<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>7F Konservasi Keanekaragaman Hayati Indonesia by INDAH CAHAYA P</title>
      <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F</link>
      <description>Konservasi Makhluk Hidup</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2023-11-20 07:54:50 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-11-27 15:51:53 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f98f.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Contoh: 7I - Indah CP</title>
         <author>indahp05_</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2796050763</link>
         <description><![CDATA[<p>Indonesia pernah memiliki tiga sub spesies dari delapan sub spesies harimau dunia. Sub spesies harimau Bali (Panthera tigris balica) telah dinyatakan punah sekitar tahun 1940-an dan harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) diperkirakan punah pada akhir tahun I 970-an. Sedangkan sub spesies terakhir yang dimiliki Indonesia adalah harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). Dalam rangka mendukung program konservasi satwa harimau sumatera, kemudian dibentuk strategi konservasi Harimau Sumatera.</p><p>Strategi ini memiliki dua komponen yang berbeda yaitu : komponen in situ dan komponen ex situ.</p><ol><li><p>Komponen in situ mengutamakan tanggung jawab atas perlindungan populasi harimau Sumatera liar (di alam lepas) dan kelangsungan hidupnya serta ditambah pula dengan pengembangan strategi dalam memelihara populasinya.</p></li><li><p>Komponen ex situ mengutamakan tanggung jawab dalam pengembangan populasi dari harimau Sumatera yang ada di dalam kebun binatang (penangkaran) serta mengatur populasi, penyakit dan kemurnian genetik dalarn mengembalikan keutuhan dari populasi liar.</p><p>Konservasi harimau Sumatera yang telah dilakukan memberikan titik terang dalam upaya menyelamatkan keberadaan harimau Sumatera yang ada. Peningkatan populasi harimau Sumatera didapat apabila dilakukan upaya yang cukup maksimal, dan keberhasilan dalam menyelamatkan satwa ini akan dicapai. Namun hal yang masih perlu ditingkatkan dalam upaya konservasi harimau Sumatera adalah memeasyarakatkan program konservasi kepada seluruh lapisan masyarakat guna menumbuhkan kesadaran dalam menjaga kelestarian harimau Sumatera.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/e/e1/Sumatran_Tiger_Berlin_Tierpark.jpg" />
         <pubDate>2023-11-20 07:54:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2796050763</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Instruksi</title>
         <author>indahp05_</author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2796050778</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Subject ditulis kelas dan nama</p></li></ol><ol start="2"><li><p>Pilih satu hewan atau tumbuhan endemik Indonesia (berbeda dengan yang lain lebih baik)</p></li><li><p>Upload gambar makhluk hidup yang dipilih</p></li><li><p>Analisis bagaimana cara konservasi makhluk hidup tersebut</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/xbFNlN29S3HXR9j-mR5xGGlY69c=/0x404:768x1172/640x640/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3533093/original/018225700_1628234580-Orang_2.JPG" />
         <pubDate>2023-11-20 07:54:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2796050778</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7F Narzandra Laksmana Lubis </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797305270</link>
         <description><![CDATA[<p>Konservasi Komodo(Varanus komodoensis)</p><p>Komodo atau lengkapnya biawak komodo (Varanus komodoensis), adalah spesies biawak besar yang terdapat di Pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Hewan ini oleh penduduk asli pulau Komodo juga disebut dengan nama setempat ora. Nama lain dari komodo adalah buaya darat, walaupun komodo bukanlah spesies buaya.</p><p>Komodo merupakan spesies terbesar dari familia Varanidae, sekaligus kadal terbesar di dunia, dengan rata-rata panjang 2-3 meter dan beratnya bisa mencapai 100 kg. Komodo merupakan pemangsa puncak di habitatnya karena sejauh ini tidak diketahui adanya hewan karnivora besar lain selain biawak ini di sebarang geografisnya.</p><p><br></p><p>Tubuhnya yang besar dan reputasinya yang mengerikan membuat mereka menjadi salah satu hewan paling terkenal di dunia. Sekarang, habitat komodo yang sesungguhnya telah menyusut akibat aktivitas manusia, sehingga lembaga IUCN memasukkan komodo sebagai spesies yang rentan terhadap kepunahan. Biawak komodo telah ditetapkan sebagai hewan yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia dan habitatnya dijadikan taman nasional, yaitu Taman Nasional Komodo, yang tujuannya didirikan untuk melindungi mereka.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2225042770/c9c53c5777b549dd61aa5c6b277a678e/IMG_20231121_105437.jpg" />
         <pubDate>2023-11-21 04:01:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797305270</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7F Adzka</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797305353</link>
         <description><![CDATA[<p>Beberapa spesies berisiko punah, kata studi tersebut, dan mendesak lebih banyak penelitian terhadap tanaman yang unik ini.</p><p>Studi para peneliti ini juga menyoroti beberapa titik terang dalam upaya konservasi, termasuk keberhasilan budidaya tanaman di Kebun Raya Bogor di Jawa Barat, dan ekowisata berkelanjutan terkait tanaman di Sumatera Barat.</p><p>Kebun Raya Bogor di Jawa Barat, telah menjadi pusat unggulan perbanyakan Rafflesia, setelah serangkaian proses pembungaan yang sukses, termasuk 16 spesies <em>Rafflesia patma</em>.</p><p>Para peneliti mengungkapkan, kegiatan berbagi pengetahuan akan membantu menyebarkan luaskan praktik pelestarian Rafflesia ke daerah-daerah yang memerlukan hal ini dengan segera.</p><p><br/></p><p>Sebagian besar spesies bunga Rafflesia – dikenal sebagai bunga bangkai di Indonesia – kini terancam punah</p><p>Adapun di Sumatera Barat, kelompok masyarakat desa memperoleh manfaat dari ekowisata Rafflesia dengan membentuk ‘pokdarwis’, atau kelompok sadar pariwisata, yang berjejaring di media sosial.</p><p>Banyak dari mereka yang mengumumkan peristiwa mekarnya Rafflesia di platform media sosial untuk membangun kesadaran masyarakat dan untuk menarik wisatawan – sambil secara hati-hati mengelola risiko, misalnya terinjak-injak.</p><p>Para peneliti menilai, kegiatan-kegiatan ini dapat dikembangkan sebagai pola untuk untuk disebarluaskan ke daerah-daerah di mana keterlibatan masyarakat dalam konservasi Rafflesia masih langka.</p><p>Eka Damayanti dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat menjelaskan ada sejumlah kelompok masyarakat yang mencoba melestarikan bunga Rafflesia ini.</p><p>Salah satu dari mereka melakukan upaya konservasi di Cagar Alam Batang Palupoh yang menjadi habitat bunga Rafflesia.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2225041535/2c0c27c1307604fad6e7220491d5524d/6B5868AF_89BA_44A4_98D3_F393F9F900C9.jpeg" />
