<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Geografi : Lingkungan Hidup dan Kualitasnya.  by Ceciliaa Margaretha siregar</title>
      <link>https://padlet.com/ceciliaamargarethasiregar/trni5tocu2bji5nj</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-01-12 09:04:09 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-12-10 19:09:15 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Kelompok 1 (Danau Toba)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ceciliaamargarethasiregar/trni5tocu2bji5nj/wish/3288173713</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p><strong>Lingkungan Alami</strong>: Danau Toba, Sumatera Utara</p></li><li><p>a. <strong>Abiotik</strong>, komponen abiotik yang terdapat di Danau Toba adalah Air, Matahari, Tanah, Angin, &amp; Topografi</p><p>b. <strong>Biotik</strong>, ekosistem biotik yang terdapat di Danau Toba terdiri dari berbagai makhluk hidup yang saling berinteraksi, termasuk flora, fauna, dan mikroorganisme. Di dalam danau, terdapat plankton, seperti fitoplankton dan zooplankton, yang menjadi sumber makanan utama bagi ikan. Berbagai jenis ikan, seperti ikan mujair, nila, dan pora-pora, hidup di perairan Danau Toba. Selain itu, di sekitar danau, tumbuh berbagai vegetasi seperti semak, pohon pinus, dan rumput yang menjadi habitat bagi burung, serangga, dan mamalia kecil. Interaksi antara organisme ini membentuk rantai makanan dan menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah tersebut.</p><p>c. <strong>Sosial Budaya</strong>, komponen sosial budaya yang terjadi di sekitar lingkungan Danau Toba adalah, upacara pernikahan, pemakaman, pesta adat, dan banyak festival festival seperti festival rondang bittang yang mempresentasikan tradisi Batak Toba.</p></li><li><p>a. <strong>Data Indeks Air</strong> di Sumatera Utara pada tahun 2021 berada di angka 53,72</p><p>b. <strong>Data Indeks Udara</strong> di Sumatera Utara pada tahun 2021 berada di angka 89</p><p>c. <strong>Data Tutupan Lahan</strong> di Sumatera Utara pada tahun 2021 berada di angka 47</p></li><li><p><strong>Kesimpulan</strong>:</p><p>Dari hasil pencarian kami, kami menyimpulkan bahwa danau Toba memiliki kualitas udara yang sangat baik. Namun, ada beberapa komponen abiotik yang perlu diperhatikan kembali, seperti kualitas air dan lahan yang agak kurang baik. Kedepannya, masyarakat setempat atau pengunjung danau Toba yang datang berkunjung harus lebih memperhatikan kebersihan dan jangan melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat menimbulkan polusi seperti merokok, membuang sampah sembarang dan membakar limbah berbahaya.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-13 02:16:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ceciliaamargarethasiregar/trni5tocu2bji5nj/wish/3288173713</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kebun Raya Bogor ( Jawa Barat )</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ceciliaamargarethasiregar/trni5tocu2bji5nj/wish/3288177383</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Lingkungan Alami </p><p><br/></p><p>Abiotik</p><p>- Tanah</p><p>- Kotoran Hewan</p><p>- Daun Kering</p><p>- Air</p><p>- Cahaya Matahari</p><p><br/></p><p>Biotik</p><p>- Tumbuhan (Bunga Teratai, Bunga Anggrek, Pohon, Bunga Rafflesia Padma)</p><p>- Hewan (Burung,&nbsp; Mamalia, Reptil dan Amfibi, Ikan, Moluska, Krustasea, Serangga)</p><p>- Manusia (Staff, Pengunjung, Masyarakat Bogor, Presiden)</p><p><br/></p><p>Sosial Budaya</p><p>- Badan Riset dan Inovasi Nasional</p><p>- Pusat Konservasi dan Penelitian Tumbuhan</p><p>- Budaya Sunda</p><p>- Budaya Nusantara</p><p><br/></p><p>DATA SISKLHK </p><p> Air : 43,09 (2021)</p><p> Udara : 78 (2020)</p><p>Tutupan Hutan &amp; Lahan : 42 (2021) </p><p><br/></p><p>Melihat data indeks kualitas air, udara, dan lahan dalam sisKLHK. Kami simpulkan kualitas air masih tergolong sangat kurang baik, kualitas udara sudah baik, kemudian tutupan hutan dan lahan kurang baik pula. Dengan data ini, provinsi Jawa Barat masih termasuk berkualitas buruk untuk mendukung kehidupan mahkluk hidup dalamnya (kelompok biotik diatas).  </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-13 02:21:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ceciliaamargarethasiregar/trni5tocu2bji5nj/wish/3288177383</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 2: Danau Maninjau (Sumatera Barat)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ceciliaamargarethasiregar/trni5tocu2bji5nj/wish/3288178428</link>
