<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Pembuatan ulang TUGAS BIOLOGI by Ilham Tri Putra</title>
      <link>https://padlet.com/irfan_hami/s9o6xjbu430b</link>
      <description>DIKERJAKAN BERKELOMPOK 2 SISWA</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2018-03-25 17:25:47 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-10-23 13:10:24 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>SISTEM HORMON</title>
         <author>irfan_hami</author>
         <link>https://padlet.com/irfan_hami/s9o6xjbu430b/wish/245853567</link>
         <description><![CDATA[<div><figure class="attachment attachment--preview" data-trix-attachment="{&quot;contentType&quot;:&quot;image&quot;,&quot;height&quot;:314,&quot;url&quot;:&quot;https://1.bp.blogspot.com/-KVNW8QZaXA4/WHhAX7oRaPI/AAAAAAAACKc/W2m_-S5-Y54WH4iDqpbcnINkBdSFHgPegCLcB/s1600/sistem%2Bhormon.jpg&quot;,&quot;width&quot;:315}" data-trix-content-type="image"><img src="https://1.bp.blogspot.com/-KVNW8QZaXA4/WHhAX7oRaPI/AAAAAAAACKc/W2m_-S5-Y54WH4iDqpbcnINkBdSFHgPegCLcB/s1600/sistem%2Bhormon.jpg" width="315" height="314"><figcaption class="attachment__caption"></figcaption></figure>1. JELASKAN FUNGSI KELENJAR HORMON PADA&nbsp; GAMBAR</div><div><br><strong>Kelenjar</strong> | <strong>Hormon</strong> | <strong>Jenis hormon</strong> | <strong>Peran</strong><br><br>1Hipotalamus | Hormon pembebas (releasing hormone) | - | Merangsang pituitari anterior mensekresikan hormonnya<br><br> | Hormon penghambat (inhibiting hormone) | - | Merangsang pituitari anterior menhentikan sekresi hormonnya<br>2.Kelenjar pituitari | <br><br>Pituitari posterior/neurohipofisis (melepaskan hormon yang dihasilkan hipotalamus) | Oksitosin | Peptida | Merangsang kontraksi uterus dan sel-sel kelenjar susu<br>Antidiuretic hormone (ADH) | Peptida | Mempengaruhi penyerapan air kembali oleh ginjal (mengatur jumlah urin)<br>3.Pituitari anterior/adenohipofisis | Hormon pertumbuhan(GH) | Protein | Mengatur pertumbuhan tubuh<br>Prolaktin | Protein | Merangsang produksi dan sekresi susu<br>Folikel stimulating hormone (FSH) | Glikoprotein | Merangsang pematangan folikel (produksi ovum), merangsang produksi sperma<br>Luteinizing hormone (LH) | Glikoprotein | Merangsang ovarium dan testis<br>Tiroid stimulating hormone (TSH) | Glikoprotein | Merangsang kelenjar tiroid mensekresikan produksinya<br>Adrenocorticotropic hormone (ACTH) | Peptida | Merangsang korteks adrenal untuk mensekresikan glukokortikoid<br>4.Kelenjar tiroid | Triiodotironin (T<sub>3</sub>) dan Tiroksin (T<sub>4</sub>) | Amina | Merangsang dan memelihara proses metabolisme<br>Kalsitonin | Peptida | Menurunkan kadar kalsium darah<br>5.Kelanjar paratiroid | Paratiroid hormone (PTH) | Peptida | Menaikkan kadar kalsium darah<br>6 Pankreas | Insulin | Protein | Menurunkan kadar gula darah<br>Glukagon | Protein | Menaikkan kadar gula darah<br><br>7.Kelenjar adrenal | <br><br>Medula adrenal | Epinefrin dan Noreprinefrin | Amina | Menaikkan kadar gula darah, meningkatkan aktivitas metabolisme, menyempitkan beberapa pembuluh darah<br>8.Korteks adrenal | Glukokortikoid | Steroid | Menaikkan kadar gula darah<br>Mineralokortikoid | Steroid | Mendorong reabsorbsi Na<sup>+ </sup>dan ekskresi K<sup>+</sup> di ginjal<br><br>Gonad |&nbsp;<br><br>Testis | Androgen | Steroid | Mempengaruhi 9.pembentukan sperma, mempengaruhi pembentukan ciri kelamin sekunder pria<br>10.Ovarium | Estrogen | Steroid | Merangsang pertumbuhan dinding uterus, mempengaruhi pembentukan ciri kelamin sekunder wanita<br>Progesteron | Steroid | Meningkatkan pertumbuhan dinding uterus<br>11.Kelenjar pineal | Melatonin | Amina | Mempengaruhi jam biologis<br>12.Timus | Timosin | Peptida | Merangsang limfosit T</div><div><br>2. TULISKAN GANGGUAN DAN PENYAKIT PADA SISTEM HORMON<br><strong>1. Penyakit Addison<br></strong><br></div><blockquote>Penyakit ini terjadi karena sekresi yang berkurang dari glukokortikoid. Hal ini dapat terjadi misalnya karena kelenjar adrenal terkena infeksi atau disebabkan oleh autoimun.