<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>D3 Keperawatan_Kewarganegaraan by Ika Fathin</title>
      <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-08-25 04:18:48 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-08-27 16:19:53 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>TUGAS:</title>
         <author>ikafathin</author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553347261</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Bagaimana pendapatmu terkait Kondisi Politik dan Penerapan Demokrasi di Indonesia? Tuliskan pendapatmu disertai dengan contoh nyata yang terjadi di Indonesia.</p></li><li><p>Sebagai generasi muda, apa saja bentuk peran dan partisipasi politik yang dapat kalian lakukan bagi bangsa Indonesia?</p></li></ol><p><br></p><p>Tuliskan jawaban kalian dalam Postingan di Halaman Padlet ini. </p><p>Jangan lupa tulis Nama dan NIM.</p><p><br></p><p>Deadline: Rabu, 27 Agustus 2025 jam 23.59 WIB.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-25 04:23:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553347261</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pramesti Laverda Atta (P71201125041)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553609848</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Pendapat tentang Kondisi Politik dan Demokrasi di Indonesia</p><p><br></p><p>Jawaban : </p><p>Menurut saya, Indonesia memang sedang mengalami fase politik dan demokrasi yang bergelora. Dari segi sistem, Indonesia telah mengelola demokrasi dengan cukup baik karena rakyat memiliki hak untuk memilih pemimpin, mengemukakan pendapat, dan menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan melalui pemilu. Namun, dalam praktiknya, demokrasi kita masih belum ideal. Masih terdapat beberapa ketidaknormalan yang merusak kualitas demokrasi kita, seperti praktik politik uang yang masih sering terjadi jika menjelang PEMILU. Banyak calon yang lebih mengandalkan uang dibandingkan ide untuk menarik dukungan masyarakat. Hal ini tentu melanggar nilai-nilai keadilan dan kesetaraan, yang seharusnya nilai tersebut menjadi ciri khas demokrasi.</p><p><br></p><p>Pertentangan politik di media sosial bahkan semakin meningkat. Masyarakat dipecah hanya karena perbedaan pilihan politik, yang dihasilkan dapat memicu konflik. Sepatutnya, demokrasi harus dimanfaatkan sebagai proses untuk menghargai pemikiran masing-masing, bukan untuk melempar orang ke bawah. Namun, saya memahami bahwa ada kemajuan, tetapi ada oposisi. Pemilu memilih sangat tinggi partisipasi masyarakat. Pada pemilu di tahun 2019, ada lebih dari 80% rakyat Indonesia memilih ini adalah contoh nyata bahwa masyarakat Indonesia semakin sadar tentang pentingnya politik untuk negara. </p><p><br></p><p>2. Peran Generasi Muda dalam Politik Indonesia</p><p>Generasi muda bukan sekadar penonton politik kita adalah pemain inti di lapangan demokrasi! Apa saja yang bisa kita lakukan?</p><p><br></p><p>Jawaban :</p><p>Sebagai generasi muda, kita harus berperan aktif menjaga dan memperkuat demokrasi tersebut dengan lebih sehat. Beberapa tindakan sederhana yang bisa kita terapkan adalah sebagai berikut :</p><ol><li><p><strong>Menggunakan hak pilih dengan baik</strong></p><p>Tidak golput, tidak memilih hanya karena popularitas terlebih lagi memilih dengan Fomo, tidak politik uang. Kita harus memilih pemimpin yang memiliki visi dan misi yang jelas.</p></li><li><p><strong>Meningkatkan literasi politik dan digital </strong></p><p>Terbuka terhadap politik, tidak memilih hanya karena popularitas, tidak politik uang atau dengan sebutan lain "Serangan Fajar".  Sehingga tidak mudah terprovokasi dengan isu - isu atau hoaks yang beredar di dunia maya.</p></li><li><p><strong>Aktif menyampaikan pendapat dengan santun</strong></p><p>Media sosial bisa menjadi wadah untuk menyalurkan berbagai aspirasi. Tetapi ingat! gunakan media sosial dengan bijak dan tidak menyebarkan ujaran kebencian.</p></li><li><p><strong>Mengawasi jalannya pemerintahan </strong></p><p>Generasi muda bisa menjadi "Mata" dan "Telinga" dalam mengawasi kebijakan pemerintah. Kita bisa menyampaikan kritik yang membangun, baik melalui forum diskusi dan media sossial.</p></li><li><p><strong>Ikut terlibat dalam organisasi atau komunitas</strong></p><p>Mulai dari organisasi sekolah, kampus, hingga komunitas sosial, dari sini kita bisa belajar tentang kepemimpinan dan politik yang sehat bagi negara.</p></li></ol><p><br></p><p>Pramesti Laverda Atta (P71201125041)</p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://get.pxhere.com/photo/vote-voting-voting-ballot-box-paper-choice-choose-citizen-confidentiality-decision-democracy-election-elections-government-hand-opinion-parliament-political-politics-questionnaire-referendum-registration-survey-woman-product-carton-packaging-and-labeling-material-font-brand-1444335.jpg" />
         <pubDate>2025-08-25 07:59:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553609848</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kirani Hafni Nur Laili (P71201125009)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553609979</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p><strong>Pendapat terkait Kondisi Politik dan Penerapan Demokrasi di Indonesia</strong></p><p>Menurut saya, politik di Indonesia sudah berjalan secara demokratis karena kita sebagai rakyat biasa bisa memilih pemimpin secara langsung, tetapi secara nyata masih banyak masalah pada pejabat-pejabat tertentu yang bisa mengurangi kualitas demokrasi. Contoh nyata penerapan demokrasi di Indonesia terdapat pada pemilihan umum presiden, pemilu legislatif, pilkada, dan pemilu desa.</p><p><br/></p></li><li><p><strong>Peran dan Partisipasi Politik Generasi Muda</strong></p><p>Sebagai generasi muda, kita mempunyai peran besar dalam memperkuat demokrasi di Indonesia. Bentuk partisipasi politik yang bisa dilakukan antara lain:</p><ul><li><p>Mengikuti organisasi kemahasiswaan, seperti BEM, BLM, HMJ, dan HMPS.</p></li><li><p>Mengikuti pencoblosan pemilu, seperti pemilihan umum presiden, pemilu legislatif, pilkada, dan pemilu desa.</p></li><li><p>Menggunakan media sosial secara aktif dan positif, seperti tidak menyebarkan berita hoaks dan berita-berita yang belum diketahui kebenarannya.</p></li><li><p>Terlibat dalam program pengabdian masyarakat seperti mengikuti kegiatan karang taruna, dan pasukan pengamanan lalu lintas.</p></li></ul></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/9/91/IL_wikimedia_-04_Arbeitsfeld_3_Politik.png" />
         <pubDate>2025-08-25 07:59:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553609979</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jawaban padlet kewarganegaraan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553611266</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Vania Febri Munatama</p><p>Nim    : P71201125011</p><p><br></p><ol><li><p>Menurut saya sistem Demokrasi di Indonesia ini mengalami tantangan yang besar. Demokrasi di Indonesia memberi ruang bagi rakyat untuk berpartisipasi dalam memilih pemimpin maupun menyampaikan pendapat, namun dalam praktiknya sering kali muncul masalah seperti politik uang, polarisasi masyarakar, dan lemahnya hukum.</p><p>contoh : Banyak laporan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang menunjukkan praktik pembagian uang atau sembako kepada masyarakat menjelang pemilihan. Hal ini merusak kualitas demokrasi karena keputusan memilih tidak lagi berdasarkan kualitas calon, tetapi karena iming-iming materi.</p></li><li><p> Sebagai generasi muda diperlukan literasi politik, dengan memahami sistem pemerintahan, hak dan kewajiban warga negara, serta isu-isu politik yang sedang berkembang. Hal ini penting agar mereka tidak mudah termakan hoaks atau provokasi politik.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/5/54/Bendera_Merah_putih_Indonesia_di_puncak_cikuray.jpg" />
         <pubDate>2025-08-25 08:00:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553611266</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ARINI NURINDAH CINTA A&#39;LA KAUTSAR ( P71201125050 ) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553614628</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Menurut saya, Kondisi demokrasi di Indonesia saat ini dinilai berjalan secara parsial, dengan sisi positif berupa terselenggaranya pemilu yang bebas dan adanya kebebasan berekspresi serta pluralisme.</p><p>Contoh nya :</p><ol><li><p>Kampanye Politik dengan Politik Uang:nyata di lapangan adalah praktik politik uang yang kerap mewarnai setiap pemilu, yang tidak hanya merusak etika demokrasi tetapi juga mengikis kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi.</p></li></ol></li></ol><p><br></p><ol start="2"><li><p>Mengikuti organisasi atau komunitas Bergabung dalam OSIS, BEM, organisasi kepemudaan, atau komunitas sosial-politik yang mengajarkan nilai demokrasi, kepemimpinan, dan advokasi.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-25 08:04:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553614628</guid>
      </item>
      <item>
         <title>AVRILYA YOFITA ALFIANTI_P71201125006_D III KEPERAWATAN</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553618253</link>
         <description><![CDATA[<p>1. menurut saya kondisi politik dan penerapan demokrasi di Indonesia saat ini sudah mengalami banyak kemajuan dibanding era sebelumnya, tetapi masih banyak tantangan tantangan seperti korupsi, isu isu di media sosial yang membuat terpecah belahnya masyarakat diindonesia. </p><p><br/></p><p> 2. kita bisa mengikuti organisasi kemahasiswaan seperti BEM, BLM, HMJ, HMPS dan UKM atau juga diluar bisa mengikuti seperti karang taruna,atau bisa juga komunitas sosial lainnya dan bekerja sama dengan masyarakat sekitar serta peduli terhadap masyarakat&nbsp;sekitar</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-25 08:08:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553618253</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Alifia Nur Afiffah (P71201125018)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553622817</link>
         <description><![CDATA[<p><br></p><p><strong>1. Bagaimana pendapatmu terkait Kondisi Politik dan Penerapan Demokrasi di Indonesia? Tuliskan pendapatmu disertai dengan contoh nyata yang terjadi di Indonesia.</strong></p><p><br></p><p>Jawaban : </p><p>Menurut pendapat saya, kondisi politik dan penerapan demokrasi di Indonesia saat ini sudah lebih baik dari sebelumnya, walaupun masih ada beberapa kekurangan. Karena politik Indonesia yang sekarang telah memberi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat, memilih pemimpin secara langsung, serta ikut berpartisipasi dalam proses politik. Akan tetapi, masih sering muncul masalah seperti politik uang, penyalahgunaan kekuasaan, dan rendahnya kualitas literasi pada masyarakat mengenai politik.</p><p>Contoh nyatanya dapat dilihat pada Pemilu 2019. Pemilu ini menunjukkan semangat masyarakat yang tinggi terhadap pemilu tersebut, terbukti dari tingkat partisipasi pemilih yang jauh lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. Dari pemilu tersebut  menggambarkan bahwa demokrasi telah berjalan, karena rakyat secara langsung dapat memilih presiden, DPR, dan kepala daerah. Meskipun begitu, masih beredar kasus politik uang dan isu-isu di media sosial yang memebuat terpecah belahnya masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa demokrasi kita sudah berjalan, tetapi kualitasnya masih perlu ditingkatkan.</p><p>Jadi, menurut saya demokrasi di Indonesia saat ini sudah ada kemajuan, hanya saja masih butuh diperbaiki lagi terutama soal kejujuran, keterbukaan, dan pendidikan politik supaya rakyat tidak gampang dipengaruhi oleh hal-hal negatif.</p><p><br></p><p><strong>2. Sebagai generasi muda, apa saja bentuk peran dan partisipasi politik yang dapat kalian lakukan bagi bangsa Indonesia?</strong></p><p><br></p><p>Jawaban : </p><p>Sebagai generasi muda, bentuk peran dan partisipasi politik yang dapat saya lakukan bagi demokarsi bangsa yaitu saya dapat ikut serta berperan dalam politik dengan cara-cara sederhana. Contohnya ikut serta dalam pemilu dengan menggunakan hak pilih secara bijak, tidak asal pilih, tidak golput dan memepertimbangkan rekam jejak calon pemimpin. Tidak hanya itu, saya juga bisa berpartisipasi lewat kegiatan organisasi di kampus atau masyarakat untuk belajar mengambil keputusan bersama.  Hal ain yang dapat saya  dilakukan adalah menyuarakan pendapat secara sehat, misalnya lewat diskusi ataupun media sosial, tanpa menyebarkan isu-isu negatif atatu hal-hal yang dapat mnimbulkan pertikaian. Dengan langkah-langkah kecil tersebut, saya sudah merasa berkontribusi bagi perkembangan demokrasi dan kemajuan bangsa.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-25 08:14:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553622817</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NABILA FATMA (P71201125020)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553623661</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Menurut saya, kondisi politik dan demokrasi di Indonesia telah mengalami kemajuan sejak Reformasi 1998, di mana rakyat kini memiliki kebebasan untuk memilih pemimpin dan menyampaikan pendapat. Namun, tantangan seperti politik uang, korupsi, dan polarisasi masyarakat masih mengganggu. Misalnya, pada Pemilu 2019, perpecahan masyarakat terlihat jelas akibat perbedaan pilihan politik. Selain itu, kasus korupsi bantuan sosial yang melibatkan Menteri Sosial menunjukkan bahwa integritas politik masih perlu diperkuat.</p><p><br/></p><p>2. Generasi muda memiliki peran penting dalam politik, antara lain:</p><p><br/></p><p>- Memilih pemimpin dengan bijak saat pemilu.</p><p>- Aktif berdiskusi dan menyuarakan pendapat di media sosial dengan cara yang konstruktif.</p><p>- Bergabung dalam organisasi kepemudaan atau komunitas sosial untuk memperkuat suara mereka.</p><p>- Mengawasi dan mengkritisi kebijakan pemerintah untuk memastikan akuntabilitas.</p><p>- Menyebarkan informasi politik yang akurat dan menolak penyebaran hoaks.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-25 08:14:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553623661</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Anggraeni Serliani Saputri                                          NIM : P71201125021</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553625219</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Bagaimana pendapatmu terkait Kondisi Politik dan Penerapan Demokrasi di Indonesia? Tuliskan pendapatmu disertai dengan contoh nyata yang terjadi&nbsp;di&nbsp;Indonesia.</strong></p><p>Jawab :</p><p>Menurut saya kondisi politik di Indonesia masih mengalami banyak polikrisis (krisis politik) sehingga menyebabkan timbulnya penurunan nilai-nilai demokrasi, disrupsi digital, krisis lingkungan, serta merosotnya kesejahteraan ekonomi masyarakat. Hal tersebut juga menunjukan adanya dinamika kompleks dengan tantangan seperti isu aparatur negara, ketidakpuasan public terhadap kebijakan pemerintah, melemahnya stabilitas ekonomi (banyak terjadi PHK), kuatnya dinasti politik, dll. Sementara itu demokrasi di Indonesia sama halnya dengan kondisi politik di Indonesia, demokrasi di Indonesia memang sudah menerapkan sistem yang bersifat demokratis secara formal,&nbsp; tetapi belum berhasil mewujudkan substansi demokrasi demokrasi yang ideal. Hal ini dikarenakan munculnya factor structural seperti KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme) dan ketidaksamaan akses informasi maupun factor budaya seperti intimidasi, isu SARA untuk kepentingan politik, dan sikap apatis Masyarakat terhapat partisipasi politik. Hal inilah yang mejadikan politik dan demokrasi di Indonesia masih penuh tantangan. Salah satu contoh nyata adalah <strong>politik uang yang masih merajalela</strong>, Pemilu di Indonesia masih sangat kental diwarnai praktik politik uang, yang dianggap meminggirkan politik gagasan dan memperkuat budaya transaksi politik. Mantan Ketua KPK, Agus Rahardjo, menyoroti praktik politik uang yang vulgar ini sebagai bagian dari kelemahan&nbsp;budaya&nbsp;hukum.