<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>TA&#39;LIM MUTAALIM KELAS X by bpi3 smait</title>
      <link>https://padlet.com/bpi3smaitau/symas2n43h0rkc36</link>
      <description>Merangkum buku Karya A. Zarnuji</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-03-10 01:04:33 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-03-24 14:32:47 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>XPA1_08_Fawwaz naufal abrar XPA1_22_muhammad nurlif habibi-fasal 8</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bpi3smaitau/symas2n43h0rkc36/wish/2087349340</link>
         <description><![CDATA[<div>Waktu Belajar Ilmu<br><br>Masa yang paling cemerlang untuk belajar adalah permulaan masa-masa jadi pemuda, waktu sahur berpuasa dan waktu di antara magrib dan isya.’ Tetapi sebaiknya menggunakan seluruh waktu yang ada untuk belajar, dan bila telah merasa bosan terhadap ilmu yang sedang dihadapi supaya berganti kepada ilmu lain. Apabila Ibnu Abbas telah bosan mempelajari Ilmu Kalam, maka katanya: “Ambillah itu dia kitab para pujangga penyair?”<br><br>Hasan bin Ziyad waktu sudah berumur 80 tahun baru mulai belajar fiqh, 40 tahun berjalan tidak pernah tidur di ranjangnya, lalu 40 tahun berikutnya menjadi mufti. Masa yang paling cemerlang untuk belajar adalah permulaan masa-masa jadi pemuda, waktu sahur berpuasa dan waktu di antara magrib dan isya. ’ Tetapi sebaiknya menggunakan seluruh waktu yang ada untuk belajar, dan bila telah merasa bosan terhadap ilmu yang sedang dihadapi supaya berganti kepada ilmu lain.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-10 02:22:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bpi3smaitau/symas2n43h0rkc36/wish/2087349340</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bpi3smaitau/symas2n43h0rkc36/wish/2087349474</link>
         <description><![CDATA[<div>Pasal 11 XPA1_12.M.Zulfan zafaroni,25. Nizar hanif</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1621491664/e4e9e9e2b2e5505279589323006d0f59/Fasal_11.docx" />
         <pubDate>2022-03-10 02:23:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bpi3smaitau/symas2n43h0rkc36/wish/2087349474</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bpi3smaitau/symas2n43h0rkc36/wish/2087350017</link>
         <description><![CDATA[<div>XPA1_04_AZIZ GHIFARI&nbsp;<br>XPA1_18_M.DHITO A</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1314787865/7d8fd8b966eb549cef664db65adcd2e8/RANGKUMAN_FASAL_4.docx" />
         <pubDate>2022-03-10 02:23:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bpi3smaitau/symas2n43h0rkc36/wish/2087350017</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Marcellino Bima Adhyaksa (14) dan Wisanggeni Ahza Swastika (27) X IPA 1 - Pasal 13</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bpi3smaitau/symas2n43h0rkc36/wish/2087352273</link>
         <description><![CDATA[<div>Hal-hal yang dapat mendatangkan rezeki dan menjauhkan rezeki.&nbsp;<br>1.	Doa : Karena hanya doa yang dapat merubah takdir seseorang.<br>2.	Mengurangi Maksiat : Karena rezeki seseorang dapat terputus oleh maksiat.<br>3.	Menghindari berdusta : Karena akan mendatangkan kefakiran.&nbsp;<br>4.	Tidak tidur di pagi hari dan tidak banyak tidur : Karena akan mendatangkan kemelaratan harta.&nbsp;<br>5.	Melakukan sholat dengan takzim, khusyuk, dan sempurna. &nbsp;<br><br><br>Hal-hal yang memperpanjang usia.&nbsp;<br>1.	Berbuat bakti kepada orang tua.&nbsp;<br>2.	Menyingkirkan perbuatan yang menyakiti orang lain.<br>3.	Menghormati orang tua dan bersilahturahmi.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-10 02:24:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bpi3smaitau/symas2n43h0rkc36/wish/2087352273</guid>
