<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>tartaruma negara  by Putu Ayu Amabel Widyasanty</title>
      <link>https://padlet.com/24257061amabel/sxb0b0ebitn4wk1g</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-04-28 01:08:23 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-05-01 21:56:04 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>sumber berita kerajaan </title>
         <author>24257061amabel</author>
         <link>https://padlet.com/24257061amabel/sxb0b0ebitn4wk1g/wish/3433405087</link>
         <description><![CDATA[<ul><li><p><strong>Prasasti Ciaruteun<br></strong> Terletak di tepi Sungai Ciaruteun, Bogor. Berisi gambar telapak kaki, laba-laba, dan tulisan Sansekerta dengan huruf Pallawa. Menyebutkan Raja Purnawarman sebagai penguasa gagah berani, dibandingkan dengan Dewa Wisnu.</p></li><li><p><strong>Prasasti Kebon Kopi<br></strong> Dikenal juga sebagai Prasasti Tapak Gajah, berada di Cibungbulang, Bogor. Memuat gambar telapak kaki gajah dan menyebut Raja Tarumanegara sebagai penguasa kuat seperti gajah Airavata.</p></li><li><p><strong>Prasasti Jambu<br></strong> Terletak di Gunung Batutulis, Bogor Barat. Ditemukan oleh Jonathan Rigg pada tahun 1854.</p></li><li><p><strong>Prasasti Pasir Awi<br></strong> Ditemukan di lereng selatan bukit Pasir Awi, Citeureup, Bogor. Prasasti ini belum bisa dibaca hingga sekarang.</p></li><li><p><strong>Prasasti Muara Cianten<br></strong> Terletak di tepi Sungai Cisadane, Bogor. Sama seperti Pasir Awi, isi prasasti ini belum dapat dibaca.</p></li><li><p><strong>Prasasti Lebak<br></strong> Dikenal juga sebagai Prasasti Munjul atau Cidanghiyang. Ditemukan di tepi Sungai Cidanghiyang, Pandeglang, Banten.</p></li><li><p><strong>Prasasti Tugu<br></strong> Terletak di Tugu, Jakarta Utara. Merupakan prasasti terpanjang dari masa Purnawarman, menjelaskan proyek penggalian sungai untuk mengatasi banjir dan kekeringan. Ditulis dalam bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa, sekitar abad ke-5 Masehi<strong>.</strong></p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-01 21:34:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/24257061amabel/sxb0b0ebitn4wk1g/wish/3433405087</guid>
      </item>
      <item>
         <title>awal kemunculanya taruma negara</title>
         <author>24257061amabel</author>
         <link>https://padlet.com/24257061amabel/sxb0b0ebitn4wk1g/wish/3433406441</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Kerajaan Tarumanegara berasal dari wilayah Jawa Barat dan didirikan sekitar abad ke-4 Masehi.Kerajaan ini didirikan bukan oleh orang lokal, namun oleh seorang bangsawan asal Salankayana, India yang bernama Maharesi Jayasingawarman. Akibat kekacauan dan penjajahan yang dilakukan oleh Maharaja Samudragupta dari Kerajaan Magada, Jayasingawarman melarikan diri dan mendirikan kerajaan baru di Nusantara.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3033340726/f9841cd82cfda14f0a5e03e1a5f3ea4c/download__1_.jpg" />
         <pubDate>2025-05-01 21:36:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/24257061amabel/sxb0b0ebitn4wk1g/wish/3433406441</guid>
      </item>
      <item>
         <title>raja raja yang terkenal </title>
         <author>24257061amabel</author>
         <link>https://padlet.com/24257061amabel/sxb0b0ebitn4wk1g/wish/3433408636</link>