<br><br>Gejala-gejalanya :<br><br>a. Berkurangnya volume dan tekanan darah karena turunnya kadar Na<sup>+</sup>dan volume air dari cairan tubuh.<br><br>b. Hipoglikaemia dan turunnya daya tahan tubuh terhadap stres, sehingga mudah terjadi shock.<br><br>c. Lesu mental dan fisik.<br><br><br></blockquote><div><strong>2. Sindrom Cushing<br></strong><br></div><blockquote>Kumpulan gejala-gejala penyakit yang disebabkan oleh sekresi berlebihan dari glukokortikoid seperti tumor adrenal dan hipofisis. Dapat juga disebabkan oleh obat-obatan kortikosteroid yang berlebihan.<br><br>Gejala-gejalanya :<br><br>a. Otot-otot mengecil dan menjadi lemah karena katabolisme protein.<br><br>b. Osteoporosis<br><br>c. Luka yang sulit sembuh.<br><br>d. Gangguan mental.</blockquote><div><strong>3. Sindrom Adrenogenital<br></strong><br></div><blockquote>Kelainan ini terjadi karena kekurangan produksi glukokortikoid yang biasanya akibat kekurangan enzim pembentuk glukokortikoid pada kelenjar adrenal. Akibatnya kadar ACTH meningkat dan zona retikularis dirangsang untuk mensekresi androgen yang menyebabkan timbulnya kelainan-kelainan sekunder pria pada seorang wanita disebut virilisme.</blockquote><div><strong>4. Peokromositoma<br></strong><br></div><blockquote>Tumor adrenal medula yang menyebabkan hipersekresi adrenalin dan noradrenalin dengan akibat sebagai berikut :<br><br>a. Basal metabolisme meningkat.<br><br>b. Glukosa darah meningkat.<br><br>c. Jantung berdebar.<br><br>d. Tekanan darah meninggi.<br><br>e. Berkurangnya fungsi saluran pencernaan.<br><br>f. Keringat pada telapak tangan.</blockquote><div><strong>5. Struma<br></strong><br></div><blockquote>Pembengkakan dari kelenjar tiroid yang menimbulkan pembenjolan pada leher bagian depan. Penyebabnya antaralain peredangan, tumor ataupun defisiensi yodium.</blockquote><div><strong>6. Hipotiroidea<br></strong><br></div><blockquote>Keadaan ini terjadi karena kekurangan hormon tiroid. Bila terjadi pada masa bayi dan anak, hipotiroidea menimbulkan kretinisme yaitu tumbuh menjadi pendek karena pertumbuhan pada tulang dan otot terhambat, disertai kemunduran mental karena sel-sel otak kurang berkembang. Ciri-cirinya : muka bulat, perut buncit, leher pendek, dan lidah yang besar.</blockquote><div><strong>7. Hipertiroidea<br></strong><br></div><blockquote>Keadaan ini terjadi karena hormon tiroid disekresikan melebihi kadar normal. Gejalanya seperti : berat badan menurun, gemeteran, berkeringat, nafsu makan besar, jantung berdebar dan BMR meningkat melebihi 20 sampai 100.</blockquote><div><strong>8. Diabetes Melitus (DM)<br></strong><br></div><blockquote>Diabetes Melitus adalah penyakit yang disebabkan oleh kelainan hormon yang mengakibatkan sel-sel dalam tubuh tidak dapat menyerap glukosa dari darah. Gejalanya : merasa lemas, tidak bertenaga, ingin makan yang manis, sering buang air kecil, dan mudah sekali merasa haus</blockquote><div><br>NAMA KELOMPOK :<br>ILHAM TRI PUTRA<br>RAHMAT TAUFIK&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2018-03-25 17:25:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/irfan_hami/s9o6xjbu430b/wish/245853567</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