      </item>
      <item>
         <title>XPA1_09_Hafizh Marzuqi Dwi Putra , XPA1_23_M Rafif Aydin S</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bpi3smaitau/symas2n43h0rkc36/wish/2087352504</link>
         <description><![CDATA[<div>KELOMPOK 9<br>Fasal 9 <em>Kasih Sayang dan Nasehat</em><br><br>-<strong>Kasih sayang </strong><br>Orang alim hendaknya memiliki rasa kasih sayang, mau memberi nasehat serta jangan berbuat dengki. Banyak ulama yang berkata : "Putra sang guru dapat menjadi alim, karena sang guru itu selalu berkehendak agar muridnya kelak menjadi ulama ahli Al-Quran. Shadrul Ajall Burhanul Aimmah membagi waktu untuk mengajar kedua orang putra beliau, yaitu Hasamuddin dan Tajuddin pada waktu agak siang begini, minat kami telah berkurang lagi pula merasa bosan" Sang ayahpun menyahut "sesungguhnya orang-orang perantauan dan putra-putra pembesar itu pada berdatangan kemari dari berbagai penjuru bumi.<br><br>-<strong>Nasehat</strong><br>Orang alim hendaknya tidak usah turut melibatkan diri dalam arena pertikaian dan peperangan pendapat dengan orang lain, karena hal itu hanya membuat waktu menjadi habis sia-sia. Ada dikatakan: “Pengamal kebajikan akan dibalas karena kebajikannya, sedang pelaku kejelekan itu telah cukup akan memberatkan siksa dirinya.”&nbsp;<br><br>Hendaknya seorang alim memenuhi dirinya dengan kebagusan, karena dengan Kebagusan tersebut terhindarlah diri dari permusuhan. Jangan sampai ada pemusuhan, sebab selain hanya membuang-buang waktu juga membuka cela-cela keaiban seseorang tersebut. Sabar dan menahan diri merupakan hal yang paling penting dalam menghadapi permusuhan, terutama sekali dalam menghadapi orang yang belum tahu.<br><br>Waspadalah, sebaiknya sesama mu'min tidak berburuk sangka (suudzon) karena hal itu merupakan sumber permusuhan. Buruk sangka akan bisa terjadi karena adanya niatan yang tidak baik, atau hatinya jahat.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-10 02:24:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bpi3smaitau/symas2n43h0rkc36/wish/2087352504</guid>
      </item>
      <item>
         <title>XPA1_01_Abyan Nawwaf, XPA1_15_M. Hasbi A. S.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bpi3smaitau/symas2n43h0rkc36/wish/2087353348</link>
         <description><![CDATA[<div>PASAL 1<br><br>A. Kewajiban belajar<br><br>Rasulullah saw bersabda : “Menuntut ilmu wajib bagi muslim laki-laki dan muslim perempuan”.<br><br>kewajiban menuntut ilmu bagi muslim laki-laki dan perempuan ini tidak untuk sembarang ilmu, tapi terbatas pada ilmu agama, dan ilmu yang menerangkan cara bertingkah laku<br><br>Setiap orang islam wajib mempelajari rukun maupun amalan ibadah yang akan dikerjakannya untuk memenuhi kewajiban tersebut.<br>Ilmu agama adalah sebagian wasilah untuk mengerjakan kewajiban agama.<br>mempelajari ilmu agama hukumnya wajib.