<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title> Iphigenie auf Tauris - Goethe by Deva Natasya</title>
      <link>https://padlet.com/devanatasya1902416/sozbut2349fw5bmg</link>
      <description>Setelah menyimak dan memahami materi yang telah disajikan, liat video singkat salah satu drama yang ada di zaman Werimarer Klassik. Tentukan karakteristik dan kaitkanlah dengan jiwa atau ciri zaman yang sudah kalian baca pada materi Weimarer Klassik . Viel Spaß ! ♥</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-03-22 14:08:14 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-01-19 10:18:05 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Ringkasan Drama Iphigenie auf Tauris - Goethe</title>
         <author>devanatasya1902416</author>
         <link>https://padlet.com/devanatasya1902416/sozbut2349fw5bmg/wish/1338139096</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1095879826/a465d743c89c73ad359a11dc225432e0/Iphigenie_auf_Tauris.mp4" />
         <pubDate>2021-03-22 14:24:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/devanatasya1902416/sozbut2349fw5bmg/wish/1338139096</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hamdan Khoiru Abdillah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/devanatasya1902416/sozbut2349fw5bmg/wish/1341493840</link>
         <description><![CDATA[<div>Dalam drama Iphigenie Auf Tauris tersirat adanya perjuangan wanita yang ingin memperjuangkan hak hidupnya. Ia tidak ingin dipandang sebagai makhluk yang lemah, ia juga ingin bebas menentukan jalan hidupnya sendiri. Selain itu juga tersirat perjuangan wanita yang mandiri, meskipun ia berada di negeri asing, tetapi ia mempunyai kemandirian untuk berfikir dalam mengambil keputusan. Jika dikaitkan dengan zaman Werimarer Klasik, Drama ini menggambarkan perjuangan untuk dunia yang bermoral dan dibudidayakan secara estetika, sehingga dengan diperankannya tokoh wanita di dalam drama ini, menggambarkan sebuah kesetaraan antara perempuan dengan laki-laki. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-23 06:50:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/devanatasya1902416/sozbut2349fw5bmg/wish/1341493840</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Farkhan Ananda Khoirul </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/devanatasya1902416/sozbut2349fw5bmg/wish/1341513182</link>
         <description><![CDATA[<div>Dalam drama ini menceritakan perjuangan wanita untuk bertahan hidup dan ingin merubah oandangan orang bahwa wanita bukan makhluk lemah dan dapat setara dengan lelaki. drama ini menceritakan dari citra wanita agar pembaca dapat menilai gambaran wanita. jika di sangkut pautkan ke zaman weimar cocok dengan poin nomor 5 6 dan 7<br>membahas tentang keseimbangan, toleransi, kebebasan agar dapat dipenuhi oleh penyair</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-23 06:58:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/devanatasya1902416/sozbut2349fw5bmg/wish/1341513182</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Larasati Sofia Taneke</title>
         <author>larasatisofia690</author>
         <link>https://padlet.com/devanatasya1902416/sozbut2349fw5bmg/wish/1341523954</link>
         <description><![CDATA[<div>Kesinambungan antara drama Iphigenie Auf Tauris karya Johann Wolfgang von Goethe dengan zaman Weimar Klassik yaitu pada zaman ini manusia diciptakan dalam keadaan indah dan baik adanya. Manusia ditakdirkan untuk mengembangkan kepribadian yang sejalan dengan drama ini, dimana wanita itu tengah berjuang dalam mempertahankan hak hidupnya sekaligus kebebasan dalam menentukan jalan hidup. Ia mengambil keputusan agar tidak dipandang sebagai makhluk yang lemah. Namun kemanusian, toleransi, pengertian belum tergambarkan. Sehingga pesan yang dapat diambil dari rama ini adalah agar wanita dapat disetarakan dengan laki-laki.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-23 07:02:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/devanatasya1902416/sozbut2349fw5bmg/wish/1341523954</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Asiyah Wulansari</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/devanatasya1902416/sozbut2349fw5bmg/wish/1341526361</link>
