<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>PERILAKU KONSUMEN by Siti Rojabiyatun Ni&#39;mah</title>
      <link>https://padlet.com/sitinimah17/uu9jyvw7o9x9t9oe</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-11-22 04:22:05 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-11-30 02:33:00 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f64b-2640.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Asslamaualaikum, Selamat Pagi, Salam Sejahtera untuk kita semua</title>
         <author>sitinimah17</author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/uu9jyvw7o9x9t9oe/wish/2393562529</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-22 04:30:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/uu9jyvw7o9x9t9oe/wish/2393562529</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kalian telah membuat berbagai persiapan dalam tema &quot;Perilaku Konsumen&quot; ada yang berupa Print out, Ppt, Canva dll. Dari semua yang sudah kalian persiapkan, &quot;Tuliskan apa saja yang kamu ingat tentang PERILAKU KONSUMEN&quot; Minimal 300 kata</title>
         <author>sitinimah17</author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/uu9jyvw7o9x9t9oe/wish/2393570739</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-22 04:39:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/uu9jyvw7o9x9t9oe/wish/2393570739</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Untuk di Perhatikan 1. Tulis Nama Lengkap 2. No. Absen sebelum mengerjakan 3. Pilih warna yang kalian suka</title>
         <author>sitinimah17</author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/uu9jyvw7o9x9t9oe/wish/2393572531</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-22 04:40:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/uu9jyvw7o9x9t9oe/wish/2393572531</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KENSA VIRA KLAUDIA RINATA (17)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/uu9jyvw7o9x9t9oe/wish/2393900387</link>
         <description><![CDATA[<div>A. Pengertian perilaku konsumen&nbsp;<br>perilaku konsumen adalah suatu hal yang dinamis yang mencakup suatu hubungan interaktif antara afektif dengan kognitif serta antara perilaku dengan lingkungan. Perilaku konsumen juga melibatkan pertukaran antara dua pihak atau lebih. Masing-masing pihak memberi dan menerima sesuatu yang berharga. Berdasarkan pengertian di atas disimpulkan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok, atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan menggunakan barang atau jasa ekonomis yang dapat dipengaruhi lingkungan.&nbsp;<br>Ada beberapa alasan mempelajari perilaku konsumen diantaranya pengetahuan mengenai perilaku konsumen dapat meningkatkan kemampuan pribadi seseorang untuk menjadi konsumen yang lebih efektif<br>B. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen tujuan kegiatan pemasaran adalah mempengaruhi konsumen untuk bersedia membeli barang dan jasa perusahaan pada saat mereka membutuhkan. Oleh karena itu, perusahaan harus memahami faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen untuk melakukan pembelian.&nbsp;<br>1. faktor kebudayaan&nbsp;<br>kultur atau Budaya adalah kumpulan nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan dan tingkah laku yang dipelajari oleh seseorang anggota masyarakat dari keluarga dan lembaga penting lainnya.&nbsp;<br>2. Faktor sosial&nbsp;<br>kelas sosial merupakan pembagian masyarakat yang relatif homogen dan permanen yang tersusun secara hierarkis dan yang anggotanya menganut nilai-nilai, minat, dan perilaku yang serupa.<br>a. Kelompok acuan<br>b. Keluarga<br>c. Peran dan status<br>3. Faktor kepribadian<br>Faktor kepribadian didefinisikan sebagai karakteristik psikologis seseorang yang berbeda dengan orang lain yang menyebabkan tanggapan yang relatif konsisten dan bertahan lama terhadap lingkungan titik keputusan untuk membeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi yaitu:<br>a. Usia dan tingkatan kehidupan<br>b. Jabatan<br>c. Keadaan perekonomian<br>d. Gaya hidup<br>e. Kepribadian dan beserta konsep diri<br>4. Faktor psikologis<br>a. Motivasi<br>b. Persepsi<br>c. Belajar<br>d. Kepercayaan dan sikap<br>Perilaku konsumen dalam pembelian produk terdiri dari dua tahapan, yaitu perilaku sebelum melakukan pembelian (prepurchase) dan pelaku pembelian (purchase)&nbsp;<br>1. prepurchase&nbsp;<br>Pada saat ini, konsumen dapat mencari informasi, baik dari Koran, majalah, iklan tv, iklan radio, referensi teman, brosur maupun media lainnya.<br>2. Purchase<br>Ada lima tahap perilaku pembelian konsumen yaitu:<br>a. Store contact<br>b. Product contact<br>c. Transaction<br>d. Consumtion<br>e. Communication<br>C. Motif belanja konsumen<br>Motif adalah keadaan dalam diri pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan tertentu. Motif yang ada dalam diri seseorang akan membangkitkan dan mewujudkan suatu tingkah laku yang diarahkan untuk mencapai tujuan dan sasaran keputusan. Adapun kategori hedonic shopping, antara lain:<br>1. Adventure shopping<br>2. Social shopping<br>3. Gratification shopping<br>4. Idea shopping<br>5. Role shopping<br>6. Value shopping<br>D. Macam-macam perilaku pembeli<br>Terdapat macam-macam perilaku pembeli antara lain sebagai berikut<br>1. Pembeli terencana dan tidak terencana<br>Dilihat dari segi perencanaan, pembelian konsumen dapat dikategorikan dalam pembelian terencana dan pembelian tak terencana. Pertama pembelian terencana pembelian terencana adalah perilaku pembelian yang keputusannya tentang item yang akan dibeli telah diambil sebelum konsumen masuk ke dalam toko.<br>Kedua pembelian tak terencana. Mayoritas pembelian di pasar swalayan dilakukan karena pengaruh stimulus, khusus jika pemapar sebelumnya pada iklan telah membentuk semacam pengenalan terhadap konsumen.<br>Han dalam Eka Adiputra (2015:28) mengklasifikasikan 4 tipe berbeda dari perilaku pembelian tidak terencana yang dapat dikategorikan sebagai proses ketika konsumen membuat keputusan pembelian.&nbsp;<br>a. Pure impulse buying<br>b. Reminded impulse buying<br>c. Planned impulse buying<br>d. Fashion- oriented impulse buying<br>2. Perilaku pembelian yang kompulsif<br>Perilaku pembelian yang kompulsif dari sisi pemasar telah menjadi fenomena yang makin meluas dan terus berkembang. Konsumen yang kompulsif cenderung membeli benda secara berlebihan yang tidak mereka perlukan, padahal kadang-kadang tidak sanggup mereka beli. Sementara itu, faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku belanja komposit antara lain:<br>a. Rangsangan<br>b. Pengalaman sosial<br>c. Mengetahui trend baru<br>d. Status dan kekuasaan<br>e. Balas jasa kepada diri sendiri<br>E. Tipe-tipe keputusan belanja<br>Pemahaman perintah terhadap proses belanja pelanggan merupakan hal yang sangat penting. Pola pelaku belanja pelanggan mengalami perubahan dan perkembangan sejalan dan perubahan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Sehubungan dengan pengambilan keputusan belanja pelanggan, Terdapat tiga jenis proses pengambilan keputusan, yaitu pemecahan masalah yang luas, pemecahan masalah terbatas, dan pengambilan keputusan yang bersifat kebiasaan. Pertama pemecahan masalah luas. Kedua pemecahan masalah terbatas. Ketiga pengambilan keputusan yang bersifat kebiasaan.<br>F. Proses pengambilan keputusan belanja pelanggan<br>Terdapat perbedaan penting dari proses pengambilan keputusan pelanggan pada konsep pemasaran secara umum dibandingkan dengan proses belanja pelanggan dalam sebuah peritel beberapa tahapan dalam proses belanja pelanggan, antara lain pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi atas alternatif penerapan pilihan, transaksi belanja, dan evaluasi belanja.<br>1. Pengenalan kebutuhan<br>Proses belanja dicetuskan ketika orang mengenal bahwa mereka memiliki kebutuhan yang belum terpuaskan. Suatu kebutuhan yang tak terpuaskan akan muncul ketika pelanggan ingin mewujudkan keputusannya yang berbeda dengan tingkat kepuasan yang mereka rasakan saat ini,&nbsp;<br>2. Pencarian informasi<br>Setelah pelanggan mengidentifikasi sesuatu kebutuhan, mereka mencari informasi tentang berita atau produk untuk membantu mencukupi kebutuhan mereka titik-titik terdapat tiga faktor yang mempengaruhi jumlah informasi yang dicari titik pertama, sifat dan penggunaan produk yang dicari. Kedua karakteristik pelanggan individu titik ketiga aspek pasar dan situasi belanja. Konsumen yang kebutuhannya mendesak akan terdorong untuk mencari informasi yang lebih banyak.<br>3. Pemilihan alternatif<br>Setelah mempertimbangkan berbagai faktor sebagai hasil dari proses pencarian informasi, pelanggan berada pada tahapan evaluasi dan alternatif alternatif yang telah diterapkan oleh pelanggan.<br>4. Menentukan pilihan<br>Pilihan terhadap toko ritel atau barang dagangan dilakukan setelah konsumen berhasil menerapkan suatu alternatif terbaik dari proses pemilihan alternatif yang telah dilakukan.<br>5. Transaksi belanja<br>Transaksi belanja akan terjadi bila konsumen secara faktual melaksanakan pembelian barang dagangan pada peritel yang dipilihnya.<br>6. Evaluasi<br>Proses belanja belum berakhir ketika pelanggan membeli produk titik Setelah berbelanja, pelanggan menggunakan produk itu, dan kemudian mengevaluasi pengalaman ini untuk menentukan Apakah produk ini memuaskan atau tidak. Kepuasan adalah evaluasi pasca konsumsi, yaitu tentang baiknya suatu toko atau produk dalam memenuhi harapan pelanggan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-22 09:55:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/uu9jyvw7o9x9t9oe/wish/2393900387</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Monna Agustin (22)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/uu9jyvw7o9x9t9oe/wish/2394036935</link>
         <description><![CDATA[<div>* Perilaku konsumen adalah suatu hal yang dinamis yang mencakup suatu hubungan interaktif antara efektif dengan kognitif serta antara perilaku dengan lingkungan.<br>* Faktor - faktor yang memengaruhi perilaku konsumen:<br>1. Faktor kebudayaan<br>2. Faktor sosial<br>Tingkah laku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial, yaitu:<br>a. Kelompok Acuan<br>b. Keluarga<br>c. Peran dan status<br>3. Faktor Kepribadian6<br>Keputusan untuk membeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi, yaitu:<br>a. Usia dan tingkatan kehidupan<br>b. Jabatan<br>c. Keadaan perekonomian<br>d. Gaya hidup<br>e. Kepribadian dan beserta konsep diri.<br>4. Faktor psikoligi<br>a. Motivasi<br>b. Persepsi<br>c. Belajar<br>d. Kepercayaan dan sikap<br>* Motif belanja konsumen<br>Motif adalah keadaan dalam diri pribadi seorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan tertentu. Ada beberapa jenis motif yaitu pertama motif primer, kedua motif selektif, ketiga motif rasional. Motivasi konsumen dalam berbelanja dibagi menjadi 2 yaitu utilitarian shopping motivation dan hedonic shopping motivation. Adapun kategori hedonic shopping:<br>&nbsp;1. Adventure shopping<br>&nbsp;2. Social shopping<br>&nbsp;3. Gratification shopping<br>&nbsp;4. Idea shopping<br>&nbsp;5. Role shopping<br>&nbsp;6. Value shopping<br>* Macam - macam perilaku pembeli<br>1. Pembeli terencana dan tidak terencana<br>~ Dilihat dari segi perencanaan, pembelian konsumen dapat dikategorikan ke dalam pembelian terencana (planned purchasing) dan pembelian tak terencana (unplanned).<br>~ Pembelian tak terencana dibagi menjadi 2 kategori yaitu remider purchase dan impulse purchase.<br>Empat tipe perilaku pembelian tidak terencana ketika konsumen membuat keputusan pembelian:<br>a.pure impulse buying<br>b.reminded impulse buying<br>c.planned impulse buying<br>d.fashion-oriented impulse buying<br>2. Perilaku pembeli yang kompulsif (compulsif buying)<br>konsumen yang kompulsif cenderung membeli benda secara berlebihan yang tidak mereka perlukan padahal kadang-kadang tidak sanggup mereka beli.<br>~Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku belanja kompulsif:<br>a.rangsangan<br>b.pengalaman sosial<br>c.mengetahui trend terbaru<br>d.status dan kekuasaan<br>e.balas jasa kepada diri sendiri<br>* tipe tipe keputusan<br>Tiga jenis proses pengambilan keputusan yaitu pemecahan masalah yang luas,pemecahan masalah terbatas,dan pengambilan keputusan yang bersifat kebiasaan.Pertama pemecahan masalah luas merupakan proses pengambilan keputusan dimana memerlukan usaha dan waktu yang cukup besar untuk meneliti dan menganalisis berbagai alternatif.Kedua pemecahan masalah terbatas merupakan proses pengambilan keputusan belanja yang menyertakan suatu usaha dan waktu yang cukup banyak.Ketiga pengambilan keputusan yang bersifat kebiasaan merupakan proses keputusan belanja yang melibatkan sedikit sekali usaha dan waktu atau tanpa usaha yang sadar.<br>* proses pengambilan keputusan belanja pelanggan<br>Beberapa tahapan dalam proses belanja pelanggan antara lain:<br>1.Pengenalan kebutuhan<br>2. Pencarian informasi<br>3. Pemilihan alternatif<br>4. Menentukan pilihan<br>5. Transaksi belanja<br>6. Evaluasi</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-22 12:00:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/uu9jyvw7o9x9t9oe/wish/2394036935</guid>