&nbsp;<br><br>Setiap orang yang berkecimpung di dunia perdagangan, wajib mengetahui cara berdagang dalam islam supaya dapat menjaga diri dari hal-hal yang diharamkan.&nbsp;<br>Setiap orang juga harus mengetahui ilmu-ilmu yang berkaitan dengan batin atau hati, misalnya tawakal, tobat, takut kepada Allah, dan ridha. Sebab, semua itu terjadi pada segala keadaan.<br><br>B. Keutamaan ilmu<br><br>ilmu itu khusus dimiliki umat manusia.<br>selain ilmu, itu bisa dimiliki manusia dan bisa dimiliki binatang.&nbsp;<br>Dengan ilmu pengetahuan Allah Ta’ala mengangkat derajat Nabi Adam as. Di atas para malaikat.&nbsp;<br><br>Ilmu itu sangat penting karena itu sebagai perantara (sarana) untuk bertaqwa.&nbsp;<br><br>ilmu agama adalah ilmu yang paling unggul. Dialah ilmu yang menunjukkan kepada jalan yang lurus, yakni jalan petunjuk.&nbsp;<br>orang yang ahli ilmu agama dan bersifat wara’ lebih berat bagi setan daripada menggoda seribu ahli ibadah tapi bodoh<br><br>C. Belajar ilmu akhlaq<br><br>setiap muslim harus mempelajari tentang hal yang baik dan buruk, seperti sombong, murah hati, rendah diri, dsb. muslim wajib mempelajari ini karena sifat-sifat itu tidak akan luput dari keseharian kita. Asy-Syahid Nasyiruddin sudah menyusun kitab yang membahas tentang akhlaq.<br><br>D. Ilmu yang fardhu kifayah dan yang haram dipelajari<br><br>mempelajari ilmu agama yang dikerjakan dalam waktu tertentu itu hukumnya fardhu kifayah. Tetapi ilmu agama yang dikerjakan setiap hari itu hukumnya fardhu ain yang di ibaratkan seperti makanan sehari -hari. Lalu jika kita ingin mempelajari ilmu nujum itu hukumnya haram karena karena ilmu itu hanya sia-sia. setiap muslim harus mengisi waktu luangnya dengan berdzikir dan berdoa kepada Allah.<br><br>E. Definisi ilmu<br><br>ilmu bisa berarti sifat yang dimiliki seseorang. fiqih adlah pengetahuan tentang kelembutan-kelembutan ilmu. Fiqih adalah pengetahuan tentang hal-hal yang berguna, yang berbahaya bagi diri seseorang ujar Abu Hanifah.&nbsp; Dengan demikian kita harus mengetahui mana yang bermanfaat dan menjauhi yang berbahaya, supaya kita mendapatkan pahala dan tidak menambah siksa saat di akhirat kelak.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-10 02:25:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bpi3smaitau/symas2n43h0rkc36/wish/2087353348</guid>
      </item>
      <item>
         <title>XPA 1 Mahardhika Hasian Putra (13) dan Pascal Baihaqi Syarif (26). Pasal 12</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bpi3smaitau/symas2n43h0rkc36/wish/2087354640</link>
         <description><![CDATA[<div>HAL-HAL YANG DAPAT MEMPERKUAT HAFALAN DAN MELEMAHKANNYA<br><br>Yang paling kuat menyebabkan mudah hafal adalah kesungguhan, kontinuitas, mengurangi makan dan shalat di malam hari. Membaca Al-Qur’an termasuk penyebab hafalan seseorang, ada dikatakan : “Tiada sesuatu yang lebih bisa menguatkan hafalan seseorang, kecuali membaca Al-Qur’an dengan menyimak.&nbsp;<br><br>Santri kalau mengangkat kitab hendaknya membaca doa setiap sehabis salat fardhu, santri harus banyak membaca salawat atas Nabi Muhammad karena beliau adalah sebagai pembawa rahmat kepada alam semesta<br><br>Makan kundar (kemenyan) dicampur madu, dan makan dua puluh satu anggur merah setiap pagi juga dapat menguatkan hafalan, dan dapat menyembuhkan penyakit, apa saja yang menghilangkan dahak menguatkan hafalan dan apa saja yang menambah dahak menyebabkan lemahnya hafalan.