         <description><![CDATA[<p>&nbsp;Jayasingawarman (358-382 M): Pendiri dan raja pertama.</p><ol><li><p>Dharmayawarman (382-395 M): Putra Jayasingawarman.</p></li><li><p>Wisnuwarman (434-455 M).</p></li><li><p>Indrawarman (455-515 M).</p></li><li><p>Candrawarman (515-535 M).</p></li><li><p>Suryawarman (535-561 M).</p></li><li><p>Linggawarman: Raja Tarumanagara terakhir.</p></li></ol><p>Raja paling terkenal dari Kerajaan Tarumanegara adalah <strong>Purnawarman.</strong> Ia dikenal karena kepemimpinannya yang membawa kejayaan bagi kerajaan dan dibuktikan melalui tujuh prasasti peninggalannya. Purnawarman juga dikenal karena proyek pembangunan infrastruktur irigasi, seperti penggalian Sungai Candrabhaga yang kemudian dikenal sebagai Sungai Cakung.&nbsp;</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3033340726/76ddeaad1a9cfc211a6bc79741990c9d/download__4_.jpg" />
         <pubDate>2025-05-01 21:42:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/24257061amabel/sxb0b0ebitn4wk1g/wish/3433408636</guid>
      </item>
      <item>
         <title>masa kejayaan nya dan bukti bukti </title>
         <author>24257061amabel</author>
         <link>https://padlet.com/24257061amabel/sxb0b0ebitn4wk1g/wish/3433409648</link>
         <description><![CDATA[<p>Masa kejayaan Kerajaan Tarumanegara terjadi pada pemerintahan Raja Purnawarman. Purnawarman dikenal sebagai raja yang perkasa dan sangat peduli terhadap kesejahteraan masyarakatnya.<br><br>Kejayaan Kerajaan Tarumanegara dibuktikan melalui berbagai prasasti yang ditemukan, seperti Prasasti Muara Cianten, Prasasti Tugu, dan Prasasti Kebon Kopi.<br><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-01 21:45:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/24257061amabel/sxb0b0ebitn4wk1g/wish/3433409648</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Masa keruntuhan dan penyebabnya </title>
         <author>24257061amabel</author>
         <link>https://padlet.com/24257061amabel/sxb0b0ebitn4wk1g/wish/3433411329</link>
         <description><![CDATA[<p>Kerajaan Tarumanegara runtuh karena beberapa faktor, termasuk serangan dari kerajaan lain seperti Sriwijaya, perpecahan internal dalam kerajaan, dan pergantian tahta yang tidak jelas. Raja Linggawarman, raja terakhir, tidak memiliki putra, sehingga tahta diwariskan kepada menantunya, Tarusbawa, yang kemudian lebih memilih mengembangkan kerajaannya sendiri di Sunda.&nbsp;</p><p>Berikut adalah detail lebih lanjut:</p><ul><li><p>Serangan Kerajaan Lain:<br>Kerajaan Tarumanegara pernah mengalami serangan dari Kerajaan Sriwijaya, yang mungkin menjadi salah satu faktor penyebab keruntuhannya.&nbsp;</p></li><li><p>Perpecahan Internal:<br>Perpecahan mulai terjadi pada masa pemerintahan Raja Kertawarman, dengan beberapa negeri taklukan yang tidak puas dan memutuskan untuk memisahkan diri. Perpecahan semakin parah ketika Raja Linggawarman tidak memiliki pewaris laki-laki dan tahta diwariskan kepada menantunya.&nbsp;</p></li><li><p>Peralihan Tahta:<br>Setelah Raja Linggawarman meninggal, tahta diwariskan kepada Tarusbawa, yang merupakan menantu Raja Linggawarman dan raja Kerajaan Sunda. Tarusbawa kemudian lebih memilih untuk mengembangkan kerajaannya sendiri, sehingga Kerajaan Tarumanegara tidak lagi dipertahankan.&nbsp;</p></li><li><p>Kerajaan Galuh:<br>Menurut <a rel="noopener noreferrer nofollow" href="http://Kumparan.com">Kumparan.com</a>, Kerajaan Galuh juga terlibat dalam perpecahan dan meminta untuk memisahkan diri, yang memperparah kondisi kerajaan Tarumanegara.&nbsp;</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3033340726/48e7c78ca7d9c20021da2800ac218090/download__6_.jpg" />
         <pubDate>2025-05-01 21:47:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/24257061amabel/sxb0b0ebitn4wk1g/wish/3433411329</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kehidupan social - ekonomi </title>
