<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>PBL IPS Punya Satria by </title>
      <link>https://padlet.com/satriaaistanto/sw3hk00yrmxr60xk</link>
      <description>Upaya Mempertahankan Kemerdekaan</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-02-17 05:18:53 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-02-17 06:39:33 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f5ff.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia</title>
         <author>satriaaistanto</author>
         <link>https://padlet.com/satriaaistanto/sw3hk00yrmxr60xk/wish/2052480390</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada Oktober 1945, pasukan Jepang yang masih berada di Semarang menyerang Tentara Keamanan Rakyat. mereka ingin membebaskan orang-orang Jepang yang masih ditahan. Beredar isu bahwa Jepang meracuni sumber air minum di daerah Candi, Semarang. Oleh karena itu, dr. Kariadi sebagai kepala Laboratorium Pusat Rumah Sakit Rakyat memeriksa sumber air tersebut. Akan tetapi, ia gugur oleh tentara Jepang.<br><br>Gugurnya dr. Kariadi menyulut kemarahan rakyat sehingga terjadi pertempuran pada 15-19 Oktober 1945 di Simpang Lima antara pasukan TKR melawan tentara Jepang yang dipimpin oleh Mayor Kido. Pertempuran ini dihentikan setelah diadakan gencatan senjata.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://www.goodnewsfromindonesia.id/uploads/post/large-tugu-muda-lawang-sewu-kota-semarang-2019-sam9042-2aee8bdfe52106aa5ca1b46aafe2c3db.jpg" />
         <pubDate>2022-02-17 05:31:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/satriaaistanto/sw3hk00yrmxr60xk/wish/2052480390</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kota Medan, Sumatera Utara, Indonesia</title>
         <author>satriaaistanto</author>
         <link>https://padlet.com/satriaaistanto/sw3hk00yrmxr60xk/wish/2052503364</link>
         <description><![CDATA[<div>Pasukan Inggris yang dipimpin oleh Brigadir Jenderal T.E.D. Kelly mendarat di Medan pada 9 Oktober 1945. Mereka datang bersama dengan tentara NICA Belanda. Tujuan kedatangan mereka adalah membebaskan tentara Belanda yang ditawan Jepang.<br><br>Pada 13 Oktober 1945, seorang anggota NICA menginjak-injak bendera Merah Putih. Hal ini menyebabkan pertempuran antara tertara Indonesia dengan tentara Belanda. Pada 18 Oktober 1945, Sekutu menuntut agar rakyat Indonesia menghentikan pertempuran dan menyerahkan senjatanya. Akan tetapi, rakyat Indonesia menolak. <br><br>Pada 1 Desember 1945, Sekutu memasang papan bertuliskan <em>Fixed Boundaries Medan Area&nbsp;</em>(Batas Resmi Daerah Medan). Sekutu menetapkan secara sepihak batas kekuasaan mereka. Akibatnya, terjadilah pertempuran yang dikenal sebagai Pertempuran Medan Area.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://ceritamedan.com/wp-content/uploads/2018/12/Tugu-Juang-45-Medan.jpg" />
         <pubDate>2022-02-17 05:54:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/satriaaistanto/sw3hk00yrmxr60xk/wish/2052503364</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia</title>
         <author>satriaaistanto</author>
         <link>https://padlet.com/satriaaistanto/sw3hk00yrmxr60xk/wish/2052518482</link>
         <description><![CDATA[<div>Tentara Sekutu bernama NICA memasuki Kota Bandung pada bulan Oktober 1945. Mereka kemudian mengeluarkan peringatan agar para pemuda menyerahkan senjata yang dirampas dari tangan Jepang. Peringatan tersebut tidak dituruti oleh rakyat sehingga terjadilah pertempuran.&nbsp;<br><br>Sekutu berhasil menduduki Kota Bandung bagian utara dan merebut kantor-kantor pemerintahan. Pada 23 Maret 1926, sekutu mengeluarkan peringatan kedua. Isinya agar Kota Bandung bagian selatan segera dikosongkan.<br><br>Demi keselamatan rakyat dan kepentingan politik pemerintahan RI, para pejuang yang dipimpin kolonel A.H. Nasution mematuhi peringatan tersebut. Namun sebelumnya, para pejuang membumihanguskan kota Bandung bagian selatan. Peristiwa tersebut dikenal dengan nama "Bandung Lautan Api".</div>]]></description>
         <enclosure url="https://asset.indosport.com/article/image/q/80/270360/stadion_gelora_bandung_lautan_-169.jpg?w=750&amp;h=423" />
         <pubDate>2022-02-17 06:09:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/satriaaistanto/sw3hk00yrmxr60xk/wish/2052518482</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia</title>