&nbsp;<br><br>Adapun yang merusak hafalan adalah banyak berbuat maksiat, banyak dosa, banyak susah, prihatin memikirkan urusan harta, dan terlalu banyak kerja<br><br>Orang yang cemas dengan urusan dunia berhati gelap dan bisa menghalangi untuk berbuat baik. Orang yang selalu memikirkan urusan akhirat hatinya bercahaya dan terdorong untuk beramal baik. Shalat khusyu' dan mencari ilmu menghilangkan penderitaan dan kesusahan.<br><br>Hal hal yang menyebabkan cepat lupa ialah makan ketumbar basah, makan apel kecut, melihat orang yang dipancung, membaca tulisan di kuburan, melewati barisan unta, membuang ketombe hidup di tanah, dan cantuk di bagian liang tengkuk, maka santri hendak meninggalkan semua itu.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-10 02:26:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bpi3smaitau/symas2n43h0rkc36/wish/2087354640</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fasal 3 : XPA1_03_Ayyash Al Qaradhawi , XPA1_17_M Dhia Thoriq Zweite M</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bpi3smaitau/symas2n43h0rkc36/wish/2087354977</link>
         <description><![CDATA[<div>Bagi pelajar, dalam masalah ilmu hendaklah memilih mana yang terbagus dan dibutuhkan dalam kehidupan agmanya pada waktu itu, lalu yang untuk waktu yang akan datang. Hendaknya lebih dahulu mempelajari ilmu tauhid, mengenali Allah lengkap dengan dalilnya. Karena orang yang imannya hanya taklid sekalipun menurut pendapat kita sudah syah, adalah tetap berdosa karena ia tidak mau beristidlal dalam masalah ini. Hendaknya pula memiluh ilmi-ilmu yang kuna, bukan yang baru lahir.<br><br>Dan itulah termasuk tanda-tanda kiamat akan tiba serta lenyapnya fiqih dan pengetahuan-pengetahuan lain, demikianlah menurut hadits. Dalam memilih guru, hendaklah mengambil yang lebih alim, waro’ dan juga lebih tua usianya. Sebagaimana Abu Hanifah setelah lebih dahulu memikir dan mempertimbangkan lebih lanjut, maka menentukan pilihannya kepada tuan Hammad Bin Abu Sulaiman. Demikianlah, maka seharusnya pelajar suka bermusyawarah dalam segala hal yang dihadapi.<br><br>demikian, karena Allah Swt memerintahkan Rasulullah Saw. Agar memusyawarahkan segala halnya. Toh tiada orang lain yang lebih pintar dari beliau, dan masih diperintahkan musyawarah, hingga urusan-urusan rumah tangga beliau sendiri. Menuntut ilmu adalah perkara paling mulya, tetapi juga paling sulit.<br><br>Karena itulah, musyawarah disi lebih penting dan diharuskan pelaksanaannya. « Tenanglah lebih dulu selama dua bulan, guna mempertimbangkan dan memilih guru. Karena bisa juga engkau pergi kepada orang alim dan mulai belajar kepadanya, tiba-tiba pelajarannya tidak menarik dan tidak cocok untukmu, akhirnya belajarmupun tidak dapat berkah. Karena itu, pertimbangkanlah dahulu selama dua bulan untuk memilih gurumu itu, dan bermusyawarahlah agar tepat, serta tidak lagi ingin berpindah ataupun berpaling dari guru tersebut.<br><br>Dengan begitu, engkau mendapat kemantapan belajar di situ, mendapat berkah dan banyak kemampaatan ilmu yang kamu peroleh». Sabar dan tabah itu pangkal keutamaan dalam segala hal, tetapi jarang yang bisa melakukan.