         <pubDate>2023-11-21 04:01:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797305353</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7F-M.Yoga Pratama Putra</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797305903</link>
         <description><![CDATA[<p>Analisis konservasi burung jalak Bali  (Leucopsar rothschildi) melibatkan sejumlah faktor yang harus diperhatikan untuk menjaga kelangsungan hidup spesies tersebut. Beberapa aspek yang perlu dianalisis dalam konservasi burung jalak Bali  dengan menggunakan ex situ</p><p>Dengan membuat penangkaran bagi burung jalak bali di kebun binatang dan mengembang biakkan burung jalak bali agar populasi dari burung jalak bali ini tidak semakin menurun, sebagai contohnya di taman nasional bali. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://rimbakita.com/wp-content/uploads/2019/08/jalak-bali.jpg" />
         <pubDate>2023-11-21 04:02:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797305903</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7F_Rafazan Idoardo</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797306700</link>
         <description><![CDATA[<p>Tarsius merupakan salah satu satwa Indonesia yang jumlah populasinya mulai memprihatinkan. Keberadaan Tarsius mulai terancam punah sebagai dampak dari kegiatan seperti pengurangan habitat dan penangkapan ilegal untuk hewan peliharaan. Pemerintah pun sudah mulai melakukan upaya upaya untuk menjaganya dari kepunahan. Upaya pelestarian Tarsius dapat dilakukan dengan penangkaran baik secara in-situ atau pelestarian dalam habitat aslinya maupun ex-situ atau pelestarian diluar habitat aslinya atau di dalam penangkaran. Dalam upaya konservasi, identifikasi terhadap spesies Tarsius berdasar pada karakter morfologi dan molekuler sangatlah diperlukan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2225040902/d64e349292141ff5146e9b0ead348cfb/download.jpg" />
         <pubDate>2023-11-21 04:02:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797306700</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7f medhavi nararya S</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797306899</link>
         <description><![CDATA[<p>Maleo adalah spesies burung yang endemik di Sulawesi, Indonesia. Konservasi burung maleo menjadi sangat penting karena populasi mereka terancam oleh kehilangan habitat dan perburuan ilegal. Upaya konservasi melibatkan pemulihan habitat alami, peningkatan kesadaran masyarakat, dan penangkaran untuk melestarikan populasi. Program-program ini bertujuan untuk memastikan kelangsungan hidup burung maleo dan menjaga keseimbangan ekosistem Sulawesi. Dengan keterlibatan aktif pemerintah, organisasi konservasi, dan partisipasi masyarakat, diharapkan burung maleo dapat terus berkembang dan menjadi simbol keberhasilan konservasi di Indonesia.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2225040335/7a58a14f2171174731e2c29688b4c8ee/JPEG_image.jpeg" />
         <pubDate>2023-11-21 04:03:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797306899</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ghianeta Jivantika Hutapea 7F</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797308779</link>
         <description><![CDATA[<p>Burung Cendrawasih adalah kelompok burung yang menakjubkan dan unik, dikenal karena warna-warna cerah dan bulu yang panjang pada beberapa spesiesnya. Mereka banyak ditemukan di Papua, Indonesia, serta di sekitar Kepulauan Solomon, Australia, dan sebagian kecil wilayah Asia Tenggara.</p><p><br></p><p>Cendrawasih memiliki paruh yang khas dan panjang, serta perilaku khas seperti tarian unik saat kawin. Ada berbagai spesies cendrawasih, seperti Cendrawasih Raja yang memiliki bulu indah dan ekor panjang, dan Cendrawasih Wilson yang memiliki warna biru dan hitam yang mencolok.</p><p><br></p><p>Kelestarian burung cendrawasih menjadi fokus penting untuk menjaga keragaman hayati Indonesia. Beberapa spesiesnya terancam punah karena hilangnya habitat dan perburuan ilegal.</p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://jurnalpost.com/wp-content/uploads/2023/01/Burung-Cendrawasih.webp" />
         <pubDate>2023-11-21 04:05:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797308779</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7F Arfa Athara Ghaisan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797309091</link>
         <description><![CDATA[<p>Dalam rangka mengetahui kondisi populasi dan habitat spesies burung cendrawasih yang berada dalam kawasan Taman Nasional Lorentz. Balai Taman Nasional Lorentz (BTN Lorentz) melaksanakan kegiatan inventarisasi populasi dan identifikasi habitat Burung Cendrawasih (paradisaea sp.) di SPTN Wilayah I Timika dengan lokasi di Distrik Mimika Timur Jauh Kabupaten Mimika. </p><p><br/></p><p>Kegiatan tersebut dilakukan pada akhir juni selama 10 hari dengan menggunakan metode “Variable circular plot”  (VCP) untuk mengetahui kepadatan, kelimpahan relatif, dan distribusi cenderawasih. Penentuan metode tersebut sesuai dengan arahan Direktorat KKH bahwa metode survey yang efektif digunakan terhadap burung cenderawasih saat musim tidak berbiak adalah dengan metode VCP, lain halnya jika musim berbiak sebaiknya menggunakan metode "lek count".</p><p><br/></p><p>Berdasarkan hasil pelaksanaan selama beberapa hari, tim hanya menjumpai satu jenis cenderawasih yaitu spesies Cenderawasih minor dengan populasi sebanyak 8 ekor/individu yg tersebar di wilayah Omawita dan Fanamo Distrik Mimika Timur Jauh. Cenderawasih Minor atau Cenderawasih Kuning-Kecil dengan nama ilmiah: Paradisaea minor adalah burung Cenderawasih berukuran sedang dengan panjang sekitar 32 cm, dari genus Paradisaea. Burung ini mempunyai ciri-ciri berwarna kuning dan coklat, berparuh abu-abu kebiruan dan mempunyai iris mata berwarna kuning. Burung jantan dewasa memiliki bulu di sekitar leher berwarna hijau zamrud mengkilap, pada bagian sisi perut terdapat bulu-bulu hiasan yang panjang berwarna dasar kuning dan putih pada bagian luarnya. Di ekornya terdapat dua buah tali ekor berwarna hitam. Burung betina berukuran lebih kecil dari burung jantan, memiliki kepala berwarna coklat tua, dada berwarna putih dan tanpa dihiasi bulu-bulu hiasan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2225042585/4852b7104329163b460380a395645dcd/Screenshot_2023_11_21_11_00_34_20_680d03679600f7af0b4c700c6b270fe7.jpg" />
