (mencerminkan) pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD)?
</title>
         <author>dianarostina71</author>
         <link>https://padlet.com/dianarostina71/uvsedhohd03bb6b9/wish/2934478961</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-26 20:59:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dianarostina71/uvsedhohd03bb6b9/wish/2934478961</guid>
      </item>
      <item>
         <title>2. Bagaimana perwujudan ‘menuntun’ yang saya lihat dalam konteks sosial budaya di daerah saya? 
</title>
         <author>dianarostina71</author>
         <link>https://padlet.com/dianarostina71/uvsedhohd03bb6b9/wish/2934479331</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-26 20:59:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dianarostina71/uvsedhohd03bb6b9/wish/2934479331</guid>
      </item>
      <item>
         <title>3. Mengapa Pendidikan Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman?  
</title>
         <author>dianarostina71</author>
         <link>https://padlet.com/dianarostina71/uvsedhohd03bb6b9/wish/2934479680</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-26 21:00:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dianarostina71/uvsedhohd03bb6b9/wish/2934479680</guid>
      </item>
      <item>
         <title>4. Apa relevansi pemikiran KHD “Pendidikan yang berhamba (berpihak) pada anak”  dalam peran saya sebagai pendidik?
</title>
         <author>dianarostina71</author>
         <link>https://padlet.com/dianarostina71/uvsedhohd03bb6b9/wish/2934480083</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-26 21:00:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dianarostina71/uvsedhohd03bb6b9/wish/2934480083</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Junaedi CGP Angkatan 10 Mamuju</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dianarostina71/uvsedhohd03bb6b9/wish/2935064483</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Dalam proses pembelajaran yang saya lakukan di kelas adalah dengan mengenali terlebih dahulu potensi yang dimilikinya, setelah itu kita bisa memahami keinginan anak tersebut. Sebagai contoh di kelas yang saya ajar terdapat siswa yang memiliki kebiasaan keluar masuk kelas dengan berbagai alasan bahkan sengaja melakukan hal tersebut berulang kali agar dikeluarkan di ruang belajar, tetapi yang saya lakukan adalah dengan menanggapi biasa saja kelakuan anak tersbut karena sudah memahami kondisi secara cara yang anak itu miliki. Dengan memahami keadaan atau gaya belajar masing-masing peserta didik maka akan memudahkan kita dalm membelajarkannya.</p></li><li><p>Perwujudan menuntun dalam konteks sosial budaya di daerah saya yakni menjadi contoh yang baik ke anak dengan membiasakan budaya metawe' di sekolah sehingga menuntun anak untuk berbuat hal sama dan membiasakan hal yang baik untuk anak.</p></li><li><p>Dalam mengajar penting untuk mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman artinya pendidik harus mampu memperhatikan daerah atau tempat tinggal anak agar mampu menyesuaikan cara belajar yang sesuai artinya anak yang tinggal di daerah pantai tentu gaya belajarnya berbeda dengan yang tinggal di pegunungan, selain itu dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kita harus mampu memahami keinginan dan kegemaran  anak sebagai acuan kita untuk mengenali gaya belajarnya.</p></li><li><p>Relevansi pemikiran KHD dengan pendidikan berpihak pada murid artinya segala sesuatu yang kita lakukan dalam pembelajaran harus sepenuhnya terpusat pada kebutuhan atau berorientasi kepada murid sehingga dengan segenap jiwa kita curahkan sepenuhnya untuk murid, murid dan murid.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-27 07:08:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dianarostina71/uvsedhohd03bb6b9/wish/2935064483</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mukhrima Dahlan Polman</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dianarostina71/uvsedhohd03bb6b9/wish/2935065824</link>
         <description><![CDATA[<p>Salah satu pengalaman saya pada proses pembelajaran yang mencerminkan pemikiran KHD yaitu memberikan ruang untuk siswa bisa menggali atau mencari jawaban menurut pemikirannya sendiri tanpa campur tangan guru,baru setelah jawaban sementara yang diberikan oleh siswa,kemudian guru akan membinbing siswa yaitu dengan menuntun untuk mencari jawaban atau fakta dengan membaca buku dan diperkuat dengan pembuktian mukhrima dahlan</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-27 07:09:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dianarostina71/uvsedhohd03bb6b9/wish/2935065824</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mukhrima Dahlan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dianarostina71/uvsedhohd03bb6b9/wish/2935082678</link>
         <description><![CDATA[<p>Perwujudan menuntun yang saya lihat dalam konteks sosial budaya didaerah saya adalah khususnya disekolah saya, yaitu dengan selalu memberikan informasi tentang budaya yang beragam,serta memberikan contoh budaya yang ada didaerah kita,misalnya budaya tabe" yang harus selalu diingatkan kepada siswa dengan dimulai dari kita yang melakukan budaya tabe</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-27 07:29:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dianarostina71/uvsedhohd03bb6b9/wish/2935082678</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mukhrima Dahlan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dianarostina71/uvsedhohd03bb6b9/wish/2935090310</link>
         <description><![CDATA[<p>Pendidikan di Indonesia perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena kedua konsep tersebut mencerminkan pemahaman tentang hubungan antara manusia, alam, dan perkembangan zaman. Pertimbangan terhadap kodrat alam mengarahkan pendidikan untuk mengajarkan nilai-nilai keberlanjutan, keberagaman hayati, dan keharmonisan antara manusia dan lingkungan. Sementara itu, pemikiran tentang kodrat zaman menggarisbawahi pentingnya beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk kemajuan teknologi, perubahan sosial, dan tantangan global yang terus berkembang.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-27 07:34:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dianarostina71/uvsedhohd03bb6b9/wish/2935090310</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mukhrima Dahlan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dianarostina71/uvsedhohd03bb6b9/wish/2935098861</link>