<br><br>Tapi jarang, hati tabah di emban orang<br><br>Kalau hal ini di langgar, dapat membuat urusan jadi kacau balau, hati tidak tenang, waktupun terbuang dan melukai hati sang guru. Sebaiknya pula, pelajar selalu memegangi kesabaran hatinya dalam mengekang kehendak hawa nafsunya.<br><br>Tiap jajahan nafsu, berarti kalahan si hina<br><br>Juga berhati sabar dalam menghadapi cobaan dan bencana.<br><br>Memilih Teman<br><br>Tentang memilih teman, hendaklah memilih yang tekun, waro, bertabiat jujur serta mudah memahami masalah.<br><br>Syiir dikatakan<br><br>Bila kawanya durhaka, singkirilah dia serta merta.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-10 02:26:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bpi3smaitau/symas2n43h0rkc36/wish/2087354977</guid>
      </item>
      <item>
         <title>X IPA 1  |  Fasal 5</title>
         <author>bararohmani</author>
         <link>https://padlet.com/bpi3smaitau/symas2n43h0rkc36/wish/2087355990</link>
         <description><![CDATA[<div>05. Bara S R&nbsp; &amp;&nbsp; 19. M Elmiro A<br><br><strong>Fasal 5: Sungguh-Sungguh, Kontinuitas, dan Cita-Cita Luhur</strong><br><mark>1) Kesungguhan hati</mark><br>Pelajar harus memiliki kesungguhan hati dalam belajar secara kontinu. Dalam mencapai kesuksesan mempelajari ilmu dan fiqh, diperlukan kesungguhan tiga pihak: guru, pelajar dan wali murid (jika masih ada). Pelajar juga harus sanggup tidak tidur malam terlalu lama dan makan terlalu banyak agar dapat berilmu dengan sempurna dan segala harapannya tercapai. <br><br><mark>2) Kontinuitas dan mengulang pelajaran</mark><br>Pelajar harus dengan kontinu sanggup mengulangi pelajaran yang telah lewat pada awal atau akhir waktu malam karena waktu di antara maghrib dan isya demikian pula waktu sahur keduanya membawa berkah. <br><br><mark>3) Menyantuni diri</mark><br>Pelajar tidak boleh menjadikan dirinya sengsara, bersusah-payah, hingga lemah tak mampu berbuat apa-apa karena kesantunan terhadap diri sendiri adalah hal yang mendasari kesuksesan. “Dirimu itu kendaraanmu, maka santunilah ia”.<br><br><mark>4) Usaha sekuat tenaga</mark><br>Hendaknya pelajar berusaha sekuat tenaga menuntut ilmu karena ilmu banyak sekali manfaatnya.<br><br><mark>5) Sebab kemalasan</mark><br>Orang gemuk yang suka makan, cara menguranginya adalah olahraga dan makan teratur.<br><br><mark>6) Cara mengurangi makan</mark><br>Makan dengan wajar, karena berlebihan itu tidak baik, mampu mengurangi kecerdasan dan tidak disukai Allah.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-10 02:26:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bpi3smaitau/symas2n43h0rkc36/wish/2087355990</guid>
      </item>
      <item>
         <title>X IPA 1 | PASAL 2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bpi3smaitau/symas2n43h0rkc36/wish/2087356891</link>
         <description><![CDATA[<div>02 Ahmad Aqil Akbar<br>16 Muhammad Arryzal R<br><br>FASAL 2 NIAT DI WAKTU BELAJAR<br><br>Niat Belajar<br><br>Wajib berniat waktu belajar. Sebab niat itu menjadi pokok dari segala hal, sebagaimana sabda nabi saw : Sesungguhnya amal-amal perbuatan itu terserah niatnya” Hadits shahih.<br><br>Dari beliau pula diriwayatkan sebuah hadits : ”Banyak amal perbuatan yang berbentuk amal dunia, lalu menjadi amal akhirat yang karena buruk niatnya maka menjadi amal dunia.”