         <pubDate>2023-11-21 04:05:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797309091</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7F - Qwanzafa</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797309360</link>
         <description><![CDATA[<p><strong><em>KONSERVASI BURUNG MATEO</em></strong></p><p><strong>--</strong></p><p>Konsep komponen ex situ dan in situ dalam konservasi burung maleo (Macrocephalon maleo):</p><p>-----------------------------------------</p><p>1. <strong>Perlindungan Habitat Alami </strong>: Fokus pada pelestarian habitat alami burung maleo di habitatnya. Ini mencakup upaya melindungi hutan dan lahan di Sulawesi, yang merupakan habitat utama burung maleo.</p><p>2. <strong>Pemantauan Populasi </strong>: Pemantauan langsung terhadap populasi burung maleo di alam liar untuk memahami dinamika populasi dan mengidentifikasi ancaman yang dihadapi di habitat aslinya.</p><p>3. <strong>Pemulihan Sarang </strong>: Melakukan tindakan pemulihan sarang burung maleo yang terganggu agar dapat melanjutkan generasi selanjutnya</p><p>-</p><p>4. <strong>Ex Situ dan In Situ </strong>: burung maleo yang telah ditangkarkan kembali ke habitat alaminya setelah memastikan kondisi lingkungan yang memadai dan kurangnya ancaman yang signifikan bagi kelangsungan hidup mereka.</p><p>Kedua komponen ini (in situ dan ex situ) sama-sama penting dalam upaya konservasi. Komponen in situ fokus pada pelestarian langsung di habitat alami, sementara komponen ex situ melindungi dan meningkatkan populasi dalam lingkungan aslinya. Dengan mengintegrasikan kedua pendekatan ini, konservasi burung maleo dapat menjadi lebih efektif untuk menjaganya dari kepunahan</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2225041662/3364b2fda83c4073eb36f78ff1643a3c/image.png" />
         <pubDate>2023-11-21 04:05:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797309360</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7F - Refano Harits Hernowo</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797309787</link>
         <description><![CDATA[<p>Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) adalah salah satu dari tiga subspesies gajah Asia yang diakui, dan merupakan satwa asli pulau Sumatera di Indonesia. Gajah Sumatera terancam punah diakibatkan oleh aktivitas pembalakan liar, penyusutan dan fragmentasi habitat, pembunuhan akibat konflik dan perburuan. </p><p>Agar spesies Gajah Sumatera tidak punah kita harus melakukan konservasi dengan in situ cara :</p><p>-Menjaga dan merawat habitat Gajah Sumatera. </p><p>-Melestarikan Gajah Sumatera dan tidak di buru agar tidak punah. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2225040107/dac98c7fc21f14a12de1dcc261596228/Elephant_Sumatra_ProfilG.jpg" />
         <pubDate>2023-11-21 04:06:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797309787</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7F-Deandra Malika F.M</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797309864</link>
         <description><![CDATA[<p>Berdasarkan informasi populasi Komodo terkini, status konservasi Komodo dalam IUCN redlist book adalah terancam punah (endangered). Sejak tahun 1990-an pemerintahan Indonesia telah menetapkan status perlindungan untuk Komodo melalui UU no 5 tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah no 7 tahun 1999. Dalam perdagangan satwa internasional, Komodo dimasukkan kedalam <em>Appendix I</em> ratifikasi CITES, yang artinya tidak boleh ada perdagangan internasional sama sekali.</p><p>Komodo juga menjadi kebanggaan dan satwa nasional Indonesia, yang telah tersahkan berdasarkan Keppres no 4 tahun 1992. Komodo yang menjadi satwa nasional atau flagship species ini memberikan dampak yang baik, yaitu perihal pertukaran Komodo internasional diperlukan izin langsung dari Presiden Indonesia.</p><p><br>Prioritas dan keadaan ancaman Komodo berbeda bergantung pulau yang ditempatinya. Di sini wilayah Komodo dibedakan di wilayah admistratif Taman Nasional Komodo (TNK) dan Pulau Flores. Tiga puluh tahun berdirinya Taman Nasional untuk Komodo, mengamankan mereka dari beberapa ancaman, khususnya ancaman akibat aktifitas manusia (antrophogenic). Namun, hal yang sangat perlu diperhatikan adalah keberadaan Komodo di pulau-pulau kecil seperti Nusa Kode dan Gili Motang. Jumlah populasi yang kecil, mangsa utama (rusa) yang sedikit serta faktor inbreeding yang tinggi menjadikan mereka sangat rentan pada kepunahan. Bukti nyata terjadi pada pulau Padar, pada masa lalu saat Rusa disana habis diburu, dan pada akhirnya diikuti oleh punahnya populasi Komodo. Namun setelah 30 tahun upaya konservasi dari TNK, Pulau Padar telah kembali dihuni oleh biawak Komodo sejak 2013, dan populasi mereka di sana kini perlahan pulih.Di lain sisi,&nbsp;walau populasi Komodo terjaga dan stabil di wilayah perlindungan di Pulau Flores (seperti Cagar Alam Wae Wuul, Pulau Ontoloe, dan KEE Pota), kawasan perlindungan ini hanya melindungi kurang dari 15% dari wilayah total habitat Komodo di Flores. Sisa 85% lainnya terletak di wilayah yang belum masuk dalam kawasan perlindungan, sehingga populasi Komodo di pulau Flores ini terancam akibat aktivitas manusia. </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2225042293/6bf7619c928f9b549fc71495cb9744e4/komodooooo.jpg" />
         <pubDate>2023-11-21 04:06:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797309864</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7F Erezwa</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797310036</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Babi hutan adalah bagian dari flora dan fauna peralihan. Babi hutan adalah hewan yang liar dan sering diburu saat jaman dahulu sampai sekarang...<em>Babi celengsecara umum dikenal sebagai babi hutan adalah nenek moyang babi liar yang menurunkan </em></strong><a rel="noopener noreferrer nofollow" class="new" href="https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Babi_ternak&amp;action=edit&amp;redlink=1"><strong><em>babi ternak</em></strong></a><strong><em> (Sus scrofa domesticus).... Daerah persebarannya berada di wilayah hutan-hutan </em></strong><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Eropa_Tengah"><strong><em>Eropa Tengah</em></strong></a><strong><em>, </em></strong><a rel="noopener noreferrer nofollow" class="mw-redirect" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Mediterania"><strong><em>Mediterania</em></strong></a><strong><em> (termasuk </em></strong><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pegunungan_Atlas"><strong><em>Pegunungan Atlas</em></strong></a><strong><em> di Afrika Tengah) dan sebagian besar </em></strong><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Asia"><strong><em>Asia</em></strong></a><strong><em> hingga wilayah paling selatan di </em></strong><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia"><strong><em>Indonesia</em></strong></a><strong><em>. Babi hutan termasuk famili </em></strong><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Suidae"><strong><em>Suidae</em></strong></a><strong><em> yang mencakup  </em></strong><a rel="noopener noreferrer nofollow" class="mw-redirect" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Babirusa"><strong><em>babirusa</em></strong></a><strong><em> di Indonesia, dll.</em></strong></p><p><strong><em>Cara mengatasinya: Kurangi pemburuan babi hutan, dan jagalah babi hutan, bertangung jawab, menyanginya, menjaganya.</em></strong></p><p><strong><em>-By Erezwa 7f</em></strong></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2225040912/1cbb64331144905108a1a8f887bbfa78/babi_hutan.jpg" />
