<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Tantangan Minggu Ketujuh - Menjalankan Kebiasan 6 by Fitry Rahmawaty</title>
      <link>https://padlet.com/CoP7HabitsMA/sfkw0w2hxfi3bx8y</link>
      <description>Minggu ini anda akan menerapkan Kebiasaan 6. Wujudkan Sinergi.  Tantangan minggu ini adalah :Tugas 1. Untuk keempat kalinya Buatlah rencana mingguan untuk minggu ini di hari Sabtu atau Minggu.  Gunakan Form Weekly Plan yang disediakan.  Jalankan dengan integritas dan lakukan refleksi diri pada hari Sabtu depan.Tugas 2. Prinsip utama Kebiasaan 6 adalah menghargai perbedaan.  Belajarlah untuk melihat keunikan-keunikan orang di keluarga dan teman-teman anda.  Lihat keunikan mereka dari sebagai sebuah kekuatan.  Cobalah selama seminggu ini berinteraksi dengan mereka melalui paradigma baru yaitu melihat keunikan mereka sebagai kekuatan yang dapat melengkapi kekuatan kelompok atau keluarga. Tugas 3. Pada akhir minggu ini buatlah refleksi atas pelaksanaan Weekly Planning dan Kebiasaan 6.  Klik tanda (+) pada bagian kanan bawah untuk menuliskan refleksi anda.</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-09-02 00:27:36 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-09-10 03:24:16 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/8.0/svg/1f970.svg</url>
      </image>
      <item>
         <title>Refleksi</title>
         <author>vidiaoktaviana17</author>
         <link>https://padlet.com/CoP7HabitsMA/sfkw0w2hxfi3bx8y/wish/3565106564</link>
         <description><![CDATA[<p>Saya mencoba menerapkan kebiasaan ini dengan suami saya. Awalnya, perbedaan antara saya dan suami sering membuat saya berpikir. Saya itu orangnya "sat-set," suka mengerjakan sesuatu dengan cepat. Sebaliknya, suami saya lebih pendiam dan butuh waktu lama untuk berpikir sebelum bertindak. Saya sempat frustrasi, merasa semua berjalan lambat. Namun, lambat laun saya sadar, perbedaan ini justru bisa jadi kekuatan. Saya bisa jadi pendorong yang memastikan pekerjaan dimulai, sementara suami saya menjadi penyeimbang yang membuat semua lebih matang. Menariknya, kami juga punya kelemahan masing-masing. Saya akui, meskipun "sat-set" dalam beberapa hal, saya sering kewalahan soal beres-beres rumah. Di sinilah peran suami saya sangat terasa. Dia lebih teliti dan terampil dalam hal itu, jadi dia yang lebih sering mengambil alih tugas tersebut.</p><p>Dari sini, saya belajar bahwa hubungan kami ini seperti sebuah tim yang solid. Saya punya kelebihan dan kelemahan, begitu juga dengan suami. Sinergi yang kami bangun bukan tentang menjadi sama, melainkan tentang bagaimana kami bisa mengakui kelemahan masing-masing dan saling menguatkan. Dengan begitu, setiap celah bisa terisi dan kami bisa bekerja sama untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik, juga tentang bagaimana kami bisa saling melengkapi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-02 14:22:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/CoP7HabitsMA/sfkw0w2hxfi3bx8y/wish/3565106564</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/CoP7HabitsMA/sfkw0w2hxfi3bx8y/wish/3565907936</link>
         <description><![CDATA[<p>Prinsip utama Kebiasaan 6 adalah menghargai perbedaan. Saya belajar untuk melihat keunikan anak-anak di kelas sebagai sebuah kekuatan. Awalnya perbedaan sudut pandang, perasaan, dan perspektif membuat saya cukup sulit mengambil keputusan yang adil untuk semua. Namun kemudian saya mencoba menerapkan sinergi. Misalnya, ada seorang anak yang tegas dan cerewet, saya libatkan untuk membantu mengecek kerapian rambut teman-temannya, sehingga ketertiban lebih terjaga. Ada juga anak yang suka mencetak dokumen, ia saya libatkan dalam urusan printing kelas. Sementara seorang anak yang terlihat lambat tetapi ceria, justru mampu menciptakan suasana kelas yang menyenangkan. Dari situ saya menyadari bahwa perbedaan mereka bukan hambatan, melainkan kekuatan yang saling melengkapi demi terciptanya kelas yang lebih tertib, produktif, dan harmonis.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-03 01:29:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/CoP7HabitsMA/sfkw0w2hxfi3bx8y/wish/3565907936</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kebiasaan 6</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/CoP7HabitsMA/sfkw0w2hxfi3bx8y/wish/3565930368</link>
