<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>LKM KELOMPOK 3 by Aiko</title>
      <link>https://padlet.com/kayoru/u82xcbjn5xqeso4i</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-11-11 02:22:51 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-11-11 08:57:38 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>soal-soal</title>
         <author>kayoru</author>
         <link>https://padlet.com/kayoru/u82xcbjn5xqeso4i/wish/3210836052</link>
         <description><![CDATA[<p>1.	Bagaimana olahraga dapat mempengaruhi sistem gerak? Jelaskan perubahan yang terjadi pada otot tulang dan sendi akibat latihan fisik secara teratur! </p><p><br></p><p>2.	Jelaskan mengapa penting bagi kita untuk mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang. Bagaimana nutrisi yang kita konsumsi mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan organ-organ tubuh terutama otak dan otot? </p><p><br></p><p>3.	Seorang pasien mengalami kesulitan bergerak di bagian bahu dan sendi panggul, sehingga gerakan rotasinya terbatas. Berdasarkan jenis sendi, identifikasilah kemungkinan gangguan yang terjadi dan jelaskan mengapa sendi ini memengaruhi kemampuan rotasi. </p><p><br></p><p>4.	Nina sering mengalami kram pada betisnya saat tidur di malam hari. Kram ini menyebabkan ototnya menegang secara tiba” dan terasa sangat nyeri. Apa penyebab umum dari kondisi ini? </p><p><br></p><p>5.	Mengapa kita merasa lelah setelah berlari? Bagaimana proses yang terjadi dalam tubuh yang menyebabkan rasa lelah itu. </p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-11 08:17:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kayoru/u82xcbjn5xqeso4i/wish/3210836052</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kayoru/u82xcbjn5xqeso4i/wish/3210856931</link>
         <description><![CDATA[<p>1) Olahraga dapat mempengaruhi sistem gerak yaitu dengan mempengaruhi kekuatan otot dan tulang yang merupakan alat gerak, dengan cara memperkuat otot dan tulang, memperlambat proses kerapuhan tulang, dan mengurangi resiko cedera.</p><p>Perubahan yang terjadi ketika otot tulang dan sendi melakukan latihan fisik secara teratur:</p><p>1. Memberi tekanan pada tulang dikarenakan otot lebih kuat sehingga tulang yang dimiliki lebih padat </p><p>2. Berkurangnya rasa nyeri dikarenakan otot di dalam tubuh mampu beradaptasi dengan baik </p><p>3. Melancarkan metabolisme dan peredaran darah pada kalsium dan mineral sebagai bahan pembentukan tulang</p><p>4. Mencegah resiko gangguan pada otot seperti osteoporosis, skoliosis, lordosis, dan lainnya</p><p>2) Penting bagi kita untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang tujuannya yaitu agar kesehatan tubuh terjaga, pertumbuhan sempurna (pada anak-anak), zat gizi tersimpan, dan aktivitas fungsi kehidupan sehari-hari berjalan optimal.</p><p>Nutrisi yang baik dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak yaitu mendukung fungsi otak, seperti dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan omega-3, antioksidan, dan vitamin B. Vitamin B6, misalnya, dapat membantu perkembangan otak anak dan menjaga kesehatan sistem saraf. Buah beri juga mengandung senyawa antioksidan yang dapat meningkatkan daya ingat dan komunikasi antar sel-sel otak. </p><p>Nutrisi juga dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otot yaitu Asupan protein dan kalsium yang cukup dapat membantu anak memiliki otot dan tulang yang sehat dan kuat. Protein berfungsi sebagai zat pembangun, sedangkan kalsium dapat membantu anak bertambah tinggi.</p><p>3) Gangguan pada pasien, sendi yang mungkin terpengaruh adalah sendi peluru. Kemungkinan gangguan yang terjadi adalah Arthirithis(peradangan sendi) , Kekakuan sendi, gangguan oada otot ligamen di sekitar sendi. Pengaruh nya pada rotasi adalah karena pada dasarnya sendi peluru berfungsi untuk gerakan ke segela arah sehingga mempengaruhi gerakan rotasi bebas di berbagai arah karena bentuknya yang menyerupai bola yang masuk ke dalam soket, memberikan rentang gerakan yang luas, termasuk fleksi, ekstensi, abduksi, adduksi, dan rotasi.