<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Tugas Membaca Kritis by Barsalinus Milenius Dupat</title>
      <link>https://padlet.com/702019036/sovjqjzjraqxmmb2</link>
      <description>Nama Kelompok : - Evo(702019027), - Barsalinus Milenius Dupat(702019036</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-10-24 07:36:30 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-11-08 05:47:51 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>D. Membuat Sintesis</title>
         <author>702019036</author>
         <link>https://padlet.com/702019036/sovjqjzjraqxmmb2/wish/1838876126</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-24 07:40:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/702019036/sovjqjzjraqxmmb2/wish/1838876126</guid>
      </item>
      <item>
         <title>C. Parafrase</title>
         <author>702019036</author>
         <link>https://padlet.com/702019036/sovjqjzjraqxmmb2/wish/1838876530</link>
         <description><![CDATA[<div>Para tokoh ilmuwan di Inggris sudah memimpin dalam dunia&nbsp; realitas Virtual, meskipun keberuntungan jatuh kepada penyelidikan-penyelidikan yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan Jepang dan Amerika, yang melihatkan langsung sebagaimana sebuah teknologi pada Tahun selanjutnya. Di Britania, Robert Stone, Pusat investigasi Robotik Canggih Nasional di Universitas Manchester, dimana mereka mengembangkan system yang dapat menempatkan manusia di planet Mars tanpa meluncurkan mereka ke luar angkasa dan dapat menugaskann penyelam untuk turun&nbsp; ke Laut Utara tanpa membawa mereka keluar dari ruang kerjanya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-24 07:40:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/702019036/sovjqjzjraqxmmb2/wish/1838876530</guid>
      </item>
      <item>
         <title>B. Kesimpulan</title>
         <author>702019036</author>
         <link>https://padlet.com/702019036/sovjqjzjraqxmmb2/wish/1838877251</link>
         <description><![CDATA[<div>1. Di zaman Disrupsi Teknologi informasi,di tengah melimpahnya berbagai tulisan yang muncul setiap hari di dalam perangkat genggam pintar di tangan generasi milenial, terjadi penurunan penggunaan bahasa yang sangat drastis, karena terlalu banyak penggunaan bahasa di media sosial yang sebagian besar merupakan bahasa yang digunakan secara popular dan bahasa yang berkembang malah semakin kalah bersaing dengan bahasa-bahasa serapan yang lebih populer.<br>&nbsp;<br>&nbsp;2. Kegelisahan Pejuang Bahasa<br>&nbsp;<br>&nbsp;</div><div>Setelah soemanang soerjiwinoto mendirikan Naamloze Vennootschap (nv) pada tahun 1937,&nbsp; soemanang soerjiwinoto mendengar akan kegelisahan dari soedardjo berinisiatif untuk berkeliling menemui tokoh-tokoh peminat bahasa, kaum terpelajar orang pergerakan dan wartawan. Tetapi Salah&nbsp; yang berhasil diyakinkan oleh Soemanang adalah orang-orang penting seperti Hoesein Djajadiningrat dan Poerbatjaraka. Soedardjo harus memperjuangkan Bahasa Indonesia agar bisa "menang" di republik yang akan segera datang.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-24 07:41:16 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/702019036/sovjqjzjraqxmmb2/wish/1838877251</guid>
      </item>
      <item>
         <title>A. Ringkasan</title>
         <author>702019036</author>
         <link>https://padlet.com/702019036/sovjqjzjraqxmmb2/wish/1838878587</link>
