<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Padlet agung saya by Nurfadila Hasibuan</title>
      <link>https://padlet.com/nurfadillahasibuan27/uu6uu6p7gq9gnote</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-03-20 03:58:14 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-07-13 08:16:09 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Kelompok 1.Biografi bj habibie</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurfadillahasibuan27/uu6uu6p7gq9gnote/wish/2933352577</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Fauziah</p><p>2.Bunga zahara saputri</p><p>3.Wita sri syatifa</p><p>4.Salisatu saffaah</p><p>5.Aini wulandari</p><p>6.Keyla futri</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2396370158/4bd981aacaca9fa1e5e1b76997a58b9c/B__J__Habibie__President_of_Indonesia_portrait.jpg" />
         <pubDate>2024-03-26 02:51:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurfadillahasibuan27/uu6uu6p7gq9gnote/wish/2933352577</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Super Wings</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurfadillahasibuan27/uu6uu6p7gq9gnote/wish/2933357250</link>
         <description><![CDATA[<p>• Nurmala Sukevin</p><p>• Raihan Arvand Haradi</p><p>• Erkyanda Al-Ghifari</p><p>• Erlangga Surya Jaya</p><p>• Tatiana Rachel Tampubolon</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2396360225/b4db78db0243d6b7727f0c7ce25d4aa2/IMG_20240326_WA0006.jpg" />
         <pubDate>2024-03-26 02:53:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurfadillahasibuan27/uu6uu6p7gq9gnote/wish/2933357250</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kelompok 3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurfadillahasibuan27/uu6uu6p7gq9gnote/wish/2933358212</link>
         <description><![CDATA[<ul><li><p>Jessica </p></li><li><p>alisya</p></li><li><p>weny</p></li><li><p>chaisa</p></li><li><p>apnita</p></li></ul><p><br/></p><p><br/></p><p>Dr. Ir. H. SOEKARNO lahir dari keturunan bangsawan Jawa, waktu kecil bernama Kusno yang kemudian akrab dengan panggilan Bung Karno saja. la hanya beberapa tahun hidup bahagia bersama orang tuanya di Blitar. Tamat SD tinggal di Surabaya, indekost di rumah H.O.S. Cokroaminoto, politisi kawakan tokoh Syarikat Islam. Sambil belajar, Soekarno menggembleng jiwa nasionalismenya.</p><p><br/></p><p>Lulus SLTA, Soekarno melanjutkan sekolahnya ke ITB di Bandung. Setelah meraih title Ir. pada tahun 1926, H.O.S. Cokroaminoto mengambilnya sebagai menantu. Soekarno kemudian mendirikan PNI (Partai Nasional Indonesia, 1927) dan berhasil merumuskan ajaran Marhaen. Karena merasa khawatir, penjajah Belanda kemudian menjebloskan Soekarno ke penjara Sukamiskin, Bandung (29 Desember 1929). Delapan bulan kemudian baru disidangkan di pengadilan dengan tuduhan mengambil bagian dalam suatu organisasi yang bertujuan melakukan kejahatan di samping usaha menggulingkan kekuasaan Hindia-Belanda. Dalam pembelaannya berjudul Indonesia Menggugat, dengan gagah berani Bung Karno menelanjangi kemurtadan bangsa yang mengaku lebih maju itu. Pada tahun 1933, Belanda membuang Bung Karno ke Endeh, Flores, kemudian memindahkannya ke Bengkulu.</p><p><br/></p><p>Pada zaman Jepang Bung Karno mensiasati saudara tua yang rakus itu. Pura-pura bekerja sama tetapi memanfaatkannya untuk kepentingan Indonesia. Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan Kemerdekaan Rl pada 17 Agustus 1945, setelah Jepang bertekuk lutut pada Sekutu.</p><p><br/></p><p>Pada sidang pleno PPKI ditetapkan UUD 1945 sebagai konstitusi RI dan memilih Soekarno dan Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI pertama. Dengan proklamasi Kemerdekaan RI, Pancasila dan UUD 1945 ribuan suku bangsa yang berbeda adat istiadat dan agamanya di 17.000 pulau dari Sabang sampai Merauke berhasil disatukan menjadi bangsa yang berdaulat.</p><p><br/></p><p>Setelah berhasil mempersatukan Nusantara, Soekarno berusaha menghimpun bangsa-bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin yang ketika itu umumnya terjajah, menjadi satu kekuatan baru yang adil, makmur, dan damai. Bersama negarawan lain, Soekarno menyelenggarakan Konferensi Asia-Afrika di Bandung (1955). Kini berkembang menjadi Gerakan Non-Blok beranggotakan ratusan negara.