<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Hiroshima Diary by MRR</title>
      <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-09-11 04:06:02 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-08-07 04:07:52 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Diary Entry #1Rina Triana Kamis, 26 Mei 2022</title>
         <author>rezarustam</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2201906961</link>
         <description><![CDATA[<div>Hai , saya rina datang ke Jepang pada tanggal 01 Maret 2020 dan saat ini sudah hampir 2 tahunan ya bekerja di suatu perusahaan yang merawat lansia , saya seorang kaigo ( Caregiver ) .<br><br>Hari ini saya mendapatkan shif pagi ( Hayya ) yang masuk pukul 07:00 .<br>jarak yang di tempuh dari apato sampai tempat bekerja adalah 20 menit dengan memakai sepeda.&nbsp;<br><br>saya berangkat dari apato jam 06.30 .&nbsp;<br>“Wah… pagi ini sejuk sekali” gumam saya dengan mengayuh sepeda di tanjakan ,&nbsp;<br>sesekali saya&nbsp; buka masker yang dipakai ketika tidak ada kendaraan yang lewat . &nbsp;<br>“Sebentar lagi akan masuk musim panas, akan sangat lelah berada di tanjakan ini 😞 “ &nbsp;<br>Tempat kerja saya berada di dalam bukit , untuk menuju kesana harus melewati tanjakan 90•derajat&nbsp; dan terowongan yang sangat panjang , musim panas dulu saya harus menyiapkan satu botol minuman untuk melewati tanjakan cinta tersebut 😁&nbsp;<br><br>Jam 06.50 sudah tepat sampai di tempat kerja , langsung memasukan kartu absen dan mengganti baju .&nbsp;<br>Shif pagi ini itu berdua dan shif malam 2 orang juga , pasien yang kami rawat saat ini ada 48 lansia . Tempat kerja saya&nbsp; sistem nya team work, dimana yang shift pada hari itu semua bekerja sama untuk merawat semua kebutuhan&nbsp; lansia .&nbsp;<br><br>Ketika sampai ke ruangan, saling menyapa dengan teman yang lain nya, saling menanyakan kabar hari ini&nbsp; dan berbagi informasi tentang keadaan pasien .<br>Pagi ini saya bertugas berada di Hooru ( Hall).&nbsp; menyiapkan minuman ( teh ) , lalu menyapa semua pasien , menyemprotkan alkohol pada tangan dan memberikan teh , membagikan handuk kecil hangat untuk membersihkan wajah , memasangkan gigi palsu , memasang epuron bagi pasien yang makannya sulit untuk rapih.&nbsp;<br>Saya sangat senang dengan lansia jadi walaupun mood saya di rumah sedang tidak enak , tapi dengan berbicara dengan mereka&nbsp; akan ada selalu ekspresi lucu dan topik yang di tanyakan berbeda .<br><br>Sembari menunggu datang makan pagi jam 07.40 , saya menghampiri pasien sayan yang masih bisa berkomunikasi dengan baik yaitu Mrs.E yang sedang membuka- buka koran tanpa di baca dengan perlahan .&nbsp;<br>Saya menanyakan apa yang sedang ia lihat . Mrs. E mengatakan sedang melihat adanya anggota team yakyuu (baseball ) yang di jelaskan permainannya.<br>&nbsp;Lalu saya mulai menanyakan tentang jadwal Carp&nbsp; yakyuu hari ini , tetapi dia belum melihat jadwalnya. Saya&nbsp; bertanya lagi padanya tentang pengalaman yakyuu , Mrs.E&nbsp; menjelaskan bahwa dirinya hanya suka melihat pertandingannya saja ,&nbsp; tidak pernah bermain yakyuu dari kecil&nbsp; karena itu permainan yang memerlukan tempat yang luas, dan permainan yang sedikit rumit ada ketakutan terkena bola nya .&nbsp;<br>Lalu satu hal&nbsp; yang membuat saya&nbsp; penasaran ,&nbsp; selama di Jepang saya belum pernah melihat pertandingan team yakyuu yang perempuan , lalu saya pun menanyakan pada Mrs.E .&nbsp;<br>Penjelasan dari Mrs.E tentang team yakyuu perempuan bahwa sangat jarang sekali ada , tetapi ada permainan yang mirip dengan yakyuu yaitu softball yang sering di mainkan&nbsp; oleh perempuan , hanya saja peraturannya berbeda .&nbsp;<br>Hari ini saya baru tahu bahwa ada&nbsp; permainan sofball juga , mungkin secara sederhana di Indonesia adalah permainan kasti 🤭 karena yang terkenal di tv Jepang&nbsp; sering adanya pertandingan adalah yakyuu( baseball) , ucap saya pada Mrs.E .<br><br>Ternyata perbincangan kami di dengar oleh pasien saya yang suka dengan yakyuu , yaitu Mr. M&nbsp; penggemar carp Hiroshima .&nbsp;<br>Lalu dia mengatakan pada saya bahwa yakyuu lebih menarik dari softball ,&nbsp; peralatan dan lapangan yakyuu lebih besar . ada 9 pemain dalam satu team pertandingan yakyuu , ada beberapa tugasnya yaitu yang pelempar , pemukul , penjaga garis kiri kanan tengah dsb , Ucap Mr. M dengan sangat serius menjelaskannya .<br>Mr. M mulai belajar mengikuti pertandingan yakyuu sejak SMP ,&nbsp; pernah mengikuti Klub yakyuu pada masa SMA , dan setelah bekerja tidak pernah bertanding lagi .&nbsp;<br><br>Tidak terasa percakapan kami berhenti ketika makanan pagi sudah sampai di ruangan . Saya dan team kerja pagi itu mulai membagikan makanan , dan membantu makan pada pasien yang sulit untuk makan sendiri. Pagi ini member shift pagi nya bisa bisa bekerja sama jam 08.30 sudah selesai semua nya . &nbsp;<br>Lalu datang team yang pagi biasa (Nikking ) 6 orang , dan di mulai chorei untuk memberikan informasi umum baik tentang pasien , ataupun informasi yang penting yang harus dilakukan hari itu .&nbsp;<br>&nbsp;<br>Mulai pukul 08. 50 - 11.45 saya di tugaskan ke tempat memandikan pasien ( Ofuro ) .&nbsp;<br>Hari ini ada team yang memandikan di ofuro sebanyak 8 orang , dan pasien yang akan di mandikan sebanyak 36 lansia .&nbsp; Beginilah sumber sakit pinggang saya hehe&nbsp;<br><br>Di ofuro , hari ini bertemu&nbsp; teman orang Indonesia yang berbeda ruangan . Kebetulan jadwal ofuro sama .&nbsp;<br>Kami berdua saling bercerita , teman saya mengeluh karena banyak sekali shif siang nya , hampir 13 kali salam satu bulan ini , jadwal bulan depan pun sama . keluhan ini sudah di sampaikan pada kepala ruangan tapi belum ada perubahan ucap nya . Dan saya mengatakan , hal ini akan saya sampaikan pada penanggung jawab jisussei di ruangan .<br><br>Di sela- sela&nbsp; pergantian&nbsp; lansia yang mandi per ruangan , ada istirahat nya .&nbsp;<br>Di sana kami saling bercerita tentang hal yang random bersama teman orang Jepang juga . mereka menginginkan kami tetap kembali kesini untuk bekerja , tapi kami belum tau nanti akan balik ke tempat yang sama atau tidak , bahkan akan kembali bekerja ke Jepang atau tidak , masih belum terpikirkan karena saat ini . &nbsp;<br>Mereka&nbsp; mengerti kita cape disini tapi yah pastinya mereka juga tidak bisa membantu selain memberikan semangat . &nbsp;<br><br><br>Jam 11.45 pun datang , dan selesai tugas kami Di ofuro , lalu melanjutkan bekerja di ruangan masing - masing untuk membantu makan siang pada pasien lalu menidurkan siang .&nbsp;<br>&nbsp;Saya mendapat istirahat jam 12.30-13.30 , saya gunakan untuk Istirahat , makan dan solat .&nbsp;<br>Setelah satu jam istirahat , kembali lagi untuk melanjutkan tugas yang masih tersisa , yaitu menyiapkan baju untuk pasien yang hari Jumat jadwal mandi ( masuk Ofuro)&nbsp; . Namun Saya mendampingi kohai untuk melakukan tugas tersebut , saya hanya mengecek setelah di siapkan .&nbsp;<br>Ketika menjelaskan pada kohai , saya tidak di larang memakai bahasa Indonesia . Kata orang Jepang nya itu akan membantu merek lebih memahami apa yang seharusnya di kerjakan . Mungkin karena saya orang pertama dari Indonesia yang datang , jadi mereka takut jika kohai saya kesulitan menangkap apa yang di bicarakan orang Jepang, lalu saya harus siap siaga menjelaskan nya .&nbsp;<br>Tepat pukul 14.15 oyatsu ( cemilan ) sore hari di bagikan di hooru (hall)&nbsp; , jika sudah selesai makan mereka akan di antar ke toilet jika tidak bisa sendiri . Setelah dari toilet ada yang di tidurkan kembali ke kamar karena nanti akan di ganti pempes nya , ada juga yang kembali ke hooru menunggu makan malam dengan menonton tv . Jika pasien mandiri , dia akan melakukan apa yang ingin di lakukan .&nbsp;<br><br>Sebelum saya jam pulang 15.30 , saya menghampiri pasien yang sedang duduk di lorong depan kamar sembari&nbsp; melipat Kertas, dia adalah Mrs. K .&nbsp;<br>Saya bertanya , apa yang sedang dia lakukan . Dia&nbsp; menjawab , sedang melipat kertas untuk tempat sampah .&nbsp;<br>Saya menanyakan lagi tentang jadwal yakyuu hari ini , lalu dia mengatakan bahwa hari ini ada yakyuu jadwal ke 3 dari hirosima club jam 6 dan mungkin selesai sampai malam .&nbsp;<br>“apakah kemarin menang? “ tanya saya ,&nbsp;<br>Mrs. K menjawab lagi “Iya kemarin menang 5-2 loh , lihat di dinding sana sudah saya tulis “ , lalu saya masuk ke kamarnya untuk memastikan&nbsp; dan benar saja sudah di tulis hehe&nbsp;<br>“ Hebat yaa nonton terus yakyuu, suka banget yakyuu ya ?&nbsp; Tanya ku sembari memeluk Mrs. K&nbsp;<br>Dia tertawa “ bukan karena suka , tapi bingung mau nonto apa , kalau tidak ada yakyuu yaa pertandingan sumo , jika tidak ada sumo yaa yakyuu&nbsp; , yang lain tidak ada yang menarik “ ujarnya&nbsp;<br>“ Oke , besok kabarin saya ya kalau yakyuu nya menang ,&nbsp; saya mau pulang sebentar lagi “ pamit saya&nbsp;<br>“Hati - hati yaa , sore nanti hujan “ lambaian tangannya saya tinggalkan .&nbsp;<br><br>Setelah itu saya menulis menu di papan tulis untuk besok , menyiapkan sikat gigi dan kumur untuk setelah makan malam nanti , lalu ada sisa waktu di gunakan untuk berbincang dengan teman kerja .&nbsp;<br>Setelah jam 15.30 , saya bergegas pulang , sampai rumah istirahat , mandi , solat , ketiduran karena cape .&nbsp;<br>Sekian , Terimakasih untuk hari ini ~</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-27 07:03:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2201906961</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Diary entry #1 ANGGI MELANI Kamis, 26 Mei 2022</title>
         <author>rezarustam</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2201938410</link>
         <description><![CDATA[<div><br><br>Hari ini saya shift nikkin berangkat jam 8 sebenarnya jam kerjanya di mulai jam 08.30 tapi karena mengikuti budaya jepang yang kebanyakan orang-orang berangkat 30 menit sebelum jam kerja bahkan ada yang 1 jam sebelum kerja sudah di ruangan,dulu pas awal-awal merasa kaget karena dulu pas saya praktik di rumah sakit indonesia orang-orang berada di ruangan kerja sudah mepet jam kerja gitu, bahkan ada yang telat 5 menit dan sudah seperti hal yang wajar tapi disini beda banget, terlambat masuk kerja itu seperti hal yang memalukan dan aku pernah merasakannya.<br>Oke, lanjut ke cerita awal ya<br>Setelah sampai tempat kerja seperti biasa harus membaca rekam medis pasien dan moshiokori. Di sela -sela bekerja karena kebetulan hari ini satu shift sama temen ku orang jepang yg sefrekuensi seneng ngobrol dan bercanda kita berdebat hal yang sepele dan sedikit tidak jelas, yaitu tentang yomikata bahasa inggris. Cara baca bahasa inggris orang jepang dengan orang indonesia benar-benar beda jauh misalnya “black”,orang jepang bacanya jadi burakku, dulu pertama kali denger sampai bingung “burakku itu apaa yaa?” Dan ternyata black hitam saking beda jauh cara bacanya sampai tidak mengerti. Dan orang jepang pun mengakui sangat sulit belajar bahasa inggris karena cara bacanya susah dan mengartikannya harus dari belakang sama halnya dengan kita orang indonesia yg belajar bahasa jepang.<br>Kemudian pas ada jam longgar saya dan temenku baca koran kemudian ada gambar orang utan terus mereka nanya orang utan bahasa indonesianya apa? Ya aku jawab "orang utan". Ternyata bahasa jepangnya orang utan itu sama seperti bahasa indonesia dan mereka kaget “kok bisa sama yaa?” Gara-gara itu dia seharian nanya terus kotoba bahasa indonesia, sampai-sampai memanggilku sensei bahasa indonesia karena pengen belajar bahasa indonesia.<br>Karena temen satu shiftnya seru dan kerja sambil ngobrol terus membuat waktu terasa cepat dan kerja meskipun berat jadi ngga terasa.<br>Jam 17.00 saya pulang jalan kaki kerumah karena jarak rumah dan tempat kerja dengan jalan kaki hanya 10 menitan. Karena hari ini saya ada jadwal belajar bahasa jepang online untuk persiapan ujian jlpt N2 sebelum pulang saya mampir ke family mart untuk ngeprint soal yg sudah di kirimkan sensei di email. Setelah itu sampai rumah bersih-bersih diri masak kemudian makan terus jam 20.00 mengikuti kajian rutin malam jumat masjid mihara via zoom sampai jam 22.00 dan lanjut belajar bahasa jepang online dengan sensei selama 1 jam.<br>Hari ini karna jadwalnya padat dari pulang kerja sampai tidur terasa capek banget alhamdulillahnya besok libur jadi bisa istirahat seharian.<br>Sekian dulu dan oyasumi.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1271041899/509ad9f9472dbc61dba1200b1a4e3bfe/WhatsApp_Image_2022_05_27_at_12_38_24_AM.jpeg" />
         <pubDate>2022-05-27 07:40:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2201938410</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dessy AP Kamis, 26 Mei 2022 #1</title>
         <author>rezarustam</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2201946194</link>
         <description><![CDATA[<div><br></div><div>“Desssy sannnnnnnnnnnn” suara keras memanggil namaku, menyadarkanku dari lamunan.&nbsp;<br><br></div><div>“Ha ha hai, nan desyouka?” Jawab aku gagap dan terlihat belum siap menerima perintah untuk melakukan Tindakan keperawatan. &nbsp;<br><br></div><div>“Gomen ne! Syobun shite kureru?” Kata seorang perawat senior 夜勤専門 (khusus shift malam) sambil menyodorkan 20 ml obat pencahar. Aku menerima obatnya dan menuju kamar pasien pemilik obat pencahar tersebut. Aku baru melangkahkan kaki menuju lorong, perawat penanggung jawab ruangan sontak memanggilku.&nbsp;<br><br></div><div>“Kamu mau kemana?”&nbsp;<br><br></div><div>“Mau kasih obatnya ke *** san” jawabku.&nbsp;<br><br></div><div>“Kan tadi disuruh dibuang”&nbsp;<br><br></div><div>“Heh?” Jawab aku kebingungan.&nbsp;<br><br></div><div>Kalau menigngat kembali kejadian waktu itu, rasanya malu sekali. Hari ini, 26 Mei 2022 persis seminggu kejadian itu berlalu. Aku masih sangat ingat rasa deg-degan nya seperti apa. Kecerobohanku yang tidak mengonfirmasi kembali sebuah tindakan yang kotoba/kosa katanya aku tidak mengerti dengan baik.&nbsp;<br><br></div><div>Pada hari itu, perawat penanggung jawab ruangan menjelaskan kepada ku kosa kata yang dipake untuk memberi instruksi kepada ku diatas (shobun). 処分（syobun) artinya buang, jadi 処分してくれる syobun shite kureru artinya tolong buang (obatnya).&nbsp;<br><br></div><div>Setahu aku buang dalam Bahasa Jepang adalah suteru 捨てる. Kata itu yang paling umum digunakan. Jadi Ketika perawat shift malam bilang “syobun shite kureru”, aku&nbsp; sebenarnya kurang paham maksudnya apa, karena kosata syobun sangat asing bagiku, dan itu pertama kali aku mendengarnya.&nbsp;<br><br></div><div>Tetapi biasanya, Ketika pasien (yang dimaksud itu) pulang cuci darah dan tercatat seharian belum BAB, maka diberi obat pencahar tersebut. Oleh karena itu aku pikir yang dimaksud perawat shift malam itu adalah meminta tolong kepadaku untuk memberikan obat tersebut kepada si pasien. Bodohnya aku tampa memperhatikan kosa kata yang aku tidak mengerti tadi langsung mengambil kesimpulan berdasarkan kebiasaan tersebut.&nbsp;<br><br></div><div>Ya, aku salah dan sangat menyesal. Seandainya perawat penanggung jawab ruangan tidak memperhatikan aku, kemungkinan besar aku akan melakukan kesalahan tindakan. Yakni memberi obat pencahar pada kondisi yang tidak tepat (waktu itu pasiennya ternyata BAB didalam popok).&nbsp;<br><br></div><div>Dari kejadian itu aku akhirnya menemukan satu kosa kata baru yaitu shobun yang artinya buang. Kosa kata yang akan terus aku ingat, karena mengetahuinya melalui kejadian yang yang cukup bikin jantung berdebar, merasa bersalah dan malu.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-27 07:50:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2201946194</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kartika  #1 27 May 2022</title>
         <author>rezarustam</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2202238415</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1271041899/689e355710210ce634cd53d1c7e30ea2/Kartika_20AUDIO_2022_05_27_20_35_12.mp3" />
         <pubDate>2022-05-27 14:07:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2202238415</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Taufiq #1 Rabu 25-mei-2022</title>
         <author>rezarustam</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2202257551</link>
         <description><![CDATA[<div>Asalamualaikum&nbsp;<br>Rabu 25-mei-2022 inoshima , hiroshima, Jepang<br>Hari ini seperti biasa kegiatan rutinitas bekerja di jepang<br>Aku selalu bangun jam 4.30 , sholat shubuh , setelah sholat subuh aku masak untuk sarapan pagi dan membuat bento untuk makan siang nanti, karena di tempat kerjaku tdk dikasih untuk makan siang, jadi akhirnya hrus buat sendiri.&nbsp;<br>Aku bekerja di perusahaan perkapalan yaitu di bagian isolasi pipa panas, atau bahasa jepangnya itu bonetsu,&nbsp;<br>Di perusahaan kami bekerja, orang asing yaitu orang indonesia dan orang thailand, orang indonesia nya ada 4 orang dan orang thailadnya ada 11 orangan.&nbsp;<br>Karena tempat kerja atau genbanya berbeda beda, kami selalu berpisah pisah, . Jadi seperti di buat tim masing masing. Dan di masing masing tim tersebut orang jepangnya satu orang untuk menjadi leader kami, tapi kebetulan aku selalu bekerja cuman berdua dengan orng jepang. Dan hari ini aku bekerja dengan fatner kerjaku org jepang yang namanya yosida san, jadi dia yang mengantar pulang pergi dari rumah ketempat kerja setiap hari, jarak tempuh rumah atau apatoku ke tempat kerja dengan menggunakan mobil, memerlukan waktu sekitar 30 menitan. Dan aku berangkat dri rumah jam 7.00 sampe tenpat pekerjaan jam 7.30an, seperti hari sebelumnya disetiap perjalanan pergi kerja atau pulang kerja aku suka belajar kaiwa dengan orang dia, bahkan dulu pas awal awal&nbsp; aku sering minta diajarkan kotoba kotoba bahasa hiroshima beng , yah walaupun awal awalnya bingung atau kurang faham dengan apa yang dia bicarakan, tapi lama kelamaan,karen dia sering ngajarin dan menjelaskan&nbsp; jadi akhirnya bisa dapat mudah di fahami. Kami di perjalanan selalu bercerita tentang kehidupana kebudayaan masing masing negara kami,&nbsp;<br>Yah walaupun aku menceritakan indonesia dengan bahasa jepangku yang kurang bagus, dia bisa memahami, kadang kalo ada kesalahan dlm bahasa jepangku dia suka membenarkan bahasa jepangku, dan akhirnya aku setiap hari tahu kotoba kotoba bahasa jepang yang belum pernah aku pelajari sebelumnya.&nbsp;<br>Alhmdulilah sih dapet patner yang baik seperti dia.&nbsp; Bersyukur bangt sih sekrg bisa befatner sama dia karena dulu pas awal masuk kerja aku di fatnerkan dngn ormg jepang yang kurang enak, gampang marah dan kalo nyuruh suka gak ada aturan, kalo aku gak ngerti bhkn suka di marahin bahkan sering bangt di bilang aho baka teme, umpatan bahasa jepang semua dia pake.&nbsp;<br>Aku kerja dari jam 8 sampai jam 5 sore, hari ini bekerja spt biasa sih, karena aku udh paham pekerjaan ku jadi aku selalu dtinggalkan sendri, tanpa diarahin lagi kayak pas 6 bulan pertama aku kerja di sini, mungkin untuk diari hri ini cukup itu dulu.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-27 14:25:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2202257551</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Diary entry #1Rabu, 18 Mei 2022Andre Octora Putra Pratama</title>
         <author>rezarustam</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2202259935</link>
         <description><![CDATA[<div>Diary entry #1<br>Rabu, 18 Mei 2022<br>Andre Octora Putra Pratama<br>Di Fukuyama, Hiroshima<br>Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..<br>Sebelumnya, saya ucapkan terimakasih karena telah diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam penelitian ini..<br>Perkenalkan, Nama Saya Andre, lulusan SMK KEPERAWATAN, Alhamdulillah sekarang sedang berada di jepang. Saya disini sebagai Pemagang Keperawatan. Pekerjaan saya sehari-sehari merawat Lansia.<br>Alhamdulillah hari ini adalah hari Libur. Jadi saya bisa bersantai dirumah sembari melihat film ataupun video-video di youtube. Waktu santai saya Cuma sampai sore hari, karena di sore harinya ada pelatihan tentang “Persiapan evakuasi Jika Terjadi Banjir" di Panti tempat saya bekerja. Ya, meskipun hari libur, tetap datang lebih baik.<br>Waktu Pelatihan telah tiba, Saya datang terlambat 1 menit setelah pelatihannya dimulai. Peserta pelatihan dibagi menjadi berkelompok dengan 5-8 orang, kemudian masing-masing kelompok tentang apa saja barang yang harus dibawa ketika banjir. Oiya, orang indonesia yang bekerja disini berjumlah 6 orang termasuk saya. Di dalam kelompok ini saya orang indonesia sendiri. Alhamdulillah berdiskusi dengan lancar dengan saya memberikan 2-3 pendapat.. Selesai berdiskusi, seluruh peserta pelatihan diberitahu apa yang harus dilakukan dan diperlihatkan lokasi-lokasi penyimpan barang yang dibutuhkan ketika terjadi banjir, seperti minuman, makanan dan lainnya. Singkat cerita pelatihan pun usai..<br>Seusai pelatihan, Saya dan teman-teman Indonesia saya, pergi berbelanja kebutuhan bulanan. Kami pergi ke “Every” yg Jaraknya sekitar 3,4 Km dan menggunakan sepeda untuk sampai ke Supermarket itu. Sebenarnya ada supermarket yang lebih dekat, karena di Every lebih murah, kami berbelanja kesana walaupun agak jauh. Disana kami membeli sayur-sayuran, buah, daging ayam dari brazil (dijepang sangat terkenal sekali bagi orang indonesia, karena ada logo halalnya :D), dan lainnya. Setelah itu, kami pun pulang kerumah..<br>Saya tinggal berdua dengan teman saya. Untuk makanan, Kami bareng. Sebenarnya, kebanyakan orang itu memilih pisah untuk persoalan makan, tetapi saya bertanya kepada teman serumah saya, dia memilih untuk bareng saja. Setiap bulannya patungan 5000 yen, sudah termasuk beras.<br>Sesampainya di rumah, saya membereskan dan menata hasil belanjaan. Kemudian bersantai sembari menulis diary ini :D<br>-Selesai-<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-27 14:27:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2202259935</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2202610571</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1044899709/74b2c56e83bc8d4638e35ca711533beb/kartika_entry_1_27_mei.mp4" />
         <pubDate>2022-05-27 22:40:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2202610571</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rina_entry 1_26 Mei</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2202611510</link>