<br><br>Niat Baik dan Buruk<br><br>Di waktu belajar hendaklah berniat mencari Ridha Allah swt. Kebahagian akhirat, memerangi kebodohan sendiri dan segenap kaum bodoh, mengembangkan agama dan melanggengkan islam sebab kelanggengan islam itu harus diwujudkan dengan ilmu. Zuhud dan taqwapun tidak sah jika tanpa berdasar ilmu.<br><br>Syaikhul imam Ajall Burhanuddin Shahibul Hidayah menyanyikan syair gubahan sebagian ulama :<br><br>Hancur lebur, orang alim tak teratur<br><br>Lebih lebur, bila si jahil ibadah ngawur<br>Keduanya menjadi fitnah,menimpa ganas di dunia<br><br>Atas yang mengikutinya, sebagai dasar peri agama.<br><br>Dengan belajar pula, hendaklah diniati untuk mensyukuri kenikmatan akal dan badan yang sehat. Belajar jangan diniatkan untuk mencari pengaruh, kenikmatan dunia ataupun kehormatan di depan sultan dan penguasai-penguasa lain.<br><br>Muhammad Ibnul Hasan berucap: ‘andaikan seluruh manusia itu manjadi budak belianku, niscaya kumerdekakan seluruhnya dan bebaskan dari kekuasaanku.”<br><br>Kelezatan dan Hikmah Ilmu<br><br>Siapa saja telah merasakan kelezatan rasa ilmu dan amal, maka semakin kecillah kegemarannya akan harta benda dunia. Syaikhul Imamil Ajall Ustadz Qawamuddin Hammad bin Ibrahim bin ismail Ash-Shoffar Al-Anshoriy membacakan kami syair imla’ abu hanifah :<br><br>Siapa saja gerangan, menuntut ilmu untuk hari kemudian untuklah dapat keutamaan, anugrah Allah penunjuk jalan<br>Aduh, saja merugi, penuntut ilmu nan suci<br><br>Hanya buat sesuap nasi, dari hamba ilahi.<br><br>Tetapi jikalau dalam meraih keagungan itu demi amar ma’ruf nahi munkar, memperjuangkan kebenaran dan meluhurkan agama bukan untuk keperluan hawa nafsu sendiri makadiperbolehkan sejauh batas telah dapat menegakkan amar ma’ruf nahi munkar tersebut.<br><br>Penuntut ilmu hendaknya memperhatikan apa yang tersebut diatas. Ia telah mengatasi kepayahan yang cukup banyak, maka jangan sampai ilmu yang telah ia peroleh itu digunakan sarana bendahara duniawi yang hina, sedikit nilainya dan segera hancur ini. Syair menyebutkan :<br><br>Dunia itu sedikit, dan paling sedikit<br><br>Pecintanyapun hina, nan hina dina<br><br>Sihir dunia, membuat tuli dan buta<br><br>Kebingungan, tak tahu ke mana jalan<br><br>Pantangan Ahli ilmu<br><br>Orang berilmu itu hendaklah jangan membuat dirinya sendiri menjadi hina lantaran tamak terhadap sesuatu yang tidak semestinya, jangan sampai terjerumus ke dalam lembah kehinaan ilmu dan ahli ilmu. Ia supaya berbuat tawadu’ (sikap tengah-tengah antara sombong dan kecil hati), berbuat iffah, yang keterangan lebih jauhya bisa kita dapati dalam kitab akhlaq.<br><br>Syaikhul imamil ajall ustadz ruknul islam yang terkenal sebagai sasterawan ternama mengemukakan gubahan syi’irnya:<br><br>Tata kerama, benar-benar budi orang taqwa<br><br>Ia menanjak tinggi, dengan sikap<br>Ajaib, ajaiblah orang tidak tahu dirinya sendiri<br><br>Bahagiakah nanti, apa malah celaka diri ?<br>Bagaimana waktu meninggalkan dunia, pungkasan umur nyawanya.<br><br>Suul khatimah, apa husnul khatimah?<br>Keagungan, itu khusus sifat ar-rahman<br><br>Singkirlah, waspadalah!<br><br>Kepada sahanat-sahabatnya, abu Hanifah berkata : ”besarkanlah putaran serban kalian, dan perlebarlah lobang lengan baju kalian”. ucapan ini dikemukakan agar supaya ilmu dan ahli ilmu tidak terpandang remeh.