<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Perlawanan kesultanan goa by Candra Prastya</title>
      <link>https://padlet.com/prastyacandra072/turhgqa7520fsta7</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-09-21 04:15:31 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-10-11 11:07:38 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Sekilas tentang perlawanan goa</title>
         <author>prastyacandra072</author>
         <link>https://padlet.com/prastyacandra072/turhgqa7520fsta7/wish/2306129536</link>
         <description><![CDATA[<div>Tanggal 7 Juli 1667, meletus Perang Gowa. Tentara VOC dipimpin<br>oleh Cornelis Janszoon Spelman, diperkuat oleh pengikut Aru<br>Palaka dan ditambah orang-orang Ambon di bawah pimpinan<br>Jonker van Manipa. Kekuatan VOC ini menyerang pasukan Goa<br>dari berbagai penjuru. Beberapa serangan VOC berhasil ditahan<br>pasukan Hasanuddin. Tetapi dengan pasukan gabungan disertai<br>peralatan senjata yang lebih lengkap, VOC berhasil mendesak<br>pasukan Hasanuddin. Benteng pertahanan tentara Gowa di<br>Barombang dapat diduduki oleh pasukan Aru Palaka. Hal ini<br>menandai kemenangan pihak VOC atas kerajaan Gowa.<br>Hasanuddin kemudian dipaksa untuk menandatanganiPerjanjian<br>Bongaya pada tanggal 18 November 1667, yang isinya antara lain<br>sebagai berikut.Gowa harus mengakui hak monopoli VOCSemua<br>orang Barat, kecuali Belanda harus meninggalkan wilayah<br>GoaGowa harus membayar biaya perangSultan Hasanuddin tidak<br>ingin melaksanakan isi perjanjian itu, karena isi perjanjian itu<br>bertentangan dengan hati nurani dan semboyan masyarakat<br>Gowa atau Makassar. Pada tahun 1668 Sultan Hasanuddin<br>mencoba menggerakkan kekuatan rakyat untuk kembali<br>melawan kesewenang-wenangan VOC itu. Namun perlawanan<br>ini segera dapat dipadamkan oleh VOC. Dengan sangat terpaksa<br>Sultan Hasanuddin harus melaksanakan isi Perjanjian Bongaya.<br>Bahkan benteng pertahanan rakyat Gowa jatuh dan diserahkan<br>kepada VOC. Benteng itu kemudian oleh Spelman diberi nama<br>Benteng Rotterdam.<br>Disukai komunitas kami<br>114 orang merasa terbantu<br>ayunur17<br>Terpelajar<br>61 jawaban<br>36.1 rb orang terbantu<br>. Tanggal 7 Juli 1667, meletus Perang Gowa. Tentara VOC<br>dipimpin oleh Cornelis Janszoon Spelman, diperkuat oleh<br>pengikut Aru Palaka dan ditambah orang-orang Ambon di bawah<br>pimpinan Jonker van Manipa. Kekuatan VOC ini menyerang<br>pasukan Goa dari berbagai penjuru. Beberapa serangan VOC<br>berhasil ditahan pasukan Hasanuddin. Tetapi dengan pasukan<br>gabungan disertai peralatan senjata yang lebih lengkap, VOC<br>berhasil mendesak pasukan Hasanuddin. Benteng pertahanan<br>tentara Gowa di Barombang dapat diduduki oleh pasukan Aru<br>Palaka. Hal ini menandai kemenangan pihak VOC atas kerajaan<br>Gowa. Hasanuddin kemudian dipaksa untuk<br>menandatanganiPerjanjian Bongaya pada tanggal 18 November<br>1667, yang isinya antara lain sebagai berikut.Gowa harus<br>mengakui hak monopoli VOCSemua orang Barat, kecuali Belanda<br>harus meninggalkan wilayah GoaGowa harus membayar biaya<br>perangSultan Hasanuddin tidak ingin melaksanakan isi perjanjian<br>itu, karena isi perjanjian itu bertentangan dengan hati nurani dan<br>semboyan masyarakat Gowa atau Makassar. Pada tahun 1668<br>Sultan Hasanuddin mencoba menggerakkan kekuatan rakyat<br>untuk kembali melawan kesewenang-wenangan VOC itu. Namun<br>perlawanan ini segera dapat dipadamkan oleh VOC. Dengan<br>sangat terpaksa Sultan Hasanuddin harus melaksanakan isi<br>Perjanjian Bongaya. Bahkan benteng pertahanan rakyat Gowa<br>jatuh dan diserahkan kepada VOC. Benteng itu kemudian oleh<br>Spelman diberi nama Benteng Rotterdam.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1813507588/d361fb5e0e6b2cd29e6addcf032070e1/collectie_tropenmuseum_de_wonij_20220617070950.jpg" />
