<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>XI A_Mengenal Pangan Lokal by Furri Akun Belajar</title>
      <link>https://padlet.com/furriakunbelajar/upveuzhfz5qkgcsd</link>
      <description>Teks Argumentasi I</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-08-09 06:28:39 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-08-20 07:47:09 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>XIA_Kelompok 6</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/furriakunbelajar/upveuzhfz5qkgcsd/wish/3074949060</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Masalah yang di bahas dalam teks...? </p><p><strong>Jawaban</strong> : </p><p>• Masalah yang dibahas dalam teks tersebut adalah <em>Krisis pangan global <mark>(koreksi kembali jawaban)</mark></em></p></li><li><p>Adakah data pendukung berupa fakta<em> ? </em>Sebutkan! </p><p><strong>Jawaban : </strong></p><p>• Ada, data pendukung tersebut ialah : Menurut organisasi Pangan dan pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa ( FAO), produksi jagung dunia pada 2021 - 2022 diperkirakan 1.192 juta ton, gandum 776,7 juta ton, dan beras 519 juta ton. Ketiga biji-bijian tersebut menempati sekitar 89 persen dari total produksi pangan dunia ( kompas, 12/10/2022 ) </p></li><li><p>Carilah Masing-masing : </p><p>a.) Kritik </p><p><strong> Jawaban : </strong></p><ol><li><p>Bertahun-tahun kita mendengungkan konsumsi pangan lokal, tetapi urusan ini tak pernah berujung pada aksi nyata dalam jangka panjang. </p></li><li><p>Kampanye pangan lokal masih sekedar menjadi slogan. </p></li></ol><p>b.) Harapan</p><p>  <strong> Jawaban : </strong></p><ol><li><p>Kini saatnya membuat ajakan memproduksi dan mengonsumsi pangan lokal menjadi riil. </p></li><li><p>Tentu tidak bisa dalam waktu singkat, tetapi tekanan krisis pangan kali ini perlu disikapi semua pihak secepatnya agar tekanan harga pangan tidak terlalu dalam. </p></li></ol><p>c.) Penilaian</p><p><strong> Jawaban : </strong></p><p> • Kita menghargai sejumlah peneliti yang terus mencari dan mengembangkan <em><mark>komuditas </mark></em>pangan lokal. </p><p><br/></p><p>d.) Saran </p><p><strong>Jawaban : </strong></p><ol><li><p>Oleh karena itu, persoalan pangan lokal harus digarap dari hulu hingga hilir</p></li><li><p>Krisis pangan kali ini seharusnya mempercepat kolaborasi semua pihak untuk menghadirkan pangan lokal.</p></li></ol><p>e.) Prediksi </p><ol><li><p>Usaha pengembangan pangan lokal seperti ini tidak lestari, petani bisa terdisinsentif dan tidak mau melanjutkan usaha tani. </p></li><li><p><em><mark>ji</mark></em>ka tidak, bakal muncul trend sesaat untuk komoditas tertentu, tetapi kemudian mereka yang terlibat tidak mendapatkan keuntungan. </p></li></ol><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2645659438/53399751acc55dfbcfc16b441bcc3687/17236011310943084221291194333672.jpg" />
         <pubDate>2024-08-14 02:15:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/furriakunbelajar/upveuzhfz5qkgcsd/wish/3074949060</guid>
      </item>
      <item>
         <title>XI A_KELOMPOK 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/furriakunbelajar/upveuzhfz5qkgcsd/wish/3074960065</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Masalah yang dibahas dalam teks. </p><p><strong>Jawaban </strong>: Mengendalikan pangan Lokal dari hulu ke hilir <em><mark>(koreksi kembali jawaban)</mark></em></p><p><br/></p></li><li><p>Adakah data pendukung berupa fakta?, sebutkan! </p><p><strong>Jawaban</strong>: Ada, Produksi jagung dunia pada 2021-2022 diperkirakan 1.192 juta ton, gandum776, 7 juta ton, danberas 519 juta ton. <em><mark>(kalimat wajib ditulis lengkap sesuai dengan teks asli)</mark></em></p></li><li><p>Carilah masing - masing :</p><p><strong>A. Kritik</strong></p><ul><li><p>Pengusaha