      </item>
      <item>
         <title>LAILA INDAH SARI(18)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/uu9jyvw7o9x9t9oe/wish/2394096945</link>
         <description><![CDATA[<div>A.Pengertian Perilaku Konsumen.<br>&nbsp; &nbsp; Perilaku konsumen adalah suatu hal yang dinamis yang mencakup suatu hubungan interaktif secara efektif dengan kognitif serta antara perilaku dengan lingkungan.Perilaku konsumen menurut para ahli:<br>*menurut engel,blackwell dan miniart dalam danang sunyoto (2015.237) perilaku konsumen sebagai tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan,mengonsumsi dan menghabiskan produk dan jasa termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini.<br>Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu,kelompok,atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan dan menggunakan barang atau jasa ekonomis yang dapat dipengaruhi lingkungan.<br><br>B.Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen.<br>&nbsp; Tujuan kegiatan pemasaran adalah mempengaruhi konsumen untuk bersedia membeli barang dan jasa perusahaan pada saat mereka membutuhkan.Oleh karena itu,perusahaan harus memahami faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen:<br>1.faktor kebudayaan<br>kultur atau budaya adalah kumpulan nilai-nilai dasar,persepsi,keinginan dan tingkah laku yang dipelajari oleh seorang anggota masyarakat dari keluarga dan lembaga penting lainya.Subkultur meliputi nasionalitas,agama,kelompok ras,dan wilayah geografis.<br>2.faktor sosial<br>kelas sosial merupakan pembagian masyarakat yang relatif homogen dan permanen yang menganut nilai-nilai,minat,dan perilaku yang serupa.Tingkah laku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial seperti:<br>a.kelompok acuan&nbsp;<br>kelompok adalah dua orang atau lebih yang berinteraksi untuk mencapai sasaran individu atau bersama.Kelompok primer yang mempunyai interaksi reguler,tetapi bersifat informal c/:keluarga,teman,tetangga dan rekan kerja.Kelompok sekunder yang mempunyai interaksi lebih formal fan kurang reguler c/:keagamaan,asosiasi profesional dan serikat pekerja.<br>b.keluarga<br>keluarga adalah organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat dan telah diteliti secara mendalam.<br>c.peran dan status<br>peran membawa status yang mencerminkan penghargaan yang diberikan oleh masyarakat,orang seringkali memilih produk yang menunjukkan statusnya dalam masyarakat.<br>3.faktor kepribadian<br>karakteristik atas psikolog seseorang yang berbeda dengan orang lain yang menyebabkan tanggapan relatif konsisten.Keputusan pembeli dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti:<br>a.usia dan tingkatan kehidupan<br>b.jabatan<br>c.keadaan perekonomian<br>d.gaya hidup<br>e.kepribadian dan beserta konsep diri<br>4.faktor psikologis<br>a.motivasi<br>kebutuhan mendesak untuk mengarahkan seseorang mencari pemuasan terhadap kebutuhan itu.<br>b.persepsi<br>dalam melakukan pembelian(persepsi)&nbsp;<br>sangat diperlukan dalam hal memilih,mengorganisasikan,dan mengartikan masukan berupa informasi untuk menciptakan gambaran.<br>c.belajar<br>belajar menggambarkan perilaku seseorang yang bersumber dari pengalamannya.<br>d.kepercayaan dan sikap&nbsp;<br>melalui perbuatan dan belajar orang memperoleh kepercayaan dan sikap.<br>Perilaku konsumen dalam pembelian produk terdiri dari dua tahapan yaitu perilaku sebelum melakukan pembelian atau prepurchase dan perilaku pembelian atau purchase.<br>1.prepurchase<br>pada saat ini,konsumen dapat mencari informasi melalui koran,iklan tv,reverensi teman,brosur maupun media lainnya.Disinilah pihak peritel membutuhkan pemasaran untuk mampu menggapai konsumen dan mempengaruhinya.<br>2.purchase<br>ada lima tahap perilaku pembelian konsumen:<br>a.store contact<br>pada tahap ini konsumen memilih lokasi belanja yang cocok,mendatangi toko,memasuki,dan memilih produk yang dicari.<br>b.product contact<br>yang dimaksud product contact yaitu konsumen memilih dan menemukan produk yang dicari lalu membawanya ke kasir untuk melakukan pembayaran.<br>c.transaction<br>konsumen membayar barang yang telah dipilih di kasir dan membawa produk untuk dikonsumsi.<br>d.comsumtion<br>konsumen menggunakan produk,membuang sisanya jika ada,melakukan pembelian ulang,jika konsumen puas.<br>e.comunication<br>konsumen memberikan informasi tentang produk kepada orang lain,mengisi kartu garansi (jika ada),dan memberikan informasi tentang produk,harga,dan lain-lain kepada peritel.<br><br>C.Motif Belanja Konsumen<br>&nbsp; &nbsp; Motif adalah keadaan yang mendorong keinginan untuk melakukan kegiatan tertentu.Ada empat jenis motif.Pertama motif primer(kategori umum).Kedua motif selektif (keputusan pemilihan menyangkut model dan merk).Ketiga motif rasional (nyata).Keempat motif emosional (pemilihan produk dikaitkan dengan perasaan atau masa lalu seseorang).<br>Tanpa motivasi,transaksi jual beli tidak akan terjadi,motivasi dibagi menjadi dua.Pertama utilitariant shopping motivation motivasi ini berdasarkan pemikiran yang betul-betul rasional dan objektif.Kedua hedonic shopping motivation motivasi ini didasarkan pada pemikiran subjektif atau emosional.Adapun kategori hedonic shopping:<br>1.adventure shopping<br>kategori berbelanja yang konsumennya berbelanja karena sesuatu yang dapat membangkitkan gairah belanjanya.<br>2.social shopping<br>kategori berbelanja yang konsumennya beranggapan bahwa kenikmatan berbelanja akan tercipta ketika mereka menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman.<br>3.grafitication shpping<br>pada kategori ketiga ini dapat menjadi alternatif untuk mengatasi stres,mengatasi suasana hari yang buruk agar dapat melupakan problem yang sedang dihadapi.<br>4.idea shopping<br>kategori yang mengacu pada belanja untuk mengikuti trend konsumen juga melakukan pembelajaran mengenai trend baru dan mendapat informasi mengenai trend-trend lama.<br>5.role shopping<br>kategori berbelanja yang konsumennya suka berbelanja untuk orang lain dari pada untuk dirinya sendiri.<br>6.value shopping<br>kategori berbelanja yang menganggap bahwa berbelanja adalah suatu permainan tawar menawar harga.<br><br>D.Macam-Macam Perilaku Pembeli<br>&nbsp; &nbsp;1.pembeli terencana<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;pembelian terencana (planned purchasing) perilaku pembelian yang keputusannya tentang item yang akan dibeli telah diambil sebelum konsumen masuk ke dalam toko.Sementara itu,pembelian tak terencana (unplanned purchasing) perilaku pembelian yang konsumennya tidak mempertimbangkan untuk membeli,tetapi belum memutuskan produk apa saja yang akan dibeli.Pembelian tak terencana dibagi menjadi dua.Pertama reminder purchase pembelian ketika konsumen melihat produk di dalam toko dan teringat bahwa produk atau merk tersebut dibutuhkan.Kedua impulse purchase pembelian terjadi saat konsumen melihat produk tertentu kemudian menjadi tertarik untuk membelinya.<br>Empat tipe perilaku pembelian tidak terencana ketika konsumen membuat keputusan pembelian:<br>a.pure impulse buying<br>dilakukan karena adanya keinginan tiba-tiba dari konsumen.<br>b.reminded impulse buying<br>terjadi karena ingatan konsumen terhadap suatu keadaan menjadikannya merasa membutuhkan produk tersebut.<br>c.planned impulse buying<br>terjadi karena menunggu adanya penawaran harga yang lebih menarik.<br>d.fasion-oriented impulse buying<br>terjadi saat konsumen melihat produk dengan gaya atau style baru dan konsumen memutuskan untuk membeli produk tersebut.<br>Hal-hal yang mempengaruhi pemilihan lokasi toko adalah kemudahan akses menuju toko,kemudahan transportasi,jam operasional toko,kedekatan dengan competitor,area parkir.<br>2.Perilaku Pembelian Yang Kompulsif (Compulsive Buying)<br>konsumen yang kompulsif cenderung membeli benda secara berlebihan yang tidak mereka perlukan padahal kadang-kadang tidak sanggup mereka beli.<br>Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku belanja kompulsif:<br>a.rangsangan&nbsp;<br>peritel harus menggunakan musik,aroma,dan demonstrasi langsung di dalam toko untuk menimbulkan ketertarikan konsumen.<br>b.pengalaman sosial<br>peritel harus memperhatikan interaksi sosial karena konsumennya lebih memilih suasana yang akra.<br>c.mengetahui trend terbaru<br>peritel harus memperhatikan trend yang terus berkembang.<br>d.status dan kekuasaan<br>konsumen tidak suka menunggu terlalu lama dalam proses pembayaran karena mereka menginginkan perhatian yang lebih tinggi bagi mereka.<br>e.balas jasa kepada diri sendiri<br>peritel memuaskan konsumennya dengan memberikan layanan yang terbaik.<br><br>E.Tipe-Tipe Keputusan Belanja<br>&nbsp; &nbsp;Tiga jenis proses pengambilan keputusan yaitu pemecahan masalah yang luas,pemecahan masalah terbatas,dan pengambilan keputusan yang bersifat kebiasaan.Pertama pemecahan masalah luas merupakan proses pengambilan keputusan dimana memerlukan usaha dan waktu yang cukup besar untuk meneliti dan menganalisis berbagai alternatif.Kedua pemecahan masalah terbatas merupakan proses pengambilan keputusan belanja yang menyertakan suatu usaha dan waktu yang cukup banyak.Ketiga pengambilan keputusan yang bersifat kebiasaan merupakan proses keputusan belanja yang melibatkan sedikit sekali usaha dan waktu atau tanpa usahayang sadar.<br><br>F.Proses Pengambilan Keputusan Belanja Pelanggan<br>&nbsp; &nbsp;Beberapa tahapan dalam proses belanja pelanggan antara lain:<br>1.Pengenalan kebutuhan<br>proses belanja dicetuskan ketika orang mengenal bahwa mereka memiliki kebutuhan yang belum terpuaskan.<br>2.pencarian informasi<br>secara umum jumlah informasi yang dicari tergantung kepada nilai yang dirasakan agar diperoleh dari pencarian dibandingkan dengan ongkos pencarian informasi.Tiga faktor yang mempengaruhi jumlah informasi yang dicari.Pertama sifat dan penggunaan produk yang dicari.Kedua karakteristik pelanggan individu.Ketiga aspek pasar dan situasi belanja.<br>Tujuan usaha ritel dalam tahap ini untuk membatasi dan mengarahkan agar pelanggan melakukan pencarian informasi ke toko secara langsung.<br>3.pemilihan alternatif<br>pelanggan berada pada tahapan evaluasi atas alternatif-alternatif yang telah ditetapkan oleh pelanggan,evaluasi tersebut terkait dengan pilihan toko ataupun pilihan terhadap produk atau merk.<br>4.menentukan pilihan&nbsp;<br>hal ini dilakukan setelah konsumen berhasil menerapkan suatu alternatif terbaik yang telah dilakukan.<br>5.transaksi belanja<br>terjadi jika konsumen secara faktual melaksanakan pembelian padaperitel yang dipilihnya.<br>6.evaluasi<br>setelah berbelanja pelanggan mengevaluasi pengalaman ini untuk menentukan apakah produk ini memuaskan atau tidak.Kepuasan adalah evaluasi pasca konsumsi yaitu tentang baiknya suatu toko atau produk dalam memenuhi harapan pelanggan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-22 12:51:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/uu9jyvw7o9x9t9oe/wish/2394096945</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ANISA&#39;U DZAWIR ROSIDAH (02)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/uu9jyvw7o9x9t9oe/wish/2394130538</link>
