<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Menuju Bintang Suroya by Muliayawan Gumilar</title>
      <link>https://padlet.com/rodenstockgumilar/tvti0vvt091dqibf</link>
      <description>Kepesantrenan</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2023-08-31 02:02:22 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-08-31 02:41:29 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/26bd.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Adab Bertanya Kepada Guru</title>
         <author>daffaardhikahidayat</author>
         <link>https://padlet.com/rodenstockgumilar/tvti0vvt091dqibf/wish/2679104750</link>
         <description><![CDATA[<div>Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,<br><br>فَسْئَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لاَتَعْلَمُونَ<br>“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui” (QS. An Nahl: 43).<br><br>Bertanyalah kepada para ulama, begitulah pesan Allah di ayat ini, dengan bertanya maka akan terobati kebodohan, hilang kerancuan, serta mendapat keilmuan. Tidak diragukan bahwa bertanya juga mempunyai adab di dalam Islam. Para ulama telah menjelaskan tentang adab bertanya ini. Mereka mengajarkan bahwa pertanyaan harus disampaikan dengan tenang, penuh kelembutan, jelas, singkat dan padat, juga tidak menanyakan pertanyaan yang sudah diketahui jawabannya.<br><br>Di dalam Al-Qur’an terdapat kisah adab yang baik seorang murid terhadap gurunya, kisah Nabi Musa dan Khidir. Pada saat Nabi Musa ‘alaihissalam meminta Khidir untuk mengajarkannya ilmu,<br><br>اِنَّكَ لَنْ تَسْتَطِيْعَ مَعِيَ صَبْرًا<br>“Khidir menjawab, Sungguh, engkau(musa) tidak akan sanggup sabar bersamaku” (QS. Al Kahfi: 67).<br><br>Nabi Musa, Kaliimullah dengan segenap ketinggian maqomnya di hadapan Allah, tidak diizinkan untuk mengambil ilmu dari Khidir, sampai akhirnya percakapan berlangsung dan membuahkan hasil dengan sebuah syarat dari Khidir.<br><br>فَلا تَسْأَلْنِي عَنْ شَيْءٍ حَتَّى أُحْدِثَ لَكَ مِنْهُ ذِكْراً<br>“Khidir berkata, jika engkau mengikuti maka janganlah engkau menanyakanku tentang sesuatu apapun, sampai aku menerangkannya” (QS. Al Kahfi:70).<br><br><br>Jangan bertanya sampai diizinkan, itulah syarat Khidir kepada Musa. Maka jika seorang guru tidak mengizinkannya untuk bertanya maka jangalah bertanya, tunggulah sampai ia mengizinkan bertanya. Kemudian, doakanlah guru setelah bertanya seperti ucapan, Barakallahu fiik, atau Jazakallahu khoiron dan lain lain. Banyak dari kalangan salaf berkata,<br><br>مَا صَلَّيْتُ إِلاَّ وَدَعَيْتُ لِوَالِدَيَّ وَلِمَشَايِخِيْ جَمِيْعَا<br>“Tidaklah aku mengerjakan sholat kecuali aku pasti mendoakan kedua orang tuaku dan guru guruku semuanya.”<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1793106968/5077a193b8c38b8216198a92af3c3a3c/Putih_Sederhana_Motivasi_Islami_Cerita_Instagram_20230831_085928_0000.png" />
         <pubDate>2023-08-31 02:09:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rodenstockgumilar/tvti0vvt091dqibf/wish/2679104750</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rodenstockgumilar/tvti0vvt091dqibf/wish/2679108715</link>
         <description><![CDATA[<div>Syaikh Bakr Abu Zaid Rahimahullah di dalam kitabnya Hilyah Tolibil Ilm mengatakan,<br>“Pakailah adab yang terbaik pada saat kau duduk bersama syaikhmu, pakailah cara yang baik dalam bertanya dan mendengarkannya.”<br>Syaikh Utsaimin mengomentari perkataan ini,<br>“Duduklah dengan duduk yang beradab, tidak membentangkan kaki, juga tidak bersandar, apalagi saat berada di dalam majelis.”<br>Ibnul Jama’ah mengatakan,<br>“Seorang penuntut ilmu harus duduk rapi, tenang, tawadhu’, mata tertuju kepada guru, tidak membetangkan kaki, tidak bersandar, tidak pula bersandar dengan tangannya, tidak tertawa dengan keras, tidak duduk di tempat yang lebih tinggi juga tidak membelakangi gurunya”.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2119886278/80a8819bf6481b7209bd8ffb5c3d9a6f/F771B143_8326_4DD1_94DE_FF249D0A3820.png" />