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sebagai generasi muda, apa saja bentuk peran dan partisipasi politik yang dapat kalian lakukan bagi bangsa&nbsp;Indonesia?</strong></p><p>Jawab :</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Peran generasi muda dalam mendorong partisipasi politik di era digital</p><ol><li><p>Advokasi dan Kampanye Melalui Media Sosial: Generasi muda dapat menggunakan platform media sosial mereka untuk menyebarkan gagasan politik, menggalang dukungan, dan memobilisasi massa untuk berpartisipasi dalam berbagai gerakan politik. Misalnya, melalui hashtag dan kampanye daring, dengan hal tersebut kita dapat mengangkat isu-isu penting yang dianggap relevan dengan generasi mereka.</p></li><li><p>Pendidikan Politik dan Kesadaran Publik: Dengan akses mudah ke informasi, generasi muda dapat secara mandiri mempelajari berbagai isu politik dan membuat keputusan yang berdasarkan pengetahuan. Mereka juga dapat berperan sebagai agen pendidikan politik di antara teman sebaya mereka, membantu meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya berpartisipasi dalam proses politik.</p></li><li><p>Inovasi dalam Keterlibatan Politik: Seringkali terdapat gagasan-gagasan inovatif dalam keterlibatan politik, seperti menggunakan aplikasi untuk memfasilitasi pendaftaran pemilih atau mengorganisir debat online. Kemampuan adaptasi tersebut terhadap teknologi baru memungkinkan terciptanya cara-cara baru untuk terlibat dan mempengaruhi politik.</p></li></ol><p>&nbsp;</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Peran generasi muda dalam mendorong Partisipasi Politik secara Konvensional&nbsp;</p><p><strong>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </strong>Memberi Suara (Voting):&nbsp;Generasi muda dapat terlibat aktif dalam pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah.</p><p><strong>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </strong>Bergabung dengan Partai Politik atau Kelompok Kepentingan:&nbsp;Generasi muda dapat menjadi anggota atau simpatisan partai politik dan organisasi masyarakat yang sesuai dengan minat dan tujuan.</p><p><strong>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </strong>Kampanye:&nbsp;Generasi muda dapat mengikuti atau menyelenggarakan kegiatan kampanye untuk mendukung calon atau ideologi tertentu.</p><p>&nbsp;</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Peran Generasi Muda dalam Peningkatan Politik</p><p>1.&nbsp;&nbsp; Pendidikan Politik : Generasi muda dapat meningkatkan kesadaran politik diri sendiri dan menyebarkannya kepada teman sebaya, serta memahami sistem demokrasi dan isu-isu politik yang relevan.&nbsp;</p><p>2.&nbsp;&nbsp; Meningkatkan Kualitas Demokrasi: Generasi muda dapat<strong> </strong>menjadi agen perubahan dengan memberikan ide-ide kreatif dan inovatif untuk memajukan bangsa dan negara.&nbsp;</p><p>3.&nbsp;&nbsp; Menjaga Persatuan dan Kesatuan: Generasi muda dapat<strong> </strong>mempertahankan nilai-nilai Pancasila, menghormati perbedaan, dan menjauhkan diri dari tindakan yang dapat memecah belah bangsa.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4268169735/5025e3c691ddd587c88b906c9d279e13/politik_uang_ilustrasi_741.jpg" />
         <pubDate>2025-08-25 08:16:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553625219</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Elsya Vika Novarya (P71201125033)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553625535</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Menurutku sebagai generasi muda, politik dan penerapan demokrasi di Indonesia sekarang ini sudah lumayan baik tapi belum bisa dibilang maksimal, karena memang benar orang-orang punya hak untuk memilih pemimpin secara langsung lewat pemilu, itu sebagai tanda suara rakyat dihargai. Tapi di sisi lain masih banyak aja masalah tentang politik uang/korupsi, orang-orang yang belum ngerti politik, sampai kepentingan elite yang lebih sering diutamakan daripada kepentingan rakyat biasa.</p><p>Contoh gampangnya waktu Pemilu 2019, partisipasi masyarakat memang tinggi, tapi malah banyak muncul hoax sampai bikin perpecahan di medsos. Belum lagi di Pilkada daerah, masih ada yang namanya "serangan fajar" menjelang hari pencoblosan dimana agar orang orang tersebut memilih calon tertentu yang sudah memberikan suap tersebut. Itu bikin demokrasi jadi ngga sehat.</p><p><br></p><p>Jadi menurutku, demokrasi di Indonesia memang sudah berjalan tapi masih perlu diperbaiki lagi. Caranya bisa lewat transparansi, pendidikan politik yang jelas, dan pengawasan yang kuat agar demokrasi ngga cuma soal pemilu, tapi benar-benar untuk kesejahteraan buat rakyat.</p><p><br></p></li><li><p>Nah, sebagai anak muda, kita juga bisa tetap berperan dengan:</p><p>a. Menggunakan hak pilih dengan bijak</p><p>Jika sudah cukup umur, kita bisa ikut pemilu dan memilih pemimpin berdasarkan visi, misi, serta rekam jejak, bukan karena uang ataupun fomo.</p><p>b. Meningkatkan literasi politik</p><p>Rajin baca dari sumber yang jelas biar ngga gampang termakan hoax atau provokasi.</p><p>c. Aktif di organisasi atau kegiatan sosial</p><p>Ikut gabung dalam organisasi kemahasiswaan dan UKM, organisasi kepemudaan, karang taruna, atau komunitas sosial juga termasuk peran politik karena di situ kita belajar kepemimpinan, kerja sama, dan peduli sama masyarakat.</p><p><br></p><p>Intinya, generasi muda itu adalah generasi penerus bangsa, jadi sikap kritis, peduli, dan aktif kita bisa jadi modal besar untuk masa depan Indonesia.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4262145553/2e2b76a94c09547a664888b8860c0ec1/WhatsApp_Image_2025_08_25_at_15_13_44.jpeg" />
         <pubDate>2025-08-25 08:17:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553625535</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Febriana Nur Asyifa (P71201125025)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553627007</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Menurut saya, <em>demokrasi di Indonesia sudah berjalan cukup baik secara sistem</em>, tapi dalam praktiknya masih menyisakan banyak masalah yang perlu dikritisi. Indonesia memang sudah berhasil menjalankan pemilu secara langsung, ada kebebasan pers, dan masyarakat bisa menyuarakan pendapatnya secara terbuka. Namun, saya merasa demokrasi kita sering kali "tersandera" oleh kepentingan elit politik.</p><p>Contohnya bisa kita lihat pada <em>Pemilu 2024</em>, di mana muncul banyak kontroversi soal netralitas aparat, intervensi kekuasaan, dan bahkan praktik dinasti politik. Salah satu kasus yang menurut saya paling ramai dibicarakan adalah putusan Mahkamah Konstitusi soal batas usia calon presiden dan wakil presiden. Banyak yang menilai putusan itu sarat kepentingan karena menguntungkan pihak tertentu yang dekat dengan kekuasaan.</p><p>Selain itu, saya juga melihat demokrasi kita masih rentan terhadap <em>politik identitas, hoaks, dan ujaran kebencian</em>, terutama di media sosial. Ini cukup mengkhawatirkan karena bisa memecah belah masyarakat dan mengaburkan substansi politik yang seharusnya fokus pada visi, misi, dan program kerja calon.</p><p>Jadi, walaupun secara prosedural kita demokratis, secara kualitas masih banyak yang harus diperbaiki agar demokrasi kita tidak sekadar formalitas.</p><p>2. Sebagai bagian dari generasi muda, saya merasa <em>punya tanggung jawab untuk ikut berpartisipasi dalam kehidupan politik</em>, bukan hanya lewat pemilu, tapi juga melalui berbagai cara lainnya. Beberapa bentuk partisipasi yang menurut saya bisa saya lakukan adalah:</p><p>• <em>Menggunakan hak pilih dengan bijak</em></p><p>   Saya harus bisa memilih pemimpin yang berintegritas dan punya visi yang jelas. Saya tidak mau memilih karena ikut-ikutan atau karena terpengaruh opini media sosial.</p><p>• <em>Aktif berdiskusi dan menyuarakan pendapat</em></p><p>   Di lingkungan kampus, saya bisa berdiskusi dengan teman-teman tentang isu-isu politik atau kebijakan pemerintah. Ini penting untuk menumbuhkan kesadaran politik yang kritis.</p><p>• <em>Mengawasi jalannya pemerintahan</em></p><p>   Walaupun saya bukan pejabat atau politisi, saya bisa ikut mengawasi kebijakan pemerintah lewat media sosial, forum diskusi, atau kegiatan kampus yang bersifat advokatif.</p><p>• <em>Terlibat dalam kegiatan organisasi atau komunitas</em></p><p>   Dengan aktif di organisasi kampus atau komunitas sosial, saya bisa belajar kepemimpinan dan memahami bagaimana proses politik dan pengambilan keputusan berjalan.</p><p>• <em>Menyebarkan edukasi politik ke sesama anak muda</em></p><p>   Saya bisa bantu menyebarkan informasi yang benar dan positif tentang politik, agar teman-teman sebaya saya juga lebih sadar dan tidak apatis terhadap isu kebangsaan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4262187253/96ac3f5fa810acdf770f0ba9d4310460/IMG_3105.png" />
         <pubDate>2025-08-25 08:18:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553627007</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Shinta Nurkhasannah (P71201125022)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553627083</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Menurut saya kondisi politik dan demokrasi di indonesia sudah mengalami banyak perkembangan tetapi tetap ada hal-hal yang masih perlu diperbaiki. Jika dilihat dari sisi positif,Indonesia sudah bisa menjalankan sistem demokrasi dengan cukup baik.Pemilihan Umum dilakukan secara langsung,masyarakat dapat bebas memilih pemimpin dan ada ruang untuk menyampaikan pendapat hal ini menunjukkan bahwa demokrasi di Indonesia sudah berjalan.</p><p>tetapi masih saja ada politik seringkali masih dipengaruhi oleh uang atau kepentingan kelompok tertentu.Selain itu menurut saya tidak semua masyarakat memiliki pemahaman politik yang baik sehingga keputusan memilih kadang lebih karena popularitas bukan dari kualitas calon pemimpinnya.Jadi kesimpulannya menurut saya demokrasi di Indonesia sudah berjalan tetapi kualitasnya masih harus ditingkatkan caranya dengan memperkuat pendidikan politik masyarakat menegakkan hukum secara adil dan memperbaiki sistem partai agar benar-benar bisa memperjuangkan kepentingan rakyat bukan hanya kepentingan oknum tertentu saja.</p><p>Contohnya yang saya ketahui diantaranya yaitu :</p><p>1)Pemilu 2019 dan 2024 </p><p>pemilu di Indonesia menunjukkan bahwa rakyat bisa secara langsung memilih Presiden DPR dan kepala daerah ini bukti jika demokrasi berjalan tetapi dibalik itu ada juga masalah seperti politik uang kampanye hitam dan polarisasi masyarakat di media sosial.</p><p>2)Aksi mahasiswa 2019</p><p>Banyak mahasiswa turun ke jalan untuk menolak beberapa rancangan undang-undang yang dianggap tidak berpihak pada rakyat.Ini merupakan contoh nyata bagaimana masyarakat, khususnya generasi muda berperan dalam mengawasi jalannya demokrasi</p><p><br/></p><p>2.Bentuk peran dan partisipasi politik yang dapat dilakukan untuk Indonesia sebagai generasi muda menurut saya diantaranya adalah </p><p>1)Menggunakan hak pilih dengan bijak dalam pemilu memilih pemimpin dan wakil rakyat yang benar-benar punya kualitas dan integritas </p><p>2)Menyampaikan pendapat secara kritis dan berstruktur baik melalui organisasi mahasiswa media sosial maupun forum diskusi kemudian mengawasi jalannya pemerintahan misalnya dengan mengkritisi kebijakan yang tidak sependapat rakyat dan mendukung kebijakan&nbsp;yang&nbsp;positif</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4262198085/00d2ebc3f3e3152b4fe6ede00e04aae3/IMG_2036.jpeg" />
         <pubDate>2025-08-25 08:18:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553627083</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Faiza Putri Nukisha Kusumaningtyas (P71201125016)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553629770</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pendapat saya terkait kondisi politik dan penerapan demokrasi di Indonesia disertai contoh nyata yang terjadi di Indonesia: </p><p>Menurut saya, saat ini kondisi politik dan penerapan demokrasi di Indonesia telah berjalan cukup baik. Mengapa saya dapat berkata demikian? Karena menurut saya, Indonesia itu sebenarnya sudah memiliki dasar negara yang menjadi pedoman setiap warga negara Indonesia, yaitu Pancasila. Indonesia juga telah memiliki tujuan negara yang menyongsong kehidupan lebih baik untuk masa depan negara. Tujuan negara yang saya maksud tertuang dalam landasan konstitusional (Pembukaan UUD 1945). Namun, untuk penerapannya dalam kehidupan sehari-hari itu masih kurang dan menghadapi berbagai tantangan. Secara teori, rakyat itu memiliki hak untuk memilih pemimpin, menyampaikan pendapatnya, dan kedudukannya sama di depan hukum. Jika saya lihat penerapan hukumnya dalam kehidupan sehari-hari, baik melewati media sosial maupun berita, rakyat sering kali mendapatkan hukuman yang lebih berat dari hukuman yang sebenarnya dia peroleh. Sementara itu, jika yang melanggar hukum adalah orang pemerintah, hukuman yang didapatkan bisa dibilang cukup ringan sebagai konsekuensi dari pelanggaran tersebut bahkan bisa berkurang juga masa hukumannya. Kemudian, Pemilu Presiden 2014 adalah contoh penerapan demokrasi di Indonesia yang telah terjadi. Pada tahun tersebut, seluruh warga negara Indonesia yang telah berusia 17 tahun atau pemilih pertama yang belum mencoblos di periode sebelumnya memiliki hak memilih presiden dan wakil presiden untuk masa jabatan 2014-2019. Hal ini menjadi bukti bahwa dasar sistem politik di Indonesia berada di tangan rakyat.</p></li><li><p>Peran dan partisipasi politik sebagai kontribusi generasi muda:</p><ul><li><p>Pertama, kita sebagai generasi muda memiliki hak suara untuk mengikuti Pemilu dan Pilkada ketika sudah berusia 17 tahun. Dengan menggunakan hak pilih secara cerdas dan kritis, kita ikut menentukan arah kepemimpinan dan kebijakan negara. Misalnya, ikut memilih calon legislatif, presiden, atau kepala daerah yang dianggap memiliki program pro-rakyat.</p></li><li><p>Kedua, generasi muda seperti kita dapat bergabung dalam kegiatan, seperti BEM, BLM, UKM, atau organisasi mahasiswa yang aktif mengadakan diskusi politik dan advokasi masyarakat. </p></li><li><p>Ketiga, kita dapat berkontribusi melalui kegiatan sosial yang berdampak pada pembangunan politik dan masyarakat. Contohnya, ikut dalam program pemantauan pemilu, relawan pemerintah, atau gerakan antikorupsi sehingga ikut menjaga integritas sistem demokrasi di Indonesia.</p></li><li><p>Terakhir, kita juga bisa menjadi pengawas kebijakan publik, penyebar informasi yang benar, dan penggerak opini positif. Misalnya, membuat konten edukasi politik atau kampanye antihoaks agar nantinya masyarakat Indonesia lebih kritis dan cerdas dalam menilai informasi.</p></li></ul></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4262174661/92124e13e277a5e1d84dd4d70645943c/WhatsApp_Image_2025_08_25_at_15_20_17_b34d8768.jpg" />