         <description><![CDATA[<div>A. Pengertian perilaku konsumen perilaku konsumen adalah suatu hal yang dinamis yang mencakup suatu hubungan interaktif antara afektif dengan kognitif serta antara perilaku dengan lingkungan. Perilaku konsumen juga melibatkan pertukaran antara dua pihak atau lebih. Masing-masing pihak memberi dan menerima sesuatu yang berharga. Berdasarkan pengertian di atas disimpulkan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok, atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan menggunakan barang atau jasa ekonomis yang dapat dipengaruhi lingkungan.&nbsp;<br>Ada beberapa alasan mempelajari perilaku konsumen diantaranya pengetahuan mengenai perilaku konsumen dapat meningkatkan kemampuan pribadi seseorang untuk menjadi konsumen yang lebih efektif<br>B. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen tujuan kegiatan pemasaran adalah mempengaruhi konsumen untuk bersedia membeli barang dan jasa perusahaan pada saat mereka membutuhkan. Oleh karena itu, perusahaan harus memahami faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen untuk melakukan pembelian.&nbsp;<br>1. faktor kebudayaan&nbsp;<br>kultur atau Budaya adalah kumpulan nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan dan tingkah laku yang dipelajari oleh seseorang anggota masyarakat dari keluarga dan lembaga penting lainnya.&nbsp;<br>2. Faktor sosial&nbsp;<br>kelas sosial merupakan pembagian masyarakat yang relatif homogen dan permanen yang tersusun secara hierarkis dan yang anggotanya menganut nilai-nilai, minat, dan perilaku yang serupa.<br>a. Kelompok acuan<br>b. Keluarga<br>c. Peran dan status<br>3. Faktor kepribadian<br>Faktor kepribadian didefinisikan sebagai karakteristik psikologis seseorang yang berbeda dengan orang lain yang menyebabkan tanggapan yang relatif konsisten dan bertahan lama terhadap lingkungan titik keputusan untuk membeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi yaitu:<br>a. Usia dan tingkatan kehidupan<br>b. Jabatan<br>c. Keadaan perekonomian<br>d. Gaya hidup<br>e. Kepribadian dan beserta konsep diri<br>4. Faktor psikologis<br>a. Motivasi<br>b. Persepsi<br>c. Belajar<br>d. Kepercayaan dan sikap<br>Perilaku konsumen dalam pembelian produk terdiri dari dua tahapan, yaitu perilaku sebelum melakukan pembelian (prepurchase) dan pelaku pembelian (purchase)&nbsp;<br>1. prepurchase&nbsp;<br>Pada saat ini, konsumen dapat mencari informasi, baik dari Koran, majalah, iklan tv, iklan radio, referensi teman, brosur maupun media lainnya.<br>2. Purchase<br>Ada lima tahap perilaku pembelian konsumen yaitu:<br>a. Store contact<br>b. Product contact<br>c. Transaction<br>d. Consumtion<br>e. Communication<br>C. Motif belanja konsumen<br>Motif adalah keadaan dalam diri pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan tertentu. Motif yang ada dalam diri seseorang akan membangkitkan dan mewujudkan suatu tingkah laku yang diarahkan untuk mencapai tujuan dan sasaran keputusan. Adapun kategori hedonic shopping, antara lain:<br>1. Adventure shopping<br>2. Social shopping<br>3. Gratification shopping<br>4. Idea shopping<br>5. Role shopping<br>6. Value shopping<br>D. Macam-macam perilaku pembeli<br>Terdapat macam-macam perilaku pembeli antara lain sebagai berikut<br>1. Pembeli terencana dan tidak terencana<br>Dilihat dari segi perencanaan, pembelian konsumen dapat dikategorikan dalam pembelian terencana dan pembelian tak terencana. Pertama pembelian terencana pembelian terencana adalah perilaku pembelian yang keputusannya tentang item yang akan dibeli telah diambil sebelum konsumen masuk ke dalam toko.<br>Kedua pembelian tak terencana. Mayoritas pembelian di pasar swalayan dilakukan karena pengaruh stimulus, khusus jika pemapar sebelumnya pada iklan telah membentuk semacam pengenalan terhadap konsumen.<br>Han dalam Eka Adiputra (2015:28) mengklasifikasikan 4 tipe berbeda dari perilaku pembelian tidak terencana yang dapat dikategorikan sebagai proses ketika konsumen membuat keputusan pembelian.&nbsp;<br>a. Pure impulse buying<br>b. Reminded impulse buying<br>c. Planned impulse buying<br>d. Fashion- oriented impulse buying<br>2. Perilaku pembelian yang kompulsif<br>Perilaku pembelian yang kompulsif dari sisi pemasar telah menjadi fenomena yang makin meluas dan terus berkembang. Konsumen yang kompulsif cenderung membeli benda secara berlebihan yang tidak mereka perlukan, padahal kadang-kadang tidak sanggup mereka beli. Sementara itu, faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku belanja komposit antara lain:<br>a. Rangsangan<br>b. Pengalaman sosial<br>c. Mengetahui trend baru<br>d. Status dan kekuasaan<br>e. Balas jasa kepada diri sendiri<br>E. Tipe-tipe keputusan belanja<br>Pemahaman perintah terhadap proses belanja pelanggan merupakan hal yang sangat penting. Pola pelaku belanja pelanggan mengalami perubahan dan perkembangan sejalan dan perubahan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Sehubungan dengan pengambilan keputusan belanja pelanggan, Terdapat tiga jenis proses pengambilan keputusan, yaitu pemecahan masalah yang luas, pemecahan masalah terbatas, dan pengambilan keputusan yang bersifat kebiasaan. Pertama pemecahan masalah luas. Kedua pemecahan masalah terbatas. Ketiga pengambilan keputusan yang bersifat kebiasaan.<br>F. Proses pengambilan keputusan belanja pelanggan<br>Terdapat perbedaan penting dari proses pengambilan keputusan pelanggan pada konsep pemasaran secara umum dibandingkan dengan proses belanja pelanggan dalam sebuah peritel beberapa tahapan dalam proses belanja pelanggan, antara lain pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi atas alternatif penerapan pilihan, transaksi belanja, dan evaluasi belanja.<br>1. Pengenalan kebutuhan<br>Proses belanja dicetuskan ketika orang mengenal bahwa mereka memiliki kebutuhan yang belum terpuaskan. Suatu kebutuhan yang tak terpuaskan akan muncul ketika pelanggan ingin mewujudkan keputusannya yang berbeda dengan tingkat kepuasan yang mereka rasakan saat ini,&nbsp;<br>2. Pencarian informasi<br>Setelah pelanggan mengidentifikasi sesuatu kebutuhan, mereka mencari informasi tentang berita atau produk untuk membantu mencukupi kebutuhan mereka titik-titik terdapat tiga faktor yang mempengaruhi jumlah informasi yang dicari titik pertama, sifat dan penggunaan produk yang dicari. Kedua karakteristik pelanggan individu titik ketiga aspek pasar dan situasi belanja. Konsumen yang kebutuhannya mendesak akan terdorong untuk mencari informasi yang lebih banyak.<br>3. Pemilihan alternatif<br>Setelah mempertimbangkan berbagai faktor sebagai hasil dari proses pencarian informasi, pelanggan berada pada tahapan evaluasi dan alternatif alternatif yang telah diterapkan oleh pelanggan.<br>4. Menentukan pilihan<br>Pilihan terhadap toko ritel atau barang dagangan dilakukan setelah konsumen berhasil menerapkan suatu alternatif terbaik dari proses pemilihan alternatif yang telah dilakukan.<br>5. Transaksi belanja<br>Transaksi belanja akan terjadi bila konsumen secara faktual melaksanakan pembelian barang dagangan pada peritel yang dipilihnya.<br>6. Evaluasi<br>Proses belanja belum berakhir ketika pelanggan membeli produk titik Setelah berbelanja, pelanggan menggunakan produk itu, dan kemudian mengevaluasi pengalaman ini untuk menentukan Apakah produk ini memuaskan atau tidak. Kepuasan adalah evaluasi pasca konsumsi, yaitu tentang baiknya suatu toko atau produk dalam memenuhi harapan pelanggan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-22 13:16:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/uu9jyvw7o9x9t9oe/wish/2394130538</guid>
      </item>
      <item>
         <title>AUREL AIDHA CINTYA DEWI (04)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/uu9jyvw7o9x9t9oe/wish/2394132161</link>
         <description><![CDATA[<div>A. Pengertian perilaku konsumen perilaku konsumen adalah suatu hal yang dinamis yang mencakup suatu hubungan interaktif antara afektif dengan kognitif serta antara perilaku dengan lingkungan. Perilaku konsumen juga melibatkan pertukaran antara dua pihak atau lebih. Masing-masing pihak memberi dan menerima sesuatu yang berharga. Berdasarkan pengertian di atas disimpulkan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok, atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan menggunakan barang atau jasa ekonomis yang dapat dipengaruhi lingkungan.&nbsp;<br>Ada beberapa alasan mempelajari perilaku konsumen diantaranya pengetahuan mengenai perilaku konsumen dapat meningkatkan kemampuan pribadi seseorang untuk menjadi konsumen yang lebih efektif<br>B. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen tujuan kegiatan pemasaran adalah mempengaruhi konsumen untuk bersedia membeli barang dan jasa perusahaan pada saat mereka membutuhkan. Oleh karena itu, perusahaan harus memahami faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen untuk melakukan pembelian.&nbsp;<br>1. faktor kebudayaan&nbsp;<br>kultur atau Budaya adalah kumpulan nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan dan tingkah laku yang dipelajari oleh seseorang anggota masyarakat dari keluarga dan lembaga penting lainnya.&nbsp;<br>2. Faktor sosial&nbsp;<br>kelas sosial merupakan pembagian masyarakat yang relatif homogen dan permanen yang tersusun secara hierarkis dan yang anggotanya menganut nilai-nilai, minat, dan perilaku yang serupa.<br>a. Kelompok acuan<br>b. Keluarga<br>c. Peran dan status<br>3. Faktor kepribadian<br>Faktor kepribadian didefinisikan sebagai karakteristik psikologis seseorang yang berbeda dengan orang lain yang menyebabkan tanggapan yang relatif konsisten dan bertahan lama terhadap lingkungan titik keputusan untuk membeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi yaitu:<br>a. Usia dan tingkatan kehidupan<br>b. Jabatan<br>c. Keadaan perekonomian<br>d. Gaya hidup<br>e. Kepribadian dan beserta konsep diri<br>4. Faktor psikologis<br>a. Motivasi<br>b. Persepsi<br>c. Belajar<br>d. Kepercayaan dan sikap<br>Perilaku konsumen dalam pembelian produk terdiri dari dua tahapan, yaitu perilaku sebelum melakukan pembelian (prepurchase) dan pelaku pembelian (purchase)&nbsp;<br>1. prepurchase&nbsp;<br>Pada saat ini, konsumen dapat mencari informasi, baik dari Koran, majalah, iklan tv, iklan radio, referensi teman, brosur maupun media lainnya.<br>2. Purchase<br>Ada lima tahap perilaku pembelian konsumen yaitu:<br>a. Store contact<br>b. Product contact<br>c. Transaction<br>d. Consumtion<br>e. Communication<br>C. Motif belanja konsumen<br>Motif adalah keadaan dalam diri pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan tertentu. Motif yang ada dalam diri seseorang akan membangkitkan dan mewujudkan suatu tingkah laku yang diarahkan untuk mencapai tujuan dan sasaran keputusan. Adapun kategori hedonic shopping, antara lain:<br>1. Adventure shopping<br>2. Social shopping<br>3. Gratification shopping<br>4. Idea shopping<br>5. Role shopping<br>6. Value shopping<br>D. Macam-macam perilaku pembeli<br>Terdapat macam-macam perilaku pembeli antara lain sebagai berikut<br>1. Pembeli terencana dan tidak terencana<br>Dilihat dari segi perencanaan, pembelian konsumen dapat dikategorikan dalam pembelian terencana dan pembelian tak terencana. Pertama pembelian terencana pembelian terencana adalah perilaku pembelian yang keputusannya tentang item yang akan dibeli telah diambil sebelum konsumen masuk ke dalam toko.<br>Kedua pembelian tak terencana. Mayoritas pembelian di pasar swalayan dilakukan karena pengaruh stimulus, khusus jika pemapar sebelumnya pada iklan telah membentuk semacam pengenalan terhadap konsumen.<br>Han dalam Eka Adiputra (2015:28) mengklasifikasikan 4 tipe berbeda dari perilaku pembelian tidak terencana yang dapat dikategorikan sebagai proses ketika konsumen membuat keputusan pembelian.&nbsp;<br>a. Pure impulse buying<br>b. Reminded impulse buying<br>c. Planned impulse buying<br>d. Fashion- oriented impulse buying<br>2. Perilaku pembelian yang kompulsif<br>Perilaku pembelian yang kompulsif dari sisi pemasar telah menjadi fenomena yang makin meluas dan terus berkembang. Konsumen yang kompulsif cenderung membeli benda secara berlebihan yang tidak mereka perlukan, padahal kadang-kadang tidak sanggup mereka beli. Sementara itu, faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku belanja komposit antara lain:<br>a. Rangsangan<br>b. Pengalaman sosial<br>c. Mengetahui trend baru<br>d. Status dan kekuasaan<br>e. Balas jasa kepada diri sendiri<br>E. Tipe-tipe keputusan belanja<br>Pemahaman perintah terhadap proses belanja pelanggan merupakan hal yang sangat penting. Pola pelaku belanja pelanggan mengalami perubahan dan perkembangan sejalan dan perubahan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Sehubungan dengan pengambilan keputusan belanja pelanggan, Terdapat tiga jenis proses pengambilan keputusan, yaitu pemecahan masalah yang luas, pemecahan masalah terbatas, dan pengambilan keputusan yang bersifat kebiasaan. Pertama pemecahan masalah luas. Kedua pemecahan masalah terbatas. Ketiga pengambilan keputusan yang bersifat kebiasaan.