         <description><![CDATA[<div>Era disrupsi teknologi informasi, perkembangan Bahasa Indonesia mengalami tantangan yang sangat kompleks. Digunakan paling banyak oleh penduduk Indonesia, tapi lambat laun Bahasa Indonesia semakin kehilangan kekayaan bahasanya<strong><em>.<br></em></strong>&nbsp;Mister Soemanang Dalam riwayat yang tertulis di situs LKBN Antara disebutkan bahwa dia adalah salah seorang pendiri bersama dengan tiga nama lain, yakni&nbsp; AM Sipahoetar, Pandoe Kartawigoena, dan Adam Malik. Empat orang ini disebut sebagai para founding fathers.<br>&nbsp;C&nbsp; di depan nama Soemanang adalah gelar "mister". dalam buku memoar Sindoedarsono Soedjojono alias S Soedjojono, pelukis legendaris Indonesia yang berjudul "Cerita Tentang Saya dan Orang-orang Sekitar Saya" (2017), di sana disebutkan bahwa Mister Soemanang adalah lulusan RH di Jakarta.<br>&nbsp;RH itu adalah mengetikkan kata "sekolah hukum batavia" di mesin pencari ternyata ketemu, RH adalah kepanjangan dari "Rechtshoogeschool te Batavia" atau sekolah hukum bentukan Gubernur Jenderal JB Van Heutsz yang didirikan sejak 1924.<br>keistimewaan Mr Soemanang Menurut Harimurti Kridalaksana dalam bukunya Masa LampauBahasa Indonesia, Sebuah Bunga Rampai (1991), Soemanang adalah salah seorang yang berhasil meyakinkan para penulis, wartawan, guru, dan peminat lain untuk menyelenggarakan Kongres Bahasa Indonesia yang pertama.<br>&nbsp;<br>&nbsp;</div><div><strong>Kecemasan Pejuang Bahasa<br>&nbsp;<br></strong><br></div><div>Setelah mendirikan <strong><em>Naamloze Vennootschap </em></strong>(NV) Kantor Berita Antara pada 1937, Soemanang Soerjowinoto, yang mendengar kegelisahan Soedardjo berinisiatif untuk berkeliling menemui tokoh-tokoh peminat bahasa, kaum terpelajar, orang-orang pergerakan, dan wartawan.<br>&nbsp;<br>&nbsp;</div><div>dalam artikel di <strong><em>Tirto.id</em></strong> menulis dengan lebih lugas riwayat Kongres Bahasa Indoensia yang pertama. Mulai dari pemilihan tempat kongres yang diselenggarakan di Solo sampai dengan wakil-wakil peserta kongres yang berasal dari wakil Keraton Jogja dan Solo sampai dengan wartawan-wartawan yang tergabung di dalam organisasi Persatuan Djurnalis Indonesia (PERDI).<br>&nbsp;<br>&nbsp;</div><div>penelitis naskah kuno legendaris Indonesia dan Hindia Belanda, membuka acara yang dihadiri lebih dari 500 orang tamu. Selanjutnya acara disambung dengan pidato yang lebih menyerupai orasi dari Soedardjo yang berhasil membius peserta kongres.<br>&nbsp;<br>&nbsp;</div><div><strong>Tantangan Pendangkalan<br>&nbsp;<br></strong><br></div><div>Saat ini, di zaman disrupsi teknologi informasi, perkembangan Bahasa Indonesia mengalami tantangan yang sangat kompleks. Di satu sisi, Bahasa Indonesia yang telah berkembang sebagai bahasa nasional merupakan bahasa yang digunakan paling banyak oleh penduduk Indonesia.&nbsp;<br>&nbsp;Di tengah melimpahnya berbagai tulisan dan berbagai bentuk teks yang muncul setiap hari di dalam perangkat genggam pintar di tangan generasi milenial, bahasa yang berkembang malah semakin kalah bersaing dengan bahasa-bahasa serapan yang lebih populer. Tidak cukup dengan imbauan. Generasi sekarang disuguhi dengan contoh dan langkah-langkah nyata yang populer dan mudah diikuti oleh para pembuat konten media sosial. Sudah saatnya negara mendukung pembuatan konten-konten yang mampu memperkaya kembali penggunaan Bahasa Indonesia dan terutama memenangkan kembali Bahasa Indonesia sebagai bahasa yang tahan banting terhadap perkembangan zaman.&nbsp;</div><div>&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-24 07:42:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/702019036/sovjqjzjraqxmmb2/wish/1838878587</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
