<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>TDWEC-2 Kelompok 5 by Princip Muljadi</title>
      <link>https://padlet.com/princip534/kelompok5</link>
      <description>SUNSHINE </description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-02-09 14:34:39 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2026-01-17 19:52:32 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f31e.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Cycle 1 Day 1</title>
         <author>ainilestari2003</author>
         <link>https://padlet.com/princip534/kelompok5/wish/2038109619</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Audio Sales Magic by Tung Desem Waringin<br></strong><br>Bagaimana menjual apapun, ke siapapun dan dengan harga berapapun<br><br>Batu-batu penjualan dalam sales magic :<br>1. Building trust<br>2. Building Need<br>3. Memberikan solusi<br>4. Close the sales dan handling objection<br><br><strong>1. Building Trust</strong><br>Percaya timbul karena ada reputasi dan referensi, karena ada keakraban dan mirip serta karena konkruen.<br><br><strong><em>*Reputasi dan Referensi</em></strong><br>- Penampilan harus dijaga, bau badan harus wangi<br>- Gelar dan jabatan. Lebih baik gelar atau jabatan cukup tinggi sehingga sales percaya diri dan yang menerima informasi lebih menghargai<br>- Merk atau nama besar. Akan mudah menjual dengan merk atau nama besar. Kita bisa kerjasama dengan nama atau perusahaan yang lebih besar<br>- Catatan prestasi. Minta testimoni. Bila testimoni dari nama-nama besar, akan lebih mudah diterima oleh orang lain. Catatan prestasi sangat cepat mempengaruhi orang lain.<br>- Editifikasi atau omongan baik oleh orang lain tentang kita, atau kita menceritakan hal baik tentang orang lain. Misalnya sampaikan keunggulan pimpinan kita.<br><br><strong><em>*Membangun Kemiripan</em></strong><br>Tanpa disadari, orang akan lebih percaya jika ada kemiripan atau kesamaan. Sales-sales top di dunia selalu membangun kesamaan,&nbsp; tanpa disadari orang-orang akan lebih percaya kepadanya.<br>- Membangun kesamaan bisa melalui topik, biasanya dimulai dengan pertanyaan asal daerah, hobi.<br>- Membangun kesamaan dari gerak. Orang yang membangun gerak yang berbeda akan terasa seperti orang asing sehingga orang lain akan memprotek diri dan tidak percaya. Kita bisa membangun kesamaan gerak mulai dari nafasnya. Misalnya, orang tersebut bersandar, maka selang 10 detik, kita ikut bersandar juga. Tanpa sadar, jika gerak nya sama, orang akan merasa lebih akrab.<br>- Kualitas suara dibuat sama. Jika orang lain ngomongnya lambat, pelan, penuh jeda, maka kita harus ikutin juga dengan pelan, lambat dan penuh jeda.<br>- Kata-kata dibuat sama. Misalnya orang lain menggunakan kata-kata mengenai pemandangan atau warna, maka kita harus mengikuti. Lihat juga, jika menggunakan tipe penglihatan, pendengaran, dan perasaan, maka kita harus mengikuti. Jika kita melakukan ini, maka akan masuk ke otaknya, dia akan merasa akrab dan cenderung percaya sama kita.<br><br><strong><em>*Kongkruen<br></em></strong>Editifikasi atau omongan baik oleh orang lain tentang kita, atau kita menceritakan hal baik tentang orang lain. Misalnya sampaikan keunggulan pimpinan kita.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-09 15:07:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/princip534/kelompok5/wish/2038109619</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Cycle 1 Day 1</title>
         <author>sonia287</author>
         <link>https://padlet.com/princip534/kelompok5/wish/2039405439</link>