</p><p>4) Kram otot betis yang terjadi tiba-tiba saat tidur atau yang dikenal dengan istilah nocturnal leg cramps, adalah kondisi yang umum dan dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti : </p><p>a. Dehidrasi, kurangnya cairan dalam tubuh yang bisa menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit, seperti natrium, kalium, dan magnesium, yang memengaruhi kontraksi otot.</p><p>b. Kurangnya aktivitas fisik atau perenggangan menyebabkan otot-otot menjadi kaku dan lebih mudah tegang saat beristirahat.</p><p>c. Kelelahan otot, aktivitas fisik yang berlebihan, terutama pada otot betis, bisa menyebabkan kelelahan otot dan menimbulkan kram saat tubuh dalam keadaan istirahat.</p><p>d. Gangguan sirkulasi darah, kondisi seperti varises atau gangguan pada pembuluh darah dapat mempengaruhi aliran darah ke otot betis, sehingga bisa memicu kram.</p><p>e. Posisi tidur yang tidak nyaman, menyebabkan otot betis tertarik atau tertekan sehingga lebih rentan mengalami kram.</p><p>5) Saat berlari, tubuh menghabiskan simpanan energi (glikogen) dan menghasilkan asam laktat karena kekurangan oksigen. Hal ini membuat otot terasa terbakar dan mudah lelah. Aktivasi otot ketika berlari, otot-otot utama seperti quadriceps , hamstrings , gluteus maximus , dan gastrocnemius diaktifkan untuk menghasilkan gerakan. Otot-otot ini bekerja keras untuk menggerakkan tubuh maju, dan semakin lama berlari, semakin banyak energi yang dibutuhkan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-11 08:36:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kayoru/u82xcbjn5xqeso4i/wish/3210856931</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kayoru/u82xcbjn5xqeso4i/wish/3210856994</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Olahraga  sangat mempengaruhi  sistem gerak kita.  Latihan fisik yang teratur saat olahraga dapat menyebabkan perubahan positif pada otot, tulang, dan sendi, meningkatkan fungsi dan kesehatan sistem gerak secara keseluruhan. Seperti:</p><p>A. Dampak pada Otot:</p><p>-Peningkatan Massa Otot:Latihan fisik, terutama latihan beban, merangsang pertumbuhan dan perkembangan serat otot.  Ini menyebabkan peningkatan massa otot, kekuatan, dan daya tahan otot.  </p><p>-Peningkatan Kekuatan dan Daya Tahan:  Olahraga membuat otot bekerja lebih keras, sehingga otot menjadi lebih kuat dan tahan terhadap kelelahan.  </p><p>-Peningkatan Fleksibilitas:Latihan peregangan dan latihan fleksibilitas membantu meningkatkan fleksibilitas otot dan rentang gerak sendi.  </p><p>B. Dampak pada Tulang:</p><p>-Peningkatan Kepadatan Tulang:Latihan beban dan latihan yang memberikan tekanan pada tulang, seperti lari dan lompat, membantu meningkatkan kepadatan tulang.  Ini mengurangi risiko osteoporosis (pengeroposan tulang) dan patah tulang.  </p><p>-Peningkatan Kekuatan Tulang: Olahraga membuat tulang lebih kuat dan tahan terhadap tekanan dan benturan.  </p><p>C. Dampak pada Sendi:</p><p>-Peningkatan Pelumas Sendi:Latihan fisik membantu meningkatkan produksi cairan sinovial, pelumas alami sendi.  Pelumas sendi yang cukup membantu mengurangi gesekan dan peradangan pada sendi.  </p><p>-Peningkatan Fleksibilitas Sendi:Latihan peregangan dan latihan fleksibilitas membantu meningkatkan fleksibilitas sendi dan rentang gerak.  </p><p>-Peningkatan Stabilitas Sendi:  Otot yang kuat membantu menstabilkan sendi, mengurangi risiko cedera dan peradangan.</p><p><br/></p><p>2. Sangat penting untuk konsumsi makanan bergizi seimbang karena hakikatnya makanan adalah sumber energi bagi kita, sehingga jika kita mengomsumsi makanan bergizi maka tubuh kita akan terpenuhu nutrisi baik yang dapat menunjang pertumbuhan dan perkembangan kita dan mencegah dari penyakit.