pasti akan masuk ke industri pangan lokal ketika mendapat keuntungan yang lumayan. <em><mark>(koreksi kembali jawaban)</mark></em></p></li><li><p>Bertahun-tahun mendengungkan konsumsi pangan lokal, tetapiurusan ini tak pernah berujung pada aksi nyata. </p></li></ul><p><strong>B. Harapan</strong></p><ul><li><p>Persoalan pangan lokal harus digarap dari hulu ke hilir. <em><mark>(koreksi kembali jawaban)</mark></em></p></li><li><p>Krisis pangan kali ini seharusnya mempercepat kolaborasi semua pihak untuk menghadirkan pangan lokal. </p></li></ul><p><strong>C. Penilaian</strong></p><p>    • Gandum ternyata menempati 28         persen dari proporsi pangan                nasional. <em><mark>(koreksi kembali jawaban)</mark></em></p><p><strong>D. Saran</strong></p><p>• Indonesia harus menjadikannya sebagai momentum untuk kembali ke ragam sumber pangan lokal. </p><p>• <mark>Pengambangan</mark> skala rumah tangga bisa dimulai. </p><p><strong>E. Prediksi</strong></p><p>• Pengusaha pasti akan masuk ke industri pangan lokal ketika hitungan-hitungan bisnis masuk. </p><p>• Bakal muncul tren sesaat untuk komoditas tertentu. </p></li></ol><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2645660547/44452955c03d7e9e97838b7edb63427d/1723602211176.jpg" />
         <pubDate>2024-08-14 02:24:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/furriakunbelajar/upveuzhfz5qkgcsd/wish/3074960065</guid>
      </item>
      <item>
         <title>XI A_Kelompok 5</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/furriakunbelajar/upveuzhfz5qkgcsd/wish/3074964399</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>1. Masalah yang dibahas dalam teks</strong></p><p>Masalah yang dibahas dalam teks "Mengandalkan Pangan Lokal" adalah krisis pangan global. <em><mark>(koreksi kembali jawaban)</mark></em></p><p><br/></p><p><strong>2. Adakah data pendukung berupa fakta? Sebutkan</strong></p><p>Data pendukung berupa fakta dalam teks tersebut adalah produksi jagung dunia pada 2021-2022 diperkirakan 1.192 juta ton, gandum 776,7 juta ton dan beras 519 juta ton. <em><mark>(kalimat harus ditulis lengkap sesuai dengan teks asli)</mark></em></p><p><br/></p><p><strong>3. Carilah masing-masing :</strong></p><p><mark>A.) Kritik (2) :</mark></p><p>• Pengusaha pasti akan masuk ke industri pangan lokal ketika hitungan-hitungan bisnis masuk. </p><p>• <mark>k</mark>etika dunia menghadapi krisis pangan akibat konflik 2 pengekspor utama gandum. (<em><mark>perhatikan penulisan kata, huruf kapital dan kecil</mark></em>)</p><p><br/></p><p><mark>B.) Harapan (2) :</mark></p><p>• Krisis pangan kali ini seharusnya mempercepat kolaborasi semua pihak untuk menghadirkan pangan lokal. </p><p>• Pengembangan skala rumah tangga bisa dimulai. Lebih dari mengembangkan pangan lokal dalam skala bisnis, kampanye menghadapi krisis pangan memberi kesadaran perlunya kedaulatan pangan. <em><mark>(koreksi kembali jawaban)</mark></em></p><p><br/></p><p><mark>C.) Penilaian (1) :</mark></p><p>• Gandum menepati posisi ke 2 setelah jagung dan setingkat diatas beras sebagia sumber pangan dari biji-bijian. <em><mark>(koreksi kembali jawaban, ini termasuk fakta bukan opini)</mark></em></p><p><br/></p><p><mark>D.) Saran (2) :</mark></p><p>• Persoalan pangan lokal harus digarap dari hulu hingga hilir. </p><p>• Indonesia harus menjadikannya sebagai momentum untuk kembali ke ragam sumber pangan lokal. </p><p><br/></p><p><mark>E.) Prediksi (2) :</mark></p><p>• Bakal muncul tren sesaat untuk komoditas tertentu, tetapi kemudian mereka yang terlibat tidak mendapatkan keuntungan. </p><p>• Petani bisa terdisinsentif dan tidak mau melanjutkan usaha tani. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2645655894/b7a8f92c6217d16671982b306f4006ff/17236013475058570527415644232609.jpg" />
