<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>1. Bagaimana kita biasanya merencanakan pembelajaran di kelas?  
2. Prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran?
3. Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam?  
4. Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar?  
5. Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?   by AMAL PURNOMO</title>
      <link>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0</link>
      <description>Post your response to the discussion topic by clicking the plus button below.</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-08-14 00:43:34 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-08-14 01:58:56 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f4ac.png</url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542867153</link>
         <description><![CDATA[<p>Indra Hermarita                                                   1. Merencanakan pembelajaran yang menyenangkan sesuai materi agar murid lebih bersemangat.                                              2. Prinsip dalam merancang dengan pembelajaran bermakna dan menggembirakan sehingga murid lebih memiliki kesadaran untuk menerapkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari.                             3. Strateginya dengan memberikan pemantik agar murid dapat berpikir kritis, membentuk kelompok dan mengadakan pagelaran agar murid lebih kreatif dalam materi drama.                                                       4. Kita memposisikan murid sebagai seseorang yang dapat dijadikan berkolaborasi untuk membantu mereka menemukan pemahaman baru.                       5. Tantangan saya dalam merancang pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan adalah alat untuk membantu pembelajaran seperti sound, mikrofon, jaringan internet di kelas, dan proyektor, belum memiliki panggung untuk pagelaran drama dengan sorot lampu yang menarik, dan belum adanya dukungan dari pihak luar dengan menyaksikan pagelaran drama secara terbuka.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 01:16:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542867153</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>kuswinarno781</author>
         <link>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542867917</link>
         <description><![CDATA[<p>Kus</p><p><br/></p><ol><li><p>diawali dengan: mengidentifikasi TP --&gt; memilih materi ajar --&gt; menyiapkan media pembelajaran yang relevan --&gt; merancang asesmen</p></li><li><p>Prinsip: berpusat pada siswa-kontekstual-kolaboratif-aktif interaktif-reflektif</p></li><li><p>Strategi yang kita gunakan akan mendorong siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam</p></li><li><p>Dalam pembelajaran yang berfokus pada siswa, kita memposisikan murid sebagai <strong>aktor utama dalam proses belajar mereka sendiri</strong>.</p></li><li><p>keterbatasan waktu, sumber daya, koordinasi antar guru (proyek kolaboratif yang terpadu)</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 01:17:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542867917</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542868515</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau Modul Ajar yang memuat tujuan pembelajaran, materi, metode, media, dan asesmen. Perencanaan dimulai dari analisis kebutuhan murid, penyusunan capaian pembelajaran, pemilihan strategi yang sesuai, dan penentuan langkah-langkah pembelajaran agar sesuai dengan karakteristik kelas.</p></li><li><p>Pembelajaran berpusat pada murid, diferensiasi sesuai kebutuhan, relevansi dengan konteks kehidupan nyata, mengintegrasikan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila, serta menekankan pada pembelajaran mendalam (deep learning) yang mengasah keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas.</p></li><li><p>Strategi yang digunakan sudah mulai mengarah ke sana, misalnya melalui proyek berbasis masalah (Project-Based Learning), diskusi kelompok, studi kasus, eksperimen, dan presentasi. </p></li><li><p>Murid diposisikan sebagai subjek utama pembelajaran. Guru berperan sebagai fasilitator, pembimbing, dan motivator, sementara murid diberi ruang untuk berpendapat, mengambil keputusan, melakukan eksplorasi, dan memecahkan masalah sesuai minat dan potensinya.</p></li><li><p>Beberapa tantangan yang dihadapi antara lain: perbedaan kemampuan dan minat murid yang beragam, keterbatasan waktu dan sarana, sulitnya mengintegrasikan nilai-nilai sosial emosional ke semua materi, serta menjaga keterlibatan murid agar tetap antusias sepanjang proses pembelajaran.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 01:17:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542868515</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542869165</link>
         <description><![CDATA[<p>atik</p><p>I. Dalam merencanakan pembelajaran di kelas yaitu:</p><ol><li><p>mengidentifikasi tujuan pembelajaran</p></li><li><p>menganalisis karakteristik peserta didik</p></li><li><p>menentukan materi dan sumber</p></li><li><p>menyusun strategi, model dan metode</p></li><li><p>menyusun media dan perangkat pembelajaran</p></li><li><p>menentukan bentuk dan teknik penilaian</p></li><li><p>menentukan langkah refleksi dan tindak lanjut</p><p><br/></p><p>II. prinsip dalam merancang pembelajaran yaitu berkesadaran, bermakna dan menggembirakan</p></li></ol><p><br/></p><p>III. strategi yang digunakan : menggunakan pemantik kemudian membentuk kelompok berdiskusi kemudian melakukan presentasi untuk ditanggapi oleh siswa lain kemudian diakhir pelajaran melakukan refleksi</p><p><br/></p><p>IV. memposisikan murid sebagai seseorang yang bisa berkolaborasi </p><p><br/></p><p>V. tantangan yang sering saya hadapi yaitu kekurangan alat praktik yang diperlukan dalam pembelajaran.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 01:18:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542869165</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542869608</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Kita biasanya merencanakan pembelajaran dengan menentukan tujuan, materi, metode, dan evaluasi.</p></li><li><p>Prinsip yang digunakan adalah relevansi, kebermaknaan, partisipasi aktif, dan diferensiasi.</p></li><li><p>Strategi yang digunakan sebagian sudah mendorong berpikir kritis, kreatif, dan mendalam, namun perlu penguatan.</p></li><li><p>Murid diposisikan sebagai subjek aktif dan pusat proses belajar.</p></li><li><p>Tantangan yang sering dihadapi adalah keterbatasan waktu, sumber daya, dan variasi kebutuhan belajar murid.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 01:18:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542869608</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>veronikpradika38_</author>
         <link>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542869960</link>
         <description><![CDATA[<p>Veronik Widi Pradika</p><p><strong>1. Perencanaan Pembelajaran</strong></p><ul><li><p>Menentukan capaian pembelajaran &amp; kompetensi dasar.</p></li><li><p>Menganalisis karakteristik siswa.</p></li><li><p>Menentukan materi, metode, dan strategi (proyek, diskusi, praktik).</p></li><li><p>Menyiapkan media, sumber belajar, serta asesmen.</p></li><li><p>Menyusun jadwal &amp; alur kegiatan.</p></li></ul><p><strong>2. Prinsip</strong></p><ul><li><p><strong>Berbasis proyek (<em>Project-Based Learning</em>)</strong> dengan produk nyata seperti gambar kerja atau model 3D.</p></li><li><p><strong>Kontekstual</strong> – materi dikaitkan dengan situasi nyata di dunia kerja konstruksi dan desain.</p></li></ul><p><strong>3. Strategi Berpikir Kritis &amp; Kreatif</strong></p><ul><li><p>Proyek desain nyata.</p></li><li><p>Studi kasus konstruksi.</p></li><li><p>Penggunaan software desain.</p></li><li><p>Diskusi &amp; presentasi.</p></li></ul><p><strong>4. Posisi Murid</strong></p><ul><li><p>Kreator karya &amp; pembelajar mandiri.</p></li></ul><p><strong>5. Tantangan</strong></p><ul><li><p>Perbedaan kemampuan &amp; minat siswa.</p></li><li><p>Keterbatasan waktu praktik &amp; fasilitas.