</p><p>a. Nutrisi yang kita konsumsi mempengaruhi pertumbuhan otak dikarenakan adanya omega 3 yang berperan dalam pembentukan sel-sel otak yang penting untuk fungsi kognitif, konsentrasi, dan ingatan</p><p>b. Nutrisi yang kita konsumsi mempengaruhi pertumbuhan otot dikarenakan adanya protein yang merupakan pembangun dan perbaikan jaringan otot. Selain itu Vit D dan Kalsium penting untuk kesehatan otot dan tulang</p><p>c. konsumsi nutrisi seimbang juga dapat menjaga keseimbangan energi karena adanya konsumsi karbohidrat, lemak, dan protein. Selain itu, vitamin A,C,D,E dapat menjaga kekebalan tubuh dan mendukung metabolisme tubuh secara keseluruhan</p><p><br/></p><p>3. Pasien yang mengalami kesulitan bergerak pada bahu dan panggul mungkin mengalami gangguan pada sendi bola-dan-soket, yaitu jenis sendi yang memungkinkan rotasi penuh. Jika sendi ini mengalami masalah seperti peradangan atau cedera, gerakan rotasi akan terhambat, menyebabkan kesulitan dalam melakukan gerakan putaran pada bahu atau panggul.</p><p>Gangguan yang menyebabkan kesulitan bergerak pada sendi bahu dan panggul ini biasanya disebut osteoartritis atau radang sendi. Pada osteoartritis, tulang rawan yang melindungi ujung-ujung tulang mengalami kerusakan atau penipisan. Akibatnya, sendi menjadi kaku, sakit, dan gerakan rotasinya terbatas.</p><p>Selain osteoartritis, ada juga jenis radang sendi lain yang bisa menyebabkan gangguan ini, seperti arthritis reumatoid (radang sendi akibat gangguan autoimun) yang juga dapat mempengaruhi sendi bahu dan panggul.</p><p><br/></p><p>4. Kram otot pada betis di malam hari, seperti yang dialami Nina, bisa disebabkan oleh beberapa faktor umum, antara lain:</p><p>a. Dehidrasi: Kekurangan cairan dalam tubuh dapat mengganggu keseimbangan elektrolit, seperti kalium, kalsium, dan magnesium, yang penting untuk kontraksi dan relaksasi otot.</p><p>b. Kelelahan Otot: Aktivitas fisik yang berlebihan atau berdiri terlalu lama di siang hari dapat menyebabkan kelelahan otot yang memicu kram saat beristirahat.</p><p>c. Kekurangan Elektrolit: Defisiensi mineral seperti magnesium, kalium, atau kalsium dapat menyebabkan otot menjadi lebih rentan terhadap kram.</p><p>d. Sirkulasi Darah yang Kurang Optimal: Aliran darah yang terbatas ke otot kaki saat tidur dapat menyebabkan kram otot.</p><p>e. Posisi Tidur: Posisi kaki yang salah saat tidur, seperti kaki yang terlalu menekuk, bisa memicu kram karena otot berada dalam posisi tegang.</p><p><br/></p><p>5. Perasaan lelah setelah berlari disebabkan oleh beberapa proses fisiologis di dalam tubuh, terutama yang berkaitan dengan penggunaan energi dan akumulasi produk sampingan metabolisme. Berikut penjelasan prosesnya:</p><p>1. Penggunaan Energi dan Penurunan ATP (Adenosin Trifosfat)</p><p> Ketika kita berlari, otot membutuhkan energi lebih besar, dan sumber energi utama adalah ATP, molekul yang menyimpan energi. Cadangan ATP di dalam otot terbatas, sehingga tubuh harus menghasilkan lebih banyak ATP melalui metabolisme.</p><p>2. Respirasi Aerobik dan Anaerobik</p><p>Untuk menghasilkan ATP, tubuh menggunakan respirasi aerobik (menggunakan oksigen) atau anaerobik (tanpa oksigen). Dalam aktivitas seperti lari yang intensitasnya tinggi, tubuh sering kali tidak mampu memenuhi kebutuhan oksigen yang dibutuhkan untuk respirasi aerobik, sehingga masuk ke respirasi anaerobik. Pada respirasi anaerobik, glukosa dipecah menjadi asam laktat sebagai produk sampingan, yang dapat menumpuk di otot dan menyebabkan rasa pegal dan lelah.</p><p>3. Pengurangan Glikogen Otot</p><p>Glikogen adalah bentuk penyimpanan energi dari karbohidrat di otot dan hati. Ketika kita berlari dalam waktu yang lama, glikogen akan terus dipakai dan akhirnya berkurang. Penurunan cadangan glikogen menyebabkan kelelahan karena sumber energi utama otot semakin habis.