<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Refleksi tentang Permasalahan Sosial by Aas Asmahudroh</title>
      <link>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial</link>
      <description>Silahkan buat tulisan yang menjelaskan tentang gagasan/ide/pemikiran Anda terkait apakah permasalahan sosial di Indonesia bisa terselesaikan? Dengan cara apa? dan peran kita sebagai individu apa? (Minimal 300 kata)</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-08-17 12:28:25 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-04-07 04:22:30 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f4da.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Silahkan posting tulisan Anda di sini</title>
         <author>asmahudroh1</author>
         <link>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2080512854</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-07 01:33:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2080512854</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kenakalan Remaja</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2080552256</link>
         <description><![CDATA[<div>Raihan Rasyad<br>&nbsp;XII IPS<br>&nbsp;<br><br>-Kenakalan Remaja <br><br>Pada essai ini saya akan membahas topik kenakalan remaja, kenakalan remaja adalah segala perbuatan melanggar aturan dalam masyarakat yang dilakukan oleh remaja. Fenomena sosial yang juga dikenal sebagai <em>juvenile delinquency</em> ini kerap ditemukan di kalangan pelajar. Tawuran menjadi salah satu contoh kenakalan remaja yang sering terjadi. <br><br>Hal ini disebabkan oleh Meningkatnya emosi karena <strong>remaja</strong> berada dibawah tekanan sosial dan menghadapi kondisi dan harapan baru. Keadaan tersebut menyebabkan <strong>remaja</strong> mengalami kegagalan dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya, sehingga <strong>remaja</strong> sering dikatakan sebagai <strong>usia</strong> yang rentan akan masalah. <br><br>-Contoh kenakalan remaja <br><br>Anda mungkin pernah menonton atau membaca berita mengenai kasus-kasus kenakalan remaja di Indonesia.Ada berbagai contoh kenakalan remaja yang biasa terjadi, mulai dari yang sifatnya tidak membahayakan hingga tindakan kriminal. Beberapa contoh tersebut, di antaranya: <br><br>• Berkelahi <br><br>• Keluyuran <br><br>• Bolos sekolah <br><br>• Pergi dari rumah tanpa pamit <br><br>• Berkendara tanpa SIM <br><br>• Mengambil barang orangtua atau orang lain tanpa izin <br><br>• Menonton video porno <br><br>• Mabuk-mabukan <br><br>• Tawuran <br><br>• Balapan liar <br><br>• Penyalahgunaan obat-obatan terlarang <br><br>• Hubungan seks bebas <br><br>• Pencurian <br><br>• Pemerkosaan <br><br>• Pembunuhan. <br><br><em>Juvenile delinquency</em> dapat menimbulkan dampak negatif, baik bagi dirinya sendiri, keluarga, atau bahkan masyarakat. Dampak yang dirasakan dapat berupa fisik maupun mental, misalnya kecanduan narkoba hingga kepribadian yang menyimpang. <br> <br><br>Di Indonesia, angka kenakalan remaja pada tahun 2015 mencapai 7762 kasus. Masalah ini tentunya perlu diperhatikan bagi para orangtua yang memiliki anak remaja.Untuk memahami lebih jauh seputar kenakalan remaja, berikut adalah penjelasan mengenai contoh, penyebab, hingga cara mengatasi kenakalan remaja. <br><br>Dikutip dari sehatq.com cara mengatasi kenakalan remaja adalah:<br> <strong>• Menerapkan aturan dan konsekuensi</strong><br> <strong>• Tanyakan apa yang terjadi padanya</strong><br> <strong>• Luangkan waktu untuk anak</strong><br> <strong>• Hindari bersikap kasar dan mencela anak</strong><br> <strong>• Berkonsultasi pada psikolog</strong><br><br><br> <br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br><br> <br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-07 01:56:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2080552256</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Muhammad Iqbal - Pengangguran di Indonesia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2080555780</link>
         <description><![CDATA[<div>Nama : Muhammad Iqbal</div><div>Kelas : XII IPS</div><div><br></div><div><strong>Mengatasi Pengangguran di Indonesia</strong></div><div><br></div><div>Dalam uraian saat ini saya akan membahas pengangguran di Indonesia dan bagaimana kita merefleksikan solusi dan kesimpulan terhadap masalah tersebut. Pengangguran adalah salah satu permasalahan yang dihadapi negara maju maupun berkembang. Bagaimana cara mengatasi pengangguran? Pengangguran sebenarnya wajar terjadi karena setiap hari pasti ada tenaga kerja yang kehilangan atau keluar dari pekerjaannya. Namun akan menjadi masalah apabila tingkat pengangguran di suatu negara tinggi. Pasalnya, hal itu menandakan penyerapan tenaga kerja di negara tersebut tidak maksimal karena jumlah lapangan kerja yang tersedia kalah banyak dari jumlah tenaga kerja. Pengangguran adalah masalah yang secara langsung mempengaruhi manusia dan termasuk masalah yang paling berat. Sebab, kehilangan pekerjaan sama dengan penurunan standar kehidupan dan menjadi tekanan psikologis seseorang. Umumnya, penyebab pengangguran adalah ketidakseimbangan laju pertumbuhan penduduk dengan lapangan kerja yang tersedia. Artinya, jumlah tenaga kerja lebih banyak dari jumlah lapangan kerja. Dari sisi negara, penyebab pengangguran adalah ketidakstabilan ekonomi dan politik serta pajak penghasilan yang terlalu tinggi. Lantas, bagaimana cara mengatasi pengangguran?&nbsp;</div><div><br></div><div>Cara mengatasi pengangguran menurut beberapa sumber antara lain melakukan program perbaikan komposisi pendidikan agar lulusannya sesuai dengan kebutuhan pemberi kerja. Pasalnya, selama ini terjadi ketimpangan program studi yang diajarkan di sekolah menengah dan perguruan tinggi dengan kebutuhan pasar tenaga kerja yang cukup besar. Selain itu, cara mengatasi pengangguran secara umum dari sisi pemerintah, yaitu:</div><ul><li>Meningkatkan mobilitas modal dan lapangan kerja.</li><li>Mengandalkan latihan kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. Mendirikan industri padat karya.&nbsp;</li><li>Mendongkrak daya beli masyarakat agar industri bisa bergerak.&nbsp;</li><li>Menyukseskan pembangunan proyek umum yang dilakukan pemerintah.</li></ul><div>Solusi yang dilakukan agar dapat mengurangi angka pengangguran ini setiap tahunnya akan semakin sulit seiring meningkatnya para pencari kerja, kebutuhan perusahan, munculnya sumber daya mesin yang semakin canggih dari tahun ke tahun. Kebijakan pemerintah dan hal lain tentunya juga pasti akan mempengaruhi besarnya angka pengangguran. Setiap waktu harus diperbaharui agar selalu update dengan keadaan kenyataan yang ada. Adapun beberapa solusi lain dari sisi masyarakat,yaitu :</div><ol><li>Meningkatkan peredaran modal usaha, sehingga jumlah tenaga kerja bertambah. Ini juga merupakan salah satu solusi terkait bagaimana cara mengatasi pengangguran.</li><li>Menempatkan pencari kerja ke tempat yang sesuai kemampuan. Ini bisa dimulai sejak proses rekrutmen sampai saat penempatan. Dengan menempatkan pekerja di bagian dan wilayah yang tepat, maka akan membuat pekerja semangat dan loyal pada perusahaan.&nbsp;</li><li>Melatih para pencari kerja untuk memiliki jiwa entrepreneur atau membuka usaha sendiri. Seringkali banyak yang bilang kalau membuka usaha sendiri membutuhkan modal. Padahal saat ini dengan digitalilasi, banyak yang tanpa modal hanya menggunakan online. Selain itu dengan mengarahkan pekerja untuk membuat usaha atau proyek karya sendiri yang sesuai passion dan keahlian pekerja, akan membuat pekerja lebih nyaman berwirausaha.&nbsp;</li><li>Penyuluhan di masyarakat tentang teknologi dan hubungannya dengan perekonomian. Banyak orang yang menganggap pengangguran yang terjadi adalah kewajiban pemerintah mengatasinya. Padahal sebenarnya dalam diri pencari kerja harus lebih mengerti tentang mengatur keuangan atau teknologi yang semakin marak digunakan saat ini.</li><li>Training dan pelatihan sertifikasi untuk para calon pekerja. Para pekerja haruslah menjadi yang terbaik untuk melakukan pekerjaannya.&nbsp;</li></ol><div><br></div><div>Tentu selain solusi yang saya jabarkan diatas, harus ada gerakan langsung dari masyarakat itu sendiri. Semua fasilitas dan sarana sudah diusahakan dibangun oleh berbagai sektor mulai dari pemerintah hingga swasta. Sedangkan apa yang harus disiapkan oleh generasi selanjutnya seperti pemuda pemuda sekarang? Generasi generasi penerus bangsa harus merefleksikan diri dalam berbagai bidang agar menemukan potensi dan kemampuan masing masing individu sehingga dapat bersaing di pasar pekerjaan nanti nya. Tekun dalam pendidikan dan terjauh dari hal hal tidak wajar juga menjadi kunci penting membangun bangsa. Pemuda generasi penerus harus dapat melanjutkan estafet kemajuan bangsa ini hingga seterusnya. Pengangguran pun dapat diatasi bersama dan dimulai dari generasi pemuda.</div><div>Kesimpulannya, tingginya tingkat pengangguran adalah salah satu permasalahan yang bisa dialami negara manapun. Oleh karenanya, perlu mengetahui cara mengatasi pengangguran.</div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-07 01:58:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2080555780</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KETIDAKADILAN SOSIAL (Faradita Putri 12 IPS)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2080556023</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>KETIDAKADILAN SOSIAL</strong></div><div>Faradita Putri 12 IPS</div><div><br></div><div>Ketidakadilan sosial adalah ketidakseimbangan dalam pembagian barang dan hak sosial dalam sebuah masyarakat. Pada tahap individu atau pribadi, ketidakadilan sosial berlaku karena diskriminasi, intoleransi, dan kurangnya rasa hormat terhadap orang lain karena kewarganegaraan, bangsa, jantina, kelas sosial, atau hierarki mereka. Ketidakadilan sosial berlaku apabila tidak ada keadilan moral, moralitas menjadi model di mana setiap orang dalam masyarakat setuju sebagai kebaikan. Dalam pengertian ini, tanpa moral tidak ada keadilan, oleh itu ketidakadilan sosial adalah kurangnya moral sosial.