         <pubDate>2022-09-21 04:18:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/prastyacandra072/turhgqa7520fsta7/wish/2306129536</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Latar belakang perlawanan kesultanan goa</title>
         <author>prastyacandra072</author>
         <link>https://padlet.com/prastyacandra072/turhgqa7520fsta7/wish/2306130659</link>
         <description><![CDATA[<div>perlawanan gua dengan pasukan kolonial belanda terjadi<br>saat belanda mulai mengatahui pentingnya pelabuhan gowa<br>sebagai transito bagi kapal-kapal yang berlayar. selain itu letak<br>pelabuhan Gowa sangat strategis karena terletak antara malaka<br>dan maluku. sehingga belanda menjalin hubungan dengan raja<br>gowa untuk berdagang di pelabuhannya, namun pihak belanda<br>mulai meluncurkan taktik liciknya dengan penagihan utang<br>kepada pembesar pedagang gowa dengan cara licik sehingga<br>terjadilah pembunuhan terhadap seorang awak kapal milik<br>benda. pihak belanda juga memblokir beberapa tempat seperti<br>sambaopuLatar belakang terjadinya perlawanan goa<br>perlawanan gua dengan pasukan kolonial belanda terjadi<br>saat belanda mulai mengatahui pentingnya pelabuhan gowa<br>sebagai transito bagi kapal-kapal yang berlayar. selain itu letak<br>pelabuhan Gowa sangat strategis karena terletak antara malaka<br>dan maluku. sehingga belanda menjalin hubungan dengan raja<br>gowa untuk berdagang di pelabuhannya, namun pihak belanda<br>mulai meluncurkan taktik liciknya dengan penagihan utang<br>kepada pembesar pedagang gowa dengan cara licik sehingga<br>terjadilah pembunuhan terhadap seorang awak kapal milik<br>benda. pihak belanda juga memblokir beberapa tempat seperti<br>sambaopu</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1813507588/8c2a7cffcde17585217523ea180995ad/88655_sultan_hasanuddin.jpg" />
         <pubDate>2022-09-21 04:19:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/prastyacandra072/turhgqa7520fsta7/wish/2306130659</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Proses berjalanya perlawanan kesultanan goa</title>
         <author>prastyacandra072</author>
         <link>https://padlet.com/prastyacandra072/turhgqa7520fsta7/wish/2306133451</link>
         <description><![CDATA[<div>Kerajaan Goa merupakan salah satu kerajaan yang sangat<br>terkenal di Nusantara. Pusat pemerintahannya berada di Somba<br>Opu yang sekaligus menjadi pelabuhan kerajaan Goa. Somba Opu<br>senantiasa terbuka untuk siapa saja, Banyak para pedagang asing<br>yang tinggal dikota itu. Masyarakat Goa senantiasa berpegang<br>pada prinsip hidup sesuai dengan kata - kata<br>"Tanahku terbuka bagi semua bangsa", "Tuhan menciptakan<br>tanah dan laut, tanah dibagikannya untuk semua manusia dan<br>laut adalah milik bersama."Dengan prinsip keterbukaan itu maka<br>Goa cepat berkembang. Dengan melihat peran dan posisinya<br>yang strategis, VOC berusaha keras untuk dapat mengendalikan<br>Goa dan menguasai pelabuhan Somba Opu serta menerapkan<br>monopoli perdagangan. Raja Goa Sultan Hasanuddin ingin<br>menghentikan tindakan VOC yang anarkis dan provokatif itu.<br>Sultan Hasanuddin menentang ambisi VOC yang memaksakan<br>monopoli di Goa. Sultan Hasanuddin dipaksa untuk<br>menandatangani perjanjian Bongaya pada tanggal 18 November<br>1667, yang isinya antara lain sbb.