<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Refleksi Pembelajaran by Iman Iman</title>
      <link>https://padlet.com/iman02_/tpy3wss02vrymfx1</link>
      <description>Tuliskan refleksi pembelajaran dengan menjawab pertanyaan berikut!</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-03-19 03:50:34 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-05-21 10:48:32 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Pertanyaan</title>
         <author>iman02_</author>
         <link>https://padlet.com/iman02_/tpy3wss02vrymfx1/wish/2924381126</link>
         <description><![CDATA[<p>Buatlah refleksi model 4P setelah kegiatan rukol sesi ini!</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2227552647/92c4f0b1422a833000215ef089d5b409/rukol_1_1_3.jpg" />
         <pubDate>2024-03-19 03:53:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/iman02_/tpy3wss02vrymfx1/wish/2924381126</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ENOK SUNARTI</title>
         <author>iman02_</author>
         <link>https://padlet.com/iman02_/tpy3wss02vrymfx1/wish/2977371143</link>
         <description><![CDATA[<p>refleksi rukol 1.4 adalah  keberhasilan membangun budaya positif disekolah merupakan kolaborasi bersama antar guru,peserta didik.kepala sekolah,dewan komite,orang tua dan masyarakat. untuk membangun murid yang disiplin itu membutuhkan sebuah proses,kita sebagai pendidik harus bisa mengambil posisi manager dan teman untuk murid kita. Juga sebagai posisi  kontrol harus sebagai pemimpin pembelajaran harus bisa mengarahkan dan mengontrol murid untuk displin demi terciptanya disiplin positif di sekolah kita. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-02 03:24:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/iman02_/tpy3wss02vrymfx1/wish/2977371143</guid>
      </item>
      <item>
         <title>JAJANG GINANJAR</title>
         <author>iman02_</author>
         <link>https://padlet.com/iman02_/tpy3wss02vrymfx1/wish/2977371579</link>
         <description><![CDATA[<p>Facts </p><p>Setelah mengikuti kegiatan diskusi pada kasus 1 ini saya memahami ketika sebuah peristiwa terjadi maka kita perlu menanamkan dan menerapkan segitiga restitusi.</p><p>Feelings</p><p>Perasaan saya pada kegiatan ini cukup senang dan antusias karena kasus 1 ini cukup layak untuk di bahas.</p><p>Findings</p><p>Pembelajaran yang kita ambil dari kasus 1 ini hendaklah kedepankan stabilitas, validasi, pertanggungjawaban dan keyakinan kelas.</p><p>Future</p><p>Penerapan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah hendaknya kita selalu mengedepankan segitiga restitusi ini. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-02 03:24:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/iman02_/tpy3wss02vrymfx1/wish/2977371579</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PIKI RAMDHANI ASKAR</title>
         <author>iman02_</author>
         <link>https://padlet.com/iman02_/tpy3wss02vrymfx1/wish/2977372035</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-02 03:24:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/iman02_/tpy3wss02vrymfx1/wish/2977372035</guid>
      </item>
      <item>
         <title>RESTI ARTINI DEWI</title>
         <author>iman02_</author>
         <link>https://padlet.com/iman02_/tpy3wss02vrymfx1/wish/2977372531</link>
         <description><![CDATA[<p>Refleksi hari ini </p><p>Facts : membahas tentang beberapa kasus murid yang ada di sekolah. Kami dibagi menjadi 4 kelompok untuk memecahkan permasalahan yang ada dengan menyelesaikan kasus tersebut dengan segitiga restitusi, serta menjelaskan posisi kontrol.&nbsp;</p><p>Feelings : sangat senang, termotivasi dan lebih bersemangat untuk menjalankan pendidikan guru penggerak</p><p>Findings : pembelajaran yang saya peroleh yaitu ketika ada murid yang melanggar keyakinan kelas saya harus mampu menempatkan diri dalam posisi kontrol manajer dengan menerapkan segitiga restitusi.</p><p>Future : hal yang akan saya lakukan adalah melakukan perubahan yang positif dengan memperhatikan kebutuhan murid, menggunakan posisi kontrol sebagai manager dalam menangani kasus siswa, menerapkan segitiga restitusi dan selalu menganalisis secara reflektif dan kritis penerapan budaya positif disekolah dengan berkolaborasi dengan warga sekolah dan berbagai pemangku kepentingan.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-02 03:25:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/iman02_/tpy3wss02vrymfx1/wish/2977372531</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SRI YULIATI</title>