</div><div><br></div><div>Ketidakadilan sosial disebabkan oleh beberapa faktor dan faktor penyebab ketidakadilan sosial terbagi menjadi dua yaitu, faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal penyebab ketidakadilan sosial ini antara lain, keadaan psikologis para pelaku, sifat egois, sifat Individualisme, tidak memiliki empati dan kemanusiaan,dan adanya diskriminasi dari orang yang ada dalam kehidupan kesehariannya. Sedangkan faktor eksternal penyebab ketidakadilan sosial ini antara lain, kesenjangan ekonomi, struktur sosial dan politik, kurang berfungsinya lembaga-lembaga penegak hukum, adanya pihak yang membantu ketidakadilan, dan penggunaan teknologi yang salah. Berikut adalah contoh beberapa ketidakadilan sosial yang terjadi di Indonesia yaitu, masih banyak warga masyarakat yang belum memperoleh hak untuk sejahtera, sebagian buruh harus bekerja dalam kondisi yang tidak layak dan menerima</div><div>upah tidak sesuai ketentuan, kesamaan perlakuan hukum yang belum menjadi kenyataan, dan oknum pejabat yang melakukan tindak kejahatan dapat menghindari hukuman.</div><div><br></div><div>Apakah ketidakadilan sosial di Indonesia bisa ditangani? Bisa, namun ini akan menjadi kasus yang cukup rumit dikarenakan keadilan dinegeri ini pun sulit dicari. Terlalu banyak campur tangan hukum dan pemerintah yang membuat ketidakadilan sosial ini sulit diatasi, namun jika kita mau merubah semuanya menjadi adil bagi masyarakat pasti bisa jika kita menemukan penuntun yang tepat juga. Mungkin cara mengatasi yang bisa kita lakukan saat ini adalah tidak melakukan diskriminasi terhadap sesama manusia dan tidak membeda bedakan status sosial, keluarga, dan lain-lain kepada sesama. Peran kita dalam mengatasi ketidakadilan sosial ini sangat penting karena kita merupakan bagian dari masyarakat yang dapat menggerakkan negeri ini menuju keadilan sosial, karena hingga saat ini masih terlalu banyak ketidakadilan sosial yang terjadi di negeri ini baik itu disebabkan oleh pemerintah maupun masyarakatnya sendiri.&nbsp;</div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-07 01:58:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2080556023</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kemiskinan Di Indonesia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2080561460</link>
         <description><![CDATA[<div>Andrea Leona<br>XII IPS&nbsp;<br>Permasalahan sosial adalah suatu kondisi yang tidak diinginkan masyarakat karena dapat mengganggu ketentraman masyarakat dan diperlukan adanya tindakan sebagai hasil dari kesepakatan bersama untuk mengatasi dan memperbaikinya. Permasalahan sosial di Indonesia yang masih terbilang cukup sering terjadi adalah kemiskinan. Kemiskinan sendiri artinya adalah keadaan dimana tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup dasar, seperti makanan, pakaian, tempat tinggal hingga pendidikan. Kemiskinan sendiri di Indonesia angkanya mencapai 26,50 juta orang atau 9,71 persen. Kemiskinan di Indonesia merupakan suatu bentuk contoh dari adanya permasalahan sosial yang butuh solusi agar masyarakat mendapatkan kesejahteraannya kembali.</div><div><br></div><div>Kemiskinan di Indonesia terjadi dikarenakan banyaknya hal yang kurang memadai di negara berkembang ini. Penyebab terjadinya kemiskinan adalah laju pertumbuhan penduduk yang tinggi, masyarakat pengangguran meningkat, pendidikan yang masih tergolong rendah, dan adanya distribusi pendapatan yang tidak merata. Dampak yang terjadi jika hal ini tidak ditangani dengan baik adalah meningkatnya kriminalitas suatu daerah, angka kematian meningkat, meningkatnya angka pengangguran, konflik lain akan terjadi di masyarakat. Penyebab terjadinya kemiskinan perlu penanganan serius baik dari pemerintah maupun masyarakatnya sendiri.&nbsp;</div><div><br></div><div>Cara mengatasi kemiskinan secara perlahan adalah, melakukan integrasi penyaluran bansos, membantu mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin dan hampir miskin, memberikan insentif di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan, dan mengelola APBN dengan cermat. Permasalahan sosial ini merupakan sebuah permasalahan besar jika dibiarkan saja terus menerus, maka pemerintah sudah seharusnya membantu mencari solusi serta menemukan akar permasalahan dari masalah tersebut. Masyarakat juga harus ikut menemukan solusi dari permasalahan tersebut, yaitu dengan menyadari pentingnya keluarga berencana dan juga pendidikan. Masalah ini dapat teratasi dengan baik jika pemerintah serta masyarakat bekerja sama dengan baik.&nbsp;</div><div><br><br></div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-07 02:01:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2080561460</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KRIMINALITAS </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2080567158</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Hazel Rizky Faiza/XII IPS&nbsp;</strong></div><div><br></div><div><strong>REFLEKSI PERMASALAHAN SOSIAL KRIMINALITAS DI LINGKUNGAN MASYARAKAT</strong></div><div><br></div><div>Kriminalitas merupakan asalnya dari kata “<em>crimen</em>” yang <a href="https://dosensosiologi.com/pengertian-kejahatan-penyebab-dan-contohnya-lengkap/">artinya kejahatan</a>, tindak kriminal, atau juga diartikan suatu <a href="https://dosensosiologi.com/bentuk-tindakan-sosial/">bentuk tindakan sosial</a> dari adanya kejahatan, sehingga merupakan tindakan yang bersifat negatif sehingga tentusaja seringkali tindakan ini akan merugikan banyak pihak dan pelaku tindakannya disebut sebagai seorang kriminal. Kriminalitas adalah segala sesuatu yang dilakukan individu, kelompok, ataupun komunitas yang melanggar hukum atau suatu tindakan rilakunya dengan mengambil apa yang bukan menjadi haknya, sehingga <a href="https://dosensosiologi.com/pengertian-realitas-sosial-dan-contohnya-lengkap/">realitas sosial</a> ini tentusaja mengganggu keseimbangan atau stabilitas sosial dalam masyarakat.&nbsp;</div><div><br></div><div>Kriminalitas memiliki faktor terjadinya seperti yang paling sering karena faktor ekonomi, lalu tingkah laku dan tingkat intelegensi individu yang dipengaruhi oleh pendidikan.Hal lainnya yaitu kemajuan teknologi membuat informasi mudah tersebar, dan bagi pelaku yang sudah mempunyai otak kriminal maka informasi tindak kriminal orang lain bisa menjadi semacam ide bagi dirinya untuk melakukan tindakan yang sama. Serta Kesenjangan sosial memicu iri dan dendam hingga akhirnya memicu perbuatan kriminal seperti merampok, mencuri, begal dan sebagainya.</div><div><br></div><div>Permasalahan mengenai kriminalitas ini sudah ada sejak zaman dahulu. Hal ini dapat dikategorikan kedalam kejahatan yang berat dan sering terjadi karena kriminalitas memiliki korban yang jelas, bisa menyebabkan kematian ataupun kerusakan pada sesuatu. Tentu saja kriminalitas merugikan semua pihak. Tidak ada pihak yang tidak dirugikan karena kriminalitas, bahkan pelaku sekalipun. Kriminalitas juga akan menimbulkan masalah baru. Pelaku tindak kriminalitas akan berurusan dengan hukum. Pelaku kriminalitas juga tidak jarang yang mengakhiri sisa umurnya untuk menekam di penjara karena telah melakukan kejahatan yang berat. Namun bagi kasus kecil ada juga yang di bebaskan karena tidak ingin memperpanjang masalah, padahal pelaku kejahatan harus menerima konsekuensi dari perilakunya agar merasa jera dan tidak melakukannya lagi.&nbsp;</div><div><br></div><div>Menurut saya permasalahan sosial kriminalitas sudah dapat ditangani di kota-kota besar namun belum terlalu dianggap serius di kota-kota kecil. Bagi kasus yang kecil seperti pencopetan, banyak masyarakat yang mengira itu hanyalah masalah yang sepele dan hal itu terjadi karena ia tidak beruntung saat itu. Padahal dari masalah kecil seperti inilah sesuatu akan menjadi lebih besar dan menjadi tambah parah lagi. Kriminalitas bisa diatasi seperti dengan cara, menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya agar memiliki ekonomi yang baik. Lalu adanya tindakan tegas dari aparat hukum menganai masalah kriminalitas. Selalu menjunjung tinggi norma-norma seperti norma agama, norma hukum, dan norma sosial. Peran kita agar berkurangnya kasus kriminalitas di Indonesia yaitu bisa dengan cara meningkatkan kesadar diri akan pentingnya mejaga sesama manusia dan agar hidup kita selalu damai. Hal lainnya adalah untuk generasi muda penerus bangsa, kita harus senantiasa menumbuhkan rasa kasih sayang, dilandasi dengan iman yang kuat, maka tindak kriminal dapat dihindari. Karena dengan iman yang kuat kita menjadi sadar tentang apa yang akan kita lakukan.&nbsp;</div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-07 02:05:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2080567158</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kriminalitas </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2080578149</link>