<br>F. Proses pengambilan keputusan belanja pelanggan<br>Terdapat perbedaan penting dari proses pengambilan keputusan pelanggan pada konsep pemasaran secara umum dibandingkan dengan proses belanja pelanggan dalam sebuah peritel beberapa tahapan dalam proses belanja pelanggan, antara lain pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi atas alternatif penerapan pilihan, transaksi belanja, dan evaluasi belanja.<br>1. Pengenalan kebutuhan<br>Proses belanja dicetuskan ketika orang mengenal bahwa mereka memiliki kebutuhan yang belum terpuaskan. Suatu kebutuhan yang tak terpuaskan akan muncul ketika pelanggan ingin mewujudkan keputusannya yang berbeda dengan tingkat kepuasan yang mereka rasakan saat ini,&nbsp;<br>2. Pencarian informasi<br>Setelah pelanggan mengidentifikasi sesuatu kebutuhan, mereka mencari informasi tentang berita atau produk untuk membantu mencukupi kebutuhan mereka titik-titik terdapat tiga faktor yang mempengaruhi jumlah informasi yang dicari titik pertama, sifat dan penggunaan produk yang dicari. Kedua karakteristik pelanggan individu titik ketiga aspek pasar dan situasi belanja. Konsumen yang kebutuhannya mendesak akan terdorong untuk mencari informasi yang lebih banyak.<br>3. Pemilihan alternatif<br>Setelah mempertimbangkan berbagai faktor sebagai hasil dari proses pencarian informasi, pelanggan berada pada tahapan evaluasi dan alternatif alternatif yang telah diterapkan oleh pelanggan.<br>4. Menentukan pilihan<br>Pilihan terhadap toko ritel atau barang dagangan dilakukan setelah konsumen berhasil menerapkan suatu alternatif terbaik dari proses pemilihan alternatif yang telah dilakukan.<br>5. Transaksi belanja<br>Transaksi belanja akan terjadi bila konsumen secara faktual melaksanakan pembelian barang dagangan pada peritel yang dipilihnya.<br>6. Evaluasi<br>Proses belanja belum berakhir ketika pelanggan membeli produk titik Setelah berbelanja, pelanggan menggunakan produk itu, dan kemudian mengevaluasi pengalaman ini untuk menentukan Apakah produk ini memuaskan atau tidak. Kepuasan adalah evaluasi pasca konsumsi, yaitu tentang baiknya suatu toko atau produk dalam memenuhi harapan pelanggan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-22 13:17:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/uu9jyvw7o9x9t9oe/wish/2394132161</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MEIKA KUSUMA NINGRUM</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/uu9jyvw7o9x9t9oe/wish/2394806209</link>
         <description><![CDATA[<div>A.&nbsp; PENGERTIAN<br>&nbsp;Perilaku konsumen adalah suatu hal yang dinamis yang mencakup suatu hubungan interaktif antara afektif dengan kognitif serta antara perilaku dengan lingkungan.&nbsp;<br>&nbsp;Adapun salah satu pengertian perilaku konsumen menurut ahli yaitu&nbsp;<br>Menurut Engel, Blackwell, dan Miniard dalam Danang Sunyoto (2015:37) mendefinisikan perilaku konsumen sebagai tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini.&nbsp;<br><br>B. FAKTOR² YANG MEMENGARUHI PERILAKU KONSUMEN<br>&nbsp; 1. faktor kebudayaan&nbsp;<br>&nbsp; kultur/budaya adalah kumpulan nilai-nilai dasar persepsi keinginan dan tingkah laku yang dipelajari oleh seorang anggota masyarakat dari keluarga dan lembaga penting lainnya.Sedangkan subkultur adalah sekelompok orang dengan sistem nilai terpisah berdasarkan pengalaman dan situasi kehidupan yang umum.<br>&nbsp; 2. faktor sosial&nbsp;<br>&nbsp;merupakan pembagian masyarakat yang relatif homogen dan permanen yang menganut nilai-nilai, minat dan perilaku yang serupa. Tingkah laku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial seperti:<br>&nbsp;a. kelompok acuan adalah dua orang atau lebih yang berinteraksi untuk mencapai sasaran individu atau bersama.<br>&nbsp;b. keluarga adalah organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat dan telah diteliti secara mendalam.<br>&nbsp;c. peran dan status merupakan aktivitas yang diharapkan dilakukan seseorang menurut orang-orang yang ada di sekitarnya.&nbsp;<br>&nbsp;3. Faktor kepribadian&nbsp;<br>merupakan karakteristik psikologis seseorang yang berbeda dengan orang lain yang menyebabkan tanggapan yang relatif konsisten dan bertahan lama terhadap lingkungan. Dipengaruhi karakteristik pribadi yaitu:<br>a. usia dan tingkatan kehidupan&nbsp;<br>b. jabatan&nbsp;<br>c. keadaan perekonomian<br>d. gaya hidup<br>e. kepribadian dan beserta konsep diri<br>&nbsp;4. Faktor psikologi<br>&nbsp;terdiri dari&nbsp;<br>&nbsp;a. motivasi adalah suatu kebutuhan yang kuat mendesak untuk mengarahkan seseorang untuk mencari pemuasan terhadap kebutuhan itu&nbsp;<br>b. persepsi sebagai proses seseorang dalam memilih, mengorganisasikan, dan mengartikan masukan yang berupa informasi untuk menciptakan suatu gambaran yang berarti dari dunia ini.<br>c. belajar menggambarkan perubahan perilaku seseorang yang bersumber dari pengalamannya<br>d. kepercayaan dan sikap melalui perbuatan dan belajar orang memperoleh kepercayaan dan sikap.<br><br>~Tahapan perilaku konsumen dalam pembelian produk ada dua yaitu:<br>1. prepurchase adalah sistem jual beli online atau membeli terlebih dahulu barang tersebut secara penuh sebelum barang tersebut benar-benar tersedia. Type prepurchase yaitu information contact dan funds acces&nbsp;<br>2. purchase adalah kegiatan konsumen membeli atau menyewa barang atau jasa. Ada 5 tahap pembelian konsumen yaitu:<br>a. store contact konsumen memilih lokasi belanja yang cocok mendatangi toko, memasuki, dan memilih produk yang dicari.<br>b. product contact yaitu konsumen memilih dan menemukan produk yang dicari lalu membawanya ke kasir untuk melakukan pembayaran.&nbsp;<br>c. transaction yaitu konsumen membayar barang yang telah dipilih di plastik dan membawa produk untuk dikonsumsi.<br>d. consumtion yaitu konsumen menggunakan produk.<br>e. comunication yaitu konsumen memberikan informasi tentang produk kepada orang lain mengisi kartu garansi jika ada dan memberikan informasi tentang produk harga dan lain-lain kepada peritel<br><br>C. MOTIF BELANJA KONSUMEN&nbsp;<br>motif adalah keadaan dalam diri pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan tertentu<br>*jenis motif:<br>1. motif primer yaitu motif yang menimbulkan kategori umum suatu produk tertentu<br>2. motif selektif yaitu motif yang mempengaruhi keputusan pemilihan yang menyangkut model dan merek dari kelas-kelas suatu produk<br>3. motif rasional yaitu motif yang didasarkan pada kenyataan seperti yang ditunjukkan suatu produk kepada konsumen<br>4. motif emosional yaitu motif yang menyebabkan pemilihan produk yang dikaitkan dengan perasaan individu atau pengalaman masa lalu seseorang<br><br>tanpa motivasi transaksi jual beli tidak akan terjadi jadi perilaku berbelanja tercipta dari motivasi dalam diri konsumen yang timbul adanya kebutuhan konsumen.<br>*motivasi konsumen dalam berbelanja dibagi menjadi dua yaitu:<br>1. utilitarian shopping motivation yaitu seseorang akan berbelanja jika orang tersebut mendapatkan manfaat dari produk yang diinginkan.<br>2. hedonic shopping motivation yaitu seseorang berbelanja karena merasa mendapatkan kesenangan dan merasa berbelanja itu adalah sesuatu hal yang menarik.<br>*adapun kategori hedonic shopping yaitu:<br>1. adventure shopping kategori berbelanja yang sebagian besar konsumennya berbelanja karena adanya sesuatu yang dapat membangkitkan gairah belanjanya<br>2. social shopping kategori berbelanja yang sebagian besar konsumennya beranggapan bahwa kenikmatan dalam berbelanja akan tercipta ketika mereka menghabiskan waktu bersama-sama dengan keluarga atau teman<br>3. gratification shopping kategori berbelanja yang merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi stress<br>4. idea shopping kategori yang mengacu pada belanja untuk mengikuti tren dan mode baru<br>5. role shopping kategori berbelanja yang konsumennya lebih suka berbelanja untuk orang lain daripada untuk dirinya sendiri.<br>6. value shopping kategori berbelanja yang beranggap bahwa berbelanja merupakan suatu permainan tawar-menawar harga.<br><br>D. MACAM-MACAM PERILAKU PEMBELI<br>1. pembeli terencana dan tidak terencana<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; *pembeli terencana adalah perilaku pembelian yang keputusannya tentang item yang akan dibeli telah diambil sebelum masuk ke dalam toko<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; *pembelian tak terencana pembelian tidak terencana didefinisikan sebagai suatu keputusan tiba-tiba dan persuasif<br>&nbsp; &nbsp; 4 tipe perilaku pembelian tidak terencana:<br>&nbsp; &nbsp; 1. Pure impulse buying yaitu pembelian terjadi karena adanya keinginan tiba-tiba dari konsumen<br>&nbsp; &nbsp; 2. reminded impulse buying pembelian terjadi karena suatu keadaan menjadikannya merasa membutuhkan produk tersebut<br>&nbsp; &nbsp; 3. planet impulse bullying konsumen menunggu melakukan pembelian suatu produk sampai adanya penawaran harga yang lebih menarik<br>&nbsp; &nbsp; 4. fashion oriented impulse buying yaitu pembelian tidak terencana yang berorientasi pada fashion terjadi saat konsumen melihat suatu produk dengan gaya atau style baru<br>2. perilaku pembelian yang kompulsif ( compulsive buying)<br>kompulsif buying adalah konsumen yang membeli benda secara berlebihan yang tidak mereka perlukan padahal kadang-kadang tidak sanggup mereka beli<br>*faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku belanja kompulsif:<br>1. rangsangan&nbsp;<br>2. pengalaman sosial<br>3. mengetahui trend terbaru<br>4. status dan kekuasaan<br>5. balas jasa kepada diri sendiri<br><br>E. TIPE-TIPE KEPUTUSAN BELANJA<br>proses tahapan belanja pelanggan dimulai ketika pelanggan mengenali suatu kebutuhan yang tidak terpuaskan kemudian pelanggan mencari informasi tentang cara mencukupi kebutuhan itu<br>*terdapat tiga jenis proses pengambilan keputusan yaitu:<br>1.pemecahan masalah yang luas yaitu proses pengambilan keputusan pembelian di mana pelanggan memerlukan usaha dan waktu yang cukup besar untuk meneliti dan menganalisis berbagai alternatif<br>2. pemecahan masalah terbatas yaitu proses pengambilan keputusan Belanda yang menyertakan suatu usaha dan waktu yang cukup banyak<br>3. pengambilan keputusan yang bersifat kebiasaan yaitu proses keputusan belanja yang melibatkan sedikit sekali usaha dan waktu atau tanpa usaha yang sadar<br><br>F. PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN BELANJA PELANGGAN<br>beberapa tahapan dalam proses belanja pelanggan antara lain:<br>1. pengenalan kebutuhan yaitu proses belanja dicetuskan ketika orang mengenal bahwa mereka memiliki kebutuhan yang belum terpuaskan<br>2. pencarian informasi setelah pelanggan mengidentifikasi suatu kebutuhan mereka mencari informasi tentang perihal atau produk untuk membantu mencukupi kebutuhan mereka<br>3. pemilihan alternatif setelah mempertimbangkan berbagai faktor sebagai hasil dari proses pencarian informasi pelanggan berada pada tahapan evaluasi atas alternatif alternatif yang telah ditetapkan oleh pelanggan<br>4. menentukan pilihan pilihan terhadap toko ritel atau barang dagangan dilakukan setelah konsumen berhasil menerapkan satu alternatif terbaik dari proses pemilihan alternatif yang telah dilakukan<br>5. transaksi belanja terjadi jika konsumen secara faktual melaksanakan pembelian barang dagangan pada peritel yang dipilihnya<br>6. kepuasan adalah evaluasi pasca komunikasi yaitu tentang baiknya suatu tokoh atau produk dalam memenuhi harapan pelanggan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-22 23:59:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/uu9jyvw7o9x9t9oe/wish/2394806209</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NOVIA EKGI SAPUTRI (25)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/uu9jyvw7o9x9t9oe/wish/2394806266</link>