         <author>satriaaistanto</author>
         <link>https://padlet.com/satriaaistanto/sw3hk00yrmxr60xk/wish/2052527579</link>
         <description><![CDATA[<div>Pasukan Sekutu datang ke Semarang di bawah pimpinan Brigadir Jenderal Bethell, pada 20 Oktober 1945. Tujuannya untuk mengurus tawanan perang yang berada di penjara Ambarawa. Kedatangan mereka disambut baik oleh rakyat Indonesia.<br><br>Pasukan Sekutu tersebut ternyata telah disusupi oleh tentara NICA. Mereka membebaskan serta memberikan senjata kepada tentara Belanda yang ditawan Jepang. Akibatnya, terjadilah pertempuran pada 20 November 1945. Dalam pertempuran itu, Letnan Kolonel Isdiman gugur, tepatnya pada 26 November 1945.&nbsp;<br><br>Kolonel Soedirman menggantikan tugas Letkol Isdiman dalam memimpin pasukan Tentara Keamanan Rakyat. Pada 12-15 Desember 1945 terjadi pertempuran sengit yang disebut dengan Palagan Ambarawa.&nbsp;<br><br>Dalam pertempuran tersebut, tentara Sekutu berhasil dikalahkan. Untuk memperingati peristiwa pertempuran di Ambarawa, dibangun monumen yang bernama Palagan Ambarawa. Tanggal 15 Desember pun diperingati sebagai Hari Infanteri.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://3.bp.blogspot.com/-zraOy2rxbz0/UuEwpTBSnSI/AAAAAAAAAKA/yonNUiVQU30/s1600/201401222985.jpg" />
         <pubDate>2022-02-17 06:18:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/satriaaistanto/sw3hk00yrmxr60xk/wish/2052527579</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Surabaya, Kota SBY, Jawa Timur, Indonesia</title>
         <author>satriaaistanto</author>
         <link>https://padlet.com/satriaaistanto/sw3hk00yrmxr60xk/wish/2052550327</link>
         <description><![CDATA[<div>Tentara Sekutu pertama kali mendarat di Surabaya pada 25 Oktober 1945. Pasukan ini dipimpin oleh Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby. Sesuai kesepakatan dengan pemerintah Indonesia, tujuan kedatangan mereka adalah untuk melucuti senjata tentara Jepang dan membebaskan tawanan perang yang ditawan Jepang.&nbsp;<br><br>Pada 26 Oktober 1945, tentara Sekutu menyerbu Penjara Kalisosok untuk membebaskan perwira Sekutu. Pada 27 Oktober 1945, tentara Sekutu menduduki Kantor Pos Besar, Gedung Bank Internasional, dan Pangkalan Udara Morokrembangan dan Pelabuhan Tanjung perak.&nbsp;<br><br>Inggris juga menyebarkan Pamflet melalui udara yang berisi perintah kepada rakyat Surabaya untuk menyerahkan senjatanya. Hal ini menyebabkan terjadinya pertempuran antara Sekutu dengan rakyat Indonesia di beberapa tempat. Pada 30 Oktober 1945, diadakan perundingan antara Presiden Soekarno, Mohammad Hatta, dan Amir Syarifuddin dengan Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby.&nbsp;<br><br>Hasil perundingan tersebut adalah diadakannya gencaran senjata. Setelah Soekarno kembali ke Jakarta, terjadi pertempuran lagi yang menewaskan Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby.<br><br>Pada 9 November 1945, Sekutu mengeluarkan ultimatum yang berisi "Pemimpin dan pemuda Surabaya berkumpul di tempat yang ditentukan dengan tangan di atas kepala selambat-lambatnya pukul 06.00 untuk menandatangani pernyataan menyerah tanpa syarat, 10 November 1945. Apabila tidak dilaksanakan, Surabaya akan digempur baik dari darat, laut, maupun udara."<br><br>Ultimatum tersebut ditolak. Rakyat Surabaya di bawah pimpinan Bung Tomo bertekad untuk mempertahankan Kota Surabaya sampai titik darah penghabisan. Melalui pidatonya, ia mengobarkan semangat para pejuang untuk melawan musuh. Pertempuran berjalan sangat sengit. Tingginya semangat juang rakyat Surabaya membuat tentara Inggris kesulitan dalam memberikan perlawanan. Namun, Sekutu dapat menduduki Surabaya karena menang dalam persenjataan. Tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan untuk mengenang gigihnya rakyat Surabaya mempertahankan kemerdekaan.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://app.shotondji.com/public/uploads/preview/tugu-pahlawan-indonesia-5501541647297iaert5cdhj.jpg" />
         <pubDate>2022-02-17 06:39:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/satriaaistanto/sw3hk00yrmxr60xk/wish/2052550327</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