         <author>24257061amabel</author>
         <link>https://padlet.com/24257061amabel/sxb0b0ebitn4wk1g/wish/3433412375</link>
         <description><![CDATA[<p>Kehidupan Sosial-Ekonomi Kerajaan Tarumanegara Kehidupan sosial ekonomi Kerajaan Tarumanegara ditandai oleh sistem agraris yang maju, perdagangan maritim yang berkembang, dan struktur sosial yang terorganisir. Masyarakat Tarumanagara bergantung pada pertanian sebagai sumber utama pangan dan pendapatan, dengan adanya teknologi irigasi yang canggih. Selain itu, kerajaan ini juga dikenal sebagai pusat perdagangan maritim di Asia Tenggara, menjalin hubungan dagang dengan berbagai kerajaan lain, termasuk India dan Cina.&nbsp;</p><p><strong>Kehidupan Sosial:</strong></p><ul><li><p><strong>Struktur Sosial:</strong><br>Masyarakat Tarumanegara memiliki struktur sosial yang jelas, dengan adanya tiga kelas: bangsawan, rakyat biasa, dan budak.&nbsp;</p></li><li><p><strong>Budaya Hindu:</strong><br>Budaya Hindu sangat berpengaruh dalam kehidupan sosial, terlihat dari nilai-nilai keagamaan yang kuat dan berbagai ritual yang dilakukan.&nbsp;</p></li><li><p>Pendidikan dan Jabatan:<br>Bangsawan memiliki hak istimewa, termasuk akses ke pendidikan dan jabatan di pemerintahan.&nbsp;</p></li></ul><p><strong>Kehidupan Ekonomi:</strong></p><ul><li><p><strong>Pertanian:</strong><br>Pertanian menjadi tulang punggung ekonomi, dengan penggunaan teknologi irigasi yang canggih untuk meningkatkan produktivitas.&nbsp;</p></li><li><p><strong>Perdagangan Maritim:</strong><br>Kerajaan Tarumanegara dikenal sebagai pusat perdagangan maritim, dengan hubungan dagang yang kuat dengan berbagai kerajaan di Asia Tenggara.&nbsp;</p></li><li><p><strong>Sumber Daya Lokal:</strong><br>Selain pertanian, masyarakat juga melakukan aktivitas ekonomi seperti perburuan, peternakan, dan pertambangan, yang menghasilkan komoditas seperti cula badak, kulit penyu, dan perak.&nbsp;</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3033340726/4edf8c7557f38260bc71340675a48df7/sejarah_kerajaan_tarumanegara.jpg" />
         <pubDate>2025-05-01 21:50:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/24257061amabel/sxb0b0ebitn4wk1g/wish/3433412375</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kehidupan kebudayaan agama </title>
         <author>24257061amabel</author>
         <link>https://padlet.com/24257061amabel/sxb0b0ebitn4wk1g/wish/3433414010</link>
         <description><![CDATA[<p>Kerajaan Tarumanegara, salah satu kerajaan kuno di Jawa Barat, memiliki kebudayaan yang kuat dipengaruhi oleh agama Hindu, khususnya aliran Wisnu. Bukti pengaruh ini terlihat dalam peninggalan seperti Prasasti Ciaruteun yang menggambarkan Raja Purnawarman sebagai figur yang diibaratkan dengan Dewa Wisnu. Selain itu, sistem pemerintahan, upacara keagamaan, serta seni dan arsitektur juga menunjukkan pengaruh Hindu.&nbsp;</p><p>Elaborasi:</p><ul><li><p><strong>Agama Hindu sebagai Corak Utama:<br></strong>Kerajaan Tarumanegara menganut agama Hindu, yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat.&nbsp;</p></li><li><p><strong>Pengaruh Hindu Wisnu:<br></strong>Penyebaran agama Hindu khususnya aliran Wisnu terlihat dari peninggalan Prasasti Ciaruteun yang menggambarkan Raja Purnawarman sebagai figur yang setara dengan Dewa Wisnu.&nbsp;</p></li><li><p><strong>Sistem Pemerintahan:<br></strong>Sistem pemerintahan di Tarumanegara juga dipengaruhi oleh konsep Hindu, dengan raja memiliki kedudukan tinggi dan dianggap sebagai perwakilan dewa.