         <description><![CDATA[<div>Pembicara : Sifu Jason<br>Brad Sugar :<br>30x, dia membangun 30x ini sejak pandemi terjadi dan dia membuat training online program, dan pendiri action coach profesional. Kerjaan dia adalah untuk beli perusahaan, buy &gt; deal and sales business. <br><strong><br>Attitudes of a successful person</strong><br><br>Ada 2 tipe orang yaitu<br>orang sukses dan orang yang tidak sukses :<br><strong><br>1. UNSUCCESSFUL (Tidak Sukses)</strong> : Jangan pernah melakukan Blame (menyalahkan orang lain), Excuses (membuat alasan), Complain, Justify karena mindset akan berubah<br>ketiga ini adalah penyakit minset kita dan kita akan mennjadi orang yang tidak sukses. <br>Jangan pernah melakukan Blame, Excuses, Complain, Justify karena mindset akan berubah<br><br><strong>2. SUCCESSFUL (Orang Sukses)</strong> : <br>- ownership punya jiwa memiliki<br>apa yg terjadi sm kita itu karena kita<br>- responsibility<br>- accountability yaitu mencatat apapun itu tanggung jawab dengan apa yang kita spending, harus jd org yg mencatat, mengukur, disiplin bisa mempertanggung jawabkan <br><br>#Mensyukuri apa yang kita punya sehingga kita akan merasa cukup#<br><br><strong>SALES MAGIC <br>PEMBICARA : TDW</strong><br><br>Dulu di indonesia ada 2 orang yang bisa berjalan di atas air hobinya mancing dia pensiunan karna udah ada uang sangat banyak<br>mereka suka mancing di tengah danau agar dapat ikan besar<br><br>Kemudian ada 1 teman dari kota datang dan mereka mancing bersama, ketika sdg mancing ke 2 orang pensiunan bisa jalan di atas air<br>1 org teman kota terkejut dan dia mencoba berjalan di atas air ternyata tidak bisa dan masuk ke dalam air<br><br>2 orang pensiunan itu saling menyalahkan dan tidak lama mereka berdua menyadari ini salah bersama, karena tidak memberi tahu kepada teman kotanya letak batu di sungai itu, ternyata ada batunya di sungai itu makanya 2 org pensiunan bisa terlihat seperti berjalan di atas air.<br><br>sama seperti kalau kita udah tau batunya pasti akan terjadi penjualan dan terjadi seperti magic bagi org2 yg tidak mengetahui caranya<br><br>batu penjualan ada 4 kalau kita bangun batu ini dan kita lalui dari tidak kenal menjadi kenal mendadak pasti akan terjadi yang namanya sales magic<br><br>magic = sesuatu yang kita gak tau caranya sehingga di anggap magic<br><br>Batu2 penjualan ada 4 :<br><br>1. Trust , No Trust No Sales<br>Untuk Building Trust harus membangun trust untuk mendirikan batu pertama<br>Bagaimana Building Trust dari ga percaya jadi percaya ?&nbsp;<br><br>Trust timbul terdiri dari 3 kategori besar karena adanya :<br><br>* Reputasi dan Referensi,&nbsp;<br>- Penampilan, apa yg kita pakai , bau badannya. Jadi di awal penampilan sangat penting dan harus meyakinkan<br>- Gelar dan Jabatan, Lebih baik gelar atau jabatan cukup tinggi sehingga sales percaya diri dan yang menerima informasi lebih menghargai.&nbsp;<br>Bagusnya kita udah punya gelar dan jabatan misal Sonia dari Harvard, Kartu nama minimal gelar jabatan cukup tinggi, kasih gelar Sales Manager sehingga lebih dihargai<br>- Merek atau Nama Besar, Akan mudah menjual dengan merk atau nama besar. Kita bisa kerjasama dengan nama atau perusahaan yang lebih besar<br>Terkenal dengan multi nasional ,misal kerja sama dengan Perusahaan xxx dan di audit dengan xxx<br>- Catatan prestasi, minta testimoni apabila testimoni dari nama2 besar, kita bisa lebih mudah menjual dan mudah diterima oleh orang lain. Karena catatan prestasi sangat cepat mempengaruhi orang lain.<br>Jika testimoni gada, kita bisa nulis sendiri prestasi yg di dapatkan kita sendiri, misal saya juara presentasi , atau perusahaan saya juara dan mendapatkan penghargaan xx<br>pengaruhi dulu diri sndiri, sehingga bisa mempengaruhi org lain dengan cepat.<br>Catatan Prestasi :&nbsp;<br>	1. Menjadi di percaya<br>	2. kita menjadi lebih percaya diri<br>	3. Menjadi terpacu mencetak prestasi lebih lagi<br>- Edifikasi/Ti Up, omongan baik oleh orang lain tentang kita, atau kita menceritakan hal baik tentang orang lain. Misalnya sampaikan keunggulan pimpinan kita. Karena biasanya orang mudah bergaul dengan orang yang sukses, saling belajar berbicara baik dengan yang lain.