         <description><![CDATA[<p>Lingkungan Alami</p><p><br/></p><p>Komponen-komponen:</p><ul><li><p>Abiotik: Air, cahaya matahari dan kelembaban udara.</p></li><li><p>Biotik: Manusia, Kura kura, Ikan pike, Ikan perch kuning, Kumbang penyelam, keong danau, katak hijau, bebek sayap biru, cacing darah, eceng gondok, pohon surian (Toona sureni), bayur (Pterospermum Javanucum), madang lilin (Litsea roxburghii) dan durian hutan.</p></li><li><p>Sosial Budaya: FestDaMa-K44 (FestDaMa-K44 adalah singkatan dari&nbsp;Festival Danau Maninjau Kelok 44), masyarakayt di danau maninjau merupakan Suku pli Selingka dan menganut agama Islam dimana semua masyarakat Danau maninjau dan sekitarnya menganut agama Islam.</p></li></ul><p><br/></p><p>Indeks Kualitas:</p><ul><li><p>Air: 52,55 (2021)</p></li><li><p>Udara: 90 (2020)</p></li><li><p>Tutupan Lahan: 66 (2020)</p></li><li><p>Lahan: 66,22 (2020)</p></li><li><p>Air Laut: 71,81 (2020)</p></li><li><p>Ekosistem Gambut: 52,91 (2020)</p></li></ul><p><br/></p><p>Kami menyimpulkan bahwa indeks kualitas dari provinsi Sumatera Barat,  indeks kualitas Air dan eksositem gambut kurang baik, indeks kualitas tutupan lahan dan lahan cukup baik, indeks kualitas air laut baik, indeks kualitas udara sangat baik dan secara keseluruhan indeks kualitas Sumatra barat adalah cukup baik.</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-13 02:22:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ceciliaamargarethasiregar/trni5tocu2bji5nj/wish/3288178428</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lingkungan buatan di Kalimantan (Kota Samarinda Kalimantan Timur)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ceciliaamargarethasiregar/trni5tocu2bji5nj/wish/3288198500</link>
         <description><![CDATA[<p>Abiotik:</p><p>- air</p><p>- tanah</p><p>- udara</p><p>- aspal</p><p>- gedung bangunan </p><p><br/></p><p>Biotik:</p><p>- Konsumen: manusia ( Walikota, staff-staff, guru, siswa, satpam, masyarakat Samarinda)</p><p>- Produsen: tumbuhan ( rumput, pohon)</p><p>- Konsumen &amp; Pengurai : Hewan ( Burung, biawak, cacing, belatung)</p><p><br/></p><p>Sosial budaya:</p><p>- Memiliki berbagai Suku seperti suku Dayak, suku Bugis wajo, suku Banjar</p><p>- Kepercayaan yang dipegang kebanyakan agama Islam</p><p>- Memiliki berbagai tradisi seperti Tradisi kuping panjang, tato, tiwah, ngayau, dll.</p><p><br/></p><p>- Politik bagian pemerintahan walikota</p><p><br/></p><p>indeks kualitas tutupan lahan di Kalimantan Timur tahun 2020: 79.83 </p><p>- alasan: Hasil pengolahan menghasilkan tutupan lahan yang ada di Kota Samarinda didominasi dengan kelas tutupan lahan vegetasi alami yang mencakup 50% dari keseluruhan wilayah Kota Samarinda. (Data tahun 2020) Namun terjadi penurunan perwakilan dari Universitas Mulawarman mempresentasikan hasil studi terbaru terkait perubahan tutupan lahan di Kalimantan Timur selama lima tahun terakhir. Hasil studi tersebut menunjukkan adanya penurunan tutupan hutan yang signifikan di beberapa wilayah akibat aktivitas perkebunan, penebangan liar, serta konversi lahan untuk pembangunan infrastruktur. (https://dinaslh.kaltimprov.go.id/focus-group-discussion-analisis-perubahan-tutupan-lahan-perhitungan-emisi-grk-dan-uncertainty-data-aktivitas-grk-provinsi-kalimantan-timur/)</p><p><br/></p><p><br/></p><p>indeks kualitas air di Kalimantan Timur tahun 2021: 51,92 </p><p>- alasan: dari data yang diperoleh kelompok, kami melihat bahwa pada tahun 2021 kualitas air di Kalimantan Timur tergolong buruk karena hanya ada di angka 51,92 setelah kami telusuri didapatkan faktor penyebab terbesar indeks kualitas air di kaltim buruk diliput dari kaltimprov.go.id adalah karena aktivitas pertambangan batu bara.</p><p><br/></p><p>Kalimantan Timur merupakan salah satu pusat tambang batu bara terbesar di Indonesia, dan aktivitas ini menghasilkan limbah berupa sedimen, bahan kimia, serta logam berat yang mencemari sungai-sungai. Limbah tersebut sering kali tidak dikelola dengan baik, sehingga langsung mengalir ke badan air, menyebabkan pencemaran signifikan, padahal di 2020 indeks kualitas air di kalimantan timur lebih baik karena Penurunan Aktivitas Ekonomi akibat Pandemi COVID-19</p><p><br/></p><p>indeks kualitas udara di Kalimantan Timur tahun 2020: 89 </p><p>- alasan: Bisa dilihat dari rentang tahun 2015 - 2020 Kaltim tergolong provinsi yang memiliki kualitas udara yang cukup baik, ini karena keadaan geografis di kaltim yang memiliki banyaknya hutan sehingga minim kesempatan terjadi polusi karena asap dari pabrik. Malahan kebanyakan asap di Kaltim merupakan asap² dari provinsi tetangganya.10:10</p><p><br/></p><p><br/></p><p><br/></p><p>Kualitas lingkungan Kalimantan Timur menunjukkan penurunan di beberapa aspek dalam beberapa tahun terakhir. Indeks tutupan lahan yang sebelumnya baik (79,83 pada 2020) mengalami penurunan akibat aktivitas manusia seperti perkebunan dan pembangunan infrastruktur. Indeks kualitas air pada 2021 juga tergolong buruk (51,92) akibat pencemaran dari aktivitas tambang batu bara. Namun, kualitas udara masih terjaga dengan indeks 89 pada 2020, didukung oleh keberadaan hutan yang luas sebagai penyerap polutan. Hal ini mencerminkan bahwa meskipun kualitas udara relatif baik, tekanan terhadap tutupan lahan dan air semakin meningkat</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-01-13 02:49:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ceciliaamargarethasiregar/trni5tocu2bji5nj/wish/3288198500</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