         <pubDate>2023-11-21 04:06:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797310036</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7F Davin Azka Ardana</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797310300</link>
         <description><![CDATA[<p>Sejak awal tahun 2020 lalu, Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) memastikan menutup kawasan wisata Pulau Komodo. Hal ini dilakukan sebagai salah satu cara melestarikan komodo dengan maksud untuk merehabilitasi dan memperbaiki habitat reptil raksasa tersebut.</p><p>Pulau Rinca, sebagai pusat kawasan Taman Nasional Pulau Komodo kini dihuni lebih dari 1.500 ekor komodo, sementara Pulau Komodo memiliki total 1.300 ekor yang tersebar.</p><p>Penutupan ini tak berlangsung permanen, melainkan ditargetkan selama satu tahun ke depan untuk menjadikan taman nasional komodo sebagai kawasan eksklusif.Sebagai salah satu hewan dilindungi sebagaimana penetapan lembaga konservasi dunia IUCN, komodo kini terancam punah. Pengkategorian ini berdasar pada populasi komodo yang terus mengalami penurunan tiap tahun.Masalah ini selanjutnya mendorong simpati pemerintah untuk melestarikan situs warisan dunia, salah satunya dengan rehabilitasi. Selain itu, ada beberapa cara yang dilakukan sebagai langkah penanganan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2225041240/0013c384bea5ba859a508cbe2608d2e2/download.jpg" />
         <pubDate>2023-11-21 04:07:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797310300</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aisyah naldi </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797310822</link>
         <description><![CDATA[<p>Sebelumnya, para peneliti menduga Komodo berkembang dari nenek moyang yang lebih kecil, yang terisolasi di pulau-pulau di Indonesia. Mereka berkembang dengan ukuran yang lebih besar, karena kurangnya persaingan dari predator lain, sebagai pemburu spesialis gajah kerdil, yang dikenal sebagai Stegodon. Namun, melansir dari Live Science (6/10/2009), studi lebih baru mengungkap, bahwa Komodo kemungkinan besar berevolusi di Australia dan menyebar ke arah barat, yaitu Indonesia. Selama tiga tahun terakhir, tim ilmuwan internasional menemukan banyak fosil dari Australia timur yang berasal dari 300.000 tahun yang lalu hingga sekitar 4 juta tahun yang lalu, yang sekarang mereka ketahui sebagai milik Komodo.</p><p><br/></p><p><sup>Taman Nasional Komodo merupakan kawasan konservasi yang pengelolaannya </sup><strong><sup>mengutamakan tiga pilar konservasi yaitu perlindungan, pengawetan, dan pemanfaatan secara lestari</sup></strong><sup>.</sup> <sup>Salah satu upaya pengawetan yang konsisten dilakukan oleh Balai Taman Nasional Komodo adalah transplantasi karang</sup></p><p>dimana komodo dikonsevasi <strong>Taman Nasional Komodo</strong> didirikan pada 1980 yang terletak di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ya, Komodo (Varanus komodoensis) adalah spesies purba dan langka yang hampir punah, hanya dapat Anda temukan di Taman Nasional Komodo.</p><p><br/></p><p>Berikut cara dan bagaimana komodo konsevasi dan juga asal-usul komodo,sekian terimaksih</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2225042556/aecff0f93717782c3b1fcb359a48c49c/image.png" />
         <pubDate>2023-11-21 04:07:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797310822</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7F Bilqisya Ramadhania Putri</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797311008</link>
         <description><![CDATA[<p><a rel="noopener noreferrer nofollow" href="http://Solopos.com"><strong>Solopos.com</strong></a><strong>, SEMARANG –</strong> Keberadaan<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="http://solopos.com/tag/harimau-jawa">harimau Jawa</a> atau yang dikenal dengan nama latin <em>Panthera tigris sondaica</em> kini masih menjadi <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="http://solopos.com/tag/kisah-misteri">misteri</a>. Meski dinyatakan sudah punah, satwa liar ini diyakini masih ada dan berkeliaran di sejumlah hutan, termasuk di Provinsi Jawa Tengah.</p><p>Perbincangan terkait keberadaan harimau Jawa kembali mencuat berdasarkan pengakuan warga di Desa Penawara, Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara, yang melihat kawanan harimau di persawahan. Kabarnya, kawanan harimau yang terdiri dari satu ekor indukan dan tiga anak itu bukan hanya muncul saat malam hari, tetapi juga pada siang hari yang memicu keresahan warga.Banyaknya konflik antara harimau Jawa dengan manusia tersebut membuat perburuannya menjadi semakin massif. Hingga awal 1940-an, populasi harimau Jawa diperkirakan tinggal 200-300 ekor dan menurun terus setelah itu. Pada 1950-an harimau Jawa diperkirakan tinggal tersisa 25-an ekor.Harimau Jawa juga diyakini masih ada di hutan kawasan Gunung Slamet yang membentang di lima kabupaten, yaitu Brebes, Tegal, Pemalang, Purbalingga, dan Banyumas. Gunung ini memiliki hutan lebat yang diyakini sebagai habitat harimau Jawa.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2225041815/ad8440b6b8e21f7fa025391c1d581142/IMG_2645.jpeg" />
         <pubDate>2023-11-21 04:07:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797311008</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7F-Muhammad Khalifah Alzumi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797312842</link>