         <author>iman02_</author>
         <link>https://padlet.com/iman02_/tpy3wss02vrymfx1/wish/2977372864</link>
         <description><![CDATA[<p>Peristiwa: Kegiatan rukol hari ini membahas mengenai modul 1.4 tentang Budaya Positif</p><p>Perasaan: Perasaan saya setelah mengikuti kegiatan Ruang Kolaborasi ini merasa senang karena memiliki pemahaman baru bagaimana kita mengambil langkah terbaik dalam memecahkan masalah yang dialami oleh murid</p><p>Pembelajaran: Saya lebih memahami bahwa tindakan restitusi dan bertindak sebagai kontrol manajer adalah cara paling efektif untuk menerapkan disiplin positif di sekolah, bukan dengan hukuman atau konsekuensi</p><p>Penerapan: Saya akan mulai menerapkan konsep restitusi dan kontrol manajer di sekolah saya</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-02 03:25:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/iman02_/tpy3wss02vrymfx1/wish/2977372864</guid>
      </item>
      <item>
         <title>WILDAN EFENDI</title>
         <author>iman02_</author>
         <link>https://padlet.com/iman02_/tpy3wss02vrymfx1/wish/2977373150</link>
         <description><![CDATA[<p>kedisiplinan adalah modal utama dasar dari sebuah harapan dan asa, sebagaimana kihajar dewantara yang mengatakan dimana ada kemerdekaan disanalah ada kedisiplinan, sehingga kedisiplinan adalah modal utama bagi sebuah kesuksesan, akan tetapi dalam konteks adanya resistensi kedisiplinan di tingkat siswa, maka solusi terbaik adalah dengan ,menerapkan kosnep segitiga resistusi sehingga pendekatan humanis bisa kita laksanakan sebaik mungkin dalam konteks perbaikan di masa yang akan datang</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-02 03:25:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/iman02_/tpy3wss02vrymfx1/wish/2977373150</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ACHMAD ZULFIKRI</title>
         <author>iman02_</author>
         <link>https://padlet.com/iman02_/tpy3wss02vrymfx1/wish/2977373669</link>
         <description><![CDATA[<p>refleksi hari ini</p><p>Peristiwa : pembelajaran hari ini sangat memotivasi saya dalam menangani kasus yang saya temui </p><p>Perasaan : sangat bahagia bisa mendapat ilmu baru </p><p>Pembelajaran : dalam menangani kasus murid utamakan win win solusion</p><p>Penerapan : akan saya pakay dalam menangani permasalahan murid di mix dengan teori konseling yang sudah saya pelajari</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-02 03:26:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/iman02_/tpy3wss02vrymfx1/wish/2977373669</guid>
      </item>
      <item>
         <title>AMIR MURZANI</title>
         <author>iman02_</author>
         <link>https://padlet.com/iman02_/tpy3wss02vrymfx1/wish/2977374052</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p><strong>Fact (Peristiwa). </strong></p><p>Saya sengan mempelajari Materi pada modul 1.4 yang dipaparkan oleh Bapak Iman sebagai Fasilitator yaitu adalah 1) Disiplin Positif dan Nilai-nilai Kebajikan Universal; 2) Teori Motivasi, Hukuman dan Penghargaan, Restitusi; 3) Keyakinan Kelas; 4) Kebutuhan Dasar Manusia dan Dunia Berkualitas; 5) Restitusi – Lima Posisi Kontrol; 6) Restitusi – Segitiga Restitusi.</p></li><li><p><strong>Perasaan (Feeling)</strong></p><p>Yang saya rasakan setelah mempelajari modul 1.4 ini adalah perasaan semangat, bangga, dan senang. Saya semangat karena di modul 1.4. ini saya bisa mempelajari materi tentang budaya positif yang memberikan pencerahan saya tentang penerapan budaya positif di sekolah.&nbsp; Saya bisa lebih paham tentang nilai-nilai kebajikan, posisi kontrol guru, teori motivasi, keyakinan kelas, segitiga restitusi, dan lain-lain. Saya bangga karena saya memiliki kesempatan untuk mempelajari materi yang sangat luar biasa dan sangat bermanfaat ini. Saya senang karena bisa berkolaborasi dengan teman CGP lain untuk membuat presentasi tentang analisis kasus berdasarkan konsep budaya positif.