</p></li><li><p>Menjaga motivasi siswa.</p></li><li><p>Menyeimbangkan teori &amp; praktik.</p></li></ul><p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 01:19:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542869960</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542870232</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><ol><li><p><strong>Bagaimana kita biasanya merencanakan pembelajaran di kelas?</strong><br>Kita merencanakan pembelajaran berdasarkan kurikulum, menyusun tujuan, materi, metode, dan penilaian. Namun, sering kali fokus masih pada penyampaian materi, bukan pada proses belajar murid.</p></li><li><p><strong>Prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran?</strong><br>Prinsip yang digunakan antara lain berpusat pada murid, kontekstual, aktif, kolaboratif, inklusif, dan reflektif.</p></li><li><p><strong>Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam?</strong><br>Belum sepenuhnya. Beberapa strategi sudah mendukung, tetapi implementasinya perlu lebih konsisten dan terarah untuk membangun kemampuan berpikir tingkat tinggi.</p></li><li><p><strong>Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar?</strong><br>Murid seharusnya diposisikan sebagai subjek aktif yang terlibat, bereksplorasi, dan merefleksikan pembelajarannya, bukan sekadar penerima informasi.</p></li><li><p><strong>Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?</strong><br>Tantangan utamanya adalah keterbatasan waktu, sumber daya, variasi kemampuan murid, serta kebiasaan belajar konvensional.</p></li></ol><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 01:19:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542870232</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>nurhidayah93</author>
         <link>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542870536</link>
         <description><![CDATA[<ul><li><p><strong>Perencanaan pembelajaran</strong> biasanya dilakukan dengan menyusun tujuan belajar, memilih materi, strategi, dan metode pembelajaran, serta menyiapkan asesmen yang sesuai.</p></li><li><p><strong>Prinsip yang digunakan</strong> meliputi diferensiasi, keterpaduan kompetensi, pembelajaran berpusat pada murid, serta relevansi dengan konteks kehidupan nyata.</p></li><li><p><strong>Strategi yang digunakan</strong> kadang sudah mendorong pemikiran kritis dan kreatif, namun belum konsisten dan perlu penguatan pada penerapan metode aktif seperti diskusi, problem-based learning, dan proyek.</p></li><li><p><strong>Murid diposisikan</strong> sebagai subjek aktif dalam pembelajaran—penjelajah, pemikir, dan pembuat keputusan—bukan hanya penerima informasi.</p></li><li><p><strong>Tantangan yang sering dihadapi</strong> antara lain keterbatasan waktu, kurikulum yang padat, kesiapan guru, dan perbedaan kemampuan murid dalam satu kelas.</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 01:19:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542870536</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542871124</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Bagaimana kita biasanya merencanakan pembelajaran di kelas?<br>Biasanya kita merencanakan pembelajaran dengan:</p><ul><li><p>Menentukan tujuan pembelajaran sesuai kurikulum.</p></li><li><p>Menganalisis kebutuhan dan karakteristik murid.</p></li><li><p>Menyusun materi, media yang relevan.</p></li><li><p>Membuat langkah kegiatan pembelajaran (pendahuluan, inti, penutup).</p></li><li><p>Menyertakan penilaian formatif dan sumatif.</p></li></ul><p>&nbsp;</p><p>2. Prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran?</p><ul><li><p>Berpusat pada murid</p></li><li><p>Kontekstual dan bermakna (materi dekat dengan kehidupan nyata).</p></li><li><p>Diferensiasi pembelajaran sesuai kebutuhan murid.</p></li><li><p>Keterpaduan kompetensi (pengetahuan, keterampilan, sikap).</p></li><li><p>Aktif dan partisipatif (melibatkan murid secara langsung).</p></li></ul><p>&nbsp;</p><p>3. Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam?</p><ul><li><p>Jika strategi yang digunakan mengajak murid bertanya, berdiskusi, memecahkan masalah, dan membuat karya, maka sudah mendorong berpikir kritis, kreatif, dan mendalam.</p></li><li><p>Namun, jika pembelajaran masih didominasi ceramah, maka peluang berpikir mendalam murid akan terbatas.</p></li></ul><p>&nbsp;</p><p>4. Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar?</p><ul><li><p>Sebagai subjek utama pembelajaran, bukan sekadar penerima informasi.</p></li><li><p>Guru menjadi fasilitator, pembimbing, dan motivator.</p></li><li><p>Murid diberi kesempatan mengeksplorasi ide, bereksperimen, dan mengambil keputusan dalam pembelajaran.</p></li></ul><p>5. Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?</p><ul><li><p>Keterbatasan waktu dalam menyiapkan dan melaksanakan pembelajaran kreatif.</p></li><li><p>Perbedaan kemampuan murid yang cukup signifikan.</p></li><li><p>Keterbatasan pelatihan guru dalam mengembangkan strategi inovatif.</p></li><li><p>Tekanan administratif yang memakan waktu guru untuk berinovasi.</p></li></ul><p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 01:20:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542871124</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542871318</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p><strong>: menentukan tujuan pembelajaran, Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP / Modul Ajar), scenario pembelajaran, merancang penilaian, dan melakukan refleksi</strong></p></li><li><p><strong>menggunakan prinsip bermakna, berkesadaran dan menyenangkan</strong></p></li><li><p><strong>menggunakan pertanyaan pada penilain yang mengarah ke HOTS tidka hanya sekadar 5w 1H, selalu menggunakan refleksi disetiap akhir pembelajaran.</strong></p></li><li><p><strong>supaya proses belajar berjalan lancar, memposisikan siswa sebagai pusta belajar, reflektor, dan kolaborator.</strong></p></li><li><p><strong>karakter siswa, sumber daya, motivasi, kesulitan mengontekstualkan dengan lingkungan, dan perbedaan karakter</strong></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 01:20:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542871318</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>luciaana34</author>
         <link>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542871526</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>merencanakan pembelajaran dengan membuat RPP</p></li><li><p>Amati, tiru dan modifikasi</p></li><li><p>dengan diskusi dan proyek</p></li><li><p>duduk per kelompok </p></li><li><p>kemampuan berpikir siswa yang berbeda, kemampuan guru yang kurang, fasilitas</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 01:20:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542871526</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542872684</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Kita biasanya merencanakan pembelajaran dengan menyusun <strong>Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)</strong> atau modul ajar yang mencakup tujuan pembelajaran, materi, metode, aktivitas belajar, serta penilaian</p></li><li><p>Prinsip-prinsip yang umum digunakan antara lain:</p><ul><li><p><strong>Berpusat pada murid</strong> – fokus pada kebutuhan, minat, dan gaya belajar murid.</p></li><li><p><strong>Aktif dan partisipatif</strong> – pembelajaran mendorong interaksi dan keterlibatan murid.</p></li><li><p><strong>Kontekstual dan relevan</strong> – pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata atau lingkungan sekitar murid.</p></li><li><p>Prinsip-prinsipnya meliputi <strong><mark>berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful)</mark></strong></p></li></ul></li><li><p>Belum tentu semua strategi yang digunakan secara konsisten mendorong pemikiran kritis dan kreatif. Kadang, pembelajaran masih berfokus pada <strong>hafalan atau pengulangan informasi.</strong></p></li><li><p>Murid diposisikan sebagai <strong>subjek aktif</strong> dalam proses belajar. Mereka didorong untuk membangun pengetahuan melalui pengalaman, kolaborasi, dan refleksi.