<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Perkembangan Pers pada Masa Pra-Kemerdekaan by nailatusy farras</title>
      <link>https://padlet.com/nailatusyfarras/PerkembanganPersPraKemerdekaan</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-09-30 04:30:30 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-10-01 05:56:43 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://elvis.padletcdn.com/1/fetch/e_in/pixabay.com/get/geeadfc07521591fe0200f36390dcafef5a0cf634ba93dd3e898a3712385069ebc13c32e2ca639d79422c5ea4f5b7333b.jpg</url>
      </image>
      <item>
         <title>Perkembangan dan Peristiwa Penting Pers Pra-Kemerdekaan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nailatusyfarras/PerkembanganPersPraKemerdekaan/wish/3610771800</link>
         <description><![CDATA[<p>📌 Masa Pers Kolonial (1744 – akhir abad 19)</p><ul><li><p>1744 – Terbitnya <mark>Bataviasche Nouvelles</mark> (VOC), koran pertama di Hindia Belanda, isinya hanya kepentingan kolonial.</p></li><li><p>1855 – <mark>Bromartani</mark> (bahasa Jawa), mengenalkan pers ke pembaca pribumi.</p></li><li><p>1856 – <mark>Soerat Kabar Bahasa Melajoe</mark>, memperluas akses informasi dengan bahasa Melayu.</p></li><li><p>Akhir abad 19 – Muncul <mark>pers partikelir</mark> (swasta, termasuk Tionghoa peranakan) yang lebih berani kritik kolonial.</p></li></ul><p><br></p><p>📌 Masa Pers Pergerakan Nasional (1907 – 1945)</p><ul><li><p>1907 – <mark>Medan Prijaji</mark> oleh Tirto Adhi Soerjo, surat kabar pribumi pertama → tonggak lahirnya pers nasional.</p></li><li><p>1908 – Lahirnya <mark>Pers Kebangkitan Nasional</mark>, pers jadi alat perjuangan organisasi pergerakan (Budi Utomo, Sarekat Islam, dll.), lahir media perjuangan seperti Benih Merdeka, Soeara Ra’jat Mardika, dll.</p></li><li><p>1931 – <mark>Persbreidel Ordonnantie</mark> diterapkan, aturan pembredelan pers oleh pemerintah kolonial.</p></li></ul><p><br></p><p>👉 Kesimpulan:</p><p>Ada 7 peristiwa penting dalam perkembangan pers pra-kemerdekaan. Empat peristiwa termasuk Masa Pers Kolonial, tiga peristiwa lainnya masuk Masa Pers Pergerakan Nasional. Pers Indonesia berkembang dari sekadar media kolonial menjadi senjata perjuangan bangsa.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4413072423/5d969a4626b6a9708f130db5956b6c9c/08022018085137.jpg" />
         <pubDate>2025-09-30 06:19:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nailatusyfarras/PerkembanganPersPraKemerdekaan/wish/3610771800</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pemikiran dan Gerakan yang Berpengaruh pada Pra-kemerdekaan </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nailatusyfarras/PerkembanganPersPraKemerdekaan/wish/3610842025</link>
         <description><![CDATA[<p>Pada masa pra kemerdekaan, pers menyuarakan <strong>nasionalisme dan kritik terhadap kolonialisme</strong>. Lewat <mark>koran Medan Prijaji</mark>, Tirto Adhi Soerjo menegaskan bahwa pers harus jadi <strong>“organ bangsa”</strong> untuk membela rakyat dan melawan penjajahan.</p><p><br></p><p>Gerakan kebangsaan seperti <mark>Budi Utomo</mark> dan <mark>Sarekat Islam</mark> memanfaatkan media cetak sebagai alat propaganda, penyebar gagasan persatuan, pendidikan, dan perlawanan diskriminasi. Pers juga berperan besar dalam <strong>masa kebangkitan nasional</strong>, menyebarkan ide para tokoh pergerakan dan membangkitkan semangat menuju kemerdekaan.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-30 07:05:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nailatusyfarras/PerkembanganPersPraKemerdekaan/wish/3610842025</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Anggota</title>
         <author>nailatusyfarras</author>