         <description><![CDATA[<div>Diary Entry #1<br>Rina Triana&nbsp;<br>Kamis, 26 Mei 2022<br><br>Hai , saya rina datang ke Jepang pada tanggal 01 Maret 2020 dan saat ini sudah hampir 2 tahunan ya bekerja di suatu perusahaan yang merawat lansia , saya seorang kaigo ( Caregiver ) .<br><br>Hari ini saya mendapatkan shif pagi ( Hayya ) yang masuk pukul 07:00 .<br>jarak yang di tempuh dari apato sampai tempat bekerja adalah 20 menit dengan memakai sepeda.&nbsp;<br><br>saya berangkat dari apato jam 06.30 .&nbsp;<br>“Wah… pagi ini sejuk sekali” gumam saya dengan mengayuh sepeda di tanjakan ,&nbsp;<br>sesekali saya&nbsp; buka masker yang dipakai ketika tidak ada kendaraan yang lewat . &nbsp;<br>“Sebentar lagi akan masuk musim panas, akan sangat lelah berada di tanjakan ini 😞 “ &nbsp;<br>Tempat kerja saya berada di dalam bukit , untuk menuju kesana harus melewati tanjakan 90•derajat&nbsp; dan terowongan yang sangat panjang , musim panas dulu saya harus menyiapkan satu botol minuman untuk melewati tanjakan cinta tersebut 😁&nbsp;<br><br>Jam 06.50 sudah tepat sampai di tempat kerja , langsung memasukan kartu absen dan mengganti baju .&nbsp;<br>Shif pagi ini itu berdua dan shif malam 2 orang juga , pasien yang kami rawat saat ini ada 48 lansia . Tempat kerja saya&nbsp; sistem nya team work, dimana yang shift pada hari itu semua bekerja sama untuk merawat semua kebutuhan&nbsp; lansia .&nbsp;<br><br>Ketika sampai ke ruangan, saling menyapa dengan teman yang lain nya, saling menanyakan kabar hari ini&nbsp; dan berbagi informasi tentang keadaan pasien .<br>Pagi ini saya bertugas berada di Hooru ( Hall).&nbsp; menyiapkan minuman ( teh ) , lalu menyapa semua pasien , menyemprotkan alkohol pada tangan dan memberikan teh , membagikan handuk kecil hangat untuk membersihkan wajah , memasangkan gigi palsu , memasang epuron bagi pasien yang makannya sulit untuk rapih.&nbsp;<br>Saya sangat senang dengan lansia jadi walaupun mood saya di rumah sedang tidak enak , tapi dengan berbicara dengan mereka&nbsp; akan ada selalu ekspresi lucu dan topik yang di tanyakan berbeda .<br>Sembari menunggu datang makan pagi jam 07.40 , saya menghampiri pasien sayan yang masih bisa berkomunikasi dengan baik yaitu Mrs.E yang sedang membuka- buka koran tanpa di baca dengan perlahan .&nbsp;<br>Saya menanyakan apa yang sedang ia lihat . Mrs. E mengatakan sedang melihat adanya anggota team yakyuu (baseball ) yang di jelaskan permainannya.<br>&nbsp;Lalu saya mulai menanyakan tentang jadwal Carp&nbsp; yakyuu hari ini , tetapi dia belum melihat jadwalnya. Saya&nbsp; bertanya lagi padanya tentang pengalaman yakyuu , Mrs.E&nbsp; menjelaskan bahwa dirinya hanya suka melihat pertandingannya saja ,&nbsp; tidak pernah bermain yakyuu dari kecil&nbsp; karena itu permainan yang memerlukan tempat yang luas, dan permainan yang sedikit rumit ada ketakutan terkena bola nya .&nbsp;<br>Lalu satu hal&nbsp; yang membuat saya&nbsp; penasaran ,&nbsp; selama di Jepang saya belum pernah melihat pertandingan team yakyuu yang perempuan , lalu saya pun menanyakan pada Mrs.E .&nbsp;<br>Penjelasan dari Mrs.E tentang team yakyuu perempuan bahwa sangat jarang sekali ada , tetapi ada permainan yang mirip dengan yakyuu yaitu softball yang sering di mainkan&nbsp; oleh perempuan , hanya saja peraturannya berbeda .&nbsp;<br>Hari ini saya baru tahu bahwa ada&nbsp; permainan sofball juga , mungkin secara sederhana di Indonesia adalah permainan kasti 🤭 karena yang terkenal di tv Jepang&nbsp; sering adanya pertandingan adalah yakyuu( baseball) , ucap saya pada Mrs.E .<br><br>Ternyata perbincangan kami di dengar oleh pasien saya yang suka dengan yakyuu , yaitu Mr. M&nbsp; penggemar carp Hiroshima .&nbsp;<br>Lalu dia mengatakan pada saya bahwa yakyuu lebih menarik dari softball ,&nbsp; peralatan dan lapangan yakyuu lebih besar . ada 9 pemain dalam satu team pertandingan yakyuu , ada beberapa tugasnya yaitu yang pelempar , pemukul , penjaga garis kiri kanan tengah dsb , Ucap Mr. M dengan sangat serius menjelaskannya .<br>Mr. M mulai belajar mengikuti pertandingan yakyuu sejak SMP ,&nbsp; pernah mengikuti Klub yakyuu pada masa SMA , dan setelah bekerja tidak pernah bertanding lagi .&nbsp;<br><br>Tidak terasa percakapan kami berhenti ketika makanan pagi sudah sampai di ruangan . Saya dan team kerja pagi itu mulai membagikan makanan , dan membantu makan pada pasien yang sulit untuk makan sendiri. Pagi ini member shift pagi nya bisa bisa bekerja sama jam 08.30 sudah selesai semua nya . &nbsp;<br>Lalu datang team yang pagi biasa (Nikking ) 6 orang , dan di mulai chorei untuk memberikan informasi umum baik tentang pasien , ataupun informasi yang penting yang harus dilakukan hari itu .&nbsp;<br>&nbsp;<br>Mulai pukul 08. 50 - 11.45 saya di tugaskan ke tempat memandikan pasien ( Ofuro ) .&nbsp;<br>Hari ini ada team yang memandikan di ofuro sebanyak 8 orang , dan pasien yang akan di mandikan sebanyak 36 lansia .&nbsp; Beginilah sumber sakit pinggang saya hehe&nbsp;<br><br>Di ofuro , hari ini bertemu&nbsp; teman orang Indonesia yang berbeda ruangan . Kebetulan jadwal ofuro sama .&nbsp;<br>Kami berdua saling bercerita , teman saya mengeluh karena banyak sekali shif siang nya , hampir 13 kali salam satu bulan ini , jadwal bulan depan pun sama . keluhan ini sudah di sampaikan pada kepala ruangan tapi belum ada perubahan ucap nya . Dan saya mengatakan , hal ini akan saya sampaikan pada penanggung jawab jisussei di ruangan .<br>Di sela- sela&nbsp; pergantian&nbsp; lansia yang mandi per ruangan , ada istirahat nya .&nbsp;<br>Di sana kami saling bercerita tentang hal yang random bersama teman orang Jepang juga . mereka menginginkan kami tetap kembali kesini untuk bekerja , tapi kami belum tau nanti akan balik ke tempat yang sama atau tidak , bahkan akan kembali bekerja ke Jepang atau tidak , masih belum terpikirkan karena saat ini . &nbsp;<br>Mereka&nbsp; mengerti kita cape disini tapi yah pastinya mereka juga tidak bisa membantu selain memberikan semangat . &nbsp;<br><br><br>Jam 11.45 pun datang , dan selesai tugas kami Di ofuro , lalu melanjutkan bekerja di ruangan masing - masing untuk membantu makan siang pada pasien lalu menidurkan siang .&nbsp;<br>&nbsp;Saya mendapat istirahat jam 12.30-13.30 , saya gunakan untuk Istirahat , makan dan solat .&nbsp;<br>Setelah satu jam istirahat , kembali lagi untuk melanjutkan tugas yang masih tersisa , yaitu menyiapkan baju untuk pasien yang hari Jumat jadwal mandi ( masuk Ofuro)&nbsp; . Namun Saya mendampingi kohai untuk melakukan tugas tersebut , saya hanya mengecek setelah di siapkan .&nbsp;<br>Ketika menjelaskan pada kohai , saya tidak di larang memakai bahasa Indonesia . Kata orang Jepang nya itu akan membantu merek lebih memahami apa yang seharusnya di kerjakan . Mungkin karena saya orang pertama dari Indonesia yang datang , jadi mereka takut jika kohai saya kesulitan menangkap apa yang di bicarakan orang Jepang, lalu saya harus siap siaga menjelaskan nya .&nbsp;<br>Tepat pukul 14.15 oyatsu ( cemilan ) sore hari di bagikan di hooru (hall)&nbsp; , jika sudah selesai makan mereka akan di antar ke toilet jika tidak bisa sendiri . Setelah dari toilet ada yang di tidurkan kembali ke kamar karena nanti akan di ganti pempes nya , ada juga yang kembali ke hooru menunggu makan malam dengan menonton tv . Jika pasien mandiri , dia akan melakukan apa yang ingin di lakukan .&nbsp;<br><br>Sebelum saya jam pulang 15.30 , saya menghampiri pasien yang sedang duduk di lorong depan kamar sembari&nbsp; melipat Kertas, dia adalah Mrs. K .&nbsp;<br>Saya bertanya , apa yang sedang dia lakukan . Dia&nbsp; menjawab , sedang melipat kertas untuk tempat sampah .&nbsp;<br>Saya menanyakan lagi tentang jadwal yakyuu hari ini , lalu dia mengatakan bahwa hari ini ada yakyuu jadwal ke 3 dari hirosima club jam 6 dan mungkin selesai sampai malam .&nbsp;<br>“apakah kemarin menang? “ tanya saya ,&nbsp;<br>Mrs. K menjawab lagi “Iya kemarin menang 5-2 loh , lihat di dinding sana sudah saya tulis “ , lalu saya masuk ke kamarnya untuk memastikan&nbsp; dan benar saja sudah di tulis hehe&nbsp;<br>“ Hebat yaa nonton terus yakyuu, suka banget yakyuu ya ?&nbsp; Tanya ku sembari memeluk Mrs. K&nbsp;<br>Dia tertawa “ bukan karena suka , tapi bingung mau nonto apa , kalau tidak ada yakyuu yaa pertandingan sumo , jika tidak ada sumo yaa yakyuu&nbsp; , yang lain tidak ada yang menarik “ ujarnya&nbsp;<br>“ Oke , besok kabarin saya ya kalau yakyuu nya menang ,&nbsp; saya mau pulang sebentar lagi “ pamit saya&nbsp;<br>“Hati - hati yaa , sore nanti hujan “ lambaian tangannya saya tinggalkan .&nbsp;<br><br>Setelah itu saya menulis menu di papan tulis untuk besok , menyiapkan sikat gigi dan kumur untuk setelah makan malam nanti , lalu ada sisa waktu di gunakan untuk berbincang dengan teman kerja .&nbsp;<br>Setelah jam 15.30 , saya bergegas pulang , sampai rumah istirahat , mandi , solat , ketiduran karena cape .&nbsp;<br>Sekian , Terimakasih untuk hari ini ~</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-27 22:42:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2202611510</guid>
      </item>
      <item>
         <title>daisy_entry1_25 Mei </title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2202612242</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1044899709/2b54962d0f5ea44cc9525990da669f28/daisy_entry1_25_Mei_.jpg" />
         <pubDate>2022-05-27 22:44:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2202612242</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kartika 28 May 2022 Pic 1 #2 </title>
         <author>rezarustam</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2202846596</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1271041899/2e1138d7e4096b272e2de11f54d4ff57/F2B0314A_0B47_42A8_872C_D12801D482B5.jpg" />
         <pubDate>2022-05-28 10:03:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2202846596</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kartika 28 May 2022 Pic 2 #2 </title>
         <author>rezarustam</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2202846783</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1271041899/38a7785be54b4aa702e5126e10913396/3D1E702C_9989_49D7_AE43_C4C85FBEE8EF.jpg" />
         <pubDate>2022-05-28 10:03:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2202846783</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ANGGI MELANI #2 Jumat, 27 Mei 2022</title>
         <author>rezarustam</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2202873061</link>
         <description><![CDATA[<div>Diary entry</div><div>ANGGI MELANI</div><div>#2</div><div>Jumat, 27 Mei 2022</div><div><br></div><div><br>Hari ini saya libur kerja niatnya selesai shubuhan pengen tidur lagi untuk bangun siang tapi jam 7 pagi HP saya berdering ternyata telfon dari ibu di indonesia, masih sedikit ngantuk saya mendengarkan ibu cerita tentang tetangga yang menikah tentang saudara yg menikah yg sebenarnya saya tau itu sedikit kode kepada anak perempuan pertamanya ini supaya cepat menyusul untuk menikah juga😂&nbsp;<br>Setelah telfonan selesai ,jam 8 saya ada belajar bahasa jepang online sama sensei sampai jam 10, kemudian setelah itu saya langsung bergegas memasak karena setelah belajar mengerjakan dokkai bener-bener menguras tenaga sampai membuat perut laparr😄<br>Karena hari ini tidak ada rencana kemanapun akhirnya saya hanya dirumah dan nonton film-film indonesia, setelah beberapa jam nonton film lama-lama ternyata bosan akhirnya saya keluar untuk jalan-jalan di sekitar apato.<br>Jadi apatoku dekat dengan sungai dan pinggir sungai ada lapangan rumput luas yang biasanya setiap hari libur selalu rame karena banyak orang-orang piknik bersama teman,keluarga dll<br>Pagi dan sore pun rame, banyak orang yang joging dan jalan-jalan bersama anjing peliharaannya.<br>Ketika saya jalan-jalan di sekitar sungai, tanpa di sengaja bertemu dengan tetangga saya,rumahnya pas di atas apato saya,kita sudah beberapa kali bertemu dan ngobrol.<br>Dia sedang jalan-jalan bersama rukki chan seekor anjing kesayangannya.&nbsp;<br>Anjing yang mungil dan lucu terlihat mirip seperti kucing.<br>Setelah saya menyapa rukki chan dia tiba-tiba bertanya “anggi chan di indonesia punya peliharaan binatang apa?” Tanyanya sambil mengelus kepala rukki chan<br>Aku menjawab “tidak punya peliharaan karena aku type orang yang tidak telaten merawat peliharaan meskipun suka” , kemudian dia bilang “iya yaa karena ribet dan memerlukan uang banyak seperti halnya rukki chan perawatannya mahal belom lagi kalau ke dokter” ceritanya.<br>Dulu aku kaget dengan orang jepang yg menghabiskan uangnya untuk binatang peliharaannya seperti temen kerja ku juga sering cerita tentang peliharaan kelincinya yang biaya perawatannya mahal belom lagi makannya dan lain-lain.&nbsp;<br>Setelah ngobrol tentang biaya perawatan rukki chan saya ijin pamit pulang duluan kemudian sampai rumah langsung mandi dan kembali lagi nonton film bareng temen seapatoku.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1271041899/47ba3219b87c1360038c3aa829e2603e/D68B4475_F17D_426F_9123_05C5F392BE77.jpg" />
         <pubDate>2022-05-28 11:17:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2202873061</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Taufiq 28 May 2022 #2</title>
         <author>rezarustam</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2203448113</link>
         <description><![CDATA[<div>Asalmulaikum<br>28 mei 2022 innoshima hiroshima jepang<br>Kegiatan hari ini pekerjaanku yaitu perkapalan khususnya dibagian isolasi panas, yaitu membuat penyekat saluran pipa panas mesin kapal agar tidak cepat rusak, dan pekerjaannya lumayan cape kotor dan cukup berbahaya, karena kita kalau memasang penyekat pipa panasnya masuk ke sela sela mesin kapal yang gede gede, dan tinggi tinggi. Kalau kita tidak hati hati dalam bekerja bisa kecelakaan karena bisa jatuh atau masuk kedalam mesin kapalnya,dan luka paling ringan bisa cacat kaki atau tangan patah, yah walaupun resiko pekerjaan kita sangat besar, tetapi kita tetap bersyukur dan kita jalan kan tiap hari dengan ikhlas, karena itu sudah menjadi kewajibanku.<br>Tadi aku bekerja tdk sprti biasanya, karena tadi aku d patnerkan dengan orang jepang yang biasa menjadi patnerku bekerja, tadi aku bekerja dengan simada san. Dia ini orang nya bawel banyak mengatur dan sedikit bekerja, kalau kerjaan tdk sesuai yang diharapkan suka ngomel ngomel, padahal kerjaanya dia sendiri kurang bagus, yah sesekali kadang suka bilang bodoh kalau kerjaan kita jelek.<br>Yah kita terima aja sih, karena sudah biasa dengan perkataan tersebut, jadi udah kebal kalo orang jepang marah marah ke kita. Diari hari ini mungkin itu saja. Sekian terima kasih</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-05-29 12:57:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2203448113</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kartika 31 May 2022 Pic 1 #3</title>
         <author>rezarustam</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2206029491</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1271041899/fca9cf2b04e8cbc62e7aabeb96bd34c6/7689BC74_C9B8_45C7_AFDB_7AE7A4DBCBA0.jpg" />
         <pubDate>2022-05-31 12:55:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2206029491</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kartika 31 May 2022 Pic 2 #3</title>
         <author>rezarustam</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2206030139</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1271041899/3c4bdc4484c8a4b67983945cf0b5401d/B929FB28_C7EE_4F5A_B55F_C7C7C7969BA0.jpg" />
         <pubDate>2022-05-31 12:55:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2206030139</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Taufiq #3 1 Juni 2022</title>
         <author>rezarustam</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2208860591</link>
         <description><![CDATA[<div>Asalamualaikum<br>1-6-2022 innoshima hiroshima japan<br>Kegiatanku hari ini seperti biasa aku bangun jam 4.30 sholat shubuh setelah sholat shubuh seperti biasa membuat makanan untuk sarapan dan membuat bento untuk makan siang. Jam 7 aku berangkat , cuman tadi pagi sebelum aku berangkt ke tempat pekerjaan, hari ini aku fatner kerja orang jepangku yaitu tanaka san, kerja sama dia lumayan sedikit cape yah, karena dia orangnya perpectsionis banget gak boleh ada kesalaahn dikit, apalagi kalau misalkan kerjaan nya kurang baik, pasti dah langsung di ceramhin , yah gak pake ngomong kasar sih , cuman agak risih sih kalau lagi kerja di omongin terus, sama juga&nbsp; yang di omongin nya itu itu aja terus, udah sampai apal .yah contoh bahasa jepangnya kayo gitu Chanto kireini shite kudasai, kitanai nowa dame desyo, chotto kanggatesinaito, atama wo tsukainassai, pasti itu aja yang diucapinnya.padahal kita kerjanya udah maksimal dan baik tapi tetep aja maasih ada kekurangan, emang orang yang satu ini disiplin bngt orangnya. Tapi alhmdulillah juga sih dari dia jadi bisa belajar betapa pentingnya disiplin dan bekerja harus dengan baik supaya hasil pekerjaan kita baik.&nbsp;<br>Yah itu lah kegiatan kerja hari ini. Mungkin itu saja sampai jumpa nanti besok lagi. Heehee</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-06-02 11:35:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2208860591</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dessy #2 Juma’at, 3 Juni 2022</title>
         <author>rezarustam</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2210839793</link>
         <description><![CDATA[<div>Juma’at, 3 Juni 2022</div><div><br></div><div>Dessy AP</div><div><br></div><div>#2</div><div><br></div><div>Pukul 03.00 pagi alarmku berbunyi. Seperti biasanya aku bangun untuk keliling ke kamar pasien satu-persatu.&nbsp; Memastikan apakah mereka baik-baik saja atau tidak. Setelah sampai di kamar Nomor 15, yakni kamar terakhir, aku kemudian melanjutkan tugasku dengan menulis laporan jaga. Jadwal pekerjaan berjalan sesuai dengan plan yang sudah aku tetapkan. Alhamdulillah jaga malam kali ini tidak ada kejadian-kejadian yang mengejutkan seperti yang sebelumnya. Semua berjalan lancar, pasien pun sangat kooperatif.</div><div><br></div><div>Ya, hari ini aku lepas jaga malam. Pengalaman yang akan selalu aku ingat di hari tua nanti, bahwa aku pernah bekerja dengan jam kerja selama ini. Di Indonesia shift malam, biasanya dimulai jam 9 atau 10 malam lalu berakhir di jam 7 pagi. Berbeda dengan disini (Jepang) khususnya di tempat aku kerja, shift malam dimulai jam 4 sore dan selesai jam 9 pagi. Artinya aku bekerja selama 16 jam. Kalau dihitung-hitung sama dengan 2 kali jam kerja shift pagi.</div><div><br></div><div>Awalnya aku agak kewalahan, capek, ngantuk, dan Ketika pulang badan terasa kemas. Apalagi di tempat aku kerja shift malam hanya dilakukan oleh satu orang per lantainya. Tetapi lama kelamaan badan jadi terbiasa. Sudah tidak secapek dan sengantuk dulu.</div><div><br></div><div>Hari ini, seperti hari-hari biasanya. Pulang kerja aku cuci tangan, ganti baju dan siap-siap untuk tidur. 30 menit sampai 1 jam sebelum tidur aku biasanya baca buku, dengerin podcast atau nonton film. Tetapi hari ini aku memilih untuk melanjutkan membaca manga “koe no Katachi part #5” sambil mendengarkan musik relaksasi dan memakan telur rebus dan sedikit kudapan.</div><div><br></div><div>Aku setel alarm bangun pukul 15.00. karena pukul 17.00 aku sudah berjanji dengan temanku untuk lari sore. Jadi pukul 15.00-16.50 bisa aku pakai untuk makan, bersih-bersih kamar dan kegiatan lainnya.</div><div><br></div><div>Aku tidur cukup lama kurang lebih 5 jam, lagi-lagi seperti biasanya hahaha. Bangun tidur aku memanaskan makanan lalu makan sambil menonton series “My Leacture My Husband 2”. Lalu aku membersihkan kamar dan siap-siap untuk lari sore. Entah kenapa hari ini begitu sempurna, semua berjalan dengan lancar sama persis dengan schedule yang sudah aku buat. Alhamdulilillah, Allah yang mudahkan semuaya.</div><div><br></div><div>Jauh sebelum tertata seperti ini, aku pernah merasakan jadwal yang berantakan, waktu terus bergeser sampai ke titik yang aku tidak bisa handel lagi, berujung pada stres dan tidak puas dengan diri sendiri. Rasa malas terus menghantui, tapi keinginanku untuk berubah tidak bisa mengalahkan rasa malas itu. Setiap kali ada plan yang tak terwujud, lalu ada kegagalan-kegagalan kecil di setiap harinya aku terus menyalahkan diri sendiri. Begitu terus sampai di satu titik aku menemukan sebuah buku yang benar-benar membuat cara pandang, misi hidup dan cara menjalani hidup ku berubah yakni buku “Good by things” by Fumio Sasaki. &nbsp;</div><div><br></div><div>Buku tersebut sangat membantu aku dalam menata kembali cara pandangku Mengenai hidup. Langkah-langkah praktis yang dijelaskan Disana aku coba terapkan sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi candu. Ah, mungkin sampai disini dulu dairy hari ini. いつか、詳しく教えてあげるわ、hehehe.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-06-04 11:40:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2210839793</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>rezarustam</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2210839971</link>
         <description><![CDATA[<div>Diary Entry #2&nbsp;<br>Rina Triana&nbsp;<br>Jumat, 27 Mei 2022&nbsp;<br><br><br>Cuaca hari ini sedang cerah, saya berangkat kerja shif nikking jam 07: 50 dan mulai bekerja jam 08:30 .&nbsp;<br>Biasanya saya berangkat jam 08.00 , tapi karena berangkat bersama kohai jadi sedikit di majukan supaya tidak terburu- buru .&nbsp;<br>Berangkat seperti biasa menggunakan sepeda , di tanjakan selalu&nbsp; menyapa pengguna jalan “ ohayou gozaimasu “ &nbsp; agar segera menyisihkan jalan untuk sepeda kami tanpa harus menekan klakson sepeda ( kring- kring ) karena hal itu juga tidak di lakukan oleh orang Jepang kecuali sedang keadaan darurat , mungkin karena termasuk ke dalam etika mengemudi .&nbsp;<br><br>Setelah sampai di tempat kerja , tidak&nbsp; terasa berkeringat juga ternyata karena udaranya panas . Setelah memarkirkan sepeda, lalu memasukan kartu kehadiran kedalam mesin tidak lupa juga mencatat suhu badan hari ini .&nbsp;<br>Jika shif hayya maka tidak ada orang yang saya temukan di tempat ganti baju , tetapi berbeda dengan hari ini sangat ramai orang berdatangan dan saling menyapa“ selamat pagi , hari ini bagaimana kabarnya “ .&nbsp;<br><br>Setelah selesai mengganti Baju saya dan kohai berjalan menuju lantai 2 .&nbsp;<br>Tiba- tiba Mrs. Shichou yaitu&nbsp; perawat yang bertanggung jawab atas kesehatan jissusei menanyakan bagaimana keadaan mata kepada kohai saya , di mana 3 hari kemarin sudah periksa mata karena kafunso (alergi serbuk bunga ) , namun hari ini belum membaik masih gatal dan memerah .&nbsp;<br>Mrs . Shichou menyampaikan pada saya untuk berdikusi bagaimana keinginan nya apakah mau ke Rs lagi di tempat yang berbeda atau bagaimana . Nanti dia akan datang ke lantai 2 . Lalu saya mengatakan bahwa mengerti .&nbsp;<br>Baru saja beberapa langkan dan melewati jimusho , tiba- tiba jimushocou pun menanyakan pada saya bagaimana keadaan kohai saya . Seperti biasa di sini saya berperan menyampaikan maksud dari orang Jepang&nbsp; pada kohai saya , karena memang kotoba dan tata bahasa mereka masih beberapa sulit di mengerti. Yah , begitupun saya dua tahun yang lalu masih sering menanyakan apa yang mereka maksudkan , kadang saya minta mereka untuk menyederhanakan apa yang di sampaikan , atau bahkan meminta memo untuk di tulis supaya paham dan ingat hehe .&nbsp;<br>Tapi&nbsp; karena sering berkomunikasi dengan mereka , semakin mengerti kotoba , dan pola bahasa yang disampaikan .&nbsp;<br>Saat itu , jimushochou menyampaikan bahwa kohai saya harusnya di periksa lagi ke dokter yang lain, dan saya mengatakan akan mendiskusikan terlebih dahulu dengan kohai saya karena ini pasti akan mengeluarkan uang walaupun ada asuransi kesehatan. Lalu kami naik ke lantai 2 .&nbsp;<br>&nbsp;<br>Setelah chourei dan kerjaan pertama selesai mengganti pempes pasien yang bedrest . Saya dan kohai saya berdiskusi tentang periksa mata .&nbsp;<br>Saya mengatakan pada kohai bahwa memang sakit disini adalah ujian , karena perbedaan cuaca dan tempat . Dulu ketika saya datang ke Jepang itu sering nya terserang demam , sampai sakit kepala dan badan pun jadi lemas . Bahkan pernah radang telinga, pernah badan gatal- gatal juga. Yah mungkin belum terbiasa juga , sehingga harus beberapa kali pergi ke Rumah sakit .</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-06-04 11:40:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2210839971</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>rezarustam</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2210842286</link>
         <description><![CDATA[<div>Sabtu, 4 Juni 2022</div><div><br></div><div>Dessy Ap</div><div><br></div><div>#3</div><div><br></div><div>Ohayou!</div><div><br></div><div>“Dessy Ade Putri, ohayou! Tidurnya nyenyak sekali ya. Jya, Udah siap beraktivitas hari ini? Ganbareeee!!!”</div><div><br></div><div>Kurang lebih begitu cara aku self talk di pagi hari. Aku suka mengajak diriku semangat dalam memulai hari. Harapannya agar hariku cerah, apa yang sudah aku rencanakan bisa aku lakukan dengan baik. Jika pun tidak, maka itu terjadi karena diliuar kendaliku, bukan yang bisa aku kendalikan.</div><div><br></div><div>Hari Ini, Sabtu 4 Juni 2022 aku libur kerja, karena kemarin aku baru lepas jaga malam. Mungkin cerita yang aku tulis kali ini tidak ada hubungannya dengan pekerjaan aku sebagai seorang perawat di Negara Jepang. Tetapi aku akan sedikit menceritakan bagaimana Jepang bisa merubah kehidupan ku sehari-hari menjadi lebih teratur dan bermakna.</div><div><br></div><div>Berawal dari aku membaca buku “Good by things” by Fumio Sasaki dan “IKIGAI” by Hector Garcia dan Francesc Miralles. Aku merasakan kekosongan akan konsep hidup dan bahagia mulai terisi. Entah kenapa jawaban atas pertanyaanku tentang hidup dan bahagia justru aku temukan di dua buku tersebut. Padahal sebelum-sebelumnya aku sering mendengar, mempelajari hal-hal yang esensinya sama dengan konsep-konsep yang ada dalam dua duku tersebut. Ya, mungkin ini yang dinamakan momentum. Aku membaca dua buku tersebut disaat aku merasakan quarter life crisis kali ya.</div><div><br></div><div>Keberadaan aku disini, adalah atas rencana dan keputusanku sendiri. Tapi di tahun pertama aku berada dan bekerja disini aku merasa bingung dan seolah tidak seutuhnya bahagia dengan apa yang sedang aku jalani. Akupun kerap bingung dengan perasaanku sendiri. Ini adalah hal yang aku impikan lalu kenapa kemudian aku tidak menikmatinya?</div><div><br></div><div>Kejadian-kejadian yang aku alami sehari-hari di tempat kerja, di lingkungan sekitar tempat aku tinggal semakin mengujiku atas pertanyaan “apakah ini yang aku inginkan?”. Aku tidak munafik, ada hal yang aku suka dari keberadaanku disini. Tapi disaat yang bersamaan ada kekosongan yang aku rasakan. Dan aku gak tahu itu apa dan kenapa.</div><div><br></div><div>Ketika rasa suka, ceria itu menghampiri aku sangat menikmatinya. Keberhasilan-keberhasilan kecil yang aku lakukan disaat bekerja membuat aku pulang dengan senyuman lebar dan malamnya aku tidur dengan nyenyak. Esok harinya pun menjadi sangat ringan untuk dijalani. Tetapi ones aku menemui kejadian yang tidak mengenakan di tempat kerja atau lingkungan sekitar, aku begitu mudah untuk down. Sedih berlebihan, overthingking dan sifat-sifat buruk lainnya seolah bergabung dalam diriku. Mungkin aku tidak menampilkan perasaan itu ke publik tapi aku menumpuknya dlam diriku sendiri. Akupun sangat Lelah dibuatnya.</div><div><br></div><div>Saat-saat sulit seperti itu membuat hari-hariku sulit. Jadwal-jadwalku tak jarang berantakan. Karena aku cenderung melampiaskan semuanya dengan tidur, berdebat dengan diri sendiri, melamun dan tindakan-tindakan buruk lainnya. Otomatis, plan-plan yang sudah dibuat tidak berjalan sesuai dengan rencana bukan? Kegagalan-kegagalan bermula dari sini, terus dan berlanjut. Pada akhirnya aku terus menyalahkan diri sendiri karena tidak mampu mengatasi diriku sendiri.</div><div><br></div><div>Kita gak pernah tahu, masa-masa sulit itu akan terjadi kapan, kenapa dan bagaimana. Jika aku tidak bisa menghandel diriku sendiri maka aku akan terus gagal dengan situasi yang ada. Lalu aku menemukan jawaban akan masalahku, yakni cara pandangku terhadap “sesuatu” yang harus diubah. Cara pandangku terhadap masalah, hidup dan lain sebagainya.</div><div><br></div><div>Singkat cerita di buku good by Things dan Ikigai tersebut aku menemukan cara Pandang baru akan masalah dan hidup. Sedikit demi sedikit aku mengubah cara aku memandang masalah. Begitupun cara aku memandang hidup. Bahwa, pikiran kita juga dipengaruhi oleh barang-barang yang ada disekitar kita. Semakin banyak barang, semakin mumet&nbsp; juga pikiran kita. Apalagi jika barang-barang tersebut berantakan, maka akan semakin menyebarkan energi negatif ke diri kita.</div><div><br></div><div>Ya! Percaya atau tidak, aku memulai semuanya dengan membuang barang. Aku membuang baju-baju, aksesoris-aksesoris dan barang-barang lainnya yang tidak aku butuhkan. Plastik 64 liter penuh dengan barang-barang tidak berguna itu, aku membuang semuanya dengan Bismillah hehehe. Lalu aku menata kamarku agar lebih nyaman dan tidak sumpek dengan barang.</div><div><br></div><div>Ternyata berpisah dengan barang tidak berguna dan berlebih membuat pikiranku semakin tenang. Cara aku memandang masalahpun berubah. Ya, seperti membuang barang tadi. Tidak semua hal di Dunia ini harus kita pikirkan, tidak semua harus kita keep menjadi milik kita. Ada hal-hal juga yang perlu dibuang dan dilepas begitu Saja.</div><div><br></div><div>Masalah misalnya, ada masalah yang bisa kita kendalikan ada masalah yang tidak bisa kita kendalikan. Untuk masalah yang bisa kita kendalikan maka do your best untuk menangani masalah tersebut. Tetapi jika masalah tersebut diluar kendalimu maka cukup biarkan tangan lain yang menyelesaikannya. Karena kamu bukan superhero yang harus menangani semua masalah. Masalah orang lain yang suka menggunjing misalnya itu bukan urusan kamu. Tidak perlu menaruh perhatian dan menghabiskan pikiran di subyek itu, cukup cuekin aja seperti kamu membuang barang yang sudah tidak kamu butuhkan lagi. Barang yang tidak dibutuhkan tidak perlu ditengok lagi bukan?</div><div><br></div><div>Soal kegagalan. Kegagalan itu manusiawi. Tidak ada manusia yang sempurna tan pa merasakan sebuah kegagalan. Dimensi ini bukan dalam kendali kita, karena banyak faktor yang mempengaaruhinya. Tugas kita adalah mengatur bagaimana kita tetap bisa baik-baik Saja jika kita menemui sebuah kegagalan. Mengatur ekspektasi adalah salah satu cara terbaik agar kita tidak terlalu kecewa atas sebuah kegagalan. Usahakan yang terbaik tapi gantungkanlah eskpektasi serendah mungkin. Maka kita akan baik-baik Saja apapun hasilnya nanti.</div><div><br></div><div>Awalnya aku juga tidak menyangka pemikiran-pemikiran seperti ini aku dapatkan bermula dengan membuang barang-barang yang tidak aku butuhkan. Semakin sedikit barang yang aku punya semakin simpel pula caraku memandang masalah.</div><div><br></div><div>Ketenangan dan kecakapan dalam mengatasi masalah terutama mengatasi diri sendiri sudah mulai aku rasakan. Aku sudah jarang menemui diriku yang berlarut-larut dalam kegagalan, menyalahkan diri sendiri, overthingking, dll. Aku mulai menata kembali hidupku. Hidup seperti apa yang sebenarnya ingin aku jalani dan bagaimana aku menjalaninya? Jawabannya pun ada di&nbsp; dua buku tersebut. Aku ingin menjalani hidup yang minimalis dan seimbang. Maka definisi bahagia ku pun berubah. Aku bahkan sangat bahagia dengan hal-hal kecil yang aku rasakan setiap harinya.</div><div><br></div><div>Contoh konkritnya, makan ice cream. Setelah membeli ice cream di kombini lalu menyantapnya sambil menonton film di kamar, aku merasa Sangat bahagia. Kenapa? Karena dengan belajar menjadi orang yang minimalis ekspektasiku akan hidup semakin kecil. Maka bisa membeli ice cream dengan uang sendiri, lalu memakannya sambil menonton film kesukaan dengan nyaman tanpa dibebani pikiran-pikiran yang negatif adalah sebuah nikmat. Sebuah keberhasilan. Hal ini membuat aku lebih mensyukuri hal-hal kecil yang selama ini aku abaikan. Nikmat-nikmat kecil yang Allah kasih selama ini, ternyata bisa menjadi hal besar jika kita pandai mensyukurinya.</div><div><br></div><div>Bahagia itu kita yang ciptakan. Diri kita sendiri yang menyettingnya dalam pikiran kita. Semakin muluk espektasi kita maka semakin sulit pula kebahagiaan itu kita rasakan. Minimalis mengajarkan kita untuk mensyukuri hal-hal kecil yang Allah kasih dalam kehidupan kita sehari-hari. Semakin mudah kita mensyukurinya semakin dekat pula kita dengan rasa bahagia.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-06-04 11:48:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2210842286</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yuli Munianti #1 Sabtu, 28 mei 2022</title>