&nbsp;<br><br>Semua jabatan adalah Direktur, Senior Direktur, Chief Direktur<br><br>* Keakraban atau Kemiripan<br>Orang akan suka kepada anda saat akrab atau mirip kepada anda. Membangun kesamaan bisa melalui topik, biasanya dimulai dengan pertanyaan asal daerah, hobi. Membangun kesamaan misal dari :<br>- Gerak, orang yang membangun gerak yang berbeda akan terasa seperti orang asing sehingga orang lain akan memprotek diri dan tidak percaya. Kita bisa membangun kesamaan gerak mulai dari nafasnya. Misalnya, orang tersebut bersandar, maka selang 10 detik, kita ikut bersandar juga. Tanpa sadar, jika gerak nya sama, orang akan merasa lebih akrab.<br>- Kualitas suara di buat sama,&nbsp; jika orang lain ngomongnya lambat, pelan, penuh jeda, maka kita harus ikutin juga dengan pelan, lambat dan penuh jeda.<br>- Pemilihan kata, misalnya orang lain menggunakan kata-kata mengenai pemandangan atau warna, maka kita harus mengikuti. Lihat juga, jika menggunakan tipe penglihatan, pendengaran, dan perasaan, maka kita harus mengikuti. Jika kita melakukan ini, maka akan masuk ke otaknya, dia akan merasa akrab dan cenderung percaya sama kita.<br><br>Misal kaya iklan , kalau dia suka nonton metro tv jadi kita pasang iklan di metro tv<br><br>Jika dia ngerasa mirip cocok mereka akan suka dan merasa nyaman dan percaya dengan kita<br><br>Misal kalau orgnya loyo maasa kita loyo trs?<br>Kita ikutin dulu mereka kemudian pimpin kearah yg kita mau, kita ikutin topic nya dulu<br><br>TYPE TYPE ORANG<br>1. Lihat&nbsp; &nbsp; : CEPAT CEPAT, akses ke mata<br>2. Dengar &nbsp; : Orang bicara pelan seperti puisi<br>3. Perasaan : Kalimat yang merasakan kepada persaan<br><br>7 Cara Instan untuk disukai :<br>- Jangan langsung senyum, pandang dulu matanya<br>- Sebut namanya 2x<br>- Cari kemiripan<br>- Beri Dukungan dan support<br>- Empati untuk masalah yang orang lain hadapi<br>- Angel Cocktail<br>- Pujian agar merasa dihargai, apapun itu terjadi kasih respond positif<br><br>Orang ambil keputusan karena :<br>	1. Ikut2an<br>	2. Tipe referensi&nbsp;<br>	3. Tipe data Kasihkan angka2<br>	4. Tipe diri sendiri, sampaikan bapak yang paling tahu<br><br>* Konkruen<br>Apa yg kita katakan ekpresinya sungguh2 sehingga mereka bisa merasakan getaran apa yang kita sampaikan, wajah serius ketika berbicara.<br>Perhatikan ekpresi , senyum, sinar mata , perlu latihan.<br><br>2. Build Need<br>Orang jadi mau/kepingin/perlu<br>1. menghindari rasa sakit/sengasara<br>2. mendapatkan rasa nikmat/mengejar kenikmatan<br>Take action<br><br>3. Give Solution<br>Memberikan solusi sehingga orang berebut untuk cara belinya<br><br>4. Handling objection &amp; closed the sales<br>Bagaimana kita bisa mengatasi keberatan</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-10 03:49:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/princip534/kelompok5/wish/2039405439</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Cycle 1 Day 2</title>
         <author>sonia287</author>
         <link>https://padlet.com/princip534/kelompok5/wish/2077119132</link>
         <description><![CDATA[<div>Sharing Savers<br><br>87% orang indonesia salah mengambil jurusan, penyebabnya adalah:<br><br>1. Mengikuti teman (kebanyakan orang2 mengambil jurusan hanya ikut2an teman bukan karena keinginan dan potensi pribadi)<br>2. Terlalu banyak nerima saran (banyak orang yang bertanya kepada terlalu banyak orang yang sebenarnya kurang paham dengan kemampuan diri sendiri)<br>3. Penawaran beasiswa (banyak jurusan beasiswa sebenarnya jurusan yang kurang di minati)<br>4. Keinginan orang tua (keputusan pengambilan pendidikan anak di indonesia masih 80% di putuskan oleh orang tua yang terkadang tidak sesuai kemampuan anak)<br><br>Cara merubah jika kita merasa salah jurusan:<br><br>1. Ubah sudut pandang<br>2. cari teman untuk sama2 belajar<br>3. Cari tau peluang jurusan (ada pepatah jika kita udah basah, lebih baik berenang sekalian)<br>4. ikuti organisasi yang sesuai pasion atau hobby supaya lebih semangat kuliah<br>5. ikuti kursus dan magang di bidang yang kita minati</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-04 02:39:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/princip534/kelompok5/wish/2077119132</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Cycle 1 Day 1 - Audio Sales Magic</title>