         <description><![CDATA[<div>Farhan Aufa Rabbani<br>XII IPS&nbsp;<br><br><br>Mengatasi kriminalitas:<br>1. Harus meminimalisir hal-hal yang mengakibatkan tindak kriminal. misal: pencurian, perampokan, jambret. Hal-hal tersebut bisa terjadi karena kurang terpenuhinya kebutuhan sehari-hari. Solusinya adalah membuka sebanyak-banyaknya lowongan pekerjaan. Untuk meminimalisir pengangguran<br><br>2. Jika pada kasus pelecehan, pemerkosaan, hal ini juga dapat diminimalisir dengan cara berpakaian yang sopan, tidak terbuka menggunakan baju yang terlalu mini, bertingkah dan berucap yang sopan<br><br>3. memperketat keamanan disekitar lingkungan&nbsp;<br>4. terdapat sanksi tegas terhadap tindak kriminal&nbsp;<br>5. Yang terpenting adalah untuk generasi muda penerus bangsa, sebagai orang tua harus menumbuhkan rasa kasih sayang, iman yang kuat, maka tindak kriminal dapat dihindari. Karena iman yang kuat hal tersebut dapat teratasi.&nbsp;<br><br>6. menjadi pribadi yang baik, menghindari pertengakaran dan pertikaian<br><br>contoh dari kriminalitas yang sering terjadi:<br><br><br></div><ol><li>Kekerasan seksual terhadap anak usia dini yang dilakukan oleh Ryan Jombang, yang kemudian memutilasi para korbannya yang berdampak pada adanya penyimpangan maupun kekerasan seksual tidak dapat dihindari.</li><li>Praktek prostitusi <em>online </em>yang dilakukan oleh Vanessa Angel dan beberapa artis yang terjerat kasus prostitusi. Yang akhirnya berdampak pada tingkat kriminalitas dan prostitusi semakin meningkat.</li><li>Melakukan kejahatan berupa penipuan dengan alibi korban telah memenangkan undian berhadiah. Yang berdampak pada adanya korban yang tidak cermat akan mengalami kerugian besar akibat penipuan tersebut.</li><li>Praktik pelecehan seksual yang sering terjadi di dalam transportasi umum di kota-kota besar. Yang berdampak pada adanya transportasi umum menjadi tidak nyaman lagi dan peminat penggunaan transportasi umum menjadi berkurang.</li><li>Penyelundupan narkoba dibeberapa daerah. Yang berdampak pada rusaknya generasi muda akibat penyalahgunaan narkoba.</li><li>Pemerkosaan secara bergilir yang menimpa seorang gadis remaja di beberapa kota besar. Yang berdampak pada adanya rasa mecederai psikologis remaja tersebut dan menyebabkan frustasi terhadap korban.</li><li>Pembunuhan berencana yang dilakukan oleh sepasang kekasih terhadap mantan kekasih karena faktor dendam masa lalu. Yang berdampak pada keluarga korban merasa kehilangan dan para pelaku akan dikucilkan oleh masyarakat.</li><li>Pengeboman yang dilakukan oleh satu keluarga di Surabaya beberapa waktu lalu yang bertujuan untuk menegakkan syari’at agama. Yang berdampak pada lingkungan masyarakat menjadi tidak kondusif dan menimbulkan keresahan dalam masyarakat.</li><li>Korupsi yang dilakukan oleh beberapa oknum pemerintahan yang telah merugikan negara. Yang berdampak pada adanya pembangunan daerah tersebut menjadi terhambat dan menimbulkan dampak masalah sosial yang lain akibat tindakan korupsi tersebut.</li><li>Pembegalan motor yang sering terjadi di daerah yang jauh dari penduduk pada malam hari. Yang berdampak pada hadirnya perasaan tidak aman saat berpergian pada malam hari dan merasa selalu waspada.</li><li>Pembunuhan terhadap aktivis HAM sebagai upaya pembungkaman terhadap fakta yang ada. Yang berakibat pada hadirnya ketidakadilan terkait HAM akan terus terjadi di lingkungan masyarakat.</li><li>Penipuan yang dilakukan salah satu agen perjalanan Haji dan Umroh. Yang berdampak pada<strong> </strong>Masyarakat menjadi tidak percaya untuk menggunakan jasa agaen perjalanan.</li><li>Penghilangan dengan sengaja terhadap saksi kunci pada sebuah kasus yang dilakukan oleh beberapa oknum. Yang berdampak pada fakta yang diketahui oleh saksi kunci dari kasus tersebut tidak akan terungkap.</li><li>Penggusuran secara paksa lahan penduduk yang akan dijadikan perkebunan sawit. Yang berdampak pada adanya penduduk setempat kehilangan tempat tinggal.</li><li>Membayar seseorang untuk melakukan pembunuhan agar dirinya bersih dari jeratan hukum. Yang berdampak pada pembunuh bayaran tersebutlah yang menanggung seluruh hukuman dan mendapatkan perlakuan dikucilkan oleh masyarakat.</li><li>Adanya Pinjol (Pinjeman Online) ilegal yang akhir-akhir meresahkan masyarakat lantaran mampu menyerang psikologis dari setiap individu yang terjebak dalam hal tersebut, bahkan tak jarang pinjaman online ini menjadikan jalan pemikiran seseorang untuk mengakhiri hidupnya (bunuh diri). Tentusaja alasannya selain bungga yang besar juga karena identitas peminjam di rusak citranya.</li></ol><div><br>Jenis kriminalitas:<br><br><br></div><ol><li>Crimes without victims (dianggap perbuatan tercela)</li><li>Organized Crime (kejahatan terorganisir, komplotan)</li><li>White Collar Crime (dilakukan orang berstatus tinggi)</li><li>Corporate Crime (kejahatan yg dilakukan atas nama organisasi formal utk menaikkan keuntungan)</li><li>Blue collar Crime (dilakukan rakyat miskin karena ekonomi)</li></ol><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-07 02:11:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2080578149</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Permasalahan Sosial Kenakalan Remaja</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2080578226</link>
         <description><![CDATA[<div>Batrisya Fakhira Yulistia<br>XII IPS<br><br>Masalah Sosial adalah perbedaan antara harapan dan kenyataan atau sebagai kesenjangan antara situasi yang ada dengan situasi yang seharusnya. Individu di dalam masyarakat memandang masalah sosial sebagai sesuatu kondisi yang tidak diharapkan. Ada beberapa faktor penyebab terjadinya permasalahan sosial menurut Soerjono Soekanto, yang pertama adalah faktor ekonomi, faktor psikologis, faktor biologis dan faktor budaya. Pastinya permasalahan sosial ini memiliki dampak yang besar bagi masyarakat, salah satunya ada dampak negatifnya seperti <a href="#1_Kemiskinan">Kemiskinan</a>, <a href="#2_Kejahatan_atau_Kriminalitas">Kejahatan atau Kriminalitas</a>, <a href="#3Disorganisasi_keluarga">Disorganisasi keluarga</a>, dan <a href="#4_Masalah_generasi_muda">Masalah generasi muda</a>. Walau banyak dampak negatifnya, permasalahan sosial juga memiliki dampak positifnya seperti Potensi munculnya norma dan nilai baru, Adanya perubahan sosial-ekonomi, Struktur sosial lebih dinamis, Meningkatnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, Meningkatnya kesadaran politik, dan Perlindungan hak asasi manusia (HAM) yang lebih menyeluruh.</div><div>&nbsp;</div><div>Permasalahan sosial tentunya terjadi dimana-mana salah satunya di negara kita Indonesia. Sangat banyak masalah sosial yang terjadi di Indonesia karena banyaknya perbedaan yang ada di Indonesia. Salah satu masalah sosial di Indonesia adalah kenakalan remaja. Kenakalan remaja adalah suatu perbuatan yang melanggar norma, aturan, atau hukum dalam masyarakat yang dilakukan pada usia remaja atau transisi masa anak-anak ke dewasa. Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma dalam masyarakat, pelanggaran status, maupun pelanggaran terhadap hukum pidana. Pelanggaran status seperti halnya kabur dari rumah, membolos sekolah, merokok, minum minuman keras, balap liar, dan lain sebagainya. Sedangkan yang disebut perilaku menyimpang terhadap norma antara lain seks pranikah di kalangan remaja, aborsi, dan lain sebagainya.</div><div>&nbsp;</div><div>Kenakalan remaja tidak terjadi begitu saja, faktor penyebabnya terbagi menjadi faktor internal dan eksternal. Faktor internalnya seperti Krisis identitas dan Kontrol diri yang lemah. Pada faktor eksternal diantaranya keluarga yang kurang harmonis dan perceraian orang tua, pengaruh lingkungan dan teman sebaya yang kurang baik, dan kurangnya pemahaman agama. Pastinya kenakalan remaja ini harus di atasi diantaranya dengan cara menerapkan aturan dan konsekuensi, tanyakan apa yang terjadi padanya, luangkan waktu untuk anak, hindari bersikap kasar dan mencela anak, menanamkan nilai-nilai agama kepada anak dan berkonsultasi pada psikolog. Selain orangtua, guru maupun masyarakat di sekitar juga harus peka terhadap berbagai contoh kenakalan remaja. Nasihati mereka untuk menjauhi perbuatan yang melanggar norma dalam masyarakat sehingga masalah ini bisa diminimalisir.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-07 02:11:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2080578226</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Apta Adi Atmaja XII-IPS                                </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2080584113</link>
         <description><![CDATA[<div>PENGANGGURAN<br><br></div><div>Pengangguran merupakan salah satu permasalahan sosial yang selalu menarik untuk dibahas karena permasalan ini selalu terjadi di negara manapun, baik di negara berkembang maupun negara maju, namun pada umumnya tingkat pengangguran cenderung lebih tinggi dihadapi oleh negara-negara yang sedang berkembang. Pengangguran merupakan keadaan dimana seseorang tidak memiliki pekerjaan, bekerja kurang dari waktu kerja, atau sedang mencari kerja. Tingginya angka pengangguran mempunyai dampak buruk yang dapat menimbulkan masalah sosial seperti tindakan kriminalitas dan menurunkan kemakmuran, semakin turunnya tingkat kemakmuran akan menimbulkan masalah lain seperti kemiskinan.<br><br></div><div>&nbsp;</div><div>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran Indonesia sebesar 9,1 juta orang pada Agustus 2021. Jumlah ini naik dari 8,7 juta orang pada Februari 2021, tetapi menurun jika dibandingkan 9,8 juta orang pada periode yang sama tahun lalu. Pemerintah Indonesia sudah berupaya untuk mengatasi pengangguran yang terjadi pada masyarakat Indonesia seperti&nbsp; penyelenggaraan bursa tenaga kerja ditangani oleh Departemen Tenaga Kerja (Depnaker), Meningkatkan Pendidikan masyarakat dengan membuat KIP (kartu Indonesia pintar) agar masyarakat yang tidak mampu bisa mendapatkan Pendidikan yang layak, mendirikan pusat-pusat pelatihan kerja contohnya mendirikan&nbsp; Balai Latihan Kerja Daerah (BLKD) berada di bawah naungan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Tenaga Kerja di masing-masing daerah di Indonesia dll.<br><br></div><div>&nbsp;</div><div>Mengapa pengangguran hanya dapat dikurangi tidak bisa diselesaikan dengan tuntas karena semakin banyak jumlah penduduk maka kebutuhan hidup makin banyak, dan peluang pekerjaan semakin sedikit. maka pemerintah hanya bisa mengurangi tingkat pengangguran dengan cara membuka lapangan pekerjaan. Selain itu ada faktor individu juga yang membuat pengangguran meninkat seperti sikap yang malas, kurang terampil dalam bekerja dan keterbatasan fisik. Menurut saya untuk mengatasi penganguran yang pertama adalah dimulai dari diri sendiri dahulu seperti mengikuti Latihan-latihan keterampilan untuk mengasah <em>soft skill </em>individu setelah itu perluas informasi&nbsp; dan relasi agar tidak ketinggalan informasi bisa dicari melalui internet atau orang-orang sekitar. Kesimpulannya permasalahan pengangguran sulit untuk diselesaikan sebab antara jumlah penduduk dan lapangan kerja tidak seimbang, pemerintah harus lebih gencar membuat lapangan kerja&nbsp; dan intropeksi diri dari masing-masing orang untuk menjadi yang terbaik dari seluruh yang terbaik.&nbsp; &nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-07 02:14:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2080584113</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2080585292</link>