         <pubDate>2025-08-25 08:21:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553629770</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Aulia Monika                        Nim : P71201125008 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553634315</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Menurut saya kondisi politik &amp; penerapan demokrasi di Indonesia pada era reformasi ini menunjukkan perkembangan dari pada era sebelumnya, namun masih ada berbagai tantangan kompleks yang memerlukan perhatian serius. Seperti saat ini ada beberapa tantangan yang dihadapi :</p><p>a. Masalah Korupsi yang masih marak terjadi di berbagai tingkatan pemerintahan.</p><p>b. Konflik Sosial yaitu polarisasi politik dan perbedaan pandangan yang tajam.</p><p><br></p><p>Seperti pada contoh yang baru terjadi di Pati dibawah ini.</p><p>Studi Kasus : Kenaikan Pajak Bupati Pati</p><p>Kronologi Peristiwa:</p><p>• Bupati pati, Sudewo, mengumumkan kenaikan PBB-P2 sebesar 250%.</p><p>• Masyarakat menolak keras kebijakan melalui demonstrasi.</p><p>• Bupati akhirnya membatalkan kebijakan setelah tekanan publik.</p><p><br></p><p>Pelajaran yang dapat diambil dari kejadian tersebut adalah</p><p>1. Pentingnya komunikasi dan sosialisasi kebijakan.</p><p>2. Perlunya partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan.</p><p>3. Transparansi dalam proses pemerintahan.</p><p>4. Akuntabilitas pejabat publik terhadap kebijakan yang dibuat.</p><p><br></p><p><br></p><p>2. Peran dan Partisipasi Politik Generasi Muda</p><p>• Partisipasi dalam Pemilu</p><p>• Aktif memberikan suara dan</p><p>mengawal proses demokrasi melalui pemilihan umum</p><p>• Media Sosial</p><p>Menggunakan platform digital untuk edukasi politik dan menyuarakan aspirasi.</p><p>• Organisasi Kepemudaan</p><p>Bergabung dengan kelompok yang fokus pada advokasi dan perubahan sosial.</p><p>-Contoh Nyata : Respons Generasi Muda terhadap Kasus Bupati Pati</p><p>🗣️Aksi Sosial :</p><p>Pemuda mengorganisir diskusi publik tentang dampak kenaikan</p><p>pajak bagi masyarakat kecil</p><p>📱Kampanye Digital </p><p>Membuat petisi online dan konten edukasi tentang pentingnya transparansi fiskal</p><p>🤝Advokasi Langsung</p><p>Bertemu dengan perwakilan DPRD untuk menyampaikan aspirasi masyarakat</p><p>📊Monitoring Kebijakan Mengawasi implementasi kebijakan publik dan melaporkan penyimpangan.</p><p><br></p><p>"Generasi adalah Muda Penentu Masa Depan Demokrasi, mari bersama-sama membangun Indonesia yang lebih demokratis, transparan, dan berkeadilan."</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4262191726/1da1a4191cf4118ecabebe89304aa664/db1cd120_7824_11f0_a40c_cb6abba59855_jpg.webp" />
         <pubDate>2025-08-25 08:27:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553634315</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553636656</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: RENI ALFATH SUBHEKTI </p><p>NIM: P71201125035</p><p><br/></p><p>Jawaban:</p><p>1. Menurut saya, kondisi politik dan penerapan demokrasi di Indonesia saat ini berjalan, namun belum sepenuhnya ideal. Demokrasi memang sudah menjadi sistem yang digunakan, tetapi masih banyak tantangan seperti praktik politik uang, polarisasi masyarakat, serta kurangnya keterbukaan dalam beberapa proses pengambilan kebijakan. Contohnya adalah revisi UU KPK yang dilakukan tanpa partisipasi publik yang luas, padahal lembaga ini sangat penting dalam pemberantasan korupsi. Hal seperti ini menunjukkan bahwa suara rakyat belum sepenuhnya dijadikan dasar utama dalam sistem demokrasi kita.</p><p>2. Bentuk peran dan partisipasi politik yang dapat dilakukan generasi muda bagi bangsa Indonesia:</p><p>A. Menggunakan hak pilih saat pemilu secara cerdas dan bertanggung jawab.  B. Aktif dalam organisasi kemahasiswaan atau kepemudaan yang membentuk kesadaran politik.  </p><p>C. Mengikuti diskusi publik atau forum kebangsaan untuk meningkatkan wawasan politik.  </p><p>D. Mengkritisi kebijakan pemerintah secara santun dan argumentatif, misalnya lewat media sosial.  </p><p>E. Menyuarakan aspirasi dan ide perubahan lewat petisi, kampanye, atau aksi damai.  </p><p>F. Menjadi relawan dalam kegiatan sosial dan politik seperti pemantau pemilu atau edukasi politik.  </p><p>G. Membangun konten edukatif di media sosial, seputar demokrasi, HAM, atau isu kebangsaan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-25 08:29:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553636656</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fitria Nur Aini (P71201125039)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553639165</link>
         <description><![CDATA[<p>Menurut saya kondisi politik di Indonesiaa sangat memprihatinkan. Banyak rakyat yang sengsara akibat tindakan orang orang yang tidak bertanggungjawab, contohnya korupsi. Masih banyak pejabat-pejabat yang kurang moral dan hanya peduli dengan dirinya sendiri. Yang KAYA SEMAKIN KAYA dan yang MISKIN SEMAKIN MISKIN. <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://vt.tiktok.com/ZSAUmuSFu/">https://vt.tiktok.com/ZSAUmuSFu/</a></p><p><br></p><p>Penerapan Demokrasi di Indonesia menurut saya juga masih kurang sebagai contoh luber jurdil belum ditegakkan (serangan fajar).</p><p><br></p><p>Sebagai generasi muda partisipasi politik yang dapat saya lakukan adalah:</p><ol><li><p>Mengikuti pemilu dan memilih sesuai hati nurani</p></li><li><p>Mengembangkan kesadaran politik</p></li><li><p>Mengikuti perkembangan politik</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://vt.tiktok.com/ZSAUmuSFu/" />
         <pubDate>2025-08-25 08:32:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553639165</guid>
      </item>
      <item>
         <title>VANISYA KURNIA PUTRI (P71201125012)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553658660</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>1. Menurut saya kondisi politik dan penerapan demokrasi di Indonesia saat ini sedang hangat-hangat nya menghadapi tantangan, namun juga menunjukkan adanya kemajuan. Seperti  Pemilu yang dilaksanakan setiap 5 tahun, baik presiden maupun lembaga yang  melibatkan kerja sama dengan  rakyat secara langsung. masyarakat memiliki hak untuk memberikan suara dalam menentukan arah kepemimpinan negara. Namun disisi lain, demokrasi Indonesia masih terkontaminasi oleh berbagai persoalan.</p><p>contoh nyatanya seperti yang hangat akhir-akhir ini yaitu protes bendera kartun</p><p>Beberapa warga Indonesia mengibarkan bendera bajak laut dari kartun tersebut sebagai bentuk kritik damai terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Aksi ini muncul pertama kali dari sopir truk yang menolak kebijakan transportasi, kemudian menyebar sebagai simbol perlawanan rakyat terhadap isu korupsi, dan ketidakadilan. Protes ini unik karena menggunakan budaya populer sebagai ekspresi politik, serta menunjukkan masyarakat berusaha untuk menyampaikan aspirasi secara kreatif dan damai dalam ruang demokrasi</p><p><br/></p><p>2. Sebagai generasi muda kita dapat berpartisipasi dengan kita mengikuti organisasi seperti ditingkat perkuliahan ada BEM, BLM. Lalu ada juga karang taruna. Nah sebagai generasi muda kita juga harus menumbuhkan sikap jujur, adil dan bertanggung jawab, serta menunjukkan perilaku yang baik seperti jujur dalam belajar, tanpa menyontek/curang, adil dalam memperlakukan teman tanpa membeda-bedakan, serta bertanggung jawab terhadap tugas dan kewajiban yang diembankan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-25 08:53:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553658660</guid>
      </item>
      <item>
         <title>LINDA LIANI [P71201125002]</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553675318</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Bagaimana pendapatmu terkait Kondisi Politik dan Penerapan Demokrasi di Indonesia? Tuliskan pendapatmu disertai dengan contoh nyata yang terjadi di Indonesia.</p><p>Jawab :</p><p>Menurut saya sistem demokrasi di Indonesia sudah berjalan cukup baik, namun masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki. Sebagai rakyat indonesia kita diberikan hak, salah satunya dengan ikut serta dalam menyuarakan pendapat melalui pemilihan umum ataupun berpartisipasi secara langsung di dalam dunia politik. Akan tetapi pada penerapannya masih banyak penyimpangan-penyimpangan misalnya adanya politik uang, janji-janji pemerintah yang tidak ditepati, serta pemilihan pemimpin yang didasarkan pada popularitas bukan kualitas. Selain itu terdapat juga pembatasan mengenai penyampaian pendapat atau aspirasi rakyat jika pendapat atau aspirasi tersebut di anggap terlalu keras.</p><p><em>Contoh nyata :</em> ada perubahan aturan tentang usia calon presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2024. Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa seseorang yang berusia di bawah 40 tahun tetap bisa mencalonkan diri asal pernah atau sedang menjadi kepala daerah. Keputusan ini menimbulkan perdebatan di masyarakat, karena dianggap menguntungkan pihak tertentudan kurang mencerminkan prinsip keadilan dalam demokrasi.</p><p>Hal ini menunjukkan bahwa meskipun demokrasi di Indonesia berjalan, kadang aturan politik bisa berubah sesuai kepentingan individu atau golongan bukan semata-mata demi kepentingan masyarakat.</p><p><br></p></li></ol><p><br></p><ol start="2"><li><p>Sebagai generasi muda, apa saja bentuk peran dan partisipasi politik yang dapat kalian lakukan bagi bangsa Indonesia?</p><p>Jawab :</p><p>a. Menggunakan media sosial dengan bijak dan tepat</p><p>b. Bergabung dan aktif dalam organisasi yang positif</p><p>c. Ikut serta dalam pemilu dengan mengutamakan kejujuran dan keadilan</p><p>d. Memberikan atau menjadi teladan bagi generasi muda untuk berperilaku demokrasi</p><p>e. Berdiskusi atau bertukar pikiran dengan teman maupun orang lain untuk menambah wawasan mengenai demokrasi</p><p>f. Meningkatkan literasi untuk mengetahui isu isu dan perkembangan demokrasi secara faktual</p><p>g. Berpikir secara logis untuk mengelola informasi yang diterima sehingga tidak mudah terpengaruh</p><p>h. Menghargai terhadap adanya perbedaan</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://deras.id/politik-uang-tradisi-saat-pemilu-yang-susah-dihilangkan-gak-ada-uang-gak-nyoblos/?amp=1" />
         <pubDate>2025-08-25 09:14:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553675318</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dina Dwi Widiani (P71201125001)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553676716</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>1. Pendapat saya terkait dengan Kondisi Politik dan Penerapan Demokrasi di Indonesia </strong>saat ini masih jauh dari cita-cita demokrasi yang bersih dan adil, karena kasus korupsi terus terjadi mulai dari pejabat daerah hingga tingkat pusat. Misalnya, banyak kepala daerah, anggota legislatif, bahkan menteri yang tertangkap KPK. Hal ini menunjukkan bahwa demokrasi kita sering disalahgunakan sebagai jalan untuk mencari kekuasaan dan keuntungan pribadi, bukan untuk melayani rakyat. Korupsi yang merajalela merusak kepercayaan masyarakat terhadap demokrasi, karena suara rakyat yang seharusnya menentukan arah kebijakan malah dikendalikan oleh kepentingan elit politik. Demokrasi akhirnya berjalan secara procedural-pemilu tetap ada-tetapi substansinya lemah karena wakil rakyat tidak benar-benar amanah. Namun saya percaya, jika penegakan hukum diperkuat, transparansi diprioritaskan, dan masyarakat lebih aktif mengawasi, praktik korupsi bisa ditekan sehingga demokrasi Indonesia menjadi lebih sehat dan berpihak pada kepentingan rakyat banyak.</p><p><br></p><p><strong>Sebagai contoh kasus korupsi yang terjadi di Indonesia akhir² ini adalah :</strong></p><p>• <strong><em>Korupsi di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker)</em></strong> </p><p><strong><em>Bentuk Korupsi</em></strong> : Pemerasan dalam pengurusan sertifikasi Keselamatan &amp; Kesehatan Kerja (K3). </p><p><strong><em>Dampak</em></strong> : Masyarakat harus membayar lebih mahal dari harga seharusnya untuk mendapatkan sertifikasi. </p><p><strong><em>Kerugian</em> </strong>: Kerugian negara hingga Rp81 M. </p><p><strong><em>Pelaku Terlibat</em></strong> : 11 orang ditetapkan sebagai tersangka, termasuk Wakil Menteri Ketenagakerjaan periode 2024-2029. </p><p>• <strong><em>Korupsi Pertamina </em></strong></p><p><strong><em>Bentuk Korupsi</em></strong> : Diduga melibatkan tindak pidana korupsi dan pencucian uang dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang.</p><p><strong><em>Dampak</em> </strong>: Berpotensi membebani keuangan negara.</p><p><strong><em>Kerugian</em></strong> : Kerugian negara diperkirakan mencapai Rp193,7 triliun.</p><p><br></p><p><strong>2. Bentuk peran dan partisipasi politik yang dapat saya lakukan bagi bangsa Indonesia adalah : </strong></p><p>A. <em>Meningkatkan literasi politik</em> melalui kuliah umum, seminar, diskusi, dan kajian kampus.</p><p>B. <em>Menggunakan media sosial</em> untuk menyuarakan aspirasi, menyebarkan informasi edukatif, dan mengkampanyekan gerakan antikorupsi.</p><p>C. <em>Aktif di organisasi kemahasiswaan</em> sebagai wadah pembentukan karakter kritis dan kepemimpinan.</p><p>D. <em>Menolak politik uang</em> dalam pemilu serta mengedukasi masyarakat untuk tidak tergoda oleh iming-iming materi.</p><p>E. <em>Memilih pemimpin dengan bijak</em> berdasarkan rekam jejak, integritas, dan visi misi yang jelas.</p><p>F. <em>Mengikuti atau menginisiasi kampanye antikorupsi</em>, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.</p><p>G. <em>Mendorong transparansi kampus dan pemerintahan</em> agar lebih akuntabel terhadap publik.</p><p>H. <em>Membudayakan kejujuran dalam kehidupan sehari-hari</em> sebagai wujud nyata.</p><p>I. <em>Menjadi teladan integritas</em> dengan menolak segala bentuk kecurangan, baik dalam akademik maupun organisasi.</p><p>J. <em>Mengembangkan karya tulis, opini, atau artikel</em> di media massa tentang isu demokrasi dan korupsi.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4262379024/d572f4e67b652b3111c6149919b708ee/2302_i105_016_s_m005_c13_isometric_money_laundering_illustration.jpg" />