         <description><![CDATA[<p>Kancil (Tragulus Javanicus) merupakan ruminansia terkecil di dunia. Hewan ini hanya ditemukan di hutan tropis di bagian selatan Asia, termasuk di pulau-pulau Jawa, Sumatera dan kalimantan (Legakul and Mcneely, 1977). Populasi hewan ini diduga cenderung menurun karena perusakan dan konversi habitatnya menjadi lahan olahan manusia serta akrivitas-aktivitas perburuan. Sebagai salah satu kekayaan fauna Indonesia, upaya konservasi kancil menjadi salah satu program pemerintah melalui Departemen Kehutanan. Konservasi dilakukan secara in situ di taman suaka dan ex situ di kebun binatang. Selama ini upaya konservasi secara ex situ di kebun binatang ternyata belum berjalan dengan baik diperlihatkan dengan minimnya angka kelahiran.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2225043959/5bb511eb34dea1da5447bf4e7fccdc37/Kancil_Jawa_Spesies_Pelanduk_Mini_Endemis_Indonesia.jpg" />
         <pubDate>2023-11-21 04:09:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797312842</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7F Kashka Varo Prasetia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797313090</link>
         <description><![CDATA[<p>Merak hijau <em>(Pavo muticus</em>) adalah spesies burung merak dari hutan tropis Asia Tenggara. Merak hijau juga dikenal sebagai <em>Dragonbird</em> (bisa memakan ular. Bulunya yang berwarna-warni kerap dianggap yang paling cantik dalam anggota keluarganya. Merak hijau berhabitat di padang rumput, sabana, semak belukar, dan tepi lahan pertanian. Merak hijau tergolong omnivora, mereka memakan buah-buahan, biji-bijian, inteverbrata, reptil, katak, dan hewan pengerat. </p><p><br/></p><p>Merak hijau sekrang statusnya terancam punah. Penyebab utama terancam punahnya merak hijau yaitu rusaknya habitat, perburuan liar, dan penangkapan anak dan pengambilan telor di alam. </p><p><br/></p><p>Dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) tahun 2019, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta bersama dengan Balai Taman Nasional Ujung Kulon dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) melaksanakan pelepasliaran satwa liar dilindungi berupa burung merak hijau (<em>Pavo muticus</em>) yang berjumlah 6 (Enam) ekor dengan perbandingan sex rasio 2 (dua) ekor jantan dan 4 (empat) ekor betina. Pelepasliaran dilaksanakan di Pulau Handeleum yang merupakan bagian dari kawasan konservasi kawasan Taman Nasional Ujung Kulon di Provinsi Banten.</p><p><br/></p><p>Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati, Direktorat Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem memiliki program prioritas pelestarian tumbuhan dan satwa liar dilindungi di habitat alaminya (<em>In-Situ</em>), salah satu bentuk programmnya adalah menggalakkan upaya-upaya penambahan populasi satwa liar dilindungi, langkah dan endemik melalui kegiatan pelepasliaran (<em>release</em> satwa liar) di alam.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2225043749/407d1be7f3463eec51dee7eff971ceb3/Merak_hijau.jpeg" />
         <pubDate>2023-11-21 04:10:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797313090</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7F-LEANDRA IMANI NOVIABEELA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797313156</link>
         <description><![CDATA[<p>Konservasi penyu melibatkan serangkaian upaya untuk melindungi dan memelihara populasi penyu yang rentan terhadap kepunahan. Upaya ini mencakup perlindungan sarang penyu di pantai, pengawasan dan pengendalian aktivitas manusia yang dapat mengancam penyu, serta kampanye edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang peran penting penyu dalam ekosistem laut. Dengan menjaga habitat alami mereka dan mengurangi ancaman manusia, konservasi penyu berperan kunci dalam memastikan kelangsungan hidup spesies ini dan menjaga keseimbangan ekosistem laut secara keseluruhan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2225043016/f81716e5ead48c10cca20b1925412d0e/download.jpeg" />
         <pubDate>2023-11-21 04:10:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797313156</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7F_Namika Abbia F.R</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797315004</link>
         <description><![CDATA[<p>Konservasi burung Cendrawasih (Paradisaeidae). <strong>Burung Cenderawasih</strong> adalah anggota famili <strong>Paradisaeidae</strong> dari ordo <a rel="noopener noreferrer nofollow" class="mw-redirect" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Passeriformes">Passeriformes</a>. Cenderawasih biasanya ditemukan di <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a> seperti di bagian Timur Papua, Papua Nugini, pulau-pulau selat Torres, dan <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Australia">Australia</a> timur. Burung anggota keluarga ini dikenal karena bulu burung jantan pada banyak jenisnya, terutama bulu yang sangat memanjang dan rumit yang tumbuh dari paruh, sayap atau kepalanya. Ukuran burung Cenderawasih mulai dari Cenderawasih raja pada 50 gram dan 15&nbsp;cm hingga Cenderawasih paruh-sabit Hitam pada 110&nbsp;cm dan Cenderawasih manukod jambul-bergulung pada 430 gram. </p><p>Masyarakat di Papua sering kali memakai bulu cenderawasih dalam pakaian dan adat mereka, dan beberapa abad yang lalu bulu cendrawasih banyak dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan topi wanita di <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Eropa">Eropa</a>. Perburuan untuk mendapat bulu dan perusakan habitat menyebabkan penurunan jumlah burung pada beberapa jenis ke tingkat terancam; perusakan habitat karena penebangan <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Hutan">hutan</a> sekarang merupakan ancaman utama.</p><p>Perburuan burung cenderawasih untuk diambil bulunya untuk perdagangan topi marak di akhir abad 19 dan awal abad 20 (Cribb 1997), namun sekarang burung-burung itu dilindungi dan perburuan hanya dibolehkan untuk kebutuhan perayaan dari suku setempat. Dalam hal <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Cenderawasih_panji">Cenderawasih panji</a>, disarankan mengambil dari rumah sarang burung Namdur. Tatkala Raja Mahendra dari Nepal naik takhta pada tahun 1955, ternyata bulu burung cenderawasih pada mahkota kerajaan Nepal perlu diganti. Karena larangan perburuan, penggantian akhirnya diperbolehkan dari kiriman yang disita oleh hukum Amerika Serikat.<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Cenderawasih#cite_note-2"><sup>[2]</sup></a></p><p>Burung cenderawasih dewasa digambarkan pada bendera <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Papua_Nugini">Papua Nugini</a>. <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/David_Attenborough">David Attenborough</a> telah menyatakan beberapa burung Cenderawasih sebagai jenis hewan favoritnya, mungkin dia menyukai <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Cenderawasih_botak">Cenderawasih botak</a>.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2225046308/cb459e0d22b351ae438bb61a0d63a238/image.png" />
