<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Tugas MPD by Refani Febri Wulandari</title>
      <link>https://padlet.com/febrirefani97/tq0czdehi6s6ybp7</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-02-27 07:13:13 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-02-27 08:37:04 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Nama Anggota Kelompok</title>
         <author>febrirefani97</author>
         <link>https://padlet.com/febrirefani97/tq0czdehi6s6ybp7/wish/2897149548</link>
         <description><![CDATA[<p>• Refani Febri Wulandari</p><p>• Lintang Syalwa Setiani</p><p>• Eno Restu Bagus Permadi</p><p>• Rafly Imanuel Keo</p><p>• Raka&nbsp;Davie&nbsp;Pratama</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-27 07:22:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/febrirefani97/tq0czdehi6s6ybp7/wish/2897149548</guid>
      </item>
      <item>
         <title>JARINGAN SARAF TIRUAN (ARTIFICAL NEURAL NETWORK)</title>
         <author>febrirefani97</author>
         <link>https://padlet.com/febrirefani97/tq0czdehi6s6ybp7/wish/2897151333</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-27 07:24:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/febrirefani97/tq0czdehi6s6ybp7/wish/2897151333</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>febrirefani97</author>
         <link>https://padlet.com/febrirefani97/tq0czdehi6s6ybp7/wish/2897152984</link>
         <description><![CDATA[<p>Manusia dapat dengan mudah membaca dan memahami arti dari suatu teks dalam kalimat. Hal ini dikarenakan manusia memiliki sensor dan perangkat pengolah data yang lengkap, seperti mata dan otak. Mata berfungsi untuk mengenali objek, kemudian informasi mengenai objek ini dikirimkan ke otak untuk diolah dengan sangat cepat. Komputer juga memiliki kemampuan mengolah proses perhi- tungan matematis yang kompleks dengan sangat cepat, sementara manusia tidak. Hal ini menjadi sangat menarik, mengingat kemampuan manusia dan komputer ternyata saling berbanding terbalik namun juga dapat saling menggantikan. Di masa depan akan semakin sulit membedakan apakah suatu pekerjaan dikerjakan oleh manusia atau oleh komputer. Salah satu metode yang diklaim meniru cara kerja otak manusia dalam mengenali sesuatu adalah algoritme jaringan saraf tiruan (JST) atau dike- nal juga dengan istilah artificial neural networks (ANN). Otak manusia bekerja dengan memanfaatkan kemampuan neuron menerima sinyal dari sensor, mengolahnya, dan mengirimkan kembali hasilnya. Neuron satu dengan yang lain terhubung oleh sinapsis, dan jumlahnya dapat mencapai lebih dari miliaran. Namun, metode ini tidaklah sepenuhnya meniru cara kerja otak manusia, dikarenakan otak memiliki peta yang sangat kom- pleks, sementara komputer tidak. Otak manusia senantiasa mengalami perubahan seiring dengan bertambahnya usia dan pengetahuan. Semakin sering digunakan, maka jumlah neuron dan sinapsis akan terus bertambah. Berbeda dengan komputer, di mana jumlah neuron dan node hanya bisa ditentukan&nbsp;oleh&nbsp;peneliti.</p><p><br></p><p>Algoritme ANN bekerja mirip dengan supervised learning, di mana data latih harus terlebih dahulu ditentukan oleh peneliti.</p><p>Akurasi yang dihasilkan oleh algoritme ANN akan sangat bergantung pada kualitas dan kuantitas data yang dimiliki oleh peneliti. </p><p>Learning rate adalah salah satu parameter yang digunakan dalam proses pelatihan untuk melakukan koreksi nilai bobot. Rentang nilai lear- ning rate biasanya antara 0 hingga 1, di mana semakin besar nilainya akan semakin cepat proses komputasi. Sebaliknya, semakin kecil nilai learning rate maka akan semakin lambat proses komputasinya. Ketelitian algoritme ANN dalam belajar juga akan bergantung kepada nilai learning rate yang diberikan. Semakin besar nilai learning rate maka akan semakin kecil kete- litiannya, sebaliknya semakin kecil nilai learning rate maka akan semakin tinggi tingkat&nbsp;ketelitiannya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-27 07:25:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/febrirefani97/tq0czdehi6s6ybp7/wish/2897152984</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>febrirefani97</author>