</p><p><br/></p><p>Ketika di dalam negeri berlarut-larut terjadi perpecahan akibat sejumlah politisi memaksakan pelaksanaan demokrasi parlementer yang liberal, pada 5 Juli 1959 Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden kembali ke UUD 1945. Persatuan dan kesatuan bangsa utuh kembali.</p><p><br/></p><p>Tetapi kemudian Bung Karno menerapkan sistim politik Nasakom (Nasionalis, Agama, Komunis). Para penentang politik ini berulang kali mengingatkan Bung Karno untuk tidak memberi peluang berkembangnya komunisme, karena akan berkhianat seperti pernah dilakukannya pada tahun 1926 dan 1948. Kekhawatiran itu terbukti lagi, PKI melancarkan kudeta (30 September 1965). Namun meskipun didesak. Presiden Soekarno enggan membubarkan PKI. Setelah keadaan parah, pada 11 Maret 1966 barulah ia mengeluarkan Surat Perintah kepada Jenderal Soeharto, yang lebih dikenal dengan Supersemar, agar mengambil tindakan, yang kemudian membubarkan PKI sampai ke akar-akarnya.</p><p><br/></p><p>Menjelang akhir masa bhaktinya, proklamator itu pernah berkata, ‘Selangkah saja saya maju, negara ini akan hancur”. Ia memang tak bergeming sedikit pun. Lebih baik dirinya lebur dari pada bangsa dan negara ini hancur.</p><p>Meskipun kini sudah lama ia tiada, tetapi nama besarnya tak pernah pudar, kekal di hati rakyat Indonesia. Itu berkat jasanya kepada bangsa dan negara yang tak terhingga.Dr. Ir. H. SOEKARNO lahir dari keturunan bangsawan Jawa, waktu kecil bernama Kusno yang kemudian akrab dengan panggilan Bung Karno saja. la hanya beberapa tahun hidup bahagia bersama orang tuanya di Blitar. Tamat SD tinggal di Surabaya, indekost di rumah H.O.S. Cokroaminoto, politisi kawakan tokoh Syarikat Islam. Sambil belajar, Soekarno menggembleng jiwa nasionalismenya.</p><p><br/></p><p>Lulus SLTA, Soekarno melanjutkan sekolahnya ke ITB di Bandung. Setelah meraih title Ir. pada tahun 1926, H.O.S. Cokroaminoto mengambilnya sebagai menantu. Soekarno kemudian mendirikan PNI (Partai Nasional Indonesia, 1927) dan berhasil merumuskan ajaran Marhaen. Karena merasa khawatir, penjajah Belanda kemudian menjebloskan Soekarno ke penjara Sukamiskin, Bandung (29 Desember 1929). Delapan bulan kemudian baru disidangkan di pengadilan dengan tuduhan mengambil bagian dalam suatu organisasi yang bertujuan melakukan kejahatan di samping usaha menggulingkan kekuasaan Hindia-Belanda. Dalam pembelaannya berjudul Indonesia Menggugat, dengan gagah berani Bung Karno menelanjangi kemurtadan bangsa yang mengaku lebih maju itu. Pada tahun 1933, Belanda membuang Bung Karno ke Endeh, Flores, kemudian memindahkannya ke Bengkulu.</p><p><br/></p><p>Pada zaman Jepang Bung Karno mensiasati saudara tua yang rakus itu. Pura-pura bekerja sama tetapi memanfaatkannya untuk kepentingan Indonesia. Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan Kemerdekaan Rl pada 17 Agustus 1945, setelah Jepang bertekuk lutut pada Sekutu.</p><p><br/></p><p>Pada sidang pleno PPKI ditetapkan UUD 1945 sebagai konstitusi RI dan memilih Soekarno dan Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI pertama. Dengan proklamasi Kemerdekaan RI, Pancasila dan UUD 1945 ribuan suku bangsa yang berbeda adat istiadat dan agamanya di 17.000 pulau dari Sabang sampai Merauke berhasil disatukan menjadi bangsa yang berdaulat.</p><p><br/></p><p>Setelah berhasil mempersatukan Nusantara, Soekarno berusaha menghimpun bangsa-bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin yang ketika itu umumnya terjajah, menjadi satu kekuatan baru yang adil, makmur, dan damai. Bersama negarawan lain, Soekarno menyelenggarakan Konferensi Asia-Afrika di Bandung (1955). Kini berkembang menjadi Gerakan Non-Blok beranggotakan ratusan negara.</p><p><br/></p><p>Ketika di dalam negeri berlarut-larut terjadi perpecahan akibat sejumlah politisi memaksakan pelaksanaan demokrasi parlementer yang liberal, pada 5 Juli 1959 Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden kembali ke UUD 1945. Persatuan dan kesatuan bangsa utuh kembali.