         <author>rezarustam</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2217253192</link>
         <description><![CDATA[<div>Yuli Munianti<br><br></div><div>#1<br><br></div><div>Sabtu, 28 mei 2022<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div><div>Hari ini adalah hari yang tidak pernah aku lupakan karena hari ini pertama kali saya pergi ke Rumah Sakit yang ada di Jepang. Sekitar 10 hari yang lalu mata saya merah dan gatal. Pada hari&nbsp; &nbsp; &nbsp;kemarin saya memberitahu orang yang bertanggung jawa di Perusahaan 'sichou' bahwa mata saya sudah lama merah dan dan gatal kemudian saya diberi obat tetes mata, akan tetapi sampai hari ini belum ada perubahan. Setelah didiskusikan bersama beliau akhirnya saya hari ini menutuskan pergi ke Rumah Sakit untuk diperiksa. Kebetulan hari ini saya libur bekerja. Pukul 12.30 saya di jemput oleh beliau di Apartemen tempat saya tinggal menggunakan mobil. Saya merasa khawatir saat berbicara bersama beliau, takut saya tidak mengerti apa yang beliau bicarakan karena saya tinggal di Jepang baru 2 bulan dan masih terbatas soal bahasa. Tapi Alhamdulillah saya mengerti inti dari yang beliau bicarakan. Perjalanan ke Rumah Sakit sekitar 10 menit dari Apartemen. Sesampainya di Rumah sakit saya dan beliau pergi ketempat pendaftaran menyerahkan kartu asuransi dan mengisi data. Setelah selesai saya diarahkan ke lantai 2 untuk mengantri pemeriksaan mata. Setelah sekitar 2 jam mengantri saya dipanggil ke dalam ruangan untuk diperiksa dokter. Setelah semuanya selesai diperiksa saya dinyatakan alergi konjungtivitis, kemungkinan disebabkan oleh kafunsho. Saya sedih mendengarnya karena kanfunsho tidak bisa dihindari, hanya pada saat pergantian musim kafunsho hilang dan pergantian musimnya masih lama. Setelah dokter selesai menjelaskan semuanya saya diberi lembaran kertas yang digunakan untuk membayar biaya pemeriksaan dan untuk menebus obat. Saya kaget ternyata biasa pemeriksaan dijepang lumayan mahal dan obatnya harus menebus ditempat yang berbeda dan harus membayar lagi. Saya dan beliau kemudian pergi ke apotik untik menebus obat. Saya diberi 2 botol kecil obat tetes mata untuk alergi yang digunakan 2 kali setiap hari dan harganya lumayan mahal melebihi biaya&nbsp; pemeriksaan. Dalam perjalanan pulang saya diberitahu tempat makan yang enak oleh beliau dan mampir ke toko dibelikan oleh'' sama beliau.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-06-10 07:55:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2217253192</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yuli Munianti #2 Minggu, 29 mei 2022</title>
         <author>rezarustam</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2217253862</link>
         <description><![CDATA[<div><br></div><div>Hari ini hari ke 2 setelah saya pergi dari Rumah Sakit. Saya masih libur bekerja dan tidak pergi kemana'' karena saya orangnya males kalau pergi'' keluar, lebih senang istirahat di rumah dan tidur hehehe. Pada saat pagi hari saya memakai obat tetes mata yang sudah dianjurkan oleh Dokter. Alhamdulillah mata merah dan gatal saya mulai berkurang. Pukul 10.00 pagi saya merasa kok mata saya gatal lagi, kemudian saya bercermin ternyata mata saya tambah berwarna merah. Setelah saya amati mungkin karena mata saya kemasukan kotoran dan kafungsho soalnya saya habis menyapu ruangan dan banyak debunya. Kemudian saya mencoba memejamkan mata dan tidur supaya mata saya tidak bertambah kotor. Pukul 12.00 siang saya mengambil air wudhu untuk solat. Sambil membasuh muka saya sedikit memasukkan air kedalam mata saya, saya berfikir itu dapat membersihkan kotoran didalam mata. Tapi yang terjadi ternyata mata saya tambah berwarna merah dan rasanya perih serta gatal, saya langsung cepat cepat pergi kekamar ngambil handuk untuk menghilangkan air yang ada di mata saya dan Alhamdulillah rasanya sedikit lega tidak terlalu perih. Setelah selesai solat saya kembali memejamkan mata dan tiduran karena rasanya sudah malas mau beraktivitas. Sore hari sekitar pukul 18.30 saya keluar kamar untuk mengambil air wudhu, teman saya yang melihat mata saya bilang kok bertambah merah, saya bilang mungkin karena kotor ada debu yang menempel didalamnya. Sambil menunggu waktu solat isha saya makan malam karena sudah lapar, siang hari tidak makan siang hanya makan sedikit cemilan saja. Setelah solat saya langsung mengobati mata saya, pada saat obat diteteskan mata saya terasa perih karena warna merah dimata bertambah banyak.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-06-10 07:56:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2217253862</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yuli Munianti #3 Senin, 30 mei 2022</title>
         <author>rezarustam</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2217254405</link>
         <description><![CDATA[<div>Hari ini adalah hari yang membuat saya galau. Hari ini saya masuk kerja pukul 08.30 dan pulang pukul 17.00. Rekan kerja saya dia orang jepang mendekati saya dan melihat mata saya, dia berkata mata saya masih agak merah. Saya pun mengiyakan karena memang masih merah dan sedikit gatal. Saya melakukan aktivitas seperti biasa ditempat kerja saya. Pertama operan atau memberikan informasi tentang apa yang terjadi pada pasien dari yang shif malam ke shif pagi. Setelah itu saya dan rekan kerja saya membersihkan dan mengganti popok kakek nenek yang tinggal di panti. Saya belum melakukan sendiri karena masih dalam proses belajar, jadi harus ada yang mendampingi pada saat saya melakukan pekerjaan. Pada hari ini saya ditugaskan di dalam ruangan untuk memantau kakek nenek, apabila ada yang ingin ke kamar mandi saya mengantar dan membatunya, karena kebanyakan sulit untuk berdiri sendiri. Pukul 12.30 sampai pukul 13.30 waktunya istirahat, saya makan bekal yang saya bawa. Selesai makan kemudian solat dzuhur. Saya solat dzuhur disalah satu kamar yang tidak ditempati kakek atau nenek. Saat jam istirahat saya bertemu dengan shichou, beliau melihat perkembangan mata saya, tapi belum ada perubahan, kemudian beliau memberikan pilihan mau ke Rumah Sakit lagi dan beda tempat atau mempertahankan pakai obat yang sebelumnya saja, saya bingung harus milih yang mana karena kalau pergi ke Rumah Sakit lagu membutuhkan biaya dan masih 2 hari pengobatan, takut kalau kebanyakan obat nanti tidak baik. Kemudian beliau memberikan waktu untuk saya berfikir sampai keesokan harinya.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-06-10 07:57:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2217254405</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yuli munianti #4 Selasa, 31 mei 2022</title>
         <author>rezarustam</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2217255178</link>
         <description><![CDATA[<div>Hari ini saya masuk kerja seperti biasa dari pukuk 08.30 sampai pukul 17.00. Pagi hari pada saat bangun tidur mata saya terasa berat untuk dibuka, rasanya malas sekali untuk bangun.&nbsp; Ternyata setelah saya bercermin kedua mata saya sedikit bengkak. Malu banget dong kalau bekerja dengan mata bengkak hehe. Supaya tidak terlalu terlihat saat bekerja saya habis solat subuh sampai berangkat bekerja tidak tidur lagi dan Alhamdulillah sudah sedikit berkurang, tapi rasanya masih sakit dan berwarna merah. Sesampainya ditempat kere saya bertemu dengan shichou, beliau bertanya sudah ada keputusan apa belum terkait ke Rumah Sakit yang baru. Saya memlilih untuk pergi ke Rumah Sakit yang baru. Beliau mengatakan nanti sekitar jam 14.00 pergi ke Rumah Sakit karena hari besok libur. Untung saya membawa uang yang cukup dan kartu asuransi buat berobat. Setelah itu saya memulai aktivitas dipekerjaan saya seperti biasa, karena rasa sakit dimata masih bisa ditahan. Saya sedikit berbincang bincang dengan nenek. Saya kadang tidak mengerti apa yang nenek bicarakan karena bahasanya ada yang berbeda, kalau tidak tahu saya tanya ke teman saya yang sudah lama bekerja disitu, kemudian saya tulis dinote book supaya tidak lupa, karena saya orangnya sedikit pelupa. Pukul 14.00 saya menunggu shichou untuk pergi, ternyata beliau sangat sibuk tidak bisa pergi jam 14.00, jadinya saya dan beliau pergi pukul 17.30. Saya jadinya periksa di klinik bukan di Rumah Sakit yang besar. Seperti awal periksa saya dilihat matanya dan diobati obat tetes mata, dokter menyatakan saya alergi, kemudian saya menebus obat didepan klinik, tidak sampai 30 menit akhirnya selesai dan kembali ke tempat kerja.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-06-10 07:58:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2217255178</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yuli Munianti #5 Rabu, 1 Juni 2022</title>
         <author>rezarustam</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2217256518</link>
         <description><![CDATA[<div>Hari ini saya masuk kerja seperti biasa. Pagi hari saya disambut dengan beberapa pertanyaan dari teman kerja saya, mereka menanyakan bagaimana perkembangan matanya setelah diobati. Saya menjawab Alhamdulillah sudah membaik, sudah tidak terlalu merah dan sudah tidak gatal. Alhamdulillah obat yang kemarin periksa cocok untuk kesembuhan mata saya dan saya rasanya lega banget. Setelah menahan sakit selama lebuh dari 10 hari akhirnya sekarang sudah mendingan. Hari ini saya tidak diberi jadwal tugas karena atasan saya khawatir jika saya kelelahan, tetapi saya tidak hanya diam saja, saya tetap membantu teman teman saya yang bertugas, terutama dihalaman yang bertugas untuk memantau kakek nenek dan membantu mereka jika butuh sesuatu. Setelah makan siang kakek nenek yang da didalam ruangan diantar kekamar untuk tidur siang, tapi ada juga yang masih didalam ruangan karena tidak mengantuk.Saat jam istirahat pukul 12.30 saya merasa mengantuk sekali ingin tidur, tapi belum makan dan solat dzuhur. Akhirnya saya bergegas buat makan dan solat dzuhur dan masih ada waktu sekitar 20 menit saya gunakan untuk tidur sebentar. Pukul 14.00 saya membangunkan kakek nenek yang bisa berjalan dan pakai kursi roda untuk makan makanan ringan didalam ruangan. Saya mambantu menyuapi nenek yang sudah tidak bisa makan sendiri. Kalau sedang menyuapi nenek rasanya senang banget, merasa seperti sedang menyuapi nenek sendiri rumah. Setelah selesai saya dan teman teman saya kembali mengantar kakek nenek kedalam kamar untuk istirahat dan kembali dibangunkan pukul 17.00 untuk makan malam.&nbsp;<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-06-10 08:00:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2217256518</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yuli munianti #6 Jumat, 3 juni 2022</title>
         <author>rezarustam</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2217257027</link>
         <description><![CDATA[<div>Hari ini hari yang sangat menyebalkan. Pagi ini saya berangkat kerja dijemput oleh teman kerja saya menggunakan mobil karena sepeda saya bannya bocor. Kemarin sore pulang kerja sepeda saya masih seperti biasa, tidak ada tanda'' angin dalam ban berkurang. Pukul 18.30 saya dan teman saya membuang sampah dan menggunakan sepeda karena sampahnya berat. Saat saya menaiki sepeda kok merasa ada yang berbeda, ternyata ban sepeda saya yang belakang sama sekali tidak ada udaranya. Kemudian teman saya menghubungi atasan saya memberitahu kalau ban sepeda saya kempes. Atasan saya menyampaikan bahwa besok pagi akan dijemput oleh teman kerja saya dan sepedanya akan diberitahu ke perusahaan bagaimana kelanjutannya.&nbsp; Sekitar pukul 09.00 orang kantor menemui saya, katanya akan diantar untuk memperbaiki sepedanya dan saya harus membayar sendiri. Saya langsung kaget, kenapa saya harus membayar sendiri, kan itu haknya perusahaan. Saya mendapatkan sepeda sudah bekas dari senpai saya dan sepedanya sudah tidak bagus lagi. Ban belakang saya juga sudah pecah''. Kemudian saya menghubungi pihak yang mengurus saya selama dijepang karena saya tidak terima itu bukan hak saya buat memperbaiki, dan tidak terimanya lagi teman saya mendapatkam sepeda yang baru, sedangkan saya bannya hanya bocor saja tidak mau memperbaiki. Setelah dibicarakan kepihak perusahaan akhirnya untuk memperbaiki sepedanya dibayarkan oleh perusahaan. Mereka hanya membeli ban dalam sepeda, saya memberitahu kalau ban luar sepeda sudah pecah'' dan menurut saya agak tidak layak pakai, tapi mereka bilang tidak apa apa karena harga ban luar mahal. Mereka bilang kalau sepedanya rusak dibenerin sendiri, saya dikasih tau tempat untuk memperbaiki sepeda. Mereka saja tidak mau membelikan karena harganya mahal, kalau suatu saat bannya harus ganti masa iya saya yang harus mengganti sedangkan saya menerima sepeda itu bannya juga sudah pecah''.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-06-10 08:00:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2217257027</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yuli Munianti #7 Sabtu, 4 Juni 2022</title>
         <author>rezarustam</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2217257650</link>
         <description><![CDATA[<div>Hari ini saya merasa sangat lelah. Saya bekerja seperti biasa mulai pukul 08.30 selesai pukul 17.00. Hari ini tugas saya banyak banget. Ada 6 tugas pribadi saya yaitu membersihkan kamar dan mengganti cover bad dengan yang baru, membersihkan kamar mandi, membersihkan toilet portable, mengumpulkan baju kotor ke kantor untuk diambil keluarganya, membereskan handuk, menulis menu hari besok. Melihat tugasnya saja saya sudah merasa capek dulu hehe. Sebelum saya menjalankan tugas pribadi saya, saya mengganti popok kakek nenek. Setelah selesai saya lanjut membersihkan toilet, total yang dibersihkan ada 8 toilet. Tanpa istirahat saya langsung membersihkan toilet portable. Toilet portable yaitu toilet yang seperti tempat duduk dan dalamnya harus dibuang secara manual, tidak seperti toilet yang duduk yang dikamar mandi. Total toilet portable yang saya bersihkan ada 7 toilet. Setelah itu saya lanjut membersihkan kamar dan mengganti cover bad. Ini pekerjaan yang sangat membuat saya lelah karena butuh tenaga yang ekstra. Ada 8 kamar yang saya ganti. Sebelum semuanya selesai, saya istirahat dulu sambil minum air putih karena rasanya panas kebetulan hari ini cuacanya panas banget. Ketika saya sedang istirahat teman saya orang jepang memanggil saya untuk menata handuk. Saya menata handuk dibantu oleh teman saya, setelah selesai saya melanjutkan membereskan kamar. Pada saat pukul 12.00 saya belum selesai semua dalam membereskan kamar, tapi saya harus menghentikannya terlebih dahulu karena makan siang sudah datang dan saya harus menyuapi nenek yang tidak bisa makan sendiri. Setelah selesai saya istirahat siang, makan dan solat dzuhur. Pukul 13.30 waktu istirahat selesai dan saya melanjutkan pekerjaan saya yang belum terselesaikan sampai waktunya pulang.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-06-10 08:01:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2217257650</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yuli munianti # 8 Senin, 6 juni 2022</title>
         <author>rezarustam</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2217258227</link>
         <description><![CDATA[<div>Hari ini cuaca mendung. Ketika saya bangun tidur, saya melihat keluar rumah dan cuacanya mendung sekali. Rasanya malas buat berangkat kerja. Saat mau berangkat kerja malah turun hujan dan saya harus memakai jaz hujan. Ini pertama kali saya berangkat kerja ketika hujan, ternyata rasanya dingin banget dijalan. Saya berangkat kerja bersama teman seapato saya, kita berdua berangkat pukul 08.00 dan sampai perusahaan sudah mepet banget jamnya karena harus ganti baju dulu, baju yang buat saya berangkat harus diganti dulu sama baju buat kerja. Baju yang buat bekerja tidak boleh buat keluar perusahaan kalau bukan buat urusan perusahaan. Saya sampai ruangan kerja saya pukul 08.25 dan pukul 08.300 harus sudah mulai bekerja. Alhamdulillah saya dan teman saya tidak terlambat. Kemudian saya melakukan aktivitas seperti biasa, mengganti popok kakek nenek terlebih dahulu. Setelah itu saya mengerjakan pekerjaan pribadi saya, yang pertama membersihkan toilet, kemudian membersihkan toilet portable, membereskan handuk dan cover bed, ternyata pada khusus hari senin banyak banget cover bed dan handuk yang harus dibereskan dan sangat menguras tenaga. Setelah selesai saya melanjutkan buat membereskan baju kotor kakek nenek yang telah dipakai buat dikumpulkan disatu tempat dan satu ora mempunyai satu tempat buat baju kotor, jadi harus dipisah pisah. Pukul 11.20 pekerjaan pribadi saya telah selesai dan saya membantu pekerjaan teman saya yang belum selesai. Setelah istirahat siang ternyata saya dikasih tugas lagi buat menyiapkan baju baru buat ganti hari besok setelah kakek nenek mandi. Kakek nenek mandi satu minggu dua kali. Setelah semuanya selesai saya duduk bersantai dengan kakek nenek dan sedikit mengobrol dengan mereka karena masih dalam keterbatasan bahasa. Pukul 17.00 sudah waktunya pulang bekerja dan Alhamdulillah sudah tidak hujan jadi tidak terlalu dingin.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-06-10 08:02:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2217258227</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Taufiq #4 4 Juni 2022 </title>
         <author>rezarustam</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2217259448</link>
         <description><![CDATA[<div>4-6-2022 innoshima hiroshima japan<br>Kegiatan ku hari ini, tadi aku bangun agak telat kesiangan, karena sangkin pules dan capenya aktifitas kmrin.<br>Biasanya hri kerja di hari sabtu lumayan santai, cuman sabtu kali ini agak sedikit report karena pekerjaan harus cepat selesai karena permintaan dari bos harus selesai sampai jam 3 sore, dan lebih capenya lagi aku mengerjakan piva dibagian atas, paling males karna susah bawa alat dan bahan untuk dibawa keatasnya, apalgi bahannya berat berat, dan alat angkat nya juga menggunakan manual, alias tenaga kita , tdk menggunakan bantuan mesin apapun, dan itu cape banget, bahkan kita hrus 10naik asiba atau tangga buat naik ke tempat pekerjaan, dan itu capenya kerasa sekali, sprti latihan fisik. Yah walaupun cape , karena itu udah menjadi&nbsp; resiko pekerjaanku, mau gak mau yah harus dikerjakan. Dan alhamdulilah tadi kerjaanku selesai sampai jam di targetkan, dan tadi kita pulang cepet, karena spt biasa, jika pekerjaan cepat selesai di hari sabtu, sacho suka mengajak kita karyawan nya untuk makan bareng bareng di restoran, mungkin itu salah satu bagian dari untuk merayakan pencapaian target yang kita kerjakan. Alhamdulilah seneng sih. Walaupun cape kebayar dengan perlakuan baik dari bos kepada kita sebagai karyawanya. Mungkin itu saja diariku hri ini terima kasih</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-06-10 08:03:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2217259448</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Taufiq #5 5 Juni 2022</title>
         <author>rezarustam</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2217260211</link>
         <description><![CDATA[<div>5-6-2022 innoshima hirosshima jepang<br>Kegiatanku hari ini tuh tadinya mau maen ke tempat tinggal kohaiku dari indonesia yang baru datang, karena kebetulan tempat tinggal nya jaraknya gak jauh dari tempat aku tinggal, yah kalo menggunakan sepeda mungkin memerlukan waktu 15 menitan, cuman cuaca hari ini gak mendukung , dri shubuh sampai sore hujan nampak tak reda, jadi akhirnya gak jadi maen. Padahal udah di rencanakan untuk bisa maen ke tempat temanku, yah apadaya karena gak bisa karena cuaca, akhrnya dirumah deh, spti biasa kalo dirumah pas hari libur, kalo gak ada kegiatan untuk pergi keluar, yah beres beres dirumah, seperti nyuci ngepel dan masak untuk makan siang, walaupun cowok, hikmah tinggal di jepang jadi bisa ngerjain tugas tugas seprti itu, yah ternyata lumayan cape jugasih, tapi alhamdulilah karena terbiasa, jadi seneng seneng ngelakuinnya, dan jadi bekal nanti pas nikah udh punya istri bisa bantu pekerjaan pekerjaan istri dirumah, biar istri seneng dan bahagia, udah kita nafkahin kasih duit, dan pekerjaannya pun kita bantuin, yah walaupun sampai sekarang belum punya pacar alias jomblo, yah ngayal dulu dan blajar aja biar bisa jadi suami idaman, heehe sori sedikit curhat.&nbsp;<br>Singkat cerita tadi pas jam 2an siang gak disangka temen orang jepang ku datang kerumah, minta di temenin buat belanja kebutuhan rumah sama beli baju, dan tadi ikutlah sama dia pake mobil. Seneng bangt ternyata tadi di traktir dan belanjain semuanya sama dia, walaupun aku menolak , tapi dia suka bilang kalo gak mau malah dia nya marah, alhamdulillah punya temen ini baik banget sama aku dia ini namanya yosida san. Yah mungkin itu rejeki anak soleh yah. Hee. Udah selesai belanja dan makan pulang deh. Yah itulah aktifitasku hari ini. Cukup sekian dan terima kasih</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-06-10 08:04:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2217260211</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Taufiq #6 8 Juni 2022</title>
         <author>rezarustam</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2217260769</link>
         <description><![CDATA[<div>8-6-2022 innoshima hiroshima jepang<br>Kegiatanku hari ini gak tau kenapa males banget buat masak untuk sarapan pagi dan bento makan siang, dan kerja juga bawaannya males, terpaksa deh hari ini untuk sarapan dan mkan siang beli bento di kombini, yah sesekali mah gak pp beli di konbini, karena kalo tiap hari harus beli bento sarapan dan makan siang boros sekali, karena harganya sangat lumayan, beli onigiri sama roti satu aja udah 400yen, kalo di bedain sama di indonesia tentu jauh, kalo uang segitu bisa makan enak di warteg atau nasi padang. Bahkan tadi juga temenku orang jepang yosida san, nanya kenapa tumben beli makanan sarapan sama bento beli di kombini, biasanya bawa sendiri bentonya. Yah aku jawab aja, hari ini lagi males masak , pengen beli aja di kombini. Yah gitu dah orang jepang kalo ada perubahan kebiasaan orang kita suka di pertanyakan.&nbsp;<br>Hari tadi cuaca lumayan panas, kalo cuaca panas kayak gini tuh mantap banget, ganpang haus, apalagi kalo kerja di genba seperti kita tuh ,kerasa banget capeknya, yah gitu dah resiko kerja di lapangan, pans ya kepnasan kalo hujan yah kehujanan, tapi di syukurin aja deh alhamdulillah, jadi ada hikmahnya, jadi&nbsp; tau gimana susah nya nyari uang.<br>Tadi kerja bongkar pelindung pipa mesin kapal yang sudah rusak, kalo lagi bongkar gini tuh paling gak enak, karena kotor dan panas banget, yah walaupun pake baju apd , tetep aja kerasa panas dan kotornya, apalagi debu kotoran oli masuk ke baju, trus sama debunya nempel kemuka, kalo buka helm muka langsung cemong. Yah itu dah gak enaknya kalo pas lagi bongkar. Badan sama muka kotor kotor sam debu sama oli. Mungkin itu saja kegiatan kerjaku hari ini terima kasih</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-06-10 08:05:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2217260769</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Taufiq #7 9 Juni 2022</title>