         <description><![CDATA[<div>KARINA GUSTIANA<br>XII IPS&nbsp;<br><br>KEMISKINAN<br><br>PENGERTIAN<br>Kemiskinan adalah keadaan saat ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan.&nbsp;<br><br>JENIS KEMISKINAN<br>1. Kemiskinan absolut merupakan jenis kemiskinan di mana orang-orang miskin mempunyai tingkat pendapatan di bawah garis kemiskinan atau jumlah pendapatannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok hidup, seperti pangan, pakaian, dan tempat tinggal.<br>2. Kemiskinan relatif merupakan jenis kemiskinan yang terjadi karena pengaruh kebijakan pembangunan yang belum menjangkau seluruh masyarakat.<br>3. Kemiskinan kultural merupakan jenis kemiskinan yang disebabkan oleh faktor budaya, seperti malas, tidak ada usaha untuk memperbaiki tingkat kehidupan, pemboros, dan lain-lain.<br>4. Kemiskinan struktural merupakan kemiskinan yang dialami oleh suatu golongan masyarakat karena struktur sosial masyarakat tersebut memungkinkan golongan masyarakat tidak ikut menggunakan sumber-sumber pendapatan yang sebenarnya tersedia bagi mereka.<br><br>FAKTOR PENYEBAB KEMISKINAN<br><br>1. Faktor internal merupakan faktor yang datang dari dalam diri seseorang, seperti sikap yang menerima apa adanya, tidak bersungguh-sungguh dalam berusaha, kondisi fisik yang tidak sempurna, dan sebagainya.<br><br>2. Faktor eksternal merupakan faktor yang datang dari luar diri seseorang, seperti perubahan iklim, kerusakan alam, kehidupan sosial, struktur sosial, kebijakan dan program pemerintah yang tidak merata, dan lain-lain.<br><br>CARA MENGATASI KEMISKINAN<br>1. BEKERJA DAN TIDAK BERMALAS MALASAN<br>2. MEMBUKA LAPANGAN KERJA BARU AGAR PENGANGGURAN BISA BEKERJA&nbsp;<br>3. MENGELOLA KEUANGAN DENGAN BAIK DAN TIDAK BOROS<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-07 02:15:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2080585292</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KRIMINALITAS</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2080601265</link>
         <description><![CDATA[<div>Effela Trisakina XII IPS<br><br><br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;Kriminalitas atau kejahatan memang merupakan masalah yang sangat umum yang terjadi di masyarakat dimanapun berada, Tindakan kriminalitas dapat terjadi di beberapa tempat dengan jangka waktu yang sama atau berbeda. Menurut Abdulsyani (1987) Kriminalitas adalah suatu perbuatan yang dapat menimbulkan masalah-masalah dan keresahaan bagi kehidupan didalam masyarakat, Soesilo (1988) menyatakan bahwa kejahatan adalah yang memiliki dua macam pengertiannya yaitu secara yuridis dan secara sosiologi. Secara yuridis formal, kejahatan adalah tingkah laku kejahatan yang melanggar hukum pidana yang ada. Pengertian secara sosiologi adalah meliputi segala tingkah laku manusia, walaupun tidak atau belumnya ditentukan dengan undang undang. Pada 2020, jumlah kasus kriminal tercatat sebanyak 247.218 kejadian. Jumlah tersebut turun 8,3% dari 269.324 kasus pada 2019. 2021 jumlah kejahatan di indonesia turun 53.340 kasus. Terlihat dari 3 tahun terakhir terjadi penurunan kasus jika terus menurun dari tahun ketahun kriminalitas akan lebih mudah ditangani.<br><br></div><div>Faktor- faktor Penyebab Kriminalitas<br><br></div><div>Adapun penyabab kriminalitas Menurut para ahli<br><br></div><div>1) Menurut pandangan Seporovic (1985) Ada dua penyebab terjadinya<br><br></div><div>kriminalitas yaitu:<br><br></div><div>·&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Faktor personal yang termasuk di dalam faktor personal yaitu</div><div>·&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;faktor biologis (umur, jenis kelamin, keadaan mental)</div><div>·&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Faktor situasional, seperti situasi konflik</div><div>·&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Faktor tempat dan waktu<br><br></div><div>2) Menurut Cesare Lambrosso (1876) yaitu penjahat dilahirkan dan<br><br></div><div>mempunyai tipe yang berbeda-beda<br><br></div><div>3) Menurut Lemert (1912) berpendapat orang yang melakukan<br><br></div><div>kejahatan adalah orang yang memiliki gangguan emosional, akan berpengaruh terhadap bentuk konsep diri individu dan penampilan perannya<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp;Bentuk-bentuk Tindakan kriminalitas sangat beragam seperti pencurian, Tindak Asusila, pembunuhan, korupsi, Penodongan dengan senjata tajam/api, penganiayaan, dll. Salah satu contoh kasus nyata nya yaitu “<strong><em>Nakes Gadungan Rampas Kalung Emas di Leher Nenek di Wajo Diamuk Massa</em></strong>” Pelaku yang diketahui bernama Anto, diamuk massa usai kedapatan mencuri kalung emas milik korbannya. Peristiwa itu terjadi di Desa Pattangngae, Kecamatan Bola, Kamis (3/3) sekitar pukul 08.00 Wita. Awalnya pelaku datang ke rumah korban menjual dan menawarkan obat ke korbannya. Saat korbannya lengah pelaku langsung merampas kalung emasnya. Itu salah satu kasus dari banyaknya kasus kriminalitas yang terjadi di setiap tahun nya di Indonesia.<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp;Apakah kriminalitas bisa diselesaikan menurut saya tidak bisa karena selama masih ada manusia di bumi ini maka kriminalitas akan terus ada, interaksi manusia juga akan terus berlanjut yang bisa menimbulkan kesalah pahaman yang berujung melakukan kriminalitas jadi dari banyak factor bisa menyebabkan kriminalitas terutama ekonomi. Tetapi bukan berarti tidak ada solusi untuk mengurangi Tindakan criminal, ada beberapa cara yang bisa dilakukan contohnya :<br><br></div><div>·&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;mengenakan sanksi tegas yg berlaku tanpa pandang bulu.</div><div>·&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;menciptakan lapangan kerja.</div><div>·&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;memberikan pelatihan gratis untuk masyarakat kurang mampu.</div><div>·&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;menjaga kelestarian dan kelangsungan nilai norma dlm masyarakat.</div><div>·&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;.keikutsertaan masyarakat dlm menjaga keamanan lingkungan.<br><br></div><div>Intinya Kejahatan merupakan bagian dari kehidupan masyarakat dan lingkungan sosial yang mempunyai peran yang sangat penting terhadap pembentukan perilaku kejahatan. Kejahatan akan terjadi kapan saja dan dimana saja dan juga kejahatan harus di perangi karena kejahatan sebagaimana menurut ilmu hukum akan menyebabkan kerugian yang sangat besar berpengaruh di dalam kehidupan masyarakat<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-07 02:24:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2080601265</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kesenjangan Sosial</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2080615499</link>
         <description><![CDATA[<div>Azzahra Pramesti XII IPS<br><br>Di lingkungan tempat kita tinggal, tidak jarang kita melihat permasalahan sosial yang timbul antara seseorang dengan seseorang, seseorang dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Salah satu dari permasalahan sosial itu adalah kesenjangan sosial. Kesenjangan sosial biasa dipengaruhi oleh masalah ekonomi, kurangnya lapangan kerja bagi masyarakat, kemiskinan, hingga kesehatan. Permasalahan ini dapat ditemukan di berbagai negara, termasuk Indonesia.</div><div><br></div><div>Kesenjangan sosial adalah suatu kondisi yang tidak seimbang di dalam kehidupan masyarakat, baik itu secara personal maupun kelompok, yang mana di sana terjadi bentuk ketidakadilan distribusi berbagai hal yang dinilai penting dalam suatu tatanan masyarakat. Kesenjangan sosial ini seringkali berkaitan dengan adanya suatu bentuk perbedaan yang nyata dan mudah dilihat dalam segi keuangan masyarakat, yang meliputi nilai kekayaan harta. Kesenjangan ekonomi sosial yang hadir di masyarakat ini bisa dilihat dengan mudah dari adanya peluang serta manfaat yang tidak sama dalam posisi sosial yang berbeda di dalam masyarakat.</div><div>Selain itu, kesenjangan sosial ini juga bisa dilihat dari adanya ketidaksetaraan pada barang atau jasa, kekayaan, imbalan, hukum, kesempatan yang diperoleh pada setiap orang.</div><div>Dari bacaan di atas, dapat disimpulkan bahwa kesenjangan sosial yang terjadi di masyarakat akan menyebabkan banyak perubahan yang cukup besar. Beberapa dampak yang ditimbulkan dari permasalahan ini adalah sebagai berikut:<br><br></div><ul><li>Kemiskinan dan pengangguran</li><li>Target pasar yang tidak jelas</li><li>Sulit mencari tenaga kerja yang kompeten</li><li>Maraknya tindak kejahatan<br><br></li></ul><div>Dari dampak di atas, bisa disimpulkan juga faktor penyebab dari perubahan akibat kesenjangan sosial di masyarakat, diantaranya:<br><br></div><ul><li>Faktor perbedaan sumber daya alam</li><li>Faktor kebijakan pemerintah</li><li>Faktor globalisasi</li><li>Faktor demografis</li><li>Faktor letak dan kondisi geografis</li></ul><div><br></div><div>Dapat dipahami bersama bahwa kesenjangan sosial yang paling jelas terlihat adalah antara masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan. Adanya perbedaan latar belakang baik itu dalam sisi pendidikan, ekonomi ataupun akses terhadap fasilitas kesehatan tidak melulu disebabkan karena adanya faktor sosial-kultural masyarakat yang memegang kuat prinsipnya.<br>Kesenjangan ekonomi yang ada pada masyarakat perkotaan juga bisa disebabkan karena faktor sosial politik dan geografi daerah yang tidak menguntungkan bagi daerah pedesaan. Selain itu, kultur kekerabatan dan tradisi/adat istiadat juga menyebabkan kesenjangan sosial di dalamnya.<br>Dengan begitu, pihak pemerintah juga harus mampu membuat kebijakan yang di berada di luar masyarakat itu sendiri untuk menciptakan suatu keseimbangan sosial. Susunan kebijakan tersebut adalah:<br><br></div><ul><li>Pihak pemerintah harus fokus dalam mendorong adanya peningkatan serta perbaikan infrastruktur desa, khususnya pada beberapa desa yang kondisi geografisnya tidak menguntungkan.</li><li>Pihak pemerintah harus memprioritaskan akses pendidikan, informasi dan kesehatan gratis sehingga pembangunan yang terjadi di dalamnya bisa terwujud.</li><li>Pemerintah harus memberikan modal bagi masyarakat desa agar mereka mempunyai pendapatan lain, jadi tidak hanya pada sektor pertanian. Adanya bantuan modal tersebut pastinya akan sangat membantu masyarakat karena mereka akan mampu mendirikan usaha. Sehingga, pendapatan ekonomi masyarakat di dalamnya bisa meningkat, khususnya pada masyarakat desa yang memiliki tanah gersang dan tidak mendukung untuk menanam pertanian.</li><li>Pihak pemerintah juga harus aktif melakukan segregasi atau eksklusi pada masyarakat pedesaan.</li></ul><div><br></div><div>Berbagai solusi tersebut harus bisa dijadikan input oleh pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan, khususnya yang erat kaitannya dengan peningkatan taraf hidup desa agar bisa menjadi lebih baik. Sehingga, pedesaan yang selama ini identik dengan keterbelakangan akan perlahan-lahan bisa berkembang menjadi desa maju.<br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-07 02:32:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2080615499</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kriminalitas</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2080635852</link>