         <pubDate>2023-11-21 04:12:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797315004</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7F - Kirania Pradhana Utomo</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797315250</link>
         <description><![CDATA[<p>cara konservasi gajah sumatera yaitu menggunakan in situ, karena sesuai dengan habitat aslinya. salah satu contoh konservasi gajah in situ di indonseia ada di lampung, lebih tepatnya di taman nasional way kambas. disana, gajah merasa sangat nyaman karena mirip dengan habitat asli mereka. masih dipenuhi dengan rumput rumput dan tanaman hijau lainnya. taman nasional way kambas ini di dirikan tahun 1989. Sekarang, gajah sumatera ini berstatus terancam punah. maka dari itu, ayo kita semua menjaga dan melindungi mereka  </p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2225043239/6190800d98a0a56020187339dcac5299/gajah_sumatera.jpeg" />
         <pubDate>2023-11-21 04:12:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797315250</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7F Nadinda F Azzahra</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797315474</link>
         <description><![CDATA[<p>Pesut Mahakam, atau lumba-lumba pesut, merupakan spesies lumba-lumba sungai yang mendiami sungai-sungai di wilayah Sungai Mahakam, Kalimantan Timur, Indonesia. Sayangnya, populasi pesut Mahakam mengalami penurunan yang signifikan, yang menempatkannya sebagai spesies terancam punah. Upaya konservasi yang dijalankan mencakup penelitian ilmiah mendalam untuk memahami perilaku, ekologi, dan kesehatan pesut Mahakam. Informasi dari penelitian ini menjadi dasar untuk merumuskan strategi konservasi yang lebih efektif. Pemantauan populasi yang rutin juga dilakukan untuk mengidentifikasi tren populasi dan memberikan respons yang cepat terhadap perubahan yang mungkin terjadi, sambil menjaga fokus pada perlindungan habitat alami, pencegahan konflik dengan manusia, dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keberlanjutan spesies ini.</p><p>Langkah-langkah konservasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, LSM, komunitas lokal, dan peneliti, yang bekerja bersama untuk mencapai tujuan perlindungan pesut Mahakam. Dengan pendekatan komprehensif ini, diharapkan bahwa usaha konservasi akan memberikan dampak positif dalam menjaga kelangsungan hidup pesut Mahakam dan mempertahankan keseimbangan ekosistem sungai mereka.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2225042069/1b2ee3d0a784e97fd5f0b7982782bac6/888ec8dc7d0c1ff7d0e9a8e87500f4c3.jpg" />
         <pubDate>2023-11-21 04:12:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797315474</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7F Azlia Nasya Khayyira</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797315495</link>
         <description><![CDATA[<p>Tahun 2008 populasi harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) sebanyak 439 individu, menurun menjadi 393 individu pada 2017. Artinya, terjadi penurunan populasi lebih dari 10% pada rentang waktu tersebut. Tidak hanya penurunan populasi, harimau sumatera juga mengalami penurunan jumlah bentang alam. Pada 2010 harimau sumatera ditemukan pada 27 bentang, menurun menjadi 23 bentang alam pada 2015, atau terjadi kepunahan lokal di 4 bentang alam hanya dalam kurun 5 tahun tersebut. Fakta-fakta ini dibeber Hariyo T. Wibisono, atau biasa disapa Beebach, pada webinar Status Konservasi Harimau yang diselenggarakan Auriga Nusantara pada 30 November 2021.

“60-70 persen (bentang alam) harimau sumatera berada di luar kawasan yang dilindungi,” simpul Beebach, yang juga merupakan Direktur Sintas Indonesia.

Ahmad Faisal, Ketua Forum HarimauKita, menyebut bahwa ancaman terhadap harimau sumatera juga datang dari penyakit, terutama karena pemerintah belum secara serius mengantisipasi ancaman penyakit terhadap eksistensi harimau ini. Dua penyakit yang sudah terkonfirmasi berdampak pada harimau sumatera adalah demam babi afrika (african swine fever - ASF) dan canine distemper virus (CDV). CDV adalah virus yang menjangkiti harimau yang sangat mematikan. ASF sendiri tidak menjangkiti harimau, melainkan sangat mematikan bagi babi hutan. Karena babi hutan merupakan salah satu pakan utama harimau sumatera, maka ancaman terhadap babi hutan pada akhirnya akan mengancam kelangsungan hidup harimau sumatera.

Faisal menambahkan bahwa perburuan harimau juga merupakan ancaman serius. Terbukti ditemukannya 3.285 jerat di 6 bentang alam harimau sumatera pada 2012 – 2019.Mengkompilasi kasus perdagangan illegal satwa yang melibatkan harimau sumatera sepanjang 2010 – 2021, barang bukti seluruh kasus tersebut merepresentasi setidaknya 189 individu harimau sumatera. Bila dikerucutkan dalam 5 tahun terakhir ditemukan sebanyak 132 individu harimau dalam kasus-kasus perdagangan illegal satwa.Mengkompilasi kasus perdagangan illegal satwa yang melibatkan harimau sumatera sepanjang 2010 – 2021, barang bukti seluruh kasus tersebut merepresentasi setidaknya 189 individu harimau sumatera. Bila dikerucutkan dalam 5 tahun terakhir ditemukan sebanyak 132 individu harimau dalam kasus-kasus perdagangan illegal satwa.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2225041861/d704adeebd2e017d9cfd2edff5e0538e/rawrr.jpg" />
         <pubDate>2023-11-21 04:12:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797315495</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7F - Nayla Karissa W</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797315522</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Gajah Kalimantan</strong> atau di sebut juga gajah Borneo (<em>Elephas maximus borneensis</em>) adalah subspesies dari gajah asia dan dapat ditemukan di Kalimantan Utara dan Sabah. Asal usul gajah yang di sebut sebagai nenek atau Gadingan ini oleh Suku Agabag masih merupakan kontroversi. Terdapat hipotesis bahwa mereka dibawa ke pulau Kalimantan. Pada tahun 2003, penelitian DNA mitokondria menemukan bahwa leluhurnya terpisah dari populasi daratan selama pleistosen, ketika jembatan darat yang menghubungkan Kalimantan dengan kepulauan Sunda menghilang 18.000 tahun yang lalu.Spesies ini kini berstatus kritis akibat hilangnya sumber makanan, perusakan rute migrasi dan hilangnya habitat mereka. Dilaporkan pada tahun 2007 hanya terdapat sekitar 1.000 gajah. Berdasarkan penelitian tahun 2012 hanya tersisa sekitar 30-80 ekor.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://1001indonesia.net/asset/2019/04/Gajah-Kalimantan-696x464.jpg" />
         <pubDate>2023-11-21 04:13:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797315522</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7F Dyandra Aricia K.</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797315640</link>