         <pubDate>2023-08-31 02:12:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rodenstockgumilar/tvti0vvt091dqibf/wish/2679108715</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ricko</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rodenstockgumilar/tvti0vvt091dqibf/wish/2679109493</link>
         <description><![CDATA[<div>Maksudnya adalah mencari guru yang diyakini memiliki pemahaman ilmu-ilmu syariat (agama Islam) yang mendalam serta diakui keahliannya oleh guru-guru yang lain.<br>Seorang guru yang baik adalah orang yang banyak melakukan kajian (pembahasan/penelitian), perkumpulan (berdiskusi), serta bukan hanya orang yang mempelajari ilmu hanya melalui buku (tanpa melalui bimbingan seorang guru) ataupun dia tidak pernah bergaul dengan guruguru lain yang lebih cerdas. Imam as-Syafi’i berkata:<br>مَنْ تَفَقَّهَ مِنْ بُطُوْنِ اْلكُتُبِ ضَيَّعَ اْلاَحْكَامَ<br>“Barang siapa mempelajari ilmu pengetahuan yang hanya melalui buku, maka ia telah menyia-nyiakan hukum”.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2116562184/f5bb21b3ecc5ebb75ba3e757598adc35/png_20230831_090452_0000.png" />
         <pubDate>2023-08-31 02:12:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rodenstockgumilar/tvti0vvt091dqibf/wish/2679109493</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Adab Mendoakan Guru (Muhammad Daffa Alif Syahputera XI-1A)</title>
         <author>mdaffaalifsyah</author>
         <link>https://padlet.com/rodenstockgumilar/tvti0vvt091dqibf/wish/2679112572</link>
         <description><![CDATA[<div>Mendo'akan guru yang telah mengajarkan ilmu agama merupakan bagian dari adab penuntut ilmu. Dalam hadits yang diriwayatkan dari shahabat Abdullah bin Umar Radhiallahu 'anhuma, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,<br><br>"Dan barangsiapa berbuat baik kepada kalian maka balaslah kebaikannya. Jika kamu tidak mampu (membalas kebaikannya) maka berdoalah kebaikan untuknya hingga ia mengetahui bahwa kalian telah membalasnya." (HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrod no.216)<br><br>Jika saja seseorang diperintahkan agar membalas kebaikan orang yang berjasa kepadanya dalam urusan dunia walaupun sekadar dengan do'a, maka membalas jasa syaikh atau ustadz yang telah mengajarkan ilmu agama tentu lebih utama.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2122183539/4b1edce46a3db17bb34c626b7e77035c/Screenshot_20230831_085655_Instagram.jpg" />
         <pubDate>2023-08-31 02:15:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rodenstockgumilar/tvti0vvt091dqibf/wish/2679112572</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Adab Tidak Mendahului Guru</title>
         <author>mammar6</author>
         <link>https://padlet.com/rodenstockgumilar/tvti0vvt091dqibf/wish/2679116359</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Muhammad Naufal Ammar<br><br>Tidak mendahului seorang guru dalam menjelaskan suatu persoalan atau menjawab pertanyaan yang diajukan oleh siswa lain. Lebih" dengan maksud menampakkan (pamer) pengetahuan (kepintarannya) di hadapan guru. Hendaknya ia juga tidak memotong pembicaraan/penjelasan gurunya ataupun mendahului perkataannya. Seorang murid juga harus berkonsentrasi ketika diberi penjelasan ataupun ketika diberi perintah, sehingga sang guru tidak perlu mengulanginya dua kali.