<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Cerpen&quot;Mimpi sang dara&quot; by Dwi elsa Pratiwi</title>
      <link>https://padlet.com/dwielsap/Bookmarks</link>
      <description>Kelompok 5

1. Dwi Elsa Pratiwi
2. Rismayanti
3. Delia Fitri
4. Zidan, 
Kelas XI IPS 2</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-02-19 03:50:03 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-02-19 05:26:44 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author>dwielsap</author>
         <link>https://padlet.com/dwielsap/Bookmarks/wish/2056217846</link>
         <description><![CDATA[<div>Judul cerpen : "Mimpi sang dara"<br>Tema : Motivasi<br>Latar Tempat : Di rumah<br>Latar waktu : Pagi menjelang siang<br>Latar suasana : Sedih dan Bahagia<br>Alur : Maju&nbsp;<br>Sudut pandang : Cerpen ini menggunakan sudut pandang ke- 3, karena penulis bisa bercerita tentang semua pemikiran tokoh yang menjalankan cerita.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1589486261/f75f7b6147b5c9164dd1341eed1f528e/IMG_20220218_091908.jpg" />
         <pubDate>2022-02-19 04:15:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dwielsap/Bookmarks/wish/2056217846</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>dwielsap</author>
         <link>https://padlet.com/dwielsap/Bookmarks/wish/2056229457</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>&nbsp;Abstrak : <br></strong>&nbsp;Seorang gadis bernama Dara yang terlahir tidak sempurna, hidup di keluarga yang berkecukupan tetapi orang tuanya tidak menerima kondisi anaknya. Suatu hari disaat Dara sedang terpuruk dengan keadaannya, datanglah seorang gadis seusianya dengan kondisi yang sama untuk memberikan motivasi yang berbuat Dara untuk tetap bersyukur dengan apapun keadaannya.<br><br><strong>Orientasi :<br></strong>&nbsp;Pagi menjelang siang seorang gadis yang biasa dipanggil dengan nama Dara mulai menjerang air untuk membuat segelas teh panas. Dara, ialah gadis yang hidup dengan sejuta mimpi di dalam sebuah rumah berdinding tinggi.<br>Dara merupakan gadis yang tumbuh di dalam keluarga berkecukupan, bahkan bisa dibilang sangat kaya. Namun sayangnya dara tidak bisa menopang tubuhnya sendiri tanpa menggunakan bantuan kursi roda, sehingga merasa di acuhkan bahkan saat berada di istana mewah tersebut.<br><br><strong>Komplikasi :<br></strong>Disaat kedua orangtua Dara selalu mengacuhkannya karena merasa tidak ada yang disa di harapkan dari gadis dengan kursi roda tersebut. Sementara kakanya mungkin saja malu mempunyai adik seperti Dara.<strong><br></strong><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1589486261/48aa00caab430fcc13a5a17fa633d3c3/IMG_20220219_112245_642.webp" />
         <pubDate>2022-02-19 04:40:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dwielsap/Bookmarks/wish/2056229457</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>dwielsap</author>
         <link>https://padlet.com/dwielsap/Bookmarks/wish/2056236117</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Evaluasi :<br></strong>&nbsp;Tiba-tiba Hana berkata "Dara, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun di dunia ini yang terlahir sia-sia. Mungkin kita tidak bisa berdiri tegak layaknya manusia lain. Tapi, kita masih punya hak untuk merasakan bahagia. Cobalah untuk menerima dirimu sendiri, Dara". Lalu, akhirnya gadis berpamitan pada dara. <br><br><strong>Resolusi</strong> <strong>:</strong><br>Semenjak pertemuannya dengan Hana, Dara mulai merenungi kata-kata yang diucapkan oleh gadis tersebut. Dara berfikir bagaimana ia bisa seutuhnya menerima kondisi dirinya ketika orang di dekatnya tidak mendukungnya sama sekali. Dara mencoba mencerna perkataan dari Hana secara perlahan, meskipun sering kali ia menangis ketika teringat kenyataan bahwa ia hanyalah seorang gadis yang di acuhkan.<br><br><strong>Koda/Amanat :<br></strong>Kita harus bersyukur dan ingatlah bahwa tidak ada seorangpun di dunia ini yang terlahir sia-sia. Dan tentunya kita semua mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-19 04:56:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dwielsap/Bookmarks/wish/2056236117</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>dwielsap</author>
         <link>https://padlet.com/dwielsap/Bookmarks/wish/2056238513</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Cerpen ini menggunakan sudut pandang ke berapa? (Hani kelompok 8)<br>Jawab :<br>Sudut pandang ke-3, karena penulis bisa bercerita tentang semua pemikiran tokoh yang menjalankan cerita.<br><br>2. Kronologi kenapa dara bisa cacat? (Yuki kelompok 6)<br>Jawab :<br>Sejak lahir Dara kurang sempurna&nbsp;<br><br>3. Apa amanat yang didapat dari cerpen tersebut? (Aisyah kelompok 7)<br>Jawab :&nbsp;<br>Kita harus bersyukur dan ingatlah bahwa tidak ada seorangpun di dunia ini yang terlahir sia-sia. Dan tentunya kita semua mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing<br><br>4. Unsur kebahasaan apa dari cerpen tersebut? (Fitri Ameliana kelompok 2)<br>Jawab :<br>- Bahasa yang digunakan tidak terlalu baku atau formal<br>- Memuat Kata keterangan yang menjelaskan latar waktu, tempat, dan suasana.<br><br>5. Pameran apa yang ada di cerpen tersebut? (Andika kelompok 4)<br>Jawab :<br>Pameran lukisan.<br><br>6. Sebutkan karakter dari setiap tokoh di cerpen itu (Rayi kelompok 3)<br>Jawab :<br>Tokoh utama, Dara berkarakter protagonis<br>Tokoh pendamping<br>Hana (protagonis)<br>Orangtua Dara (Antagonis)<br>Kakak Dara (Antagonis)<br>Seorang seniman (Tritagonis)<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1589486261/b1b2487c1ca2d2ff697a2eb430156c12/IMG_20220219_115915.jpg" />
         <pubDate>2022-02-19 05:02:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/dwielsap/Bookmarks/wish/2056238513</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