         <description><![CDATA[<div>A.&nbsp; PENGERTIAN<br>&nbsp;Perilaku konsumen adalah suatu hal yang dinamis yang mencakup suatu hubungan interaktif antara afektif dengan kognitif serta antara perilaku dengan lingkungan.&nbsp;<br>&nbsp;Adapun salah satu pengertian perilaku konsumen menurut ahli yaitu&nbsp;<br>Menurut Engel, Blackwell, dan Miniard dalam Danang Sunyoto (2015:37) mendefinisikan perilaku konsumen sebagai tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini.&nbsp;<br><br>B. FAKTOR² YANG MEMENGARUHI PERILAKU KONSUMEN<br>&nbsp; 1. faktor kebudayaan&nbsp;<br>&nbsp; kultur/budaya adalah kumpulan nilai-nilai dasar persepsi keinginan dan tingkah laku yang dipelajari oleh seorang anggota masyarakat dari keluarga dan lembaga penting lainnya.Sedangkan subkultur adalah sekelompok orang dengan sistem nilai terpisah berdasarkan pengalaman dan situasi kehidupan yang umum.<br>&nbsp; 2. faktor sosial&nbsp;<br>&nbsp;merupakan pembagian masyarakat yang relatif homogen dan permanen yang menganut nilai-nilai, minat dan perilaku yang serupa. Tingkah laku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial seperti:<br>&nbsp;a. kelompok acuan adalah dua orang atau lebih yang berinteraksi untuk mencapai sasaran individu atau bersama.<br>&nbsp;b. keluarga adalah organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat dan telah diteliti secara mendalam.<br>&nbsp;c. peran dan status merupakan aktivitas yang diharapkan dilakukan seseorang menurut orang-orang yang ada di sekitarnya.&nbsp;<br>&nbsp;3. Faktor kepribadian&nbsp;<br>merupakan karakteristik psikologis seseorang yang berbeda dengan orang lain yang menyebabkan tanggapan yang relatif konsisten dan bertahan lama terhadap lingkungan. Dipengaruhi karakteristik pribadi yaitu:<br>a. usia dan tingkatan kehidupan&nbsp;<br>b. jabatan&nbsp;<br>c. keadaan perekonomian<br>d. gaya hidup<br>e. kepribadian dan beserta konsep diri<br>&nbsp;4. Faktor psikologi<br>&nbsp;terdiri dari&nbsp;<br>&nbsp;a. motivasi adalah suatu kebutuhan yang kuat mendesak untuk mengarahkan seseorang untuk mencari pemuasan terhadap kebutuhan itu&nbsp;<br>b. persepsi sebagai proses seseorang dalam memilih, mengorganisasikan, dan mengartikan masukan yang berupa informasi untuk menciptakan suatu gambaran yang berarti dari dunia ini.<br>c. belajar menggambarkan perubahan perilaku seseorang yang bersumber dari pengalamannya<br>d. kepercayaan dan sikap melalui perbuatan dan belajar orang memperoleh kepercayaan dan sikap.<br><br>~Tahapan perilaku konsumen dalam pembelian produk ada dua yaitu:<br>1. prepurchase adalah sistem jual beli online atau membeli terlebih dahulu barang tersebut secara penuh sebelum barang tersebut benar-benar tersedia. Type prepurchase yaitu information contact dan funds acces&nbsp;<br>2. purchase adalah kegiatan konsumen membeli atau menyewa barang atau jasa. Ada 5 tahap pembelian konsumen yaitu:<br>a. store contact konsumen memilih lokasi belanja yang cocok mendatangi toko, memasuki, dan memilih produk yang dicari.<br>b. product contact yaitu konsumen memilih dan menemukan produk yang dicari lalu membawanya ke kasir untuk melakukan pembayaran.&nbsp;<br>c. transaction yaitu konsumen membayar barang yang telah dipilih di plastik dan membawa produk untuk dikonsumsi.<br>d. consumtion yaitu konsumen menggunakan produk.<br>e. comunication yaitu konsumen memberikan informasi tentang produk kepada orang lain mengisi kartu garansi jika ada dan memberikan informasi tentang produk harga dan lain-lain kepada peritel<br><br>C. MOTIF BELANJA KONSUMEN&nbsp;<br>motif adalah keadaan dalam diri pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan tertentu<br>*jenis motif:<br>1. motif primer yaitu motif yang menimbulkan kategori umum suatu produk tertentu<br>2. motif selektif yaitu motif yang mempengaruhi keputusan pemilihan yang menyangkut model dan merek dari kelas-kelas suatu produk<br>3. motif rasional yaitu motif yang didasarkan pada kenyataan seperti yang ditunjukkan suatu produk kepada konsumen<br>4. motif emosional yaitu motif yang menyebabkan pemilihan produk yang dikaitkan dengan perasaan individu atau pengalaman masa lalu seseorang<br><br>tanpa motivasi transaksi jual beli tidak akan terjadi jadi perilaku berbelanja tercipta dari motivasi dalam diri konsumen yang timbul adanya kebutuhan konsumen.<br>*motivasi konsumen dalam berbelanja dibagi menjadi dua yaitu:<br>1. utilitarian shopping motivation yaitu seseorang akan berbelanja jika orang tersebut mendapatkan manfaat dari produk yang diinginkan.<br>2. hedonic shopping motivation yaitu seseorang berbelanja karena merasa mendapatkan kesenangan dan merasa berbelanja itu adalah sesuatu hal yang menarik.<br>*adapun kategori hedonic shopping yaitu:<br>1. adventure shopping kategori berbelanja yang sebagian besar konsumennya berbelanja karena adanya sesuatu yang dapat membangkitkan gairah belanjanya<br>2. social shopping kategori berbelanja yang sebagian besar konsumennya beranggapan bahwa kenikmatan dalam berbelanja akan tercipta ketika mereka menghabiskan waktu bersama-sama dengan keluarga atau teman<br>3. gratification shopping kategori berbelanja yang merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi stress<br>4. idea shopping kategori yang mengacu pada belanja untuk mengikuti tren dan mode baru<br>5. role shopping kategori berbelanja yang konsumennya lebih suka berbelanja untuk orang lain daripada untuk dirinya sendiri.<br>6. value shopping kategori berbelanja yang beranggap bahwa berbelanja merupakan suatu permainan tawar-menawar harga.<br><br>D. MACAM-MACAM PERILAKU PEMBELI<br>1. pembeli terencana dan tidak terencana<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; *pembeli terencana adalah perilaku pembelian yang keputusannya tentang item yang akan dibeli telah diambil sebelum masuk ke dalam toko<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; *pembelian tak terencana pembelian tidak terencana didefinisikan sebagai suatu keputusan tiba-tiba dan persuasif<br>&nbsp; &nbsp; 4 tipe perilaku pembelian tidak terencana:<br>&nbsp; &nbsp; 1. Pure impulse buying yaitu pembelian terjadi karena adanya keinginan tiba-tiba dari konsumen<br>&nbsp; &nbsp; 2. reminded impulse buying pembelian terjadi karena suatu keadaan menjadikannya merasa membutuhkan produk tersebut<br>&nbsp; &nbsp; 3. planet impulse bullying konsumen menunggu melakukan pembelian suatu produk sampai adanya penawaran harga yang lebih menarik<br>&nbsp; &nbsp; 4. fashion oriented impulse buying yaitu pembelian tidak terencana yang berorientasi pada fashion terjadi saat konsumen melihat suatu produk dengan gaya atau style baru<br>2. perilaku pembelian yang kompulsif ( compulsive buying)<br>kompulsif buying adalah konsumen yang membeli benda secara berlebihan yang tidak mereka perlukan padahal kadang-kadang tidak sanggup mereka beli<br>*faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku belanja kompulsif:<br>1. rangsangan&nbsp;<br>2. pengalaman sosial<br>3. mengetahui trend terbaru<br>4. status dan kekuasaan<br>5. balas jasa kepada diri sendiri<br><br>E. TIPE-TIPE KEPUTUSAN BELANJA<br>proses tahapan belanja pelanggan dimulai ketika pelanggan mengenali suatu kebutuhan yang tidak terpuaskan kemudian pelanggan mencari informasi tentang cara mencukupi kebutuhan itu<br>*terdapat tiga jenis proses pengambilan keputusan yaitu:<br>1.pemecahan masalah yang luas yaitu proses pengambilan keputusan pembelian di mana pelanggan memerlukan usaha dan waktu yang cukup besar untuk meneliti dan menganalisis berbagai alternatif<br>2. pemecahan masalah terbatas yaitu proses pengambilan keputusan Belanda yang menyertakan suatu usaha dan waktu yang cukup banyak<br>3. pengambilan keputusan yang bersifat kebiasaan yaitu proses keputusan belanja yang melibatkan sedikit sekali usaha dan waktu atau tanpa usaha yang sadar<br><br>F. PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN BELANJA PELANGGAN<br>beberapa tahapan dalam proses belanja pelanggan antara lain:<br>1. pengenalan kebutuhan yaitu proses belanja dicetuskan ketika orang mengenal bahwa mereka memiliki kebutuhan yang belum terpuaskan<br>2. pencarian informasi setelah pelanggan mengidentifikasi suatu kebutuhan mereka mencari informasi tentang perihal atau produk untuk membantu mencukupi kebutuhan mereka<br>3. pemilihan alternatif setelah mempertimbangkan berbagai faktor sebagai hasil dari proses pencarian informasi pelanggan berada pada tahapan evaluasi atas alternatif alternatif yang telah ditetapkan oleh pelanggan<br>4. menentukan pilihan pilihan terhadap toko ritel atau barang dagangan dilakukan setelah konsumen berhasil menerapkan satu alternatif terbaik dari proses pemilihan alternatif yang telah dilakukan<br>5. transaksi belanja terjadi jika konsumen secara faktual melaksanakan pembelian barang dagangan pada peritel yang dipilihnya<br>6. kepuasan adalah evaluasi pasca komunikasi yaitu tentang baiknya suatu tokoh atau produk dalam memenuhi harapan pelanggan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-22 23:59:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/uu9jyvw7o9x9t9oe/wish/2394806266</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nisa&#39;atul hijah XI BDP 1 /24</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/uu9jyvw7o9x9t9oe/wish/2394861543</link>
         <description><![CDATA[<div>Materi Rangkuman Perilaku Konsumen<br><br>1. *Definisi perilaku konsumen*<br><br>#perilaku konsumen merupakan suatu proses yang berkaitan dengan pembelian,pemilihan,penggunaan,serta pengevaluasian produk dan jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan.&nbsp;<br>Definisi lain dari perilaku konsumen ini adalah hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian.selain pertimbangan mengenai kualitas produk,perilaku konsumen juga dipengaruhi oleh harga produk.<br>#dengan mempelajari perilaku konsumen pemasar dapat mengetahui peluang baru yang berasal dari kondisi belum terpenuhinya kebutuhan dan kemudian mengidentifikasikannya untuk melakukan pengelompokan/segmentasi pasar dan apa yang dilakukan oleh pemasar dapat dirancang secara lebih baik dari pesaingnya.<br>#aktivitas perilaku konsumen menurut Kurts dan Boone ada 2 yaitu:<br>1.Aktivitas mental : adalah aktivitas yang berkaitan dengan kondisi kejiwaan seseorang, contohnya seperti motivasi,sikap,dan keyakinan.<br>2.Aktivitas Mental, aktivitas ini sangat mudah diamati dan dilihat. Seperti halnya konsumen yang masuk ke dalam toko untuk melakukan pembelian pada produk tertentu.<br><br>2.*Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen*<br>Faktor ini terdiri dari 4 macam yaitu:<br>1. Faktor Budaya<br>Terdiri dari 3 macam,yaitu<br>&nbsp; &nbsp;*Budaya<br>&nbsp; &nbsp;*Subbudaya<br>&nbsp; &nbsp;*Kelas sosial<br>2. Faktor sosial<br>Terdiri dari 3 macam yaitu:<br>&nbsp; &nbsp; *Kelompok acuan<br>&nbsp; &nbsp; *Keluarga<br>&nbsp; &nbsp; *Nilai, norma-norma,dan&nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; Peran sosial.<br>3. Faktor psikologis<br>Terdiri dari 4 macam yaitu:<br>&nbsp;*Motivasi<br>&nbsp;*Pembelajaran<br>&nbsp;*Persepsi<br>&nbsp;*Sikap dan keyakinan<br>4. Faktor Pribadi<br>&nbsp; *Usia dan siklus hidup<br>&nbsp; *Pekerjaan<br>&nbsp; *Keadaan ekonomi<br>&nbsp; *gaya hidup<br>&nbsp; *Konsep diri<br>&nbsp; *Kepribadian<br><br>*3.Jenis perilaku konsumen ritel*<br>Secara umum jenis perilaku konsumen ritel dibagi menjadi 2 yaitu:<br>&nbsp; 1. Perilaku konsumen bersifat Rasional<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; adalah jenis tindakan atau perilaku konsumen dalam pembelian barang atau jasa yang mengedepankan konsumen secara umum<br>&nbsp; &nbsp; 2. Perilaku konsumen yang bersifat irasional<br>Merupakan jenis perilaku konsumen yang mudah terbujuk oleh iming"diskon atau promosi tanpa mengedepankan kebutuhanya<br><br>4 .*Identifikasi perilaku konsumen*<br>Faktor- faktor yang melingkupi pelanggan atau konsumen<br><br>a.) Individu<br>b.) Lingkungan keluarga<br>c.) Lingkungan masyarakat<br>d.) Budaya kota dan desa<br>e.) Ekonomi<br>f.) Indeologi atau agama<br>g.) Tata nilai<br>h.) Status sosial<br><br>*5. Motivasi Pembelian*<br>a.) Akal (rasional)<br>b.) Pelayanan toko (service)<br>c.) Kebutuhan memdesak&nbsp;<br><br>*6. Jenis-jenis pelanggan*<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;a). Pelanggan eksternal<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Orang di luar&nbsp; industri yang menerima suatu produk<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;b). Pelanggan Internal&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; biasa disebut karyawan<br><br>&nbsp; &nbsp;&nbsp;<br><br>Jenis pelanggan di bagi menjadi dua yaitu<br>a.) Pelanggan eksternal<br>b.) Pelanggan internal</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-23 01:06:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/uu9jyvw7o9x9t9oe/wish/2394861543</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Nur Yuan Maulida Zahra</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/uu9jyvw7o9x9t9oe/wish/2394862931</link>