<br><br>Saran Khusus Buat pelajar<br><br>Sebaiknya pelajar bisa mendapatkan buku wasiat tulisan Abu Hanifah (yang tadinya) untuk Yusuf Bin Khalid As-Simty waktu pulang kembali ketengah-tengah keluarganya. Dan buku ini bisa didapatkan oleh yang mau mencarinya. Guru kita sendiri, yaitu Syaikhul Imam Burhanul Immah Aliy Abu Bakar semoga Allah mensucikan ruhnya yang mulya itu adalah juga memerintahkan kami waktu mau pulang ke daerah agar menulis buku tersebut, dan kamipun melakukannya. Sang guru dan mufti (pemberi fatwa) bidang pergaulan manusia, tidak boleh tidak juga memegangi buku wasiat tersebut.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-10 02:27:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bpi3smaitau/symas2n43h0rkc36/wish/2087356891</guid>
      </item>
      <item>
         <title>XPA1 06_Ciko Pradipa &amp; 20_ Farhan Hersajuda</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bpi3smaitau/symas2n43h0rkc36/wish/2087357942</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1572831031/d31fbb4b5dfff7c9585789a991f5512d/Tugas_PAI_Ciko___Hersa.docx" />
         <pubDate>2022-03-10 02:28:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bpi3smaitau/symas2n43h0rkc36/wish/2087357942</guid>
      </item>
      <item>
         <title>X IPA 1 | FASAL 10</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bpi3smaitau/symas2n43h0rkc36/wish/2087364143</link>
         <description><![CDATA[<div>10_Ivan adrian &amp; 24_Nashiruddin rabbani</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1401444086/80e294d5ed651d3a864f00de61a6667e/Fasal_10_Ivan_dan_Nashir_.docx" />
         <pubDate>2022-03-10 02:31:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bpi3smaitau/symas2n43h0rkc36/wish/2087364143</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pasal 7 : XPA1_07_Farras Tsabat SF, XPA1_21_Ikhlasul Amal</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/bpi3smaitau/symas2n43h0rkc36/wish/2099158811</link>
         <description><![CDATA[<div><br>A. Pengaruh Rizki<br><br>Pelajar harus bertawakal dalam menuntut ilmu. Jangan goncang karena masalah rizki, dan hatinya pun jangan terbawa kesana. Abu Hanifah meriwayatkan dari Abdullah Ibnul Hasan Az-Zubaidiy sahabat Rasulullah saw : “Barangsiapa mempelajari agama Allah, maka Allah akan mencukupi kebutuhannya dan memberinya rizki dari jalan yang tidak di kira sebelumnya.”<br><br>Karena orang yang hatinya telah terpengaruh urusan rizki baik makanan atau pakaian, maka jarang sekali yang dapat menghapus pengaruh tersebut untuk mencapai budi luhur dan perkara-perkara yang mulya. Syi’ir menyebutkan :<br><br>Tinggalkan kemulyaan, jangan kau mencari<br><br>Duduklah dengan tenang, kau akan disuapi dan dipakaiani<br><br>Ada seorang lelaki berkata kepada Manshur Al-Hallaj: “Berilah aku wasiat!” iapun berkata: “Wasiatku adalah hawa nafsumu. Kalau tidak kau tundukkan, engkaulah yang dikalahkan.”<br><br>Bagi setiap orang, hendaknya membuat kesibukan dirinya dengan berbuat kebaikan, dan jangan terpengaruh oleh bujukan hawa nafsunya.<br><br>B. Pengaruh Urusan Duniawi<br><br>Bagi yang mengunakan akal, hendaknya jangan tergelisahkan oleh urusan dunia, karena merasa gelisah dan sedih di sini tidak akan bisa mengelakan musibah, bergunapun tidak. Malahan akan membahayakan hati, akal dan badan serta dapat merusakan perbuatan-perbuatan yang baik. Tapi yang harus diperhatikan adalah urusan-urusan akhirat, sebab hanya urusan inilah yang akan membawa manfaat.