         <author>rezarustam</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2217261420</link>
         <description><![CDATA[<div>9-6-2022 innoshima hiroshima jepang<br>&nbsp;Kegiatanku hari ini, karna hari ini aku ada kegiatan pengajian online dengan nara sumber yang masya Allah luar biasa yaitu ust prof . Ust abdul somad lc.Ma, aku minta pulang lebih awal, agar bisa mengikuti kegiatan pengajian online, karena aku gak mau melewatkan pengajian ini dengan narasumber salah satu ulama hebat di indonesia, alhamdulilah di jepang ini aku dipertemukan dengan orang orang yang hebat, orang orang baik, dan di jepang ini banyak komunitas komunitas perkumpulan muslim indonesia, di hiroshima ada kmih mwci nu, fukuinkai, dan ipmi. Dan kegiatan kegiatan nya itu sangat fositip, seperti pengajian dan kumpul kumpul belajar diskusi tentang pengetahuan islam dan umum lainnya. Dan juga kita suka bikin kegiatan kegiatan keagamaan seperti maulid nabi isra mi'raj, kegiatan di bulan suci ramdhan, sholat idul fitri juga, dan kebetulan disini jarak ke mesjid gak begitu jauh, cuman 40 menit kalo menggunakan densya, atau kereta api.&nbsp;<br>Sangat bersyukur banget bisa ikut komunitas komunitas seperti ini, banyak bertemu dengan teman teman satu seperjuangan di tanah rantau di jepang, dan sebagai pengganti keluarga juga di rumah.&nbsp;<br>Alhdulilah hari ini pengajian di mulai dari jam 5 sore waktu jepang sampai jam 7 sore. Dan peserta pengajian diikuti sebanyak 200 lebih peserta, karena zoom nya hanya bisa menampung 100 orang saja, peserta yang mengikuti di room zoom hanya 100 orang. Dan kegiatan tadi banyak ilmu yang bermanfaat dari tuan guru ust abdul somad, dan menjawab permsalahan permasalah kegiatan ibadah yang kurang maksimal bisa dikerjakan di jepang ini, karena di jepang ini susah sekali untuk melakukan kewajiban ibdah sebagai seorang muslim, karena di jepang kita sebagai minoritas, berbeda jauh dengan di indonesia yang gampang bisa untuk melakukan ibadah.&nbsp;<br>Kalo dijepang tdk ada fasilitas sarana untuk sholat, sekalipun ada mesjid itu di buat oleh muslim indonesia yang sudah lama tinggal di jepang.&nbsp;<br>Dan di tempat juga tdk disediakan untuk tmpat ibdah sholat. Yah pinter nya kita untuk tetap bisa melaksanakan kewajiban sholat, kita cari tempat yang kosong dan bersih, dan alasnya seringkali kita menggunakan kardus ataw plastik, yah itulah perjuangan seorang kensusei jepang supaya bisa tetp melaksanakan inadah sholat.&nbsp;<br>Mungkin itu saja diari hari ini cukup sekian dan terima kasih.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-06-10 08:06:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2217261420</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rina Triana #3 Minggu , 29 Mei 2022  </title>
         <author>rezarustam</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2217272105</link>
         <description><![CDATA[<div>Diary Entry #3<br>Rina Triana&nbsp;<br>Minggu , 29 Mei 2022 &nbsp;<br><br><br>Pagi hari ini saya sedikit tidak bersemangat karena malam tidak bisa tidur dengan tenang entah kenapa . Ketika akan berangkat shif pagi jam 06:30 keluar dari apato tiba- tiba hujan pun turun , lalu saya memakai jas hujan&nbsp; , di tempat parkiran sepeda terlebih dahulu sebelum menggoes sepeda .saya pikir ini belum terlalu deras ,jadi Hanya memakai jas hujan baju nya saja tanpa celana .&nbsp;<br>Dengan menggoes sepeda yang lebih cepat karena takut lebih deras hujan nya&nbsp; seraya bergumam “wes , wes&nbsp; susah ya cari cuan , Inilah musim panas tapi di selingi dengan musim hujan , walaupun hujan turun tetap saja udaranya panas , ingin sekali saya kembali ke kamar dan tidur&nbsp; di hari libur”<br><br>Saya kadang kala kesal dengan jadwal libur yang selalu di letakkan di luar hari Sabtu atau minggu jika saya tidak menulis untuk kibou ( memesan ) hari libur nya .&nbsp;<br>Mereka&nbsp; bilang karena saya masih jomblo atau belum berkeluarga jadinya banyak yg bekerja ketika di tanggal merah. Ternyata saya belum merdeka !<br><br>Setelah sampai di tempat kerja , tiba- tiba saja tuh hujan nya menjadi benar- benar reda . “Nah kan , udah panas yah pakai mantel tiba - tiba langsung reda , ya wes lah lanjut jalani saja kerja walaupun mood tidak stabil “&nbsp;<br>Saya ketika mood sedang turun begini , saya lebih suka untuk tidak terlalu banyak bicara dan bercanda tapi&nbsp; hanya melakukan kerjaan yang harus di lakukan . Jika ada hal&nbsp; yang di tanyakan oleh teman kerja atau para pasien saya akan menjawab dengan singkat dan jelas.&nbsp;<br>Tapi nanti ada yang menyadari dari teman kerja , mereka akan bertanya “kamu ngga apa apa ? “ hari ini cape ya ? “ .&nbsp;<br>Maka saya akan menjawab tanpa basa - basi , bahwa saya sedang cape . Maka mereka akan mengerti , jika saya hanya bekerja saja tanpa banyak bicara dan bercanda .&nbsp;<br><br>Ketika jam oyatsu ( makan snek sore ) telah selesai dan mengantarkan ke toire pun sudah di laksanakan . Mrs.T mengajak 2 orang pasien di kursi roda untuk pergi ke lantai 1 untuk pergi ke luar ruangan , yaitu di depan parkiran . Lalu saya mengikuti dengan membawa pasien yang&nbsp; sering ingin berdiri sendiri padahal di kursi roda dan tidak boleh berjalan sendiri, akhirnya saya membawa nya turun menggunakan lift mengikuti Mrs. T .&nbsp;<br>Mrs. T dan 2 orang pasien sedang meminum kopi yang di beli di jidouhanbaiki .&nbsp;<br>Saya di tanya Mrs. T &nbsp; masih tidak suka kopi walaupun sudah di Jepang ya ?<br>Dengan jawaban yang singkat “ya begitulah “&nbsp; sembari duduk tanpa alas karena bersih sambil melihat awan yang biru bersih .&nbsp;<br>Saya berani menjawab singkat&nbsp; itu , karena Mrs. T sudah saya anggap sebagai kaka sendiri , dan dia susah tahu sifat saya jika sedang mood turun .&nbsp;<br>Saya hanya mendengarkan mereka bercerita, tentang masa lalu dari 2 pasien yang masih nyambung untuk bercerita . Bercerita tentang musim panas tiba , mereka akan berjalan ( hikking) dari desa satu ke desa lainnya , lalu nanti berhenti di tengah jalan lalu memakan bento dan seterusnya . Sembari mendengarkan cerita mereka, saya mengambil dan merangkai bunga- bunga yang banyak tumbuh di pinggir parkiran dan saya beri pada pasien yang tadi saya bawa , dan dia pun merasa senang.&nbsp;<br>Setelah 20 menit berada disitu , kopi yang Mrs. T dan 2 pasien sudah di minumnya , lalu say mengajak mereka untuk naik ke atas. Setelah jam 15.30 sudah waktunya saya untuk pulang . Walaupun dengan mendengarkan percakapan mereka&nbsp; , setidaknya&nbsp; merasa mood saya kembali normal .&nbsp;<br>See you besok saya masih shif pagi ~</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-06-10 08:20:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2217272105</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kartika #4 5 Juni 2022 (part 1)</title>
         <author>rezarustam</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2217273278</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1271041899/12489b10e72a845f9be636b8be5ad5cc/WhatsApp_Image_2022_06_05_at_3_15_53_AM.jpeg" />
         <pubDate>2022-06-10 08:21:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2217273278</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kartika #4 5 Juni 2022 (part 2)</title>
         <author>rezarustam</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2217273478</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1271041899/9cf4896e4e58ccccfb094ba87e62ad3a/WhatsApp_Image_2022_06_05_at_3_16_02_AM.jpeg" />
         <pubDate>2022-06-10 08:22:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2217273478</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Diary entryAndre Dwi Saputra#1Rabu, 29 juni 2022 Bismillahirrahmanirrahim seperti biasa hari ku awali dengan harapan rahmat dari Allah SWT, seprti biasa saya terbangun pukul 4 untuk melaksanakan solat subuh karna sedang musim panas jadi matahari terbit lebih cepat dari biasanya. Saya bekerja di Daihatsu di bidang servis kendaraan ringan. Waktu kerja saya di mulai pukul 09.30meski begitu saya harus menyiapkan bekel dan sarapan pukul 07.00 kemudian saya persiapan berangkat kerja dengan mandi pagi, kemudian saya harus sampai di bengkel tempat bekerja pukul 08.30 karna dari pukul 08.15 sampai 08.30 saya harus membersikan lingkungan kerja dan alat bengkel lainnya. Saya tiba di bengkel dan bertemu furonto dan egyou man yaitu orang yang bekerja di bagian sorum dan penjualan. Seperti biasa saya ucapakan ohayou gozaimasu kepada staf yang saya temui dan seperti biasa salam saya di balas dengan senyum ramah dari mereka. Kemudian saya mengganti pakaian dengan wearpack, sewaktu mengganti pakaian saya mengganti pakaian bersamaan dengan inami san salah satu senpai saya yang ramah pula, saya awali perbincangan dengan kasus orang&quot; di Tokyo yang mengalami dehidrasi karena panas yang tidak wajar belakang ini. Dan perbincanggan di akhiri dengan sebuah bentuk perhatian dari seorang senpai dengan berkata &quot;andore mo ki wo tsukorare&quot; bahasa yang dulu tidak di pelajari di pembekalan bahasa dulu. Namun saya paham karna sudah cukup lama tinggal di Toyama sekitar 2 setengah tahun saya tinggal di toyama. Kaliman tersebut adalah kalimat perintah kepada saya yang harus berhati-hati juga terhadap dehidrasi, begitu yang saya pahami. Kalimat tersebut juga sering muncul ketika saya minta ijin ke toilet atau ijin melaksanakan solat. Seperti ketika saya bertanya &quot; toire ittemo iidesuka&quot; mereka menjawab iiyo itte korare. Begitu pula saat ijin melaksanakan solat. Setelah itu seperti biasa saya melakukan souji ringan dan melaksanakan chourei apel pagi membahas booking hari ini dan siapa saja yang tidak hadir dan melakasakan kenshuu atau pelatihan kerja, karna di perusahaan saya terdapat libur perusahaan yaitu hari minggu dan libur shuukyu dimana kita bisa memilih hari libur di hari apa saja, dan sering terdapat pelatihan&quot; kemampuan di bidang seibi atau servis. Setelah chourei saya bersama teman jepang yang lainnya melihat bord pembagian tugas dan sedikit berbincang tentang pekerjaan &quot; kyou ha amari isoidenai youne&quot; karna berhubung akhir bulan dan target sudah tercapai jadi pekerjaan tidak terlalu banyak. Kemudian saya kebagian shaken bersama dengan kubota san sebagai kensai in. Seperti biasa bekerja dengan komunikasi di sela&quot; pekerjaan membahas tentang permasalahan yang terdapat pada mobil yang sedang kita kerjakan. Hari ini pekerjaan saya cuma 3 unit jadi sangat santai dalam bekerja di selah&quot; waktu kosong saya berbincang dengan jouno san yang sedang mengganti rel kursi penumpang dan jouno san seperti biasa selalu semangat menerangkan apa yang ia ketahui kepada saya walau ada beberapa hal yang saya tidak paham tapi selalu ada ilmu baru dari nya. Seperti itu kegiatan saya hari ini dan tidak lupa sebelum pulang saya salam kepada semua staf yang saya temui. Seperti biasa senpai tachi memasukan mobil ke bengkel saya pulang duluan wkwkw tapi mereka menjawab salam saya dengan senyum dan lambaian tangan. Alhamdulillah hari ini berjalan dengan lancar semoga usaha kita di berkahi dan di catat sebagai amal ibadah Aamiin</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2233318724</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-06-29 10:33:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2233318724</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2236425338</link>
         <description><![CDATA[<div>Diary entry<br>Andre Dwi Saputra<br>#2<br>Rabu, 30 juni 2022<br>&nbsp;Dipagi hari tidak ada yang berbeda dengan pagi-pagi yang lain dan pekerjaan saya jalani seperti biasa dengan santai dan sedikit candaan dengan rekan kerja saat bekerja dan di saat makan siang saya duduk bersebelan dengan sawada san salah satu egyou man atau staff penjualan di bengkel kami. Sawada san menyapa saya dengan bertambahnya " gohan dai suki dane" karna iya hanya membawa cup ramen untuk makan siang nya dan saya pun menjawab nya dengan perkataan " sou desuyo Indonesia jin ha gohan tabenai to " mada tabete nai na to imeji arimasu kara ne hehehe, mada tabe te nai na to omou koto ni narimasu kara hehehe" sontak sawada san pun tertawa mendengar kelucuan orang Indonesia dan ia pun menambahkan " nemuku naru yo gohan tabe sugitara fufufu" " daijoubu desu" jawab ku sambil ketawa. Setelah&nbsp; itu saya duluan beres makan dan pamit duluan ke sawada san dan seperti biasa saya solat di loker, tempat dimana saya dan kohai orang jepang saya bernama tanihata kun duduk" di selah istirahat siang. Dan seperti biasa selepas soalt tanihata selalu bertanya soal jumlah unit mobil shaken yang terisisa dilanjut dengan menonton YouTube tentang permainan yang ia senangi saat ini. Entah mengapa ya ia sangat suka kali dengan permainan online ya heran ku wkwkw. Cerita di lanjut ketika saya pulang duluan pada saat kubota san senpai ku yang sedang memasukan mobil customer yang disimpan di bengkel, saya kaget ketika aisatsu kepadanya ia lansung bilang ke saya " andre no tomodachi mo ittayo" saya langsung tanya" kemana?" Dia jawab "main bola tadi bawa bola warna oren katanya" memang betul karana di apato saya ada orang Indonesia baru yang tingal sebanyak 6 orang . Kubota san tau bahwa itu temen saya karna semua pada botak katanya dan mukanya mirip semua wkwk." Hayaku itte yo " guyon kubota san ke saya. Kebetulan temen yang se apato saya yang baru itu merka cuma menetap 1 bulan untuk pemantapan belajar bahasa jepang sebelum ke kaisha masin" dan nanti akan ada orang yang baru lagi setelah merka meninggalkan apato. Alhamdulillah hari itu sangat menyenangkan karna saya bermain bola bersama anak" toyama juga dan sedikit mengambil poto untuk kenang"an . Alhamdulillah Allah tempatkan saya di pekerjaan dengan lingkungan yang sangat baik. Dan semoga saya bisa jadi hamba Allah yang senan tiasa bersyukur Aamiin.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1716627293/04283a4dbe873997c62751ea1658da7b/WhatsApp_Image_2022_07_04_at_6_43_22_PM.jpeg" />
         <pubDate>2022-07-04 11:48:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2236425338</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2236469587</link>
         <description><![CDATA[<div>Diary entry<br>Andre Dwi Saputra<br>#3<br>Jum'at, 1 juli 2022<br>&nbsp;Hari ini hari Jum'at Alhamdulillah saya dan teman sesama jisshusei dari Indosat juga libur karna kami ada jatah shuukyu atau libur mingguan yang bisa di ambil kapan saja secara bergiliran setiap orang nya karna libur saya sedikit bermalas-malasan karna selepas solat subuh saya tidur kemabali sampai jam sembilan hehehe kemudian saya cari sarapan karna males masak berhubung hari libur. Dan jam 10 saya mandi persiapan Jum'at an . Kemudian karna satu hari sebelumnya saya minta cukur temen saya, jadi saya sedikit berlama" menata rambut baru saya wkwkw jam sebelas saya berangkat ke mesjid TMC (toyama muslim center) disana saya bertemu dengan teman" dari Indonesia yang bekerja atau magang dengan bidang pekerjaan menagkap ikan. Saya pun ketemu kawan saya yang dulu pernah ketemu di TMC juga orang sukabumi sama" sunda, jadi saya bisa lepas kan kotoba" sunda saya yang tertahan selama ini wkwk. untung saja bisa di curahkan kalo ga bisa jadi bisul tuh hahaha. Jamah Jum'at kali ini cukup banyak diantara nya ada jamaah dari Malaysia kebetulan mereka kebagian tugas khutbah di minngu ini, ada jamaah dari Pakistan dan ada juga jamaah dari banglades. Kami jalani solat Jum'at dengan hati yang senang karna masih diberi kesempatan untuk bisa Jum'at an di selah" kesibukan orang" jepang yang sangat padat. Setelah solat seperti biasa orang" meninggalkan mesjid mencari rahmat Allah SWT dengan semangat karna salah satu kebutuhan batin kami terpenuhi. Namun karna cuaca yang panas, saya dan teman saya memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu karna kami datang dengan seoedah dan tidak ada kepentingan yang mendesak. Kemudian salah satu saudara muslim kami dari banglades mengeluarkan donat yang ia dapat dari perusahaan tempat ia arubaito nya dan membagikan nya bersama kami. Dan perbincanggan pun dimulai kami berbincang tentang cahaya islam di daerah kelahiran masing" hehehe. Saudara muslim kami dari banglades menceritakannya budanya negara nya yang tidak jauh berbeda dengan india dan Pakistan yang membekannya hanya saja negara india dengan penganut hindu sebagai mayoritas membuat kami prihatin terhadap saudar muslim kami di india karna mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakan dari masyarakat india yang saat ini di pimpim oleh pemimpin yang beragama hindu. Dan saya pun seperti biasa menceritakan anugerah yang diberikan Allah kepada negara tercinta Indonesia. Dan saya sedikit menceritakan bahwa budaya islam di Indonesia sedikit tercampur dengan budaya hindu yang masih tersisa karana dulu mayoritas penduduk jawa bergama hindu sebelum islam masuk. Dan begitulah hari Jum'at yang penuh kenikmatan dan keberkahan bisa berkumpul dengan keluarga&nbsp; seiman yang membuat kita terhubung langsung . Di mesjid pula saya belajar bahwa membenahi cara kita berbahasa adalah nomer dua setelah belajar membenahi hati. Karna saya melihat anak" di mesjid, mereka datang dari berbagai daerah seperti dari siriah, malaisya dll. Dengan bahasa mereka yang berbeda mereka bisa bermain bersama dan berbagi kebahagiaan dengan gerak tubuh Meraka yang mungkit digerakan oleh hati mereka dimana hati mereka masih bersih dari dosa" tidak seperti hati kami yang lelah karna semakin dewasa semakin banyak penyakit hati yang menyerang kami. Saya jadi teringat percakapan dengan saudara muslim kami dari siriah. Waktu itu kami berbuka puasa bersama di TMC dan ia mengatakan bahawa akan mengadakan sebuah program syiar islam dalam bentuk menerangkan kepada orang jepang tentang " kodomo no tsunagari kata" karna meraka saling terhubung hati dengan hati tanpa kepentingan apapun tanpa melihat ras manapun. Alhamdulillah Jum'at yang penuh kenikmatan dan berkah semoga Allah senantiasa memberikan nikmat iman islam ini selalu dan memberikan kita selalu ke Istiqomah an di jalan nya Aamiin.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1044899709/2c3b53ef7c5a3dca2c86950949a1b2cf/WhatsApp_Image_2022_07_04_at_7_36_28_PM.jpeg" />
         <pubDate>2022-07-04 13:06:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2236469587</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2236470342</link>
         <description><![CDATA[<div>Diary entry<br>Andre Dwi Saputra<br>#4<br>Sabtu, 2 juli 2022<br>&nbsp;Hari sabtu ini seperti biasa saya berangkat kerja lebih awal 30 menit dari hari biasa dan menjalani rutinitas seperti biasa namun saat istirahat saya melihat Instagram milik pemerintah toyama, saya melihat ada penerimaan volunteer untuk bersih" sungai sebagai penambah pengalaman saya niatkan untuk mengikuti kegiatan tersebut lalu saya mendaftar kan diri. Pendaftaran sangat mudah karna terdapat barcode untuk aplikasi pendaftaran. Namun setelah saya lihat lebih banyak lagi ternyata sebelum nya juga di adakan pendaftaran untuk membersihkan rumput di puncak gunung tateyama jiwa petualang saya meronta-ronta ingin rasanya bisa berpartisipasi namun setelah saya lihat lebih lanjut lagi ternyata itu dibuka sekitar 2 mingguan yang lalu, namun pendaftaran masih dibuka. Dengan kuota yang cuma 40 orang saya ragu apakah bisa mengikuti kegiatan ini. Pendaftaran pun terkendala Karna tidak ada aplikasi pendaftaran jadi saya tanya ke bapak angkat jepang saya begitu saya panggil seorang warga toyama yang berusia lanjut yang ramah sekali terhadap kami orang" Indonesia hoshiba san namanya namun kami memanggil nya "BAPAK" ia adalah seorang pensiunan dengan juwa sosial yang sangan tinggi. Hampir tidak ada kesamaan dengan orang jepang lainnya. Ia bisa berbahasa Indonesia,urdu, Inggris, Myanmar dan bermacam bahasal lainnya. Ia juga mengurus blog tentang panti jompo di oosaka dan uang yang ia dapatkan dari internet ia donasikan ke panti tersebut. Kembali ke cerita saya hehehe, saya bertanya tentang pendaftaran kegiatan ini ke bapa dan dengan semangat ia informasi kan segala yang ia tau kepada saya dan menyemangati saya bahwa ini pengalaman yang bagus untuk saya. Dalam hati baiknya bapak ini cuma saya belum tau pasti agama bapa ini ia banyak mengucapkan kalimat seperti insyaallah Alhamdulillah assalamualaikum dll, namun apakah bapak ini Islam atau kalimat itu ia pelajari Karena ia belajar berbagai istilah dalam bahasa asing entahlah semoga Allah berikan hidayah kepadanya Aamiin. Dan saya pun di arahkan untuk daftar kegiatan tersebut, beliau pun membantu daya dengan menanyakan ke panitia apakah penuh atau masih kurang tenaga. Saya pun daftar kan diri dan sayang kuota sudah penuh saya pun tidak bisa mengikuti kegiatan tersebut, mungkin dilain waktu semoga bisa ada kegiatan yang serupa bisa saya ikuti Aamiin</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1044899709/05445891f9c6ee11f94b60dab7e91694/WhatsApp_Image_2022_07_04_at_8_01_15_PM.jpeg" />
         <pubDate>2022-07-04 13:07:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2236470342</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2246559883</link>
         <description><![CDATA[<div>Diary Entry #4<br>Rina Triana&nbsp;<br>Senin , 30 Mei 2022&nbsp;<br><br>Hari ini saya masih shif pagi&nbsp; sama seperti hari kemarin. Tapi hari ini saya merasa segar, karena sengaja bangun lebih awal .&nbsp;<br>Saya sempatkan untuk sarapan dan memasak untuk bekal makan siang. Karena hari ini jadwal ofuro saya memilih makan nasi, yang biasanya hanya pisang dengan madu saja atau apel dengan madu saja .&nbsp;<br>Setelah siap , saya segera berangkat kerja memakai sepeda dan pastinya saya selalu mengecek ban nya terlebih dahulu karena sering was- was jika gembes di tengah jalan.&nbsp;<br>Semua sudah aman ,&nbsp; saya berangkat dan sampai di tempat kerja dengan selamat . &nbsp;<br>Seperti biasa saya memasukan kartu kehadiran , mengecek suhu dan mengganti baju.<br>Hari ini jadwal saya ofuro jadi setelah chorei langsung turun ke lantai 1 untuk membantu memandikan pasien .&nbsp;<br>Saya lebih senang jika berada di ofuro , walaupun panas udaranya jika terkena air hangat menjadi segar sehingga jarang merasa mengantuk dan juga berjalan ke beberapa tempat&nbsp; , berbeda jika berada di hall&nbsp; ruangan terus- menerus akan sering mengantuk karena mengerjakan&nbsp; kegitan di ruangan itu saja.&nbsp;<br>Setelah di ruang&nbsp; ofuro selesai, lalu&nbsp; mencuci kaki ,&nbsp; tangan dan langsung mengganti pakaian. Setelah itu naik ke lantai 2 untuk melanjutkan membantu kerjaan yang belum selesai karena masih jam makan siang pasien .<br>Pekerjaan selesai ,&nbsp; jam istirahat pun datang, langsung makan bekal yang di bawa .&nbsp;<br>Setelah makan , langsung melaksanakan solat dan masih ada 15&nbsp; menit sisa waktu karena merasa mengantuk saya tidur di sebelah hall yang ada tempat tatami ( karpet Jepang ) .&nbsp;<br>Sore hari setelah jam makan snek sore ( oyatsu ) , teman&nbsp; saya Mrs. C&nbsp; sedang berada di&nbsp; taman yang berada di lantai&nbsp; lantai 2 .&nbsp;<br>saya mendatanginya dan menanyakan&nbsp; apa yang sedang di lakukan nya. Ternyata yang dilakukan Mrs.C adalah membersihkan taman untuk di tanami lagi bibit tomat , bibit paprika , timun&nbsp; dan bibit terong yang sudah di beli oleh Mrs. T kemarin siang .&nbsp;<br>Lalu saya bersiap untuk membantunya , tiba- tiba 2 teman yang lain nya datang untuk membantu mencabuti rumput- rumput dan bunga yang sudah mati . mengisi dan mencampur tanah yang di pot dengan tanah baru khusus sayur dan buah, menata pot yang masih ada bunga yang hidup .&nbsp;<br>sembari bercekrama dan bercanda waktu pun begitu cepat , bibit sudah tertata dengan rapi . Hanya saja ada area bunga yang belum di bersihkan , rencananya besok akan di lanjutkan .&nbsp;<br>Saya merasa senang ketika berkebun karena itu merupakan hobby saya . Di apato saya pun sedang menanam buat tomat , paprika , dan seledri .<br>Di tempat kerja karena kebanyakan teman yang usianya di atas saya dan mereka pun senang berkebun jadi terasa nyambung ketika bercerita dan berbagi pengalaman .&nbsp;<br>Karena saya hari ini pulang jam 03.30 , lalu saya pergi ke market&nbsp; namanya yuuho yang menjual bibit ,&nbsp; rencananya&nbsp; saya akan membeli bibit&nbsp; timun, tapi ternyata habis dan akhirnya saya membeli bibit terong dan jahe . Alhamdulillah , hari ini terang sore&nbsp; jadi terasa senang sampai apato .</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1716627293/c0327c2ebc1eba498e9a9e0ec6ce63ff/WhatsApp_Image_2022_07_20_at_7_28_54_AM.jpeg" />
         <pubDate>2022-07-20 02:07:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2246559883</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2246560256</link>