         <description><![CDATA[<div>Azka Rahdia XII IPS<br><br>Pada essai ini, saya akan membahas tentang kriminalitas di Indonesia. Kriminalitas merupakan sebuah tindakan yang berkaitan dengan pelanggaran terhadap hukum. Tindakan kriminalitas yang sangat sering terjadi di sekitar kita menunjukkan bahwa situasi keamanan di Indonesia sedang tidak begitu kondusif. Peningkatan angka kriminalitas membuktikan bahwa saat ini banyak orang tidak takut akan dihukum atau sekedar dimasukkan di penjara, atau bahkan yakin bahwa mereka akan lolos dari tindakan kejahatan yang mereka lakukan. Tentunya ini menjadi sebuah tanda bahwa terjadi perubahan budaya dan pola pikir masyarakat.</div><div><br></div><div>Salah penyebab kriminalitas adalah perbedaan karakteristik setiap individu yang memang unik dan kompleks. Perbedaan inilah kemudian yang dapat memicu konflik sehingga terjadi tindakan kriminalitas seperti contoh pelanggaran hak cipta. Beberapa faktor yang paling umum penyebab tindakan kriminalitas adalah pengangguran atau kemiskinan karena faktor ekonomi, atau bahkan dendam pribadi. Kriminalitas dan kemasyarakatan merupakan dua sisi yang tak bisa dipisahkan. Sebab tindakan kriminal selalu terjadi di masyarakat. Tindakan ini tidak hanya dapat merugikan pihak lain namun juga bahkan dapat membuat korban kehilangan nyawanya sebagai akibat spionase dalam integrasi nasional.</div><div><br></div><div>Ada banyak sekali tindakan kriminalitas yang terjadi di Indonesia, namun ada beberapa contoh yang cukup umum terjadi di negara ini, yaitu;</div><ul><li>Pencurian</li><li>Penyalahgunaan narkoba</li><li>Penganiayaan atau kekerasan fisik</li><li>Penipuan dan korupsi</li><li>Pembunuhan</li></ul><div>Serta ada banyak contoh lain yang terjadi di sekitar kita.</div><div><br></div><div>Tentunya, berupaya untuk menurunkan tingkat kriminalitas di Indonesia memang bukan suatu hal yang mudah untuk dilakukan. Di sini, ada beberapa cara untuk mengatasi kriminalitas yang efektif.&nbsp;</div><ul><li>Tindakan tegas dari aparat hukum</li><li>Menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya, sebab pengangguran merupakan faktor utama mengapa orang berani melakukan tindakan kejahatan</li><li>Tidak ada perbedaan perlakuan berdasarkan tingkatan ekonomi</li><li>Menjunjung tinggi nilai moral dan agama di Indonesia karena tentunya dengan adanya upaya menjunjung kembali norma dan nilai di masyarakat, maka tentu upaya tindakan kriminalitas dapat dicegah</li><li>Menumbuhkan kerjasama yang solid antara aparat dan masyarakat dalam menjaga keamanan</li></ul><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-07 02:44:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2080635852</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pengangguran di Indonesia </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2080641132</link>
         <description><![CDATA[<div>Farren Athasari&nbsp;<br>XII IPS&nbsp;<br><br>Pengangguran juga termasuk ke dalam masalah sosial yang sangat besar di Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah pengangguran di Indonesia ada sebanyak 9,1 juta orang per Agustus 2021. Jumlah itu turun sekitar 670.000 orang dari posisi per Agustus 2020 yang mencapai 9,77 juta orang. Pengangguran terjadi karena berbagai faktor. Salah satunya adalah karena persaingan dari sumber daya manusia. Persaingan ini terjadi dalam hal mencari lapangan pekerjaan. Biasanya orang yang tidak memiliki pendidikan yang cukup akan kalah dengan orang yang memiliki pendidikan tinggi. Hal tersebutlah yang menjadi faktor pengangguran jadi masalah sosial.. Faktor lainnya yang menyebabkan pengangguran adalah karena masyarakat tidak produktif, Masyarakat atau warga negara tidak memiliki keterampilan tinggi serta tingkat pendidikan yang rendah, Adanya kemajuan teknologi yang menggantikan manusia.&nbsp;<br><br></div><div>&nbsp;<br><br></div><div>Umumnya, penyebab pengangguran adalah ketidakseimbangan laju pertumbuhan penduduk dengan lapangan kerja yang tersedia. Artinya, jumlah tenaga kerja lebih banyak dari jumlah lapangan kerja. Dari sisi negara, penyebab pengangguran adalah ketidakstabilan ekonomi dan politik serta pajak penghasilan yang terlalu tinggi. Jika dibiarkan terus-menerus, pengangguran akan menimbulkan masalah baru. Harus ada solusi untuk pengangguran. Salah satu solusi yang tepat dalam menghadapi pengangguran adalah pemberian subsidi ketenagakerjaan,melatih para pencari kerja untuk membuat usaha sendiri, memberikan pelatihan sertifikasi ke pencari kerja.</div><div>&nbsp;</div><div>Selain itu, cara mengatasi pengangguran secara umum dari sisi pemerintah, yaitu:&nbsp;</div><div>·&nbsp; &nbsp; &nbsp; Meningkatkan mobilitas modal dan lapangan kerja.&nbsp;</div><div>·&nbsp; &nbsp; &nbsp; Mengandalkan latihan kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja.&nbsp;</div><div>·&nbsp; &nbsp; &nbsp; Mendirikan industri padat karya.&nbsp;</div><div>·&nbsp; &nbsp; &nbsp; Mendongkrak daya beli masyarakat agar industri bisa bergerak.&nbsp;</div><div>·&nbsp; &nbsp; &nbsp; Menyukseskan pembangunan proyek umum yang dilakukan pemerintah.</div><div>Kesimpulannya, tingginya tingkat pengangguran adalah salah satu permasalahan yang bisa dialami negara manapun. Dan cara mengatasi masalah ini sebenarnya balik lagi dengan masyarat nya yang sesuai dengan bidang yang di kuasai, karena pemerintah hanya sebagai fasilitor saja.<br>&nbsp;<br>&nbsp;<br>&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-07 02:47:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2080641132</guid>
      </item>
      <item>
         <title>PERMASALAHAN SOSIAL PENGANGGURAN DI INDONESIA (Geo Arshali XII IPS)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2080712251</link>
         <description><![CDATA[<div>Masalah pengangguran ini pada umumnya sering dihadapi oleh negara berkembang. Pengangguran termasuk kedalam masalah sosial yang sangat besar di Indonesia. Pengangguran terjadi karena berbagai faktor. Salah satunya adalah karena persaingan dari sumber daya manusia. Persaingan ini terjadi dalam hal mencari lapangan pekerjaan. Biasanya orang yang tidak memiliki pendidikan yang cukup akan kalah dengan orang yang memiliki pendidikan tinggi. Banyak para pencari kerja menjadikan pendidikan sebagai syarat utama dalam membuka lowongan pekerjaan.</div><div><br></div><div>Berdasarkan data World Employment and Social Outlook (WESO) edisi 2022 menunjukkan jumlah pengangguran di Indonesia tahun ini diperkirakan 6,1 juta orang, tidak berubah dari tahun lalu. Jumlah orang yang tidak bekerja diperkirakan akan turun ke 5,8 juta orang di tahun depan.&nbsp; Jumlah pengangguran di Indonesia tahun ini diperkirakan masih 1,2 juta orang lebih banyak dibandingkan level sebelum pandemi atau pada tahun 2019. Jumlah pengangguran pada tahun tersebut sebanyak 4,9 juta orang. Jika melihat secara persentase, tingkat pengangguran di Indonesia juga belum menurun kembali ke level pandemi setidaknya hingga tahun depan. Tingkat pengangguran tahun ini diperkirakan 4,4% dan menyusut ke 4,1% pada tahun 2023.</div><div><br></div><div>Setelah data yang saya sajikan diatas, berikut adalah cara mengatasi pengangguran sesuai situasi dan kondisi di Indonesia yang saya kutip dari beberapa sumber di internet,</div><div><br></div><ul><li>Menyelenggarakan bursa pasar kerja</li></ul><div>Bursa tenaga kerja merupakan penyampaian informasi kepada masyarakat luas terkait lowongan kerja. Informasi tersebut disebarkan langsung oleh perusahaan-perusahaan maupun pihak-pihak yang membutuhkan tenaga kerja. Tujuan dari bursa kerja yaitu agar terjadinya komunikasi yang baik antara perusahaan dan pencari kerja di sebuah tempat secara langsung.</div><div><br></div><ul><li>Menggalakkan kegiatan ekonomi informal</li></ul><div>Salah satu caranya dengan mengembangkan industri rumah tangga di banyak tempat sehingga menyerap tenaga kerja. Dalam upaya pengembangan sektor informal tersebut diperlukan keberpihakan dari Pemda setempat.</div><div><br></div><ul><li>Meningkatkan keterampilan tenaga kerja</li></ul><div>Salah satu langkah terbaik sebagai cara menurunkan angka pengangguran dan dapat bersaing dengan negara lain adalah dengan peningkatan keterampilan melalui pelatihan bersertifikasi internasional.</div><div><br></div><ul><li>Meningkatkan mutu pendidikan</li></ul><div>Pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan akan mendorong meningkatnya kualitas sumber daya manusia dan memungkinkannya untuk memperoleh kesempatan kerja yang lebih luas.</div><div><br><br></div><ul><li>Mendirikan pusat-pusat latihan kerja</li></ul><div>Pusat-pusat latihan kerja mesti didirikan demi melaksanakan pelatihan tenaga kerja untuk mengisi formasi yang tersedia. Dengan begitu, SDM yang akan bekerja memiliki pengalaman dan sertifikat bahwa dia bisa bekerja di bidang tertentu.</div><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1615625683/5a3db5505a09c6f35bad6576f9aa7f31/bos.jpeg" />
