<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Diskusi Permasalahan Pengelolaan Laut di Indonesia by MESAKH GITA WIJAYA, S.Pd.</title>
      <link>https://padlet.com/mesakh/udvvq25mxp4xj6cb</link>
      <description>Selamat siang anak-anak Kelas XI IPS 1 dan XI IPS 2, untuk pembelajaran hari ini kita belajar melalui padlet. Silakan anak-anak dapat membaca sebuah artikel kemudian menjawab pertanyaan pertanyaan dari artikel dibawah ini</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-09-14 01:21:05 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-11-05 05:36:06 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Permasalahan yang Terjadi di Laut Indonesia</title>
         <author>mesakh</author>
         <link>https://padlet.com/mesakh/udvvq25mxp4xj6cb/wish/1737863111</link>
         <description><![CDATA[<div>KOMPAS.COM/MASRIADI<br>Tiga kapal berbendera Malaysia yang melakukan ilegal fishing sesaat sebelum diledakkan di perairan Langsa, Aceh, Selasa (5/4/2016)<br>Penulis: Ari Welianto | Editor: Ari Welianto<br>KOMPAS.com - Indonesia merupakan negara maritim. Karena sebagian besar wilayah Indonesia merupakan perairan yang luas.<br><br>Kondisi itu menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki potensi besar di bidang lautan.<br><br>Dengan kondisi laut yang begitu luas berpotensi juga timbulannya permasalahan yang terjadi di laut Indonesia.<br><br>Dalam buku Mewujudkan Poros Maritim Dunia (2015) karya Andi Iqbal Burhanuddin, sejarah menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara maritim dengan kekayaan sumber daya alam kelautan yang melimpah.<br><br>Sehingga selama beberapa abad lamanya, pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dan peradaban di wilayah Nusantara memiliki kekuatan ekonomi dan politik dengan berbasis pada sumber daya kelautan.<br><br>Oleh karena itu penguatan Indonesia menuju negara maritim yang kuat diperlukan berbagai terobosan untuk mendayagunakan sumber daya kelautan secara optimal.<br><br>Namun, harus disadari bahwa mengelola sumber daya kelautan memang tidak semudah membalikan telapak tangan.</div><div><strong><br>Permasalahan kelautan di Indonesia<br></strong><br></div><div>Isu dan masalah yang harus dikelola sangat kompleks, sehingga membutuhkan pengelolaan terhadap dinamika yang ada.</div><div>Berikut beberapa permasalahan laut di Indonesia:</div><ul><li><strong>Ilegal fishing</strong></li></ul><div>Ilegal fishing atau penangkapan atau mencuri ikan secara ilegal (melanggar hukum) marak terjadi di wilayah kelautan Indonesia.<br><br>Di mana dilakukan oleh nelayan negara lain yang masuk ke wilayah kelautan Indonesia untuk menangkap ikan secara ilegal.</div><div>Itu menjadi ancaman bagi kelautan Indonesia, adanya ilegal fishing jelas merugikan bagi bangsa Indonesia.</div><div>Penangkapan ikan secara ilegal tidak hanya terjadi <a href="https://www.kompas.com/tag/laut-indonesia">laut Indonesia</a>, tapi juga menjadi masalah besar yang dihadapi banyak negara.</div><div>Pemerintah Indonesia lewat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berusah mencegah masuknya kapal-kapal asing ke wilayah laut Indonesia untuk mencuri ikan.</div><div>Bahkan ketika ada yang tertangkap, kapal ditenggelamkan dan orangnya diproses hukum.</div><ul><li><strong>Masalah sampah</strong></li></ul><div>Indonesia merupakan salah satu negara penyumbang sampah terbesar di laut.</div><div>Dikutip situs <em>Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)</em>, sampah plastik menjadi komponen terbesar sampah laut.</div><div>Di mana dilakukan oleh nelayan negara lain yang masuk ke wilayah kelautan Indonesia untuk menangkap ikan secara ilegal.</div><div>Itu menjadi ancaman bagi kelautan Indonesia, adanya ilegal fishing jelas merugikan bagi bangsa Indonesia.</div><div>Penangkapan ikan secara ilegal tidak hanya terjadi <a href="https://www.kompas.com/tag/laut-indonesia">laut Indonesia</a>, tapi juga menjadi masalah besar yang dihadapi banyak negara.