         <description><![CDATA[<div>Diary Entry #5<br>Rina Triana&nbsp;<br>Selasa, 31Mei 2022&nbsp;<br><br>Pagi terasa cepat , sudah terang benderang . Rasanya&nbsp; baru saja memejamkan mata&nbsp; . Karena musim panas jadinya jam 03.10 sudah waktu masuk subuh . Hari ini masuk shif siang jam 10.30 dan waktu pagi di gunakan untuk kepentingan pribadi . Jika musim panas sering merasa senang karena jemuran pakaian akan cepat kering selain itu futon dan berdoa lipat pun bisa di jemur .&nbsp;<br>Selain itu listrik bisa jadi lebih hemat karena tidak menyalakan penghangat ruangan (danbo) .&nbsp;<br>Ketika pekerjaan rumah selesai , langsung bersiap untuk pergi bekerja . Hari ini berangkat lebih cepat 10 menit dari biasanya yaitu&nbsp; jam 09.50 , karena panas akan cepat berkeringat dan perlu waktu untuk mengelap badan ketika sampai di tempat ganti baju .&nbsp;<br>Setelah sampai di tempat kerja , benar sekali terasa panas bahkan kepala pun pusing&nbsp; perih walaupun memakai topi . Langsung saja meminum air yang di beli di jidouhan , dan bisa meredakan sakit kepala .&nbsp;<br>dehidrasi yang harus di cegah di musim panas&nbsp; dengan banyak minum , dianjurkan yang ada ion Natrium nya seperti Pocari sweat .&nbsp;<br>Pasti kata- kata sering di ucapkan oleh teman kerja ,” atsui ne…” , “atsu !!!” “ haaah atsuuui “&nbsp;<br>Dan pasti sering tanya “ Rina panas ngga panas pakai jilbab ? .&nbsp;<br>Kadang karena sesering itu saya hanya bercanda “ waah , dingin bangeeett”&nbsp;<br>Yah kali ya , pastinya dua kali lipat panas nya . Tapi karena tidak mau di kasihanin hehe &nbsp;<br>kerja seperti biasa walaupun panas , sekali- kali masker di buka kebawah lalu jika bertemu teman yg lain di naikin lagi tuh maskernya . Selain itu harus bawa manset 2 karena karena kalau udah basah harus di ganti. Pernah waktu itu ngga ganti eh malah kaya masuk angin karena baju basah mungkin ya .&nbsp;<br>Nah tapi kalau mepet itu pasti&nbsp; aja ide nya , karena keluar terus itu keringat jadinya dalam baju itu pakai handuk yang kecil( yang buat mandi pasiennya) , tapi karena di cuci pakai mesin khusus jadinya yang bersih bisa di pakai siapa aja. Nah lumayan manset nya ngga basah sampai waktu pulang .&nbsp;<br>Sore hari ini di tempat kerja ketika ada waktu luang , saya dan teman saya melanjutkan membersihkan kebun sampai bersih dan rapih . Dan ada beberapa bibit yang di bawa lagi seperti jagung , selada , Okra , seledri dan cabai .&nbsp;<br>Setelah selesai , saya dan 3 orang teman yang lain merasa senang karena mata serasa sejuk saja melihat yang hijau .&nbsp;<br>Selain itu , pasien pun selalu ingin melihat kebun kita .Lalu saya pun mengantarkan mereka , Dan menceritakan apa saja yang ingin di ceritakan tentang tanaman .&nbsp;<br>Jika merasa senang , waktu kerja pun serasa cepat . Semoga hari besok pun terasa cepat untuk di lalui~</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-20 02:07:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2246560256</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2246561148</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1716627293/af5d258a558df560926b1b286c52f6d3/WhatsApp_Audio_2022_07_20_at_7_28_54_AM.mp4" />
         <pubDate>2022-07-20 02:08:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2246561148</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2246561932</link>
         <description><![CDATA[<div>Diary Entry #7<br>Rina Triana&nbsp;<br>&nbsp;08 Juni 2022<br>&nbsp;<br>Hari ini&nbsp; jadwal bekerja saya hayya . Jam 04.30 saya sudah melaksanakan Solat subuh dan mengaji . Kegiatan di pagi hari seperti biasanya , membereskan kamar , membuat sarapan dan bekal untuk makan siang , setelah itu saya&nbsp; mandi lalu menyiapkan apa yang harus di bawa ke tempat kerja. Tepat pukul 06:30 saya berangkat menggunakan sepeda .&nbsp;<br>&nbsp; &nbsp; Sampailah di tempat kerja , saya segera memasukkan kartu absensi , menulis suhu tubuh hari ini dan mengganti baju . Saya shif hayya 2 orang, jika teman saya yang dahulu sampai tempat kerja maka dia yang menyiapkan dan membawa Ocha (teh) dari tempat pengambilan&nbsp; makanan kaisha ( dapur) lalu membawanya 1 troli&nbsp; menuju ke lantai 3 dan&nbsp; 1 troli lagi&nbsp; ke lantai,&nbsp; tetapi jika saya yang terlebih dahulu sampai maka saya yang melakukan nya . Hari ini teman saya yang dahulu sampai , jadinya Ocha sudah tersedia di hall lantai 2&nbsp; . Saya yang akan menyiapkan Ocha yang khusus pasien yang sulit menelan dan mudah tersedak , yaitu dengan menambahkan bubuk toromi( pengental ) . Saya menyiapkan 3 takaran yang berbeda untuk pemberian toromi , yang pertama sangat kental 1 sendok penuh&nbsp; , kedua biasa 1/2 sendok&nbsp; , yang ke tiga sedikit 1/4 sendok , selain itu ada juga pasien yang minum Ocha tapi berupa jely yang akan di makan karena dia tidak menyukai Ocha yang hangat . Setelah menyiapkan Ocha , saya&nbsp; aisatsu terlebih dahulu pada pasien , lalu&nbsp; menyemprotkan alkohol pada tangan dan memberikan handuk kecil yang hangat untuk membersihkan wajah nya . Wajah mereka berseri-seri ketika Ocha di berikan , lalu meneguknya dan pasti mengatakan “waaa oishii nee “ . saya hanya berkata “ yokattane” . Setelah Ocha terbagi kan , ada pasien yang tidak bisa melakukan sendiri , lalu saya membantunya .&nbsp; Selain itu ada pasien yang tidak paham bahwa ireba (gigi palsu ) harus di pasang , malah di biarkan di pegang , disini tugas saya mengarahkan harus di masukan mulut . Saya melakukan tugas pagi di hall sendiri , Karena teman saya yang hayya sedang bertugas membangunkan pasien yang bangun nya memang harus pas mepet karena dia akan marah jika bangun cepat .&nbsp;<br>Setelah itu saya akan menanyakan pada&nbsp; anggota shif malam , apakah ada pasien yang keadaannya buruk atau aneh semalam? , teman saya mengatakan “ tidak ada yang buruk keadaan nya semalam , namun pasien Mrs. k yang tidak tidur semalaman ,dia hanya berbicara sendiri entah apa yang di bicarakan , tetapi sekarang tidak ada perubahan juga pada tanda-tanda vitalnya (tekanan darah , nadi ,&nbsp; suhu ) . Dan saya mengerti dan melanjutkan tugas membagikan makanan karena sudah datang . Setelah makan yang dibagikan lalu saya membantu pasien yang tidak bisa makan sendiri dengan menyuapinya. Diseling saya menyuapi pasien, saya mengambil tempat makan Dari yang sudah selesai makan. Jika ada pasien yang selesai makan saya akan mengambilnya dan memberikan tempat gosok gigi,&nbsp; air Ocha yang ada di dalam gelas plastik dan baskom&nbsp; kecil untuk kumur- kumur. Selanjutnya jika pasien yang memakai apron lalu selesai makan, Saya akan mengambilnya dan menyimpan pada ember tempat apron . Setelah selesai semuanya saya akan menidurkan pasien ke kamar nya masing masing namun, jika ada pasien yang jadwal nya hari ini&nbsp; mandi Akan tetap berada di hall. Selesai maka 08.30 akan terasa cepat karena memang ya saya sebutkan tadi adalah secara umum. Pada kenyataannya pada selang saya membagi kan makanan atau membantu makan pasti ada saja ah yang memberi atau meminta bantuan untuk toilet menumpahkan makanan ataupun sendok yang terjatuh . Ketika jam sore sudah dilaksanakan, saya menyiapkan untuk mengganti omutsu , pagi ini saya ditugaskan untuk memandikan pasien di ruangan ofuro&nbsp; lantai satu.&nbsp; Tidak tahu kenapa hari ini saya benar benar merasakan capek, ngantuk, dan pinggang terasa sakit Setelah tugas memandikan selesai. Tidak terasa sudah 12.00 , Saya diminta untuk naik ke lantai dua, untuk melanjutkan pekerjaan yang belum selesai seperti membereskan tempat makan pasien dan menidurkan Pasien.&nbsp;<br>Pukul 12 30 sudah waktunya untuk istirahat, dan saya segera makan bekal&nbsp; yang sudah di bawa. Seperti biasanya setelah istirahat saya&nbsp; menyiapkan pakaian untuk pasien yang hari berikutnya jadwal mandi, sembari membangunkan pasien untuk jam oyatsu. Setelah itu karena menyiapkan baju dan memberikan pempers pada setiap tas nya&nbsp; memerlukan waktu yang cukup lama , saya tidak membantu untuk memberikan makanan pada jam oyatsu, saya hanya membantu setelahnya yaitu menidurkan beberapa pasien dan mengantarkan pasien ke toilet , selain itu ada juga pasien yang setelah selesai dari tiket harus segera di ganti baju tidur . Jam 03:00 selesai pekerjaan saya , setengah jam lagi waktu pulang , hanya membantu teman yang belum selesai kerjaannya , selain itu mengobrol dengan pasien , ataupun ada pasien yang masih ingin terus ke toilet .&nbsp;<br>Setengah jam berlalu , saya cepat- cepat bersiap untuk pulang karena terasa mengantuk tidak hilang - hilang . Setelah&nbsp; sampai di&nbsp; apato , saya Solat terlebih dahulu lalu tidur .<br>Baru satu jam , saya tidur tiba- tiba terdengar percakapan kohai saya bersama orang perempuan Jepang . Saya pikir orang Jepang itu adalah orang kaisha .&nbsp;<br>Setelah saya bangun , ternyata orang Jepang , seorang ibu yang tinggalnya di lantai 3 di apati yang sama .&nbsp; Saya menyapanya ,&nbsp;<br>Kohai saya yang langsung bilang tentang moeru gomi . Saya bengong saja , tidak tahu apa yang sedang di jelaskan . Lalu saya meminta penjelasannya&nbsp; kembali pada ibu&nbsp; tersebut. Ibu dengan nama Mrs. M itu menjelaskan bahwa , ada jadwal membersihkan tempat pembuangan sampah , dimana kami mendapat jadwal tanggal 20 yaitu moeru gomi ( sampah organik ) . Dia mengatakan di tempat yang paling kanan . Nah saya pikir otak saya masih belum kumpul sepenuhnya , yang saya pikirkan adalah membersihkan rumput yang ada di sekitar apato . Karena saya tidak mau ada misskomunikasi , saya meminta untuk di tunjukan apa saja yang harus di bersihkan . Lalu ibu M mau mengantarkan saya dengan berjalan kaki&nbsp; . Benar saja , yang di maksud dia adalah tempat yang biasa saya membuang sampah , nah siang atau&nbsp; sore hari harus di bersihkan setelah sampah pada hari itu di angkat . Ibu M dengan ramahnya menjelaskan apa yang harus di bersihkan , dan menujukan selang air yang harus&nbsp; di pakai jika benar- benar kotor . Selain itu ,ibu M menceritakan tentang aroma masakan yang di buat orang Indonesia sangat harum , dan saya menjelaskan bumbu apa yang di pakai. Tidak terasa 15menit&nbsp; bolak - balik ,sembari bercerita tentang pekerjaan , dan masakan&nbsp; sampai di apato lantai 3 dan saya berterimakasih, berpamitan .<br>Pada malam hari , saya menceritakan pada anggota lantai 4 tentang tugas ini , dan yang libur hanya saya dan kohai yang tempat bekerjanya sama , dan sepakat akan membersihkannya jam 14.00 .&nbsp;<br>Itu saja cerita hari ini , tunggu cerita selanjutnya ya …</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-20 02:09:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2246561932</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2246563542</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1716627293/efc9cd0af7deecf61fb1a1c1b24450fb/WhatsApp_Image_2022_07_20_at_7_30_17_AM.jpeg" />
         <pubDate>2022-07-20 02:11:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2246563542</guid>
      </item>
      <item>
         <title>lanjutan diary entry #5</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2246563815</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1716627293/396296e44f3695d90fb08f7111c0c764/WhatsApp_Image_2022_07_20_at_7_30_19_AM.jpeg" />
         <pubDate>2022-07-20 02:12:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2246563815</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Diary entry 1</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2248719387</link>
         <description><![CDATA[<div>7月20日<br>Hari ini 4 orang kohai dari Indonesia datang. Saat bekerja, tiba-tiba Buchoū memanggil saya.<br>Ternyata ada panggilan telf dari shachou, yang meminta saya untuk menerjemahkan ucapannya kepada kohai tachi yang baru datang di asrama.&nbsp;<br>Sekitar pukul 16:40 shachō datang ke pabrik bersama 4orang jisshūsei baru dari Indonesia. Beliau meminta saya untuk turut menemani kōhai tachi membeli anzen gutsu yang akan mereka kenakan selama kerja nanti, dan juga peralatan bentō dll.&nbsp;<br>Selama dalam perjalanan shachō memberikan instruksiuntuk menjelaskan beberapa hal terkait keselamatan kerja, tata cara hidup di Jepang seperti soal gomi no bunbetsu, tata cara pembuangan sampah dll</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-24 08:46:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2248719387</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Diary entry 2</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2248719517</link>
         <description><![CDATA[<div>7月21日<br>Hari ini saya dibebas tugaskan dari pekerjaan biasanya sepanjang pagi hingga tengah hari. Sebagai gantinya, shachō menginstruksikan agar melakukan edukasi kepada kōhai yang baru saja mulai masuk bekerja. Beberapa materi edukasi meliputi keselamatan kerja, alur kerja, hal-hal yang harus dan tidak boleh dilakukan selama bekerja, dll. Materi keselamatan kerja dan alur kerja saya dapatkan dari mentor sekaligus penanggung jawab bagian tempat saya bekerja, Tamura San. Hal-hal yang perlu diperhatikan saat berjalan di dalam maupun luar pabrik seperti forklift, truck dan hoist, tertulis rapi di dalam satu buah file. Bahkan terdapat juga catatan-catatan kecelakaan kerja yang pernah terjadi.&nbsp;<br>Selama berlangsungnya proses edukasi,&nbsp; shachō menambahkan beberapa materi yang wajib dipahami oleh&nbsp; jisshūsei, seperti penggunaan kata jisshū suru / sagyō suru sebagai ganti shigoto suru, dan juga teate sebagai ganti kata kyūryō. Selain itu, saya juga diminta untuk menjelaskan berbagai jenis asuransi dan potongan yang tertulis dalam slip gaji. Agar mereka tidak kebingungan saat menerima slip gaji nantinya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-24 08:47:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2248719517</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2248745984</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1044899709/0285e7f5738ab05fa6293cb39f7fc405/haikal_diary_entry1.mp4" />
         <pubDate>2022-07-24 11:26:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2248745984</guid>
      </item>
      <item>
         <title>haikal entry #2</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2249295074</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1044899709/fa8e3de3e3650e608f894d6cbc574371/haikal_entry_2.mp4" />
         <pubDate>2022-07-25 13:28:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2249295074</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2249295424</link>
         <description><![CDATA[<div>Diary day 1<br>Sabtu, 23 Juli 2022<br>Sasa<br>Sabtu, Minggu menjadi hari yang paling saya nanti setelah 5 hari bekerja. Yaps betul hari libur yang selalu saya gunakan untuk belanja keperluan sehari-hari, bersih-bersih rumah, dan movie time bareng teman. Movie time menjadi salah satu moment untuk saya dan teman berbagi cerita selama bekerja. Walaupun kami satu tempat kerja tapi berbeda bagian/lantai.&nbsp;<br>Untuk Sabtu pagi ini seperti biasa setelah bangun tidur, hal yang paling utama dilakukan yaitu sholat subuh walaupun sering kesiangan, hehe. Setelah itu bersih-bersih rumah bareng teman menjadi salah satu agenda wajib yang harus dilakukan.&nbsp;<br>Sebelum pergi belanja kami ada janji dengan buchou tempat kami bekerja. Sekitar pukul 4 barulah saya dan teman pergi belanja. Kalau ada yang tanya kenapa sore?karena di waktu ini biasanya banyak waribiki alias diskon, hehe. Maklum anak rantau pasti selalu cari yang harganya murah.<br>Selesai berbelanja biasanya saya dan teman menyempatkan waktu sebentar untuk menepi ditepi sungai menikmati senja ala anak indie, hehe.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-25 13:28:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2249295424</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Diary entry #1</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2249302363</link>
         <description><![CDATA[<div>Sabtu, 23 Juli 2022<br>Nama saya Arina datang ke Jepang pada tanggal 01 April 2022 dan saat ini sudah hampir 4 bulanan&nbsp; bekerja di suatu perusahaan yang merawat lansia , saya seorang kaigo ( Caregiver ) . Saya adalah satu-satunya orang asing yang berkerja di bagian gurupu homu. Saya juga orang asing pertama yang bekerja di bagian itu<br>&nbsp;Tgl 23 Juli 2022<br>Hari ini saya mendapatkan shif siang&nbsp; ( Osode ) yang masuk pukul 10:00<br>jarak yang di tempuh dari apato sampai tempat bekerja adalah 15 menit dengan memakai sepeda.<br>&nbsp;Saya berangkat dari apato jam 09:20.<br>Tempat kerja saya berada di dataran lebih tinggi &nbsp; , untuk menuju kesana harus melewati tanjakan yang lumayan panjang karena setiap hari melewati tanjakan tersebut tidak susah untuk saya turun 7 kg dalam 2 bulan.<br>Jam 09: 35 sampai di tempat kerja , langsung memasukan kartu absen dan mengganti baju .<br>Shif siang itu ada 2 orang&nbsp; dan shif pagi ada 1 orang dan ada 1 orang shift malam yang masih ada disitu untuk berbagi informasi kondisi lansia saat shift malam, pegawai yang shift malam itu bekerja sampai&nbsp; jam 10 pagi. &nbsp;<br>&nbsp;Pasien yang kami rawat saat ini ada 8 lansia . Tempat kerja saya &nbsp;sistem nya team work, dimana yang shift pada hari itu semua bekerja sama untuk merawat semua kebutuhan &nbsp;lansia .<br>Ketika sampai ke ruangan, saling menyapa dengan teman yang lain nya, saling menanyakan kabar hari ini. Kemudian membaca catatan tentang data lansia. Karena memandu toilet ( toilet yuudou) belum selesai&nbsp; oleh shift sebelumnya, mulai jam 10&nbsp; saya membangunkan pasien dari tempat tidur kemudian mengantar ke toilet, ini khusus&nbsp; untuk mrs. Y. Setiap hari orang yang shift pagi bertugas menidurkan mrs. Y setelah makan pagi. Dan pegawai yang shift siang bertugas membangunkan dan mengantar toilet . Setelah itu mengantar lansia lain yang belum ke toilet satu- persatu. Kalau sudah semua lansia selesai pergi ke toilet, saya mulai memimpin senam ( rajio taiso), biasanya dari jam 10:30- 11:00 , setengah jam.<br>Saya sangat senang melihat lansia mau senam dan berhitung untuk setiap gerakan . Mood saya semisal di apato mood saya burukpun, akan berubah jadi baik ketika bersama para lansia senam dan&nbsp; saya menjadi semangat untuk memulai kegiatan disitu.<br>Ketika jam 11 lebih mulai mengantar pengguna ketoilet untuk cuci tangan sebelum makan siang ,&nbsp; jam 12 tepat mulai membantu makan para lansia. Jam 12:30 saya mulai gantian makan dengan orang yang shift pagi , jam 13:00 sampai jam 14: 00 saya istirahat, biasanya saya ambil untuk sholat saya, selain itu saya meluangkan waktu untuk mempersiapan apa-apa yang pegawai lain perlukan dan yang saya perlukan. Jam 14:00 saya mulai melakukan sokuyoku (merendam kaki) lansia. Sokuyoku ini hanya khusus untuk mrs. S. Biasanya 10-15 menit merendam kaki. Setelah merendam kaki, saya mengolesi obat, dan memasangkan beberapa kain kain kasa untuk beberapa luka dikaki, dan membalutnya dengan perban untuk kedua kaki, jam 14:30 saya mulai menyediakan teh dan yogurt untuk oyatsu ( makan cemilan, kemudian menyebarkan perlahan-lahan, setelah itu membantu pasien yang perlu dibantu untuk minum teh dan makan yogurt. Jam 15:00 saya membuat makan malam, karena saya siang tidak bertugas masak makan siang , saya jelas masak makan malam, hari ini menunya sukiyaki, su no mono dan miso siru, hari ini pertama kali saya membuat sukiyaki. Saya mulai menanak nasi, memotong beberapa bahan, dan mulai memasak, biasanya saya membuat miso suru dulu, kemudian diselingi membuat sukiyaki , ketika kedua hidangan tadi&nbsp; cuma menunggu masak, saya biasanya membuat suno mono ini yang paling simple, ketika sudah selesai saya meletakan di piring , membungkusnya kemudian meletakan di kulkas, kalau ditanya saya masak dengan siapa, jelas saya sendiri kokinya wkwk. Jangan tanya bagaimana rasanya, saya tidak tau, karena sering sekali saya tidak merasakannya, terkadang menanyakan ke pegawai lain bagaimana rasanya. Jam 5 kurang mulai menyebarkan teh dan jam 5 mulai membantu lansia makan , jam 5:30 mulai mengantar lansia ke kamar untuk gosok gigi, ke toilet , ganti baju tidur , dan menidurkan lansia. Cukup kayaknya untuk hari ini</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-25 13:41:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2249302363</guid>
      </item>
      <item>
         <title>diary entry #2</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2249302608</link>
         <description><![CDATA[<div>Minggu, 24 Juli 2022<br>Hari ini saya osode (shift siang) berangkat seperti biasa jam 9:20 sampai ditempat jam 9:35.&nbsp;<br>Bedanya dengan hari kemarin saya setelah membangunkan mrs. Y dan mengantar ke toilet, membantu pegawai shift pagi karena beliau sedang mendan dengan shunin, membantu seperti menjemur, mencuci baju, mengangkat baju, mempersiapkan baju untuk orang yang besok ofuro ( mandi). Setelah itu jam 11 saya bertugas mengambil makanan dari day servise. khusus hari sabtu pegawai masak sendiri untuk lansia, sebelum-sebelumnya juga masak sendiri tapi ada perubahan. Jam 11 lebih saya mempersiapkan&nbsp; makanan, menanak nasi dan lain-lain , menu makan siang hari ini kare sea food, dan makanan pendamping lainnya Lupa😅. Oh iya belum bilang kemarin tentang nasi, 6 orang dari lansia itu harus dibuat bubur, jadi nasi tadi diambil 6 bagian untuk dibuat bubur, 2 sisanya nasi biasa. Jam 12 seperti kemarin membantu lansia makan. Ganti-gantian makan dengan pegawai lain. Habis itu jam 12:30 mengukur suhu badan lansia. Jam 13:00-14:00 seperti biasa istirahat sholat, sambil nyambi-nyambi apa yang bisa disambi seperti ngisi kiroku( laporan ), menyiapkan plastik untuk popok, ngobrol ma pegawai lain , dll. Jam 14:00 saya mengembalikan tempat untuk makanan menu siang. Setelah itu mulai sokuyoku lagi untuk mrs. S. Jam 14:30 mulai membantu lansia untuk makan makanan ringan , menu hari ini teh dan biskuit. Jam 15:00 mulai mengangkat jemuran , hari cerah makanya cucianya lebih banyak di banding biasanya, dari futon, seprai2 semua di cuci, dari jam 15:00 itu mulai merapikan kasur, membenarkan futon, sprei dan lain- lain, jam 16:00 mulai mengantar toilet, oh iya kalau saya sudah menyiapkan makan siang, orang yang shift osode lain yang bergantian masak. Jam 17:00 mulai membantu makan lansia. Jam 17:30 mulai mencuci piring, saya pegawai yang tidak masak makan malam , hanya bertugas untuk mencuci piring dan menulis kiroku, sambil kalau ada pertolongan membantu pegawai lain.&nbsp;<br>Cukup untuk hari ini. Oh ya kalau osode pulangnya jam 19:00. Biasanya kalau ada waktu luang membaca2 artikel jepang, dan menulis pendapat setelah membacanya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-25 13:42:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2249302608</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Diary entry #3</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2249302824</link>
         <description><![CDATA[<div>Senin, 25 Juli 2022<br>Lagi- lagi osode wkwk<br>Tetapi hari ini berbeda dengan hari- hari sebelumnya<br>Setelah membangunkan mrs Y, senam, menyiapkan makan siang dari day service. Mrs S hari ini ofuro makannya jam 14:00 tidak perlu sokuyoku,&nbsp; jam 14:30 menyiapkan oyatsu ( teh dan youkan ). Kemudian dari jam 3 saya juga masak untuk menu makan malam , menu hari ini gomoku yasai itame, suno mono dan tororo shiru, seperti biasanya masak sendiri. Jam 17:00 mulai membantu makan lansia, karena pegawai osode yang satunya sibuk, saya bertugas mengawasi semua lansia saat makan dan memberi obat. Jam 17:30 karena saya yang masak makan malam tadi, saya juga yang bertugas&nbsp; mengantar lansia ke kamar untuk gosok gigi, ke toilet , ganti baju tidur , dan menidurkan lansia. Karena tadi saya masih ada waktu lagi, saya mengisi kiroku dan membaca beberapa dokumen.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-25 13:42:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2249302824</guid>
      </item>
      <item>
         <title>haikal diary entry #3</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2250161946</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1044899709/2d1201598b5500c424d0e351c026d09b/haikal_diary_entry__3.mp4" />
         <pubDate>2022-07-26 21:46:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2250161946</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Diary entry #1</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2250162090</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1044899709/7c602c7e689fd464cfbed38f618fca76/dairy_entry_1_Utta.docx" />
         <pubDate>2022-07-26 21:47:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2250162090</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Diary entry #5</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2250162641</link>
         <description><![CDATA[<div>Diary entry<br>Andre Dwi Saputra<br>#5<br>Jum'at, 22 juli 2022<br>&nbsp;Seperti biasa hari Jum'at saya libur kerja namun Jum'at kali ini saya agak males yang harus nya tidak tidur setelah solat subuh saya malah tidur kembali, sangat di sayangkan hehehe. Saya terbangun kembali pukul 9 setelah itu saya cari sarapan roti karna setiap libur saya agak males masak untuk sarapan. Sebelum nya saya dan teman se apato (risal) mendapatkan banyak ikan dari teman yang magang di kapal penjaring ikan, risal berniatan baik untuk masak ikan tersebut dan mengundang teman-teman Indonesia yang pada hari itu juga melaksakan sholat Jum'at. Ia pun menyiapkan dengan sepenuh hati . Kemudian kami pun berangkat menuju TMC (Toyama Muslim center ) tempat kami biasa melaksanakan solat Jum'at. Kali ini bagian saudara dari banglades melaksanakan khutbah Jum'at dan menjadi imam Jum'at. Solat pun kami laksanakan dengan nikmat dan penuh rasa syukur. Selepas solat risal pun mengajak teman - teman untuk makan di apato kami, namun salah seorang teman kita mengajak untuk makan di chori-chori yaitu lestoran india yang menyedikan makanan halal. Kami pun tidak bisa memaksakan kehendak kami, berangkatlah kami dengan mobil mas imam, teman kami yang setiap hari Jum'at ia luangkan waktu bekerja nya untuk solat Jum'at. Mas imam ini mengerjakan pekerjaan nya di rumah setiap hari Jum'at. Kembali ke kisah chori-chori, sesampainya di lestoran kami pun memesan&nbsp; kare dengan harga 900 yen. Berhubung saya dan teman saya belum menerima gajih di tanggal 22, kare ini cocok bagi kami yang sisa uang di dompet nya tinggal 1000 yen hehehe. Pada saat makan bersama kami mengobrol kesana kemari, membahas tentang pekerjaan dll. Berhubung ada mas aziz yang sedang melaksanakan penelitian, program dari BMKG jadi saya mendapat kan sedikit ilmu tentang gempa dari nya. Kami pun pulang di antar mobil mas imam. Setelah kembali ke apato saya langsung istirahat tidur siang. sekian cerita di hari Jum'at tanggal 22 ini.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1044899709/ae6778aade59557259579c85178ad8eb/WhatsApp_Image_2022_07_26_at_8_53_35_PM.jpeg" />