</p></li><li><p>Beberapa tantangan yang umum dihadapi:</p><ul><li><p><strong>Waktu terbatas</strong> untuk menyusun rencana yang mendalam dan kreatif.</p></li><li><p><strong>Keterbatasan sumber daya</strong> (alat, bahan, atau teknologi).</p></li><li><p><strong>Perbedaan kemampuan murid</strong> yang cukup jauh, sehingga sulit memenuhi semua kebutuhan sekaligus.</p></li><li><p><strong>Beban administratif</strong> yang mengurangi fokus guru untuk merancang pembelajaran.</p></li><li><p><strong>Kurangnya pelatihan atau dukungan profesional</strong> dalam mengembangkan strategi pembelajaran inovatif.</p></li><li><p><strong>Budaya belajar yang masih kaku</strong>, di mana pembelajaran yang menyenangkan kadang dianggap kurang serius.</p></li></ul></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 01:21:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542872684</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542872959</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Biasanya kita merencanakan pembelajaran di kelas modul ajar yang memuat tujuan pembelajaran, materi, metode, media, dan penilaian sesuai kebutuhan siswa.</p></li><li><p>Prinsip yang digunakan dalam merancang pembelajaran meliputi: berpusat pada siswa, relevan dengan konteks, berorientasi pada tujuan, berkesinambungan, fleksibel, serta mendorong partisipasi aktif dan kolaborasi.</p></li><li><p>Strategi yang digunakan yaitu memberi kesempatan murid mengajukan pertanyaan, memecahkan masalah, mengeksplorasi ide baru, dan mengaitkan materi dengan kehidupan nyata. Kalau unsur-unsur itu ada, berarti strategi kita sudah mendorong mereka berpikir kritis, kreatif, dan mendalam.</p></li><li><p>Kita memposisikan murid sebagai subjek utama pembelajaran—pemilik proses belajar—yang aktif mencari, mengolah, dan membangun pengetahuan melalui pengalaman, bukan sekadar penerima informasi.</p></li><li><p>Tantangan yang sering dihadapi antara lain:</p><ul><li><p>Perbedaan kemampuan dan minat murid yang cukup beragam.</p></li><li><p>Keterbatasan waktu untuk merancang dan melaksanakan pembelajaran mendalam.</p></li><li><p>Keterbatasan sumber dan media yang mendukung kreativitas.</p></li><li><p>Menjaga motivasi murid agar tetap antusias dan terlibat aktif.</p></li></ul></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 01:22:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542872959</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542873145</link>
         <description><![CDATA[<p><strong><em>Bagaimana kita biasanya merencanakan pembelajaran di kelas?</em></strong></p><p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p><ol><li><p>Mengidentifikasi tujuan pembelajaran:.</p></li><li><p>Analisis karakteristik murid</p></li><li><p>Merancang aktivitas pembelajaran</p></li><li><p>Menentukan asesmen</p></li><li><p>Refleksi dan revisi</p></li></ol><p>&nbsp;</p><p>2. <strong><em>Prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran?</em></strong></p><ol><li><p>Berpusat pada murid</p></li><li><p>Kontekstual</p></li><li><p>Kolaboratif dan partisipatif</p></li><li><p>Inklusif</p></li><li><p>Diferensiasi</p></li></ol><p>6.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Berorientasi pada kompetensi</p><p>&nbsp;</p><p>3<strong><em>. Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam? </em></strong>Kadang iya, kadang belum maksimal. Mungkin hal ini dikarenakan:</p><ol><li><p>Metode yang digunakan</p></li><li><p>Pertanyaan terbuka</p></li><li><p>Lingkungan aman untuk berpendapat</p></li><li><p>Jika masih banyak ceramah satu arah atau tugas hafalan, maka kemungkinan besar kemampuan berpikir kritis dan kreatif belum berkembang optimal.</p></li></ol><p>&nbsp;</p><p><strong><em>4. Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar?</em></strong></p><ul><li><p>Subjek aktif pembelajaran</p></li><li><p>Pencetus ide</p></li><li><p>Guru berperan sebagai fasilitator, mentor, dan pendamping</p></li></ul><p>&nbsp;</p><p><strong><em>5. Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran,</em></strong> bermakna, dan menggembirakan?</p><ul><li><p>Keterbatasan waktu</p></li><li><p>Variasi kemampuan murid</p></li><li><p>Kurangnya sumber daya</p></li><li><p>Kebiasaan lama</p></li><li><p>Evaluasi yang belum holistik</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 01:22:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542873145</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>saraswatikartika20</author>
         <link>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542874071</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p><strong>Biasanya saya merencanakan pembelajaran dengan</strong></p><p><strong>a. Menentukan tujuan pembelajaran</strong></p><p><strong>b. Menganalisis kebutuhan siswa</strong></p><p><strong>c. Menyusun materi dan sumber belajar</strong></p><p><strong>d. Menentukan metode dan strategi pembelajaran</strong></p><p><strong>e.Menyusun langkah-langkah kegiatan pembelajaran</strong></p><p><strong>f. Menentukan bentuk asesmen</strong></p><p><strong>g. Mempersiapkan skenario alternatif</strong></p></li><li><p><strong>Prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran adalah: </strong></p><p><strong>a. Berorientasi pada tujuan</strong> – Semua kegiatan diarahkan untuk mencapai capaian pembelajaran yang jelas.</p><p><strong>b. Berpusat pada siswa</strong> – Mempertimbangkan kebutuhan, minat, dan perbedaan kemampuan siswa.</p><p><strong>c. Kontekstual</strong> – Materi dikaitkan dengan kehidupan nyata agar lebih bermakna.</p><p><strong>d. Aktif, kreatif, dan kolaboratif</strong> – Mendorong partisipasi aktif siswa melalui diskusi, proyek, dan kerja sama.</p><p><strong>e. Beragam metode dan media</strong> – Menggunakan variasi strategi dan alat bantu belajar untuk mengakomodasi gaya belajar yang berbeda.</p><p><strong>f. Berkelanjutan dan reflektif</strong> – Pembelajaran dirancang sebagai proses berkesinambungan dengan evaluasi dan perbaikan.</p><p><strong>g. Mengintegrasikan penilaian</strong> – Asesmen digunakan tidak hanya untuk mengukur hasil, tetapi juga untuk memperbaiki proses belajar.</p></li><li><p>Strategi pembelajaran yang kami gunakan sudah diarahkan untuk mendorong murid berpikir kritis, kreatif, dan mendalam. Hal ini dilakukan melalui penerapan metode berbasis masalah (Problem-Based Learning), diskusi kelompok, studi kasus, dan proyek kolaboratif yang menuntut murid menganalisis informasi, mengajukan pertanyaan, dan mengembangkan solusi. Selain itu, kami memberi ruang bagi murid untuk mengeksplorasi ide, membuat karya orisinal, dan merefleksikan proses belajarnya sehingga pemahaman mereka menjadi lebih bermakna dan mendalam.<br>4. Kami memposisikan murid sebagai subjek utama dalam proses belajar. Murid tidak hanya menerima informasi, tetapi juga aktif mencari, mengolah, dan membagikan pengetahuan. Guru berperan sebagai fasilitator yang menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan menantang, sehingga murid memiliki ruang untuk berpendapat, bereksperimen, bekerja sama, dan mengambil keputusan terkait proses belajarnya. Dengan demikian, murid menjadi pembelajar mandiri yang bertanggung jawab terhadap perkembangan dirinya.</p><ol start="5"><li><p>Tantangan yang sering kami hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan antara lain keterbatasan waktu untuk merancang kegiatan yang mendalam, perbedaan kemampuan dan minat siswa yang cukup beragam, serta keterbatasan sarana dan media pendukung. Selain itu, menjaga keseimbangan antara pencapaian target kurikulum dengan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan juga menjadi tantangan tersendiri. Dibutuhkan kreativitas, fleksibilitas, dan kolaborasi antar guru agar pembelajaran tetap relevan, menarik, dan mampu menyentuh aspek kognitif, afektif, serta psikomotor siswa.</p></li></ol><p><br/></p></li></ol><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 01:23:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542874071</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>prasetyariniagnes</author>