         <author>ainilestari2003</author>
         <link>https://padlet.com/princip534/kelompok5/wish/2080021001</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>2. Building Need</strong><br>Kita harus membangun agar orang lain merasa perlu. Kalau orang lain merasa perlu, maka dia akan membeli produk atau jasa kita.<br><br><strong><em>Ada 2 kebutuhan manusia yang paling mendasar, yakni :</em></strong><br>*Menghindari rasa sakit atau rasa sengsara.<br>*Mendapatkan rasa nikmat atau mengejar kenikmatan<br><br>Sesuatu yang berkaitan dengan penderitaan atau kenikmatan, sangat-sangat mempengaruhi kita. Jadi, dalam advertising kita, harus kita sampaikan bahwa jika orang lain tidak take action, maka ada kesengsaraannya, dan jika take action, ada kenikmatan atau kebahagiaan yang akan diperoleh. Caranya, bangun keserakahannya orang dan bangun rasa ketakutannya orang. Konsep menghindari kesengsaraan dalam diri seseorang mencapai 80 persen. Sedangkan konsep mengiming-imingi kenikmatan hanya 20%. Orang akan takut kehilangan daripada mendapatkan.<br><br><strong><em>Ada 6 kebutuhan manusia yang modern, yakni :</em></strong><br>1. Manusia butuh kepastian kenyamanan dan keamanan<br>2. Manusia butuh variasi, hal baru atau ketidakpastian&nbsp;<br>3. Hubungan atau relationship, love atau connection atau perasaan sama<br>4. Manusia butuh signifikan, unggul, atau berbeda<br>5. Manusia butuh tumbuh atau menjadi lebih baik<br>6. Manusia butuh merasa berarti atau memiliki kontribusi kepada orang lain<br><br>Cara memanfaatkannya di dalam dunia sales, kita harus tanya kepada orang lain, dengan 3 pertanyaan, yakni :<br>1. Harus tanya apa yang paling penting di dalam hidup Anda<br>Setelah dijawab, kita kaitkan dengan semua produk kita<br>2. Harus tanya apa hal yang paling dihindari<br>3. Harus tanya apa syarat agar customer mau membeli produk atau jasa kita</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-06 15:36:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/princip534/kelompok5/wish/2080021001</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Cycle 1 Day 3</title>
         <author>sonia287</author>
         <link>https://padlet.com/princip534/kelompok5/wish/2093653918</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>9 Manfaat Bersyukur untuk Kesehatan<br></strong><br>1. Membantu meredakan stress, karena saat kita bersyukur detak jantung akan menurun dan membuat kita lebih tenang<br>2. Bersyukur memberikan energi positif <br>3. Bersyukur dapat lebih mudah melakukan hubungan social<br>4. Bersyukur membantu fisik lebih sehat, membuat suasana hati lebih baik.<br>5. Membuat tidur lebih baik, dengan bersyukur sebelum tidur<br>6. Membantu menyadari apa yang kita sudah miliki<br>7. Menurunkan resiko depresi dan kecemasan<br>8. Meningkatkan percaya diri<br>9. Membantu kita melalui trauma emosional</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-14 11:45:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/princip534/kelompok5/wish/2093653918</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Cycle 1 Day 4</title>
         <author>sonia287</author>