         <description><![CDATA[<p>Dalam menerapkan sinergisitas (Habit 6), saya berusaha mengelola perbedaan gaya belajar siswa kelas XII yang saya dampingi, ada yang rajin mengikuti try out dan ada pula yang lebih suka mengerjakan latihan di buku sehingga terkadang lupa TO; dari kondisi tersebut saya membentuk penanggung jawab untuk mengingatkan jadwal TO dan penanggung jawab pembahasan soal bersama, sehingga tercipta suasana saling melengkapi, saling mengingatkan, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam persiapan masuk PTN, yang pada akhirnya membuat kelas semakin kompak dan memiliki tujuan bersama. “Dengan sinergi ini, saya belajar bahwa hasil terbaik tidak muncul dari kerja individu semata, tetapi dari kerjasama yang saling melengkapi.”</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-03 01:40:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/CoP7HabitsMA/sfkw0w2hxfi3bx8y/wish/3565930368</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>evikatriayunita</author>
         <link>https://padlet.com/CoP7HabitsMA/sfkw0w2hxfi3bx8y/wish/3565938852</link>
         <description><![CDATA[<p>Pagi hari adalah Waktu yang menurut saya sangat padat, jam terasa bergerak sangat cepat tanpa saya menyadarinya. </p><p>Saat pagi hari, saat hectic2 nya, saya mempunyai bagian ntuk menyiapkan makan di hari tersebut dan membawakan bekal anak-anak. Disituasi yang seperti itu saya terbantu sekali dengan sikap suami saya yang membantu menyiapkan keberangkatan anak-anak, seperti memandikan, memakaikan seragam, dan menyuapi mereka. Sehingga pada pukul 06.30 setiap pagi semuanya bisa berangkat ke tempat masing-masing.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-03 01:45:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/CoP7HabitsMA/sfkw0w2hxfi3bx8y/wish/3565938852</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Refleksi Kebiasaan 6 Sinergi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/CoP7HabitsMA/sfkw0w2hxfi3bx8y/wish/3574061960</link>
         <description><![CDATA[<p>Sebagai wali kelas, dalam beberapa waktu terakhir saya mengamati dan melihat bahwa kelas XB ini seperti sebuah keluarga kecil. Setiap siswa memiliki sifat dan keunikan yang berbeda-beda. Ada yang pendiam, ada yang penuh semangat, ada yang disiplin, ada yang humoris, ada yang kritis, ada yang kreatif. Semua itu adalah anugerah yang membuat kelas ini  tidak pernah hambar.</p><p>Saya belajar menyikapi perbedaan ini dengan cara melihatnya bukan sebagai kelemahan, tetapi sebagai kekuatan yang saling melengkapi. Justru karena berbeda, mereka bisa saling membantu. Yang rajin bisa menjadi teladan, yang sabar bisa menjadi penyejuk, yang kreatif bisa menghidupkan suasana, yang tegas bisa menjaga keteraturan.</p><p>Melalui kebiasaan Sinergi ini, saya ingin mengarahkan kelas XB agar berjalan seperti seutuhnya keluarga: saling bantu, saling hormat, dan saling tumbuh bersama. Inilah semangat yang harus diwujudkan bersama dalam sie 7K yang sudah dibentuk. Sie kebersihan, keimanan, kedisiplinan, keamanan, kekeluargaan, keindahan, hingga ketertiban, semuanya bukan berjalan sendiri-sendiri, tapi saling menopang.</p><p>Saya rasa kelas akan semakin kuat jika setiap siswa mau memberi yang terbaik sesuai perannya. Karena saya percaya, dengan Sinergi, kelas XB bukan hanya tempat belajar, tetapi menjadi rumah kedua, tempat kita sama-sama tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik bersama.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-08 14:46:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/CoP7HabitsMA/sfkw0w2hxfi3bx8y/wish/3574061960</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Menjalankan Kebiasaan 6 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/CoP7HabitsMA/sfkw0w2hxfi3bx8y/wish/3577327092</link>
         <description><![CDATA[<p>Menghargai perbedaan hal ini coba saya terus terapkan dalam kehidupan saya khususnya saat di rumah, saya dan suami memiliki banyak hal yang berbeda, salah satunya terkait dengan kebiasaan menyelesaikan masalah misalnya cara menyelesaikan pekerjaan rumah, standart kebersihan, dll. Dalam hal ini saya sering sekali beda cara pandang dan mengerjakannya yang menurut saya semakin lama menyelesaikannya, namun setelah saya menerapkan prinsip kebiasaan 6 ini tentang mewujudkan sinergi saya mulai berdamai dengan perbedaan ini dan menyadari bahwa apa yang dilakukan suami saya adalah untuk membantu meringankan beban pekerjaan di rumah . hal inilah yang benar-benar harus saya sadari bahwa perbedaan bukanlah sebagai penghambat namun upaya untuk saling melengkapi masing-masing kekurangan pasangan. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-10 03:24:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/CoP7HabitsMA/sfkw0w2hxfi3bx8y/wish/3577327092</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