         <link>https://padlet.com/febrirefani97/tq0czdehi6s6ybp7/wish/2897163626</link>
         <description><![CDATA[<p>peneliti mampu memanfaatkan algoritme JST, bahkan dengan spesifikasi komputer yang rendah. Bahkan, proses komputasi juga dapat berjalan di dalam jaringan dengan bantuan layanan berbasis cloud seperti Jupyter Notebook, Visual Studio Code (VS Code), nteract, Jupyterlite, dan Google Colaboratory atau lebih dikenal dengan istilah Google Colab.</p><p>Namun, dibalik semua kelebihan tersebut terdapat juga banyak kele- mahan dari algoritme JST di antaranya adalah membutuhkan banyak sekali data latih yang belum tentu tersedia dan jikapun tersedia belum tentu berkualitas. Algoritme JST juga dikenal membutuhkan waktu komputasi</p><p>yang lama (computationally expensive) karena proses pelatihan dapat ber- jam-jam hingga berhari-hari tergantung pada ukuran, kedalaman, dan kompleksitas dari arsitektur jaringan yang digunakan.</p><p>Tidak terdapat aturan baku yang mengikat mengenai arsitektur jaringan (misal, penentuan jumlah hidden layer dan node) sehingga arsitektur yang sesuai diperoleh melalui proses trial and error. Algoritme JST juga merupakan model black-box, membutuhkan optimasi tambahan dan penentuan para meter yang banyak seperti learning rate, momentum factor, sigmoid constant, dan jumlah iterasi (epoch). Algoritme juga mudah terjebak pada kondisi overfitting jika data latih yang digunakan tidak cukup banyak atau&nbsp;tidak&nbsp;sesuai.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-27 07:35:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/febrirefani97/tq0czdehi6s6ybp7/wish/2897163626</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>febrirefani97</author>
         <link>https://padlet.com/febrirefani97/tq0czdehi6s6ybp7/wish/2897169222</link>
         <description><![CDATA[<p>Multi-layer perceptron adalah satu bentuk algoritme ANN yang paling mudah dipahami dan diimplementasikan.</p><p>Multi-layer perceptron adalah satu bentuk algoritme ANN yang paling mudah dipahami dan diimplementasikan. Seperti pada Gambar 18.1, mem- visualisasikan arsitektur MLP yang terdiri atas tiga layer (input, hidden, dan output). Pada input layer terdapat tiga neuron (node), sementara pada hidden layer terdapat lima neuron, dan output layer terdapat tujuh layer. Hidden layer sangat penting keberadannya karena berfungsi untuk mengatur dari MLP, tanpa hidden layer maka MLP tidak mampu melakukan proses pembelajaran. Terlalu sedikit jumlah data latih, dan terlalu banyak jumlah iterasi akan membuat MLP terjebak pada kondisi&nbsp;overfitting.</p><p>Pada MLP, perhitungan dan perbaikan bobot nilai menggunakan algoritme back propagation, yaitu perhitungan dan penyesuaian bobot secara iterative, maju-mundur secara berulang-ulang hingga mencapai nilai bobot yang paling optimal. MLP termasuk ke dalam analisis statistik bebas distribusi, artinya tidak menghiraukan distribusi data atau non-parametris. MLP dapat digunakan untuk analisis non-linear seperti fungsi matematis yang kompleks untuk mengubah nilai masukan (input) seperti citra satelit untuk menghasilkan nilai luaran berupa kelas tutupan dan penggunaan&nbsp;lahan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-27 07:40:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/febrirefani97/tq0czdehi6s6ybp7/wish/2897169222</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>febrirefani97</author>
         <link>https://padlet.com/febrirefani97/tq0czdehi6s6ybp7/wish/2897174307</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2316084223/77ee6112fdd4f30c4e8e23fe32342b87/MPD.jpg" />