<br><br>dalam kitab Majmu'ah Rasail al-Imam al-Ghazali (Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, t.th., halaman 431), Imam al-Ghazali memberikan nasihat dalam risalahnya dengan judul al-Adab fid Din sebagai terkait adab murid kepada guru sebagai berikut:<br><br></div><div dir="rtl">آداب المتعلم مع العالم: يبدؤه بالسلام ، ويقل بين يديه الكلام ، ويقوم له إذا قام ، ولا يقول له : قال فلان خلاف ما قلت ، ولا يسأل جليسه في مجلسه ، ولا يبتسم عند مخاطبته ، ولا يشير عليه بخلاف رأيه ، ولا يأخذ بثوبه إذا قام ، ولا يستفهمه عن مسألة في طريقه حتى يبلغ إلى منزله، ولا يكثر عليه عند ملله.</div><div>Artinya, “Adab murid terhadap guru, yakni: mendahului beruluk salam, tidak banyak berbicara di depan guru, berdiri ketika guru berdiri, tidak mengatakan kepada guru, “Pendapat fulan berbeda dengan pendapat Anda”, tidak bertanya-tanya kepada teman duduknya ketika guru di dalam majelis, tidak mengumbar senyum ketika berbicara kepada guru, tidak menunjukkan secara terang-terangan karena perbedaan pendapat dengan guru, tidak menarik pakaian guru ketika berdiri, tidak menanyakan suatu masalah di tengah perjalanan hingga guru sampai di rumah, tidak banyak mengajukan pertanyaan kepada guru ketika guru sedang lelah.”<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2122200515/db256515c38bc685694ef71e476201c7/5C62B933_9290_4B39_9A2F_3866E24EB433.png" />
         <pubDate>2023-08-31 02:17:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rodenstockgumilar/tvti0vvt091dqibf/wish/2679116359</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Adab tidak membelot perintah guru</title>
         <author>tahmad13</author>
         <link>https://padlet.com/rodenstockgumilar/tvti0vvt091dqibf/wish/2679117409</link>
         <description><![CDATA[<div>Bahkan idealnya, sikap seorang pelajar kepada gurunya adalah laksana seorang pasien kepada seorang dokter yang ahli dalam menangani penyakitnya. Oleh karena itu, ia hendaknya selalu meminta saran terlebih dahulu kepada sang guru atas apapun yang akan ia lakukan dan serta berusaha mendapatkan restunya. Sesungguhnya kehinaan seorang pelajar di hadapan gurunya justru merupakan suatu kemuliaan. Ketundukannya adalah suatu kebanggaan. Dan kerendahan hati terhadapnya adalah suatu keluhuran.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1971275680/58ea57d382d2054caa161c0558a90c1b/3_20230831_091509_0002.png" />
         <pubDate>2023-08-31 02:18:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rodenstockgumilar/tvti0vvt091dqibf/wish/2679117409</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Cara memilih guru</title>
         <author>mrafihidayatmrh</author>
         <link>https://padlet.com/rodenstockgumilar/tvti0vvt091dqibf/wish/2679117739</link>
         <description><![CDATA[<div><br><br>Ibrahim an-Nakha’i rahimahullah mengatakan:<br><br>كَانُوا إِذَا أَتَوْا الرَّجُلَ لِيَأْخُذُوا عَنْهُ، نَظَرُوا إِلَى هديه، وَإِلَى سَمْتِهِ، وَ صلاته, ثم أخذوا عنه&nbsp;<br><br>“Para salaf dahulu jika mendatangi seseorang untuk diambil ilmunya, mereka memperhatikan dulu bagaimana aqidahnya, bagaimana akhlaknya, bagaimana shalatnya, baru setelah itu mereka mengambil ilmu darinya” (HR. ad-Darimi dalam Sunan-nya, no.434)<br><br>Imam Malik rahimahullah berkata:<br><br>لاَ يُؤْخَذُ الْعِِلْمُ عَنْ أَرْبَعَةٍ: سَفِيْهٍ مُعلِنِ السَّفَهِ , وَ صَاحِبِ هَوَى يَدْعُو إِلَيْهِ , وَ رَجُلٍ مَعْرُوْفٍ بِالْكَذِبِ فِيْ أَحاَدِيْثِ النَّاسِ وَإِنْ كَانَ لاَ يَكْذِبُ عَلَى الرَّسُوْل صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , وَ رَجُلٍ لَهُ فَضْلٌ وَ صَلاَحٌ لاَ يَعْرِفُ مَا يُحَدِّثُ بِهِ<br><br>“Ilmu tidak boleh diambil dari empat orang: (1) Orang bodoh yang nyata kebodohannya, (2) Shahibu hawa‘ (ahlul bid’ah) yang mengajak agar mengikuti hawa (kebid’ahan), (3) Orang yang dikenal dustanya dalam pembicaraan-pembicaraannya dengan manusia, walaupun dia tidak pernah berdusta atas (nama) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, (4) Seorang yang mulia dan shalih yang tidak mengetahui hadis yang dia sampaikan” (At-Tamhid, karya Ibnu Abdil Barr, 1/66).