         <link>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542874414</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Menyusun RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran</strong>, <strong>Menyesuaikan dengan karakteristik siswa</strong>, <strong>Menentukan alokasi waktu</strong>, <strong>Menyisipkan nilai-nilai karakter dan konteks lokal</strong></p><p><strong>2. Prinsip apa yang kita&nbsp; gunakan dalam merancang pembelajaran?</strong></p><p><strong>Berpusat pada murid (student-centered learning, Kontekstual dan relevan, Aktif dan kolaboratif, Diferensiasi, Berbasis kompetensi, Asesmen sebagai bagian dari pembelajaran</strong></p><p><br></p><p><strong>3. </strong>Ini tergantung pada pendekatan dan strategi yang dipilih. Strategi yang <strong>mendorong berpikir kritis dan kreatif</strong> meliputi:</p><p><strong>Problem-based learning (PBL), Project-based learning, Diskusi terbuka dan debat, Pertanyaan tingkat tinggi</strong></p><p><br></p><p><strong>4. Subjek belajar</strong>, <strong>Pembelajar mandiri</strong>, <strong>Kolaborator</strong>.</p><p><strong>5. Waktu terbatas</strong>, <strong>Variasi kemampuan siswa</strong>, <strong>Keterbatasan sumber daya dan media belajar.</strong>, <strong>Budaya belajar tradisional</strong>, <strong>Beban administratif guru yang tinggi.Kurangnya pelatihan profesional berkelanjutan untuk guru dalam desain pembelajaran inovatif.</strong></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 01:23:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542874414</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>arinda23456</author>
         <link>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542875278</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><ol><li><p>Merencanakan pembelajaran di kelas dengan cara membuat rencana pelaksaan pembelajaran, menyiapkan materi untuk pembelajaran dikelas, membuat media pembelajaran.</p></li><li><p>Prinsip dalam merancang pembelajaran</p><p>adalah tujuan yang jelas, keselarasan dengan standar yang ada, dan berpusat pada siswa</p></li><li><p>Strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid unruk pembelajaran mendalam adalah dengan cara menciptakan suasana kelas yang aktif, interaktif dan menyenangkan</p></li><li><p>Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar adalah dengan cara mengadakan diskusi kelas yang aktif, dan umpan balik.</p></li><li><p>Tantangan yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna dan menggembirakan adalah waktu yang terbatas, sarana dan prasana yang kurang memadai, dan murid yang bersikap pasif.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 01:24:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542875278</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>endahpratiwi165</author>
         <link>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542875769</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>sebelum pembelajaran di kelas guru harus merencanakan pembelajaran guru memahami tujuan dari pembelajaran yang akan dilaksanakan, guru menyiapkan rpp untuk pembelajaran, dan menggunakan metode yang diperlukan</p></li><li><p>prinsip yang perlu digunakan dalam merancang pembelajaran keaktifan, keterlibatan langsung antara guru dan murid, keselarasan dengan stantar</p></li><li><p>strategi yang digunakan untuk pembelajaran mendalam menggunakan metode agar murid berfikir kritis dan memahami pembelajaran</p></li><li><p>dalam pembelajaran kita memposisikan murid sebagai subjek dan objek pendidikan</p></li><li><p>tantangan yang dihadapi yaitu waktu yang terbatas, fasilitas yang tidak memadai dalam pembelajaran, keterbatasan ilmu yang diperoleh</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 01:25:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542875769</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542875845</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>a. memahami capaian pembelajaran</p><p>b. menyusun tujuan pembelajaran</p><p>c.menyusun ATP</p><p>d. Merancang Pembelajaran yang Kontekstual dan Bermakna</p><p>e.Menyusun Asesmen Formatif dan Sumatif</p><p>f.Menyusun Modul Ajar / RPP</p></li><li><p>untuk prinsip pembelajaran yang secara digunakan ada 3 adalah BBM ( berkesadaran , bermakna, menggembirakan)</p></li><li><p><strong>Belum sepenuhnya, namun sudah mulai diarahkan ke sana.</strong></p><p>Beberapa strategi yang kita gunakan <strong>sudah mulai mendorong</strong> murid untuk berpikir kritis dan kreatif, seperti:</p><ul><li><p><strong>Diskusi kelas dan kelompok</strong></p></li><li><p><strong>Tugas proyek (Project-Based Learning)</strong></p></li><li><p><strong>Penggunaan media digital dan eksploratif</strong></p></li><li><p><strong>Refleksi belajar dan portofolio</strong></p><ol start="4"><li><p><strong>Murid sebagai subjek pembelajaran, bukan objek.</strong></p><p>Dalam Kurikulum Merdeka, murid diposisikan sebagai:</p><ul><li><p><strong>Pemilik proses belajar</strong>: Murid aktif merancang, memilih, dan menjalankan cara belajar.</p></li><li><p><strong>Pemikir dan pemecah masalah</strong>: Didorong untuk berpikir kritis, kreatif, dan mengambil keputusan sendiri.</p></li><li><p><strong>Pembelajar mandiri</strong>: Mampu mengevaluasi dan merefleksikan proses belajarnya.</p></li><li><p><strong>Rekan kolaborasi guru</strong>: Guru bukan pusat informasi, tapi fasilitator dan pembimbing.</p><ol start="5"><li><p><strong>TantanganPenjelasan</strong></p><p>🔸 <strong>Waktu terbatas</strong>Tekanan menyelesaikan target kurikulum sering membuat pembelajaran jadi tergesa-gesa dan kurang reflektif.</p><p>🔸 <strong>Beban administrasi tinggi</strong>Guru menghabiskan banyak waktu untuk dokumen, sehingga waktu untuk kreativitas dan refleksi terbatas.</p><p>🔸 <strong>Keterbatasan sumber daya</strong>Akses ke media pembelajaran, alat bantu, atau teknologi masih belum merata.</p><p>🔸 <strong>Variasi kemampuan murid</strong>Kelas yang heterogen membuat perencanaan diferensiasi menjadi tantangan besar.</p></li></ol></li></ul></li></ol></li></ul></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 01:25:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542875845</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542875934</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>biasanya kita merencanakan pembelajaran sesuai modul dengan mengacu pada KI, KD dan CP</p></li><li><p>menganalisis kebutuhan dan karakteristik murid</p></li><li><p>ATM(Amati, Tiru, Modifikasi)</p></li><li><p>duduk berkelompok untuk mendiskusikan materi</p></li><li><p>perbedaan kemampuan murid, menciptakan suasana yang asik</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 01:25:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542875934</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542876218</link>
         <description><![CDATA[<p>BUDI WAHYONO</p><ol><li><p>Merencanakan pembelajaran dengan memahami capaian pembelajara, menyusun RPP, asesmen diagnostik, berdo'a, memerhatikan kerapihan dan kebersihan kelas, kegiatan inti, kegiatan penutup dengan refleksi dan berdo'a</p></li><li><p>Prinsip : berpusat kepada siswa untuk aktif, setiap pembelajaran diupayakan mengembangkan nilai-nilai karakter</p></li><li><p>Strategi : dengan PBL, dimana siswa diberikan kesempatan untuk menyelesaikan masalah didalam pembelajaran baik individu maupun kelompok. siswa diberikan tantangan sehingga menumbuhkan semangat belajar.</p></li><li><p>Proses belajar : Guru sebagai fasilisator</p></li><li><p>Tantangan : bervariasinya karakter murid, Sulit memenuhi semua kebutuhan jika tidak menerapkan pembelajaran berdiferensiasi.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 01:25:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542876218</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>edytav2013</author>