&nbsp;</p></li><li><p><strong>Upacara Keagamaan:<br></strong>Upacara keagamaan seperti sedekah dengan menyembelih sapi dan persembahan kepada dewa-dewa Hindu menjadi bagian dari tradisi masyarakat Tarumanegara.&nbsp;</p></li><li><p><strong>Seni dan Arsitektur:<br></strong>Seni dan arsitektur di Tarumanegara, seperti relief dan arca, juga menunjukkan pengaruh Hindu, dengan gaya yang mirip dengan seni Hindu di India.&nbsp;</p></li><li><p><strong>Peninggalan Arkeologis:<br></strong>Prasasti-prasasti seperti Tugu, Muara Cianteun, dan Kebon Kopi, serta candi-candi seperti Batujaya dan Cibuaya, menjadi bukti kuat pengaruh agama Hindu.&nbsp;</p></li><li><p><strong>Toleransi Keagamaan:<br></strong>Meskipun Hindu merupakan agama utama, ada juga bukti pengaruh agama Budha dan kepercayaan asli masyarakat, menunjukkan adanya toleransi keagamaan.&nbsp;</p></li></ul><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-05-01 21:53:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/24257061amabel/sxb0b0ebitn4wk1g/wish/3433414010</guid>
      </item>
      <item>
         <title>peninggalan- peninggalan </title>
         <author>24257061amabel</author>
         <link>https://padlet.com/24257061amabel/sxb0b0ebitn4wk1g/wish/3433414717</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Prasasti Ciaruteun<br> Ditemukan di Desa Ciaruteun Ilir, Bogor, prasasti ini memuat jejak kaki Raja Purnawarman yang disamakan dengan kaki Dewa Wisnu, menunjukkan kekuasaan dan keagungan raja.<br><br></p></li><li><p>Prasasti Kebon Kopi I<br> Terletak di Kampung Muara Hilir, Bogor, prasasti ini menampilkan pahatan tapak kaki gajah yang diasosiasikan dengan Airawata, kendaraan Dewa Indra, melambangkan kekuatan Raja Purnawarman.<br><br></p></li><li><p>Prasasti Jambu<br> Ditemukan di Bukit Koleangkak, Bogor, prasasti ini memuji keberanian dan kebesaran Raja Purnawarman sebagai pemimpin yang termasyhur.<br><br></p></li><li><p>Prasasti Tugu<br> Berlokasi di Desa Tugu, Cilincing, Jakarta Utara, prasasti ini mencatat proyek penggalian saluran air Gomati dan Candrabhaga oleh Raja Purnawarman, menunjukkan kemajuan sistem irigasi pada masa itu.<br><br></p></li><li><p>Prasasti Pasir Awi<br> Ditemukan di Jonggol, Bogor, prasasti ini memiliki pahatan telapak kaki, namun belum berhasil dibaca karena menggunakan aksara yang belum teridentifikasi.<br><br></p></li><li><p>Prasasti Muara Cianten<br> Terletak di tepi barat Sungai Cisadane, Bogor, prasasti ini memuat tulisan yang belum terpecahkan, namun diyakini sebagai bagian dari peninggalan Kerajaan Tarumanegara.<br><br></p></li><li><p>Prasasti Cidanghiang (Lebak)<br> Ditemukan di tepi Sungai Cidanghiang, Banten Selatan, prasasti ini berisi pujian terhadap keperwiraan dan keagungan Raja Purnawarman.</p><p><br></p></li></ol><p>Candi Jiwa: Salah satu candi di Batujaya yang sudah dipugar dan menjadi salah satu objek wisata sejarah di Karawang.&nbsp;</p><p>Candi Blandongan: Candi lain di Batujaya yang juga sudah dipugar dan menarik untuk dikunjungi.&nbsp;</p><p>Candi Serut: Candi yang juga terletak di kompleks Batujaya dan merupakan bagian dari peninggalan Kerajaan Tarumanegara.&nbsp;</p><p>Candi Sumur: Candi lainnya di Batujaya yang turut menjadi bagian dari kompleks percandian.&nbsp;</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3033340726/61c1f854c80e14305ad47b1301abd60e/800px_prasasti_ciaruteun_museum_sejarah_jakarta_6a6695705aca0c9d8d4285af96bea5f8.jpg" />
         <pubDate>2025-05-01 21:56:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/24257061amabel/sxb0b0ebitn4wk1g/wish/3433414717</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