<br><br>Mengenai sabda Nabi saw. “Sesungguhnya ada diantara dosa yang tidak akan bisa dilebur kecuali dengan cara memperhatikan ma’isyah,” maksudnya adalah “perhatian” yang dalam batas-batas tidak merusak amal kebaikan dan tidak mempengaruhi konsentrasi dan khusu, sewaktu shalat. Perhatian dan maksud dalam batas-batas tersebut, adalah termasuk kebagusan sendiri.<br><br>Seorang pelajar tidak boleh tidak dengan sekuat tenaga yang ada menyedikitkan kesibukan duniawinya. Dan karena itulah, maka banyak pelajar-pelajar yang lebih suka belajar di rantau orang.<br><br>C. Hidup Dengan Prihatin<br><br>Juga harus sanggup hidup susah dan sulit di waktu kepergiannya menuntut ilmu. Sebagaimana Nabi Musa as. Waktu pergi belajar pernah berkata : “Benar-benar kuhadapi kesulitan dalam kelanaku ini” padahal selain kepergiannya tersebut tiada pernah ia katakan yang seperti itu. Hendaknya pula menyadari bahwa perjalanan menuntut itu tidak akan lepas dari kesusahan. Yang demikian itu, karena belajar adalah salah satu perbuatan yang menurut sebagian besar ulama lebih mulya dari pada berperang. Besar kecil pahala adalah berbanding seberapa besar letih dan kesusahan dalam usahanya.<br><br>Siapa bersabar dalam menghadapi segala kesulitan di atas, maka akan mendapat kelezatan ilmu yang melibihi segala kelezatan yang ada di dunia. Hal ini terbukti dengan ucapan Muhammad Ibnul Hasan setelah tidak tidur bermalam-malam lalu terpecahkan segala kesulitan yang dihadapinya, sebagai berikut: “dimanakah letak kelezatan putra-putra raja, bila dibandingkan dengan kelezatan yang saya alami kali ini.”<br><br>D. Menggunakan Seluruh Waktu Buat Ilmu<br><br>Hendaknya pula pelajar tidak terlena dengan segala apapun selain ilmu pengetahuan, dan tidak berpaling dari fiqh. Muhammad berkata: “Sesungguhnya perbuatan seperti ini, adalah dilakukan sejak masih di buaian hingga masuk liang kubur. Barangsiapa meninggalkan ilmu kami ini sesaat saja, akan habislah zaman hidupnya.”<br><br>Ada seorang Ahli Fiqh yaitu Ibrahim Ibnul Jarrah, ia sempat menjenguk Abu Yusuf yang tengah sakit keras hampir wafat. Lalu atas kemurahan hati Abu Yusuf sendiri, berkatalah ia kepada Ibrahim: Manakah yang lebih utama, melempar jumrah dengan berkendaran atau dengan berjalan kaki? Ibrahim pun tidak bisa menjawab, maka ia jawab sendiri : “Sesungguhnya melempar dengan berjalan kaki itu lebih disukai oleh orang dahulu.”<br><br>Demikian pula, hendaknya sebagai Ahli Fiqh kapan saja selalu fokus dengan fiqhnya. Dengan cara begitulah ia memperoleh kelezatan yang amat besar. Ada dikatakan, bahwa Muhammad setelah wafat pernah ditemukan dalam mimpi, lalu kepadanya diajukan pertanyaan : “bagaimana keadaan tuan waktu nyawa dicabut?” jawabnya: “Di kala itu saya tengah mengangan-angan masalah budak mukatab, sehingga tak kurasakan nyawaku telah terlepas. “Ada dikatakan pula bahwa di akhir hayatnya Muhammad sempat berkata : “Masalah-masalah mukatab menyibukan diriku, hingga tidak sempat menyiapkan diri dalam menghadapi hari ini. “Beliau mengucap seperti ini, karena tawadlu</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-17 02:14:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/bpi3smaitau/symas2n43h0rkc36/wish/2099158811</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