</p><p>4. Ketidakseimbangan Elektrolit dan Dehidrasi</p><p>Saat kita berlari, tubuh mengeluarkan keringat yang mengandung elektrolit penting, seperti natrium dan kalium. Kehilangan elektrolit ini tanpa penggantian yang memadai dapat mengganggu fungsi sel-sel otot dan menyebabkan kram serta kelelahan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-11 08:36:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kayoru/u82xcbjn5xqeso4i/wish/3210856994</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KELOMPOK 4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kayoru/u82xcbjn5xqeso4i/wish/3210857528</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Saat seseorang melakukan latihan fisik secara rutin, tubuh akan menyesuaikan diri dengan beban yang diberikan. Penyesuaian ini terjadi secara bertahap dan berfungsi meningkatkan kekuatan, fleksibilitas, serta daya tahan pada komponen utama sistem gerak.</p><p>Dengan latihan yang konsisten, kekuatan dan daya tahan otot akan meningkat. Otot akan menyesuaikan diri untuk bekerja lebih lama tanpa cepat lelah. Selain itu, olahraga memperlancar aliran darah ke otot, membawa lebih banyak oksigen dan nutrisi yang diperlukan untuk pemulihan dan pertumbuhan otot. Sirkulasi darah yang optimal juga membantu mengeluarkan zat sisa metabolisme, sehingga otot bisa pulih lebih cepat setelah latihan.</p><p>Latihan fisik yang teratur juga bermanfaat untuk meningkatkan kepadatan tulang. Ketika melakukan aktivitas seperti lari, lompat, atau latihan beban, tulang menerima tekanan yang menjadikannya lebih kuat dan padat. Tekanan ini mendorong sel-sel tulang, khususnya osteoblas, untuk membentuk jaringan tulang baru.</p><p>Manfaat utama lainnya adalah peningkatan fleksibilitas sendi. Dengan berolahraga secara teratur, terutama melalui gerakan peregangan, sendi akan menjadi lebih fleksibel dan memiliki rentang gerak yang lebih luas. Fleksibilitas ini sangat penting untuk mengurangi risiko cedera, karena sendi yang kaku lebih rentan mengalami dislokasi atau cedera lainnya.</p></li><li><p>Mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang sangat penting untuk kesehatan dan perkembangan tubuh kita. Pertumbuhan dan Perkembangan otot dan otak dengan makanan bergizi seimbang menyediakan semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk tumbuh dan berkembang optimal. Nutrisi yang tepat mendukung perkembangan organ, termasuk:</p><p>a. Otak:Nutrisi seperti asam lemak omega-3, vitamin B, dan antioksidan sangat penting untuk perkembangan otak. Mereka membantu dalam pembentukan sel-sel saraf dan meningkatkan fungsi kognitif.</p><p>b. Otot: Protein dan asam amino esensial diperlukan untuk membangun dan memperbaiki otot. Karbohidrat juga penting sebagai sumber energi selama aktivitas fisik.</p></li><li><p>Pada sendi bahu dan panggul, gangguan yang menyebabkan keterbatasan rotasi dapat disebabkan oleh salah satu penyakit seperti: penyakit Arthritis, penyakit ini menyebabkan Peradangan pada sendi yang dapat mengakibatkan terbatasnya gerakan sendi, menyebabkan nyeri, dan membuat sendi terasa kaku. Pada bahu dan panggul, penyakit arthritis dapat menghambat rotasi dan fleksibilitas karena sendi menjadi kaku dan rentan nyeri.</p></li><li><p>Ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab kram betis saat tidur, antara lain:</p><p>a. Dehidrasi: Kekurangan cairan dalam tubuh dapat mengganggu keseimbangan untuk fungsi otot.</p><p>b. Kelelahan otot: Aktivitas fisik yang berlebihan atau terlalu lama berdiri atau duduk dapat membuat otot lelah dan rentan kram.</p><p>c. Kekurangan nutrisi: Kekurangan nutrisi seperti kalium, magnesium, dan kalsium dapat memicu kram otot.