         <pubDate>2024-02-27 07:45:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/febrirefani97/tq0czdehi6s6ybp7/wish/2897174307</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>febrirefani97</author>
         <link>https://padlet.com/febrirefani97/tq0czdehi6s6ybp7/wish/2897177995</link>
         <description><![CDATA[<p>Radial basis function neural network (RBFNN) adalah jenis Jaringan Syaraf Tiruan tertentu yang digunakan untuk masalah perkiraan fungsi, Radial basis function (RBF) termasuk kedalam metode supervised learning .Jaringan RBF berbeda dari jaringan saraf lainnya dalam arsitektur tiga lapisnya, yang terdiri dari banyak lapisan dan menghasilkan nonlinier dengan menerapkan fungsi aktivasi nonlinier secara berulang.</p><p>Fungsi Basis Radial adalah fungsi bernilai nyata yang nilainya hanya bergantung pada jarak dari titik asal. </p><p>Fungsi basis radial untuk neuron terdiri dari pusat dan jari-jari (disebut juga penyebaran). Jari-jarinya dapat bervariasi antar neuron. Dalam jaringan RBF yang dihasilkan DTREG, radius setiap dimensi dapat berbeda. </p><p>Ketika penyebarannya semakin besar, neuron yang berada jauh dari suatu titik mempunyai pengaruh yang&nbsp;lebih&nbsp;besar.</p><p><br></p><p>input layer:Lapisan masukan terdiri dari satu neuron untuk setiap variabel prediktor. Neuron masukan meneruskan nilai ke setiap neuron di lapisan tersembunyi.</p><p>Hidden layer: untuk mengukur jarak antara data input dengan nilai pusat dari RBF</p><p>Output layer:Nilai yang diperoleh dari lapisan tersembunyi dikalikan dengan bobot yang terkait dengan neuron dan diteruskan&nbsp;ke&nbsp;penjumlahan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-27 07:48:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/febrirefani97/tq0czdehi6s6ybp7/wish/2897177995</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>febrirefani97</author>
         <link>https://padlet.com/febrirefani97/tq0czdehi6s6ybp7/wish/2897178802</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2316084223/0170ec6860fa83eb249796c8b45e4e55/MPD2.jpg" />
         <pubDate>2024-02-27 07:49:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/febrirefani97/tq0czdehi6s6ybp7/wish/2897178802</guid>
      </item>
      <item>
         <title>B. RADIAL BASIS FUNCTION NEURAL NETWORK (RBFNN)</title>
         <author>febrirefani97</author>
         <link>https://padlet.com/febrirefani97/tq0czdehi6s6ybp7/wish/2897201930</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-27 08:12:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/febrirefani97/tq0czdehi6s6ybp7/wish/2897201930</guid>
      </item>
      <item>
         <title>A. MULTI-LAYER PERCEPTRON</title>
         <author>febrirefani97</author>
         <link>https://padlet.com/febrirefani97/tq0czdehi6s6ybp7/wish/2897204428</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-27 08:14:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/febrirefani97/tq0czdehi6s6ybp7/wish/2897204428</guid>
      </item>
      <item>
         <title>C. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN</title>
         <author>febrirefani97</author>
         <link>https://padlet.com/febrirefani97/tq0czdehi6s6ybp7/wish/2897208299</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-27 08:18:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/febrirefani97/tq0czdehi6s6ybp7/wish/2897208299</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PENJELASAN</title>
         <author>febrirefani97</author>
         <link>https://padlet.com/febrirefani97/tq0czdehi6s6ybp7/wish/2897222355</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-02-27 08:30:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/febrirefani97/tq0czdehi6s6ybp7/wish/2897222355</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