         <description><![CDATA[<div>kelas XI BDPI / 26<br><br>1. *Definisi perilaku konsumen*<br><br>#perilaku konsumen merupakan suatu proses yang berkaitan dengan pembelian,pemilihan,penggunaan,serta pengevaluasian produk dan jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan.&nbsp;<br>Definisi lain dari perilaku konsumen ini adalah hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian.selain pertimbangan mengenai kualitas produk,perilaku konsumen juga dipengaruhi oleh harga produk.<br>#dengan mempelajari perilaku konsumen pemasar dapat mengetahui peluang baru yang berasal dari kondisi belum terpenuhinya kebutuhan dan kemudian mengidentifikasikannya untuk melakukan pengelompokan/segmentasi pasar dan apa yang dilakukan oleh pemasar dapat dirancang secara lebih baik dari pesaingnya.<br>#aktivitas perilaku konsumen menurut Kurts dan Boone ada 2 yaitu:<br>1.Aktivitas mental : adalah aktivitas yang berkaitan dengan kondisi kejiwaan seseorang, contohnya seperti motivasi,sikap,dan keyakinan.<br>2.Aktivitas Mental, aktivitas ini sangat mudah diamati dan dilihat. Seperti halnya konsumen yang masuk ke dalam toko untuk melakukan pembelian pada produk tertentu.<br><br>2.*Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen*<br>Faktor ini terdiri dari 4 macam yaitu:<br>1. Faktor Budaya<br>Terdiri dari 3 macam,yaitu<br>&nbsp; &nbsp;*Budaya<br>&nbsp; &nbsp;*Subbudaya<br>&nbsp; &nbsp;*Kelas sosial<br>2. Faktor sosial<br>Terdiri dari 3 macam yaitu:<br>&nbsp; &nbsp; *Kelompok acuan<br>&nbsp; &nbsp; *Keluarga<br>&nbsp; &nbsp; *Nilai, norma-norma,dan&nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; Peran sosial.<br>3. Faktor psikologis<br>Terdiri dari 4 macam yaitu:<br>&nbsp;*Motivasi<br>&nbsp;*Pembelajaran<br>&nbsp;*Persepsi<br>&nbsp;*Sikap dan keyakinan<br>4. Faktor Pribadi<br>&nbsp; *Usia dan siklus hidup<br>&nbsp; *Pekerjaan<br>&nbsp; *Keadaan ekonomi<br>&nbsp; *gaya hidup<br>&nbsp; *Konsep diri<br>&nbsp; *Kepribadian<br><br>*3.Jenis perilaku konsumen ritel*<br>Secara umum jenis perilaku konsumen ritel dibagi menjadi 2 yaitu:<br>&nbsp; 1. Perilaku konsumen bersifat Rasional<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; adalah jenis tindakan atau perilaku konsumen dalam pembelian barang atau jasa yang mengedepankan konsumen secara umum<br>&nbsp; &nbsp; 2. Perilaku konsumen yang bersifat irasional<br>Merupakan jenis perilaku konsumen yang mudah terbujuk oleh iming"diskon atau promosi tanpa mengedepankan kebutuhanya<br><br>4 .*Identifikasi perilaku konsumen*<br><br>Faktor- faktor yang melingkupi pelanggan atau konsumen<br><br>a.) Individu<br>b.) Lingkungan keluarga<br>c.) Lingkungan masyarakat<br>d.) Budaya kota dan desa<br>e.) Ekonomi<br>f.) Indeologi atau agama<br>g.) Tata nilai<br>h.) Status sosial<br><br>*5. Motivasi Pembelian*<br><br>a.) Akal (rasional)<br>b.) Pelayanan toko (service)<br>c.) Kebutuhan memdesak&nbsp;<br><br>*6. Jenis-jenis pelanggan*<br><br>Jenis pelanggan di bagi menjadi dua yaitu<br>a.) Pelanggan eksternal<br>b.) Pelanggan internal</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-23 01:07:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/uu9jyvw7o9x9t9oe/wish/2394862931</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ANJAR NOFELLA DWI (03)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/uu9jyvw7o9x9t9oe/wish/2397796119</link>
         <description><![CDATA[<div>Dari hasil yang sudah saya pelajari mengenai perilaku konsumen, berikut ini ringkasan materi dari hasil saya :<br>Yang pertama, <mark>apa itu perilaku konsumen.</mark><br>✓ Jadi, perilaku konsumen itu hal dinamis yang mencakup interaktif, yaitu antara afektif dengan kognitif.<br><em><mark>Afektif</mark></em> yang dimaksud disini adalah perasaan<br><em><mark>Kognitif</mark></em> nya itu tanggapan terhadap lingkungan<br><br>Selanjutnya ada <mark>faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen</mark><br><br><strong>1. Faktor kebudayaan</strong><br>Dengan memahami budaya dari masyarakat, maka memudahkan pemasar dalam memprediksi penerimaan konsumen terhadap produk, tetapi hal ini tanpa adanya <br>kesadaran.<br><br><strong>2. Faktor sosial</strong><br>Seperti halnya :<br><em>A. Kelompok Acuan</em><br>Merupakan kelompok yang dianggap paling penting karena, termasuk dalam kategori kelompok panutan. Contohnya itu : selebriti, tokoh politik, dll.<br><br><em>B. Keluarga</em><br>Merupakan organisasi pembelian paling penting dalam masyarakat. Mengapa? Karena di sini sudah langsung ada initiator, influencer, decider, buyer, dan user.<br><br><em>C. Peran dan Status</em><br>Ialah aktivitas yang dilakukan seseorang menurut orang di sekitarnya.<br><br><strong>3. Faktor Kepribadian<br></strong>A. Usia dan Tingkat Kehidupan<br>B. Jabatan<br>C. Keadaan Perekonomian<br>D. Gaya Hidup<br>E. Kepribadian dan Konsep Diri<br><br><strong>4. Faktor psikologi</strong><br><em>a. Motivasi</em> : kebutuhan mendesak yang mengarahkan seseorang mencari pembahasan untuk kebutuhan tersebut, contohnya itu : makanan, rumah, dll.<br><em>b. Persepsi</em> : dalam melakukan pembelian persepsi sangat diperlukan dalam hal memilih, mengorganisasi kan dan mengartikan masukkan berupa informasi.<br><em>c. Belajar</em> : belajar itu penggambaran perilaku seseorang dari pengalamannya.<br><em>d. Kepercayaan dan sikap</em> : nah dalam hal ini, hanya dengan perbuatan dan belajar orang akan mendapatkan kepercayaan.<br><br>✓<mark>Perilaku konsumen dalam retailing ada 2 yaitu</mark><br><em>1. Prepurchase<br>2. Purchase</em><br><br>✓<mark>Motif belanja konsumen</mark><br>Adalah keadaan kita yang mendorong keinginan melakukan kegiatan tertentu.<br><br><strong>Terdapat empat jenis motif :</strong><br><em>1. Motif primer<br>2. Motif selektif<br>3. Motif rasional<br>4. Motif emosional</em><br><br>✓<mark>Selanjutnya ada motivasi dalam berbelanja di bagi menjadi dua :</mark><br><strong>1. Utilitarian shopping motivation</strong><br>Dalam motivasi ini kita didasarkan pada pemikiran yang benar-benar logis.<br><br><strong>2. Bedonic shopping motivation</strong><br>Nah pada motif ini didasarkan pada pemikiran yang masih menduga-duga.<br><br><strong>Kategori bedonic shopping</strong><br>1. Adventure shopping.<br>2. Social shopping.<br>3. Grafication shopping.<br>4. Idea shopping<br>5. Role shopping<br>6. Value shopping<br><br>✓<mark>Macam-macam perilaku pembeli</mark><br><em>1. Pembeli terencana (planned shopping).<br><br>2. Pembeli tidak terencana (unplanned shopping).</em><br><strong>Dalam perilaku pembelian yang ini dibagi menjadi dua :</strong><br>A. Reminder purchase<br>B. Impulse purchase , selain itu juga ada<br>C. Planned impulse buying<br>D. Fashion-oriented impulse buying<br><br>✓<mark>Perilaku pembelian yang kompulsif</mark><br><em>Compulsive buying</em> adalah perilaku belanja yang tidak terkendali atau hasil yang tidak <br>tertahankan dari seseorang untuk memiliki barang yang diincar.<br><br><strong>Faktor yang mempengaruhi perilaku belanja kompulsif :</strong><br>1. Rangsangan<br>2. Pengalaman sosial<br>3. Tau trend terbaru<br>4. Status dan kekuasaan<br>5. Balas jasa kepada diri sendiri<br><br>✓<mark>Selanjutnya, terdapat 3 tipe keputusan belanja</mark><br>1. Pemecahan masalah luas<br>2. Pemecahan masalah terbatas<br>3. Pengambilan keputusan bersifat kebiasaan<br><br>✓<mark>Proses pengambilan keputusan belanja pelanggan</mark><br><strong>Di mulai dari :</strong><br>1. Pengenalan kebutuhan<br>2. Pencarian informasi<br>3. Pemilihan alternatif<br>4. Menentukan pilihan<br>5. Transaksi belanja<br>6. Dan yang terakhir evaluasi.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-25 09:58:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/uu9jyvw7o9x9t9oe/wish/2397796119</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nicki Sri Utami (23)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/uu9jyvw7o9x9t9oe/wish/2397864877</link>
         <description><![CDATA[<div>A.&nbsp; PENGERTIAN<br>&nbsp;Perilaku konsumen adalah suatu hal yang dinamis yang mencakup suatu hubungan interaktif antara afektif dengan kognitif serta antara perilaku dengan lingkungan.&nbsp;<br>&nbsp;Adapun salah satu pengertian perilaku konsumen menurut ahli yaitu&nbsp;<br>Menurut Engel, Blackwell, dan Miniard dalam Danang Sunyoto (2015:37) mendefinisikan perilaku konsumen sebagai tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini.&nbsp;<br><br>B. FAKTOR² YANG MEMENGARUHI PERILAKU KONSUMEN<br>&nbsp; 1. faktor kebudayaan&nbsp;<br>&nbsp; kultur/budaya adalah kumpulan nilai-nilai dasar persepsi keinginan dan tingkah laku yang dipelajari oleh seorang anggota masyarakat dari keluarga dan lembaga penting lainnya.Sedangkan subkultur adalah sekelompok orang dengan sistem nilai terpisah berdasarkan pengalaman dan situasi kehidupan yang umum.<br>&nbsp; 2. faktor sosial&nbsp;<br>&nbsp;merupakan pembagian masyarakat yang relatif homogen dan permanen yang menganut nilai-nilai, minat dan perilaku yang serupa. Tingkah laku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial seperti:<br>&nbsp;a. kelompok acuan adalah dua orang atau lebih yang berinteraksi untuk mencapai sasaran individu atau bersama.<br>&nbsp;b. keluarga adalah organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat dan telah diteliti secara mendalam.<br>&nbsp;c. peran dan status merupakan aktivitas yang diharapkan dilakukan seseorang menurut orang-orang yang ada di sekitarnya.&nbsp;<br>&nbsp;3. Faktor kepribadian&nbsp;<br>merupakan karakteristik psikologis seseorang yang berbeda dengan orang lain yang menyebabkan tanggapan yang relatif konsisten dan bertahan lama terhadap lingkungan. Dipengaruhi karakteristik pribadi yaitu:<br>a. usia dan tingkatan kehidupan&nbsp;<br>b. jabatan&nbsp;<br>c. keadaan perekonomian<br>d. gaya hidup<br>e. kepribadian dan beserta konsep diri<br>&nbsp;4. Faktor psikologi<br>&nbsp;terdiri dari&nbsp;<br>&nbsp;a. motivasi adalah suatu kebutuhan yang kuat mendesak untuk mengarahkan seseorang untuk mencari pemuasan terhadap kebutuhan itu&nbsp;<br>b. persepsi sebagai proses seseorang dalam memilih, mengorganisasikan, dan mengartikan masukan yang berupa informasi untuk menciptakan suatu gambaran yang berarti dari dunia ini.<br>c. belajar menggambarkan perubahan perilaku seseorang yang bersumber dari pengalamannya<br>d. kepercayaan dan sikap melalui perbuatan dan belajar orang memperoleh kepercayaan dan sikap.<br><br>~Tahapan perilaku konsumen dalam pembelian produk ada dua yaitu:<br>1. prepurchase adalah sistem jual beli online atau membeli terlebih dahulu barang tersebut secara penuh sebelum barang tersebut benar-benar tersedia. Type prepurchase yaitu information contact dan funds acces&nbsp;<br>2. purchase adalah kegiatan konsumen membeli atau menyewa barang atau jasa. Ada 5 tahap pembelian konsumen yaitu:<br>a. store contact konsumen memilih lokasi belanja yang cocok mendatangi toko, memasuki, dan memilih produk yang dicari.<br>b. product contact yaitu konsumen memilih dan menemukan produk yang dicari lalu membawanya ke kasir untuk melakukan pembayaran.&nbsp;<br>c. transaction yaitu konsumen membayar barang yang telah dipilih di plastik dan membawa produk untuk dikonsumsi.<br>d. consumtion yaitu konsumen menggunakan produk.<br>e. comunication yaitu konsumen memberikan informasi tentang produk kepada orang lain mengisi kartu garansi jika ada dan memberikan informasi tentang produk harga dan lain-lain kepada peritel<br><br>C. MOTIF BELANJA KONSUMEN&nbsp;<br>motif adalah keadaan dalam diri pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan tertentu<br>*jenis motif:<br>1. motif primer yaitu motif yang menimbulkan kategori umum suatu produk tertentu<br>2. motif selektif yaitu motif yang mempengaruhi keputusan pemilihan yang menyangkut model dan merek dari kelas-kelas suatu produk<br>3. motif rasional yaitu motif yang didasarkan pada kenyataan seperti yang ditunjukkan suatu produk kepada konsumen<br>4. motif emosional yaitu motif yang menyebabkan pemilihan produk yang dikaitkan dengan perasaan individu atau pengalaman masa lalu seseorang<br><br>tanpa motivasi transaksi jual beli tidak akan terjadi jadi perilaku berbelanja tercipta dari motivasi dalam diri konsumen yang timbul adanya kebutuhan konsumen.