         <pubDate>2022-03-07 03:31:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2080712251</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dennis Ilham Syahputra XII IPS</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2080871304</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Kesenjangan Sosial</strong></div><div>Kesenjangan sosial merupakan suatu kondisi dimana ada hal yang tidak seimbang di dalam kehidupan masyarakat. Entah itu secara personal maupun kelompok. Kesenjangan tersebut seringkali dikaitkan dengan adanya suatu bentuk perbedaan yang sangat nyata serta dapat dilihat dalam segi keuangan masyarakat, seperti kekayaan harta. Terlebih untuk hal kesenjangan dalam bidang ekonomi. Kesenjangan sosial disebut juga ketimpangan sosial karena ketidakseimbangan masyarakat sehingga terlihat perbedaan yang mencolok.<br><br><br></div><div>Kesenjangan sosial ekonomi adalah suatu keadaan yang tidak seimbang di masyarakat. Terjadi perbedaan yang mencolok antara masyarakat kelas atas dan kelas bawah. Ketimpangan sosial ini mengakibatkan ketidakadilan dan kedudukan di lingkungan masyarakat. Perbedaan mencolok ada pada kemampuan finansial dan status sosial masyarakat yang tinggal di lingkungan tertentu. ada dua faktor internal dan eksternal yang bisa menyebabkan kesenjangan sosial. Faktor internal berasal dari dalam diri seseorang, contohnya kemiskinan yang mengekang masyarakat. Sedangkan faktor eksternal berasal dari luar diri seseorang. Contohnya aturan hukum yang mengekang masyarakat untuk mengembangkan diri.</div><div>&nbsp;</div><div>Seperti yang kita ketahui, bahwa kesenjangan sosial adalah sesuatu yang buruk. Jadi, dampak yang dihasilkan juga buruk untuk kesejahteraan masyarakat. Seperti contoh meningkatnya kemiskinan dapat terlihat Ketika terjadi kesenjangan sosial dan mengakibatkan meningkatnya angka pengangguran sehingga sangat sedikit tenaga kerja yang kompeten. Kesenjangan sosial juga berhubungan dengan kejahatan, biasanya Ketika terjadi kesenjangan sosial, tingkat kejahatan juga terus meningkat.</div><div>&nbsp;</div><div>&nbsp;Adanya perbedaan dalam bidang pendidikan, ekonomi, fasilitas, dan sumber daya alam menyebabkan kesenjangan sosial muncul di Masyarakat, terutama Masyarakat di Kota dan Desa. Maka dari itu, Masyarakat Desa harus bisa membuka diri dengan dunia luar dan harus menerima budaya luar desa yang asing bagi mereka, namun tetap pada ciri khas mereka. Selain itu pemerintah juga harus turut serta dalam mengatasi kesenjangan sosial seperti menyamaratakan pembangunan Infrastruktur baik di Desa dan di Kota. Dan Menyediakan Pendidikan Yang layak di Desa seperti selayaknya di Kota</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-07 04:43:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2080871304</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pengangguran</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2087345650</link>
         <description><![CDATA[<div>Naufal Sayidina<br>XII IPS<br><br>Pengangguran atau tunakarya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari pekerjaan, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak.&nbsp; Menurut Yanuar (2009) <strong>pengangguran</strong> adalah keadaan di mana angkatan kerja yang ingin memperoleh pekerjaan tapi belum mendapatkannya. <strong>Menurut</strong> Badan Pusat Statistik angkatan kerja adalah jumlah penduduk yang bekerja dan yang tidak bekerja berumur lebih dari 15 tahun. Seperti yang sempat disinggung pada bagian modernisasi, kalahnya SDM lokal dengan SDM dari asing membuat angka pengangguran tumbuh subur di Indonesia. Hal ini memicu banyaknya penduduk Indonesia yang tidak produktif. Karena tidak produktif tetapi memiliki kebutuhan hidup sehari-hari, tidak sedikit masyarakat yang menimbulkan masalah sosial baru, yakni kriminalitas.<br><br><strong>Pengangguran</strong> sangat berdampak pada kehidupan perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat. Pertumbuhan ekonomi yang menurun, dan bahkan tingkat kesejahteraan masyarakat yang menurun adalah salah satu <strong>dampak pengangguran</strong>.</div><div>Solusinya, sebenarnya sedikit banyak pemerintah sudah mulai mengangsurnya, yakni memberikan pelatihan untuk sumber daya manusia yang dimiliki Indonesia. Pelatihan ini bisa banyak hal, baik itu untuk berwirausaha, pelatihan tenaga kerja, hingga pelatihan bahasa asing yang membuat SDM dari Indonesia memiliki kualitas untuk dipekerjakan. Penyebab pengangguran adalah ketidakseimbangan laju pertumbuhan penduduk dengan lapangan kerja yang tersedia. Artinya, jumlah tenaga kerja lebih banyak dari jumlah lapangan kerja.<br><br><strong>Jenis-jenis pengangguran</strong></div><ol><li><strong>Pengangguran</strong> friksional. <strong>Pengangguran</strong> friksional adalah adanya kesenjangan antara tenaga kerja dan lapangan pekerjaan. ...&nbsp;</li><li><strong>Pengangguran</strong> struktural. <strong>Pengangguran</strong> struktural adalah <strong>jenis pengangguran</strong> akibat perubahan struktur dalam perekonomian.</li><li><strong>Pengangguran</strong> musiman.</li><li><strong>Pengangguran</strong> konjungtur atau siklis.</li></ol><div><br></div><div>Cara mengatasi nya<br>1. Mengeluarkan Kebijakan moneter<br>2. Mengeluarkan kebijakan fiskal<strong> <br></strong>3. Memberikan pendidikan dan pelatihan<br>4. Pemberian subsidi ketenagakerjaan<br>5. Menyediakan banyak informasi lowongan kerja<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-10 02:20:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2087345650</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kesenjangan sosial (hafizhan xii-ips)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2088206892</link>
         <description><![CDATA[<div>Kesenjangan Sosial<br><br></div><div>Apa yang dimaksud dengan kesenjangan sosial? <strong>Pengertian Kesenjangan Sosial</strong> adalah suatu keadaan/ kondisi yang tidak seimbang dalam kehidupan sosial masyarakat, baik individu maupun kelompok, dimana terjadi ketidakadilan/ ketidaksetaraan distribusi hal-hal yang dianggap penting dalam suatu masyarakat.<br><br></div><div>Kesenjangan sosial sering dikaitkan dengan adanya perbedaan yang nyata dari segi finansial masyarakat mencakup kekayaan harta, kekayaan barang dan jasa dan lainnya. Adanya kesenjangan sosial ekonomi di masyarakat dapat dilihat dari keberadaan peluang dan manfaat yang tidak sama untuk posisi sosial yang berbeda dalam masyarakat.<br><br></div><div><br></div><div>Selain itu, kesenjangan sosial juga dapat ditandai dengan tidak seimbangnya barang atau jasa, imbalan, kekayaan, kesempatan, dan hukum yang didapatkan masing-masing individu.<br><br></div><div>Pengertian Kesenjangan Sosial Menurut Para Ahli<br><br></div><div>Agar lebih memahami apa arti kesenjangan sosial, kita dapat merujuk pada pendapat para ahli dan tokoh, diantaranya adalah:<br><br></div><div>1. Robert Chambers<br><br></div><div>Menurut Rober Chambers, Pengertian kesenjangan sosial ekonomi merupakan gejala yang timbul di dalam masyarakat karena adanya perbedaan batas kemampuan finansial dan yang lainnya di antara masyarakat yang hidup di sebuah wilayah tertentu.<br><br></div><div>2. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)<br><br></div><div>Menurut KBBI pengertian kesenjangan sosial adalah ketidakseimbangan, perbedaan, jurang pemisah, yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat.<br><br></div><div>3. Wikipedia<br><br></div><div>Menurut Wikipedia kesenjangan sosial ekonomi berhubungan dengan kesenjangan pendapatan, kekayaan, dan jurang pemisah antara kaya dan miskin, mengacu pada persebaran ukuran ekonomi di antara individu dalam kelompok, kelompok dalam populasi, atau antarnegara.</div><div><br></div><div>Faktor Penyebab Kesenjangan Sosial<br><br></div><div>Setelah memahami apa pengertian kesenjangan sosial, maka kita perlu mengetahui apa saja faktor penyebabnya. Secara umum, ada lima faktor penyebab kesenjangan sosial yang terjadi. Berikut ini adalah beberapa faktor tersebut:<br><br></div><div>1. Faktor Perbedaan Sumber Daya Alam<br><br></div><div>Tingkat perekonomian suatu daerah dipengaruhi oleh sumber daya alam yang terdapat di daerah tersebut. Laju ekonomi dapat berjalan meningkat jika terdapat sumber daya alam yang dikelola dengan baik.<br><br></div><div>Jika suatu daerah kekurangan sumber daya alam, maka hal ini akan berpengaruh besar bagi perekonomian daerah tersebut.<br><br></div><div>2. Faktor Kebijakan Pemerintah<br><br></div><div>Kebijakan pemerintah dapat juga menjadi faktor timbulnya kesenjangan sosial di masyarakat. Contohnya kebijakan program transmigrasi. Masyarakat pendatang umumnya lebih cepat maju dibandingkan dengan warga asli.<br><br></div><div>Kesempatan lebih besar yang diberikan kepada warga pendatang membuat mereka berkembang lebih cepat. Hal ini kemudian menimbulkan kesenjangan sosial antara dua kelompok masyarakat tersebut.<br><br></div><div>3. Faktor Pengaruh Globalisasi<br><br></div><div>Globalisasi (baca: <a href="https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-globalisasi.html"><strong>pengertian globalisasi</strong></a>) dapat dimanfaatkan untuk mencapai kemajuan. Namun di sisi lain, globalisasi juga menimbulkan adanya kesenjangan sosial ekonomi di masyarkat.<br><br></div><div><br></div><div>Kesenjangan sosial ini terjadi ketika sebagian masyarakat tidak bisa beradaptasi dan tidak memanfaatkan globalisasi dengan baik.<br><br></div><div>4. Faktor Demografis<br><br></div><div>Tingkat pertumbuhan masyarakat, pendidikan, kesehatan, lapangan pekerjaan, dan struktur kependudukan menunjukkan kondisi demografis suatu daerah.<br><br></div><div>Kondisi demografis suatu daerah dengan daerah lainnya yang berbeda dapat menyebangkan kesenjangan sosial. Hal ini dikarenakan produktivitas kerja masyarakat satu daerah dengan daerah lainnya tidak sama.