         <pubDate>2025-08-25 09:16:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553676716</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nathaniel Priyo Sumarno (P71201125042)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553702795</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Menurut saya, politik dan demokrasi di Indonesia sebenarnya sudah berjalan cukup baik, meskipun masih ada banyak hal yang perlu diperbaiki. Demokrasi memberi kesempatan kepada rakyat untuk memilih pemimpin, menyampaikan pendapat, dan ikut serta dalam menentukan arah bangsa. Namun, dalam praktiknya, masih sering muncul masalah seperti politik uang, penyebaran berita bohong (hoaks), serta perbedaan pilihan politik yang kadang membuat masyarakat terpecah. Misalnya, pada pemilu 2019 dan 2024, antusiasme masyarakat untuk ikut memilih sangat tinggi, tetapi di sisi lain banyak beredar hoaks dan ujaran kebencian di media sosial yang akhirnya menimbulkan gesekan. Dari hal ini, kita bisa melihat bahwa demokrasi di Indonesia memang berkembang, tetapi tetap membutuhkan kedewasaan dari masyarakat untuk melaksanakannya dengan baik.</p></li><li><p>Sebagai generasi muda, kita punya tanggung jawab besar untuk menjaga kualitas demokrasi. Ada banyak cara yang bisa dilakukan, misalnya menggunakan hak pilih dengan bijak, tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya, dan berani menyuarakan aspirasi dengan cara yang santun. Selain itu, kita juga bisa ikut terlibat dalam kegiatan organisasi, forum diskusi, atau aksi sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. Hal-hal kecil seperti bersikap jujur, menghargai perbedaan, dan menolak politik uang juga merupakan bentuk nyata kontribusi generasi muda. Dengan begitu, kita bisa menjadi bagian dari perubahan positif dan membantu mewujudkan demokrasi yang lebih sehat di Indonesia.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-25 09:51:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553702795</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dewi Nur Fatimah (P71201125004)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553707267</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Kondisi Politik dan Penerapan Demokrasi di Indonesia</p><p>Menurut saya, kondisi politik dan penerapan demokrasi di Indonesia masih sangat lemah. Demokrasi sering hanya menjadi simbol tanpa benar-benar menghadirkan keadilan bagi rakyat. Pemilu yang semestinya menjadi ajang memilih pemimpin terbaik justru diwarnai oleh politik uang dan polarisasi masyarakat. Tidak jarang, rakyat merasa hanya dijadikan “alat” untuk memenangkan kursi, sementara setelah itu aspirasi masyarakat sering diabaikan.</p><p>Contoh nyata dapat dilihat dari banyaknya anggota DPR maupun kepala daerah yang terjerat kasus korupsi yang menunjukkan rendahnya integritas para wakil rakyat. Selain itu, kebijakan pemerintah terkadang lebih mengutamakan kepentingan kelompok elit daripada memperjuangkan kesejahteraan masyarakat luas. Kondisi ini membuat demokrasi di Indonesia seolah berjalan, tetapi belum mampu mewujudkan cita-cita bangsa yang sebenarnya.</p><p><br/></p><p>2. Peran dan Partisipasi Politik Generasi Muda</p><p>Sebagai generasi muda, peran kita antara lain menggunakan hak pilih dengan bijak, kritis terhadap kebijakan pemerintah, melawan hoaks di media sosial, serta aktif dalam organisasi atau komunitas. Dengan cara itu, generasi muda dapat ikut menjaga kualitas demokrasi dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-25 09:58:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553707267</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Septia Dwi Ramadhani NIM : P71201125027</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553733469</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>1. Bagaimana pendapatmu terkait kondisi politik dan penerapan demokrasi di Indonesia?</p><p><br/></p><p>   jawab :  Menurut saya, kondisi politik dan penerapan demokrasi di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan, karena masih banyak pelanggaran-pelanggaran HAM yang terjadi di dalam negeri ini . Banyaknya pelanggaran hak asasi manusia ini sangat menghambat perkembangan demokrasi dan juga keadilan sosial di Indonesia. </p><p><br/></p><p>contoh nyata pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia yaitu seperti peristiwa penembakan tiga polisi oleh Kopda Bazarsah yang merupakan anggota TNI, saat melakukan judi sabung ayam di Way kanan, Lampung. hal ini sangat melanggar HAM karena Kopda Bazarsah telah melakukan pelanggaran prosedur hukum , yang seharusnya tidak perlu membahayakan nyawa namun malah menembak ketiga polisi tersebut . Selain itu, hal ini sangat memberikan dampak terhadap lingkungan masyarakat seperti ketakutan akan hal tersebut terjadi lagi.</p><p><br/></p><p>2. Sebagai generasi muda apa saja yang dapat kalian lakukan bagi bangsa Indonesia.</p><p><br/></p><p>  jawab : </p><p>1. Aktif dalam menyuarakan dan mengawal transparasi hukum </p><p>2. Menggunakan media sosial untuk mengedukasi publik </p><p>3. Mendorong reformasi dan advokasi </p><p>4. Membangun budaya demokrasi </p><p>5. Berpartisipasi dalam proses politik formal</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-25 10:38:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553733469</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Luna Rizky Amalia (P71201125037)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553753909</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Menurut pendapat saya kondisi politik dan penerapan&nbsp; demokrasi di Indonesia sekarang sudah jauh lebih terbuka dibanding zaman dahulu, karena banyaknya masyarakat yang sudah mulai open minded dan semakin sadar akan hak serta peran mereka dalam kehidupan bernegara, serta masyarakat juga bebas menyampaikan pendapat, bahkan saat ini banyak Masyarakat yang sudah berani mengkritik kebijakan pemerintah, selain itu kesempatan bagi masyarakat untuk ikut menentukan siapa pemimpin yang akan memimpin telah terbuka melalui pemilihan langsung, artinya semua Masyarakat memiliki hak yang sama untuk menyalurkan suaranya yang berarti sistem demokrasi di Indonesia telah berjalan dengan baik, namun dalam praktiknya masih banyak ditemui maraknya politik uang yang seharusnya dilarang di Indonesia karena merusak prinsip demokrasi, membuat pemimpin terpilih bukan karena kualitasnya melainkan karena dengan “membeli suara”.<br> Selain itu seperti yang bisa kita lihat politik di Indonesia masih menghadapi tantangan yang besar, banyaknya kasus korupsi yang dilakukan oleh pejabat maupun orang yang berkecimpungan didunia politik itu sendiri, terlebih lagi hukuman untuk para pejabat yang melakukan korupsi sering kali dianggap tidak memberikan efek jera, sehingga kasus korupsi ini masih terus berulang, hal ini menyebabkan sistem demokrasi di Indonesia yang tadinya sudah berjalan dengan baik menjadi terhambat, karena kepercayaan masyarakat kepada pemerintahan di Indonesia menurun, dan jika hal tersebut terjadi terus menerus akan menyebabkan sikap apatis masyarakat terhadap politik, serta terhambatnya pembangunan bangsa secara menyeluruh.<br> Contoh nyata :<br> a.	Kasus korupsi Gubernur Papua Lukas Enbe, pada tahun 2022. Didakwa menerima gratifikasi dan suap senilai sekitar Rp 45,8 miliar dari berbagai proyek Pembangunan di Papua, yang menyebabkan Kerugian negara akibat penyalahgunaan dana operasional mencapai Rp 1,2 triliun.<br> b.	Kasus politik uang Pilkada Barito Utara 2024-2025. Mahkamah Konstitusi mendiskualifikasi semua pasangan calon setelah terbukti melakukan politik uang secara terstruktur dan sistematis, nilai uang yang dibagikan mencapai Rp 6,5 juta-Rp 64 juta per keluarga bahkan termasuk janji berangkat umrah, Mahkamah Konstitusi memerintahkan pemungutan suara ulang dengan calon baru dalam waktu 90 hari. <br><br>2. Sebagai generansi muda peran dan partisipasi dari kita sangatlah penting untuk menjaga dan meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia, bentuk peran dan partisipasi poltik yang dapat generasi muda lakukan bagi bangsa Indonesia antara lain :<br> a.	Menjadi pemilih cerdas yang menolak politik uang<br> Berpartisipasi dalam pemilu dan pilkada secara bijak dengam memilih calon pemimpin berdasarkan visi, misi dan integritas, bukan karena money politics.<br> b.	Menyuarakan pendapat secara sehat<br> Jika ingin memberikan kritik, saran, atau gagasan terhadap kebijakan pemerintah baik melalui forum public maupun media sosial dengan cara yang santun dan membangun, serta bernilai positif. <br> c.	Mendorong inovasi dan perubahan positif<br> Salah satunya dengan cara memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan hal-hal positif, sebagai contoh dengan memberikan edukasi untuk bijak bermedia sosial, mencegah berita hoaks dengan terlebih dahulu cross check sumber berita, hingga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga toleransi.<br> d.	Memperluas wawasan dengan aktif dalam berorganisasi dan berkehidupan sosial<br> Mengembangkan diri melalui bergabung dengan organisasi mahasiswa atau komunitas sosial yang diharapkan dapat berperan dalam mengedukasi masyarakat dan menyuarakan aspirasi.<br> e.	Membangun pemahaman politik yang baik<br> Mempelajari pengetahuan mengenai demokrasi dan aturan pemerintah agar tidak mudah terprovokasi isu menyesatkan. <br> f.	Menanamkan nilai kejujuran, serta menjaga toleransi, persatuan, dan gotong royong.<br> Membiasakan diri bersikap jujur, menghargai perbedaan agama teman, menjaga keharmonisan lingkungan untuk menghindari konflik, berpartisipasi dalam kegiatan sosial seperti membantu korban bencana.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-25 11:09:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553753909</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Metya Denova Chairunnisa P71201125048</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553842827</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Bagaimana pendapatmu terkait Kondisi Politik dan Penerapan Demokrasi di Indonesia? Tuliskan pendapatmu disertai dengan contoh nyata yang terjadi di Indonesia.</p><p><br/></p><p>Jawaban :</p><p>Menurut saya, kondisi politik dan demokrasi di Indonesia saat ini sudah cukup baik karena rakyat memiliki kebebasan untuk menentukan pilihan politiknya secara langsung. Sistem demokrasi memberi ruang bagi masyarakat untuk ikut serta dalam proses politik, mulai dari pemilu, kebebasan pers, hingga kebebasan menyampaikan aspirasi. Meski begitu, penerapannya belum sepenuhnya ideal. Masih banyak persoalan seperti rendahnya kedewasaan berpolitik, praktik politik uang, serta penggunaan isu SARA untuk meraih dukungan. Contoh nyata terlihat pada pelaksanaan Pemilu 2024, di mana masyarakat antusias datang ke TPS untuk memilih, tetapi di sisi lain juga muncul polarisasi dan konflik pendapat di media sosial yang menunjukkan demokrasi kita masih butuh pendewasaan.</p><p><br/></p><p>2. Sebagai generasi muda, apa saja bentuk peran dan partisipasi politik yang dapat kalian lakukan bagi bangsa Indonesia?</p><p><br/></p><p>Jawaban :</p><p>Kita sebagai generasi muda juga mempunyai peran yang penting dalam menjaga dan memperkuat demokrasi yang ada di Indonesia. Cara paling sederhana bisa dimulai dari menggunakan hak pilih dengan bijak, bukan asal pilih karena ikut-ikutan, popularitas, atau bahkan tergoda politik uang. Kita juga perlu meningkatkan literasi politik, supaya bisa lebih kritis dalam menilai isu-isu yang berkembang dan tidak mudah termakan hoaks.</p><p>Kita juga bisa terlibat melalui organisasi atau komunitas yang dapat mendorong kesadaran politik, sekaligus belajar menghargai pilihan orang lain. Langkah-langkah kecil ini dapat kita ciptakan iklim politik yang sehat, adil, dan benar-benar demokratis. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4263011476/fcec9ec585db7c8333d238ef44cb229c/IMG_20250825_WA0028.jpg" />
         <pubDate>2025-08-25 12:56:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553842827</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553854805</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Nama : Salsabila Nab Husna</strong></p><p><strong>Nim : P71201125040</strong></p><p><br/></p><p>Jawaban Soal Diatas</p><ol><li><p>Menurut saya, kondisi politik dan demokrasi di Indonesia sudah cukup baik karena rakyat diberi ruang luas untuk berpartisipasi, misalnya melalui pemilu lima tahunan untuk memilih presiden, legislatif, dan kepala daerah. Namun, praktik demokrasi masih menghadapi masalah seperti politik uang, korupsi, dan penyalahgunaan kekuasaan yang merugikan rakyat. Meski begitu, demokrasi juga memberi kesempatan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan mengkritisi kebijakan pemerintah agar tetap sesuai dengan kepentingan rakyat.</p><p>Contoh Nyata : Dapat dilihat pada aksi mahasiswa dan masyarakat pada tahun 2019 yang menolak revisi Undang-Undang KPK dan RUU KUHP. Aksi tersebut menjadi bukti bahwa suara rakyat masih berperan penting dalam mengontrol jalannya pemerintahan. Selain itu, perkembangan media sosial juga membuat masyarakat lebih mudah dalam menyampaikan pendapat, meskipun tantangan baru muncul berupa penyebaran hoaks dan ujaran kebencian.</p><p>Secara keseluruhan, saya menilai bahwa demokrasi di Indonesia sudah berjalan cukup baik, namun kualitasnya masih perlu terus ditingkatkan. Perbaikan dapat dilakukan melalui pendidikan politik bagi masyarakat, penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran demokrasi, serta penguatan budaya politik yang sehat. Dengan begitu, demokrasi di Indonesia dapat benar-benar mencerminkan kepentingan rakyat dan membawa bangsa menuju kehidupan politik yang lebih adil, bersih, dan berintegritas.</p></li><li><p>Sebagai generasi muda, kita memiliki peran penting dalam menjaga dan memperkuat demokrasi di Indonesia. Bentuk partisipasi politik yang bisa dilakukan antara lain :</p></li></ol><p>        1.	Menggunakan hak pilih dengan bijak pada saat pemilu, dengan memilih calon pemimpin atau wakil rakyat yang jujur, bersih, dan berpihak pada rakyat.</p><p>	2.	Meningkatkan literasi politik dengan mencari informasi dari sumber yang benar agar tidak mudah terpengaruh hoaks atau berita bohong.</p><p>	3.	Menyampaikan aspirasi secara positif, baik melalui media sosial maupun forum-forum resmi, untuk mengawasi kebijakan pemerintah.</p><p>	4.	Ikut terlibat dalam organisasi kepemudaan atau OSIS yang dapat melatih kepemimpinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.</p><p>	5.	Mengikuti kegiatan sosial dan aksi nyata seperti bakti sosial, gerakan lingkungan, atau kampanye anti-korupsi sebagai wujud kontribusi nyata terhadap bangsa.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-25 13:07:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3553854805</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Talitha Salsabila Nur Shahada ( P71201125028)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3554839657</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Bagaimana pendapatmu terkait kondisi politik dan penerapan demokrasi di Indonesia?</p><p>Jawab:</p><p>Menurut saya kondisi politik di Indonesia saat ini sedang mengalami penurunan tingkat kepercayaan publik terhadap politik dan demokrasi. Hal itu dipicu oleh berbagai kebijakan yang muncul seringkali tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat justru malah memicu kekecewaan dan semakin sulitnya masyarakat untuk percaya kepada pemerintah ataupun lembaga politik. Wajar kalau kepercayaan publik menurun, karena apa yang dijanjikan di awal tidak sesuai dengan apa yang dilaksanakan di kemudian hari, yang seharusnya membawa solusi justru malah terasa jauh dari persoalan nyata rakyat. Banyak orang diluar sana yang susah mendapatkan makanan, tempat tinggal, kesulitan mencari pekerjaan yang layak, banting tulang hanya untuk bertahan hidup bahkan untuk sekedar belajar dibangku sekolah saja tidak bisa dirasakan oleh banyak anak diluar sana dan anak anak di daerah 3T(tertinggal, terdepan, terluar) seringkali tertinggal dan lambat dalam menyesuaikan pembelajaran karena akses listrik, jaringan daan transportasi yang belum memadai dan juga keterlambatan informasi mengenai kurikulum di Indonesia yang seringkali berganti ganti. Sedangkan di sisi lain para elit politik justru saling memperebutkan kekuasaan untuk memperjuangkan kepentingan mereka sendiri tanpa memperdulikan kondisi rakyat diluaran sana seperti apa. Ini menunjukkan ketidakadaannya arah yang sejalan antara masyarakat dengan pemerintah. Bagaimana Negara ini ingin maju jika dipimpin oleh orang orang yang tidak mendengarkan suara kecil dari rakyatnya? padahal suara kecil rakyat bisa membawa perubahan yang besar bagi negara. Demokrasi merupakan cara masyarakat untuk menyampaian aspirasi kepada pemerintah, tetapi harapan masyarakat yang disampaikan kepada pemerintah melalui demokrasi hanya dianggap sebagai angin lewat saja bagi telinga pemerintah dan juga suara rakyat hanya dipakai saat pemilu saja.</p><p><br></p><p>Contoh nyata: </p><p>Pada Agustus 2025, DPR kembali jadi sorotan publik ketika terdengar kabar soal kenaikan beberapa komponen tunjangan anggota dewan. Bukan gaji pokoknya, yang memang tidak berubah selama belasan tahun, tetapi tunjangan-tunjangan lain yang naik cukup signifikan. Contohnya, tunjangan beras naik dari Rp 10 juta menjadi Rp 12 juta per bulan, sementara tunjangan bensin naik dari sekitar Rp 4–5 juta menjadi Rp 7 juta per bulan .Belum lagi penggantian rumah dinas dengan tunjangan perumahan senilai Rp 50 juta per bulan, penambahan yang membuat total “take home pay” anggota DPR bisa tembus hingga Rp 100 juta. Kabar itu kemudian berbalas dengan gelombang protes terutama dari mahasiswa. Mereka turun ke jalan bukan sekadar karena angka, melainkan karena implikasinya di saat rakyat masih kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, wakil rakyat justru mendapat paket kompensasi besar yang terasa jauh dari realita sehari-hari. </p><p><br></p><p>2. Sebagai generasi muda, apa saja bentuk peran dan partisipasi politik yang dapat kalian lakukan bagi bangsa Indonesia?