<br><br>Source : https://konsultasisyariah.com/38673-bagaimana-cara-memilih-guru-atau-ustadz.html<br>Imam asy-Syathibi mengatakan&nbsp;<br><br>Pertama, ia telah mengamalkan apa yang telah ia pelajari sehingga ucapan yang keluar darinya sesuai dengan perbuatannya. Apabila perbuatannya tidak sesuai dengan ucapannya maka ia bukan ahli/pakar yang pantas untuk diambil ilmu darinya serta ia tidak pantas dijadikan panutan dalam ilmu.<br><br>&nbsp;<br><br>Kedua, ia adalah seorang guru yang dahulunya ditempa oleh para pakar dalam bidang keilmuan tersebut. Ia telah sempurna mengambil ilmu dari guru-gurunya serta ia telah lama hidup bersama (mulazamah) dengan para guru-gurunya. Sehingga ia pantas mendapatkan pujian dan gelar sebagaimana guru-gurunya.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1822370497/078aa57036c21e4ba5556cb46839a545/20230831_091225_0000.png" />
         <pubDate>2023-08-31 02:18:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rodenstockgumilar/tvti0vvt091dqibf/wish/2679117739</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>dhilwan</author>
         <link>https://padlet.com/rodenstockgumilar/tvti0vvt091dqibf/wish/2679119245</link>
         <description><![CDATA[<div><em>“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memasuki rumah yang bukan rumah kalian sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagi kalian, agar kalian selalu ingat. Jika kalian tidak menemui seorangpun di dalamnya, maka janganlah kalian masuk sebelum kalian mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu: “Kembalilah, maka hendaklah kalian kembali. Hal itu lebih suci bagi kalian dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.</em> <em>Tidak ada dosa atas kalian memasuki rumah yang tidak disediakan untuk didiami, yang di dalamnya ada keperluan kalian, dan Allah mengetahui apa yang kalian nyatakan dan apa yang kalian sembunyikan.</em> <strong>(QS. An-Nur: 27-29) (Ahmad bin Sulaiman al-‘Arini, Ahkam al-Isti`dzan Fi assunnah wa al-Qur`an, )</strong></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2122192979/a9d9abb0d7c9db1b9ff7ce8262906c42/pendidikansunnah_1.jpg" />
         <pubDate>2023-08-31 02:19:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rodenstockgumilar/tvti0vvt091dqibf/wish/2679119245</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>mhakim9</author>
         <link>https://padlet.com/rodenstockgumilar/tvti0vvt091dqibf/wish/2679119931</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2122203660/3523ebba6b4d2c0270a5a1ec82850833/723B031C_0E44_43FB_BB53_C456725627A3.png" />
         <pubDate>2023-08-31 02:20:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rodenstockgumilar/tvti0vvt091dqibf/wish/2679119931</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>fadkokyt</author>
         <link>https://padlet.com/rodenstockgumilar/tvti0vvt091dqibf/wish/2679126892</link>
         <description><![CDATA[<div>Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, serta shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad, utusan Allah dan suri tauladan bagi umat manusia.<br><br>Hadirin yang mulia,<br><br>Pada kesempatan yang baik ini, marilah kita merenungkan pandangan mulia terhadap guru dalam perspektif Islam. Guru adalah sosok yang memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian dan karakter generasi muda. Dalam Islam, pandangan terhadap guru sangatlah tinggi, seiring dengan ajaran-ajaran agama yang menekankan pentingnya ilmu pengetahuan dan pendidikan.<br><br>Allah berfirman dalam Al-Quran (QS. Al-Isra, 17:36), "Dan janganlah kamu mengatakan terhadap sesuatu, 'Sesungguhnya aku akan melakukan itu besok', kecuali dengan (menambahkan), 'Insya Allah'." Pesan ini mengajarkan kita rendah hati dan menyadari bahwa Allah memiliki kendali mutlak atas segala hal. Sebuah pelajaran penting yang diajarkan oleh guru kepada kita.