<br><br></div><div>5. Faktor Letak dan Kondisi Geografis<br><br></div><div>Pada umumnya tingkat pembangunan suatu daerah dipengaruhi oleh letak dan kondisi geografisnya. Masyarakat yang berada di dataran tinggi cenderung lebih sulit butuh waktu untuk membangun infrastruktur ketimbang masyarakat yang berada di dataran rendah.<br><br></div><div>Ini menyebabkan masyarakat yang tinggal di dataran rendah cenderung lebih cepat berkembang. Hal ini kemudian menimbulkan kesenjangan sosial di kedua masyarakat tersebut.<br><br></div><div>Dampak Kesenjangan Sosial<br><br></div><div>Dilihat dari pengertian kesenjangan sosial, maka berikut ini beberapa dampak yang secara tidak langsung dapat mempengaruhi bisnis yang Anda kembangkan:<br><br></div><div>1. Kemiskinan dan Pengangguran<br><br></div><div>Kesenjangan sosial ditandai dengan angkan kemiskinan dan pengangguran yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Jika masyarakat miskin dan menganggur mendominasi di suatu negara, maka pendapatan mereka juga sangat rendah.<br><br></div><div>Dengan pendapatan yang tidak pasti dan cenderung sangat rendah membuat daya beli masyarakat terhadap kebutuhan sekunder akan menurun. Kondisi seperti ini bisa menyebabkan keuntungan perusahaan tidak optimal.<br><br></div><div>2. Target Pasar yang Tidak Jelas<br><br></div><div>Sesuai dari pengertian kesenjangan sosial dimana terjadi ketimpangan yang signifikan di antara masyarakat maka akan membuat target pasar perusahaan tidak jelas arahnya. Jika perusahaan memiliki target pasar untuk kalangan menengah kebawah, maka akan cenderung&nbsp; merugikan perusahaan karena daya beli mereka cenderung tidak stabil.<br><br></div><div>Akan tetapi meskipun perusahaan memiliki target pasar untuk kalangan menegah keatas, tidak menjamin perusahaan akan mengalami keuntungan. Mengingat kalangan elit di negara Indonesia lebih menyukai belanja produk luar negeri dibanding dari industri dalam negeri.<br><br></div><div>3. Sulit Mencari Tenaga Kerja yang Kompeten<br><br></div><div>Kenyataannya meskipun banyak pengangguran di Indonesia, namun banyak perusahaan yang mengaku kesulitan untuk mendapatkan tenaga kerja yang berkompeten. Kesenjangan sosial menyebabkan tingkat dan kualitas pendidikan masyarakat banyak yang berada di bawah rata-rata.<br><br></div><div>Meskipun banyak yang bergelar sarjana, namun nyatanya keahlian mereka banyak yang belum dibutuhkan di negara ini apalagi yang masih <em>fresh graduate</em>.<br><br></div><div>4. Maraknya Tindak Kejahatan<br><br></div><div>Kasus kejahatan di Indonesia bisa dibilang sangat tinggi. Bahkan baru-baru ini banyak kasus kejahatan dari <em>hacker</em> yang merugikan perusahaan besar karena meretas data-data penting perusahaan.<br><br></div><div>Tingginya tidak kriminal di masyarakat dapat terjadi karena&nbsp; permasalahan finansial akibat kesenjangan sosial. Sampai saat ini ekonomi&nbsp; menjadi salah satu faktor terbesar yang menyebabkan seseorang atau sekelompok orang berbuat kejahatan.<br><br></div><div>Contoh Kesenjangan Sosial<br><br></div><div>Contoh konkrit kondisi kesenjangan sosial dalam kehidupan nyata di Indonesia dapat dilihat di Jakarta sebagai ibukota negara. Sebagai kota metropolitan dengan banyak gedung-gedung tinggi, rumah-rumah mewah, teknologi yang sangat maju, namun kenyataannya masih banyak masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan dengan lingkungan tempat tinggal yang kumuh.<br><br></div><div>Kondisi seperti ini juga banyak terjadi di wilayah lain dan hingga saat ini belum mendapatkan solusi yang nyata. Hal ini karena kesenjangan sosial bukanlah masalah yang bisa diatasi dengan mudah dan cepat karena menyangkut hayat hidup banyak orang dan komunitas yang terlibat.<br><br></div><div><br></div><div>Contoh kesenjangan sosial lainnya yang terdapat di masyarakat:<br><br></div><ul><li><strong>Ketidakadilan hukum</strong>; koruptor yang mengambil uang negara miliaran rupiah dihukum penjara selama 2 tahun, sedangkan pencuri kambing dihukum 3 tahun penjara.</li><li><strong>Fasilitas umum</strong>; kurangnya fasilitas umum bagi para penyandang cacat.</li><li><strong>Perlakuan sosial</strong>; masyarakat yang berpenampilan mewah diperlakukan lebih baik oleh pelayan ketimbang masyarakat dengan berpenampilan biasa saja.</li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-10 12:20:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2088206892</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Permasalahan Sosial (Pengangguran)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2120587706</link>
         <description><![CDATA[<div>R. Fathania Dwi A.<br>XII IPS<br><br>Pengangguran juga termasuk ke dalam masalah sosial yang sangat besar di Indonesia dan juga sangat erat kaitannya dengan permasalahan ekonomi. Pengangguran terjadi karena berbagai faktor. Salah satunya adalah karena persaingan dari sumber daya manusia. Persaingan ini terjadi dalam hal mencari lapangan pekerjaan. Biasanya orang yang tidak memiliki pendidikan yang cukup akan kalah dengan orang yang memiliki pendidikan tinggi. Banyak para pencari kerja menjadikan Pendidikan sebagai syarat utama dalam membuka lowongan pekerjaan.<br><br></div><div>Hal tersebutlah yang menjadi faktor pengangguran jadi masalah sosial. Sama dengan kemiskinan, pengangguran selalu meningkat dari tahun ke tahun. Faktor lainnya yang menyebabkan pengangguran adalah karena masyarakat tidak produktif.<br><br></div><div>Salah satu solusi yang tepat dalam menghadapi pengangguran adalah dengan menciptakan pelatihan kerja. Pelatihan kerja supaya orang-orang yang menganggur tidak kalah dalam hal keterampilan dengan masyarakat produktif lain. Hal lain yang dapat dilakukan adalah dengan membuka banyak lowongan pekerjaan. Akan tetapi, lowongan yang tersedia tidak hanya mengandalkan Pendidikan yang tinggi dan banyak pengalaman. Maka itu tidak akan memecahkan masalah pengangguran ini.<br><br></div><div>Selan itu pengangguran dapat diatasi dengan beberapa cara berikut :<br><br></div><div>·&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Menyelenggarakan bursa tenaga kerja atau job fair</div><div>Bursa tenaga kerja ini merupakan tempat yang mempertemukan antara pemberi kerja dengan pencari kerja. Dengan melakukan cara ini, para pencari kerja tidak akan kesulitan lagi dalam mendapatkan informasi lowongan pekerjaan yang sesuai dengan potensinya.</div><div>·&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Meningkatkan mutu Pendidikan</div><div>Semakin tinggi mutu pendidikan di Indonesia maka akan membuat negara kita menjadi lebih maju. Dengan mutu pendidikan yang bagus maka akan membuat sumber daya manusia yang berkualitas bagus. Pendidikan dapat dilakukan untuk menghasilkan generasi-generasi penerus bangsa yang potensial dan merupakan hal yang sangat penting. Hal ini harus diperhatikan pemerintah dalam mengatasi pengangguran.</div><div>·&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Meningkatkan jiwa kewirausahaan</div><div>Menanamkan jiwa kewirausahaan di sekolah merupakan hal yang diprioritaskan karena apabila setiap orang sudah memiliki sikap kewirausahaan maka tidak perlu bingung apabila lapangan pekerjaannya kurang.</div><div>Dengan jiwa kewirausahaan yang dimiliki tentunya akan membuat setiap orang mampu mendirikan usaha ataupun bisnis sendiri sehingga dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi setiap orang.</div><div>·&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Tranmigrasi</div><div>Transmigrasi merupakan cara mengatasi pengangguran dengan memindahkan penduduk dari daerah yang jumlahnya padat ke daerah yang daerah jarang penduduknya.</div><div>&nbsp;</div><div>&nbsp;Peran kita sebagai individu dalam mengatasi permasalahan sosial pengangguran yang paling mudah dan berada dekat kita adalah dengan mengikuti program kewirausahaan yang diselenggrakan oleh sekolah.&nbsp;</div><div>&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-30 02:37:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2120587706</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KESENJANGAN SOSIAL</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2129915955</link>
         <description><![CDATA[<div>DIANDRA GHUDZAMIR HARLYANDI<br>XII IPS<br><br><br>Kesenjangan sosial merupakan fenomena yang terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kesenjangan sosial disebut juga ketimpangan sosial karena ketidakseimbangan masyarakat sehingga terlihat perbedaan yang mencolok.</div><div><br></div><div>Contoh fenomena kesenjangan sosial dilihat dari segi ekonomi, antara masyarakat kaya dan miskin, pejabat dan rakyat biasa. Faktor utama penyebab kesenjangan sosial karena kurangnya lapangan kerja sampai kemiskinan.</div><div><br></div><div>Kesenjangan sosial masuk dalam masalah sosial yang berdampak pada konflik. Tidak hanya dari segi ekonomi, konflik bisa karena masalah hukum, pelayanan publik, birokrasi, pendidikan, agama, dan suku.</div><div><br></div><div>Penyebab Kesenjangan Sosial</div><div><br></div><div>Kesenjangan sosial ekonomi adalah suatu keadaan yang tidak seimbang di masyarakat. Terjadi perbedaan yang mencolok antara masyarakat kelas atas dan kelas bawah.</div><div><br></div><div>Ketimpangan sosial ini mengakibatkan ketidak adilan dan kedudukan di lingkungan masyarakat. Perbedaan mencolok ada pada kemampuan finansial dan status sosial masyarakat yang tinggal di lingkungan tertentu.</div><div><br></div><div>Bentuk ketimpangan sosial ini, membuat masyarakat kelas bawah sulit mendapatkan akses hasil pembangunan sampai pendidikan.</div><div><br></div><div>Mengutip dari modul Sosiologi kelas XII, ada dua faktor internal dan eksternal yang bisa menyebabkan kesenjangan sosial. Faktor internal berasal dari dalam diri seseorang, contohnya kemiskinan yang mengekang masyarakat.</div><div><br></div><div>Sedangkan faktor eksternal berasal dari luar diri seseorang. Contohnya aturan hukum yang mengekang masyarakat untuk mengembangkan diri. Sehingga menimbulkan ketimpangan sosial dan memicu kemiskinan.