</p></li><li><p><strong>Pembelajaran (Findings)</strong></p><p>saya mendapatkan materi tentang konsep-konsep budaya positif, diantaranya 1) Disiplin Positif dan Nilai-nilai Kebajikan Universal; 2) Teori Motivasi, Hukuman dan Penghargaan, Restitusi; 3) Keyakinan Kelas; 4) Kebutuhan Dasar Manusia dan Dunia Berkualitas; 5) Lima Posisi Kontrol ; 6) Segitiga Restitusi. Saya juga bisa membuat contoh penerapan segitiga restitusi bersama murid yang bisa digunakan untuk contoh bagi guru lain yang belum mengetahui tentang segitiga restitusi untuk membangun budaya positif di sekolah.</p></li><li><p><strong>Penerapan (Future)</strong></p><p>Setelah memahami materi dalam modul 1.4. tentang budaya positif, saya akan berupaya menggerakan seluruh warga sekolah untuk menerapkan konsep inti budaya positif demi mewujudkan kemerdekaan belajar murid sehingga akan terbentuk murid dengan nilai-nilai kebajikan yang luhur dan baik.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-02 03:26:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/iman02_/tpy3wss02vrymfx1/wish/2977374052</guid>
      </item>
      <item>
         <title>DADANG UMAR SHOFWAN</title>
         <author>iman02_</author>
         <link>https://padlet.com/iman02_/tpy3wss02vrymfx1/wish/2977374391</link>
         <description><![CDATA[<p>peristiwa : hari ini saya belajar tentang disipin positif, kebutuhan dasar manusia, posisi kontrol guru, hukuman, koknsekuensi dan restitusi. langkah-lankah restitusi.</p><p>perasaan : senang mendapat ilmu baru, terutama ilmu dalam menangani murid yang melanggar aturan</p><p>Pembelajaran : dalam menghadapi murid yang melanggar peraturan harus berperan sebagai manajer dengan menerapkan segitiga restitusi.</p><p>penerapan ke depan : saya akan belajar menerapkan segitiga restitusi bila menghadapi murid yang berperilaku melanggar</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-02 03:26:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/iman02_/tpy3wss02vrymfx1/wish/2977374391</guid>
      </item>
      <item>
         <title>ELIS HASANAH</title>
         <author>iman02_</author>
         <link>https://padlet.com/iman02_/tpy3wss02vrymfx1/wish/2977374581</link>
         <description><![CDATA[<p>Refleksi pada pembelajaran pada hari adalah bagaimana kita sebagai seorang pendidik harus bisa menanamkan nilai-nilai kebajikan pada murid-murid di kelas dan sekolah sangat penting untuk membentuk karakter yang baik dan membantu mereka menjadi individu yang bertanggung jawab, empatik, dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Beberapa nilai kebajikan yang harus ditanamkan di kelas dan sekolah meliputi:</p><ol><li><p><strong>Kehormatan</strong>: Mendorong murid untuk bertindak dengan jujur, integritas, dan menghargai nilai-nilai moral yang tinggi.</p></li><li><p><strong>Kerjasama</strong>: Mengajarkan murid untuk bekerja sama, berbagi, dan mendukung satu sama lain dalam mencapai tujuan bersama.</p></li><li><p><strong>Keterbukaan</strong>: Mendorong murid untuk terbuka terhadap ide-ide baru, pandangan yang berbeda, dan mempertimbangkan sudut pandang orang lain.</p></li><li><p><strong>Kepedulian</strong>: Mengajarkan kepada murid untuk peduli terhadap perasaan dan kebutuhan orang lain, serta menjadi relawan yang aktif dalam membantu orang lain.</p></li><li><p><strong>Kepedulian Lingkungan</strong>: Memperkenalkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dan mendorong perilaku yang ramah lingkungan.</p></li><li><p><strong>Kedisiplinan</strong>: Mengajarkan murid tentang pentingnya kedisiplinan dalam mencapai tujuan dan menjalankan tanggung jawab mereka dengan baik.</p></li><li><p><strong>Kemandirian</strong>: Mendorong murid untuk mengembangkan kemampuan untuk berpikir dan bertindak secara mandiri, serta mengambil inisiatif dalam pembelajaran dan kehidupan sehari-hari.</p></li><li><p><strong>Kesabaran</strong>: Mengajarkan murid untuk bersabar dalam menghadapi tantangan dan kesulitan, serta menghargai proses dalam mencapai tujuan.</p></li><li><p><strong>Keadilan</strong>: Mendorong murid untuk bertindak adil, menghormati hak dan kebutuhan semua orang, tanpa memandang perbedaan ras, agama, atau latar belakang lainnya.</p></li><li><p><strong>Rasa Syukur</strong>: Mengajarkan kepada murid untuk menghargai apa yang mereka miliki, serta bersyukur atas bantuan dan dukungan yang mereka terima dari orang lain.</p></li></ol><p>Menerapkan dan menanamkan nilai-nilai kebajikan ini tidak hanya membantu murid menjadi individu yang lebih baik secara moral, tetapi juga membentuk fondasi yang kuat untuk kesuksesan pribadi dan profesional mereka di masa depan. Sehingga untuk mereka melanggar peraturan atau melakukan kesalahan sangat sedikit kemungkinannya apabila sudah tertanam nilai-nilai kebajikan pada diri mereka.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-02 03:26:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/iman02_/tpy3wss02vrymfx1/wish/2977374581</guid>