         <link>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542876299</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp; &nbsp;<strong><mark>menetapkan tujuan pembelajaran, menganalisis karakteristik siswa, memilih materi dan metode pembelajaran yang sesuai, merancang kegiatan pembelajaran yang menarik, serta merencanakan penilaian untuk mengukur pemahaman siswa</mark></strong>.&nbsp;</p><ol start="2"><li><p>&nbsp;Dalam merancang pembelajaran, ada dua prinsip utama yang perlu diperhatikan:&nbsp;<strong><mark>kejelasan tujuan dan sasaran, serta keselarasan dengan standar pendidikan nasional</mark></strong></p></li><li><p>Untuk mengetahui apakah strategi pembelajaran yang digunakan sudah mendorong siswa untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam,&nbsp;<strong><mark>perlu dilakukan evaluasi terhadap beberapa aspek</mark></strong>.&nbsp;Evaluasi ini bisa dilakukan melalui observasi kelas, analisis hasil kerja siswa, dan umpan balik dari siswa itu sendiri.</p></li><li><p>Dalam proses belajar, murid seharusnya diposisikan&nbsp;<strong><mark>sebagai subjek utama dan pusat pembelajaran</mark></strong>.&nbsp;Guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing, bukan hanya sumber informasi.&nbsp;Pendekatan ini menekankan pada keterlibatan aktif murid, pengembangan potensi individual, serta relevansi pembelajaran dengan kehidupan nyata.</p></li><li><p>1.&nbsp;&nbsp; Merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan menghadapi beberapa tantangan. di antaranya adalah:&nbsp;<strong><mark>kurangnya minat dan motivasi siswa, keterbatasan sumber daya, kompleksitas manajemen kelas, dan tantangan psikologis siswa</mark></strong>.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 01:25:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542876299</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>mujianto8899</author>
         <link>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542876548</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>1. Bagaimana kita biasanya merencanakan pembelajaran di kelas?</strong><br>Biasanya kita memulai dari analisis kebutuhan murid dan kompetensi yang harus dicapai, lalu menyusun tujuan pembelajaran, memilih metode dan strategi yang sesuai, menyiapkan materi, media, serta asesmen. Perencanaan ini juga memperhatikan alokasi waktu, karakteristik murid, serta konteks lingkungan belajar.</p><p><strong>2. Prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran?</strong><br></p><ul><li><p><strong>Berorientasi pada murid</strong> (student-centered learning)</p></li><li><p><strong>Diferensiasi</strong> sesuai kebutuhan, minat, dan kesiapan murid</p></li><li><p><strong>Kontekstual</strong> dengan kehidupan nyata</p></li><li><p><strong>Kolaboratif</strong> dan membangun interaksi positif</p></li><li><p><strong>Berpusat pada kompetensi</strong> yang ingin dicapai, tidak sekadar materi</p></li><li><p><strong>Berpihak pada murid</strong> dengan pendekatan inklusif dan adil</p></li></ul><p><strong>3. Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam?</strong><br>Sebagian strategi sudah mendorong hal tersebut, terutama saat menggunakan metode diskusi, problem-based learning, project-based learning, atau studi kasus. Namun, dalam praktiknya masih ada tantangan: kadang pembelajaran terlalu fokus pada materi dan target waktu, sehingga ruang untuk eksplorasi dan refleksi murid menjadi terbatas.</p><p><strong>4. Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar?</strong><br>Murid diposisikan sebagai <strong>subjek aktif</strong> yang berperan membangun pengetahuan, bukan sekadar penerima informasi. Guru bertindak sebagai fasilitator, pembimbing, dan pengarah yang membantu murid menemukan makna pembelajaran serta menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>5. Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?</strong></p><ul><li><p>Perbedaan kemampuan, minat, dan latar belakang murid yang sangat beragam</p></li><li><p>Keterbatasan waktu dalam menyelesaikan materi dan asesmen</p></li><li><p>Ketersediaan sarana dan prasarana yang belum optimal</p></li><li><p>Tekanan administratif dan beban kerja guru</p></li><li><p>Kurangnya ruang untuk refleksi dan penyesuaian strategi pembelajaran</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 01:26:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542876548</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542876949</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Kita bisa menyusun perencanaan  menyusun materi ajar dengan menggunakan asesmen as formatif, asesmen for su dan sumatif. </p></li><li><p>Menggunakan prinsip BBM (Bermakna, Berkesadaran, dan Menggembirakan).</p></li><li><p>Menganalisis masalah, Menyajikan masalah yang nyata untuk di pecahkan, melakukan refleksi</p></li><li><p>Siswa dapat bertanya langsung, berdiskusi, dan menyimpulkan.</p></li><li><p>keterbatasan waktu dalam melaksanakan penyusunan pembelajaran.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 01:26:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542876949</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542877423</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>menentukan tujuan, menentukan materi, memilih metode, menyiapkan asesmen</p></li><li><p>kontekstual, pembelajaran mendalam</p></li><li><p>diskusi kelompok, pertanyaan pemantik</p></li><li><p>murid sebagai subjek aktif, guru sebagai fasilitator dan pembimbing</p></li><li><p>perbedaan kemampuan murid, mencipkatan suasana kelas yang enjoy namun tetap produktif</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 01:27:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542877423</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>indahpuspitasari1009</author>
         <link>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542877775</link>
         <description><![CDATA[<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Biasanya kita merencanakan pembelajaran di kelas dengan menentukan tujuan pembelajaran yang mengacu pada capaian pembelajaran. menganalisis karakteristik siswa (pre-test atau kuis singkat), menyusun materi dan sumber belajar, menentukan metode dan model pembelajaran, menyusun langkah pembelajaran, merancang penilaian, menyiapkan media pembelajaran dan modul ajar.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pripsip yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran adalah student center, berdiferensiasi, holistik, relevan dan kontekstual.</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Strategi yang kita gunakan sudah mendorong siswa untuk berpikir kritis, kreatif dan mendalam seperti siswa diberikan pertanyaan terbuka, menghubungkan dengan kehidupan nyata, diberi ruang untuk eksperimen dan dibimbing dalam strategi kolaboratif.</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kita memposisikan diri sebagai pelaku utama dalam proses pembelajaran, bukan hanya sebagai penerima pengetahun.</p><p>5.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tantangan yang kita hadapi adalah karena adanya tekanan waktu, karakteristik dan kebutuhan siswa yang berbeda-beda, mendorong kesadaran diri siswa dan menjaga keseimbangan antara bermakna dan menyenangkan selama proses pembelajaran.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 01:27:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542877775</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542879038</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Berdasarkan kurikulum, kompetensi inti (KI), dan kompetensi dasar (KD) atau capaian pembelajaran (CP).</p><p>Tujuan harus spesifik, terukur, dan relevan dengan kebutuhan murid.</p></li><li><p>Mempertimbangkan kebutuhan, minat, gaya belajar, dan kemampuan awal murid.</p><p>Guru bertindak sebagai fasilitator, bukan hanya pemberi informasi.</p></li><li><p>Masalah atau tugas dihubungkan dengan lingkungan sekitar, isu sosial, atau minat murid, sehingga mereka merasa penting untuk memahami lebih dalam.</p></li><li><p>Murid mencari, menganalisis, dan mempresentasikan informasi, bukan hanya menerima.</p><p>Belajar melalui proyek, eksperimen, diskusi, atau eksplorasi langsung.</p></li><li><p>Guru sering dikejar tuntutan menyelesaikan semua materi sesuai jadwal, sehingga fokus pada kecepatan, bukan kedalaman.</p><p>Akibatnya, pembelajaran jadi terburu-buru dan kurang memberi ruang eksplorasi atau refleksi.