</p><p>Jawab:</p><p>Sebagai generasi muda, kita perlu sadar bahwa peran dalam politik tidak berhenti pada ikut pemilu atau turun ke jalan ketika ada demo. Politik jauh lebih luas dari itu. Politik berarti membuka mata terhadap apa yang sedang terjadi di negeri ini, berani memahami isu-isu yang muncul, serta tidak bersikap acuh seolah semua baik-baik saja. Nyatanya, hari ini masih banyak anak muda yang memilih diam, padahal kebijakan yang lahir seringkali justru merugikan masyarakat. Ketika kita hanya diam, mereka yang tidak peduli pada rakyat akan merasa semakin bebas berkuasa, seakan suara kita tidak berarti. Peran kita seharusnya menjadi jembatan aspirasi masyarakat, menyuarakan apa yang tak terdengar, serta menjaga agar nilai keadilan tidak padam. Mengkritisi kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat bukanlah sikap melawan, melainkan bentuk cinta pada bangsa. Perlawanan generasi muda tidak selalu harus dengan turun ke jalan, tetapi bisa dimulai dengan keberanian untuk berkata “tidak” pada kebijakan yang menindas, dan ikut memperjuangkan agar rakyat tidak terus-menerus dijadikan korban. Setiap langkah, sikap, dan suara kita adalah kontribusi nyata. Sekecil apapun peran itu, bila dilakukan bersama, bisa menjadi kekuatan besar untuk membawa Indonesia ke arah yang lebih adil, manusiawi, dan berpihak pada rakyatnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-26 03:34:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3554839657</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Adisya Azka Syifa A (P71201125029)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3554842542</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Sistem politik Indonesia berbentuk republik kesatuan, menganut sistem presidensial dimana presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan yang dipilih secara demokrasi. Kondisi politik Indonesia dikatakan sebagai demokrasi pancasila, karena sistem pemerintahannya berlandasan dengan nilai yang terkandung dalam pancasila. Menurut saya, sistem pemerintahan yang demokrasi ini memberi rakyat/masyarakat ruang untuk berpartisipasi menyuarakan pendapatnya untuk menentukan arah pemerintahannya. Namun, di era yang semakin maju ini, kondisi politik yang ada di Indonesia sering menghadapi tantangan yang mengancam isu politik. Begitu juga dengan penerapan demokrasinya. Sebagai contoh, tragedi trisakti melanggar HAM karena kebebasan berpendapat dan berkumpul yang dilindungi prinsip demokrasi dilanggar dengan cara yang brutal dan mematikan.</p></li><li><p>Peran dan partisipasi politik yang dapat kita lakukan adalah sebagai berikut:</p><p>- Menggunakan Hak Pilih dengan Bijak dalam pemilu.</p><p>- Kritis terhadap Kebijakan Pemerintah, yaitu menyampaikan aspirasi secara sopan.</p><p>- Membekali diri dengan mempelajari, memahami tentang pengetahuan tentang sistem politik, UUD 1945, dan menerapkan nilai - nilai pancasila, serta hak dan kewajiban sebagai warga negara. </p><p>- Menggunakan Media Sosial secara Positif, dengan menyebarkan informasi yang benar, edukatif, dan mendorong kesadaran politik.</p><p>- Ikut serta dalam Musyawarah Desa/Kelurahan. Turut serta dalam pengambilan keputusan yang menyangkut kepentingan bersama.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-26 03:36:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3554842542</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nabila Bilqis Qurrotu&#39;Ainii Husna (P71201125045) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3554855635</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p> Menurut saya, kondisi politik dan penerapan demokrasi di Indonesia saat ini sudah berjalan dengan cukup baik, meskipun belum sempurna. Demokrasi memberikan ruang bagi rakyat untuk menentukan arah pemerintahan melalui Pemilu langsung, seperti Pilkada, Pemilu 2024, dan ikut serta dalam musyawarah desa untuk menentukan kebijakan lokal. Selain itu, penerapan demokrasi juga tercermin dari kebebasan pers, di mana media massa bebas mengkritik kebijakan pemerintah, Undang-undang Cipta Kerja (Omnibus Law) yang menuai banyak pro-kontra di masyarakat. Namun, tantangan masih tetap ada seperti politik uang, penyebaran hoaks di media sosial, dan polarisasi politik. Meski demikian, keterlibatan masyarakat dan kebebasan pers menjadi bukti bahwa demokrasi di Indonesia terus hidup dan berkembang ke arah yang lebih dewasa.</p></li></ol><p><br/></p><ol start="2"><li><p> A. Aktivisme Digital dan Literasi Politik</p><p>- Menggunakan media sosial untuk menyuarakan isu-isu penting seperti korupsi, hak asasi manusia, kesehatan mental, dan pendidikan.</p><p>- Contoh nyata: Gerakan #ReformasiDikorupsi tahun 2019 yang digerakkan oleh mahasiswa dan viral di berbagai platform digital.</p><p><br/></p><p>B. Pemilu dan Pilkada: Jadi Pemilih Cerdas</p><p>- Tidak hanya mencoblos, tapi juga aktif mengedukasi teman sebaya tentang rekam jejak calon, visi-misi, dan dampak kebijakan.</p><p>- Contoh: Gerakan “Bijak Memilih” yang digagas oleh mahasiswa UGM dan UI untuk melawan politik uang dan hoaks.</p><p><br/></p><p>C. Keterlibatan dalam Organisasi Kemasyarakatan</p><p>- Bergabung dengan OSIS, BEM, Pramuka, Karang Taruna, atau komunitas lokal untuk membangun kepemimpinan dan empati sosial.</p><p>- Contoh: Pramuka di Yogyakarta mengadakan kampanye integritas dan anti-bullying melalui poster dan kegiatan edukatif.</p><p><br/></p><p>D. Membangun Konten Edukasi Politik</p><p>- Membuat podcast, video pendek, atau infografis yang menjelaskan isu-isu politik secara sederhana dan menarik.</p><p>- Contoh: Akun TikTok dan Instagram seperti @bijakberpolitik dan @mahasiswa.berdaya menyajikan konten politik yang ringan tapi berbobot.</p><p><br/></p><p>E. Menjadi Relawan atau Pengamat Pemilu</p><p>- Ikut serta dalam kegiatan KPPS, relawan demokrasi, atau pengawasan independen untuk memastikan pemilu berjalan jujur dan adil.</p><p>- Contoh: Generasi muda di Papua dan Aceh aktif menjadi relawan pemilu untuk mengawal suara rakyat.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-26 03:46:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3554855635</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mahardika Tri Agustin P71201125038</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3554998406</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Bagaimana pendapatmu terkait Kondisi Politik dan Penerapan Demokrasi di Indonesia? Tuliskan pendapatmu disertai dengan contoh nyata yang terjadi di Indonesia</p></li></ol><p><br/></p><p>Jawaban : Menurut saya kondisi politik dan penerapan demokrasi di Indonesia masih kurang dan perlu untuk ditegakkan. Hal ini terlihat jelas pada beberapa kasus yang masih sering terjadi di Indonesia dan viral di media sosial yaitu praktik korupsi oleh pejabat pemerintahan. Pejabat seperti DPR, Mentri, dan jajarannya yang seharusnya mengoperasikan dana untuk rakyat malah memanfaatkan kesempatan dengan meraup uang sebanyak-banyaknya untuk dirinya sendiri. Tentunya korupsi sangat merugikan negara khususnya rakyat Indonesia. Seharusnya pelaku korupsi harus diberikan hukuman yang tidak main-main seperti penyitaan semua aset yang dimilikinya termasuk aset keluarga hingga penjara minimal puluhan tahun. Karena bentuk korupsi tidak hanya merugikan satu orang tapi ratusan hingga ribuan rakyat Indonesia. Sehingga para pelaku korupsi akan jera dan tidak akan ada bibit-bibit korupsi kedepannya. </p><p><br/></p><p>kasus nyata : Korupsi Pertamina yang merugikan negara sebanyak 193,7 triliun. Kasus ini sangat viral media sosial baru-baru ini yang mencoreng nama BUMN. Ardianto reza dan 18 tersangka lainnya melakukan tindak pidana korupsi dengan mengoplos BBM bersubsidi ke nonsubsidi dan manipulasi ekspor impor. Kasus ini tentu menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap intitusi hukum dan manajemen BUMN. Hingga saat ini kasus ini masih diusut dan dalam proses penyelidikan. Kasus ini akan sangat memerkukan waktu yang panjang karena penelusuran kasus korupsi sama seperti menurut benang kusut, dan sulit mencari unjungnya. Hal ini dikarenakan banyak pihak yang turut membantu adanya tindak korupsi. Sehingga badan kepolisian, kejaksaan, dan KPK perlu proses yang cukup lama untuk mengungkap kasus ini hingga saat ini belum menemukan kejelasan mengenai pidana yang akan dijatuhkan dan dugaan tersangka tambahan.</p><p><br/></p><ol start="2"><li><p>Sebagai generasi muda, apa saja bentuk peran dan partisipasi politik yang dapat kalian lakukan bagi bangsa Indonesia?</p></li></ol><p><br/></p><p>jawaban : Sebagai generasi muda, kita tidak boleh apatis dan cuek terhadap perkembangan politik di Indonesia. Berikut hal-hal yang dapat generasi muda lakukan untuk kemajuan bangsa Indonesia.</p><p><br/></p><p>  1. Berperan dalam memilih pemimpin yang berkualitas dengan menggunakan hak pilih saat pemilu.</p><p>2. ⁠Menggunakan media sosial secara bijak dan mengikuti info perkembangan politik</p><p>3. ⁠Menyampaikan aspirasi lewat petisi atau forum publik untuk kemajuan bangsa.</p><p>4. Mengikuti organisasi ataupun komunitas dan berkontribusi dalam kegiatan advokasi. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-26 05:28:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3554998406</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Julia Icha Rachmawati (P71201125043)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3555551435</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Menurut saya, kondisi politik dan penerapan demokrasi di Indonesia sudah berjalan dengan baik dibanding dengan masa lalu, setelah reformasi 1998 yang membuka ruang bagi pemilu langsung, multipartai, dan kebebasan berpendapat. Namun, semua ini belum ideal karena demokrasi di Indonesia masih menghadapi tantangan, seperti maraknya politik uang, polarisasi antarpendukung saat pemilu, serta pelemahan lembaga demokrasi. Sehingga masih perlu perbaikan agar tidak hanya sekadar prosedural, melainkan benar-benar menyejahterakan&nbsp;rakyat.</p><p>Contoh nyata di Indonesia : Kasus "Serangan Fajar" yang dilakukan oleh Caleg DPR dari partai Golkar di Bekasi pada masa tenang menjelang pemilu 2024 (12 Februari 2024), dimana caleg tersebut membagikan amplop berisi uang tunai sebesar RP 100.000 serta foto dirinya kepada warga di Pondok Gede, Bekasi. Kemudian ada warga yang melaporkan tindakan tersebut disertai bukti foto dan video. Bawaslu Kota Bekasi memproses laporan kasus tersebut untuk ditindaklanjuti.</p><p><br/></p></li><li><p>Sebagai berikut contoh peran dan partisipasi politik yang dilakukan  generasi muda bagi bangsa&nbsp;Indonesia&nbsp;:</p><p>a. Menggunakan hak pilih → Saat pemilu, seorang mahasiswa datang ke TPS lalu memilih calon berdasarkan visi-misi, bukan karena iming-iming uang&nbsp;atau&nbsp;sembako.</p><p>b. Menyebarkan informasi benar → Remaja mengingatkan teman-temannya untuk tidak menyebarkan berita hoaks di WhatsApp/medsos.</p><p>c. Kegiatan sosial → Pemuda di desa ikut gotong royong membuat taman baca untuk anak-anak, sebagai wujud kepedulian yang juga bagian dari partisipasi politik.</p><p><br/></p><p><strong>(Tanpa harus jadi pejabat, generasi muda dapat menjaga demokrasi lewat aksi kecil&nbsp;sehari-hari).</strong></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-26 14:11:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3555551435</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3555554116</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Amellia Permata Sari </p><p>Nim : P71201125051</p><p><br></p><ol><li><p>Bagaimana pendapatmu terkait Kondisi Politik dan Penerapan Demokrasi di Indonesia? Tuliskan pendapatmu disertai dengan contoh nyata yang terjadi di Indonesia. </p></li></ol><p><br></p><p>jawab : menurut pendapat saya, keadaan politik dan demokrasi yang terjadi di masa reformasi ini sudah berjalan lebih baik daripada masa sebelumnya meskipun terkadang masih terdapat banyak tantangan. Adanya demokrasi tersebut, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menyuarakan dalam menentukan keadaan bangsa selanjutnya. Contoh nya yaitu bisa melalui pemilu. Tahun 2024 lalu, diadakan pemilu untuk pemilihan presiden, wakil presiden, dan anggota legislatif. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, menunjukkan bahwa kesadaran politik mulai tumbuh. Namun, di sisi lain, ada hal yang kurang sehat muncul, seperti politik uang atau yang biasa disebut serangan fajar. Banyak calon legislatif membagikan uang atau sembako dengan tujuan untuk mempengaruhi suara masyarakat. Hal ini jelas menyimpang dari prinsip demokrasi, karena suara rakyat seolah dibeli bukan berdasarkan visi dan program kerja yang mereka buat, tetapi karena adanya materi yang dibagikan. Jadi, meskipun demokrasi sudah berjalan, kualitasnya masih perlu terus ditingkatkan agar benar-benar mencerminkan keadilan dan kejujuran. </p><p><br></p><ol start="2"><li><p>Sebagai generasi muda, apa saja bentuk peran dan partisipasi politik yang dapat kalian lakukan bagi bangsa Indonesia?</p></li></ol><p><br></p><p>jawab : Sebagai generasi muda, penting untuk berpartisipasi dalam menjaga dan memperkuat demokrasi. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan hak pilih penuh tanggung jawab, bukan hanya ikut-ikutan atau terpengaruh dari hal lain. Sebagai mahasiswa, dapat berpartisipasi dengan cara mengikuti organisasi yang ada di kampus. Dengan mengikuti organisasi itu dapat melatih kita untuk terbiasa berdiskusi, menyampaikan aspirasi, dan mengambil keputusan bersama. </p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-26 14:13:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3555554116</guid>
      </item>
      <item>
         <title>TUGAS PADLET KEWARGANEGARAAN </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3555589942</link>
         <description><![CDATA[<p>Annisa Diana Satriavi</p><p>P71201125032</p><p><br/></p><p>1. Walaupun sudah demokratis, politik di Indonesia masih banyak masalah. Politik uang masih marak, berita hoaks sering dipakai untuk menjatuhkan lawan, dan ada pejabat yang lebih mementingkan kekuasaan daripada kepentingan rakyat. Contoh nyatanya pada pemilu 2024, banyak laporan tentang penyuapan pemilu yang sering disebut dengan julukan "Serangan Fajar". Hal ini menunjukkan bahwa demokrasi di Indonesia belum sepenuhnya berjalan dengan jujur dan adil.</p><p><br/></p><p>2. Sebagai generasi muda, partisipasi politik tidak hanya sebatas ikut pemilu. Peran bisa dilakukan dengan cara belajar memahami isu-isu bangsa lalu menyampaikan pendapat dengan cara yang santun. Generasi muda juga bisa membuat gerakan kecil, seperti diskusi di sekolah, kampus, atau komunitas untuk mengajak teman-teman peduli politik. Selain itu, aktif menggunakan media sosial untuk menyebarkan informasi yang benar dan mengkritik kebijakan yang tidak adil juga merupakan bentuk partisipasi nyata.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-26 14:40:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3555589942</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: Rokmatul Latifah (P71201125052)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3555627199</link>