</p><p>d. Kehamilan: Pertambahan berat badan dan perubahan hormon selama kehamilan dapat meningkatkan risiko kram betis.</p><p>e. Penggunaan obat-obatan tertentu: Beberapa obat-obatan dapat menyebabkan kram otot sebagai efek sampingnya.</p><p>f. Kondisi medis tertentu: Penyakit seperti diabetes, penyakit ginjal, dan penyakit pembuluh darah perifer dapat meningkatkan risiko kram otot.</p><p>g. Posisi tidur: Posisi tidur yang tidak nyaman atau memaksa otot betis berkontraksi terlalu lama juga bisa memicu kram.</p></li><li><p>Setelah berlari, tubuh merasa lelah akibat proses metabolisme dan fisiologis yang terjadi untuk memenuhi kebutuhan energi. Otot memerlukan ATP sebagai energi, namun cadangan ATP dan glikogen cepat habis sehingga tubuh perlu terus memproduksi ATP. Ketika intensitas tinggi, tubuh beralih ke metabolisme anaerobik yang menghasilkan asam laktat, menyebabkan rasa terbakar di otot. Meski pernapasan dan detak jantung meningkat, tubuh mungkin masih kekurangan oksigen, memicu "utang oksigen" yang menambah rasa lelah. Keringat yang keluar juga mengurangi elektrolit dan cairan tubuh, sehingga timbul dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, dan peningkatan suhu tubuh, yang semuanya berkontribusi pada kelelahan. Kombinasi faktor-faktor ini membuat tubuh merasa lelah dan membutuhkan waktu untuk pemulihan.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-11 08:36:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kayoru/u82xcbjn5xqeso4i/wish/3210857528</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 5</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kayoru/u82xcbjn5xqeso4i/wish/3210862680</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>1</strong>. Olahraga secara teratur memberikan pengaruh positif yang signifikan pada sistem gerak pada otot berpengaruh Peningkatan Massa Otot, Peningkatan Kekuatan Otot, pengaruh dalam tulang Peningkatan Kepadatan Tulang, pengaruh pada sendi Penguatan Ligamen dan Tendon.</p><p><br></p><p>Perubahan yang terjadi akibat latihan fisik teraktur pada Otot, yaitu:</p><p><br></p><p>Peningkatan Kekuatan Otot: Otot menjadi lebih kuat dan mampu menghasilkan daya yang lebih besar setelah latihan rutin. Ini terjadi karena peningkatan jumlah serat otot yang lebih besar serta peningkatan kemampuan otot untuk menggunakan energi secara efisien.</p><p><br></p><p>Pada sendi</p><p>Meningkatkan Fleksibilitas dan Rentang Gerak: Latihan fisik yang teratur dapat membantu menjaga dan meningkatkan fleksibilitas sendi, serta memungkinkan sendi untuk bergerak dengan leluasa, mencegah kekakuan, dan memudahkan aktivitas sehari-hari.</p><p><br></p><p>Pada tulang</p><p>Penguatan Struktur Tulang: Beban yang diberikan pada tulang selama latihan merangsang sel-sel tulang (osteoblas) untuk memproduksi lebih banyak matriks tulang, yang memperkuat dan meningkatkan struktur tulang.</p><p><br></p><p><strong>2</strong>. Seperti yang telah kita ketahui mengonsumsi makanan bergizi seimbang dapat membantu meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tubuh, contohnya protein yang merupakan salah satu  nutrisi penting karna dapat membantu dan memperbaiki jaringan tubuh, membantu pertumbuhan otot dan berperan dalam produksi enzim dan hormon penting, kemudian ada lemak yang juga penting untuk membangun jaringan otak yang sehat, lalu ada zat besi yang mendukung pembentukan sel darah merah dan fungsi otak tidak lupa untuk minum air mineral yang dapat menjaga hidrasi tubuh secara optimal, mendukung fungsi organ tubuh dan membantu dalam proses penyerapan nutrisi.</p><p><br></p><p><strong>3</strong>. Kemungkinan gangguan yang terjadi yaitu Cedera Bahu dan Osteoarthritis.</p><p><br></p><p>- Cedera Bahu terjadi karena dislokasi bahu, retak tulang rawan, atau patah tulang selangka atau tulang lengan atas. Sehingga dapat menyebabkan nyeri, bengkak, dan membatasi gerakan sendi bahu.