         <description><![CDATA[<p>relevansi pemikiran KHD yaitu pendidikan yang berhamba (berpihak pada murid) dalam peran saya sebagai pendidik adalah sangat relevan dalam peran saya sebagai pendidik. Pendidikan yang berhamba pada murid berarti saya sebagai pendidik memiliki komitmen untuk melayani dan mengabdi kepada kebutuhan, potensi, dan kepentingan siswa. Ini berarti memahami bahwa setiap siswa memiliki keunikan dan potensi yang perlu diperhatikan dan dikembangkan secara individual.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-27 07:42:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dianarostina71/uvsedhohd03bb6b9/wish/2935098861</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SARIFA MUSLIMIN CGP A 10 Mamuju</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dianarostina71/uvsedhohd03bb6b9/wish/2935107992</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pengalaman saya terkait proses pembelajaran yang merefleksikan pemikiran KHD adalah mengumpulkan tugas yang saya berikan dengan kebebasan sesuai dengan,sumber belaja,gaya belajar dan bakat  minat mereka.</p></li><li><p>Menuntun dalam konteks sosial budaya di daerah saya adalah membimbing anak-anak dalam memahami etika dan nilai-nilai untuk membentuk kepribadian dalam menghadapi tantangan, saling menghargai, menuntun untuk beradaptasi sesuai dengan perkembangan zaman</p></li><li><p> Pendidikan anak perlu memperhatikan kodrat alam dan kodrat zaman karena dengan memperhatikan kodrat alam dan kodrat zaman, kita dapat membentuk pendidkan yang relevan dengan kebutuhan anak, sehingga tercipta generasi yang siap masa depan dengan baik.</p></li></ol><ol start="4"><li><p>Relevansi pemikiran KHD tentang pendidikan berhamba pada anak semakin menyadarkan saya bahwa sebagai pendidik, saya harus selalu berusaha menghormati,memahami kodrat yang ada pada anak, menjadi fasilitator dan motivator yang mendukung pengembangan potensi diri peserta didik,memuliakan anak, kondidsi ini akan bisa memudahkan mereka untuk menyerap ilmu pengetahuan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-27 07:52:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dianarostina71/uvsedhohd03bb6b9/wish/2935107992</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Jumiati, SMKN 3 Majene, saya membimbing peserta didik untuk lebih mengenal diri mereka terkait dengan gaya belajar, bakat  minat. Saya memberikan menerapkan   pembelajaran berdiferensiasi pada pelajaran produktif, karena saya mengajar produktif di SMK yang proporsi antara teori dan praktik berbanding 70% dan 30%. Untuk pengumpulan tugas sesuai dengan gaya belajar mereka ada yang membuat tugas dalam bentuk puisi, video pendek, klipping dan kerajinan tangan. </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dianarostina71/uvsedhohd03bb6b9/wish/2935148462</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-27 08:37:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dianarostina71/uvsedhohd03bb6b9/wish/2935148462</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Nurzalima, S.Pd dari SD Negeri No. 29 Purrau. Kab. Majene</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/dianarostina71/uvsedhohd03bb6b9/wish/2935577897</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Suatu hari, di sekolah saya di SD Negeri No. 29 Purrau, saya melakukan sebuah pengalaman yang merefleksikan, keberanian, dan keterlibatan secara aktif dalam proses pembelajaran. Saat itu, kami sedang belajar tentang materi IPA, mengenai siklus air. Lalu, kami melakukan eksperimen membuat miniatur siklus air yang terbuat dari kardus. Guru dan siswa dapat membawa dan merancang bahan yang dibutuhkan Bersama sama. Guru memberikan kebebasan kepada siswa untuk berkreasi membuat siklus air sesuai pemikiran mereka. Dari pengalaman ini, saya belajar bahwa pentingnya peserta didik harus berperan aktif dalam proses pembelajaran . Selain itu, saya juga memahami pentingnya dalam melakukan eksperimen dan tugas-tugas lainnya.</p><p>2. Menuntun dalam konteks sosial budaya merujuk pada tindakan atau perilaku yang dilakukan seseorang untuk membimbing atau mengarahkan orang lain dalam situasi-situasi yang melibatkan norma-norma sosial, adat istiadat, atau nilai-nilai budaya tertentu. Contohnya, Menuntun dalam Pendidikan Agama, sebagai seorang guru yang memimpin sebuah diskusi atau pelajaran tentang nilai-nilai agama dan moral, membimbing murid-murid untuk memahami dan mengaplikasikan ajaran-ajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari.</p><p>3. Pendidikan perlu mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman karena keduanya memiliki dampak yang signifikan terhadap perkembangan manusia dan Masyarakat. Dimana seorang anak akan lahir dari kodrat alam( potensi, bakat, kemampuan) yg berbeda beda. Sehingga sebagai guru kita di harapkan mampu mmbantu, memotivasi mereka agar tumbuh maksimal sesuai usia mereka. Sedangkan kodrat zaman lebih kepada bagaimana seorang guru mampu membimbing anak memasuki abad ke 21, untuk itu seorang guru harus menguasai tekhnogi dan mengikuti perkembangan zaman.</p><p>4. Pemikiran KHD “Pendidikan yang berhamba pada anak”, memiliki relevansi yang besar dengan peran kita sebagai seorang pendidik. Konsep ini menekankan pentingnya memahami dan menghargai keunikan serta kebutuhan individual setiap anak dalam proses Pendidikan. Sebagai seorang pendidik, guru memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya mentransfer ilmu kepada siswa, tetapi juga membantu mereka tumbuh dan berkembang secara holistic</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-03-27 15:44:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dianarostina71/uvsedhohd03bb6b9/wish/2935577897</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