         <link>https://padlet.com/nailatusyfarras/PerkembanganPersPraKemerdekaan/wish/3610948325</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Ariesta Maulidiyah Mutiara Tsani (210610250017)</p></li><li><p>Chelsea Marsha Vinola (210610250033)</p></li><li><p>Farras Nailatusy Khairin Nisa (210610250023)</p></li><li><p>Nafila Sapphire Intisa (210610250020)</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-30 08:20:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nailatusyfarras/PerkembanganPersPraKemerdekaan/wish/3610948325</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tokoh-tokoh Pers Pra-Kemerdekaan </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nailatusyfarras/PerkembanganPersPraKemerdekaan/wish/3611708522</link>
         <description><![CDATA[<p>1. <strong>Tirto Adhi Soerjo</strong> → <mark>Bapak Pers Indonesia</mark>, pendiri Medan Prijaji (1907), gunakan pers sebagai “organ bangsa” untuk melawan penjajahan.</p><p><br></p><p>2. <strong>Douwes Dekker</strong> → <mark>Tokoh Indische Partij</mark>, gunakan media untuk menyebarkan ide persatuan dan kebebasan berpendapat.</p><p><br></p><p>3. <strong>Marco Kartodikromo</strong> → <mark>Penulis kritis di Doenia Bergerak</mark>, berani menentang kolonialisme meski sering dipenjara.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-30 16:03:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nailatusyfarras/PerkembanganPersPraKemerdekaan/wish/3611708522</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sistem Pers Pra-Kemerdekaan:</title>
         <author>chmrvs04</author>
         <link>https://padlet.com/nailatusyfarras/PerkembanganPersPraKemerdekaan/wish/3611756342</link>
         <description><![CDATA[<p>Sistem pers pada masa pra-kemerdekaan dibagi menjadi tiga periode: <br><br>1. Pers Kolonial: sistem pers ini diarahkan oleh Belanda dan ditulis dalam bahasa belanda, bahasa daerah, atau indonesia. Sistem pers pada masa ini menjadi tempat untuk membela kepentingan kaum belanda, tidak berfokus kepada masyarakat ataupun netral. <br><br>2. Pers Cina: sistem pers cina ditulis dalam bahasa cina, indonesia, atau belanda dan pers cina sendiri diarahkan oleh orang keturunan tionghoa.  <br><br>3. Pers Nasional: diciptakan oleh orang Indonesia dengan tujuan untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat Indonesia yang terjadi pada zaman kolonialisme. Bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat dan juga memahami keadaan politik saat itu sehingga masyarakat dapat berpikir serta menyuarakan pendapat mereka.<br> </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-30 16:30:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nailatusyfarras/PerkembanganPersPraKemerdekaan/wish/3611756342</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Keterkaitan kondisi sosial, politik, ekonomi, dan hukum dengan perkembangan pers</title>
         <author>chmrvs04</author>
         <link>https://padlet.com/nailatusyfarras/PerkembanganPersPraKemerdekaan/wish/3611791322</link>
         <description><![CDATA[<p>Kondisi sosial, politik, ekonomi dan hukum sangat amat memengaruhi bagaimana pers dapat berkembang dengan baik. <br><br>1. Kondisi Sosial<br> Adanya masyarakat yang membutuhkan informasi akurat ataupun masyarakat yang aktif dalam mengikuti isu-isu sosial dapat mendorong pers untuk lebih kritis dalam melakukan pekerjaannya. <br><br>2. Kondisi Politik<br> Kondisi politik yang tidak stabil dapat membahayakan pers, dalam hal ini, pers dapat menjadi korban pembungkaman kaena menyuarakan suatu permasalahan, sehingga pers tidak dapat berkembang dengan baik. <br><br>3. Kondisi Ekonomi<br> Jika ekonomi sedang berada di masa sulit, industri pers dapat mengalami dampak buruk, seperti PHK