<br><br>Rasulullah SAW sendiri mengajarkan kita untuk menghormati dan menghargai guru. Beliau bersabda, "Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju Surga." (HR. Muslim). Hadis ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan guru dalam mengantarkan kita pada ilmu yang membawa keberkahan.<br><br>Hadirin yang dirahmati Allah,<br><br>Sungguh mulia pandangan Islam terhadap guru, tidak hanya sebatas memberikan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk akhlak dan moralitas yang baik. Guru merupakan cerminan nilai-nilai agama yang harus dijunjung tinggi. Oleh karena itu, kita sebagai murid harus berusaha memahami, menghormati, dan mengambil pelajaran dari guru dengan penuh pengabdian.<br><br>Dalam konteks ini, mari kita jadikan pandangan mulia terhadap guru sebagai inspirasi untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai pendidikan dan mendukung perkembangan dunia pendidikan. Mari kita jadikan guru sebagai mitra dalam mengembangkan potensi diri, baik secara intelektual maupun moral, sehingga kita dapat menjadi generasi yang berkontribusi positif bagi masyarakat dan umat.<br><br>Terima kasih. Semoga Allah memberkahi kita semua dalam perjalanan kita menuntut ilmu dan mengamalkannya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2122205771/cebb5a8ecf5f910177e43e696ccce221/20230831_092015_0000.png" />
         <pubDate>2023-08-31 02:24:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rodenstockgumilar/tvti0vvt091dqibf/wish/2679126892</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>muhammadzalfar053</author>
         <link>https://padlet.com/rodenstockgumilar/tvti0vvt091dqibf/wish/2679127648</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1971275379/8f551a9a94594d28d97dc8669542e06f/20230831_092100_0000.png" />
         <pubDate>2023-08-31 02:25:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rodenstockgumilar/tvti0vvt091dqibf/wish/2679127648</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sabar terhadap guru</title>
         <author>fadlycahyadi2007</author>
         <link>https://padlet.com/rodenstockgumilar/tvti0vvt091dqibf/wish/2679127975</link>
         <description><![CDATA[<div>Di antara adab seorang murid yaitu senantiasa bersabar atas marah dan kerasnya sikap guru. Karena marah dan ketegasan seorang guru konon terdapat keberkahan di dalamnya</div><div><br></div><div>adakalanya guru bersikap tegas dan keras. Kita sebagai murid sudah sepatutnya bersabar, tidak boleh sebel, menggerutu dalam hati, apalagi sampai membenci sang guru. Menariknya di pesantren-pesantren salaf, banyak santri yang malah ingin sekali dimarahi kiainya. Karena konon katanya marahnya seorang kiai atau ustaz adalah bentuk rasa sayang dan keajaiban yang akan menjelma menjadi sebuah keberkahan di kemudian hari.</div><div>Imam al-Syafi’i (w. 204 H) mengatakan,</div><div dir="rtl">&nbsp;اصْبِرْ عَلَى مُرِّ الْجَفَا مِنْ مُعَلِّمِ #&nbsp; فَإِنَّ رُسُوْبَ الْعِلْمِ فِيْ نُفْرَاتِهِ</div><div>“Bersabarlah terhadap kerasnya sikap seorang guru. Sesungguhnya gagalnya menuntut ilmu itu karena memusuhinya (sang<a href="https://majalahnabawi.com/adab-bertanya-kepada-guru/"> guru</a>)”</div><div>Dalam kitab at-Tibyan fi Adabi Hamlatil Qur’an karya Imam al-Nawawi (w. 676 H), terdapat satu pasal khusus yang membahas <a href="https://majalahnabawi.com/adab-seorang-murid-dalam-menuntut-ilmu/">adab seorang murid</a> kepada guru yang keras dan tegas</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2122200380/bcf0527378d8620d54f635b90c854a74/IMG_6286.jpeg" />
         <pubDate>2023-08-31 02:25:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rodenstockgumilar/tvti0vvt091dqibf/wish/2679127975</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