         <pubDate>2022-07-26 21:49:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2250162641</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Diary entry #6</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2250162847</link>
         <description><![CDATA[<div>Diary entry<br>Andre Dwi Saputra<br>#6<br>Sabtu, 23 juli 2022<br>Hari ini hari sabtu , hari kejepit bagi saya karna kemarin Jum'at saya libur jatah mingguan, dan besok libur yukyu lagi. Hari ini kerjaan agak santai karna hanya ada&nbsp; quick shaken 2 unit dan sisanya 1 unit shaken biasa.Di hari sabtu dan minggu kerja dimulai lebih awal 30 menit dari hari biasa nya. Mulai hari ini setiap masuk dan selesai kerja kami harus mengecek kadar alkohol dalam tubuh. Berhubung saya tidak meminum minuman beralkohol jadi tidak ada masalah bagi saya. Namun yang jadi masalah adalah saya belum tau cara menggunakan alkohol testernya hehehe. Untung nya di tempat pengecekan saya bertemu okui san yang bekerja di bagian penerimaan tamu, dia baru saja di beri tahu cara menggunakan alkohol tester oleh takase san, saya pun bertanya padanya dia pun menerangkan kepada saya dengan baik . Setelah itu dibelakang saya ada pula yang ingin mengetahui cara menggunakan tester tersebut , dia adalah tukang cuci mobil yang entah saya tidak tahu namanya . Beliau jarang berkomunikasi dengan baik dengan saya bahkan dengan orang Jepang sekali pun. Bahkan ada orang jepang yang menganggap nya sebagai orang yang luar biasa karna sering berbicara sendiri. Namun saya percaya bahwa orang tersebut normal. Saya pun menerangkan kepadanya dan Alhamdulillah bisa di pahami olehnya walau dengan kekurangan kotoba yang saya miliki. Sedikit cerita tentang tukang cuci mobil ini, jadi dia seperti orang yang hilang kepercayaan diri karena seperti malu untuk berbuat apapun ketika ada yang melihatnya, namun dengan ridak dengan saya, karna saya selalu menegurnya, ia seperti berani bertanya apapun ke saya. Entah tidak tau pasti tentang keadaan metal orang ini, namun saya menduga-duga bahwa orang ini seperti korban bully di waktu kecil atau sebagainya sehingga trauma dan hilang kepercayaan diri. wallahu a'lam bishawab. Dugaan ini muncul karna saya sering bertanya padanya seperti makan siang biasanya dimana dan lain-lain yang semacamnya dan ia menjawab dengan ramah, namun hampir tidak ada komunikasi dengan orang jepang yang lain sama sekali. Dan ketika ia melakukan alkohol tester sempat gagal 2 kali yang membuatnya seperti malu dan menyerah apalagi ketika melihat orang jepang yang lain mengantri, dia seperti gugup tidak karuan walau umur beliau lebih tua dari saya. Itu sebabnya saya menganggap bahwa ia seperti hilang percaya diri karna bullying atau semacamnya. Namun itu hanya anggapan saya saja yang minim pengetahuan hehehe. Jadi hari sabtu ini seperti tidak bekerja saja saya hanya berkeliling bengkel mengecek apakah ada kerjaan yang bisa di kerjakan atau apakah ada yang harus dirapihkan. Cukup membosankan, karna kerjaan&nbsp; sedikit dan bisa langsung diselesaikan banyak jadi bingung mau mengerjakan apa. Saya ngobrol sana sini ,lihat takase san yang sedang membetulkan motor nya karna ia pun tidak ada kerjaan wkwkw . Ngobrol dengan kensain. Seperti itu terus sampai waktu pulang saya pamit ke semua orang. Dan pekerjaan pun selesai. Karna besok minggu nya libur saya putuskan malem ini pergi ke tempat hoshiba san teman saya di tateyama untuk menginap semalam kemudian di hari minggu nya saya pergi ke somyo falls dengan teman orang Indonesia yang baru sampai sekitar 1 bulan dijepang. Seperti biasa saya bawakan oleh". Untuk hari ini saya bawa ikan yang sudah di pasak kemarin oleh risal untuk makan bersama dengan jamaah solat Jum'at kemarinnya namun tidak jadi .hoshiba san sudah menyiapkan makan malam yaitu ikan goreng kesukaan saya karna ia sudah tau saya tidak makan babi dan saya jarang makan daging- dagingan. Alhamdulillah sangat nikmat. Sekian hari Sabtu saya wassalamu'alaikum</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1044899709/44a95f2c07b2c7d77891aa852436a7e9/WhatsApp_Image_2022_07_26_at_8_52_59_PM.jpeg" />
         <pubDate>2022-07-26 21:50:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2250162847</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Diary entry #7</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2250163415</link>
         <description><![CDATA[<div>Diary entry<br>Andre Dwi Saputra<br>#7<br>Minggu, 24 juli 2022<br>Semalam saya bersama 3 orang teman saya menginap dirumah hoshiba san di tateyama. Ketika tiba di rumah hoshiba san yang kami panggil bapa, kami pun langsung di suruh menempati kamar yang sudah tersedia karna rumah bapa ini dulu nya penginapan, karna tidak ada pengunjung jadi beliau gratis kan bagi kami yang ingin menginap. Beliau pun senang karna ada yang menemani nya makan dan ngopi bareng. Setelah menyimpan barang " kami disuruh segara melaksanakan solat magrib karna sudah hampir memasuki waktu isya. Masyaallah hoshiba san ini baik sekali ia paham tentang islam dan ia banyak belajar tentang islam. Kami pun beristirahat malam itu. Di minggu pagi saya dan anma terbangun pukul 4 pagi dan melaksanakan sholat shubuh. karna musim panas pukul 5 sudah terbit matahari kami pun berkeliling sekitaran tateyama eki dan sungai dekat tateyama eki. Kebetulan saya simpan skateboard saya di rumah bapa jadi kami bermain skate di pagi hari sambil menunggu teman yang 2 dan bapa bangun. Pukul delapan semua nya sudah terbangun jadi kami sarapan pagi dan ngopi sambil nonton tv sampai pukul 9.00 kami pun persiapan untuk berangkat ke somyo falls menggunakan bis pukul 9.30 . Kami pun berangkat dan bertemu rombongan pengunjung bersama tour guide yang bertanya asal kami darimana. Kami pun bermain di somyou falls sampai pukul 12 dan memutuskan untuk pulan . Kami pun melihat jadwal bis dan tidak ada bis dipukul 12.00 sampai 13.10 kami pun memutuskan untuk berjalan kaki sejau 7 km dari somyou falls sampai tateyama eki. sepanjang jalan kami bercerita tentang pekerjaan dan keluarga berhubung teman saya baru 1 bulan di Jepang jadi mereka banyak bertanya tentang bahasa jepang. Maklum baru datang masih semangat " belajar bahasa nya hehehe . Kami pun berjalan selama 1 jam. Setelah satu jam karna kaki kami pegal", kami memutuskan untuk berendam di sungai dan memotong jalan dengan menyebrangi sungai hehehe. Masyaallah ketika kami menyebrangi sungai kami melihat begitu indah ciptaan Allah SWT. Masyaallah dingin nya air sungai menghilangkan rasa pegal di kaki kami. Jadi walau oun musim panas di bulan 7 ini masih tersisa salju sedikit di dwkat air terjun sehingga air nya masih sangat dingin membuat baal kaki kami dan rasa pegal kami berkurang. Kami pun mengambil wudhu di sungai agar sampai dirumah bapa tinggal solat dhuhur. Kami pun sampai di rumah bapa dan sudah ada semangka yang sudah bapa siapkan untuk kami, Alhamdulillah cape langsung hilang hehehe. Jadi bapa dapet semngka itu dari teman nya yang memiliki kebun. Bulan 7 ini musim panen jadi seperti sayuran buah-buahan kami banyak dapat dari teman" yang punya lahan untuk menanam. Saya pun dapat potato,tamanegi,togarashi,ninniku dari jouno san teman seperusahaan. Pukul 3.38 rencana nya kami pulang menggunakan kereta namun sayang saya salah melihat jadwal kereta jadi kereta sudah berangkat pukul 3.20 jadi kami harus menunggu sekitar 40 menit lagi. Sambil menunggu kereta kami pun membersihkan halaman bapa dari rumput " liar dan teman saya rojik di beri bajiru untuk ia tanam di halaman apatonya . Kami pun pulang dari tateyama pukul 16.10. Alhamdulillah saya sampai di apato dan langsung istirahat kebetulan hari senin saya libur jadi bisa istirahat lagi di hari senin.sekian cerita di minggu ini wassalamu'alaikum</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1044899709/07aaa1c58a67bd84c3eb93f697c1055d/andre_toyama_foto.jpeg" />
         <pubDate>2022-07-26 21:52:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2250163415</guid>
      </item>
      <item>
         <title>haikal entry #4</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2250797511</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1044899709/24f05e2fc58b88a48aae0f2f0e3b8316/haikal_entry_4.mp4" />
         <pubDate>2022-07-27 22:29:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2250797511</guid>
      </item>
      <item>
         <title>diary entry #2</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2251421131</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1044899709/42a64fd9f94e6a5b3eaab79afe84f477/diary_entry_2_Utta.docx" />
         <pubDate>2022-07-28 23:52:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2251421131</guid>
      </item>
      <item>
         <title>diary entry #5</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2251421298</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1044899709/f443a83e92e2e85d0b2e83028591fa31/haikal_entry_5.mp4" />
         <pubDate>2022-07-28 23:52:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2251421298</guid>
      </item>
      <item>
         <title>diary entry #6</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2251934608</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1044899709/1a8d8735e9e477405508f573126f9001/haikal_entry__6.mp4" />
         <pubDate>2022-07-30 00:41:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2251934608</guid>
      </item>
      <item>
         <title>diary entry #3</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2251934696</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1044899709/e678450a8428b101a8c3209164a3538b/diary_entry_3_Utta.docx" />
         <pubDate>2022-07-30 00:42:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2251934696</guid>
      </item>
      <item>
         <title>diary entry #2</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2251934789</link>
         <description><![CDATA[<div>Jumat, 29 Juli 2022<br>Seperti biasa, hari ini saya bekerja mulai pukul 8.30 pagi. Saya berangkat dari rumah tepat pukul 8. Jarak yang harus ditempuh sekitar 2,2 km dan harus melewati jalanan menanjak yang cukup menguras tenaga, hehe.<br>Karena masih hitungan kenshuu jadi alur pekerjaan saya setiap hari dimulai dengan bersih-bersih kamar riyousha san. Entah itu menyapu, mengepel maupun merapihkan letak barang. Setelah itu sekitar pukul 11 biasanya idoukaijou (memindahkan riyousha san dengan kursi roda), karena masih baru jadi saya masih dibimbing dan diawasi oleh senior. Terakhir sebelum istirahat biasanya digunakan untuk komunikasi dengan riyousha san, hal yang paling membuat saya berpikir keras. Karena ketika komunikasi itu saya yang harus bisa memahami apa yang diucapkan oleh riyousha san. Bukan hanya kotoba yang digunakan (kansai ben, wakayama ben dll), tapi harus ekstra sabar karena kemampuan berbicara riyousha san yang sudah tidak terlalu jelas.<br>Pukul 12.30 merupakan waktu istirahat makan siang. Ketika istirahat inilah biasanya saya dan teman bertukar cerita tentang kegiatan selama bekerja.&nbsp;<br>Untuk alur pekerjaan ketika siang dan pagi hampir sama. Tergantung senior yang membimbing.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-30 00:42:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2251934789</guid>
      </item>
      <item>
         <title>diary entry #3</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2251934854</link>
         <description><![CDATA[<div>Sabtu, 30 Juli 2022<br>Weekend is free day 😍 Waktu yang selalu saya habiskan untuk mengistirahatkan badan setelah 5 hari bekerja. Rasanya hanya ingin tidur, makan dan main. Tapi apalah daya, pandemi korona di Wakayama yang masih belum reda mengharuskan saya dan teman tetap stay dirumah dan tidak boleh keluar Wakayama. Sedih, kesal, emosi jadi satu disini. Karena banyaknya waktu senggang ketika libur jadi biasanya digunakan untuk bersih-bersih rumah, belajar (kalau mau, hehe), dan bertukar cerita dengan teman.&nbsp;<br>Dengan bertukar cerita itulah saya sedikit demi sedikit bisa memahami karakter riyousha san dan senior yang ada ditempat kerja. Dunia kerja di Jepang yang sangat kibishii dan cekatan membuat saya harus ekstra belajar.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-07-30 00:42:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2251934854</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Entry 3 Nana7月22日 </title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2253167170</link>
         <description><![CDATA[<div>Hari ini udara Yoro cukup panas dibanding beberapa hari belakangan. Hanya 34℃ tapi cukup membuat pernafasan engap. Bahkan pasangan kerja saya Takagi San, seorang nenek berusia sekitar 70tahun sempat drop di jam 9pagi. Mukanya pucat, keringat dingin bercucuran. Iya; untuk kedua kalinya di bulan Juli beliau terkena necchūshō atau serangan panas. Saya langsung membawanya duduk di dekat spot cooler agar suhu badannya lekas menurun, dan melaporkannya kepada buchō. Buchō meminta saya membawa Takagi san ke ruang istirahat, namun Takagi san menolak dan hanya meminta diambilkan air teh dari dalam tasnya. Sekitar 20menit beristirahat, beliau kembali ke tempat kerja. Berulang kali saya menanyai kondisinya, dan memintanya untuk tidak memaksakan diri dan memberitahu saya jika kondisinya terasa berat.<br>Saat jeda jam 10pagi, orang-orang di bagian tempat saya bekerja berkumpul di dekat meja Buchō, dan meminum jus bersama-sama. Kebiasaan ini biasa dilakukan saat musim panas. Terlebih saat cuaca cerah dan udara lebih panas. Pihak perusahaan selalu menyediakan beberapa jenis minuman di kulkas tiap bagian seperti ocha, kalpis, dan minuman yang mengandung garam agar karyawan tetap terhidrasi dengan baik. Di saat kumpul seperti inilah biasanya para jisshūsei dan nihonjin san mengobrol dan bercanda bersama. Topiknya pun bermacam-macam. Obrolan hari ini seputar alkohol dan daging babi. Di antara 5orang jisshūsei Indonesia hanya ada 1orang yang terbiasa minum alkohol, sementara 4orang lainnya tidak minum alkohol karena alasan keyakinan. Saya pun sempat ditanyai, ''Nana chan bisa minum alkohol?'' saya pun menjawab ''bisa, sedikit. Tapi sekarang sudah tidak minum&nbsp; lagi''. Seorang nenek berusia 60tahun bernama Tokoro san menimpali, ''sayang banget. Padahal nihonshū enak lhoo''. Buchō pun menimpali ''Tokoro san sering minum kah?''beliaupun menjawab ''tiap hari minum. Tapi cuma beer dingin.''&nbsp;<br>Buchō: ''hebatnya''<br>Tokoro san: ''Haha bukan gitu. Minum beer setelah ofuro tuh kayak satu-satunya hal yang menyenangkan setelah capek kerja seharian''<br>Setelah acara minum jus berakhir, semua orang pun kembali ke tempat kerja dengan suasana hati yang jauh lebih ceria.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-08-02 03:04:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2253167170</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Entry 4 Nana7月25日</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2253167511</link>
         <description><![CDATA[<div>Sejak semalam, gigi geraham kanan bagian bawah terasa sakit. Terlebih saat tak sengaja menggertakkan gigi, atau saat posisi kepala menunduk. Rasa sakitnya sampai ke ubun-ubun. Sepanjng hari ini pun saya harus berjuang menahan sakitnya, karena meski sudah meminum pain killer pun rasa sakitnya tak kunjung reda. Setelah jam kerja berakhir, saya meminta Tamura san, yang hari ini bertugas mengantar jemput jisshūsei karena shachō sedang dinas luar mengantar saya sampai stasiun Sekigahara. Kebetulan lokasi dokter gigi yang biasa saya kunjungi berada dekat stasiun Sekigahara, dengan berjalan kaki sekitar 7menit.&nbsp;<br>Sekitar pukul 17:53 saya sampai di klinik gigi Miwa. Setelah menunggu sekitar 5menit, akhirnya saya bertemu dengan Dokter. 3menit berlalu setelah menyerahkan kartu asuransi kesehatan saat pendaftaran akhirnya saya diijinkan masuk ke ruang periksa. Di klinik ini, hanya ada 1 dokter tanpa asisten. Jadi, semua administrasi, pemeriksaan, maupun pengambilan obat dan pembayaran dilakukan oleh dokter seorang diri. Sepanjang pemeriksaan hingga selesai tidak ada pasien lain lagi selain saya. Sehingga obrolan saya dengan dokter pun jauh lebih panjang dari biasanya. Beliau bercerita, beberapa waktu yang lalu kedatangan pasien orang Indonesia. Dari obrolan dengan pasien tersebut sensei keheranan mendengar beberapa hal terkait cara hidup muslim. Saya pun ditanyai apakah seorang muslim juga, dan saya pun mengiyakan. Sensei keheranan mendengar seorang muslim melaksanakan ibadah 5x sehari karena meskipun sensei menganut agama Buddha, ia sama sekali tidak meyakini tentang adanya Tuhan. Obrolan pun berlanjut ke seputar larangan memakan babi dan konsumsi alkohol bagi setiap muslim. Sensei pin sempat mengucap ''Nggapapa,&nbsp; cobain aja semua yang ada di Jepang. Toh orang Jepang ngga akan berkomentar macam-macam. Selagi masih di Jepang, kumpulkan sebanyak mungkin uang dan pengalaman.'' Sayapun hanya tertawa menanggapi ucapannya.<br>Obrolan pun kemudian berlanjut ke seputar biaya perawatan gigi yang mahal di Jepang, menggilanya jumlah pasien Corona di Jepang, serta perubahan cuaca dan musim di Jepang selama 30tahun terakhir. Tanpa terasa, perawatan gigi yang saya terima pun berakhir. Sensei memintaku datang kembali minggu depan, dan memberi tahu bahwa hari Sabtu tanggal 30 Juli klinik libur dan meminta saya memperhatikan jadwal libur Obon klinik juga.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-08-02 03:04:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2253167511</guid>
      </item>
      <item>
         <title>diary entry #4</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2254583606</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1044899709/9671a98845930cd8eac0b4acff61252e/diary_entry_4_Utta.docx" />
         <pubDate>2022-08-04 03:42:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2254583606</guid>
      </item>
      <item>
         <title>haikal entry 7</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2254585269</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1044899709/eef937849cb321e9ce9f2c815176b032/haikal_entry_7.mp4" />
         <pubDate>2022-08-04 03:45:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2254585269</guid>
      </item>
      <item>
         <title>diary entry 8</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2254585657</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1044899709/9d8083c32a2586e86445abb3e8fa956d/haikal_entry_8.mp4" />
         <pubDate>2022-08-04 03:46:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2254585657</guid>
      </item>
      <item>
         <title>entry 1</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2255791540</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1044899709/a960920e48b2b8aa2dfee1dcae184097/Diary_Entry_1.pdf" />
         <pubDate>2022-08-06 06:04:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2255791540</guid>
      </item>
      <item>
         <title>haikal entry 9</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2255791612</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1044899709/7b2790e3fc3b2369963cf98d3f33450b/haikal_entry_9.mp4" />
         <pubDate>2022-08-06 06:05:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2255791612</guid>
      </item>
      <item>
         <title>diary entry #4</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2255791703</link>
         <description><![CDATA[<div>Rabu 27 juli 2022<br><br>Hari ini saya mendapatkan shif pagi ( hayade) yang masuk pukul&nbsp; 7.00<br>Biasanya saya sampai di tempat kerja jam 6:40 , kalau saya berangkat lebih awal misal 6:30 pintu tempat kerja sama sekali belum dibuka. Oh iya saya belum cerita saya berkerja dilantai 2, sedangkan yang membuka pintu depan adalah staf lantai 1. Seperti biasa sampai tempat kerja, memasukkan kartu absen ganti baju untuk ofuro ( memandikan), kemudiaan seperti biasa berbagi informasi dengan orang yang shift malam, kemudian mulai membantu makan para lansia. Jam 8:00 mulai bersih- bersih setiap kamar, mengepel , dll. Jam 8:30 mulai memandu lansia ke furoba ( tempat mandi) , hari ini yang masuk berendam 3 orang , 2 orang yang bisa berjalan yaitu mrs. O dan mr. F , 1 yang menggunakan kursi roda yaitu mrs. Y. Masing-masing orang 30-40 menit, untuk mrs. Y saya harus membangunkan dari tempat tidur kemudian mengantar ke furoba. Memandikan orang yang bisa berjalan dengan orang yang menggunakan kursi roda sedikit berbeda. Untuk yang menggunakan kursi roda tidak perlu masuk ofuro, hanya shower saja. Hari ini mr. F karena mengantuk menolak untuk mandi ofuro akhirnya digantikan dengan orang yang bisa berjalan di hari berikutnya mrs. A . Mrs. A ini sangat suka berendam, beliau juga banyak berbicara, berbicara dengan banyak hal, beliau pun masih sehat, apapun masih bisa sendiri, tapi saya harus selalu didekat beliau biar aman. Jam 10.40 , saya selesai memandikan dan mengoles-oleskan obat untuk 3 orang. Habis itu saya membersihkan dan membereskan ofuro, sambil mencuci baju lansia yang mandi ofuro, setelah itu mencuci baju lansia. Kalau saya selesai bersih-bersihnya, saya mengganti baju dan sambil menunggu baju selesai dicuci menulis catatan, siapa saja yang mandi ofuro, obat- obat yang di oleskan. Kalau baju sudah selesai dicuci kemudian saya jemur diberanda. Jam 11.15 biasanya saya mulai mengantar lansia ke&nbsp; toilet untuk periapan makan siang. Jam 12 siang mulai makan siang untuk lansia, saya juga biasanya paling awal makan siang karena saya hayade, kalau saya dah selesai makan saya menggantikan staff lain, memberi kesempatan buat gantian makan . Jam 13 saya istirahat sholat atau menyicil2 perkerjaan yang bisa saya lakukan, jam 14 mulai mengantar ke toilet lagi, jam 14:30 saya bersih- bersih kamar mandi disetiap ruangan 15: 00 menutup korden, pukul 3 lebih biasanya menyelesaikan lansia yang belum ke toilet ada dua orang ya itu mrs . S dan mr. F dua orang, sebelum pulang biasanya saya membuang sampah , kemudian baru pulang.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-08-06 06:05:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2255791703</guid>
      </item>
      <item>
         <title>diary entry #5</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2255791786</link>
         <description><![CDATA[<div>Kamis 28 Juli 2022<br><br>Hari ini juga shift pagi hayade. Seperti biasa sampai tempat kerja jam 6:40 mulai kerja jam 7:00&nbsp;<br>Oh ya lupa, sebelum memandikan lansia biasanya saya membuang sampah juga, jadi hayade itu membuang sampah 2 kali , pagi dan sore. Saya hari ini memandikan dua orang, mrs S dan mr. F yang menolak mandi kemarin. Mr. F hari ini sehat dan saya bisa memandikan dengan lancar. Kemudian memandikan mrs. S, Mrs. S ini yang menggunakan kursi roda yang biasanya siang sokuyoku( merendam kaki) . Memandikan beliau bisa dibilang susah, karena beliau susah untuk berdiri, saya juga tidak mampu menopang berat badan beliau, biasanya saya meminta staff lain untuk membantu saya melepaskan celana dan memakai celana. Obat- obat beliau juga banyak , memasang banyak perban dimana2. Setelah 2 lansia ini sudah selesai, dilanjut seperti biasa mencuci baju dan membereskan furoba, hari ini berbeda dengan hari biasanya kalau hayade, hari ini yang bertugas osode( shift siang) adalah pegawai lantai satu, jadi beliau belum terlalu paham seluk beluk pekerjaan lantai 2, jadi beberapa kali saya menggantikan pekerjaan osode, seperti mengawasi makan lansia dan memberi obat. Jadi tidak seperti kemarin saya makan tidak pertama kali wkwk. Ya dengan hari kemarin sedikit berbeda, lebih sibuk, karena selain bersih-bersih toilet, juga harus mengatur lemari karena ada barang2 baru yang harus dimasukkan ke lemari, mengatur agar muat. Kemudian sedikit memberi tahu tentang hal-hal detail tentang lansia untuk staff osode yang tadi, kurang lebih seperti ini hari ini.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-08-06 06:06:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2255791786</guid>
      </item>
      <item>
         <title>diary entry #6</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2255791855</link>