atau penutupan media-media pers. <br><br>4. Kondisi Hukum<br> Hukum menjadi hal penting yang dapat menjamin keselamatan pers, seperti contohnya jika terdapat undang-undang yang melindungi pers dan hukum dapat ditegakkan dengan baik, maka perkembangan pers juga akan sama baiknya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-30 16:51:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nailatusyfarras/PerkembanganPersPraKemerdekaan/wish/3611791322</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kondisi Indonesia di Masa Pra-Kemerdekaan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nailatusyfarras/PerkembanganPersPraKemerdekaan/wish/3611799580</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Latar Belakang Ekonomi</p><p>Pada masa penjajahan Belanda, kondisi ekonomi pribumi masih sangat terbatas. Awalnya, pers diawali oleh pihak Belanda dengan menrbitkan beberapa surat kabar untuk kepentingan perdagangan. Tetapi, setelah itu pers mulai digunakan sebagai media penting bagi pribumi untuk menyuarakan aspirasi mereka. </p><p><br></p><p>2. Latar Belakang Sosial</p><p>Secara sosial, tingkat baca huruf dikalangan pribumi sangat rendah, sehingga akses masyarakat terhadap media pers sangatlah terbatas. Kebijakan yang dibuat oleh Van Deventer, yakni politik etis belanda yang memperkenalkan sistem edukasi bagi pribum membuat tingkat kemampuan baca tulis masyarakat meningkat. Akibatnya, masyarakat pribumi mulai aktif di dunia pers dan mengembangkannya sebagai sarana aspirasi masyarakat. </p><p><br></p><p>3. Latar Belakang Politik</p><p>Pada saat itu, politik kolonial Belanda sangat menekan dan menganggap pers pribumi sebagai ancaman bagi mereka. Tetapi setelah terjadi perubahan Pendidikan yang lebih baik bagi pribumi, sehingga terciptalah pers sebagai sarana penyuaraan asprasi politik dan menjadi media kritik sosial pribumi. </p><p><br></p><p>4. Latar Belakang Hukum</p><p>Belanda menerapkan aturan yang ketat untuk pers melalui "Drukpersreglement" tahun 1856 dan Undang-Undang Pers 1906 yang membatasi pers. Aturan ini mengharuskan pers agar tetap menjaga stabilitas dengan terus menaati aturan yang dibuat oleh pemerintah. </p><p><br></p><p>5. Latar Belakang Masyarakat. </p><p>Masyarakat umum belum banyak yang mengetahui atau memehami pentingnya pers sebagai media informasi dan perjuangan. Namun, seiring peningkatan tingkat baca atau pendidikan, masyarakat akhirnya mulai menyadari tujuan pers. Pers adalah media yang akan selalu memberitahu masyarakat apa yang sedang terjadi sehari-harinya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-30 16:56:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nailatusyfarras/PerkembanganPersPraKemerdekaan/wish/3611799580</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/nailatusyfarras/PerkembanganPersPraKemerdekaan/wish/3611823818</link>
         <description><![CDATA[<p>Pada masa pra kemerdekaan, media pers sangatlah penting sebagai alat perjuangan bangsa Indonesia. Melalui pers, masyarakat dapat menyuarakan aspirasi politiknya dan nasionalisme. Selain itu, pers juga menjadi sarana untuk melawan masa kolonial. Latar belakang perkembangan pers ini sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti faktor ekonomi, sosial, politik, hukum, dan masyarakat. Pemahaman sejarah pers ini harus terus dikembangkan kepada generasi muda agar dapat menghargai peran pers di masa kemerdekaan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4413072423/b378b8840c2fb741af130b365650bf07/suara_asia.webp" />
         <pubDate>2025-09-30 17:11:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/nailatusyfarras/PerkembanganPersPraKemerdekaan/wish/3611823818</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