         <link>https://padlet.com/princip534/kelompok5/wish/2104800690</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Mimpi Entrepreneur</strong><br><br>Entrepeneur= Attitude sikap, bukan hanya knowledge.<br><br>4 skill utk menjadi entrepreneur:<br>1. Kemampuan mencari ide produk/bisnis yg unik dan merealisasikan: dengan mengamati sekitar kita<br>2. Keberanian mengambil resiko: bisa mulai dari dengan mengambil resiko kecil seperti memulai usaha kecil<br>3. Kemampuan menghasilkan uang: jago jualan, latih dengan praktek langsung bisa dari jualan hal-hal kecil ke orang banyak, sehingga bisa dapat pengalaman berjualan, komunikasi, nego harga<br>4. Manajerial: entrepreneur tidak bisa bekerja sendiri, harus bekerja sama team, jadi leader yang bisa menggerakkan team</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-21 08:06:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/princip534/kelompok5/wish/2104800690</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Cycle 1 Day 1 Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain</title>
         <author>rhyan6408</author>
         <link>https://padlet.com/princip534/kelompok5/wish/2135705407</link>
         <description><![CDATA[<div>BAB 1<br>“<strong>Jika Anda Ingin Mengumpulkan Madu, Jangan Tendang Sarang Lebahnya”<br><br></strong><br><mark>Wanamaker</mark> mendapat pelajaran ini dengan cepat, tetapi saya sendiri harus membuat kesalahan besar di dunia yang sudah tua ini<br>selama sepertiga abad sebelum saya sadar bahwa Sembilan puluh Sembilan kali dari seratus, orang tidak mengkritik dirinya sendiri sama sekali, tidak peduli kesalahan yang sudah dilakukannya.Kritik adalah hal yang sia2 karena menempatkan seseorang<br>dalam posisi defensif dan biasanya membuat orang itu berusaha mempertahankan dirinya. Kritik itu berbahaya karena melukai rasa<br>kebanggaan seseorang, melukai perasaan pentingnya, dan membangkitkan rasa benci.<br><mark>B.F. Skinner,</mark><br>membuktikan melalu pengalaman2 bahwa seekor binatang yang diberi hadiah karena tingkah laku baik, akan belajar jauh lebih cepat dan menyimpan apa yang dipelajarinya dengan jauh lebih efektif, dibandingkan dengan seekor binatang yang dihukum karena bertingkah laku buruk.&nbsp;<br><br>Jadi, Begitulah sifat manusia, mereka yang bersalah menyalahkan orang lain selain diri mereka sendiri. Kita semua seperti itu. Jadi,&nbsp;<br>apabila Anda dan saya tergoda untuk mengkritik seseorang untuk masa mendatang, mari kita ingat Al Capone, Crowley si “Dua Senjata” dan Albert Fall. Mari kita sadari bahwa kritik itu seperti&nbsp;<br>merpati pos. Mereka selalu kembali pulang. Mari kita sadari bahwa orang yang akan kita koreksi dan caci maki mungkin akan&nbsp;<br>mempertahankan dirinya, dan membalas mencaci kita; atau, seperti Taft yang lembut, akan berkata: “Saya tidak melihat kemungkinan lain yang bisa saya kerjakan.”</div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-04-08 03:04:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/princip534/kelompok5/wish/2135705407</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Cycle 1 Day 2 Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi orang lain</title>
         <author>rhyan6408</author>
         <link>https://padlet.com/princip534/kelompok5/wish/2136663228</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Bab 2 Rahasia Besar Dalam Berhubungan dengan Manusia</strong><br>HANYA ada satu cara di bawah surga untuk menggugah siapa pun melakukan apa saja. Apakah Anda pernah berhenti memikirkan hal&nbsp;<br>ini? Ya, hanya satu cara. Dan itu adalah dengan membuat orang lain ingin melakukannya. Ingat, tidak ada cara lain.<br>Tentu saja Anda bisa membuat seseorang memberi Anda jamnya dengan menodongkan pistol ke rusuknya. Anda bisa&nbsp;<br>membuat para pegawai Anda mau bekerja sama dengan Anda�sampai punggung Anda berbalik- dengan ancaman memecat mereka.<br>Anda bisa membuat seorang anak melakukan apa yang Anda kehendaki dengan cambukan atau ancaman. Namun metode�metode kejam ini sudah lama sekali tidak bisa diharapkan bereaksi.<br>Satu-satunya cara yang bisa menggerakkan Anda melakukan apa pun adalah dengan memberi Anda apa yang Anda inginkan.<br><br>Apa yang Anda inginkan?</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-04-08 16:59:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/princip534/kelompok5/wish/2136663228</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Cycle 1 Day 1 Cara FU by Tlpon</title>