         <description><![CDATA[<div>Sabtu 30 juli 2022<br><br>Hari ini shift yakin ( shif&nbsp; malam).&nbsp;<br>Shift malam kerja dimulai dari jam 17:30 sampai jam 10:00 pagi hayoo berapa jam?&nbsp;<br>Saya disini walaupun baru kerja kurang lebih 3 bulan saya mulai belajar shift malam<br>Ini bukan shift yakin yang pertama sih tapi yang ke dua. Deg-degan parah. Shift yakin harusnya cuma 1 orang tetapi karena saya masih belajar makanya masih berdua ma shuunin. Karena shift yakin pertama saya cuma melihat saja, apa yang dilakukan shuunin, yakin ke dua ini mau nggak mau aku harus melakukan, challenge gitu, walaupun sering salah huhuhu. Dimulai dari memeriksa apakah pintu jendela sudah terkunci. Kemudian jam 17:30 staff yang osode (shift siang) memulai berbagi informasi. Setelah itu memulai mengantarkan lansia untuk menggosok gigi, memandu ke toilet, menggantikan baju piyama dan mengantar ke tempat tidur. Ehh kok sama kek osode wkwk, jelas tidak sama. Hari ini dimulai mengantar ke toilet dari Mr. F . Untuk Mr. F oh ya Mr. F itu ada dua orang yang satu masih bisa berjalan yang satu menggunakan kursi roda, untuk biar nggak pusing Mr. FY untuk yang bisa berjalan dan Mr. FW yang menggunakan kursi roda. Yang pertama saya antar ini adalah Mr. FY, setelah beres saya baru ke Mr. FW untuk oshime koukan( menggantikan popok), karena saya lupa apa yang diajari sama shuunin kemarin pas shift malam pertama, shuunin kembali mengajarkan cara menggantikan popok untuk mr. Fw. Saat shift malam , untuk orang yang berkursi roda tidak perlu mengantarkan ke toilet seperti biasa, sebagai gantinya &nbsp;<br>Oshime koukan ( menggantikan popok) tadi , setiap lansia berbeda-beda tergantung kondisi. Setelah selesai mulai bersih-bersih lorong dan tempat makan lansia. Mencuci baju yang dipakai lansia, mencuci taplak makan, kain-kain, dll. Setelah itu di jemur .Shift malam shiftnya emang lebih panjang, tetapi istirahatnya juga lebih panjang tergantung bisa menyelesaikan tugas-tugas disetiap jamnya, seperti mengantarkan toilet, mengantikan popok, dan pratoli. Pratoli setiap jam 21, 23, 1, 2:30, jam 5. Jam 3:30 bisa nyicil menyiapkan sarapan pagi buat lansia, siap- siap saja. Mulai Jam 6 mulai sibuk sendiri mengganti baju, mengantar toilet, menggantikan popok, mengoleskan obat, memasak dll. Banyak hal harus dilakukan dalam sekali waktu, dan ini baru shift kedua saya, saya masih banyak dibantu oleh shuunin, alhamdulillah. Jam 7 mulai makan pagi, sudah dibantu dengan orang yang hayade setelah saya berbagi informasi tentang kondisi lansia pas malam, oh iya belum cerita saya malam ini mr. Fy tidak bisa tidur sama sekali, alarm yang ada dikamarnya selalu berbunyi, ya harus menyalakan tv, mengantarkan toilet, membujuk tidur, sungguh melelahkan, oh ya saat shift malam , dileher harus selalu dikalungkan nurse call buat tau siapa aja yang belum tidur, atau mengecek apakah ada hal aneh, kalau berbunyi harus segera datang. Dan mr. Fy tidak bisa tidur akhirnya setiap waktu selalu berbunyi , hmm berat lah. Tapi buat pengalaman tidak apa-apa. Oh iya habis makan pagi, ya saya mengukur tensi, suhu tubuh. Saya tidak ada pengalaman sebelumnya buat mengukur suhu sebenarnya, tapi karena pekerjaan ini saya harus bisa, habis itu menyiapkan minum buat lansia, mengawasi mereka, mengantarkan ke toiltet, berbagi informasi tentang lansia kepada staf shift malam, dan pulang akhirnyaa, pulang jam 10 pagi, habis itu tepar deh , tidur wkwk, namanya pengalaman shift malam ke dua</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-08-06 06:06:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2255791855</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Entry 5Nana7月26日</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2256103693</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Hari jum'at lalu, shachō memberitahu saya bahwa hari selasa, akan mengajak saya ke Nagoya. Awalnya saya pikir kami akan ke imigrasi, untuk mengurus perubahan visa saya. Jadi, saya pun bertanya apakah membutuhkan pas foto.Ternyata dugaan saya salah. Kami pergi ke pusat pendidikan. Karena hari Senin shachō dinas luar, jadi saya coba bertanya pada buchō, apakah beliau tahu soal kunjungan ini. Ternyata beliau hanya tahu kunjungannya saja, tetapi tidak tahu dalam rangka apa. Malamnya pun saya mengirim pesan ke shachō untuk menanyakan acara esok hari.&nbsp;<br>Selasa pagi, saya memutuskan memakai celana panjang hitam kain, dengan kemeja putih lengan pendek yang baru saya beli beberapa waktu lalu.&nbsp;<br>Setelah makan siang, kami pun berangkat. Ternyata kami pergi bersama istri&nbsp; dan anak shachō yang masih berusia 5bulan; Miori chan. Sepanjang perjalanan pun kami mengobrol ini itu. Karena tidak melewati jalan tol, jadi perjalanan ini cukup panjang dan melelahkan. &nbsp;<br>Kunjungan kerja ini ternyata merupakan perkenalan awal untuk memulai kerjasama antar kumiai. Kumiai yang saya datangi ini berpusat di pinggiran kota Nagoya. Bangunan 4lantai ini berfungsi sebagai pusat pembelajaran bahasa Jepang bagi calon jisshūsei, dorm, dan juga pusat pelayanan kaigo. Setelah melakukan perkenalan masing-masing pihak, pembicraan pun berlanjut ke pembicaraan inti, yaitu mengenai kerja sama kedua belah pihak ke depannya. Di antaranya membahas mengenai kelebihan karakter anak-anak jisshūsei yang akan diambil berdasarkan negara asalnya. Shachō saya yang selama ini lebih pro ke Indonesia menjelaskan dengan begitu detail karakter anak-anak Indonesia yang less trouble dibanding negara lain. Tanpa ketinggalan, juga menyebutkan tentang tata cara hidup anak-anak Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Saya pun menyimak dengan seksama, agar saat ditanya atau diminta menambahkan ucapan beliau tidak gelagapan dan bingung.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-08-07 11:11:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2256103693</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Entry 6 Nana 7月28日</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2256103744</link>
         <description><![CDATA[<div>Hari ini suhu udara di Yoro cukup panas. Hingga membuat seorang teman jisshūsei, Frans tumbang di jam 10pagi. Dia mengeluh dadanya sesak, jantung&nbsp; berdegup sangat cepat. Akhirnya Frans pun dibawa ke ruang istirahat. Semua nihonjin san pun khawatir, terlebih karena berhubungan dengan jantung. Sebelumnya, saat pemeriksaan kesehatan tahunan memang diketahui bahwa jantungnya mengalami pembengkakan ditambah dengan kolesterol dan tekanan darah tinggi. Saya pun beberapa kali memeriksa kondisi Frans di ruang istirahat untuk memastikan dia baik-baik saja, Dan melaporkan kondisinya pada Tamura san (penanggung jawab) karena shachō pada saat itu sedang dinas luar.&nbsp;<br>&nbsp;Tamura san pun melaporkan kondisi Frans pada shachō dan menyuruh saya menyampaikan pada Frans bahwa Tamura san akan mengantarnya check up kondisi ke klinik jam 3 sore nanti. Karena klinik mulai buka sekitar setengah 4, jadi mereka hanya bisa membiarkan Frans beristirahat hingga&nbsp; jam 3 sore.&nbsp;<br>Saat pemeriksaan, orang kaisha sempat digegerkan berita Frans terkena covid karena suhu badan mencapai 38℃. Semua orang panik, terlebih shachō dan anak-anak jisshūsei yang setiap hari pulang pergi bersama naik mobil. Kalau sampai dia positif, maka bisa dipastikan semua orang harus dikarantina. Tapi syukurnya, tes PCR menunjukkan&nbsp; hasil negatif. Semua orang pun lega. Mungkin, suhu badannya naik karena efek cuaca panas di luar, ditambah gugup karena akan menjalani pemeriksaan.&nbsp;<br>Setelah pemeriksaan selesai, Frans dianjurkan menjalani pemeriksaan lanjutan di rumah sakit yang lebih besar untuk memastikan kondisinya normal. Shachō pun melakukan reservasi ke Rumah Sakit Kota Ogaki untuk tanggal 3 Agustus nanti.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-08-07 11:11:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2256103744</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Diary entryAndre Dwi Saputra#8Jum&#39;at, 5 Agustus 2022</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2256103832</link>
         <description><![CDATA[<div>Jum'at ini saya libur kerja tidak ada yang berbeda dengan Jum'at lainnya, jadi saya akan bercerita tentang apa yang saya dengar dari kawan" sesama jisshusei yang saya temui. Jadi ceritanya sebelum saya sampai di jepang pengetahuan saya tentang pemagangan tidak cukup banyak, yang saya tahu hanya pergi ke jepang dengan tujuan menambah pengalaman dan ilmu tentang kehidupan di jepang. Setelah saya sampai sekitar 1 tahun kurang lebih, karna korona saya tidak banyak bertemu dengan orang Indonesia, sehingga ketika saya bertemu orang Indonesia, berasa sangat bahagia sekali. Sekilas info jadi saya ini jisshusei yang datang ke Jepang pada tanggal 25 februari 2020, dimana korona mulai menyebar di jepang. sehingga saya jadi angkatan terakhir yang bisa mendarat di tahun tersebut. Setelah saya masuk tahun ke 2 disitu saya banyak mengenal banyak teman jisshusei. Hingga saya pun mulai mengerti apa itu LPK dan SO. Sampai sejauh ini saya banyak mendengar cerita para jisshusei, dimana kebanyakan dari mereka adalah pekerja di lapangan seperti kontruksi dll. Saya sedikit janggal tentang jisshusei ini, karna yang saya fikirkan dulu saya akan bekerja untuk mendapakan pengalaman dan ilmu baru di jepang dengan status pemagang ini. Namun kenyataannya lain. mungkin saya orang yang beruntung ditempat kan di perusaan dimana bahasa dan pelatihan dalam bekerja dituntut untuk berkembang. Berbeda dengan rekan sesama pemagang yang lain, dimana mereka ditempatkan di pekerjaan yang hanya dituntut kelincahan dan kekuatan fisik. Dengan kodisi pekerjaan yang sama terus menerus atau monoton. mungkin ini bisa disebut pelatihan oleh sebagian orang, namun yang saya pertanyakan, apa bekal mereka setelah pulang dari jepang? Apakah uang yang banyak? Pengalaman yang dapat diandalkan? Saya rasa itu semua tidak bisa didapat dengan mudah. Memang betul sebagian dari kami ada yang berniat merubah nasib dengan mencari nafkah di jepang, tetapi kenyataannya banyak dari mereka yang sebelum berangkat ke jepang, mengeluarkan biaya sangat besar untuk bisa bekerja di Jepang. Itu sebabnya terkadang mereka menghabiskan gajih mereka selama 1 sampai 1,5 tahun untuk membayar modal yang telah mereka keluarkan. Mungkin status pemagang memang cocok untuk sebagian bidang pekerjaan, itu tidak saya pungkiri karna banyak pula orang- orang mantan pemagang pulang dengan bekal ilmu dan pengalaman yang mereka dapat. Namun seperti pekerja - pekerja kontruksi, tekstil, penjaring ikan, mungkin saya rasa mereka lebih cocok dengan status pekerja saja, karna nyatanya mereka mulai terbiasa dengan pekerjaan mereka dengan cepat, bahkan kurang dari 6 bulan. Apakah sertifikasi pemagangan kami berharga? Dengan magang selama 3 tahun dan dengan kualitas pekerjaan yang kami miliki apakah bisa diandalkan? Apakah tidak akan muncul pertanyaan dari perusahaan yang akan kami lamar di Indonesia tentang sertifikasi kami? 3 tahun magang dapat ilmu apa saja kamu? Mungkin jika kami beruntung mendapatkan perusahaan yang memang cocok untuk sebutan magang kami bisa jelas kan apa saja yang sudah kami dapat kan. Berbeda dengan pekerja dengan intensitas kerja yang monoton, apakah kami hanya bisa berkata " oh saya cuma angkut" barang"&nbsp; atau " oh kami cuma disuruh mencet tombol- tombol doang ". Mungkin sertifikasi kami akan menjadi bumerang bagi kami dikemudian hari. Terlebih jika kita di tanyai " apakah kamu diberi kepercayaan penuh oleh tempat kerja kamu dulu? Karna kamu hanya magang, jadi kamu punya pengalaman kerja?". Jadi itu sedikit kekhawatiran saya tentang pemagangan ini. Terlepas dari pemagang tidak dapat bonus, upah kami dibawah standar pekerja dll. Lahawla wala kuwwata illa billah. Mungkin itu semua akan berbeda cerita jika status di sebagian pekerjaan dirubah ke status pekerja saja. Wallahu a'lam . Apalagi kalo dengar mereka di larang solat dan terkadang ada dari kami yang takut untuk minta ijin solat karna ada dokrinan dari LPK dulu untuk tidak mementingkan ibadah. nauzubillah . Mungkin itu sisi hitam dibalik nama jisshusei. Terus muncul pertanyaan " kalo gitu kok banyak sih pemagang yang betah magang di sana? Apakah mereka bahagia?". Yang bahagia banyak, namun tidak sedikit dari mereka dilatarbelakangi oleh faktor keadaan. Seperti yang sudah saya paparkan, hutang untuk pergi ke Jepang lah, takut di Indonesia tidak dapat pekerjaan lah, mau buka usaha modal belum ada lah, dan sebagainya. Buruk cakap nya, ini seperti perdagangan budak hahaha. Karna banyak LPK yang hanya mementingkan image LPK , asal ada perusahaan lah , asal berangkat lah, mengenyampingkan kesejahteraan para pemagang. Mungkin itu sedikit cerita apa-apa yang sudah saya dengar sampai saat ini, dengan tidak menghilangkan fakta bahwa ada banyak pula kebaikan yang bisa di dapat dari pemagangan ini. Mungkin sekian wassalam.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-08-07 11:12:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2256103832</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Diary entryAndre Dwi Saputra#9Sabtu, 6 Agustus 2022</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2256103878</link>
         <description><![CDATA[<div>‌Hari sabtu ini saya sedikit kurang enak badan hehehe . Saya berangkat kerja seperti biasa pukul 08.05 dari apato, sesampai di perusahaan seperti biasa saya salam pagi pada setiap orang yang saya temui . Terus apel pagi, sedikit membahas booking hari ini. Saya kebagian jadwal quick shaken atau servis wajib ekspres. Saya bekerja dengan kubota san . Di jadwal pagi seharusnya saya mendapat pekerjaan 1 unit, namun pelanggan meninggalkan mobil nya, sehingga pekerjaan itu tidak jadi menjadi pekerjaan saya karna pada dasarnya quick shaken itu adalah machi shagyou atau pekerjaan yang di tunggu pelanggan, sehingga saya tidak ada kerjaan ." Luntang- Lantung teu puguh" kalo sundanya hehehe. Pada jam 11 pelanggan datang, akan tetapi ada keterlambatan kerja furonto sekitar 15 menitan yang berpengarun pada kerja saya. Seharusnya pekerjaan selesai 1 jam setengah plus cuci mobil . Biasanya kerja dengan santai namun kali ini harus mode mekanik F1 hahaha. Saya selesaikan pekerjaan 12.30, sehingga kyuukei saya mendapat tambahan 30 menit. Sabtu ini saya tidak bawa bekel jadi saya pulang kerumah masak dulu hehehe 13.05 saya kembali ke bengkel , main hp di tegur jouno san tapi iya langsung ngeh bahwa saya masih istirahat. " A- gomen mada yasumi ka?" Jouno san meminta maaf. "Sou desu yo san juppu zurete iru node" balas saya. Setelah istirahat ada kerjaan lagi masih quick shaken, mobil tanto dengan velg yang tidak biasa , mengharuskan saya membuka baut nya secara manual. " Aaaah mendukdai ne kono kuruma" celotehan kubota san sebagai kensain saya. " Sou desune sugoi hoiru desune" ucap saya. "Sou yo , kore wa tede hazusan nan wa " perintah kubota san kepada saya . '' hai ryokan desu " jawab saya . Setelah mobil di cek menyeluruh saya kerjakan kerjaan saya, kubota san berkata " mitsumori tsukutte kuru ne" kubota san membuat estimasi yang akan di sampaikan kepada customer melalui akai san sebagai furonto. "Akai dan akai san mitsumori dekita node onegaishimasu" kubota san meminta pertolongan akai san yang saya dengar melalui inkam atau alat komunikasi kami untuk memudahkan pekerjaan. Setelah akai san berdiskusi dengan customer segera ia menyampaikan melalui inkam " kubota andore henji kita yo sono mamade iiyo" yang berarti estimasi kamu disetujui sepenuhnya oleh customer. Setelah itu kubota san memesan part atau buhin yang di perlukn dan menyampaikan kepada saya " andore buhin chuumon shita kara " " hai wakarimashita" jawab saya melalui inkam. Setelah itu saya ambil buhin di buhinka dengan jarak agak jauh, karna ini ekpres mengharuskan saya berlari meninggalkan bengkel yang sejuk menuju gudang part yang panas nya minta ampun wkwkwk. Saya bertanya pada oogaki san " buhin dashite moraimashitaka" "a' gomen ima dashite iru yo" jawab oogaki san. Di sebelah saya ada muzukoshi san yang sedang berceloteh "atsui ne doshou kane" doshou mo nai desu yo hehehe , gaman suru shikanai" jawab saya sambil bergurau. Oogaki san juga menimpal percakapan kami dengan berkata " kotaeru koto ga nai koto wa kiku na yo" sambil tertawa. Jam menunjukan pukul 15.00 pekerjaan machi saya sudah habis lalu saya kerjakan pekerjaan azzukari atau mobil di simpan , ditengan pekerjaan sayabergurau pada satou chan kohai perumpuan kami yang sedang belajar memasang timah pemberat kesiimbangan velg , ia sedikit kesulitan wkwkw sehingga saitou san kensai azzukari saya berkata" andore oshite egete yo " sambil tertawa lantas saya balas candaan nya dengan berkata "kono hanma de dekinakattara nanka akai hanmade yatte kudasai", akai hanma adalah sebutan palu raksasa di bengkel kami hehehe. Karna saya sedang mengerjakan pekerjaan saitou san ia sangan berisik dengan memburu- buru pekerjaan saya setiap 5 menit sekali bertanya "owatta andore? Woy owatta no hehehe? " Begitulah lawakan saitou san pada saya. Namun hal yang tidak bisa saya lupakan adalah ketika saya pulang diperempatan depan bengkel menuju arah apato saya keluarlah shinmura san bagian bendahara mekanik yang cukup cantik hehehe, sebagai lelaki yang dasar nya saya dari dulu jarang berinteraksi dengan perumpuan mulai SD sampai SMK, terlebih SMK dulu yang laki semua . Shinmura yang tidak berkata apa-apa hanya melambaikan tangan pada saya dengan senyum , membuat hati saya sangat kacau, dan membuat salan dari wakabayashi san, tanaka san tidak terlihat dan terdengar wkwkw. Padahal mereka berkata pada saya "bye bye" namun perhatian saya teralihkan oleh shinmura san yang melambaikan tangan pada saya." Astagfirullah teu bener pisan wkwkw " begitulah sabtu saya sampai saya menulis ini saya masih ingat lambaian tangan doi hahaha. Gegara saya jarang interaksi dengan perempuan jadi gampang GR wkwkw.mudah" an saya cepet dipertemukan dengan jodoh saya dan semoga jodoh saya wanita cantik tur solehah Aamiin. Agar gaada perasaan yang tidak benar seperti ini hehehe.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-08-07 11:12:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2256103878</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Diary entryAndre Dwi Saputra#10 Minggu, 7 Agustus 2022</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2256550083</link>
         <description><![CDATA[<div>Minggu ini adalah hari terakhir kerja sebelum masuk libur panjang. seperti biasa pekerjaan hanya ada di pagi hari saja Karena setelah kyuukei siang masuk ke pekerjaan oosouji. Di pagi hari saya sama sekali tidak ada kerjaan karna nya saya membereskan tempat penyimpanan part bersama saitou san. Disaat membersihkan tempat tersebut saya melihat alat las yang sangat besar, lantas saya bertanya pada saitou san apakah memang alat itu pernah di pakai . Saitou san pun menjawab bahwa 9 tahun yang lalu memang banyak pekerjaan yang memerlukan alat las, namun belakangan ini sudah tidak perlu katanya. "Kyuu nen mae wa yoku tsukatte ita yo " jawab saitou san " saukin wa amari nai kedo sono shogoto wa" . Kemudian saitou san pun membereskan alat tools SST ( spesial servis tools) , saat membersihkan alat tersebut iya menilah barang yang sering digunakan dan barang yang jarang bahkan tidak oernah digunakan. karna saitou san sudah lama di bagian kensain, yaitu bagian yang hanya mengecek kondisi kendaraan dan membuat estimasi untuk customer dan membuat surat perintah kerja yang harus saya kerjakan, beliau tidak tau betul barang" yang sering digunakan arau jarang. Jadi beliau menanyakan kepada saya , " ne ne ne andore kono kougu te saa tsukau hito oru?" Lantas saya jawab "imasu yo watashi yoku tsukatteiru node " jawab saya ." Honto nano tame kore?" Tanya saitou san , " sore wa ne debu shafto no shiru toru yatsu desuyo" jawab saya. " Korede toreru no ? " " Itsumo korede totte imasu yo " jawab saya. Memang betul itu alat memang jarang yang menggunakan hanya di bagian pekerjaan saya saja yang sering menerima pekerjaan dengan alat pencongkel sil oli propeler shaft itu. Setelah itu saya bercanda dengan wakabayashi san yang sedang membersihkan kaca dengan berkata " wa- kirei desune garasu ga nai mitai desu ne" , " sou dayo yatte mite nagutte, a gomen garasu ga nai to omotta te yutte" balasan candaan saya tadi pada wakabayashi san . Disela-sela waktu luang saya juga hampiri okini san yang sedang melakukan servis 1 tahun atau disebut jhuuni ten ( jhuuni ka getsu tenken) , disebelah inami san . Okiini san bertanya" andore obon ysumi douka ni iku?" . " Tateyama ni iku kana to omotte imasu kedo" jawab saya . " Ii na " jawab okino san " . "okino san wa dokokani ikimasuka" , tanya saya , " ya nanimo kangaete inai ne soko made wa " jawaban okino san . Lantas inami san yang mendengar percakapan kita menyangutu dengan berkata " tateyama ni ikitai" . "Sou desu" jawab saya . " Chanto asoko samui yo jaketto motte itte" bentuk perhatian dari inami san hehehe. " Hai, asoko samui desu yone " tanya saya. " Sou dayo samui toki mo aru shi atsui toki mo aru kara" inami san menjawab. " Sou ka " . Sangut saya . Setelah itu bebere sampe selesasi ,kadang - kadang resepsionis tachi hehehe meminta bantuan saya membersihkan filter ac yang ia bawa dari showroom. Yokoi manager menyuruh saya tambal ban, tapi setelah saya tambal ia lupa ambil poto untuk bukti jadi saya harus pasang lagi paku yang menacap di ban tersebut hahaha . Setelah beberes selesai semua ada shurei semua berkumpul di jimusho dan tencho mengitkan kami untuk bersenang- senang selama liburan dan jangan lupa jaga kesehatan dan protokol kesehatan menghindari penyebaran virus korona. Dan ia berkata setela liburan jangan sampai ada yang masuk kerja dalam kondisi lemas atau ngantuk ya , lantas tamaki san staf penjualan yang sangat ramah, melirik saya seakan menyindir saya. Saya pun menunjuk wajah saya serata berkata"WATASHI" lantas yokoi manager dan sebagian orang tertawa melihat tingkah kami. Mungkin karna tamaki san melihat saya belakang ini seperti ngantuk dan lemas hehehe. Sebelum pulang kami pun berkumpul di tempat istirahat mekanik sedikit berbincang dan bercanda .saat mengganti pakaian saya langsung di omongi inami san " andore tateyama ni itte kite yo" . Lantas saya kaget biasanya kalo ngomong" liburan suka di larang tapi ini malah di suruh . Pas saya tanya, katanya karna tahun ini tahun terakhir saya bekerja di Toyama, puas-puasin katanya. Jouno san pun yang biasa nya selalu melarang malah menyarankan saya bawa oksigen tabung buat jaga-jaga katanya hahaha. Saya sangat senang dengan perhatian mereka terhadap saya Alhamdulillah. Saya pun berbicara" asoko ni wa wakai hito amari nobora ai desune" . Jouno san langsung berbicara " inami omae wakaku nai te" . " Ya sona koto janai desu . Asoko" jawab saya . " Ore mo wakakunai yo jouno san kotoshi sanjuu sai dayo" jawab jono san yang merasa dirinya tidak muda lagi. " Daijoubu desu yo dai iji no wa kokoro ga wakai desu"&nbsp; , saya sambil tepuk dada hahaha. Setelah semua ganti kami pulang bersama dan bertemu tenco dan manager yang masih berjaga, karna mungkin saya sudah bekerja selama 2 setengah tahun jadi rasa nya sudah tidak canggung lagi untuk tidak aisatsu dengan ojigi, saya selalu aisatsu dengan tangan yang saya angakat seperti hormat, rasanya sebagai muslim sangat males untuk menundukan badan ke selain Allah. Walau memang tidak bisa dihindari setiap pagi saya harus aisatsu renshuu dengan ijigi. Mungkin cukup segitu untuk hari ini semoga setiap usaha kita yang positif dicatan sebagai amal ibadah oleh Allah SWT aamiin.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-08-08 09:45:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2256550083</guid>
      </item>
      <item>
         <title>entry 6 s/d10</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2256550178</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1044899709/40c616f437f214ad3f020b74e4200c7c/Diary_Entry_2.pdf" />
         <pubDate>2022-08-08 09:45:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2256550178</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Entry 7Nana7月29日</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2258908453</link>
         <description><![CDATA[<div>Hari ini saya berpasangan dengan Taniguchi san, atau yang selalu sya panggil Okāsan. Kami mengobrok banyak hal hari ini, karena pekerjaan di kaisha memang sedang tidk begitu banyak. Beliau bercerita, pernah menikahkan seorang perempuan Peru dengan shachōnya di perusahaan lama. Perempuan Peru tersebut bercerita ingin menikah di Jepang, dan meminta memperkenalnya dengan seseorang yang menurutnya cocok dengan karakter Peru san ini. Akhirnya beliau pun memperkenalkan shachō-nya. Mereka pun akhirnya menikah. Saat upacara pernikahan, Okāsan didandani dengan pakaian tradisional Peru dan menceritakan bagaimana keseruan hari itu. Okāsan pun berharap saya segera menikah, dengan seseorang yang baik hati. Jika saya ingin menikah dengan orang Jepang, beliaupun siap memperkenalkan saya dengan kenalannya. Saya pun hanya menanggapi ucapan Okāsan dengan tertawa.&nbsp;<br>Setiap kali bekerja dengan Okāsan waktu terasa begitu cepat berlalu. selalu ada hal yang bisa dibahas dan pelajaran baru dalam pekerjaan. Walaupun bagian yang beliau kerjakan selalu barang-barang yang rumit, tapi semuanya terasa lebih mudah&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-08-11 08:38:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2258908453</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Entry 88月 1日</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2258908693</link>
         <description><![CDATA[<div>Hari ini 4 keranjang buah sumomo mendarat di kaisha. Seperti biasa, ini adalah hasil panen pemberian dari Kaichō. Semua orang bebas membawa pulang sebanyak yang dimau. Okāsan dan nihonjinsan pun bertanya kenapa saya tidak membawa pulang buah sumomo tersebut. Saya pun menjawab, ''karena tinggal sendiri jadi saya ngga punya teman buat diajak makan. ngga enak kalo makan sendiri. Jadi, Daripada mubazir mending nggausah bawa sekalian. Tapi saya makan di sini kok saat makan siang''. Okāsan pin menimpali ''Okāsan paham perasaannya Nana''.<br>pukul 15:10 kami semuapun mendapat waktu jeda istirahat. Karena udara sangat panas, kamipun berkumpul di ruang istirahat sambil meminum jus dan ocha. Okāsan bertanya mengenai&nbsp; perpanjangan kontrak saya. Saya pun menjawab kalau kontrak saya habis bulan Agustus, dan berencana menambah kontrak dengan jenis&nbsp; visa yang berbeda. Secara dokumen perusahaan saya berubah ke kumiai sebagai penerjemah, tapi karena pekerjaan di perusahaan baru tersebut belum terlalubanyak jadi kemungkinan masih akan tetap di perusahaan ini walaupun sudah bukan main lagi. Okāsan pun mangguk-mangguk dan kembali menimpali dengan melontarkan pertanyaan rencana di Jepang. Saya pun menjawab belim ada rencana untuk pilang. Mungkin dalam 5tahun ke depan masih akan tetap di Jepang.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-08-11 08:38:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2258908693</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Entry 9Nana8月2日</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2258908934</link>