         <description><![CDATA[<blockquote><p><strong>Anggrek hitam</strong> memiliki nama ilmiah <em>Coelogyne pandurata</em> Lindl. Anggrek ini merupakan flora endemik langka dari Indonesia dan hanya dapat dijumpai di Kalimantan Timur serta Papua. Keistimewaan anggrek ini terletak pada labellumnya yang berwarna hitam dengan garis-garis hijau dan berbulu serta perhiasan bunga berwarna hijau dengan kelopak berbentuk segitiga. Anggrek ini bernilai ekonomis tinggi sebagai tanaman hias dan koleksi tanaman langka. Sayangnya, proyek pembangunan infrastruktur di Kalimantan Timur meningkatkan tingkat kepunahan di alam. Padahal, anggrek ini dikategorikan Apendiks I menurut Convention on International Trade in Endangered Species (CITES) dan flora yang dilindungi di Indonesia.</p></blockquote><p>Untuk menjaga kelestarian anggrek hitam dari ancaman kepunahan, kita dapat melakukan konservasi ex situ dengan mikropropagasi melalui teknologi berupa Temporary Immersion Systems (TISs). Sekian terimakasih.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2225042992/db9f436613497b198ba3d471a34affa5/OrchidCraze.jpeg" />
         <pubDate>2023-11-21 04:13:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797315640</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7F KEIRANA</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797315816</link>
         <description><![CDATA[<p>(Source: Wikipedia)</p><p><strong>Jalak Bali</strong> <em>(Leucopsar rothschildi)</em> adalah sejenis <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Burung_pengicau">burung pengicau</a> berukuran sedang, dengan panjang lebih kurang 25&nbsp;cm,<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Jalak_bali#cite_note-1"><sup>[1]</sup></a> dari suku <a rel="noopener noreferrer nofollow" class="mw-redirect" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Sturnidae">Sturnidae</a>. Ia turut dikenali sebagai <em>Curik Ketimbang Jalak</em>.<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Jalak_bali#cite_note-2"><sup>[2]</sup></a> Jalak Bali hanya ditemukan di hutan bagian barat <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Bali">Pulau Bali</a> dan merupakan hewan endemik Indonesia. Burung ini juga merupakan satu-satunya spesies endemik Bali dan pada tahun <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/1991">1991</a> dinobatkan sebagai lambang fauna Provinsi <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bali">Bali</a>.</p><p><br/></p><p>Adanya ancaman yang menghambat kelangsungan hidup Burung jalak bali. Seperti adanya banyak Predator, Faktor alam, dan perburuan. Adanya strategi agar kelestarian Burung jalak bali dapat terjaga, yaitu dengan membangun konservasi.</p><p><br/></p><p>(Source: Republika)</p><p>Kepala Balai Taman Nasional Bali Barat Agus Ngurah Krisna memastikan upaya konservasi terhadap<a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://republika.co.id/tag/burung-jalak-bali"><strong> burung Jalak Bali </strong></a>atau Curik berhasil dengan angka populasi saat ini meningkat menuju stabil. "Burung Curik atau Jalak Bali yang 2006 sempat tidak ditemukan di alam dan sekitar 2007 hanya terdapat tujuh sampai 10 ekor sekarang sudah 452 ekor," kata dia di Buleleng, Provinsi Bali, Jumat (8/7/2022).</p><p><br/></p><p>Agus menjelaskan bahwa konservasi Jalak Bali ini sesungguhnya telah dilakukan sejak 1990 melalui Unit Suaka Satwa atau penangkaran, di mana burung khas Bali itu disiapkan untuk nantinya dilepaskan. "Sudah kami siapkan untuk wisata habituasi. <em>Nah</em> dikandang habituasi dua sampai tiga bulan kemudian kami lepaskan ke alam, setelah lepas ke alam kami lakukan monitoring (pemeriksaan) petugas taman nasional di masing-masing resor (wilayah kerja)," ujarnya.</p><p><br/></p><p>Burung yang diharapkan statusnya turun tak lagi kritis ini, dikatakan dia, dapat hidup berpindah ke kawasan hutan lainnya, bahkan masuk ke pekarangan warga, sehingga masing-masing resor memiliki jumlah yang berbeda.</p><p><br/></p><p>"Ini terkait jalur jelajah, tipikal habitat, di Resor Berumbun habitatnya savana, saat musim kemarau tidak ada sumber air dan daun gugur maka burung akan pindah ke areal hutan lain. Sedangkan Resor Labuan Lalang dan Teluk Terima adalah hutan evergreen sepanjang tahun hijau atau hutan hujan dataran rendah dan ada sumber air sungai," ujar Agus.</p><p><br/></p><p>Di luar resor kawasan hutan, ia mengatakan harapannya agar ke depan sebaran Jalak Bali semakin jauh dan meluas, sehingga dukungan dari masyarakat dinilai penting sebagai salah satu lokasi yang kerap dipilih Curik untuk menetap.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://pinhome-blog-assets-public.s3.amazonaws.com/2021/02/5-2-300x200.jpg" />
         <pubDate>2023-11-21 04:13:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797315816</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7F Carissa Almaira Anindita</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797317021</link>
         <description><![CDATA[<p>Indonesia memiliki banyak hewan endemik, salah satunya adalah burung cendrawasih. Burung cendarawasih merupakan salah satu hewan endemik peralihan dan merupakan burung asli dari Indonesia. Burung cendrawasih memiliki populasi yang hampir terancam punah (sedikit). Populasi burung cendrawasih yang hampir punah disebabkan oleh banyaknya manusia yang memburu burung cendrawasih. Menurut analisis, populasi burung cendrawasih sekarang adalah sebanyak 28 ekor/Ha. Maka dari itu, kita perlu melakukan pelestarian dengan cara konservasi. </p><p><br/></p><p>Cara konservasi burung cendrawasih:</p><ul><li><p>Memberikan edukasi dan sosialisasi pada masyarakat.</p></li><li><p>Membuat papan larangan memburu burung cendrawasih.</p></li><li><p>Tidak menjual belikan satwa langka termasuk burung cendrawasih.</p></li><li><p>Memberikan hukuman kepada para pemburu.</p></li></ul><p>Setiap hewan atau tumbuhan endemik harus tetap dilestarikan. Maka dari itu, dapat dilakukannya konservasi kepada seluruh hewan endemik, agar tidak cepat punah.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1596307169/1917e5d50c591b83890702f707d2c851/cendrawasih_kuning_kecil_paradisaea_minor.webp" />
         <pubDate>2023-11-21 04:14:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797317021</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7F - Zahwa Hanifah Rimeka </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797317476</link>
         <description><![CDATA[<p>Jalak Bali adalah burung endemik Pulau Bali yang berstatus apendik I menurut IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources). Jalak Bali selama beberapa tahun ini mengalami ancaman kepunahan yang serius. Upaya yang dapat kita lakukan untuk melestarikan Balak Jali dapat dengan mendirikan penangkaran, aturan pelanggaran penangkapan Jalak Bali, tidak merusak habitatnya, program edukasi, pengawasan Pasca Pelepasliaran.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://pinhome-blog-assets-public.s3.amazonaws.com/2021/02/5-2-300x200.jpg" />