         <author>rhyan6408</author>
         <link>https://padlet.com/princip534/kelompok5/wish/2138093676</link>
         <description><![CDATA[<div>Melakukan follow up melalui telepon menjadi bagian proses penjualan yang sangatlah penting. Tujuannya supaya bisa mendekati prospek dan memperoleh kepercayaan kepada konsumen.<br><br></div><div>Ada beberapa tips yang bisa diikuti supaya upaya pendekatan ke customer melalui telepon bisa membuahkan hasil. Berikut ini cara yang dapat dilakukan:<br><br></div><div><strong>1. Memberikan Senyuman<br></strong><br></div><div>Meskipun follow up dilakukan melalui telepon, namun Anda pun juga perlu memberikan senyuman maupun tertawa kecil kepada calon customer. Hal ini memang sederhana, namun dapat memberikan hasil yang efektif dalam meningkatkan kualitas komunikasi.<br><br></div><div>Tidak ada salahnya jika menyelingi pembicaraan melalui senyuman kecil yang tulus. Namun ingat, jangan terlalu memaksakan senyuman yang memang tidak dibutuhkan.<br><br></div><div><strong>2. Mengontrol Nada Bicara<br></strong><br></div><div>Dalam berbicara kepada orang lain akan memberikan cara penyampaian yang memang tidak menetap. Seperti nada maupun suara yang dihasilkan dari masing-masing personal.<br><br></div><div>Sebab itulah supaya bisa menjaga intonasi dan suara Anda harus mengirimkan tanda bahwa customer benar-benar berantusias dalam berkomunikasi.<br><br></div><div><strong>3. Mengurangi Busa Basi<br></strong><br></div><div>Dalam pembicaraan, melakukan busa basi memang di masih dapat ditoleransi. Namun dalam urusan bisnis tentunya terlalu banyak basa-basi justru akan menghabiskan waktu dan membuat pelanggan merasa risih.<br><br></div><div>Untuk itu fokuslah terhadap tujuan utama yang hendak dibicarakan. Jika ingin menawarkan produk maka bisa langsung menawarkan produk tanpa basa-basi terlalu panjang. Jangan membicarakan produk secara berlebihan.<br><br></div><div>Membicarakan produk secara berlebihan justru akan membuat customer merasa sebal. Supaya obrolan tidak membosankan, maka bisa berbicara perihal bisnis yang sedang dijalankan maupun masalah-masalah yang seringkali dihadapi.<br><br></div><div><strong>4. Durasi Bicara<br></strong><br></div><div>Menghabiskan waktu puluhan menit saat bertelepon atau follow up customer tentu sangatlah tidak dianjurkan. Alasannya hal ini hanya membuang waktu saja. Disarankan untuk melakukan panggilan maksimal 10 menit dan jangan melebihi dari batas waktu tersebut agar customer tidak merasa terganggu.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-04-10 16:17:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/princip534/kelompok5/wish/2138093676</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Cycle 1 Day 2 Cara Follow Up By Watshap atau SMS</title>
         <author>rhyan6408</author>
         <link>https://padlet.com/princip534/kelompok5/wish/2139205075</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>1. Perhatikan Pertanyaan<br></strong><br></div><div>Pertanyaan yang mengandung kata tidak, misalnya seperti “Mbak jadi beli produk kami nggak?” Sebaiknya dihindari. Cobalah untuk memberikan pertanyaan dengan asumsi jawaban IYA. Misalnya “Mbak produknya mau dikirim kapan ya? Sekarang atau besok?”<br><br></div><div>Apabila ingin diteruskan maka lihatlah pola pengiriman pesan singkat seperti nama panggilan + predikat A, dan asumsi B.<br><br></div><div><strong>2. Tanyakan Alasan Membeli Produk<br></strong><br></div><div>Teknik kedua, tanyakan alasan mereka membeli produk dengan cara yang elegan tanpa berbelit. Contohnya, “Halo mbak, kalau boleh tahu kenapa ingin membeli produk kami?