<br>*motivasi konsumen dalam berbelanja dibagi menjadi dua yaitu:<br>1. utilitarian shopping motivation yaitu seseorang akan berbelanja jika orang tersebut mendapatkan manfaat dari produk yang diinginkan.<br>2. hedonic shopping motivation yaitu seseorang berbelanja karena merasa mendapatkan kesenangan dan merasa berbelanja itu adalah sesuatu hal yang menarik.<br>*adapun kategori hedonic shopping yaitu:<br>1. adventure shopping kategori berbelanja yang sebagian besar konsumennya berbelanja karena adanya sesuatu yang dapat membangkitkan gairah belanjanya<br>2. social shopping kategori berbelanja yang sebagian besar konsumennya beranggapan bahwa kenikmatan dalam berbelanja akan tercipta ketika mereka menghabiskan waktu bersama-sama dengan keluarga atau teman<br>3. gratification shopping kategori berbelanja yang merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi stress<br>4. idea shopping kategori yang mengacu pada belanja untuk mengikuti tren dan mode baru<br>5. role shopping kategori berbelanja yang konsumennya lebih suka berbelanja untuk orang lain daripada untuk dirinya sendiri.<br>6. value shopping kategori berbelanja yang beranggap bahwa berbelanja merupakan suatu permainan tawar-menawar harga.<br><br>D. MACAM-MACAM PERILAKU PEMBELI<br>1. pembeli terencana dan tidak terencana<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; *pembeli terencana adalah perilaku pembelian yang keputusannya tentang item yang akan dibeli telah diambil sebelum masuk ke dalam toko<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; *pembelian tak terencana pembelian tidak terencana didefinisikan sebagai suatu keputusan tiba-tiba dan persuasif<br>&nbsp; &nbsp; 4 tipe perilaku pembelian tidak terencana:<br>&nbsp; &nbsp; 1. Pure impulse buying yaitu pembelian terjadi karena adanya keinginan tiba-tiba dari konsumen<br>&nbsp; &nbsp; 2. reminded impulse buying pembelian terjadi karena suatu keadaan menjadikannya merasa membutuhkan produk tersebut<br>&nbsp; &nbsp; 3. planet impulse bullying konsumen menunggu melakukan pembelian suatu produk sampai adanya penawaran harga yang lebih menarik<br>&nbsp; &nbsp; 4. fashion oriented impulse buying yaitu pembelian tidak terencana yang berorientasi pada fashion terjadi saat konsumen melihat suatu produk dengan gaya atau style baru<br>2. perilaku pembelian yang kompulsif ( compulsive buying)<br>kompulsif buying adalah konsumen yang membeli benda secara berlebihan yang tidak mereka perlukan padahal kadang-kadang tidak sanggup mereka beli<br>*faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku belanja kompulsif:<br>1. rangsangan&nbsp;<br>2. pengalaman sosial<br>3. mengetahui trend terbaru<br>4. status dan kekuasaan<br>5. balas jasa kepada diri sendiri<br><br>E. TIPE-TIPE KEPUTUSAN BELANJA<br>proses tahapan belanja pelanggan dimulai ketika pelanggan mengenali suatu kebutuhan yang tidak terpuaskan kemudian pelanggan mencari informasi tentang cara mencukupi kebutuhan itu<br>*terdapat tiga jenis proses pengambilan keputusan yaitu:<br>1.pemecahan masalah yang luas yaitu proses pengambilan keputusan pembelian di mana pelanggan memerlukan usaha dan waktu yang cukup besar untuk meneliti dan menganalisis berbagai alternatif<br>2. pemecahan masalah terbatas yaitu proses pengambilan keputusan Belanda yang menyertakan suatu usaha dan waktu yang cukup banyak<br>3. pengambilan keputusan yang bersifat kebiasaan yaitu proses keputusan belanja yang melibatkan sedikit sekali usaha dan waktu atau tanpa usaha yang sadar<br><br>F. PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN BELANJA PELANGGAN<br>beberapa tahapan dalam proses belanja pelanggan antara lain:<br>1. pengenalan kebutuhan yaitu proses belanja dicetuskan ketika orang mengenal bahwa mereka memiliki kebutuhan yang belum terpuaskan<br>2. pencarian informasi setelah pelanggan mengidentifikasi suatu kebutuhan mereka mencari informasi tentang perihal atau produk untuk membantu mencukupi kebutuhan mereka<br>3. pemilihan alternatif setelah mempertimbangkan berbagai faktor sebagai hasil dari proses pencarian informasi pelanggan berada pada tahapan evaluasi atas alternatif alternatif yang telah ditetapkan oleh pelanggan<br>4. menentukan pilihan pilihan terhadap toko ritel atau barang dagangan dilakukan setelah konsumen berhasil menerapkan satu alternatif terbaik dari proses pemilihan alternatif yang telah dilakukan<br>5. transaksi belanja terjadi jika konsumen secara faktual melaksanakan pembelian barang dagangan pada peritel yang dipilihnya<br>6. kepuasan adalah evaluasi pasca komunikasi yaitu tentang baiknya suatu tokoh atau produk dalam memenuhi harapan pelanggan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-25 11:13:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/uu9jyvw7o9x9t9oe/wish/2397864877</guid>
      </item>
      <item>
         <title>FITRI NIA SARI </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/uu9jyvw7o9x9t9oe/wish/2401246201</link>
         <description><![CDATA[<div>A. Pengertian perilaku konsumen perilaku konsumen adalah suatu hal yang dinamis yang mencakup suatu hubungan interaktif antara afektif dengan kognitif serta antara perilaku dengan lingkungan. Perilaku konsumen juga melibatkan pertukaran antara dua pihak atau lebih. Masing-masing pihak memberi dan menerima sesuatu yang berharga. Berdasarkan pengertian di atas disimpulkan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok, atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan menggunakan barang atau jasa ekonomis yang dapat dipengaruhi lingkungan.&nbsp;<br>Ada beberapa alasan mempelajari perilaku konsumen diantaranya pengetahuan mengenai perilaku konsumen dapat meningkatkan kemampuan pribadi seseorang untuk menjadi konsumen yang lebih efektif<br>B. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen tujuan kegiatan pemasaran adalah mempengaruhi konsumen untuk bersedia membeli barang dan jasa perusahaan pada saat mereka membutuhkan. Oleh karena itu, perusahaan harus memahami faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen untuk melakukan pembelian.&nbsp;<br>1. faktor kebudayaan&nbsp;<br>kultur atau Budaya adalah kumpulan nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan dan tingkah laku yang dipelajari oleh seseorang anggota masyarakat dari keluarga dan lembaga penting lainnya.&nbsp;<br>2. Faktor sosial&nbsp;<br>kelas sosial merupakan pembagian masyarakat yang relatif homogen dan permanen yang tersusun secara hierarkis dan yang anggotanya menganut nilai-nilai, minat, dan perilaku yang serupa.<br>a. Kelompok acuan<br>b. Keluarga<br>c. Peran dan status<br>3. Faktor kepribadian<br>Faktor kepribadian didefinisikan sebagai karakteristik psikologis seseorang yang berbeda dengan orang lain yang menyebabkan tanggapan yang relatif konsisten dan bertahan lama terhadap lingkungan titik keputusan untuk membeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi yaitu:<br>a. Usia dan tingkatan kehidupan<br>b. Jabatan<br>c. Keadaan perekonomian<br>d. Gaya hidup<br>e. Kepribadian dan beserta konsep diri<br>4. Faktor psikologis<br>a. Motivasi<br>b. Persepsi<br>c. Belajar<br>d. Kepercayaan dan sikap<br>Perilaku konsumen dalam pembelian produk terdiri dari dua tahapan, yaitu perilaku sebelum melakukan pembelian (prepurchase) dan pelaku pembelian (purchase)&nbsp;<br>1. prepurchase&nbsp;<br>Pada saat ini, konsumen dapat mencari informasi, baik dari Koran, majalah, iklan tv, iklan radio, referensi teman, brosur maupun media lainnya.<br>2. Purchase<br>Ada lima tahap perilaku pembelian konsumen yaitu:<br>a. Store contact<br>b. Product contact<br>c. Transaction<br>d. Consumtion<br>e. Communication<br>C. Motif belanja konsumen<br>Motif adalah keadaan dalam diri pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan tertentu. Motif yang ada dalam diri seseorang akan membangkitkan dan mewujudkan suatu tingkah laku yang diarahkan untuk mencapai tujuan dan sasaran keputusan. Adapun kategori hedonic shopping, antara lain:<br>1. Adventure shopping<br>2. Social shopping<br>3. Gratification shopping<br>4. Idea shopping<br>5. Role shopping<br>6. Value shopping<br>D. Macam-macam perilaku pembeli<br>Terdapat macam-macam perilaku pembeli antara lain sebagai berikut<br>1. Pembeli terencana dan tidak terencana<br>Dilihat dari segi perencanaan, pembelian konsumen dapat dikategorikan dalam pembelian terencana dan pembelian tak terencana. Pertama pembelian terencana pembelian terencana adalah perilaku pembelian yang keputusannya tentang item yang akan dibeli telah diambil sebelum konsumen masuk ke dalam toko.<br>Kedua pembelian tak terencana. Mayoritas pembelian di pasar swalayan dilakukan karena pengaruh stimulus, khusus jika pemapar sebelumnya pada iklan telah membentuk semacam pengenalan terhadap konsumen.<br>Han dalam Eka Adiputra (2015:28) mengklasifikasikan 4 tipe berbeda dari perilaku pembelian tidak terencana yang dapat dikategorikan sebagai proses ketika konsumen membuat keputusan pembelian.&nbsp;<br>a. Pure impulse buying<br>b. Reminded impulse buying<br>c. Planned impulse buying<br>d. Fashion- oriented impulse buying<br>2. Perilaku pembelian yang kompulsif<br>Perilaku pembelian yang kompulsif dari sisi pemasar telah menjadi fenomena yang makin meluas dan terus berkembang. Konsumen yang kompulsif cenderung membeli benda secara berlebihan yang tidak mereka perlukan, padahal kadang-kadang tidak sanggup mereka beli. Sementara itu, faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku belanja komposit antara lain:<br>a. Rangsangan<br>b. Pengalaman sosial<br>c. Mengetahui trend baru<br>d. Status dan kekuasaan<br>e. Balas jasa kepada diri sendiri<br>E. Tipe-tipe keputusan belanja<br>Pemahaman perintah terhadap proses belanja pelanggan merupakan hal yang sangat penting. Pola pelaku belanja pelanggan mengalami perubahan dan perkembangan sejalan dan perubahan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Sehubungan dengan pengambilan keputusan belanja pelanggan, Terdapat tiga jenis proses pengambilan keputusan, yaitu pemecahan masalah yang luas, pemecahan masalah terbatas, dan pengambilan keputusan yang bersifat kebiasaan. Pertama pemecahan masalah luas. Kedua pemecahan masalah terbatas. Ketiga pengambilan keputusan yang bersifat kebiasaan.<br>F. Proses pengambilan keputusan belanja pelanggan<br>Terdapat perbedaan penting dari proses pengambilan keputusan pelanggan pada konsep pemasaran secara umum dibandingkan dengan proses belanja pelanggan dalam sebuah peritel beberapa tahapan dalam proses belanja pelanggan, antara lain pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi atas alternatif penerapan pilihan, transaksi belanja, dan evaluasi belanja.<br>1. Pengenalan kebutuhan<br>Proses belanja dicetuskan ketika orang mengenal bahwa mereka memiliki kebutuhan yang belum terpuaskan. Suatu kebutuhan yang tak terpuaskan akan muncul ketika pelanggan ingin mewujudkan keputusannya yang berbeda dengan tingkat kepuasan yang mereka rasakan saat ini,&nbsp;<br>2. Pencarian informasi<br>Setelah pelanggan mengidentifikasi sesuatu kebutuhan, mereka mencari informasi tentang berita atau produk untuk membantu mencukupi kebutuhan mereka titik-titik terdapat tiga faktor yang mempengaruhi jumlah informasi yang dicari titik pertama, sifat dan penggunaan produk yang dicari. Kedua karakteristik pelanggan individu titik ketiga aspek pasar dan situasi belanja. Konsumen yang kebutuhannya mendesak akan terdorong untuk mencari informasi yang lebih banyak.<br>3. Pemilihan alternatif<br>Setelah mempertimbangkan berbagai faktor sebagai hasil dari proses pencarian informasi, pelanggan berada pada tahapan evaluasi dan alternatif alternatif yang telah diterapkan oleh pelanggan.<br>4. Menentukan pilihan<br>Pilihan terhadap toko ritel atau barang dagangan dilakukan setelah konsumen berhasil menerapkan suatu alternatif terbaik dari proses pemilihan alternatif yang telah dilakukan.<br>5. Transaksi belanja<br>Transaksi belanja akan terjadi bila konsumen secara faktual melaksanakan pembelian barang dagangan pada peritel yang dipilihnya.<br>6. Evaluasi<br>Proses belanja belum berakhir ketika pelanggan membeli produk titik Setelah berbelanja, pelanggan menggunakan produk itu, dan kemudian mengevaluasi pengalaman ini untuk menentukan Apakah produk ini memuaskan atau tidak. Kepuasan adalah evaluasi pasca konsumsi, yaitu tentang baiknya suatu toko atau produk dalam memenuhi harapan pelanggan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-29 03:02:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/uu9jyvw7o9x9t9oe/wish/2401246201</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rika Novita Lestari (28)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/uu9jyvw7o9x9t9oe/wish/2402864644</link>