         <description><![CDATA[<div>Hari ini udara di Yoro sngat panas. Bahkan, di bagian 7号 suhu ruangan mencapai 43℃. Saat break jam 3 sore, semua orang di bagian 3-4号&nbsp; berkumpul di dekat kulkas dan bersama-sama meminum jus dan ocha. Okāsan menghampiri saya dan bertanya ''Besok Karuru pergi ke tes kesehatan ke Shimin Byōin yaaa? Pergi sama siapa?'' saya pun menjawab ''iya. Diantar shachō kayaknya. Itu anaknya di situ''. Saya pun memanggil Frans untuk bergabung.&nbsp;<br>Okāsan pun berpesan pada Frans, agar tetap tenang dan tidak perlu panik. Khawatir, kalau panik nanti suhu badannya naik seperti kapan lalu. Saat mengobrol kami juga membahas perihal CT scan, rontgen dan biaya yang diperlukan. Beliau juga bercerita, bahwa tahun ini adalah tahun terakhir pemeriksaan kesehatannya pasca operasi 5tahun lalu. Jika hasil tahun ini OK, maka Okāsan sudah tidak perlu cek rutin lagi. Kamipun segera berucap ''semoga hasilnya OK''</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-08-11 08:39:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2258908934</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Entry 10Nana8月4日</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2258909394</link>
         <description><![CDATA[<div>Seperti rutinitas hari lain, setiap pagi setelah mengetap kartu absensi semua orang akan melihat papan nama yang bertuliskan nama&nbsp; karyawan. Semua pasangan kerja sepanjang hari akan terpampang di papan tersebut. Pagi ini, nama saya dipasangkan dengan pasangan lama saya yang sudah tidak lagi bersama sekitar 1tahun Gunji San atau yang biasa saya panggil Kotato san. Sebelumnya saya berpasangan dengan kotato san kurang lebih sekitar 2tahun. Kotato san ini orang China yang sudah jadi warga negara Jepang, tapi bagi Nihonjin san asli, bahasa Jepangnya masih sulit dipahami karna perbedaan pelafalan dan intonasi.&nbsp;<br>Singkat cerita, Takagi san, pasangan saya beberapa bulan terakhir mendatangi saya sambil mengomel. Beliau tidak terima dipasangkan dengan Tamura san. Dengan raut muka cemberut, beliau mengomel ''Tadi pagi lhooo aku dipasangin sama Nana chan. Kenapa tiba-tiba malah dipasangin sama Tamura san. Males banget sama orang itu''. Saya pun menimpali ''iyakah? Tadi pas ngetap kartu aku liatnya emang aku sama Gunji san. Ganbatte kudasai''. Takagi san: ''ganbarenai yo. Kyūni guai gawaruku natta''. nana ''daijōbu ka Takagi san?'' Takagi san pun menimpali sembari meloyor pergi ''daijōbu kunaiyo''.<br>Sekitar jam 9pagi, Takagi san kembali menghampiri saya, dengan raut wajah yang sedikit lebih ceria ''Nana chan. Tadi Buchō dateng, katanya kamu sama aku. Gunji san nanti sama Aswin''. Saya pun menjawab sambil meledek Takagi san ''Waah takagi san udah genki lagi. Iyaa nanti aku ke sana setelah beresin meja yaaa''. Takagi san ''siapapun yang dipasangin sama dia pasti langsung lemes duluan sebelum kerja. Aku tunggu yaaa''. Saya pun hanya menimpali ucapan takagi san dengan tertawa.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1044899709/2b9604dbaf850e32bf425dfa8ed9b27f/foto_nana.jpg" />
         <pubDate>2022-08-11 08:40:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2258909394</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Diary day 4Selasa, 9 Agustus 2022</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2258909739</link>
         <description><![CDATA[<div>Orang Jepang bilang Agustus itu puncaknya musim panas dijepang. Awalnya saya tidak percaya akan hal itu, tapi setelah mengalaminya, wah panasnya bukan main. Sampai ketika malam pun saya tidur menggunakan bantal yang dialasi oleh es batu.<br>Tidak hanya tidur, ketika bekerja pun panasnya akan lebih terasa walaupun semua ac diruangan sudah dinyalakan.&nbsp;<br>Karena saya masih tergolong kenshuu jadi shigoto no nagare selalu sama setiap harinya. Dimulai dari bersih-bersih lalu kegiatan lainnya seperti tai koukan, idoukaijou, dan cara berkomunikasi dengan riyousha san. Hal yang menurut saya paling sulit ialah berkomunikasi dengan riyousha san. Tidak hanya bahasa yang digunakan, tetapi kotoba yang keluar pun terkadang sulit untuk didengar.&nbsp;<br>Pekerjaan kaigo ini tidak hanya melatih saya kesabaran, tetapi juga melatih saya untuk lebih menghargai dan menghormati orang yang usianya lebih tua.<br><br>Natsu ga hayaku owaritaiyo</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-08-11 08:40:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2258909739</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Diary day 5Kamis, 11 Agustus 2022</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2258909927</link>
         <description><![CDATA[<div>Hari ini merupakan hari libur nasional di Jepang (yama no hi), tapi itu tidak berlaku untuk saya dan teman-teman. Jadi walaupun hari libur kami tetap bekerja seperti biasa.&nbsp;<br>Sudah hampir seminggu lebih ini saya pindah di koshitsu atau lebih tepatnya riyousha san yang tinggal disatu kamar untuk satu orang. Karena masih baru jadi setiap 2 minggu sekali saya bertukar tempat kerja. Untuk ginou jisshusei yang masih baru kami ditukar tempat kerja agar lebih mudah memahami situasi tempat kerja. Khususnya karakteristik setiap riyousha san yang ada di roujin homu tempat saya bekerja.<br>Jadi di roujin homu tempat saya bekerja ada beberapa service yang diberikan seperti day service,&nbsp; short stay, dan care house. Riyousha san yang menetap di day service dan care house sebagian besar masih bisa melakukan aktivitas sendiri. Seperti makan, keluar masuk kamar sendiri, dan bahkan masih bisa berjalan tanpa alat bantu. Tetapi ada juga beberapa riyousha san yang dibantu ganti popok, makan dan bahkan mandi.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-08-11 08:41:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2258909927</guid>
      </item>
      <item>
         <title>diary entry #5</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2258910249</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1044899709/33a4215a6c5e6e18d59566ef9120fd78/diary_entry_5_Utta.docx" />
         <pubDate>2022-08-11 08:41:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2258910249</guid>
      </item>
      <item>
         <title>diary entry utta #6</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2261153521</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1044899709/a402ce9efa601d97e411908b93a0992b/diary_entry_6_Utta.docx" />
         <pubDate>2022-08-15 11:53:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2261153521</guid>
      </item>
      <item>
         <title>diary entry utta #7</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2261153698</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1044899709/b82b9aeac408a326d59cd5fc0bfc792f/diary_entry_7_Utta.docx" />
         <pubDate>2022-08-15 11:54:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2261153698</guid>
      </item>
      <item>
         <title>diary entry #8</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2261153839</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1044899709/e622d4fb64924f76a3b492cee610742a/diary_entry_8_Utta.docx" />
         <pubDate>2022-08-15 11:54:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2261153839</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Diary day 6Senin, 15 Agustus 2022</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2261220989</link>
         <description><![CDATA[<div>Pagi ini seperti biasa saya berangkat pukul 08.00 menggunakan sepeda. Jarak yang harus ditempuh sekitar 2,2km, lumayan untuk olahraga juga ya. Pukul 08.30 barulah saya mulai bekerja.<br>Pekerjaan selalu diawali dengan bersih-bersih. Pagi ini saya menyapu kamar riyousha san. Ketika jam menunjukkan pukul 10.00 saya bersama dengan senior mengganti popok riyousha san. Biasanya memakan waktu sekitar 1 jam, tergantung seberapa banyak riyousha san yang diganti popoknya. Biasanya kalau ada jadwal mandi hanya dicek saja popoknya kotor atau tidak. Pertama kali diajak mengganti popok bersama senior, kepala saya terasa pusing karena bau dari “pup” riyousha san. Mungkin hal tersebut karena belum terbiasa. Setelah terbiasa dengan hal yang dilakukan ketika mengganti popok kepala saya sudah tidak pusing lagi, hehe.<br>Selesai mengganti popok kalau masih ada waktu biasanya saya melanjutkan bersih-bersih lagi. Pukul 11.00 waktunya untuk memindahkan riyousha san dari kamar menuju shokudou untuk persiapan makan siang. Setelah makan siang para riyousha san sikat gigi, buang air kecil/besar di wc, dan ada juga yang kembali ke kamar masing-masing. Ketika riyousha san sudah kembali ke kamar masing-masing, ada perawat yang berkeliling untuk mengganti riyousha san yang tidak bisa buang air dikamar mandi. Biasanya riyousha san dicek popoknya sehari 4 kali. Yaitu di pagi hari, siang hari setelah makan, sore hari, dan tengah malam.<br>Untuk siang hari setelah istirahat biasanya saya berkomunikasi dengan riyousha san. Setelah itu berkeliling bersama senior untuk mengganti popok, memindahkan riyousha san dari kamar ke shokudou untuk persiapan makan malam. Sebelum pulang saya biasanya menulis nisshi tentang kegiatan selama satu hari.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-08-15 13:29:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2261220989</guid>
      </item>
      <item>
         <title>haykal entry 10</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2261222152</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1044899709/a9130d90d58df4b4e43b5f2c62ed5778/haykal_entry_10.mp4" />
         <pubDate>2022-08-15 13:31:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2261222152</guid>
      </item>
      <item>
         <title>utta entry ke #9</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2264205589</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1044899709/777510e24f786082e1874cd66ec81519/diary_entry_9.docx" />
         <pubDate>2022-08-18 09:06:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2264205589</guid>
      </item>
      <item>
         <title>diary entry #7 Rabu 3 agustus 2022</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2264206199</link>
         <description><![CDATA[<div>Hari ini shift yakin ( shif&nbsp; malam).&nbsp;<br>Shift malam kerja seperti biasa dimulai dari jam 17:30 sampai jam 10:00 pagi.&nbsp;<br>Shift yakin malam ini saya mulai melakukan kegiatan sendiri, dengan didampingin shunin seperti biasa. Dimulai dari memeriksa apakah pintu jendela sudah terkunci. Kemudian jam 17:30 staff yang osode (shift siang) memulai berbagi informasi kepada saya. Setelah itu memulai mengantarkan lansia untuk menggosok gigi, memandu ke toilet, menggantikan baju piyama dan mengantar ke tempat tidur, dimulai mengantar ke toilet dari Mr. FY, Mr.Fy ini sebelum tidur harus mengoleskan obat ke badan Mr. FY agar tidak gatal ketika tidur. Setelah beres saya baru ke Mr. FW untuk oshime koukan( menggantikan popok), terakhir mengantar mrs. S ke toilet, membantu melepas gigi palsu , gosok gigi, kemudian mengantar ke tempat tidur. Setelah selesai mulai bersih-bersih lorong dan tempat makan lansia. Mencuci baju yang dipakai lansia, mencuci taplak makan, kain-kain, dll. Setelah itu di jemur .Shift malam shiftnya emang lebih panjang, tetapi istirahatnya juga lebih panjang tergantung bisa menyelesaikan tugas-tugas disetiap jamnya, seperti mengantarkan toilet, mengantikan popok, dan pratoli. Pratoli setiap jam 21, 23, 1, 2:30, jam 5. Jam 3:30 bisa nyicil menyiapkan sarapan pagi buat lansia, siap- siap saja. Di jeda istirahat jam 3 saya mulai curhat dengan shunin , curhat berbagai macam hal , mulai tentang penyakit yang muncul, apa yang harus dilakukan kalau hal aneh yang terjadi saat ada hal aneh di lansia, dan cara mengatasinya, berbagai macam hal saya diberi tahu, saya juga curhat mengenai kehidupan saya diapato, saya sebenarnya kurang cocok dengan orang2 yang satu apato dengan saya, beliau dengan bijaknya mendengarkan dan memberi banyak saran, jam 03:00 shunin mulai mengajari saya masak lagi, beliau sering mengajari saya masak, beruntungnya saya. Senang rasanya bisa curhat dengan shuunin maupun dengan staff lain, walaupun dengan bahasa jepang seadannya. Jam 6 mulai sibuk sendiri mengganti baju, mengantar toilet, menggantikan popok, mengoleskan obat, memasak dll. Banyak hal harus dilakukan dalam sekali waktu, dan ini baru shift kedua saya, saya masih banyak dibantu oleh shuunin, alhamdulillah. Jam 7 mulai makan pagi, sudah dibantu dengan orang yang hayade setelah saya berbagi informasi tentang kondisi lansia pas malam, alhamdulillah malam ini semua lansia tidur dengan nyenyak. Setelah itu membantu lansia&nbsp; makan pagi, kemudian saya mengukur tensi, suhu tubuh. Kemudian mengawasi lansia, memberi minum lansia, mengantarkan ke toiltet, berbagi informasi tentang lansia kepada staf shift siang, dan pulang akhirnya pulang jam 10 pagi.<br><br>Kamis 11 agustus 2022<br>Hari ini sebenarnya osode ( shift siang) tetapi karena ada teman kerja yang baru vaksin akhirnya libur, sebagai gantinya saya kerja nikkin&nbsp; kerja mulai jam 9 pagi, dihari ini yang osode ( shift siang ) tidak ada, sebagai gantinya yang nikkin mulai memandikan lansia, hari ini 3 orang, kemudian bersih2 kamar mandi, mencuci , menjemur pakaian, jam 11 mulai mengantar ke toilet, jam 12 membantu lansia makan, jam 12:30 mengukur suhu lansia, jam 12:45 mulai makan siang bersama staff yang hayade ( shift pagi). Cerita- cerita tentang banyak hal, di jepang hari ini adalah yama no hi hari gunung, kemudian kami berbincang banyak hal, di jepang banyak nama-nama hari ya, ada hari anak, hari orang tua, hari ibu, hari ayah dll, di indonesia hanya hari ibu yang aku tahu, hari ayah tidak ada. Kemudian teman kerja bilang sedikit ya hari liburnya, apakah tidak ada hari spesial seperti ulang tahun orang penting atau hari peringatan begitu, hari kemerdekaan apakah tidak ada,&nbsp; saya bilang ada hari kemerdekaan bulan agustus ini, dan peraya2annya, saya juga menjelasakan tentang libur hari raya agama, menyangkut agama tadi , teman saya bertanya bagaimana orang islam kalau meninggal, ya saya cuma bisa menjelaskan sebisanya wkwk, dan menjelaskan sedikit tentang agama lain, bagaimana cara memakamkannnya, banyak hal yang telah kami bicarakan. Jam 3 kemudian masak makan malam, dan kegiatan yang seperti biasa, kalau masak berarti mengantar ke lansia untuk tidur, oh iya lupa di jam 3 tadi ada tambahan staff , beliau masuknya jam 4 jadinya masukknya hankin ( setengah hari) menggantikan orang yang hayade tadi. Sedangkan saya nikkin harusnya pulang jam 6 tapi karena staffjya hanya ada nikkin ( saya )dan hakkin, saya lembur setengah jam pulang jam 6:30.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-08-18 09:07:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2264206199</guid>
      </item>
      <item>
         <title>diary entry #8 Kamis 11 agustus 2022</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2264206560</link>
         <description><![CDATA[<div>Hari ini sebenarnya osode ( shift siang) tetapi karena ada teman kerja yang baru vaksin akhirnya libur, sebagai gantinya saya kerja nikkin&nbsp; kerja mulai jam 9 pagi, dihari ini yang osode ( shift siang ) tidak ada, sebagai gantinya yang nikkin mulai memandikan lansia, hari ini 3 orang, kemudian bersih2 kamar mandi, mencuci , menjemur pakaian, jam 11 mulai mengantar ke toilet, jam 12 membantu lansia makan, jam 12:30 mengukur suhu lansia, jam 12:45 mulai makan siang bersama staff yang hayade ( shift pagi). Cerita- cerita tentang banyak hal, di jepang hari ini adalah yama no hi hari gunung, kemudian kami berbincang banyak hal, di jepang banyak nama-nama hari ya, ada hari anak, hari orang tua, hari ibu, hari ayah dll, di indonesia hanya hari ibu yang aku tahu, hari ayah tidak ada. Kemudian teman kerja bilang sedikit ya hari liburnya, apakah tidak ada hari spesial seperti ulang tahun orang penting atau hari peringatan begitu, hari kemerdekaan apakah tidak ada,&nbsp; saya bilang ada hari kemerdekaan bulan agustus ini, dan peraya2annya, saya juga menjelasakan tentang libur hari raya agama, menyangkut agama tadi , teman saya bertanya bagaimana orang islam kalau meninggal, ya saya cuma bisa menjelaskan sebisanya wkwk, dan menjelaskan sedikit tentang agama lain, bagaimana cara memakamkannnya, banyak hal yang telah kami bicarakan. Jam 3 kemudian masak makan malam, dan kegiatan yang seperti biasa, kalau masak berarti mengantar ke lansia untuk tidur, oh iya lupa di jam 3 tadi ada tambahan staff , beliau masuknya jam 4 jadinya masukknya hankin ( setengah hari) menggantikan orang yang hayade tadi. Sedangkan saya nikkin harusnya pulang jam 6 tapi karena staffjya hanya ada nikkin ( saya )dan hakkin, saya lembur setengah jam pulang jam 6:30.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-08-18 09:08:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2264206560</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Diary entry #9  Sabtu Tgl 13 Agustus 2022</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2264206775</link>
         <description><![CDATA[<div>Hari ini juga sama osode tetapi ganti dengan nikkin. Sama seperti kemarin kerja hari ini pun cuma dua orang. Nikkin dan hayade. Hari ini benar2 sibuk, karena hari ini hari sabtu artinya masak makan siang dan makan malam. Karena saya nikkin saya memilih masak makan malam, yang otomatis saya yang harus bergerak ke sana kemari, karena yang bertugas masak harus mengawasi para lansia. Dari bersih-bersih, beres-beres kamar, menyiapkan hal-hal yang dibutuhkan lansia, mencuci, menjemur, mengantar toilet apapun yang bisa dilakukan , karena saya yang bisa bergerak kesana kemari, sama sih kek hari kemarin😂. Bedanya hari ini tidak ada hakkin( setengah hari) jadi yang osode lembur sampai jam setengah 7, saya yang nikkin lembur sampai jam 7. Hari- hari benar2 sibuk, karena saya masak jugaa cepat satu jam dah selesai, bantu-bantu nganterin lansia ke toilet juga, padahal kalau dah masak nggak perlu nganterin lansia ke toilet, tapi nggak papa, akhir-akhir ini sudah terbiasa masak jepang, jadi tidak buang-buang waktu mikir makanannya kek gimana😂.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-08-18 09:08:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2264206775</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Diary day 7Kamis, 18 Agustus 2022</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2269380286</link>
         <description><![CDATA[<div>Pagi yang tidak terlalu panas karena tadi malam hujan turun dengan indahnya dan membuat tidur saya lelap sekali, hehe. Hujan rintik-rintik menemani saya berangkat kerja.&nbsp;<br>Seperti biasa saya berangkat dari rumah pukul 08.00. Rutinitas kerja hari ini dimulai dengan merapihkan apron dan lap/oshibori yang telah digunakan oleh riyousha san. Sebelum berkeliling untuk mengecek dan mengganti popok, saya berbincang dengan riyousha san. Meski banyak yang mengidap penyakit demensia (pikun), terkadang jika sedang sehat atau tidak kumat penyakitnya riyousha san bisa dengan jelas dan rinci menceritakan kehidupan mereka dan keluarganya. Pukul 10.00 saya yang masih didampingi senior berkeliling untuk mengganti dan mengecek popok. Ketika mengganti popok harus ekstra hati-hati agar riyousha san tidak terluka. Karena pada dasarnya kulit riyousha san sensitif dan mudah terluka. Selain itu juga ada riyousha san yang tubuhnya sulit untuk digerakkan.&nbsp;<br>Setelah selesai mengganti popok, dilanjutkan dengan mengantar/memindahkan riyousha san dari kamar menuju ke shokudou untuk persiapan makan siang. Jikalau masih ada waktu biasanya saya berkomunikasi lagi dengan riyousha san. Karena saya belum boleh menyuapi riyousha san, jadi ketika makan siang datang saya hanya duduk disampingnya. Pukul 12.30 sampai pukul 13.30 waktunya untuk saya istirahat.&nbsp;<br>Siang harinya alur pekerjaan saya sama seperti pagi hari.&nbsp;<br>Sebelum pulang saya dan teman menulis kegiatan yang telah dilakukan selama seharian penuh dan juga belajar kanji. Setelah selesai barulah saya pulang dan istirahat.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-08-23 23:50:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2269380286</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Diary day 8Senin, 22 Agustus 2022</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2269381065</link>
         <description><![CDATA[<div>Tak terasa sudah hari senin lagi ya. Hari yang dirasa cukup berat untuk mengawali pekerjaan, karena hari libur masih lama, hehe. Tapi harus tetap semangat demi masa depan yang lebih baik lagi.&nbsp;<br>Seperti biasa saya berangkat pukul 08.00, dan menempuh jarak sekitar 2,2km untuk sampai ditempat kerja. Sampai ditempat kerja saya membantu merapihkan celemek dan lap yang telah digunakan oleh riyousha san ketika makan. Karena sudah hampir dua minggu ini saya mulai mengganti popok riyousha san, jadi kegiatan bersih-bersih kamar riyousha san sudah mulai berkurang. Sekitar pukul 09.45 saya dan senior mulai berkeliling untuk mengecek dan mengganti popok riyousha san. Seharusnya mengganti popok dimulai pukul 09.30, tetapi hari ini banyak karyawan yang libur jadi sedikit terlambat. Setelah mengganti popok dilanjutkan dengan idoukaijou atau memindahkan riyousha san dari kamar menuju ruang makan untuk persiapan makan siang. Pukul 11.45 makanan untuk riyousha san sudah datang dan dibagi sesuai dengan nama yang tertera disetiap nampan. Ada riyousha san yang masih bisa makan nasi lauk pauk biasa, dan ada juga riyousha san yang hanya bisa makan makanan yang telah dihaluskan lalu dicampur toromi/gelatin agar makanan mudah dicerna. Menu setiap harinya sama tetapi hanya bentuknya saja yang berbeda. Selesai makan waktunya riyousha san untuk minum obat dan kembali lagi menuju kamar masing-maring. Tetapi tidak semua riyousha san kembali ke kamar, karena ada yang ketika kembali kamar jatuh dari tempat tidur dll, untuk menanggulangi hal tersebut riyousha san tetap berada diruang makan karena ada karyawan/kaigo yang mengawasi setiap saat.<br>Siang harinya setelah istirahat saya langsung bersiap untuk mengganti dan mengecek popok riyousha san. Karena masih ada karyawan yang istirahat dan harus ada yang harus tetap diruang makan untuk mengawasi riyousha san jadilah saya hanya berdua dengan senior. Biasanya ketika mengganti popok dibutuhkan 2-3 karyawan agar tidak terlalu memakan banyak waktu. Setelah mengganti popok, saya dan senior langsung bergegas untuk memindahkan riyousha san dari kamar menuju ruang makan untuk persiapan makan malam. Lalu kalau masih ada sisa waktu biasanya saya gunakan untuk berkomunikasi dengan riyousha san. Ketika waktu menunjukkan pukul 16.30 saya harus berkumpul dengan teman dan senior saya untuk menulis diary/laporan harian dan belajar kanji.&nbsp;<br>Lelah setelah bekerja itu pasti, tetapi kalau ingat tujuan saya ke Jepang semua lelah dan letih itu langsung hilang. Karena tidak ada masa depan yang instan untuk digapai. Semangat Sasa 💪🏻💪🏻</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-08-23 23:50:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2269381065</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Diary day 9Selasa, 23 Agustus 2022</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2269381446</link>
         <description><![CDATA[<div>Hari ini saya berangkat lebih awal dari biasanya. Dikarenakan para shokuin/karyawan harus dites antigen rutin sebelum kerja. Kasus korona di Jepang saat ini sedang naik kembali, khususnya di daerah Wakayama. Karena hasil tes antigen harus menunggu sekitar 20 menit jadi saya putuskan untuk berangkat lebih awal dari biasanya. Setelah hasil tes keluar dan dinyatakan negatif, saya langsung bergegas menuju ruang ganti untuk bersiap-siap.&nbsp;<br>Seperti biasa pagi hari selalu diawali dengan merapihkan celemek/apron dan lap yang telah digunakan oleh riyousha san ketika makan. Untuk makan pagi dibagi menjadi 2 jenis, ada riyousha san yang makan roti dan makan bubur. Tergantung kondisi kesehatan tiap riyousha san. Pukul 09.30 saya dan senior berkeliling untuk mengecek dan mengganti popok riyousha san yang berada dikamar. Riyousha san yang berada di ruang makan biasanya diantar ke toilet untuk buang air, jadi tidak perlu dicek popoknya. Karena hari ini saya dan senior mengecek popok riyousha san lebih awal dari biasanya jadi selesai lebih cepat. Sembari menunggu waktu untuk memindahkan riyousha san. Saya menulis nama riyousha san di snack sebelum dibagikan. Kalau ada pertanyaan kenapa harus diberi nama?, karena agar tidak tertukar antar orang yang menderita penyakit gula dan lain sebagainya. Setelah selesai menulis nama riyousha san, saya lalu bergegas untuk memindahkan riyousha san dari kamar menuju ruang makan untuk persiapan makan siang. Karena belum diperbolehkan untuk menyuapi riyousha san, jadi saya hanya duduk di sebelahnya sembari mengingatkan untuk makan dengan benar dan tidak terlalu banyak melamun. Pukul 12.30 - 13.30 saya istirahat makan siang bersama teman. Di waktu inilah biasanya saya bertukar cerita satu sama mengenai pekerjaan maning-masing.&nbsp;<br>Siang hari setelah istirahat makan siang alur pekerjaan saya masih sama seperti pagi hari. Mengganti dan mengecek popok, memindahkan riyousha san dari kamar menuju ruang makan dan bercerita berbagai hal dengan teman maupun riyousha san. Sebelum pulang saya berkumpul bersama senior dan teman untuk menulis laporan harian maupun belajar kanji.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-08-23 23:51:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2269381446</guid>
      </item>
      <item>
         <title>utta entry #10</title>
         <author>lisda_nurjaleka</author>
         <link>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2269382507</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1044899709/581db847e68bc60d41c4d1eef9df781e/diary_entry_10_Utta.docx" />
         <pubDate>2022-08-23 23:52:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rezarustam/Hiroshima_Diary/wish/2269382507</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