         <description><![CDATA[<div>Drama "Iphigenie auf Tauris" yang ditulis oleh Johann Wolfgang von Goethe pada zaman Klassik. Drama tersebut menceritakan karakter utama Iphigenia. Drama tersebut mempresentasikan nilai toleransi dan kebebasan sebagai tujuan moral, berisi perjuangan untuk dunia yang bermoral dan dibudidayakan secara estetika, bercerita tentang pilihan antara iman dan tanggung jawab, keluarga dan juga keseimbangan yang harmonis antara pikiran dan perasaan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-23 07:03:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/devanatasya1902416/sozbut2349fw5bmg/wish/1341526361</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Putri Rahayu Ningtyas</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/devanatasya1902416/sozbut2349fw5bmg/wish/1341527840</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Drama tersebut menceritakan konflik yang dihadapi Iphigenie, karakter utamanya. Drama ini sarat dengan unsur klasik karena ditulis oleh pionir zaman klasik, Goethe. Drama ini menunjukkan banyak ide idealisme tentang kemanusiaan. Dengan campuran mitologi Romawi-Yunani, kita bisa melihat bagaimana Iphigenie mengekpresikan ide dan perasaanya dengan manusiawi. Selebihnya, kebanyakan masalah dan konflik juga diselesaikan dengan manusiawi. Yang mana itu mewakilkan ide zaman klasik dimana manusia dianggap mampu belajar dan mengembangkan kepribadian yang harmonis. Drama ini juga sarat nilai kewajiban dan kemanusiaan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-23 07:04:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/devanatasya1902416/sozbut2349fw5bmg/wish/1341527840</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bia </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/devanatasya1902416/sozbut2349fw5bmg/wish/1341530037</link>
         <description><![CDATA[<div>Iphigenie auf Tauris karya Goethe pada Klasik ini begitu terkenal pada masanya. Drama ini terkait dengan mitos kuno. Dia menceritakan tentang generasi tua, yang dihancurkan oleh kekejaman dan dikutuk oleh para dewa. Ini merupakan kisah bagaimana seseorang memperjuangkan sebuah kebebasan, yang pada awalnya Iphigenia melihat tidak ada kemungkinan untuk lolos dari nasibnya, dia bergantung pada para dewa dan berharap keselamatan dari mereka. Namun ia menyadari bahwa dia harus lebih percaya pada dirinya sendiri dan pada orang lain.Tindakan mereka dan pengejaran kebenaran bertujuan untuk mematahkan kutukan Tantalid dan dapat kembali ke Mycenae melalui kejujuran dan ketulusan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-23 07:05:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/devanatasya1902416/sozbut2349fw5bmg/wish/1341530037</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sharen Annida</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/devanatasya1902416/sozbut2349fw5bmg/wish/1341535780</link>
         <description><![CDATA[<div>Drama ini menceritakan Putri Iphigenie yang berasal dari Yunani. Iphigenie dikorbankan ayahnya sendiri, namun Dewi Diana menyelamatkan Iphigenie dan membawanya kepada Raja Thoas. Raja Thoas ingin menikahi Iphigenie, tetapi Iphigenie menolak karena dia sudah memiliki kekasih. Dewi Diana pun menyelamatkan Iphigenie serta membawanya kembali. Iphigenie adalah contoh khas dari drama klasik karena berpusat pada kemanusiaan. Drama ini mencerminkan cita-cita masyarakat di zaman itu. Tindakan protagonis Iphigenie menunjukkan keselarasan antara tanggung jawab dan moralitas. Drama ini juga mengisahkan idealisasme seseorang. Menurut saya, Iphigenie merupakan sosok wanita kuat yang berani menentukan jalan hidupnya sendiri. </div>]]></description>
         <pubDate>2021-03-23 07:07:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/devanatasya1902416/sozbut2349fw5bmg/wish/1341535780</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jimmy Reynaldi</title>
         <author>jimmyreynaldi44</author>
         <link>https://padlet.com/devanatasya1902416/sozbut2349fw5bmg/wish/1341537885</link>
         <description><![CDATA[<div>Drama "Iphigenie auf Tauris" merupakan remake dari drama Iphigeneia en Taurois karya dari Euripides. Karya sastra ini adalah hasil dari perjalanan Goethe ke Italia yang merupakan awal berkembangnya masa Klasik di Jerman. Dewa-dewa merupakan tema dari drama ini yang erat kaitannya dengan mitos Italia. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-23 07:08:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/devanatasya1902416/sozbut2349fw5bmg/wish/1341537885</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rindang Rahma Juninda</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/devanatasya1902416/sozbut2349fw5bmg/wish/1341542778</link>
