<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Perlawanan kesultanan Mataram by Syiva Ardila Puryani Putri</title>
      <link>https://padlet.com/oa181027/swnj45cmugoqfmr</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-09-06 13:41:40 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-09-21 01:34:08 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Sekilas pandang kesultanan Mataram. </title>
         <author>oa181027</author>
         <link>https://padlet.com/oa181027/swnj45cmugoqfmr/wish/2284674257</link>
         <description><![CDATA[<div>Negara Kesultanan Mataram; <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Arab">bahasa Arab</a>: دولة نوبل ماتارام‎ <em>Daulat Nuubil Mataram</em>, <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Arti_harfiah">har.</a> 'Negeri Mataram yang Luhur') adalah negara berbentuk <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kesultanan">kesultanan</a> di <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Jawa">Jawa</a> pada abad ke-16. Kesultanan ini didirikan sejak pertengahan <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Abad_ke-16">abad ke-16</a>, namun baru menjadi negara berdaulat di akhir <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Abad_ke-16">abad ke-16</a> yang dipimpin oleh dinasti yang bernama <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Wangsa_Mataram">wangsa Mataram</a>.<br><br>Sepanjang abad ke-16, tepatnya pada puncak kejayaannya di bawah pemerintahan <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sultan_Agung_dari_Mataram">Anyakrakusuma</a>, Mataram adalah salah satu negara terkuat di Jawa, kesultanan yang menyatukan sebagian besar pulau <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Jawa">Jawa</a>, yakni sebagian besar wilayah <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Jawa_Barat">Jawa Barat</a>, <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Jawa_Timur">Jawa Timur</a> dan <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Jawa_Tengah">Jawa Tengah</a> kecuali <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Banten">Banten</a>, selain itu juga menguasai daerah <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pulau_Madura">Madura</a>, dan <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Tanjungpura">Sukadana</a> (<a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kalimantan_Barat">Kalimantan Barat</a>) serta <a href="https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pulau_Sumatera">Pulau Sumatera</a> (Palembang dan Jambi). Kesultanan ini terdiri dari beberapa wilayah inti mulai dari: <em>kutagara</em>, <em>nagaragung</em>, <em>mancanagara</em>, <em>pasisiran</em> dan sejumlah <em>kerajaan vasal</em>, beberapa di antaranya dianeksasi ke dalam teritori kesultanan, sedangkan sisanya diberikan beragam tingkat otonomi.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-06 13:47:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/oa181027/swnj45cmugoqfmr/wish/2284674257</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Latar belakang perlawanan </title>
         <author>oa181027</author>
         <link>https://padlet.com/oa181027/swnj45cmugoqfmr/wish/2284690117</link>
         <description><![CDATA[<div>Sultan Agung adalah raja yang paling terkenal dari Kerajaan Mataram. Pada masa pemerintahan Sultan Agung, Mataram mencapai zaman keemasan. Sultan Agung memiliki cita-cita, yaitu mempersatukan seluruh tanah Jawa dan mengusir kekuasaan asing dari bumi Nusantara. Terkait dengan cita-citanya ini, maka Sultan Agung sangat menentang keberadaan kekuatan VOC di Jawa. Apalagi, tindakan VOC yang terus memaksakan kehendak untuk melakukan monopoli perdagangan membuat para pedagang Pribumi mengalami kemunduran. Kebijakan monopoli itu juga dapat membawa penderitaan rakyat. Oleh karena itu, Sultan Agung merencanakan serangan ke Batavia.&nbsp;</div><div>Dengan demikian, latar belakang terjadinya perlawanan Mataram adalah tindakan VOC yang memonopoli perdagangan dan VOC menjadi penghalang Sultan Agung dalam mewujudkan cita-citanya, yaitu mempersatukan pulau Jawa di bawah kekuasaaan Mataram.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-06 13:55:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/oa181027/swnj45cmugoqfmr/wish/2284690117</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jalannya perlawanan </title>