         <pubDate>2023-11-21 04:15:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797317476</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7F Aniena Kiara Muhasan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797318864</link>
         <description><![CDATA[<p>Bekantan atau Nasalis larvatus adalah seekor kera yang berasal dari provinsi kalimantan selatan. kera ini biasa dikenal dengan nama proboscis monkey, dan long-nosed monkey karena hidung nya yang besar. Bekantan termasuk jenis mamalia yang dilindungi dari ancaman kepunahan akibat dari konversi lahan hutan dan degradasi habitat. Berdasarkan hal ini, Bekantan temasuk satwa dengan status terancam punah (Endangered). Keresahan ini membuat Pusat Studi &amp; Konservasi Keanekaragaman Hayati Indonesia (Biodiversitas Indonesia) untuk mendirikan Komunitas Sahabat Bekantan Indonesia (SBI). Komunitas ini dibentuk dalam rangka membantu pemerintah dalam upaya perlindungan bekantan di Prov. Kalimantan Selatan. Tujuannya adalah sosialisasi untuk pelestarian dan perlindungan bekantan, pencegahan dan penghentian perburuan serta perdagangan bekantan, dan konservasi secara <em>in-situ </em>dan <em>ex-situ. ada tiga kegiatan besar yang dilakukan oleh SBI yaitu </em>mendirikan pusat rehabilitasi di Kota Banjarmasin dan stasiun riset bekantan di Pulau Curiak, Restorasi mangrove rambai melalui mangrove rambai center, dan Mengembangkan eco-wisata bekantan.<br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2225044006/c10d3a7ce605f101efa045bb40791ea5/Bekantan.jpg" />
         <pubDate>2023-11-21 04:16:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797318864</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797319069</link>
         <description><![CDATA[<p> Bunga Edelweis Jawa tumbuhan ini dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian 8 meter, dengan batang sebesar kaki manusia. Bunga Edelweis mampu hidup di atas tanah yang tandus dan tumbuhan pelopor bagi tanah vulkanik muda di pegunungan. Bunga-bunga Edelweis tumbuh saat musim hujan berakhir saat sinar matahari sedang insentif, di antara April hingga September. Jika sudah mekar biasanya bunga ini banyak didatangi oleh sekitar 300-an lebih jenis serangga, yaitu kupu-kupu, lalat, kutu, lebah, tabuhan, dan lain-lain.<br><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2225045108/9aee8c2031a184e0f963e105add8cdd1/Flora_di_Indonesia_6.png" />
         <pubDate>2023-11-21 04:17:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797319069</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7F Fatimah Nafisa</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797321418</link>
         <description><![CDATA[<p>Kucing hitam Kalimantan merupakan leopard Kalimantan atau panthera pardus heaneyi. Ini adalah spesies kucing besar endemik di pulau Kalimantan, Indonesia. Kucing hitam Kalimantan memiliki peran penting dalam keanekaragaman hayati. Sayangnya mereka juga harus di konsrrvasi dan dilindungi.</p><p><br/></p><p>Kita bisa melindungi dan konservasi mereka dengan cara:</p><p>1. Lindungi Rumahnya</p><p>2. Cari Tahu Tentang Mereka</p><p>3. Atur Peraturan untuk Melindungi Mereka</p><p>4. Bangun Kembali Tempat Tinggal </p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2225041126/e2541b61bd4b085e902bf63e249d5ed8/kucing_batu.jpg" />
         <pubDate>2023-11-21 04:19:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2797321418</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7F Annisa Alessandra Sitompul</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2803589207</link>
         <description><![CDATA[<p>Jalak Bali:</p><p>Jalak bali adalah burung yang berasal dari bali dan hanya ada di bali atau endemik bali. Nama latin jalak bali adalah Leucopsar rothschilidi. Jalak bali ditemukan pada tahun 1910. Nama ilmiah jalak bali dinamakan menurut pakar hewan berkebangsaan Inggris, Walter Rothschilid, sebagai orang pertama yang mendeskripsikan spesies ini ke dunia pengetahuan pada tahun 1912.</p><p>Masyarakat di sekitar mengenal jalak bali sebagai curik putih atau curik bali. Burung ini memiliki berat badan kurang lebih hanya 107 gram. Keistimewaan jalak bali adalah bisa menggunakan paruhnya untuk menggali tanah gembur di habitatnya. Kebiasaan jalak bali adalah suka bermain air untuk membersihkan badannya, dan mereka mengeringkan tubuhnya dengan cara menggigit-gigit bulunya satu persatu.</p><p><br/></p><p>Populasi jalak bali : populasi jalak bali lima tahun terakhir terus bertambah. Pada 2017 terdata jumlahnya hanya 109 ekor, tahun 2018 meningkat menjadi 184 ekor, tahun 2019 bertambah menjadi 256 ekor, dan tahun 2020 tercatat 355 ekor. Pada tahun 2021 hingga 2022 sudah mencapai 545 ekor dan di tahun 2023 menjadi 600 ekor.</p><p><br/></p><p>Cara melindungi jalak bali : mendirikan penangkaran, merawatnya dengan baik, membuat program edukasi, melakukan pengawasan secara pasca-pelepasliaran, dan membuat peraturan pelarangan penangkapan jalak bali.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2230969415/f4b9061cd5a9688a3cf4a1ae4707fc99/IMG_0831.jpeg" />
         <pubDate>2023-11-27 06:32:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2803589207</guid>
      </item>
      <item>
         <title>7F Adrian Fardianto Sapardan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2804239042</link>
         <description><![CDATA[<p>Monyet hitam sulawesi adalah hewan endemik dari <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="https://www.indonesia.travel/id/id/ide-liburan/cerita-kota-khas-likupang-sulawesi-utara-7-deretan-kuliner-ini-siap-bikin-lidahmu-goyang">Sulawesi utara </a>yang juga punya nama lain yaki. Monyet ini dikenal dengan kepintarannya dan tubuh yang dipenuhi bulu serba hitam. Monyet hitam sulawesi hidup di hutan tropis yang berada dalam kawasan Cagar Alam Tangkoko.Salah satu ancaman utama adalah hilangnya habitat mereka akibat deforestasi dan perambahan manusia. Kehilangan hutan menyebabkan terganggunya sumber makanan dan tempat berlindung bagi monyet hitam Sulawesi. Selain itu, perdagangan ilegal juga menjadi ancaman serius bagi monyet hitam Sulawesi.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2231641762/719b854498143ae467e2ff371a342766/Macaca_nigra_self_portrait.jpg" />
         <pubDate>2023-11-27 15:51:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/indahp05_/konservasi7F/wish/2804239042</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