</div><div>Pemerintah Indonesia lewat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berusah mencegah masuknya kapal-kapal asing ke wilayah laut Indonesia untuk mencuri ikan.</div><div>Bahkan ketika ada yang tertangkap, kapal ditenggelamkan dan orangnya diproses hukum.</div><ul><li><strong>Masalah sampah</strong></li></ul><div>Indonesia merupakan salah satu negara penyumbang sampah terbesar di laut.</div><div>Dikutip situs <em>Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)</em>, sampah plastik menjadi komponen terbesar sampah laut.</div><div>Sampah laut terdapat di semua habitan laut, mulai kawasan-kawasan padat penduduk hingga lokasi-lokasi terpencil yang tidak terjamah manusia.</div><div>Dari pesisir dan kawasan air dangkal hingga palung-palung laut dalam.</div><div>Kepadatan sampah laut beragam dari satu lokasi ke lokasi lain dipengaruhi oleh kegiatan-kegiatan manusia, kondisi perairan atau cuaca, struktur dan perilaku permukaan bumi.<br>Sampah yang masuk ke laut umumnya mengandung banyak plastik dan logam yang mengalami proses pelapukan dan penguraian yang cukup lama yaitu 50 – 400 tahun.</div><div>Secara umum sampah laut berdampak sektor ekonomi dan pariwisata, mengganggu kehidupan biota laut dan ekosistem pesisir dan kesehatan manusia.</div><div>Banyak biota yang memakan plastik (<em>entangled</em>) dan terjerat plastik (ingestion).<br><br>Perburuan ikan dengan cara merusak (destructive fishing)<br>Perburuan atau penangkapan ikan dengan cara merusak juga marak terjadi di wilayah laut Indonesia.<br>Cara yang sering ditemukan dengan menggunakan bahan yang berbahaya seperti portas dan sianida.<br>Ada juga yang menggunakan bahan peledak. Itu semua jelas dapat merusak sumber daya ikan dan lingkungan laut.<br>Selain itu dilakukan penangkapan ikan berlebihan.<br><br>Dilansir National Geographic, WWF mengatakan lebih dari 30 persen ikan dunia telah ditangkap secara cuma-cuma.</div><div>Sampah yang masuk ke laut umumnya mengandung banyak plastik dan logam yang mengalami proses pelapukan dan penguraian yang cukup lama yaitu 50 – 400 tahun.</div><div>Secara umum sampah laut berdampak sektor ekonomi dan pariwisata, mengganggu kehidupan biota laut dan ekosistem pesisir dan kesehatan manusia.</div><div>Banyak biota yang memakan plastik (<em>entangled</em>) dan terjerat plastik (ingestion).<br><br></div><ul><li><strong>Perburuan ikan dengan cara merusak (destructive fishing)</strong></li></ul><div>Perburuan atau penangkapan ikan dengan cara merusak juga marak terjadi di wilayah <a href="https://www.kompas.com/tag/laut-indonesia">laut Indonesia</a>.<br><br></div><div>Cara yang seringh ditemukan dengan menggunakan bahan yang berbahaya seperti portas dan sianida.</div><div>Ada juga yang menggunakan bahan peledak. Itu semua jelas dapat merusak sumber daya ikan dan lingkungan laut.</div><div><br></div><div>Dilansir <em>National Geographic</em>, WWF mengatakan lebih dari 30 persen ikan dunia telah ditangkap secara cuma-cuma.</div><div>Beberapa ikan seperti tuna sirip biru Atlantik dibur secara berlebihan sehingga spesiesnya kini terancam punah.<br><br></div><ul><li><strong>Perburuan Hiu</strong></li></ul><div>Meski sudah ada larangan, namun perburuan atau penangkapan hiu di perairan Indonesia semakin marak.</div><div>Mereka berburu hiu jenis apapun untuk diambil siripnya dan kemudian dijual.</div><div>Kondisi itu menjadikan Indonesia sebagai eksportir sirip hiu terbesar di dunia.</div><div>Kampanye <em>Stop Shark Finning</em> gencar dilakukan oleh pemerintah dan berbagai pihak. Negara-negara Uni Eropa juga telah melarang penuh upaya pemanfaatan hiu guna menjaga populasi predator tersebut di alam.<br><br>Pertanyaan :<br>1. Buatlah kesimpulan dari artikel diatas!<br>2. Bagaimanakah cara mengatasi permasalahan dalam pengelolaan laut di Indonesia?<br>3. Bagaimana caranya pengelolaan di Indonesia menjadi makmur? Berikan contohnya<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-14 01:37:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/mesakh/udvvq25mxp4xj6cb/wish/1737863111</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