</p><p><br/></p><p>Tetapi kemudian Bung Karno menerapkan sistim politik Nasakom (Nasionalis, Agama, Komunis). Para penentang politik ini berulang kali mengingatkan Bung Karno untuk tidak memberi peluang berkembangnya komunisme, karena akan berkhianat seperti pernah dilakukannya pada tahun 1926 dan 1948. Kekhawatiran itu terbukti lagi, PKI melancarkan kudeta (30 September 1965). Namun meskipun didesak. Presiden Soekarno enggan membubarkan PKI. Setelah keadaan parah, pada 11 Maret 1966 barulah ia mengeluarkan Surat Perintah kepada Jenderal Soeharto, yang lebih dikenal dengan Supersemar, agar mengambil tindakan, yang kemudian membubarkan PKI sampai ke akar-akarnya.</p><p><br/></p><p>Menjelang akhir masa bhaktinya, proklamator itu pernah berkata, ‘Selangkah saja saya maju, negara ini akan hancur”. Ia memang tak bergeming sedikit pun. Lebih baik dirinya lebur dari pada bangsa dan negara ini hancur.</p><p>Meskipun kini sudah lama ia tiada, tetapi nama besarnya tak pernah pudar, kekal di hati rakyat Indonesia. Itu berkat jasanya kepada bangsa dan negara yang tak terhingga.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2396373278/3f35d6d5f5c9b3b5959ad4ee64c7cdf0/IMG_20240326_WA0016.jpg" />
         <pubDate>2024-03-26 02:53:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurfadillahasibuan27/uu6uu6p7gq9gnote/wish/2933358212</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nurfadillahasibuan27/uu6uu6p7gq9gnote/wish/2933365257</link>
         <description><![CDATA[<p>Lahir : Denanyar, Jombang, Jawa Timur, 4 Agustus 1940</p><p>Pendidikan : SD, Jakarta (1953);SMEP, Yogyakarta (1956); Pesantren Tambakberas,</p><p>Jombang (1959 -1963); Departemen og Higher Islamic and Arabic Studies, Universitas Al Azhar, Kairo; Fakultas Sastra Universitas Bagdad, Irak (1970)</p><p>Pengalaman : Guru Madrasah Mu’alimat, Tambakberas, Jombang (1959-1963); Dosen dan Dekan Fakultas Ushuluddin Universitas Hasyim Ashari, Jombang (1974-1979); Pengasuh Pondok Pesantren Ciganjur,</p><p>Jakarta Selatan (1979); Ketua Tanfidziyah PB Nahdhatul Ulama (1984-1998).</p><p>Biografi Bapak K.H. ABDURRAHMAN WAHID:</p><p>GUS DUR, demikian K.H . Abdurrahman Wahid biasa dipanggil, seorang ulama muda yang gemar humor. Luwes bergaul, sikapnya terbuka. Banyak yang menaruh harapan besar ketika ia terpilih sebagai ketua PBNU dalam Muktamar NU ke-27 di Pondok Pesantren Salafiah Safi’yah Sukorejo,Situbondo, Jawa Timur. Apalagi sejak Muktamar itu, NU secara resmi kembali ke Khittah 1926. Artinya NU akan meninggalkan politik praktis dan</p><p>tidak ada lagi ikatan organisatoris dengan PPP.</p><p>Tokoh yang tak dapat melihat dengan sempurna ini boleh jadi merupakan satu-satunya presiden di dunia yang terpilih secara demokrasi oleh wakil rakyat. Komposisi keanggotaan DPR-MPR hasil pemilu tahun 1999 rupanya lebih suka memilih Gus Dur, dan enggan memberikan suaranya kepada Megawati Soekarno Putri, satu-satunya pesaing di waktu itu, karena alasan gender.</p><p>Anak sulung dari enam bersaudara A.Wahid Hasyim, mantan menteri agama ini banyak memegang jabatan yang sifatnya penasihat tim di berbagai departemen, antara lain: Departemen Koperasi (1984), Departemen Agama (1985). Gus Dur menikah dengan Shinta Nuriyah 1968. Mereka dikarunia empat orang anak.</p><p><br></p><p>Kelompok 2:</p><ol><li><p>Fadilla amanda</p></li><li><p>Nabila putri</p></li><li><p>Ririn dwi syafitri</p></li><li><p>Nita Fariska</p></li><li><p>Marsya aulia</p></li><li><p>Aidil hasbi</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2396380741/51e56fac680c53ae73042154adb6dc1f/IMG_20240326_WA0013.jpg" />
         <pubDate>2024-03-26 02:58:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurfadillahasibuan27/uu6uu6p7gq9gnote/wish/2933365257</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Boigrafi</title>
         <author>nurfadillahasibuan27</author>
         <link>https://padlet.com/nurfadillahasibuan27/uu6uu6p7gq9gnote/wish/3052430035</link>
         <description><![CDATA[<p>Tarida Ilham Manurung atau akrab dipanggil pak ilham ialah salah satu dosen FKIP UNIVERSITAS ASAHAN. Beliau sangat menyukai sastra sehingga saat masuk ke kelas beliau selalu bercerita mengenai sastra yang terupdate. Beliau juga suka memberikan motivasi kepada para mahasiswa nya. Beliau juga salah satu penulis buku puisii sastra yang menceritakan tentang kehidupan nya sendiri.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-07-13 08:16:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nurfadillahasibuan27/uu6uu6p7gq9gnote/wish/3052430035</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
