<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Periodisasi Perkembangan Demokrasi di Indonesia by Athif Rabbani</title>
      <link>https://padlet.com/atippvinanta/tnpxavveh0r6bshy</link>
      <description>JC1 Masudi</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-09-03 06:38:20 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2021-09-10 11:30:47 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f1ee-1f1e9.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>-Demokrasi Liberal (17 Agustus 1950-5 Juli 1959)</title>
         <author>atippvinanta</author>
         <link>https://padlet.com/atippvinanta/tnpxavveh0r6bshy/wish/1714766631</link>
         <description><![CDATA[<ul><li>Demokrasi ini dilaksanakan setelah dikeluarkannya Maklumat Pemerintah 14 November 1945. Dalam sistem ini kepala pemerintahan dipimpin oleh seorang perdana menteri.Sesuai Agresi Militer Belanda 2 pada tanggal 19 Desember 1945, terbentuklah Negara Republik Indonesia Serikut (RIS) yang menerapkan sistem politik demokrasi liberal. Kedaulatan rakyat diserahkan kepada sistem multipartai sehingga saat itu muncul beragam partai. Efek negatifnya, muncul sikap politik yang saling menjatuhkan antarpartai. Hal demikian terjadi karena tidak ada satu pun partai besar yang memiliki suara mayoritas lebih dari 50%. Akibatnya, umur kabinet pada masa demokrasi liberal tidak berusia panjang. Berikut adalah tujuh kabinet dari masa ke masa. Kabinet Natsir, Kabinet Sukiman, Kabinet Wilopo, Kabinet Ali, Kabinet Burhannudin, Kabinet Ali 2, dan Kabinet Juanda.</li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-03 06:42:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/atippvinanta/tnpxavveh0r6bshy/wish/1714766631</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Demokrasi Terpimpin (5 Juli 1959-1965)</title>
         <author>atippvinanta</author>
         <link>https://padlet.com/atippvinanta/tnpxavveh0r6bshy/wish/1714786627</link>
         <description><![CDATA[<ul><li>Selama masa demokrasi liberal, rakyat Indonesia sadar bahwa sistem demokrasi liberal tidak cocok dengan sistem politik Indonesia. Ketidakcocokan dapat dilihat dari dua hal berikut:</li></ul><ol><li>Sistem demokrasi liberal bertentangan dengan nilai dasar Pancasila,</li><li>Ketidakmampuan Konstituante untuk menyelesaikan masalah-masalah kenegaraan</li></ol><ul><li>Dekret presiden Tahun 1945 menyatakan UUDS 1950 tidak berlaku lagi dan memperlakukan kembali UUD NRI Tahun 1945. Dekret Presiden memuat ketentuan pokok sebagai berikut:</li></ul><ol><li>Menetapkan pembubaran Konstituante</li><li>Menetapkan bahwa UUD NRI Tahun 1945 berlaku kembali bagi segenap bangsa Indonesia</li><li>MPRS dan DPAS dalam waktu singkat</li></ol><ul><li>Masuknya pengaruh PKI dalam konsep nasakom memberi peluang kepada PKI untuk memperluas dan mengembangkan pengaruhnya. Puncaknya pada bulan September terjadi peristiwa Gerakan 30 September 1945. Pada peristiwa itu, tujuh jenderal TNI AD dibunuh di Lubang Buaya, Jakarta dan menyebabkan munculnya gerakan yang meminta Presiden Soekarno untuk mundur</li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-03 06:58:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/atippvinanta/tnpxavveh0r6bshy/wish/1714786627</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Demokrasi Pancasila pada Orde Baru(1966-1998)</title>
         <author>atippvinanta</author>
         <link>https://padlet.com/atippvinanta/tnpxavveh0r6bshy/wish/1714825720</link>
         <description><![CDATA[<ul><li>Orde Baru berkeinginan melaksanakan Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945 secara murni dan konsekuen sebagai kritik terhadap orde lama yang dianggap telah menyimpang dari Pancasila. Sistem politik baru yang digunakan diberi nama "Demokrasi Konstitusional" atau demokrasi Pancasila yang berdasarkan pada Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945.</li><li>Selama mada Orde Baru, pemerintah berhasil melaksanakan enam kali pemilihan umum, yaitu tahun 1971, 1977, 1985, 1987, 1992 dan 1997.</li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-03 07:30:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/atippvinanta/tnpxavveh0r6bshy/wish/1714825720</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Demokrasi Era Reformasi</title>
         <author>atippvinanta</author>
         <link>https://padlet.com/atippvinanta/tnpxavveh0r6bshy/wish/1714832474</link>
         <description><![CDATA[<ul><li>Demokrasi pascareformasi merupakan salah satu reaksi terhadap pemerintah Orde Baru yang dianggap telah menyimpang dari cita-cita demokrasi Pancasila.&nbsp;</li><li>Pada 20 October 1999, diadakan penyelenggaraan pemilihan presiden RI dengan calon Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri. Pada akhirnya Abdurrahman Wahid mendapat lebih banyak suara sejumlah 373.</li><li>Untuk pertama kalinya pada tahun 2004, bangsa Indonesia melaksanakan pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung oleh rakyat yang diikuti oleh 24 partai politik dan dilakukan dalam 3 tahap yaitu pada 5 april, 5 juli, dan 20 september. Ketiga tahap dilakukan pada tahun 2004.</li><li>Di masa reformasi, kebebasan masyarakat dalam menggunakan haknya menjadi lebih terbuka dan luas. Masyarakat semakin melakukan pengawasan terhadap pemerintah. Demokrasi tidak hanya menjadi identitas tetapi diupayakan untuk diaplikasikan secara total oleh pemerintah</li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-03 07:36:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/atippvinanta/tnpxavveh0r6bshy/wish/1714832474</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