         <description><![CDATA[<div>Perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu kelompok atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan menggunakan barang atau jasa ekonomis yang dapat dipengaruhi oleh lingkungan.<br>Alasan mempelajari perilaku konsumen, diantaranya:<br>1. Konsumen dengan perilakunya menentukan intensitas persaingan Dan profitabilitas perusahaan.<br>2. Analisis konsumen adalah landasan Manajemen Pemasaran yang akan membantu manajer dalam merancang bauran pemasaran.<br>3. Analisis konsumen memainkan peran penting dalam pengembangan kebijakan publik.<br>4.Pengetahuan mengenai perilaku konsumen dapat meningkatkan kemampuan pribadi seseorang untuk menjadi konsumen yang lebih efektif<br>5.Analisis konsumen memberikan pemahaman tentang perilaku manusia.<br>B. Faktor Faktor yang Memengaruhi Perilaku Konsumen<br>1. Faktor Kebudayaan<br>2. Faktor sosial<br>-Kelompok acuan<br>-Keluarga&nbsp;<br>-Peran dan status<br>3. Faktor kepribadian&nbsp;<br>- Usia dan tingkatan kehidupan<br>-Keadaan perekonomian<br>-Gaya hidup<br>-Kepribadian dan beserta konsep diri<br>4. Faktor Psikologi&nbsp;<br>&gt;Motivasi yaitu kebutuhan yang kuat untuk mendesak dan mengarahkan seseorang untuk mencari pemuasan terhadap kebutuhan itu<br>&gt;Persepsi yaitu sebagai proses seseorang dalam memilih mengorganisasikan dan mengartikan masukan yang berupa informasi untuk menciptakan suatu gambaran yang berarti<br>&gt;Belajar yaitu menggambarkan perubahan perilaku seseorang yang bersumber dari pengalamannya<br>&gt;Kepercayaan dan sikap melalui perbuatan dan belajar orang memperoleh kepercayaan dan sikap<br>Dua tahap perilaku konsumen dalam melakukan pembelian produk yaitu:<br>1. Pre-purchase, Pre-Purchase sama halnya pada sistem jual beli online artinya mengartikan bahwa kamu membeli terlebih dahulu barang tersebut secara penuh sebelum barang tersebut benar-benar tersedia.<br>2. Purchase, Purchasing sendiri merupakan bahasa inggris yang berarti pembelian. Secara umum dapat diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk membeli atau menyewa barang/jasa untuk memenuhi kebutuhan operasional perusahaan.<br>Lima tahap perilaku pembelian konsumen:<br>-Store contact<br>-Produk contact<br>-Transaction<br>-Consumtion<br>-Communication<br>C. Motif Belanja Konsumen<br>Motivasi konsumen dalam berbelanja dibagi menjadi dua yaitu utilitarian shopping motivation dan hedonic shopping motivation.<br>D. Macam Macam Perilaku Pembeli<br>1. pembeli terencana(planned purchasing) dan tidak terencana(unplanned purchasing)<br>2. Perilaku pembelian yang kompulsif(compulsive buying)<br>Faktor yang mempengaruhi perilaku belanja kompulsif, yaitu&nbsp;<br>rangsangan&nbsp;<br>pengalaman sosial&nbsp;<br>mengetahui trend terbaru&nbsp;<br>status dan kekuasaan&nbsp;<br>balas jasa kepada diri sendiri<br>E. Tipe Tipe Keputusan Belanja&nbsp;<br>Terdapat tiga jenis proses pengambilan keputusan yaitu:<br><br>&gt;Pemecahan masalah luas&nbsp;<br>&gt;Pemecahan masalah terbatas<br>&gt;Pengambilan keputusan<br>F. Proses Pengambilan Keputusan Pelanggan&nbsp;<br>&gt; pengenalan kebutuhan proses belanja dicetuskan ketika orang mengetahui bahwa mereka memiliki kebutuhan yang belum dikeluarkan&nbsp;<br>&gt; pencarian informasi setelah pelanggan mengidentifikasi suatu kebutuhan mereka akan mencari informasi tentang ritel atau produk untuk membantu mencukupi kebutuhan mereka<br>&gt; pemilihan alternatif setelah mempertimbangkan berbagai faktor sebagai hasil dari proses pencarian informasi&nbsp;<br>&gt; menentukan pilihan pilihan terhadap toko ritel atau barang dagangan dilakukan setelah konsumen berhasil menerapkan satu alternatif terbaik dari proses pemilihan alternatif yang telah dilakukan<br>&gt; transaksi belanja akan terjadi jika konsumen secara faktual melaksanakan pembelian barang dagangan pada peritel yang telah dipilihnya<br>&gt; evaluasi proses belanja belum berakhir ketika pelanggan memilih produk telah berbelanja pelanggan menggunakan produk itu dan kemudian mengevaluasi pengalaman ini untuk menentukan Apakah produk ini memuaskan atau tidak.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-30 02:13:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/uu9jyvw7o9x9t9oe/wish/2402864644</guid>
      </item>
      <item>
         <title>CHRISTIN TRI WAHYUNI (06) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/uu9jyvw7o9x9t9oe/wish/2402881655</link>
         <description><![CDATA[<div>A. Pengertian :<br>Perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu kelompok atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan menggunakan barang atau jasa ekonomis yang dapat dipengaruhi oleh lingkungan.<br><br>B. Faktor faktor:<br>-faktor kebudayaan&nbsp;<br>-faktor sosial&nbsp;<br>-faktor kepribadian&nbsp;<br>-faktor psikologi&nbsp;<br><br>-Pola perilaku konsumen&nbsp;<br>1. Prepurchase<br>Konsumen dapat mencari informasi dari koran, majalah, iklan TV, iklan radio, referensi teman, brosur, maupun media lainnya. Disini lah pihak peritel melakukan pemasaran untuk mampu manggapai konsumen dan memengaruhi nya.&nbsp;<br>2. Purchase<br>Ada lima tahap perilaku pembelian konsumen, yaitu:<br>a. Store contact<br>Konsumen memilih lokasi belanja yang dirasa cocok, mendatangi toko tersebut, memasuki, dan memilih produk yang dicari.<br>b. Product contact<br>Konsumen memilih dan menemukan produk yang dicari lalu membawanya ke kasir untuk melakukan pembayaran.&nbsp;<br>c. Transaction&nbsp;<br>Konsumen membayar barang yang telah dipilih dikasir dan membawa produk untuk dikonsumsi<br>d. Consumtion<br>Konsumen menggunakan produk, membuang sisanya jika ada, melakukan pembelian ulang, jika konsumen merasa puas.&nbsp;<br>e. Communication<br>Konsumen memberikan informasi tentang produk yang baru dikonsumsi tersebut kepada orang lain, mengisi kartu garansi (jika ada) dan memberikan informasi tentang produk, harga, pelayanan, dan lain-lain kepada peritel.<br><br>C. Motif belanja konsumen&nbsp;<br>Ada beberapa jenis motif :<br>a. motif primer, yaitu motif yang menimbulkan kategori umum suatu produk tertentu.&nbsp;<br>b. motif selektif, yaitu motif yang memengaruhi keputusan pemilihan yang menyangkut model dan merek dari kelas-kelas suatu produk.<br>c. motif rasional, yaitu motif yang didasarkan pada kenyataan seperti yang ditujukan suatu produk kepada konsumen. Sikap belanja yang rasional ini dipengaruhi oleh alasan rasional dalam alam pikiran sesorang konsumen. d. motif emosional, yaitu motif yang menyebabkan pemilihan produk yang dikaitkan dengan perasaan individu atau pengalaman masa lalu seseorang.<br><br>Motivasi belanja konsumen dibagi dua :<br>1. Utilitarian shopping motivation<br>Seseorang membeli produk untuk mendapatkan manfaat dari produk yang diinginkan<br>2. Hedonic shopping motivation<br>Seseorang berbelanja untuk mendapatkan kesenangan dari produk yang dibeli. Dibagi menjadi 6<br>1. Adventure shopping<br>2. Social shopping<br>3. Gratification shopping<br>4. Idea shopping<br>5. Role shopping<br>6. Value shopping<br><br>D. Macam-macam Perilaku Pembeli<br>1. Pembeli terencana dan tidak terencana<br>-Pembelian terencana, konsumen sudah memikirkan akan membeli item apa saja sebelum masuk toko<br>-Pembelian tidak terencana, pengambilan keputusan untuk membeli secara tiba-tiba saat sudah di dalam toko.&nbsp;<br>2. Perilaku pembelian yg kompulsif<br>-dimana konsumen cenderung membeli barang secara berlebihan, bahkan barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.&nbsp;<br><br>E. Tipe-tipe Keputusan Belanja<br>1. Pemecahan masalah luas, dimana pelanggan akan berpikir dan mempertimbangkan pembelian suatu barang dengan mencari informasi se luas mungkin.&nbsp;<br>2. Pemecatan masalah terbatas, pelanggan mempertimbangkan dengan cenderung mengandalkan pengetahuan pribadi dibanding informasi eksternal.&nbsp;<br>3. Pengambilan keputusan yang bersifat kebiasaan, pelanggan hanya membutuhkan waktu sedikit untuk berpikir.&nbsp;<br><br>F. Proses pengambilan keputusan belanja pelanggan<br>Ada beberapa tahapan:<br>1. Pengenalan kebutuhan<br>2. Pencarian informasi<br>3. Pemilihan alternatif<br>4. Menentukan pilihan<br>5. Transaksi belanja<br>6. Evaluasi</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-30 02:28:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/uu9jyvw7o9x9t9oe/wish/2402881655</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Brigita Natalia (05) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sitinimah17/uu9jyvw7o9x9t9oe/wish/2402886865</link>
         <description><![CDATA[<div>Perilaku konsumen adalah suatu hal yang dinamis yang mencakup suatu hubungan interaktif antara efektif dengan kognitif serta antara perilaku dengan lingkungan perilaku konsumen juga melibatkan pertukaran antara dua pihak atau lebih masing-masing pihak memberikan menerima sesuatu yang berharga<br><br>Faktor Faktor yang Memengaruhi Perilaku Konsumen:<br>1. Faktor Kebudayaan<br>2. Faktor sosial, tingkah laku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor sosial yaitu:<br>-Kelompok acuan<br>-Keluarga keluarga&nbsp;<br>-Peran dan status<br>3. Faktor kepribadian keputusan untuk membeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi yaitu<br>- Usia dan tingkatan kehidupan<br>-Jabatan<br>-Keadaan perekonomian<br>-Gaya hidup<br>-Kepribadian dan beserta konsep diri<br>4. Faktor Psikologi&nbsp;<br>&gt;Motivasi&nbsp;<br>&gt;Persepsi&nbsp;<br>&gt;Belajar&nbsp;<br>&gt;Kepercayaan dan sikap<br><br>Dua tahap perilaku konsumen dalam melakukan pembelian produk yaitu:<br>1. prepurchase<br>2. Purchase<br><br>Motif Belanja Konsumen<br>Motivasi konsumen dalam berbelanja dibagi menjadi dua yaitu utilitarian shopping motivation dan hedonic shopping motivation<br>1. Utilitarian shopping motivation yaitu seseorang akan berbelanja jika orang tersebut mendapatkan manfaat dari produk yang diinginkan motivasi ini berdasarkan pemikiran yang benar-benar rasional dan objektif.<br>2. Hedonik shopping motivation yaitu seseorang berbelanja jika merasa mendapatkan kesenangan dan merasa berbelanja itu adalah sesuatu hal yang menarik<br><br>Macam Macam Perilaku Pembeli<br>1. pembeli terencana(planned purchasing) dan tidak terencana(unplanned purchasing)<br>2. Perilaku pembelian yang kompulsif(compulsive buying)<br><br>Faktor yang mempengaruhi perilaku belanja kompulsif, yaitu&nbsp;<br>1. rangsangan&nbsp;<br>2. Pengalaman sosial&nbsp;<br>3. Mengetahui trend terbaru&nbsp;<br>4. status dan kekuasaan&nbsp;<br>5. balas jasa kepada diri sendiri<br><br>Tipe Tipe Keputusan Belanja&nbsp;<br>Terdapat tiga jenis proses pengambilan keputusan yaitu:<br>&gt;Pemecahan masalah luas yaitu proses pengambilan keputusan pembelian dimana pelanggan memerlukan usaha dan waktu yang cukup besar untuk meneliti dan menganalisis berbagai alternatif.&nbsp;<br>&gt;Pemecahan masalah terbatas yaitu proses pengambilan keputusan belanja yang menyertakan suatu usaha dan waktu yang cukup banyak.&nbsp;<br>&gt;Pengambilan keputusan yang bersifat kebiasaan yaitu proses keputusan belanja yang melibatkan sedikit sekali usaha dan waktu atau tanpa usaha yang sadar.&nbsp;<br><br>Proses Pengambilan Keputusan Pelanggan&nbsp;<br>Beberapa tahapan dalam proses belanja pelanggan antara lain pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi atas alternatif, menetapkan pilihan, transaksi belanja dan evaluasi belanja.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-11-30 02:33:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sitinimah17/uu9jyvw7o9x9t9oe/wish/2402886865</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