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 01:28:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542879038</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542879639</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Biasanya dalam merencanakan pembelajaran di kelas, kita menentukan capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, dan alur pembelajarannya. Menganalisis karakteristik murid. menentukan metode, pendekatan, pendekatan yang akan digunakan. </p></li><li><p>Prinsip yang digunakan dalam merancang pembelajaran adalah prinsip yang berpusat pada murid, kontekstual dan relevan daengan kehidupan sehari-hari agar pembelajaran menyenangkan. </p></li><li><p>Strategi yang digunakan sudah mendorong murid untuk berfikir kritis, kreatif, dan mendalam. startegi pembelajarannya adalah PBL, PJBL, dan pertanyaan-pertanyaan studi kasus. PBL dan PBL disesuaikan dengan masalah dalam kehidupan sehari-hari. </p></li><li><p>Pembelajaran berpusat pada murid, mengetahui bahwa masing-masing murid yang unik dan karakterisnya beragam, sebagai subjek aktif dalam pembelajaran </p></li><li><p>Perbedaan karakteristik murid, kurangnya dukungan atau kolaborasi, sulit mengubah pola pikit tetap, kurangnya pemahaman tentang pengetahuan Bermakna, Berkesadaran, Menggembirakan. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 01:29:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542879639</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542879826</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Merencanakan pembelajaran dengan Menyusun rpp, kegiatan pembelajaran serta media yang akan digunakan </p><p>2. Prinsip yang digunakan kolaborasi, Kerjasama murid </p><p>3. Sudah namun belum efektif </p><p>4. Dalam proses belajar murid diposisikan sebagai pusat pembelajaran, menjadikan murid menjadi pembelajar aktif dan partisipatif </p><p>5. Tantangan yang sering dihadapi Adalah keterbatasan sumber daya dan waktu, perbedaan kebutuhan dan minat murid serta keterampilan guru dalam merancang pembelajaran yang efektif</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 01:29:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542879826</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542880320</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Kita Biasanya menentukan <strong>tujuan pembelajaran</strong>, menyusun <strong>RPP atau modul ajar</strong>, lalu menentukan <strong>materi, metode, media, dan evaluasi</strong>.</p></li><li><p>Berpusat pada Murid (Student-Centered),Berpusat pada Murid (Student-Centered),Berpusat pada Murid (Student-Centered),Kontekstual &amp; Autentik,Kolaboratif &amp; Interaktif, Diferensiasi,Reflektif</p></li><li><p><strong>Pertanyaan terbuka dan menantang</strong></p><ul><li><p>Membuat murid menganalisis, membandingkan, atau mencari alternatif solusi.</p></li><li><p>Contoh: <em>Bagaimana jika sungai di kota kita menjadi kering selama 3 bulan? Apa dampaknya?</em></p></li></ul></li><li><p><strong>Sebagai Penemu Pengetahuan (Knowledge Constructor)</strong></p><ul><li><p>Murid mencari, mengeksplorasi, dan membangun pemahamannya sendiri melalui observasi, penelitian, dan diskusi.</p></li><li><p><strong>Sebagai Pemecah Masalah (Problem Solver)</strong></p><ul><li><p>Murid menghadapi masalah nyata, menganalisis, lalu merancang solusi kreatif.</p></li><li><p><strong>Sebagai Kolaborator</strong></p><ul><li><p>Belajar bersama teman, berbagi ide, saling mengkritisi, dan menyempurnakan hasil kerja.</p></li><li><p><strong>ebagai Pembelajar Mandiri (Self-Directed Learner)</strong></p><ul><li><p>Mengatur waktu, menentukan cara belajar, dan bertanggung jawab atas kemajuan dirinya.</p></li></ul></li><li><p><strong>Sebagai Reflektor</strong></p><ul><li><p>Merenungkan apa yang sudah dipelajari, apa yang sulit, dan bagaimana memperbaikinya di masa depan.</p></li></ul></li></ul></li></ul></li></ul></li><li><p>Dari Sisi Guru </p><p><strong>Keterbatasan waktu persiapan</strong> → Merancang pembelajaran kreatif dan kontekstual memerlukan riset dan adaptasi yang lebih lama.</p><p><strong>Beban administrasi</strong> → Dokumen RPP, laporan, dan penilaian menyita waktu yang seharusnya untuk inovasi.</p><p><strong>Dari Sisi Sistem/Kurikulum</strong></p><ul><li><p><strong>Target materi terlalu padat</strong> → Guru terdorong mengejar semua topik, bukan memperdalam konsep penting.</p></li><li><p><strong>Penilaian masih dominan kognitif</strong> → Fokus pada ujian tertulis membuat guru enggan mengutamakan proses kreatif dan kolaboratif.</p></li><li><p><strong>Keterbatasan sumber daya</strong> → Media pembelajaran, teknologi, atau bahan praktikum kadang tidak memadai.</p></li><li><p><strong>Dari Sisi Murid</strong></p><ul><li><p><strong>Perbedaan kemampuan dan latar belakang</strong> → Kelas yang heterogen membuat guru harus ekstra beradaptasi.</p></li><li><p><strong>Kurangnya motivasi belajar intrinsik</strong> → Murid terbiasa pasif karena pola belajar sebelumnya.</p></li></ul></li></ul></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 01:30:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542880320</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542880465</link>
         <description><![CDATA[<p>sebelum pembelajaran di kelas guru harus merencanakan pembelajaran guru memahami tujuan dari pembelajaran yang akan dilaksanakan, guru menyiapkan rpp untuk pembelajaran, dan menggunakan metode yang diperlukan</p><p>prinsip yang perlu digunakan dalam merancang pembelajaran keaktifan, keterlibatan langsung antara guru dan murid, keselarasan dengan stantar</p><p>strategi yang digunakan untuk pembelajaran mendalam menggunakan metode agar murid berfikir kritis dan memahami pembelajaran</p><p>dalam pembelajaran kita memposisikan sebagai subjek dan objek pendidikan</p><p>tantangan yang dihadapi yaitu waktu yang terbatas, fasilitas yang tidak memadai dalam pembelajaran, keterbatasan ilmu&nbsp;yang&nbsp;diperoleh</p><p><br/></p><p>EKA STYARINI</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 01:30:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542880465</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542880859</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Kita mulai dulu dengan memulai membuta rencana pembelajaran sesuai modul pada KI, KD, dan CP</p></li><li><p>Menganalisis kebutuhan dan karakteristik murid</p></li><li><p>Mengamati , meniru, dan memodifikasi</p></li><li><p>Kami memposisikan murid sebagai subjek aktif, pencetus ide,dan guru sebagai fasilitator</p></li><li><p>Tantangan salah satunya perbedaan karakter dan kemampuan siswa</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 01:30:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542880859</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542881284</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>a. Menentukan tujuan pembelajaran   berdasarkan capaian pembelajaran </p><p>b. Memilih materi yang relevan dan sesuai tingkat perkembangan murid </p><p>c. Menentukan metode dan media pembelajaran sesuai dengan asesmen diagnosis awal siswa sehingga pembelajaran dapat berjalan lancar</p><p>d. Menyusun langkah-langkah kegiatan belajar, termasuk pembukaan, inti, dan penutup.</p><p>e. Menentukan instrumen asesmen untuk mengukur ketercapaian tujuan.</p></li><li><p>Prinsip yang digunakan</p><p>a. Perpusat pada murid </p><p>b. Konstekstual </p><p>c. aktif dan partsipatif </p><p>d. Deferensiasi</p><p>e. Kolaboratif</p></li><li><p>Strategi yang digunkan:</p><p>a. Pemeberian pertanyaan pematik untuk mendorong siswa berfikir kritis dab berlogika</p><p>b. Menggunakan model pembelajaran yang memberi ruang untukmurid untuk menganalisis, mengevaluasi/ merefleksi, dan mencipta seperti PBL, inkuiri, PJBL</p></li><li><p>Dalam memposisikan murid</p><p>a. Pembelajaran berpusat pada murid, guru hanya sebagai fasilitator</p><p>b. Murid diberi kesempatan untuk menentukan cara belajar, mengeksplorasi minatnya, dan mengonstruksi pengetahuan sendiri melalui pengalaman</p></li><li><p>Tantangan </p><p>a. Keterbatasan waktu untuk merancang kegiatan kreatif yang mendalam.