</p><p>- ⁠Osteoarthritis adalah peradangan sendi panggul yang dapat merusak tulang rawan. </p><p><br></p><p>Adanya kerusakan pada sendi seperti tulang rawan, otot, dan tendon, dapat memengaruhi kemampuan rotasi, karena komponen tersebut merupakan komponen utama yang mendukung pergerakan-pergerakan yang terjadi. Jika ada kerusakan maka sendi-sendi akan kehilangan fleksibilitasnya, rotasi menjadi terbatas, serta pergerakan yang ditimbulkan akan terasa sedikit menyakitkan.</p><p><br></p><p><strong> 4</strong>. Penyebab umum yang menyebabkan otot menegang secara tiba-tiba dan terasa sangat nyeri: </p><p>a). Posisi tidur yang salah: jika kita tidur dengan telapak kaki yang menekuk ke bawah dalam waktu lama maka saat tidur terlentang bisa menyebabkan kram.</p><p>b). Dehidrasi: jika kita kekurangan cairan tubuh maka dapat mengganggu keseimbangan elektrolit yang dapat membantu mencegah kram.</p><p>c). Kekurangan magnesium: magnesium berfungsi untuk merelaksasikan otot setelah kontraksi. Maka saat kadar magnesium rendah, otot tidak bisa rileks dengan baik, sehingga terjadi kram.</p><p><br></p><p><strong>5</strong>. Saat berlari, tubuh mengalami beberapa proses yang membutuhkan energi, sehingga menyebabkan rasa lelah. Berikut adalah beberapa penyebabnya:</p><p>a). Pemakaian Energi yang Cepat: Tubuh menggunakan adenosin trifosfat (ATP) untuk menggerakkan otot. Stok ATP di otot segera habis, dan tubuh harus terus menghasilkan lebih banyak. Semakin lama atau intens kita berlari, tubuh perlu lebih banyak energi, yang membuat kita lelah.</p><p>b). Penumpukan Asam Laktat: Saat oksigen kurang mencukupi untuk kebutuhan otot (kondisi anaerobik), tubuh menghasilkan asam laktat, yang menyebabkan otot terasa pegal dan lelah.</p><p>c). Kehabisan Glikogen: Glikogen, yaitu cadangan karbohidrat di otot dan hati, diubah menjadi glukosa untuk energi. Saat berlari, glikogen cepat digunakan, dan jika habis, tubuh merasa kehabisan tenaga.</p><p>d). Kekurangan Oksigen dan Peningkatan Detak Jantung: Semakin cepat kita berlari, semakin banyak oksigen yang diperlukan untuk otot. Hal ini membuat pernapasan dan detak jantung meningkat. Jika kebutuhan oksigen tidak terpenuhi, otot akan lebih cepat merasa lelah.</p><p>e). Kehilangan Cairan dan Elektrolit: Ketika kita berkeringat, tubuh kehilangan cairan dan elektrolit (seperti natrium, kalium, dan magnesium). Ketidakseimbangan ini dapat menyebabkan kelelahan, kram otot, dan dehidrasi.</p><p>f). Kelelahan Sistem Saraf: Sistem saraf mengirimkan sinyal ke otot untuk bergerak. Saat berlari terlalu lama, sistem saraf mengalami kelelahan karena terus bekerja, yang menambah rasa lelah.</p><p>Gabungan dari semua faktor ini membuat tubuh merasa lelah setelah berlari.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-11 08:41:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kayoru/u82xcbjn5xqeso4i/wish/3210862680</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 6</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/kayoru/u82xcbjn5xqeso4i/wish/3210864280</link>
         <description><![CDATA[<p>1.Oalhraga dapat mempengaruhi sistem gerak karena terjadinya adaptasi fisiologis, tubuh akan beradaptasi terhadap stres yang diberikan oleh latihan. Misalnya, saat mengangkat beban berat, otot akan mengalami mikro-robekan. Kemudian, tubuh akan memperbaiki robekan tersebut dengan membangun serabut otot yang lebih besar dan kuat.</p><p><br></p><p>Perubahan yang terjadi yaitu:</p><p>Pada otot:</p><p>a.Peningkatan massa otot: Latihan kekuatan akan merangsang pertumbuhan serabut otot, sehingga otot menjadi lebih besar dan kuat.</p><p>b.Peningkatan kekuatan otot: Dengan latihan yang konsisten, kemampuan otot untuk menghasilkan gaya akan meningkat.