         <author>oa181027</author>
         <link>https://padlet.com/oa181027/swnj45cmugoqfmr/wish/2284712545</link>
         <description><![CDATA[<div>Raden Mas Rangsang atau lebih dikenal sebagai Sultan Agung Hanyakrakusuma adalah raja Kesultanan Mataram yang berkuasa antara 1613-1645 M. Di bawah kekuasaan Sultan Agung, Kerajaan Mataram Islam mencapai puncak keemasannya. Mataram mengalami kemajuan dalam segala bidang dan hampir menguasai seluruh tanah Jawa. Salah satu wilayah di Jawa yang belum dikuasai adalah Banten serta Batavia (Jakarta), yang menjadi markas VOC. Inilah salah satu alasan Sultan Agung menyerang Batavia, karena dianggap sebagai penghalang untuk menguasai Banten. Selain itu, Sultan Agung menganggap kedudukan VOC di Batavia sebagai ancaman karena kerap menghalangi kapal dagang Mataram yang akan berdagang ke Malaka.<br>Pada 1628, Sultan Agung mengirim pasukan untuk melakukan serangan pertama ke VOC di Batavia. Serangan Sultan Agung ke Batavia yang pertama dipimpin oleh Tumenggung Baureksa, bupati Kendal. Strategi serangan pasukan Sultan Agung di Batavia pada 1628 adalah dengan membendung Sungai Ciliwung agar benteng VOC kekurangan air. Meski strategi ini berhasil membuat pihak VOC terjangkit wabah kolera, tetapi dominasi Belanda belum bisa dipatahkan. Pada akhirnya, pasukan Mataram memilih mundur dan kembali ke kerajaannya. Mundurnya perlawanan Mataram terhadap Belanda di Batavia disebabkan oleh beberapa hal, yaitu kalah persenjataan, stamina pasukan terkuras, dan kekurangan bahan makanan.<br>Serang kedua kembali dikirimkan Sultan Agung pada tahun 1629. Strategi yang diterapkan di antaranya, memperkuat armada militer, meningkatkan jumlah persenjataan, dan membangun lumbung makanan di Tegal dan Cirebon. Serangan kedua yang dipimpin oleh Dipati Puger dan Dipati Purbaya ini berhasil membawa 80.000 pasukan Mataram sampai di Batavia. Namun, serangan ini kembali menemui kegagalan. Penyebab utama kegagalan serangan Mataram terhadap VOC tahun 1629 adalah dibakarnya lumbung padi pasukan Mataram oleh Belanda. Akibatnya, pasukan Mataram kekurangan bahan makanan dan kelelahan, sehingga memilih untuk mundur.<br><br>Dengan demikian, perlawanan Keslutanan Mataram melawan VOC dilakukan sebanyak dua kali. Sayangnya, dua kali perlawanan tersebut mengalami kegagalan semua. Faktor utama yang menyebabkan kegagalan karena jarak tempuh yang terlalu jauh, persenjataan yang kalah lengkap, dibakarnya lumbung padi pasukan Mataram oleh VOC.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-06 14:05:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/oa181027/swnj45cmugoqfmr/wish/2284712545</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Akhir perlawanan </title>
         <author>oa181027</author>
         <link>https://padlet.com/oa181027/swnj45cmugoqfmr/wish/2284714607</link>
         <description><![CDATA[<div>perlawanan mataram terhadap VOC terjadi yang pertama pada tahun 1628. Perlawanan ini<br>dipimpin oleh Tumenggung Bahurekso. Pasukan Mataram berusaha membendung sungai Ciliwung agar benteng VOC kekurangan air. Terbukti, gubernur Jendral J.P. Coen<br>meninggal karena kolera (penyakit kekurangan air bersih) Yang kedua<br>pada tahun 1629, dipimpin oleh Dipati Puger dan Dipati Purbaya, 80.000 pasukan mataram muncul lagi di depan gerbang Batavia. dalam serangan ini pasukan mataram berhasil<br>menghancurkan benteng Hollandia dan mengancam<br>masuk meneroboske batavia. Untuk mengatasi serangan ini, VOC mengirim kapal perang ke Tegal dan Cirebon untuk membakar lumbung padi pasukan mataram. Peristiwa ini menyebabkan pasukan mataram yang bertempur ke Batavia kekurangan makanan. setelah kelelahan dan kekurangan makanan, pasukan mataram memutuskan mundur dalam peperangan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-06 14:06:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/oa181027/swnj45cmugoqfmr/wish/2284714607</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