</p><p>b. Perbedaan kemampuan murid yang cukup lebar, sehingga sulit memenuhi semua kebutuhan belajar.</p><p>c. Keterbatasan sarana dan media pembelajaran.</p><p>d. Budaya belajar murid yang masih terbiasa dengan hafalan dibanding eksplorasi.</p><p>e. Tekanan administrasi yang memakan waktu guru</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 01:31:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542881284</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542882235</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Novika Trias Kusumaningrum</strong></p><ol><li><p><strong>Bagaimana kita biasanya merencanakan pembelajaran di kelas?</strong></p><p>Pertama kita tentukan TP kemudian melakukan analisis karakteristik murid kita ( pengetahuan awal, gaya belajar murid,minat dan kebutuhan khusus yang mungkin dimiliki beberapa siswa) kemudian menentukan strategi dan model pembelajaran, lalu merancang materi dan sumber belajar yang akan digunakan</p></li><li><p><strong>Prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran?</strong></p><p>Prinsip yang saya gunakan adalah pembelajaran yang berpusat pada murid dan kontekstual</p></li><li><p><strong>Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam?</strong></p><p>Tentu saja, strategi yang kita gunakan harus mampu mendorong murid berfikir kritis, kreatif dan mendalam agar pembelajaran yang mereka dapatkan menjadi lebih bermakna dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari</p></li><li><p><strong>Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar?</strong></p><p>kita memposisikan murid sebagai subjek dan guru sebagai fasilitator</p></li><li><p><strong>Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?</strong></p><p>keterbatasan waktu dan karakteristik murid yang beragam</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 01:32:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542882235</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542882929</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>1. biasanya saya merencanakan pembelajaran dengan :</strong></p><ul><li><p><strong>Analisis Capaian Pembelajaran (CP)</strong> dan <strong>Tujuan Pembelajaran (TP)</strong></p></li><li><p>Menyusun <strong>alur tujuan pembelajaran</strong></p></li><li><p>Merancang kegiatan yang sesuai dengan <strong>fase perkembangan murid</strong></p></li><li><p>Menyusun <strong>modul ajar</strong> atau RPP yang fleksibel, namun tetap terstruktur</p><p><br/></p><p><strong>2. Prinsip yang saya gunakan dalam merancang pembelajaran:</strong></p><ul><li><p><strong>Berpusat pada murid</strong>: </p></li><li><p><strong>Pembelajaran kontekstual</strong>: <strong>Diferensiasi</strong></p></li><li><p><strong>Kemandirian belajar</strong></p></li><li><p><strong>Berorientasi pada kompetensi</strong></p><p><br/></p><p><strong>3. strategi yang saya gunakan untuk mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam</strong></p><ul><li><p>Murid <strong>diberi ruang bertanya, berpendapat, dan berdebat</strong></p></li><li><p>Kegiatan menantang murid untuk <strong>memecahkan masalah nyata</strong></p></li><li><p>Tugas-tugas mendorong <strong>penciptaan ide baru atau produk</strong></p></li><li><p>Refleksi </p></li></ul><p><strong>4. memposisikan murid dalam proses belajar</strong></p><ul><li><p><strong>Subjek aktif</strong>, bukan hanya penerima informasi</p></li><li><p><strong>Penjelajah dan pembelajar mandiri</strong></p></li><li><p><strong>Kolaborator</strong> dalam proses belajar bersama teman dan guru</p></li><li><p><strong>Reflektor</strong> yang mampu menilai perkembangan diri</p><ol start="5"><li><p><strong>Tantangan  yang sering saya hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.</strong></p></li></ol><p>Beberapa tantangan umum:</p><ul><li><p><strong>Keterbatasan waktu dan beban administrasi</strong></p></li><li><p><strong>Variasi kemampuan murid yang sangat lebar</strong></p></li><li><p><strong>Akses terhadap sumber belajar yang terbatas</strong></p><p><br/></p></li></ul></li></ul></li></ul></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 01:32:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542882929</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542890391</link>
         <description><![CDATA[<p>Setyo Rini</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Bagaimana kita biasanya merencanakan pembelajaran di kelas?<br>Jawab: </p><p>Dimulai dengan identifikasi tujuan pembelajaran berdasarkan kurikulum atau capaian pembelajaran. Lalu dilanjutkan dengan menyusun alur kegiatan belajar (pendahuluan, inti, penutup) dan menyiapkan materi, media, serta asesmen.<strong> </strong>2<strong>.</strong> Prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran?<br>Jawab: &nbsp;</p><p>Prinsip umum yang sering digunakan antara lain:</p><p>·&nbsp; Relevansi – materi dikaitkan dengan     kehidupan nyata murid.</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;Keterpaduan – kegiatan belajar saling terhubung dan membangun kompetensi secara bertahap.</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;Aktivitas – murid dilibatkan secara aktif, bukan hanya pasif mendengar.</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;Individualisasi – memperhatikan perbedaan kemampuan, minat, dan gaya belajar.</p><p>·&nbsp;&nbsp;&nbsp;Asesmen berkelanjutan – memantau perkembangan murid secara terus-menerus.</p><p>3. Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam?<br>Jawab: </p><p>Tergantung implementasi. Misal diskusi kelompok, proyek, studi kasus, dan problem-based learning. <br>&nbsp;&nbsp;Pendorong utama agar berpikir kritis &amp; kreatif berjalan adalah pertanyaan pemantik yang menantang, waktu refleksi yang cukup, dan ruang aman untuk mencoba dan salah.</p><p>4. Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar?<br>&nbsp;Jawab: Idealnya, murid menjadi <strong>subjek</strong> pembelajaran: aktif mencari, mengolah, dan membangun pengetahuan, sementara guru menjadi <strong>fasilitator dan pengarah</strong>.<br>5. Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?</p><p>Jawab:</p><ul><li><p>Keterbatasan waktu: tuntutan materi sering membuat guru fokus mengejar target, bukan mendalami.</p></li><li><p>Keragaman murid: perbedaan kemampuan, minat, dan latar belakang sulit diakomodasi jika tidak ada strategi diferensiasi.</p></li><li><p>Budaya belajar: murid yang terbiasa pasif memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan metode aktif dan reflektif.</p></li><li><p>Sumber daya: keterbatasan media, alat, atau dukungan teknologi.</p></li><li><p>Beban administrasi: membuat guru kesulitan fokus pada inovasi pembelajaran.</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 01:41:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542890391</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542892234</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>saya merencanakan pembelajaran biasanya :</p><ol><li><p><strong>Analisis Capaian Pembelajaran (CP) dan Tujuan Pembelajaran:</strong></p><ul><li><p>Identifikasi CP yang ingin dicapai pada suatu mata pelajaran dan rumuskan tujuan pembelajaran yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan memiliki batasan waktu (SMART).&nbsp;</p></li><li><p>Tentukan kompetensi atau keterampilan yang diharapkan siswa kuasai setelah mengikuti pembelajaran.&nbsp;</p></li></ul><p><strong>Menyusun Modul Ajar/RPP:</strong></p><ul><li><p>Buat modul ajar atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mencakup identitas (sekolah, mata pelajaran, kelas, waktu), tujuan pembelajaran, materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan asesmen.&nbsp;</p></li><li><p>Rencanakan kegiatan pembelajaran yang menarik dan bervariasi, seperti diskusi, presentasi, studi kasus, atau simulasi.&nbsp;</p></li><li><p>Pilih media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan gaya belajar siswa.&nbsp;</p></li><li><p>Rencanakan kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup yang terstruktur dan jelas.&nbsp;</p></li></ul><p><strong>Merencanakan Asesmen:</strong></p><ul><li><p>Rencanakan jenis asesmen yang akan digunakan, seperti asesmen formatif (asesmen selama proses pembelajaran) dan sumatif (asesmen akhir pembelajaran).