<br><br></div><div><strong>3. Memberikan Doa Kepada Pembeli<br></strong><br></div><div>Ini sama seperti beberapa teknik lainnya yang mana memberikan doa kepada calon pembeli justru membuat customer merasa bahagia. Bersikaplah baik dengan tidak pelit memberikan doa yang terbaik. Cara ini juga teknik untuk merayu customer.<br><br></div><div><strong>4. Menuliskan Pesan Follow Up<br></strong><br></div><div>Selanjutnya tuliskan pesan follow up sesuai tempat yang telah disediakan. Usahakan pada setiap pesan yang terlampir minimal landing page. Akan lebih bagus lagi jika menggunakan website. Alasannya karena dapat melakukan personalisasi di setiap pesan.<br><br></div><div>Misalnya saja menyapa nama, nomor invoice, jumlah transfer, dan juga tanggal batas pembayaran. Selanjutnya tinggal menekan tombol kirim, secara otomatis seluruh pesan yang terdapat pada database terkirim. Baik itu puluhan, ratusan bahkan ribuan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-04-11 13:56:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/princip534/kelompok5/wish/2139205075</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Cycle 1 Day 3 Cara Follow up Cust yang Baik</title>
         <author>rhyan6408</author>
         <link>https://padlet.com/princip534/kelompok5/wish/2140896812</link>
         <description><![CDATA[<div>Apabila sales menguasai teknik follow up, maka dapat menjadikan kegiatan ini menjadi lebih persuasif. Berikut ini beberapa teknik yang harus diperhatikan sebelum follow customer di antaranya:<br><br></div><div><strong>1. Perhatikan Waktu Sebelum Memutuskan Untuk Memfollow Customer<br></strong><br></div><div>Masing-masing dari customer pasti mempunyai waktu kesibukan yang tidak sama. Jika pihak customer meninggalkan pesan akan menghubunginya kembali maka tunggulah sampai customer tersebut menghubungi kembali.<br><br></div><div>Apabila tak kunjung menghubungi juga cobalah memberikan waktu tambahan. Paling tidak beberapa hari atau 1 minggu. Jangan terus menerus menghubungi customer, karena hal ini justru akan membuat customer merasa risih.<br><br></div><div><strong>2. Mengikuti Kegiatan Online Customer<br></strong><br></div><div>Ada baiknya juga jika mengikuti kegiatan yang dilakukan oleh customer sebelum memfollow up nya. Hal ini mempunyai tujuan supaya lebih mendekatkan diri kepada konsumen. Teknik yang bisa dilakukan yaitu dengan memberikan like, komentar, atau share pada sosial medianya.<br><br></div><div>Supaya customer tidak merasa risih maka Anda juga tidak boleh melakukan teknik ini terlalu sering. Bersikaplah elegan saat ingin memfollow up supaya tidak memberikan kesan terlalu mengejar target.<br><br></div><div><strong>3. Terhubung Di Jejaring Profesional<br></strong><br></div><div>Apabila sudah menjalin hubungan yang dahsyat kepada calon customer melalui sosial media seperti Facebook, Instagram, Twitter maupun komunitas yang lainnya kini saatnya meminta untuk bisa terhubung melalui jejaring profesional.<br><br></div><div>Teknik ini mempunyai tujuan supaya menunjukkan pengalaman maupun status yang dimiliki. Seperti pekerjaan, kemampuan, maupun prestasi yang pernah dicapai nya. Saat calon customer mulai tertarik bahkan mengenal profesi tersebut, fokuskan terhadap rencana follow-up untuk kepentingan bisnis.<br><br></div><div><strong>4. Tidak Menekan Customer<br></strong><br></div><div>Jangan pernah sekali-kali menekan customer hanya untuk mendapatkan jawaban. Jika terlalu menekan maka potensi pembelian produk yang ditawarkan justru memudar. Untuk poin yang satu ini memang sangat erat kaitanya dengan poin sebelumnya.<br><br></div><div>Hal ini dikarenakan calon customer juga membutuhkan waktu yang mungkin digunakan untuk bisa mencari informasi seputar perusahaan atau produk yang ditawarkan tersebut.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-04-12 14:15:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/princip534/kelompok5/wish/2140896812</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