      </item>
      <item>
         <title>FINA KEN SUNIARTI</title>
         <author>iman02_</author>
         <link>https://padlet.com/iman02_/tpy3wss02vrymfx1/wish/2977375076</link>
         <description><![CDATA[<p>Keberhasilan membangun budaya positif di sekolah hendaknya merupakan kolaborasi bersama antara guru, peserta didik, kepala sekolah, dewan komite, orangtua, dan masyarakat. Sebagai pemimpin pembelajaran, tujuan kita adalah menciptakan peserta didik yang memiliki disiplin diri sehingga mereka bisa berperilaku dengan mengacu pada nilai-nilai kebajikan universal dan memiliki motivasi intrinsik, bukan ekstrinsik. Dalam aspek berbudaya lingkungan misalnya, seorang anak dapat terbiasa membuang sampah sesuai kriterianya karena ia paham dan mengerti konsep reuse, reduce and recycle (3R), ia mengerti dampak jika membuang sampah sembarangan,dsb. Sehingga motivasi yang terbangun</p><p>Perubahan disiplin positif, kontrol posisi guru, dan cara menyelesaikan masalah. Tadinya dalam mendisiplinkan positif peserta didik yaitu dengan munculnya motivasi eksternal, sekarang berubah menjadi motivasi internal. Kemudian, kontrol posisi guru tadinya penghukum dan pembuat orang merasa bersalah. Sekarang belajar, kontrol posisi diri sebagai manajer. Berikutnya, tentang cara menyelesaikan masalah, dari pemberian penghargaan/hukuman menjadi melaksanakan restitusi.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-02 03:27:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/iman02_/tpy3wss02vrymfx1/wish/2977375076</guid>
      </item>
      <item>
         <title>DENDI KURNIADI</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/iman02_/tpy3wss02vrymfx1/wish/3001609164</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p><strong>Peristiwa</strong></p><p>Kegiatan pada modul 1.4 ini saya mempelajari konsep materi tentang disiplin positif, nilai nilai kebajikan, restitusi, dan kebutuhan dasar manusia yang kemudian diberikan penguatan oleh fasilitator melalui ruang kolaborasi</p></li><li><p><strong>Perasaan</strong></p><p>Setelah mempelajari modul 1.4 perasaan saya menjadi sangat senang dan semakin antusias untuk bisa menerapkan di kelas dan lingkungan sekolah.</p></li><li><p><strong>Pembelajaran</strong></p><p>Pembelajaran bermakna yang saya peroleh setelah mempelajari modul1.4, budaya positif ini adalah bahwa sebagai CGP harus menempatkan diri dalam posisi kontrol sebagai manajer dengan menerapkan segitiga restitusi sebagai solusi ketika ada murid yang melakukan pelanggaran terhadap keyakinan kelas yang dibuat.</p></li><li><p><strong>Penerapan</strong></p><p>Setelah mempelajari modul 1.4 maka saya akan menerapkan dan mewujudkannya melalui :</p><p>a. Pengimbasan pada rekan sejawat</p><p>b. membuat keyakinan kelas</p><p>c. Implementasi segitiga restitusi dalam memperbaiki kesalahan siswa</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-21 10:26:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/iman02_/tpy3wss02vrymfx1/wish/3001609164</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kedisiplinan adalah modal awal sebuah kesuksesan,sehingga apa yang menjadi harapan bisa kita realisasikan dalam konteks perbaikan apa yang sudah menjadi sebuah kesalahan, termasuk bagaimana sebagai guru kita memahami konteks resistusi sebagai konsep penyelesaian maslah menghasilkan kualitas murid yang lebih baik</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/iman02_/tpy3wss02vrymfx1/wish/3001619457</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-05-21 10:37:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/iman02_/tpy3wss02vrymfx1/wish/3001619457</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