&nbsp;</p></li><li><p>Pilih atau kembangkan instrumen asesmen yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik siswa.&nbsp;</p></li><li><p>Gunakan hasil asesmen untuk memberikan umpan balik kepada siswa dan perbaikan pembelajaran.&nbsp;</p></li></ul><p><strong>Menyiapkan Bahan Ajar dan Sumber Belajar:</strong></p><ul><li><p>Siapkan materi pembelajaran yang relevan dan menarik, seperti buku teks, artikel, video, atau sumber belajar online.&nbsp;</p></li><li><p>Pertimbangkan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi, seperti gambar, video, atau alat peraga.&nbsp;</p></li><li><p>Pastikan ketersediaan bahan ajar dan sumber belajar yang dibutuhkan.&nbsp;</p></li></ul><p><strong>Memperhatikan Lingkungan Belajar:</strong></p><ul><li><p>Ciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan, baik secara fisik maupun psikologis.&nbsp;</p></li><li><p>Pastikan ketersediaan fasilitas dan sarana prasarana yang memadai untuk mendukung kegiatan pembelajaran.&nbsp;</p></li><li><p>Pertimbangkan kebutuhan siswa berkebutuhan khusus dalam perencanaan pembelajaran.&nbsp;</p></li></ul><p><strong>Evaluasi dan Refleksi:</strong></p><ul><li><p>Lakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran untuk melihat efektivitasnya.&nbsp;</p></li><li><p>Refleksi terhadap hasil pembelajaran dan temuan selama proses pembelajaran untuk perbaikan di masa depan.&nbsp;</p><ol start="2"><li><p>Prinsip Berpusat pada Siswa (<em>Student-Centered</em>), Prinsip Konstruktivisme (<em>Constructivism</em>), Prinsip Relevansi dan Kontekstual (<em>Relevance &amp; Context</em>), Prinsip Keterlibatan Aktif (<em>Active Engagement</em>), Prinsip Umpan Balik yang Konstruktif (<em>Constructive Feedback</em>), Prinsip Perancah/Bantuan Bertahap (<em>Scaffolding</em>), Prinsip Diferensiasi (<em>Differentiation</em>).</p></li><li><p>sudah tetapi belum menyeluruh dan konsisten.</p></li><li><p>tantangan yang kita hadapi dalam merancang pembelajaran, bermaknaa, dan menggembirakan : Beban Kurikulum yang Padat, Tuntutan Administratif yang Tinggi, Fokus pada Penilaian Sumatif (Ujian), Tantangan dari Kondisi Siswa, Tantangan Keterbatasan Sumber Daya dan Fasilitas, Kurangnya Waktu dan Energi dari guru itu sendiri.</p><p><br/></p></li></ol></li></ul></li></ol></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 01:43:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542892234</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542902130</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Bagaimana kita biasanya merencanakan pembelajaran di kelas?</p><p><br/></p><p>Secara umum, perencanaan pembelajaran di kelas seringkali dimulai dengan guru yang menyusun <strong>Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)</strong>. Guru menentukan tujuan pembelajaran, materi, metode, media, dan alat penilaian. Fokus utamanya adalah memastikan semua topik kurikulum tersampaikan dalam jangka waktu yang telah ditentukan.</p><p><br/></p><p>2. Prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran?</p><p><br/></p><p>Beberapa prinsip umum yang digunakan dalam merancang pembelajaran di antaranya:</p><ul><li><p><strong>Relevansi:</strong> Materi dan kegiatan belajar harus relevan dengan kehidupan nyata murid.</p></li><li><p><strong>Keterlibatan:</strong> Pembelajaran harus aktif dan melibatkan partisipasi murid.</p></li><li><p><strong>Konsistensi:</strong> Ada kesinambungan antara tujuan, kegiatan, dan penilaian.</p></li><li><p><strong>Fleksibilitas:</strong> Rencana pembelajaran harus bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi murid di kelas.</p></li></ul><p><br/></p><p>3. Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam?</p><p><br/></p><p>Strategi yang digunakan sangat beragam, mulai dari metode ceramah, diskusi, hingga studi kasus. Namun, tantangannya adalah memastikan strategi tersebut secara konsisten mendorong murid untuk <strong>berpikir kritis</strong> dan <strong>kreatif</strong>. Jika pembelajaran masih didominasi oleh metode ceramah, murid akan cenderung menjadi pasif dan hanya menerima informasi. Sebaliknya, strategi seperti <strong>pembelajaran berbasis proyek</strong> atau <strong>diskusi mendalam</strong> dapat melatih murid untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan ide baru.</p><p><br/></p><p>4. Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar?</p><p><br/></p><p>Posisi murid dalam pembelajaran sangat bervariasi. Dalam model tradisional, murid seringkali diposisikan sebagai <strong>penerima informasi pasif</strong>. Namun, dalam pendekatan yang lebih modern, murid ditempatkan sebagai <strong>subjek aktif</strong> dan <strong>pusat dari pembelajaran</strong>. Murid diberi kesempatan untuk menjelajahi, bereksperimen, dan membangun pemahaman mereka sendiri, sementara guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing proses tersebut.</p><p><br/></p><p>5. Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?</p><p><br/></p><p>Merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan bukanlah hal yang mudah. Beberapa tantangan yang sering muncul adalah:</p><ul><li><p><strong>Keterbatasan waktu:</strong> Kurikulum yang padat seringkali membuat guru terburu-buru dan tidak memiliki waktu cukup untuk merancang kegiatan yang lebih mendalam.</p></li><li><p><strong>Keterbatasan sumber daya:</strong> Tidak semua sekolah memiliki fasilitas, teknologi, atau alat bantu yang memadai untuk mendukung pembelajaran yang inovatif.</p></li><li><p><strong>Kurangnya pelatihan:</strong> Guru mungkin belum familiar dengan berbagai metode pembelajaran aktif dan inovatif.</p></li><li><p><strong>Penilaian yang berorientasi pada ujian:</strong> Sistem penilaian yang hanya berfokus pada hasil ujian membuat guru cenderung mengutamakan hafalan, bukan pemahaman mendalam.</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 01:54:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542902130</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542905692</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Bagaimana kita biasanya merencanakan pembelajaran di kelas?</p><p>Berhubung saya itu Pendidik mapel kejuruan TBSM, saya biasanya merencanakan pembelajaran dengan beberapa metode, yaitu metode ceramah dan metode praktik. Selain itu, saya juga harus sudah memiliki atau membuat capaian pembelajaran dan tujuan pembelajaran untuk saya dapat mengetahui capain-capaian pembelajaran siswa. selanjutnya, saya juga harus membuat modul ajar untuk maps saya dalam pembelajaran siswa.</p></li><li><p>Prinsip apa yang kita gunakan dalam merancang pembelajaran?</p><p>prinsip pembelajaran yang saya gunakan untuk mengajar adalah dengan merancang tujuan pembelajaran yang jelas, pembelajaran yang aktif, pembelajaran yang berpusat pada siswa, pembelajaran yang berkelanjutan, pembelajaran yang berdiferensiasi dan pembelajaran yang mendorong keterampilan. </p></li><li><p>Apakah strategi yang kita gunakan sudah mendorong murid untuk berpikir kritis, kreatif, dan mendalam?</p><p>Dalam pembelajaran kejuruan TBSM, tentunya siswa haru dapat berpikir kritis, kreatif dan mendalam. Hal ini yang harus di tanamkan pada pembelajaran kejuruan TBSM agar siswa dapat mengetahui segala pengetahuan komponen pada sepeda motor.</p></li><li><p>Bagaimana kita memposisikan murid dalam proses belajar?</p><p>Pembelajarannya berpusat pada siswa, agar siswa dapat aktif dan paham akan pembelajarannya. karakter siswa berbeda-beda, jadi kita harus selalu selektif dalam bersikap kepada siswa agar siswa itu mengerti dan kreatif dalam pembelajaran.</p></li><li><p>Tantangan apa yang sering kita hadapi dalam merancang pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?</p><p>Tantangannya adalah minimnya alat dan bahan untuk praktik yang dapat memfasilitasi siswa dalam pembelajaran.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-08-14 01:57:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amalpurnomo17/tl63wytmtu3yhai0/wish/3542905692</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