         <description><![CDATA[<div>Drama <em>Iphigenie auf Tauris</em> dari <em>Johann Wolfgang von Goethe</em> ini menceritakan tentang kisah Iphigenia bersama dengan saudara laki-lakinya yaitu Orestes dan juga saudara perempuannya yang bernama Elektra yang berasal dari Tantalus, yang dikutuk oleh para dewa. Kemudian, Dewa berjanji akan menyelamatkan jiwa Orestes saat ia bisa membawa pulang saudarinya pulang ke Yunani. Dari cerita awal itu, akhirnya munculah beberapa permasalahan sampai akhir cerita. Drama ini mengambil makna tentang pertobatan dan pensucian diri dari Orestes dengan mengangkat konflik internal dari Iphigenia. Kemenangan atas kejahatan pun diceritakan juga. Di sini bisa disimpulkan bahwa, nilai kebebasan dalam menentukan jalan hidup dan adanya keseimbangan yang harmonis antara pikiran dan perasaan yang sangat dipengaruhi oleh pencipta, sejalan dengan ciri jaman Klasik.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-23 07:10:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/devanatasya1902416/sozbut2349fw5bmg/wish/1341542778</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fandi Rahmanta Putra</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/devanatasya1902416/sozbut2349fw5bmg/wish/1341548431</link>
         <description><![CDATA[<div>Drama ini menceritakan perjuangan seorang wanita yang ingin memperjuangkan kebebasannya dalam menjalani hidup. Baginya kehidupan harus dijalankan dengan manusiawi, tak ada perang atau pembunuhan, tak ada pemaksaan. Toleransi dan keseimbangan antara pikiran dan perasaan cukup ditunjukkan dalam drama ini.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-23 07:12:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/devanatasya1902416/sozbut2349fw5bmg/wish/1341548431</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Leo Lirnada</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/devanatasya1902416/sozbut2349fw5bmg/wish/1341548580</link>
         <description><![CDATA[<div>Drama Iphigenie Auf Tauris karya Johann Wolfgang von Goethe mengandung nilai kemanusiaan dan upaya-upaya melawan mereka - mereka yang belum beradap (bermoral), dimana itu sesuai dengan ide dibalik zaman klasik yaitu bahwa manusia itu indah dan baik dalam dirinya dan juga sesuai dengan poin ke-7 Merkmale von der Weimarer Klasik yaitu Perjungan untuk dunia yang lebih bermoral dan dibudidayakan secara estetika.<br><br>Dalam drama Iphigenie Auf Tauris berisikan tentang wanita yang memperjuangkan hak-haknya dan menginkan sebuah kesetaraan. Wanita tidak ingin dipandang sebagai makhluk yang lemah, ia juga punya hak kebebasan dalam menentukan nilai-nilai untuk jalan hidupnya sendiri (mandiri).</div>]]></description>
         <pubDate>2021-03-23 07:12:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/devanatasya1902416/sozbut2349fw5bmg/wish/1341548580</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yohana Marsella</title>
         <author>yhnsnoe311</author>
         <link>https://padlet.com/devanatasya1902416/sozbut2349fw5bmg/wish/1341549228</link>
         <description><![CDATA[<div>Jika dikaitkan dengan zaman Weimarer Klasik, drama ini menggambarkan perjuangan seorang wanita yang memperjuangkan hidupnya untuk mendapatkan hak kebebasan dan kesetaraan hidup antara pria dan wanita. </div>]]></description>
         <pubDate>2021-03-23 07:12:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/devanatasya1902416/sozbut2349fw5bmg/wish/1341549228</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Talitha Istiazah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/devanatasya1902416/sozbut2349fw5bmg/wish/1341549399</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Karya sastrawan Jerman Johann Wolfgang Von Goethe, itu menceritakan kisah Iphigenie, seorang putri yang diculik dari kerajaannya.</div><div>Cerita bermula, dari Thoas, raja Taurian yang ingin memperistri putri Iphigenie. Sementara Iphigenie sudah memiliki kekasih, yaitu Pylades. Karena Iphigenie menolak, Thoas pun memaksakan kehendaknya dengan menculik dan menawan Iphigenie. Ketika itu, Orest, seorang nelayan rekan Pylades, ingin menolong Iphigenie. Tapi malah keduanya ketahuan dan ditawan pula oleh Thoas.</div><div><br></div><div>Dalam drama tersebut menitikberatkan pada ajaran moral yang terlihat dari sikap dari tokohnya Ipigenie  yang  dengan  kemanusiaannya  berhasil  melawan kebengisan  dan ketidakberadapan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-23 07:12:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/devanatasya1902416/sozbut2349fw5bmg/wish/1341549399</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kaffana Riski Audina</title>
         <author>kaffanaaudina183</author>
         <link>https://padlet.com/devanatasya1902416/sozbut2349fw5bmg/wish/1341553611</link>