<br>1. Goa harus mengakui hak monopoli VOC<br>2. Semua orang barat, kecuali Belanda harus meninggalkan<br>wilayah Goa<br>3. Goa harus membayar biaya perang<br>tetapi, Sultan Hasanuddin tidak ingin melaksanakan isi perjanjian<br>itu, karena itu bertentangan dengan hati nurani dan semboyan<br>masyarakat Goa atau Makasar. pada tahun 1668 Sultan<br>Hasanuddin mencoba menggerakkan kekuayan rakyat kembali<br>untuk kembali melawan kesewenang - wenangan VOC itu.<br>Namun, digagalkan oleh VOC. Terpaksalah Sultan Hasanuddin<br>harus melaksanakan isi perjanjian Bongaya. Bahkan benteng<br>pertahanan Goa jatuh dan diserahkan kepada VOC. Benteng itu<br>kemudian oleh Spelman diberi nama Benteng<br>Rotterdam.Kerajaan Goa merupakan salah satu kerajaan yang<br>sangat terkenal di Nusantara. Pusat pemerintahannya berada di<br>Somba Opu yang sekaligus menjadi pelabuhan kerajaan Goa.<br>Somba Opu senantiasa terbuka untuk siapa saja, Banyak para<br>pedagang asing yang tinggal dikota itu. Masyarakat Goa<br>senantiasa berpegang pada prinsip hidup sesuai dengan kata -<br>kata<br>"Tanahku terbuka bagi semua bangsa", "Tuhan menciptakan<br>tanah dan laut, tanah dibagikannya untuk semua manusia dan<br>laut adalah milik bersama."Dengan prinsip keterbukaan itu maka<br>Goa cepat berkembang. Dengan melihat peran dan posisinya<br>yang strategis, VOC berusaha keras untuk dapat mengendalikan<br>Goa dan menguasai pelabuhan Somba Opu serta menerapkan<br>monopoli perdagangan. Raja Goa Sultan Hasanuddin ingin<br>menghentikan tindakan VOC yang anarkis dan provokatif itu.<br>Sultan Hasanuddin menentang ambisi VOC yang memaksakan<br>monopoli di Goa. Sultan Hasanuddin dipaksa untuk<br>menandatangani perjanjian Bongaya pada tanggal 18 November<br>1667, yang isinya antara lain sbb.<br>1. Goa harus mengakui hak monopoli VOC<br>2. Semua orang barat, kecuali Belanda harus meninggalkan<br>wilayah Goa<br>3. Goa harus membayar biaya perang<br>tetapi, Sultan Hasanuddin tidak ingin melaksanakan isi perjanjian<br>itu, karena itu bertentangan dengan hati nurani dan semboyan<br>masyarakat Goa atau Makasar. pada tahun 1668 Sultan<br>Hasanuddin mencoba menggerakkan kekuayan rakyat kembali<br>untuk kembali melawan kesewenang - wenangan VOC itu.<br>Namun, digagalkan oleh VOC. Terpaksalah Sultan Hasanuddin harus melaksanakan isi perjanjian Bongaya. Bahkan benteng<br>pertahanan Goa jatuh dan diserahkan kepada VOC. Benteng itu<br>kemudian oleh Spelman diberi nama Benteng Rotterdam.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1813507588/272a93037f485b363d1457e7337b06e1/dep3_f4xkaaknrl.jpg" />
         <pubDate>2022-09-21 04:22:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/prastyacandra072/turhgqa7520fsta7/wish/2306133451</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Akhir Perlawanan kesultanan goa</title>
         <author>prastyacandra072</author>
         <link>https://padlet.com/prastyacandra072/turhgqa7520fsta7/wish/2306134516</link>
         <description><![CDATA[<div>Perlawanan antara Goa dan VOC yang dimana pada saat itu Goa<br>di pimpin oleh Sultan Hassanudin berlangsung sengit.Dan pada<br>akhir dari perlawanan itu adalah diadakannya perjanjian<br>Bongaya.Di mana perjanjian itu sangat merugikan Kerajaan Goa<br>karena harus menanggung semua kerugian dari peperangan<br>tersebut.Dan Sultan Hassanudin harus menyerahkan Kerajaan<br>Goa pada VOC</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1813507588/bbc478bb1b02c69939f60522031927e1/Latar_Belakang_Perlawanan_Banten_Terhadap_VOC.jpg" />
         <pubDate>2022-09-21 04:23:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/prastyacandra072/turhgqa7520fsta7/wish/2306134516</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