         <description><![CDATA[<p>A. Menurut saya, kondisi politik dan demokrasi di Indonesia saat ini sedang menghadapi tantangan serius. Secara formal, Indonesia masih menjalankan mekanisme demokrasi seperti pemilu langsung, kebebasan berserikat, dan partisipasi masyarakat. Namun dalam praktiknya, demokrasi sering tereduksi menjadi prosedural semata, sementara nilai-nilai substansial seperti keadilan, transparansi, kebebasan berpendapat, dan keterlibatan rakyat dalam pengambilan keputusan semakin melemah. Terdapat kecenderungan re-centralisasi (penarikan kembali) kekuasaan di tangan eksekutif pusat, pembatasan kebebasan sipil, serta praktik politik yang mengabaikan aspirasi rakyat. Hal ini menimbulkan kesenjangan antara semangat demokrasi dengan kenyataan di lapangan.</p><p>Beberapa contoh kasus nyata:</p><p><strong>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp;&nbsp;Pemangkasan Anggaran Daerah 2025<br></strong>Pemerintah pusat memotong alokasi anggaran daerah dengan alasan efisiensi. Namun, kebijakan ini justru memperlemah kemandirian daerah dan menimbulkan kesan bahwa pemerintah pusat ingin kembali mengonsolidasikan kekuasaan. Padahal, otonomi daerah merupakan amanat reformasi untuk mencegah sentralisasi kekuasaan.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <strong>&nbsp;&nbsp;Kebebasan Sipil dan Intimidasi Pers<br></strong>Kasus intimidasi terhadap jurnalis dan pembatasan ruang gerak aktivis menunjukkan bahwa demokrasi Indonesia menghadapi regresi. Demokrasi tidak cukup hanya dengan pemilu lima tahunan, tetapi juga harus menjamin kebebasan berekspresi sehari-hari.</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <strong>&nbsp;&nbsp;Revisi UU TNI 2025<br></strong>Revisi ini menimbulkan polemik karena membuka peluang perluasan peran militer di ranah sipil. Padahal, reformasi 1998 menekankan perlunya supremasi sipil atas militer. Jika langkah ini dibiarkan, maka akan terjadi kemunduran demokrasi karena berpotensi mengaburkan batas antara kekuasaan sipil dan militer.</p><p><br/></p><p>B. Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga dan memperkuat demokrasi Indonesia. Meskipun tidak semua pemuda bisa langsung masuk menjadi pemimpin secara resmi, tetapi banyak cara berpartisipasi dalam politik yang bisa dilakukan untuk ikut menentukan masa depan bangsa. Partisipasi ini tidak hanya sebatas memilih dalam pemilu, tetapi juga termasuk mengawasi, terlibat dalam organisasi, hingga menyampaikan suara masyarakat.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menggunakan Hak Pilih dengan Bijak</strong></p><p>Pemilu adalah alat utama dalam sistem demokrasi.</p><p>Generasi muda memiliki suara yang cukup banyak dalam menentukan arah kebijakan negara. Oleh karena itu, penting bagi pemuda untuk menggunakan hak pilih secara bijak, bukan hanya ikut memilih karena faktor popularitas, uang, atau tekanan kelompok tertentu. Pemuda harus bisa menilai secara kritis latar belakang, visi, dan integritas calon pemimpin, sehingga pilihan yang diambil benar-benar membawa perubahan positif bagi bangsa.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Mengawasi Jalannya Pemerintahan</strong></p><p>Demokrasi bukan hanya tentang memilih, tetapi juga bagaimana rakyat bisa mengawasi pemerintahan.</p><p>Generasi muda bisa aktif terlibat dengan memanfaatkan teknologi digital, media sosial, dan ruang publik lainnya untuk mengkritik kebijakan yang dinilai tidak menguntungkan rakyat. Misalnya, dengan ikut menjadi bagian dari gerakan advokasi, membuat analisis kritis, atau menyuarakan isu melalui forum diskusi dan media. Partisipasi langsung seperti ini sangat penting agar pemerintah bisa tetap berjalan secara transparan, akuntabel, dan tidak menyalahgunakan kekuasaan.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Berpartisipasi dalam Organisasi atau Komunitas</strong></p><p>Keterlibatan pemuda dalam organisasi masyarakat, komunitas, atau lembaga mahasiswa adalah cara penting untuk membangun kesadaran politik.</p><p>Dengan bergabung dalam organisasi, pemuda belajar tentang kepemimpinan, kebersamaan, advokasi, serta memperjuangkan kepentingan masyarakat. Contohnya, terlibat dalam organisasi mahasiswa, komunitas lingkungan, lembaga sosial, atau gerakan literasi politik. Semua ini bisa menjadi tempat latihan untuk berpikir kritis, bekerja sama, dan memperjuangkan nilai keadilan serta demokrasi dalam masyarakat.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4268812676/5ae3eae39a9f07c220c5e70686235603/jgn_golput.jpg" />
         <pubDate>2025-08-26 15:10:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3555627199</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ALLEYA ZALFA ZAHIRA (P71201125034)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3555760601</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Menurut saya, politik di Indonesia sudah berjalan dengan sistem demokrasi yaitu memberi rakyat kebebasan memilih pemimpin dan menyuarakan pendapatnya. Bagi saya, demokrasi ini terlihat jelas dari pemilu, kebebasan berpendapat, dan kesempatan rakyat untuk ikut berpartisipasi. Meski begitu, menurut pendapat saya, dalam penerapannya masih ada beberapa masalah, seperti politik uang, perbedaan pilihan yang bisa menimbulkan konflik, dan penyebaran hoaks yang memecah belah rakyat Indonesia.</p><p>Penerapan demokrasi di Indonesia dapat saya lihat pada Pilkada Serentak 2020. Data yang saya peroleh menunjukkan tingkat partisipasi pemilih mencapai lebih dari 76% meskipun dilakukan di tengah pandemi COVID-19. Menurut saya, hal ini menunjukkan bahwa rakyat tetap antusias menggunakan hak pilihnya.</p><p>Selain itu, Pemilu Serentak 2024 juga menjadi bukti bahwa demokrasi masih ada di Indonesia. Pada pemilu tersebut, rakyat secara serentak memilih presiden, DPR, DPD, hingga DPRD di seluruh daerah. Berdasarkan laporan KPU, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) mencapai sekitar 204 juta orang, dengan tingkat partisipasi lebih dari 80%. Dari sudut pandang saya, tingginya partisipasi rakyat ini menandakan bahwa rakyat masih percaya demokrasi sebagai sarana untuk menentukan kepemimpinan melalui hak pilih.</p><p>Namun, di balik demokrasi yang telah diterapkan, saya melihat bahwa demokrasi di lapangan masih menghadapi tantangan nyata. Salah satu contohnya adalah aksi mahasiswa pada September 2019, yaitu aksi mahasiswa turun ke jalan menolak revisi UU KPK dan beberapa RUU lainnya. Menurut fakta yang ada, aksi ini dikenal dengan sebutan Reformasi Dikorupsi dan terjadi di berbagai kota besar seperti Jakarta, Yogyakarta, Bandung, hingga Makassar.</p><p>Menurut berita Komnas HAM, aksi ini menyebabkan adanya korban luka bahkan korban jiwa, termasuk dua mahasiswa Universitas Halu Oleo di Kendari yang meninggal dunia saat demonstrasi berlangsung. Menurut saya, aksi ini menunjukkan bahwa mahasiswa mencoba menggunakan hak mereka untuk menyampaikan aspirasi, namun sayangnya pelaksanaannya berujung benturan dengan aparat hingga menimbulkan korban luka.</p><p>Melihat berbagai contoh tersebut, saya berpendapat bahwa demokrasi di Indonesia memang sudah diterapkan, meskipun masih ada kekurangan. Dari sudut pandang saya, tantangan seperti konflik dan hoaks perlu terus diperbaiki. Namun, semangat rakyat untuk tetap menggunakan hak pilih dan menyampaikan aspirasi menunjukkan bahwa demokrasi di Indonesia masih hidup dan terus berkembang, sekaligus memberi harapan bahwa wakil rakyat dapat lebih bertanggung jawab terhadap kepentingan masyarakat.</p></li><li><p>Generasi muda memiliki peranan yang sangat penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Dengan jumlah yang besar, kaum muda dapat memberikan pengaruh nyata terhadap arah politik dan pembangunan negara. Bentuk partisipasi politik yang bisa dilakukan anak muda sangat beragam. Salah satunya adalah dengan menggunakan hak pilih secara bijak dalam pemilu maupun pemilihan lainnya. Dengan ikut memilih, generasi muda turut menentukan pemimpin yang berintegritas, bukan hanya diam atau bersikap apatis. Selain itu, pemuda juga perlu meningkatkan literasi politik dengan cara memahami dasar negara, sistem pemerintahan, serta isu-isu yang sedang berkembang. Hal ini penting agar mereka tidak mudah terjebak hoaks maupun informasi menyesatkan.</p><p>Partisipasi politik generasi muda juga dapat diwujudkan melalui keaktifan dalam organisasi atau komunitas, seperti OSIS, BEM, karang taruna, maupun kelompok sosial lainnya. Dari wadah tersebut, anak muda bisa belajar tentang kepemimpinan, kerjasama, serta cara menyuarakan kepentingan masyarakat. Tidak hanya itu, keberanian untuk menyampaikan pendapat juga merupakan bentuk nyata dari keterlibatan politik. Suara pemuda dapat disalurkan lewat forum diskusi, seminar, maupun media digital dengan cara yang santun dan berdasarkan fakta.</p><p>Di era teknologi seperti sekarang, media sosial menjadi sarana penting untuk berpartisipasi dalam politik. Anak muda dapat memanfaatkannya untuk berbagi informasi positif, mengedukasi masyarakat, sekaligus mengkritisi kebijakan secara konstruktif. Selain itu, mereka juga bisa membangun gerakan sosial yang peduli pada lingkungan, pendidikan, kesehatan, maupun masalah kemanusiaan. Upaya ini menunjukkan bahwa politik bukan sekadar soal kekuasaan, melainkan juga pengabdian kepada masyarakat.</p><p>Lebih jauh lagi, generasi muda bisa ikut serta dalam mengawasi jalannya pemerintahan. Hal ini dapat dilakukan dengan menjadi relawan pemantau pemilu, ikut serta dalam musyawarah warga, atau mengawal kinerja pejabat agar tetap transparan dan akuntabel. Pada akhirnya, anak muda juga perlu mempersiapkan diri untuk menjadi pemimpin masa depan. Baik di tingkat organisasi kecil maupun dalam dunia politik formal, pemimpin muda yang jujur, berintegritas, dan peduli pada rakyat akan menjadi modal besar bagi kemajuan bangsa.</p><p>Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa keterlibatan generasi muda dalam politik tidak hanya terbatas pada kegiatan mencoblos di TPS, tetapi juga mencakup aksi nyata di masyarakat, pengawalan kebijakan publik, serta keberanian untuk menjadi agen perubahan yang membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4269245032/0ec285f90638ead3656ce55aa2044887/9E009BCE_C062_4AB6_B6F1_2B662B21FAA0.jpeg" />
         <pubDate>2025-08-26 17:03:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3555760601</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ANNISA SULISTYANINGRUM PRASETYA (P71201125026)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3555763397</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pendapat mengenai kondisi politik dan penerapan demokrasi di Indonesia:</p><p>Menurut pendapat saya, politik di Indonesia masih banyak persoalan walaupun sistem demokrasi sudah berjalan. Demokrasi memang berjalan secara prosedur, tetapi kualitas dan maknanya belum sepenuhnya dirasakan rakyat. Rasa keadilan dan kesejahteraan rakyat masih sering terabaikan.</p><p>Bentuk formalitas demokrasi terlihat dari pemilu langsung, hak pilih rakyat, dan kebebasan berpendapat. Namun dalam praktiknya, banyak kebijakan yang lebih mengutamakan kepentingan kelompok elit, adanya politik transaksional, serta rendahnya kepercayaan publik terhadap wakil rakyat.</p><p>Menurut saya, kondisi politik di Indonesia saat ini cenderung dikendalikan oleh kalangan tertentu. Banyak kebijakan yang akhirnya lebih menguntungkan kelompok tertentu dibandingkan rakyat secara luas. Selain itu, masih ada praktik money politics seperti saat kampanye ataupun menjelang pemilu. Jadi kesannya, suara rakyat seolah bisa dibeli dengan uang atau bantuan sesaat, bukan karena visi, misi, atau integritas calon.</p><p>Kondisi politik di Indonesia juga memanas, salah satunya ditandai dengan kekecewaan rakyat terhadap isu terkini, yaitu naiknya gaji dan tunjangan anggota DPR. Demonstrasi ini terjadi pada Agustus 2025 di Jakarta yang menuntut transparansi dan keadilan terkait anggaran DPR yang dinilai terlalu besar dibandingkan dengan kondisi ekonomi rakyat saat ini.</p><p>Dari data yang saya dapatkan, gaji pokok anggota DPR sekitar Rp4,2 juta per bulan. Jika ditambah dengan berbagai tunjangan seperti jabatan, komunikasi, kehormatan, dan lainnya, totalnya mencapai kurang lebih Rp66 juta per bulan. Selain itu, ada tunjangan rumah Rp50 juta per bulan sebagai pengganti fasilitas rumah dinas, ditambah tunjangan beras sekitar Rp12 juta per bulan dan tunjangan bensin Rp7 juta per bulan. Jika dihitung secara keseluruhan, penghasilan anggota DPR dapat melebihi Rp100 juta per bulan, angka yang kontras dengan rata-rata pendapatan rakyat Indonesia saat ini.</p><p>Hal ini membuat rakyat menilai bahwa tunjangan dan fasilitas DPR tidak sebanding dengan kinerja serta kontribusi mereka terhadap rakyat. Dalam demonstrasi itu, rakyat menuntut agar gaji dan tunjangan DPR diturunkan ke angka yang lebih wajar. Berdasarkan isu yang terjadi saat ini, saya berpendapat bahwa kepercayaan antara rakyat dan para wakil rakyat semakin melemah, ditandai dengan rakyat yang merasa dipinggirkan dan anggota DPR yang kurang memahami realitas ekonomi rakyat. DPR, yang seharusnya menjadi penyalur suara rakyat, justru terlihat lebih mementingkan kenyamanan pribadi daripada memperjuangkan kebutuhan rakyat yang mereka wakili.</p><p>Di sisi lain, menurut saya penerapan demokrasi di Indonesia tetap memberi ruang bagi rakyat untuk ikut berpartisipasi. Hal ini ditandai dengan terselenggaranya Pemilu serentak 2024, di mana rakyat secara langsung memilih presiden, anggota DPR, DPD, dan DPRD. Hal tersebut menunjukkan bahwa rakyat masih memegang hak politiknya. Selain itu, kebebasan berpendapat juga masih berjalan melalui demonstrasi, organisasi masyarakat sipil, dan penyampaian kritik melalui media sosial.</p><p>Saya menyimpulkan, kondisi saat ini menunjukkan bahwa demokrasi Indonesia masih harus diperbaiki. Rakyat memang sudah diberi ruang untuk memilih dan menyampaikan aspirasi, tetapi perbaikan tetap diperlukan agar wakil rakyat benar-benar amanah dan berpihak pada kepentingan rakyat.</p></li><li><p>Peran dan partisipasi politik generasi muda:</p><p>Sebagai generasi muda, kita memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk masa depan politik Indonesia. Salah satu partisipasi yang nyata adalah menggunakan hak pilih dalam setiap pemilu. Dengan memilih secara sadar dan bertanggung jawab sesuai hati nurani, sekaligus mengajak teman-teman memahami pentingnya hak suara, menunjukkan bahwa generasi muda tidak hanya menjadi penonton politik, tetapi juga ikut menentukan arah pemerintahan. Setiap suara yang diberikan merupakan kontribusi nyata bagi terciptanya demokrasi yang sehat dan adil.</p><p>Selain itu, kita bisa berperan aktif dalam organisasi kepemudaan atau komunitas sosial. Bergabung dalam organisasi tersebut tidak hanya menambah pengalaman, tetapi juga melatih kepemimpinan, kerja sama, dan kemampuan mengambil keputusan. Partisipasi dalam organisasi memungkinkan kita mendorong transparansi dan keterlibatan masyarakat, sehingga dampak yang kita berikan dapat dirasakan tidak hanya secara individu, tetapi juga oleh komunitas yang lebih luas.</p><p>Peran lain yang penting adalah memanfaatkan media sosial dengan bijak sebagai sarana menyebarkan informasi yang benar dan edukatif. Melalui platform digital, generasi muda dapat menggiring diskusi yang positif, menyebarkan konten yang mendidik, serta mendorong partisipasi khalayak tanpa menyebar hoaks atau ujaran kebencian.</p><p>Mengikuti seminar, workshop, atau pelatihan tentang sistem pemerintahan, hak-hak warga negara, dan proses pembuatan kebijakan juga dapat membantu mengasah kemampuan berpikir kritis, menganalisis isu yang terjadi, dan menyampaikan aspirasi secara tepat. Dengan menerapkan peran ini, kita sebagai generasi muda bukan hanya sekadar penonton politik, tetapi memiliki peran aktif yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan politik di Indonesia.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4268925277/5064e168e2a82046ab8f410d5f833b44/WhatsApp_Image_2025_08_26_at_11_45_08_PM.jpeg" />