         <pubDate>2024-08-14 02:27:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/furriakunbelajar/upveuzhfz5qkgcsd/wish/3074964399</guid>
      </item>
      <item>
         <title>XIA_Kelompok 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/furriakunbelajar/upveuzhfz5qkgcsd/wish/3074999176</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>                       </p><p>soal&amp;jawaban</p><p>1.Masalah yang dibahas dalam teks?</p><p>  jawaban:Menghadapi Krisis Pangan <em><mark>(koreksi kembali jawaban)</mark></em></p><p><br/></p><p>2.Adakah Pendukung Berupa Fakta?Sebutkan</p><p>   jawaban:Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa(FAO), produksi jagung dunia pada 2021-2022 diperkirakan 1.192 juta ton, gandum 776,7 juta ton, dan beras 519 juta ton. Ketiga biji-bijian tersebut menempati sekitar 89 persen dari total produksi pangan dunia(Kompas , 12/10/2022).</p><p><br/></p><p>3.Carilah Masing-Masing:</p><p>    a).Kritik=Bertahun-tahun Kita mendengungkan Konsumsi pangan lokal,tetapi urusan ini tak pernah berujung pada aksi nyata dalam jangka panjang.</p><p><br/></p><p>    </p><p><br/></p><p>   </p><p>    </p><p><br/></p><p>                            </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2645670478/cc2566fe3402c05a63c7516e56225c50/image.jpg" />
         <pubDate>2024-08-14 02:57:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/furriakunbelajar/upveuzhfz5qkgcsd/wish/3074999176</guid>
      </item>
      <item>
         <title>XIA_Kelompok 3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/furriakunbelajar/upveuzhfz5qkgcsd/wish/3075012414</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Masalah yang dibahas dalam teks adalah : persoalan pangan lokal,krisis pangan global,krisis gandum akibat konflik dua pengekspor utama gandum, kurangnya produksi dan konsumsi pangan lokal, produktivitas tanaman yang masih rendah <em><mark>(koreksi kembali jawaban)</mark></em></p></li><li><p>Adakah data pendukung berupa fakta? Sebutkan : Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), produksi jagung dunia pada 2021-2022 diperkirakan 1.192 juta ton, gandum 776,7 juta ton, dan beras 519 juta ton. Ketiga biji-bijian tersebut menempati sekitar 89 persen dari total produksi pangan dunia.</p></li><li><p>Carilah masing-masing</p><p>A) Kritik : (1)Persoalan pangan lokal harus digarap dari hulu hingga hilir. Tidak bisa hanya urusan produksi semata. (2)Usaha pengembangan pangan lokal seperti ini tidak lestari petani bisa terdisinsentif dan tidak mau melanjutkan usaha tani. <em><mark>(koreksi kembali jawaban)</mark></em></p><p>B) Harapan : (1)Ketika dunia menghadapi krisis pangan akibat konflik dua pengekspor utama gandum, Indonesia harus menjadikannya sebagai momentum untuk kembali keragaman sumber pangan lokal. (2)Kini saatnya membuat ajakan memproduksi dan mengonsumsi pangan lokal menjadi riil. <em><mark>(koreksi kembali jawaban)</mark></em></p><p>C) Penilaian : Krisis pangan kali ini seharusnya mempercepat kolaborasi semua pihak untuk menghadirkan pangan lokal. <em><mark>(koreksi kembali jawaban)</mark></em></p><p>D) Saran : (1)Oleh karena itu, persoalan pangan lokal harus digarap dari hulu hingga hilir. (2)krisis pangan kali ini seharusnya mempercepat kolaborasi semua pihak untuk menghadirkan pangan lokal</p><p>E) Prediksi : (1)Pengusaha pasti akan masuk ke industri pangan lokal ketika hitungan-hitungan bisnis masuk. (2)<em><mark>b</mark></em>akal muncul tren sesaat untuk komoditas tertentu, tetapi kemudian mereka yang terlibat tidak mendapatkan keuntungan.</p><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2645659128/c06f5e8592337080ceaf7706bbdd7ffc/17236012293069198685475984630024.jpg" />
