<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>My smart padlet by Devi Antika</title>
      <link>https://padlet.com/deviantika0102/uewq5mwh3smlfuu</link>
      <description>Made with big dreams</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-03-04 01:28:10 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-03-04 01:40:48 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>RESUME MATERI PMD PERKEMBANGAN KURIKULUM DIMASA PELATIHAN</title>
         <author>deviantika0102</author>
         <link>https://padlet.com/deviantika0102/uewq5mwh3smlfuu/wish/2077012980</link>
         <description><![CDATA[<div><strong><em>Nama : Devi Antika <br>NPM : 21120445<br>Kelas : 2J</em></strong><br><br><strong>Benang Merah Pengembangan Kurikulum</strong><br> 1.Kurikulum prototipe<br> melanjutkan arah pengembangan kurikulum sebelumnya Orientasi holistik: kurikulum dirancang untuk mengembangkan murid secara holistik, mencakup kecakapan akademis dan non akademis, kompetensi kognitif, sosial, emosional, dan spiritual.<br> 2. Berbasis kompetensi, bukan konten: kurikulum dirancang berdasarkan kompetensi yang ingin dikembangkan, bukan berdasarkan konten atau materi tertentu.<br> 3. Kontekstualisasi dan personalisasi: kurikulum dirancang sesuai konteks (budaya, misi sekolah, lingkungan lokal) dan kebutuhan murid.<br> Kurikulum prototipe memiliki beberapa karakteristik utama yang mendukung pemulihan pembelajaran:<br> • Pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter (iman, taqwa, dan akhlak mulia; gotong royong; kebinekaan global; kemandirian; nalar kritis; kreativitas).<br> • Fokus pada materi esensial sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi.<br> • Fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan murid (teach at the right level) dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.<br> <br> <strong>PEMBELAJARAN &amp; ASESME</strong><br> Prinsip pengembangan kurikulum operasiona di satuan pendidikan :<br> 1. Berpusat pada peserta didik, <br> Yaitu pembelajaran harus memenuhi keragaman potensi, kebutuhan perkembangan dan tahapan belajar, serta kepentingan peserta didik. Profil Pelajar Pancasila selalu menjadi rujukan pada semua tahapan dalam penyusunan kurikulum operasional sekolah.<br> 2. Kontekstual,<br> Menunjukkan kekhasan dan sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan, konteks sosial budaya dan lingkungan, serta dunia kerja dan industri (khusus SMK), dan menunjukkan karakteristik atau kekhususan peserta didik berkebutuhan khusus (khusus SLB).<br> 3. Esensial, <br> Yaitu memuat semua unsur informasi penting/utama yang dibutuhkan dan digunakan di satuan pendidikan. Bahasa yang digunakan lugas, ringkas, dan mudah dipahami.<br> 4. Akuntabel, <br> Dapat dipertanggungjawabkan karena berbasis data dan aktual.<br> 5. Melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Pengembangan kurikulum satuan pendidikanmelibatkan komite satuan pendidikan dan berbagai pemangku kepentingan antara lain orang tua, organisasi, berbagai sentra, serta industri dan dunia kerja untuk SMK, di bawah koordinasi dan supervisi dinas Pendidikan atau kantor kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintah an di bidang agama sesuai dengan kewenangannya.<br> <br> <strong>KOMPONEN KOSEP</strong><br> Komponen ini menjadi komponen utama yang ditinjau setiap Karakteristik Satuan Pendidikan. Dari analisis konteks, dirumuskan karakteristik sekolah yang menggambarkan keunikan sekolah dalam hal peserta didik, sosial, budaya, guru, dan tenaga kependidikan. Untuk SMK, karakteristik melingkupi satuan pendidikan dan program keahliannya. Visi, Misi, dan Tujuan Visi :<br> • menggambarkan bagaimana peserta didik menjadi subjek dalam tujuan jangka panjang sekolah dan nilai-nilai yang dituju nilai-nilai yang mendasari penyelenggaraan pembelajaran agar peserta didik dapat mencapai Profil Pelajar Pancasila Misi misi menjawab bagaimana sekolah mencapai visi.<br> •Nilai-nilai yang penting untuk dipegang selama menjalankan misi Tujuan akhir dari kurikulum sekolah yang berdampak kepada peserta didik tujuan menggamba patok-patok (milestone) penting dan selaras dengan misi strategi sekolah untuk mencapai tujuan pendidikannya Kompetensi/karakteristik yang menjadi kekhasan lulusan sekolah tersebut dan selaras dengan profil Pelajar Pancasila Untuk SMK visi dan misi disusun untuk lingkup sekolah, sedangkan tujuan disusun untuk lingkup program keahlian berdasarkan analisis kebutuhan dunia kerja.<br> <br> <em>Kurikulum prototipe memiliki beberapa karakteristik utama yang mendukung pemulihan pembelajaran:</em><br> 1. Pembelajaran berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter (iman, taqwa, dan akhlak mulia; gotong royong; kebinekaan global; kemandirian; nalar kritis; kreativitas).&nbsp;</div><div>&nbsp;2. Fokus pada materi esensial sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi.</div><div>&nbsp;3. Fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan murid (teach at the right level) dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal.<br>&nbsp;<br>&nbsp;<strong>MANFAATAN MEDIA DALAM PEMBELAJARAN PARADIGMA BARU</strong><br> Martono (2011) Mendefinsikan augmented reality (AR) yaitu menggabungkan antara dunia nyata dengan dunia maya. Dari pendapat pendapat ini disimpulkan bahwa augmented reality (AR) adalah teknologi dengan bentuk gabungan antara keadaan di dunia maya dengan di dunia nyata atau dimana yang di dunia maya seakan akan menjadi nyata di dunia nyata. Website rumah belajar di&nbsp;</div><div>&nbsp;http://belajar.Kemdikbud.Go.ld, setelah masuk diberanda rumah belajar silahkan menuju ke bagian lihat selengkapnya lalu klik ikon augmented reality.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-04 01:39:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/deviantika0102/uewq5mwh3smlfuu/wish/2077012980</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