         <pubDate>2025-08-26 17:05:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3555763397</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mila Puspita P71201125036</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3556217731</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Menurut pendapat saya Indonesia telah mengalami perkembangan signifikan dalam transisi demokrasinya sejak reformasi 1998. Indonesia secara rutin melakukan pemilihan umum presiden, legislatif, dan kepala daerah yang dianggap relatif bebas dan adil oleh banyak pengamat. Tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilihan umum cenderung tinggi apalagi Gen Z yang berpendapat melalui media sosial atau platform digital, hal ini menunjukan bahwa masyarakat memiliki kesadaran politik yang kuat. Secara umum, ruang untuk berpendapat dan ruang berekspresi semakin terbuka, terutama di media sosial dan platform digital. Mendorong anak anak Gen Z untuk berikutserta dalam pemilihan umum. Namun, perlu disayangkan dengan seiring berjalannya waktu muncul berbagai tantangan yang menjadi sorotan dan dianggap hal wajar dalam masyarakat. Marak dimana mana mengenai serangan fajar. Dalam pilkada dan pemilu legislatif sering terjadi, dimana penyebaran amplop uang dibagikan oleh tim sukses atau relawan calon ke masyarakat dengan ditempel stiker atau diberi identitas calon pada amplop. Selain uang, tim sukses calon juga sering membagikan dalam bentuk kebutuhan rumah tangga yang sering ditemui ialah sembako. Paket sembako seperti beras, minyak goreng, gula, atau mie instan juga kerap dibagikan bersama dengan ditempel stiker atau diberikan identitas calon. Hal tersebut dilakukan untuk memohon kepada masyarakat agar dipilih menjadi calon dengan dasar pemberian dalam bentuk materi.</p></li><li><p>Bentuk peran sebagai Gen Z dalam partisipasi politik bukan hanya memilih, melainkan sebagai agen perubahan yang bisa membawa inovasi dan transparansi. Dengan memanfaatkan dan aktif di media social atau platform digital sebagai ruang diskusi dan edukasi mengenai isu politik, kebijakan publik, hak asasi manusia, ataupun isu lingkungan yang sedang beredar di masyarakat. Seperti dengan membuat konten yang menjelaskan alur pemilu, tugas wakil rakyat, atau profil calon. Hal ini dapat membantu Gen Z atau masyarakat lain yang masih awam dalam politik. Serta sebagai Gen Z yang baik, kita senantiasa menjadi pemilih yang cerdas dan kritis, menghindari politik uang dan tidak terpengaruh oleh hoaks yang beredar. Hal ini dapat dilakukan dengan cara selalu memeriksa kebenaran informasi, membaca profil, rekam jejak, dan visi visi calon, bukan hanya melihat popularitasnya. Dengan ini Gen Z dapat memastikan bahwa suara mereka didengar dan masa depan bangsa berada ditangan yang tepat.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4271037080/bf158c3f2f64fe533f613aa335456f20/image.png" />
         <pubDate>2025-08-27 01:19:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3556217731</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Thania Putri Ramadhani (P71201125015)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3556244642</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Menurut saya kondisi politik di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Ricuhnya demonstrasi yang dilakukan masyarakat sebagai penolakan pengesahan kebijakan pemerintah yang melenceng dari aturan yang seharusnya. Seperti yang terjadi baru-baru ini, demonstrasi di Kabupaten Pati, lebih dari 100.000 warga turun ke jalan menolak kenaikan pajak bumi bangunan sebesar 250%. Aksi ini berakhir dengan pembatalan kenaikan pajak dan penyelidikan terhadap Bupati Sudewo melalui hak angket DPRD setempat.</p><p>Aksi demonstrasi di atas menjadi gambaran keadaan politik di Indonesia saat ini.</p><p>Penerapan demokrasi di Indonesia melalui demonstrasi dan kritik publik menunjukkan bahwa ruang demokrasi dan perlawanan sipil masih berfungsi, melalui aktivisme jalanan atau media sosial masyarakat dapat mengungkapkan pendapatnya. Walaupun secara konstitusional kebebasan berpendapat dijamin, dalam kenyataannya terdapat berbagai kasus di mana aktivis, jurnalis, dan masyarakat yang kritis terhadap pemerintah mendapatkan tekanan seperti UU ITE yang sering digunakan untuk membungkam kritik.</p></li><li><p>Partisipasi generasi muda terhadap kehidupan berpolitik saat ini menjadi salah satu kunci utama untuk menciptakan Indonesia Maju.</p><p>- Saat ini generasi muda menjadi mayoritas penduduk di Indonesia. Dengan banyaknya generasi muda, suara mereka dapat menjadi penentu dalam pemilu dan kebijakan publik.</p><p>- Generasi muda cenderung aktif membentuk opini publik dengan memanfaatkan media sosial untuk edukasi &amp; tekanan politik. Banyaknya konten edukatif mengenai korupsi, HAM, dan pemilu serta demonstrasi terhadap kebijakan yang melenceng, menunjukkan bahwa generasi muda sangat dibutuhkan sebagai penggerak perubahan.</p><p>- Pergantian budaya politik yang didominasi oleh penyelewenangan. Politik di Indonesia sering diwarnai oleh praktik oligarki dan korupsi. Dengan semangat idealisme, literasi digital, serta kepedulian terhadap isu-isu sosial seperti lingkungan, kesetaraan, dan hak asasi manusia, generasi muda bisa menghadirkan pandangan baru dalam dunia politik.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4271066385/ba0554cd3e64375542e9db479041db15/69d9466910914c7071734ec24cf9542a.jpg" />
         <pubDate>2025-08-27 01:34:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3556244642</guid>
      </item>
      <item>
         <title>A’yun Cometa Nur Aisyah (P71201125031)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3556362961</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Menurut saya kondisi politik dan demokrasi di Indonesia mengalami kemunduran dan tantangan dari tahun ke tahun, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti melemahnya supremasi hukum dan tidak adanya oposisi sebagai penyeimbang kekuasaan. Selain itu, demokrasi seharusnya menuntut pada kebebasan berpendapat dan memberikan kritik, tetapi realitanya di Indonesia kritik yang telah diberikan kepada pemerintah justru dibalas dengan ancaman maupun intimidasi serta pelaporan pada hukum. </p></li></ol><p><br/></p><p>Contoh nyata : </p><p>• Kasus korupsi oleh aparat penegak hukum yang dilakukan Djoko Tjandra dengan menurunkan hukuman yang diberikan menunjukkan adanya ketidakadilan dalam penerapan hukum.</p><p>• Video kritik terhadap pembangunan kota Lampung dari seorang warga yaitu Bima Yudho yang kini berada di Australia. Kritikan yang disuarakan lewat Tiktok tersebut menyoroti tentang pembangunan infrastruktur, sistem pendidikan, dan tata kelola lemag yang dimiliki oleh pemerintah kota Lampung yang dirinya anggap tidak mengalami perubahan sejak ia kecil. Usai unggahan tersebut viral di seluruh media sosial muncullah beberapa tindakan dari pemerintah yang justru mengarah pada pembungkaman atas kebebasan berekspresi yang seharusnya menjadi jaminan di dalam demokrasi.</p><p><br/></p><p><br/></p><ol start="2"><li><p>Partisipasi politik yang dapat dilakukan oleh generasi muda untuk bangsa Indonesia: </p><ol><li><p>Berpartisipasi dalam pemilu sebagai pemilih yang cerdas dengan memilih pemimpin tidak berdasar pada money politic tetapi berdasar pada visi misi, latar belakang ( rekam jejak), dan dedikasinya untuk negara.</p></li><li><p>Belajar mengenai isu-isu politik yang relevan.</p></li><li><p>Ikut serta dalam menyuarakan kritik isu politik maupun hak rakyat yang belum terpenuhi melalui media sosial.</p></li></ol></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-27 02:39:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3556362961</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nabila Nurindah Putri (P71201125046)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3556394697</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Menurut pendapat saya </p><p>Kondisi politik Indonesia saat ini ada kemajuan, tetapi juga banyak tantangan. Pemilu memberi ruang bagi rakyat untuk memilih, namun nyatanya praktik politik, uang, dan rendahnya kualitas wakil rakyat masih terjadi. Dan juga aspirasi rakyat masih sering kali diabaikan, contohnya dalam pembahasan UU Cipta Kerja yang tetap disahkan meski menuai banyak penolakan. Hal ini menunjukkan demokrasi kita masih rentan terhadap kepentingan kelompok tertentu. Meski demikian, demokrasi tetap berjalan dengan baik karena masyarakat punya kebebasan untuk berpendapat, baik melalui media massa maupun media sosial.</p></li><li><p>Peran dan partisipasi politik sebagai generasi muda: </p><p>• melawan hoaks</p><p>• berkontribusi melalui karya atau komunitas yang bermanfaat bagi bangsa</p><p>• aktif mengkritisi kebijakan </p><p>• ikut serta dalam gerakan sosial</p><p>• ikut pemilu dengan bijak</p><p>• aktif di organisasi</p><p>•memanfaatkan media sosial untuk menyuarakan aspirasi positif.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-27 03:00:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3556394697</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rindang Laura Nusantara_P71201125007</title>
         <author>rindangnusantara127</author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3556477813</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Bagaimana pendapatmu terkait kondisi politik dan penerapan demokrasi di Indonesia?</p><p><br/></p><p>Menurut saya sendiri, demokrasi di negara ini sudah berjalan dengan  baik karena rakyat Indonesia memiliki kebebasan melakukan pemilihan untuk menentukan siapa pemimpinnya, menyampaikan pendapat, dan bekontribusi pada pembangunan negeri ini. Contoh yang sudah ada ialah Pemilu 2019 yang  memungkinkan rakyat memilih hak pilih secara, umum, bebas, dan tidak diketahui orang lain atau rahasia. Akan tetapi, demokrasi negeri ini juga masih menghadapi tantangan seperti banyaknya kabar hoaks di medsos, serta pandangan dan omongan masyarakat yang sering membuat perbedaan jadi perpecahan.</p><p><br/></p><p>2. Sebagai generasi muda, apa saja bentuk peran dan partisipasi politik yang dapat kalian lakukan bagi bangsa Indonesia?</p><p><br/></p><p>Ada banyak hal yang bisa dilakukan sebagai generasi muda yaitu:</p><p>- Menggunakan hak memilih mereka dengan baik dan benar pada pemilu ataupun pilkada.</p><p>- Aktif menyumbang pendapat secara sehat lewat medsos tanpa membuat hoaks.</p><p>- Terlibat dalam ormawa atau komunitas sosial yang punya kepedulian terhadap bangsa.</p><p>- Menjadi seseorang yang mampu membawa perubahan dengan memberikan edukasi tentang bagaimana politik dinegeri ini pada masyarakat sekitar.</p><p>- Menjaga persatuan kesatuan dan menghargai perbedaan politik agar demokrasi yang dijalankan berjalan dengan sesuai yang diinginkan ataupun berjalan dengan sehat dan lancar.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-27 03:52:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3556477813</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: Arindra Khana Salva Susanta (P71201125024) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3556484898</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Menurut saya, kondisi politik dan demokrasi politik dinegara Indonesia ini memiliki dua sisi. Di satu sisi kita harus bersyukur karena kita sebagai masyarakat memiliki kebebasan untuk memilih pemimpin, seperti hal nya kita kemarin dalam Pemilu. Akan tetapi di sisi lain kita harus berbenah, karena masih banyak tersebar politik uang, berita hoax, dan Konflik antar masyarakat atau pendukung partai yang mengakibatkan perpecahan. ini menunjukkan bahwa demokrasi di negara kita tercinta ini sudah berjalan, tetapi masih perlu banyak perbaikan. </p><p>2. Menurut saya peran generasi muda sangat penting bagi kelangsungan demokrasi di negara kita ini. Salah satunya yaitu dengan menggunakan hak untuk memilih calon-calon pemimpin kita dengan bijak dan tidak golput, menyaring dan mencari tau lebih jelas sebuah berita yang tersebar sebelum membagikan berita tersebut, agar tidak terjadi hoax, serta menyuarakan pendapat dengan sopan dan bertanggung jawab atas pendapat yang telah disuarakannya tesebut, dengan demikian kita sebagai generasi muda dapat memberi kontribusi nyata bagi negara kita ini.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-27 03:58:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3556484898</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Faustina Yuwan Kacaya (P71201125005)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3556731773</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Menurut pandangan saya kita melihat demokrasi Indonesia saat ini seperti di persimpangan: ada upaya efisiensi dan reformasi, tapi juga sinyal-sinyal melemahnya sistem partisipatif. Jika tidak diawasi dengan seksama, arah bisa saja bergeser menuju sentralisasi kekuasaan dan pengurangan kontrol publik atas kekuasaan.</p><p>Contoh :</p><p>•Protes atas tunjangan mewah anggota DPR</p><p>Ribuan mahasiswa dan pekerja memprotes pemberian tunjangan rumah sebesar Rp 50 juta per bulan untuk anggota DPR nyaris 10 kali lipat Upah Minimum Jakarta. Demonstrasi ini digambarkan sebagai kemarahan melawan elit politik, sementara masyarakat masih merasakan beratnya tekanan ekonomi dan pemangkasan di sektor penting seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.</p><p>2. ⁠Menurut pandangan saya Sebagai mahasiswa Poltekkes, kita memiliki kewajiban moral dan profesional untuk menjadi penjaga demokrasi bukan pasif, tetapi aktif dan kritis. Kita adalah “perisai demokrasi", dengan literasi, keberanian, dan sikap yang berpihak kepada rakyat. Generasi muda adalah harapan demokrasi Indonesia. Kita memiliki kewajiban moral dan sosial untuk bergerak bukan sebagai penonton, tapi sebagai pengawal dan pembentuk masa depan politik bangsa.</p><ul><li><p>Generasi muda khususnya kita sebagai mahasiswa Poltekkes memiliki peran esensial sebagai:</p><ul><li><p><strong>Pengkritik cerdas</strong> melalui aksi nyata dan monitoring politik</p></li><li><p><strong>Edukator digital</strong> lewat kampanye informasi politik yang benar</p></li><li><p><strong>Penjaga transparansi</strong> dalam setiap kebijakan publik</p></li><li><p><strong>Pembentuk kultur demokrasi di kampus dan masyarakat</strong></p></li></ul></li></ul><p>“Kita”, generasi muda, adalah perisai demokrasi dengan literasi, keberanian, dan keberpihakan kepada rakyat, kita memastikan demokrasi tidak hanya wacana, tetapi nyata di kehidupan kita.”</p><p>Contoh : </p><p>Menjadi pengawal demokrasi nyata</p><p>Program seperti Democracy Camp dan JagaSuara 2024 menunjukkan bagaimana mahasiswa dapat berperan langsung dalam menjaga integritas Pemilu dengan memantau proses penghitungan suara secara digital dan fisik.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4272471406/d0d5bd99ee5ef0258ac0c148ea4cd38b/D8AC76A6_A1A8_48AA_81B2_91FF2D40D56F.jpeg" />