         <description><![CDATA[<div>Dalam Iphginie auf Tauris, Goethe menampilkan karakter wanita secara positif, wanita dengan kekuatannya dalam mengatasi masalah, teruatama dalam mengatasi kutukan turun temurun keluarganya. Karya Goethe ini menceritakan tentang kemanusiaan, Karakter Iphginie yang kuat dalam drama membuat drama menjadi menarik karena mempergunakan pandangan feminis. Dan karakter ini cocok dengan sastra Klassik yaitu Perjuangan untuk dunia yang bermoral dan dibudidayakan secara estetika.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-23 07:14:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/devanatasya1902416/sozbut2349fw5bmg/wish/1341553611</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bayu Yulio</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/devanatasya1902416/sozbut2349fw5bmg/wish/1341554531</link>
         <description><![CDATA[<div>Drama Iphiginie auf Tauris merupakan sebuah drama yang menceritakan tokoh Iphiginie di kota Tauris. Mungkin drama tersebut mengambil cerita dari mitolologi kuno Yunani. Drama tersebut ditulis pada periode Klasik yang sepertinya lebih mementingkan keindahan bentuk dan isi dramanya. Jika dilihat dari bentuk isi drama, drama tersebut menceritakan sebuah pengorbanan Iphiginie dan dibantu oleh Dewi Diane.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-23 07:14:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/devanatasya1902416/sozbut2349fw5bmg/wish/1341554531</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Alivia Pratama Eka Suci</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/devanatasya1902416/sozbut2349fw5bmg/wish/1341556091</link>
         <description><![CDATA[<div>Drama Iphigenie auf Tauris cocok dengan karakteristik no 7 yaitu keseimbangan yang harmonis antara pikiran dan perasaan yang sangat dipengaruhi oleh para penyair. <br>Karena drama ini menceritakan tentang Iphigenie sang tokoh utama yang memperjuangkan hak untuk hidup dirinya sendiri dan saudaranya. Konflik dalam drama ini cukup berat namun dapat diselesaikan dengan baik oleh Iphigenie, melalui keputusan-keputusan yang sudah dipertimbangkan dengan baik dari segi pikiran maupun perasaan. Sehingga hal sudah membuktikan bahwa perempuan dan laki-laki itu setara.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-23 07:15:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/devanatasya1902416/sozbut2349fw5bmg/wish/1341556091</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ervin Adi Ramadhani </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/devanatasya1902416/sozbut2349fw5bmg/wish/1341566652</link>
         <description><![CDATA[<div>Drama ini menjelaskan tentang  perjuangan seorang wanita yang ingin memperjuangkan kebebasan. menurutnya kehidupan itu  dijalani dengan hakekat manusiawi, tak ada pertumpahan darah dan pemaksaan kehendak. Toleransi dan keseimbangan antara pikiran dan perasaan cukup ditunjukkan dalam drama ini.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-23 07:19:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/devanatasya1902416/sozbut2349fw5bmg/wish/1341566652</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rizky Anugeraah Lestari </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/devanatasya1902416/sozbut2349fw5bmg/wish/1341573519</link>
         <description><![CDATA[<div>Drama Iphigenie auf Tauris adalah karya Johann Wolfgang Von Goethe menceritakan perjalanan hidup seorang putri yang bernama iphigenie  yang tertawan di semenanjung Tauris. Wanita ini berani untuk memperjuangkan kehidupannya toleransi dan perasaan sangat kuat di tunjukan di drama ini .</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-23 07:21:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/devanatasya1902416/sozbut2349fw5bmg/wish/1341573519</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sultan Faiza Zahran Martapradja</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/devanatasya1902416/sozbut2349fw5bmg/wish/1341613013</link>
         <description><![CDATA[<div>Iphigenie auf Tauris adalah sebuah remake dari drama yunani kuno dengan judul "Iphigenia in Tauris" ditulis oleh Euripedes pada tahun 414-412 sebelum masehi. cerita Iphigenie auf Tauris merupakan drama peradaban. Iphigenie adalah seorang idealis terbaik. Dia tidak tertipu tentang kenyataan, dia tahu bahwa manusia sering memperlakukan satu sama lain secara brutal, tetapi dia bertekad untuk memperbaikinya dengan mengatakan kejujuran. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-03-23 07:36:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/devanatasya1902416/sozbut2349fw5bmg/wish/1341613013</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