</p><p>Pada tulang:</p><p>a.Peningkatan kepadatan tulang: Latihan beban akan merangsang pembentukan sel-sel pembentuk tulang (osteoblas), sehingga tulang menjadi lebih padat dan kuat. Hal ini sangat penting untuk mencegah osteoporosis.</p><p>b.Peningkatan kekuatan tulang: Tulang yang sering menerima tekanan dari aktivitas fisik akan menjadi lebih kuat dan tahan terhadap cedera.</p><p>Pada sendi:</p><p>a.Peningkatan pelumasan sendi: Olahraga merangsang produksi cairan sinovial, yang berfungsi sebagai pelumas sendi. Hal ini mengurangi gesekan antar tulang dan mencegah kerusakan sendi.</p><p>b.Peningkatan stabilitas sendi: Otot-otot yang kuat di sekitar sendi akan memberikan dukungan yang lebih baik, sehingga sendi menjadi lebih stabil dan mengurangi risiko cedera.</p><p><br></p><p>2.Tubuh kita juga membutuhkan nutrisi yang seimbang untuk berfungsi optimal. Nutrisi yang didapat dari makanan berperan penting dalam memberikan energi, memperbaiki sel, menjaga sistem imun dan mempertahankan fungsi organ. Pengaruh Nutrisi terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Otak dan Otot </p><p>Pada Otak:</p><p>a.Asam Lemak Omega-3: Asam lemak omega-3 membantu meningkatkan kemampuan belajar. Sumbernya bisa ditemukan pada ikan salmon, tuna, dan biji chia.</p><p>b.Vitamin B: Berperan dalam produksi energi yang dibutuhkan oleh otak. Kekurangan vitamin B dapat menyebabkan gangguan kognitif. memori, dan konsentrasi. </p><p>c. Zat Besi: Membantu membawa oksigen ke otak, sehingga otak bisa berfungsi dengan optimal.</p><p>Pada Otot:</p><p>a.Protein: Bahan utama pembentuk otot. Protein yang cukup dibutuhkan untuk pertumbuhan otot dan perbaikan jaringan otot yang rusak setelah berolahraga.</p><p>b.Karbohidrat: Memberikan energi yang dibutuhkan otot saat beraktivitas.</p><p>c. Vitamin D: Membantu penyerapan kalsium yang penting untuk kesehatan tulang dan otot.</p><p><br></p><p>3.Pasien yang mengalami kesulitan bergerak di bagian bahu dan sendi panggul, khususnya dalam hal rotasi, kemungkinan mengalami gangguan pada sendi bola dan soket. Gangguan ini dapat menyebabkan peradangan, kerusakan tulang rawan, ketidakstabilan, dan pembatasan gerakan, yang semuanya dapat memengaruhi kemampuan rotasi. Diagnosis yang tepat dan penanganan yang tepat waktu sangat penting untuk meminimalkan dampak gangguan dan mengembalikan fungsi sendi</p><p><br></p><p>4.Kram otot yang sering terjadi pada malam hari dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah kurangnya asupan mineral seperti magnesium, kalsium, dan kalium yang berperan dalam kontraksi otot. Kekurangan mineral-mineral ini dapat mengganggu keseimbangan elektrolit dalam tubuh, sehingga meningkatkan risiko kram. Selain itu, suplai darah yang tidak mencukupi juga dapat memicu kram otot. Hal ini biasanya disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah, yang menghambat aliran darah dan oksigen ke otot, sehingga menimbulkan rasa nyeri dan kejang.</p><p><br></p><p>5.Kita merasa lelah setelah berlari karena merupakan respons alami tubuh terhadap aktivitas fisik yang berat. Proses yang terjadi dalam tubuh yang menyebabkan rasa lelah yaitu saat berlari kita  merasa kekurangan oksigen dan membutuhkan banyak energi, tubuh kita tidak bisa menyediakan oksigen dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan otot yang bekerja keras. Proses anaerobik yang terjadi akibat kurangnya oksigen menghasilkan asam laktat, yang menyebabkan kelelahan otot. Selain itu, kapasitas jantung, paru-paru, dan sistem sirkulasi terbatas dalam menyuplai oksigen, dan faktor-faktor seperti dehidrasi dapat menyebabkan otot terasa lemah, kram, dan meningkatkan rasa lelah dan stres pada sistem saraf juga memperburuk rasa lelah.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-11-11 08:42:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/kayoru/u82xcbjn5xqeso4i/wish/3210864280</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