         <pubDate>2025-08-27 07:14:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3556731773</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rafika Alya Azis, P71201125014</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3556772413</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Pendapat saya terkait kondisi politik dan penerapan demokrasi di Indonesia itu masih kurang adil namun masyarakat tetap menerapkan demokrasi di kehidupan bermasyarakat. Seperti yang baru viral itu aksi masyarakat di Pati yang mendemo kenaikan pajak sebesar 250%. Jadi, meskipun banyak kebijakan pemerintah yang bermasalah atau kurang adil, rakyat Indonesia saat ini masih terus menyuarakan demokrasi.</p><p><br></p></li><li><p>Saya sebagai generasi muda bisa ikut berpartisipasi untuk bangsa Indonesia ini seperti ikut menandatangani petisi yang menolak kebijakan pemerintah yang merugikan rakyat. Dengan begini, kita sebagai generasi muda bisa tetap berkontribusi untuk demokrasi.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-27 07:47:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3556772413</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ACHMAD NAUVAL(P71201125047)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3556834612</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Menurut saya indonesia masih menghadapi banyak tantangan terkait kondisi politik dan penerapan demokrasi. bangsa ini menganut sitem demokrasi dimana masyarakat di beri hak memilih pemimpin dan berpendapat. tapi nyatanya didalam praktiknya demokrasi sering tidak berjalan ideal. contohnya: masih banyak politik uang seperti politik pemilu dan dinasti pemilu. hasilnya kualitas dan keadilan pemimpin tidak sesuai dengan aspirasi rakyat.</p><p><br/></p><p>2. menggunakan hak pilih dengan baik,mengikuti berita diskusi politik,dan mengkritik membangun penyimpangan dalam politik spt melalui sosial media </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-27 08:44:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3556834612</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ulfi Aulia </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3556932320</link>
         <description><![CDATA[<p>Ulfi Aulia (P71201125019) </p><p><br></p><p>1. Bagaimana pendapatmu terkait Kondisi Politik dan Penerapan Demokrasi di Indonesia? Tuliskan pendapatmu disertai dengan contoh nyata yang terjadi di Indonesia.</p><p><br></p><p>Jawaban: </p><p>Indonesia merupakan salah satu negara yang menganut sistem demokrasi. Sebuah sistem pemerintahan di mana kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat. Menurut ku itu adalah sebuah kemajuan yang sangat baik di mana rakyat memiliki hak dan kebebasan untuk menentukan arah dan kebijakan pemerintahan melalui perwakilan yang mereka pilih. </p><p><br></p><p>Walau sistem demokrasi sudah berjalan, melalui pemilu misalnya, kualitas pelaksanaannya masih jauh dari harapan. Kenyataannya, banyak calon yang menggunakan uang untuk bisa menang, malah ada banyak rakyat yang tergiur, membuat calon yang kita pilih sering kali lebih mementingkan diri sendiri dari pada rakyatnya. </p><p><br></p><p>Di lihat dari banyaknya kasus korupsi, yang hanya dipenjara selama beberapa tahun dan tidak dihukum mati, itu membuat para koruptor tidak jera dan malah merajalela. DATA Komisi Pemberantasan Korupsi sejak 2004 hingga Juli 2023 menyebutkan, sebanyak 344 kasus korupsi melibatkan anggota DPR dan DPRD. Jumlah ini terbanyak ketiga, di bawah kasus korupsi yang menjerat kalangan swasta (399 kasus) dan pejabat eselon I-IV (349 kasus). Miris bukan? Padahal, sebagai wakil rakyat mereka fokus untuk mensejahterakan rakyat tapi kenyataannya tidak begitu.</p><p><br></p><p>Jika dilihat lebih dalam, sebenarnya hukum pemerintahan yang kurang tegas menjadi salah satu faktor meluasnya kasus korupsi, contohnya Kasus Setya Novanto (Ketua DPR, kasus e-KTP) Terbukti terlibat dalam korupsi proyek e-KTP yang merugikan negara sekitar Rp 2,3 triliun. Divonis 15 tahun penjara pada 2018. Banyak yang menilai hukuman ini tidak sebanding dengan kerugian negara.</p><p><br></p><p>Dari hal tersebut, meskipun Indonesia menganut sistem demokrasi, pelaksanaan nya masih kurang ideal, banyak rakyat yang di php in dengan berbagai iming-imingan. Korupsi, politik uang, penegakan hukum yang kurang tegas menjadi tantangan besar untuk perkembangan demokrasi di Indonesia.</p><p><br></p><p><br></p><p>2. Sebagai generasi muda, apa saja bentuk peran dan partisipasi politik yang dapat kalian lakukan bagi bangsa Indonesia? </p><p><br></p><p>Jawaban:</p><p>Generasi muda sebagai penerus generasi tua perlu berperan sejak awal untuk menuju Indonesia yang lebih baik. Kita bisa melakukan beberapa hal sederhana terlebih dahulu, yaitu:</p><p>1. Ikut pemilu dengan penuh kesadaran dan tidak memilih karena iming-iming. </p><p>2. Berani menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintahan yang tidak sesuai dengan kepentingan rakyat, baik melalui media sosial maupun diskusi. </p><p>3. Pintar memilah informasi antara yang benar dan yang tidak, yang real dan yang hoaxs. </p><p>4. Mengajak teman sebaya untuk peduli terhadap politik, meskipun banyak yang menganggap politik itu rumit dan tidak relevan. </p><p>5. Bergabung dengan organisasi atau komunitas sosial. Dari situ, kita bisa belajar soal kepemimpinan, kerja sama, dan bagaimana mengawal kebijakan dari tingkat bawah. </p><p>6. Memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk menyampaikan aspirasi dan mengawasi pejabat publik, dengan catatan digunakan secara bijak.</p><p><br></p><p>Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga penggerak untuk politik yang lebih bersih dan berpihak pada masyarakat.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4273047594/9cf466db708d9c5e49572b13248fc634/6635380194c595680a2ecc356de8963b.jpg" />
         <pubDate>2025-08-27 10:46:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3556932320</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ervina Octavia (P71201125049)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3556967854</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Menurut saya, demokrasi di Indonesia sudah berkembang cukup baik sejak reformasi, terlihat dari adanya pemilu langsung yang memberi rakyat kesempatan memilih pemimpin, contohnya Pemilu 2019 yang diikuti jutaan masyarakat. Hal ini menunjukkan partisipasi rakyat dalam menentukan arah bangsa.</p><p>Namun, praktik demokrasi kita masih menghadapi tantangan, seperti politik uang dalam pemilu, polarisasi masyarakat saat Pilpres 2019, serta kasus pembatasan kebebasan berpendapat pada aktivis atau jurnalis.</p><p>Karena itu, demokrasi Indonesia perlu terus diperbaiki dengan meningkatkan integritas pemilu, menolak politik uang, dan menjaga persatuan agar benar-benar membawa manfaat bagi rakyat.</p><p><br/></p><p>2.Sebagai generasi muda, peran politik yang bisa saya lakukan antara lain ikut serta dalam pemilu dengan memilih pemimpin yang jujur dan berintegritas, aktif menyuarakan pendapat secara sehat di lingkungan maupun media sosial, serta menolak politik uang. Selain itu, saya juga bisa berpartisipasi lewat organisasi atau kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat, dan ikut mengawasi jalannya pemerintahan dengan cara melawan hoaks serta mendukung gerakan antikorupsi. Dengan langkah kecil tersebut, generasi muda dapat ikut menjaga demokrasi agar tetap berjalan baik.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-27 11:37:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3556967854</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Salsabilla Nur Huda                 NIM : P71201125010. </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3557009309</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>pendapat saya terkait kondisi politik dan demokrasi di Indonesia saat ini : </p><p><br/></p></li></ol><p>Pendapat saya terkait kondisi politik dan penerapan demokrasi di indonesia pada saat ini sudah berjalan cukup baik, walaupun dalam realita nya belum berjalan sesuai, namun masyarakat sudah cukup memiliki kebebasan untuk menyampaikan pendapat, misalnya dalam pemilu. </p><p><br/></p><p>Dalam pemilu tersebut masyarakat di perbolehkan memilih sesuai dengan apa yang di ingin kan, namun sayangnya masih banyak praktik politik yang kurang baik, misalnya pemberian iming iming untuk rakyat agar mau memilih kandidat terntentu, hal tersebutlah yang sangat di sayangkan terjadi.</p><p><br/></p><p>Selain itu, banyak tindakan politik yang kurang baik lain nya. pemerintah banyak yang menggunakan wewenang nya tidak sesuai dengan porsi yang seharusnya, misalnya kenaikan pajak.</p><p>banyak sekali tantangan untuk kondisi politik di indonesia, misalnya politik uang, polarisasi, serta rendahnya kesadaran masyarakat tentang penting nya literasi politik.</p><p><br/></p><p>Dalam hal demokrasi indonesia juga masih kurang maksimal, misalnya banyak yang melakukan tindakan anarkis ketika berlangsungnya demo, baik dari pihak demonstran maupun pihak aparat. banyak kasus mahasiswa maupun rakyat sipil yang di pukul bahkan hilang saat terjadi demo. hal itu lah yang patut di pertanyakan apakah negara indonesia benar benar negara demokrasi atau bukan.</p><p><br/></p><ol start="2"><li><p>Sebagai generasi muda, peran dan partisipasi politik dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti:</p><p><br/></p></li></ol><p>1. memberikan partisipasi dalam pemilu : saya mengharapkan masyarakat termasuk diri saya sendiri dapat menggunakan hak suara yang sebenar benarnya dalam pemilu untuk menentukan arah kebijakan negara dan memilih pemimpin yang tepat.</p><p><br/></p><p>2. aktif dalam sosial dan kampanye digital : dengan maksud aktif dalam melakukan gerakan sosial seperti menyuarakan hak hak rakyat yang seharusnya dengan melakukan demonstrasi, petisi, ataupun aktivisme untuk menyuarakan ketidak puasan terhadap pemerintah secara online dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar.</p><p><br/></p><p>3. keterlibatan dalam organisasi : menurut saya terlibat dengan organisasi adalah hal penting bagi anak muda (remaja maupun dewasa), karena dengan mengikuti organisasi baik organisasi internal maupun eksternal dapat memberikan pengalaman dan membangun jaringan dengan orang orang yang memiliki visi misi yang sama.</p><p><br/></p><p>dengan melakukan peran dan partisipasi politik saya berharap generasi muda dapat :</p><p><br/></p><p>1. membentuk masa depan bangsa yang lebih cerah dan lebih baik : tanpa adanya korupsi, kesewenang wenangan pemerintah dan aparat, keadilan hukum, dan kesejahteraan bagi masyarakat.</p><p>2. meningkatkan kesadaran politik </p><p>3. membangun demokrasi yang kuat</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4273325100/4f3057944e2ee2c929f17b4f476ab49f/171_ilustrasi_800x450_1.jpg" />
         <pubDate>2025-08-27 12:22:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3557009309</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nasywa Shafa Sabiyya Afaf (P71201125017)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3557025707</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Menurut saya, kondisi politik dan penerapan demokrasi di Indonesia masih jauh dari kata ideal. Seperti praktik korupsi yang masih sering terjadi di kalangan pejabat, maupun lembaga negara, yang menyebabkan banyak aksi demo, unjuk rasa, dan sebagainya. Kedua, kebijakan politik pemerintah yang terkadang lebih berpihak kepada kepentingan kelompok atau partai tertentu daripada masyarakat, yang menurut saya kurang tepat untuk keadilan dan kesejahteraan masyarakat di Indonesia.</p><p><br/></p></li><li><p>Saya dapat berperan dan berpartisipasi politik dengan:</p><p>- Menggunakan hak pilih pada pemilu dengan memilih calon yang menurut saya memiliki integritas tinggi dan visi misi yang jelas, dengan menerapkan asas luber jurdil.</p><p>- Mengikuti perkembangan kebijakan pemerintahan agar saya paham apa yang sedang terjadi di negara ini, melalui media non resmi atau media resmi pemerintah.</p><p>- Ikut mengajukan aspirasi apabila dirasa memang perlu. Ketika ada hal yang kurang tepat yang dilakukan pemerintah, saya bisa menyuarakan pendapat melalui forum publik, media sosial, ataupun organisasi kemahasiswaan, tentunya dengan cara yang tepat.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-27 12:39:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3557025707</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Laura Chantika Arfinda P71201125030</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3557215200</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Menurut saya, demokrasi di Indonesia telah memberikan kebebasan pada masyarakat untuk memilih, berpendapat, dan mengawasi jalannya pemerintahan. Namun, dalam pelaksanaannya masih sering muncul rintangan, seperti kurangnya edukasi politik di masyarakat, rendahnya partisipasi pemilih muda, dan masih terdapat penyalahgunaan kekuasaan.</p><p><br/></p><p>Contoh nyata adalah saat Pemilu, banyak orang memilih karena ikut-ikutan atau karena iming-iming materi, bukan karena visi dan misi calon. Selain itu, kritik masyarakat di media sosial kadang dibalas dengan pelaporan hukum, padahal menyampaikan kritik adalah bagian dari demokrasi.</p><p><br/></p><p>Menurut saya, demokrasi akan berjalan lebih baik jika masyarakat semakin cerdas dalam berpolitik dan pemerintah lebih transparan serta terbuka terhadap aspirasi rakyat. Pendidikan politik dan literasi digital sangat penting agar rakyat bisa aktif dan bijak dalam berpartisipasi.</p><p><br/></p><p>2. Sebagai generasi muda, bentuk peran dan partisipasi politik yang bisa dilakukan yaitu; </p><p>menggunakan hak pilih dengan bijak saat pemilu, aktif dalam organisasi kemahasiswaan seperti BLM atau BEM, menyampaikan kritik atau pendapat dengan sopan dan dapat dipertanggung jawabkan, dan mengikuti edukasi-edukasi atau seminar politik agar pengetahuan lebih luas.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-27 15:00:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3557215200</guid>
      </item>
      <item>
         <title>salwa dhiya alifia (P71201125023)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3557304687</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p> <sup>Menurut saya kondisi politik dan demokrasi di Indonesia saat ini cukup mengkhawatirkan. Walaupun kelihatannya sudah semakin maju, namun dibalik itu semua masih terdapat banyak manipulasi dan kepentingan elit politik. Contohnya pada proses pemilu, terutama pilpres 2040 terdapat dugaan adanya kekuasaan untuk mendukung salah satu calon yaitu Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden yang menimbulkan kontrovensi, hal ini terjadi terutama karena perubahan keputusan mahkamah konstitusi yang secara tiba tiba  dan menguntungkan pihak tertentu.</sup>  <sup>Hal ini menunjukkan bahwa lembaga negara yang harusnya netral justru rentan dimanfaatkan oleh sebagian elit politik untuk kepentingan mereka sendiri. Selain itu praktik politik uang, kampanye hitam, dan penyebaran hoaks juga masih sering terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Hal ini menandakan bahwa demokrasi di Indonesia masih sangat rapuh bahkan mudah dipengaruhi oleh uang dan informasi yang menyesatkan. Akibatnya masyarakat seringkali hanya dijadikan objek dalam kontestasi kekuasaan dan bukannya subjek utama yang seharusnya nenentukan arah demokrasi.</sup></p></li><li><p><sup>Bentuk peran dan partisipasi politik yang dapat kita lakukan sebagai generasi muda yaitu : </sup></p><ul><li><p><sup>Meningkatkan loteradi politik agar tidak mudah termakan hoaks.</sup></p></li><li><p><sup>⁠Menggunakan hak pilih secara bijak dan tidak termakan iming iming uang.</sup></p></li><li><p><sup>Menyuarakan pendapat dengan alasan yang jelas dan sopan.</sup></p></li><li><p><sup>⁠Aktif didalam kegiatan organisasi baik di kampus maupun di lingkungan desa.</sup></p></li><li><p><sup>Berani mengkritik kebijakan yang salah maupun kurang adil berdasarkan data yang benar.</sup></p></li></ul></li></ol><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4274130098/145db1329bbd01c7712f68b278505bfb/WhatsApp_Image_2025_08_27_at_22_36_11__1_.jpeg" />
         <pubDate>2025-08-27 16:12:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikafathin/unap2gh815uosv4z/wish/3557304687</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