         <pubDate>2024-08-14 03:05:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/furriakunbelajar/upveuzhfz5qkgcsd/wish/3075012414</guid>
      </item>
      <item>
         <title>XI A Kelompok 4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/furriakunbelajar/upveuzhfz5qkgcsd/wish/3075022763</link>
         <description><![CDATA[<p><strong><em><mark> 1.Masalah yang di bahas dalam teks </mark></em></strong></p><p> <strong><em>Jawab</em></strong>: Krisis pangan akibat konflik dua pengekspor  utama gandum <em><mark>(koreksi kembali jawaban)</mark></em></p><p><br/></p><p><br/></p><p><strong><em><mark>2.Adakah data pendukung berupa fakta?sebutkan</mark></em></strong></p><p><strong><em>Jawab</em></strong>: Menurut organisasi pangan dan pertanian perserikatan bangsa bangsa (FAO), produksi jagung dunia pada 2021-2022 diperkrakan 1.192 juta ton,gandum 776,7 juta ton,dan beras 519 juta ton, ketiga biji biji an tersebut menempati  sekitar 89 persen dari total produksi pangan dunia (kompas, 12/10/2022).</p><p><strong><em><mark>3.Carilah masing masing </mark></em></strong></p><p><strong><em><mark>a.)kritik</mark></em></strong></p><p><strong><em><mark>b.)harapan</mark></em></strong></p><p><strong><em><mark>c.)penilaian</mark></em></strong></p><p><strong><em><mark>d.)saran</mark></em></strong></p><p><strong><em><mark>e.)predksi</mark></em></strong></p><p><strong><em>Jawab</em></strong>:</p><p>     A. Kritik : -  <mark>k</mark>risis pangan kali ini seharusnya                         mempercepat kolabrasi semua                              pihak <mark>untu</mark> menghadirkan pangan                         lokal.</p><p>                     - <mark>p</mark>engusaha pasti akan masuk ke                        industri pangan lokal ketika hitung                        hitungan bisnis masuk <em><mark>(koreksi kembali jawaban)</mark></em></p><p>     B.  Harapan : - <em><mark>k</mark></em>risis pangan kali ini                                                 seharusnya mempercepat                                kolaborasi semua pihak untuk                                menghadirkan pangan lokal. <em><mark>(koreksi kembali jawaban)</mark></em></p><p>                            - <em><mark>p</mark></em>ersoalan pangan lokal harus                               digarap dari hulu hingga hilir <em><mark>(koreksi kembali jawaban)</mark></em></p><p>     C. Penilaian : - <em><mark>g</mark></em>andum menepati posisi ke dua setelah jagung dan setingkat di atas beras sebagian sumber pangan dari biji bijian </p><p>     D. Saran : - <em><mark>p</mark></em>ersoalan dengan selera dan                                 menu perlu diselesaikan oleh</p><p>                         ahli.</p><p>                     -  <mark>t</mark>ekanan krisis pangan kali ini                                  perlu di sikapi semua pihak                                     secepatnya agar tekanan                                       pangan harga  tidak terlalu dalam.                   </p><p>     E. Prediksi : -<em><mark>p</mark></em>roduksi jagung dunia pada                            2021-2022 diperkirakan 1.192                            juta ton. <em><mark>(koreksi kembali jawaban)</mark></em></p><p>                        -<em><mark>u</mark></em>jung dari semua ini adalah                          masalah bisnis, pengusaha pasti                         akan masuk ke industri  pangan                            lokal ketika hitungan hitungan                               bisnis masuk.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2645657404/83a63bc586f580481e087007717af4d0/image.jpg" />
         <pubDate>2024-08-14 03:15:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/furriakunbelajar/upveuzhfz5qkgcsd/wish/3075022763</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