</div><div><br></div><div>Mengutip dari kemdikbud.go.id, faktor penyebab kesenjangan sosial ekonomi karena pendidikan, demografi, kurangnya lapangan kerja, perbedaan status sosial, dan kemiskinan. Berikut penjelasannya:</div><div><br></div><div>Demografi</div><div><br></div><div>Faktor pertama kesenjangan sosial berhubungan dengan masalah kependudukan. Ada tiga faktor demografi yang mempengaruhi kesenjangan sosial berdasarkan jumlah penduduk, komposisi penduduk, dan persebaran penduduk.</div><div><br></div><div>Jumlah PendudukContoh kesenjangan sosial terjadi di kota besar yang padat penduduk. Kota besar seperti Jakarta misalnya, lebih banyak jumlah penduduk dibandingkan daerah lain. Penyebabnya karena permasalahan di kota besar lebih kompleks daripada di desa.Komposisi PendudukKomposisi penduduk dilihat dari jumlah penduduk produktif (orang dewasa) dan tidak produktif (anak-anak dan lansia) yang ada di daerah tersebut.Persebaran PendudukPersebaran penduduk di Indonesia tidak merata dari daerah satu ke yang lain. Contohnya saja pulau Jawa memiliki penduduk paling padat dibanding pulau yang lain.</div><div><br></div><div>Pendidikan</div><div><br></div><div>Pendidikan termasuk faktor penyebab kesenjangan sosial, karena pendidikan bisa meningkatkan status dan mobilitas sosial. Majunya suatu negara dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki. Di Indonesia, fasilitas pendidikan belum merata dilihat dari segi kualitas dan mutu pendidikan.</div><div><br></div><div>Perbedaan Status Sosial</div><div><br></div><div>Status sosial bisa menjadi penyebab kesenjangan sosial berdasarkan kekuasaan, kekayaan, usia, dan pribadi. Status sosial terjadi karena stratifikasi sosial yaitu penggolongan masyarakat ke dalam kelas yang bisa disusun secara bertingkat.</div><div><br></div><div>Contoh status sosial antara lain:Majikan dengan buruh.Pemimpin partai politik dan anggota.Pendidikan semakin tinggi akan mempengaruhi status sosial.Adanya kelas atas, kelas menengah, dan kelas bawah.Kurangnya Lapangan Kerja</div><div><br></div><div>Selain pendidikan, lapangan kerja juga mempengaruhi perekonomian dan kesenjangan sosial. Sempitnya lapangan kerja bisa meningkatkan jumlah pengangguran di sebuah negara.</div><div><br></div><div>Penyebab pengangguran diakibatkan karena rendahnya kualitas SDM, kurangnya jumlah lapangan kerja, angkatan kerja makin tinggi, tidak berani membuat lapangan kerja sendiri.</div><div><br></div><div>Kondisi Kesehatan</div><div><br></div><div>Fasilitas kesehatan mempengaruhi kesenjangan sosial tiap daerah. Contohnya saja masyarakat kelas menengah dan atas bisa menikmati fasilitas kesehatan terbaik di rumah sakit. Fasilitas SDM ini bisa mempengaruhi SDM di daerah setempat.</div><div><br></div><div>Ekonomi</div><div><br></div><div>Faktor kesenjangan sosial disebabkan oleh tidak meratanya sumber daya dan faktor produksi. Sehingga pendapatan antar daerah bisa berbeda yang menyebabkan ketimpangan sosial.</div><div><br></div><div>Contoh faktor ekonomi yaitu tidak meratanya pembangunan antar wilayah, kurangnya pengambangan sumber daya alam, dan faktor produksi. Jumlah pendapatan tiap daerah bisa mempengaruhi kesenjangan sosial.</div><div><br></div><div>Kemiskinan</div><div><br></div><div>Kemiskinan adalah keadaan individu atau kelompok yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar, seperti pendidikan, pakaian, tempat tinggal, dan makanan. Kemiskinan terjadi karena masalah sosial dan ekonomi.</div><div><br></div><div>Contoh Kesenjangan SosialKurangnya fasilitas umum yang bisa membantu orang-orang disabilitas, misal sarana transportasi dan jalan.Standar pendidikan tinggi bisa berpengaruh pada kualitas pendidikan di berbagai daerah yang tidak merata.Orang yang berpendidikan lebih tinggi mendapatkan akses pekerjaan lebih mudah dibandingkan orang yang tidak mempunyai pendidikan atau sertifikasi formal.Hukum dan pengadilan lebih memihak kalangan atas dibandingkan kelas bawah.Orang yang berpenampilan menarik, berpakaian rapi, dan bajunya mahal mendapat perlakuan lebih istimewa di beberapa tempat.</div><div><br></div><div>Dampak Kesenjangan Sosial</div><div><br></div><div>Kesenjangan sosial tidak selamanya berdampak negatif pada masyarakat dan pemerintah. Ada dampak positif yang bisa diambil untuk mengatasi ketimpangan sosial.</div><div><br></div><div>Dampak positif&nbsp; kesenjangan sosial:Ketimpangan sosial membuat beberapa daerah memaksimalkan potensi sumberdaya dan produktivitas.Kesenjangan sosial menumbuhkan rasa empati, sehingga beberapa kelompok membantu demi mendapatkan kesetaraan dan keadilan.Ketimpangan sosial bisa mendorong individu supaya tidak gampang puas dan terus berkontribusi ke arah yang lebih baik.Mendorong manusia untuk selalu bersyukur atas apa yang terjadi.Mengajarkan arti penting kehidupan yang beragam.Dampak Negatif Kesenjangan SosialMelemahnya minat untuk berwirausaha atau wiraswasta.Diskriminasi sosial.Kecemburuan sosial.Kriminalitas.Konflik sosial.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-04-05 03:36:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2129915955</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2129990675</link>
         <description><![CDATA[<div>KEMISKINAN</div><div>Queenski Agunge putri</div><div>XII IPS</div><div><br></div><div><strong>—PENGERTIAN</strong></div><div>Menurut penjelasan di Jurnal Sosial Humaniora Terapan 1(1), secara etimologis, “kemiskinan” berasal dari kata “miskin” yang bermakna tidak berharta benda dan serba kekurangan. BPS juga mengartikan bahwa kemiskinan merupakan sebuah kondisi ketidakmampuan individu dalam memenuhi kebutuhan dasar minimal untuk hidup layak.</div><div><br></div><div><strong>—FAKTOR-FAKTOR</strong></div><div>1. Tingkat Pendidikan yang Masih Rendah</div><div>2. Masih Terbatasnya Lapangan Pekerjaan</div><div>3. Malas Bekerja</div><div>4. Beban Hidup Keluarga</div><div>5. Keterbatasan Sumber Daya ( Alam Maupun Modal)</div><div><br></div><div><strong>—DAMPAK</strong></div><div>1. Meningkatnya angka pengangguran</div><div>2. Banyaknya kasus putus sekolah</div><div>3. Muncul berbagai masalah kesehatan di masyarakat</div><div>4. Menurunnya kualitas generasi penerus</div><div>5. Muncul tindakan kriminalitas</div><div><br></div><div><strong>—JENIS-JENIS</strong></div><div>1. Kemiskinan subjektif</div><div>Kemiskinan subjektif merupakan persepsi individu bahwa ia tidak mampu memenuhi kebutuhannya. Individu dengan persepsi seperti ini sebenarnya berkecukupan, hanya saja ia merasa tidak puas dengan pendapatannya.</div><div>2. Kemiskinan mutlak</div><div>Kemiskinan jenis ini merupakan bentuk kemiskinan di mana pendapatan individu atau keluarga berada di bawah persyaratan kelayakan atau di bawah garis kemiskinan. Pendapatan tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan pangan, sandang, papan, pendidikan dan kesehatan.</div><div>3. Kemiskinan relatif</div><div>Kemiskinan jenis ini merupakan bentuk kemiskinan yang diakibatkan oleh dampak kebijakan pembangunan yang belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Kebijakan tersebut menyebabkan ketimpangan pendapatan, misalnya banyaknya pengangguran karena kurangnya pekerjaan.</div><div>4. Kemiskinan alamiah</div><div>Kemiskinan alamiah adalah kemiskinan yang disebabkan oleh kurangnya sumber daya alam. Hal ini menyebabkan turunnya produktivitas masyarakat.</div><div>5. Kemiskinan kultural</div><div>Kemiskinan kultural adalah kemiskinan yang dihasilkan dari kebiasaan dan sikap orang-orang dengan budaya santai yang tidak ingin meningkatkan taraf hidup mereka seperti masyarakat modern.</div><div>6. Kemiskinan struktural</div><div>Kemiskinan ini muncul karena struktur sosial tidak mampu menghubungkan masyarakat dengan sumber daya yang tersedia.</div><div>Setelah memahami pengertian, penyebab, dan jenis kemiskinan, siswa diharapkan dapat berpikir kritis terkait masalah sosial ini.</div><div><br></div><div><strong>—CARA MENGATASI</strong></div><div>1. Membuka lapangan kerja</div><div>2. Meningkatkan kualitas pendidikan</div><div>3. Mendukung usaha mikro</div><div>4. Menjaga kestabilan harga barang pokok</div><div>5. Memberikan subsidi kepada masyarakat</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-04-05 04:52:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2129990675</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kemiskinan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2130075627</link>
         <description><![CDATA[<div>Shifa Nurhaliza<br><br>Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global.&nbsp;<br><br>Kemiskinan merupakan fenomena yang terjadi hampir di seluruh negara sedang berkembang. Kemiskinan muncul karena ketidakmampuan sebagian masyarakat untuk menyelenggarakan hidupnya sampai suatu taraf yang dianggap manusiawi. Kondisi ini menyebabkan menurunnya kualitas sumber daya manusia sehingga produktivitas dan pendapatan yang diperolehnya rendah. Lingkaran kemiskinan terus terjadi, karena dengan penghasilan yang rendah tidak mampu mengakses darana pendidikan, kesehatan, dan nutrisi secara baik sehingga menyebabkan kualitas sumberdaya manusia dari aspek intelektual dan fisik rendah, berakibat produktivitas juga rendah.<br><br>Kemiskinan berawal dari faktor ketimpangan dan ketidakadilan sosial yang menjadi sebab utama keluarnya bangsa indonesia dari falsafah pancasila. Esensi dari falsafah pancasila telah disalahgunakan. Kita bisa lihat seperti kepercayaan kepada Tuhan YME, yang diharuskan oleh agama telah berubah menjadi sumber konflik di tengah tengah kehidupan masyarakat. Lalu nilai-nilai kemanusiaan, persatuan dan kerakyatan, sudah jauh dilanggar oleh bangsa ini, yang mengakibatkan keadilan sosial menjadi jauh dari kenyataan.<br><br>Bebarapa penyebab kemiskinan diantaranya :<br>a. Penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin.<br>b. Penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga.<br>c. Penyebab sub-budaya yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar.<br>d. Penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi.<br>e. Penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur social dan kebijakan pemerintah.<br><br>Cara Menyelesaikan Masalah Kemiskinan, Sebagai upaya untuk terus mengurangi angka kemiskinan yang terjadi hampir setiap tahunnya. Berikut ini daftar cara dan solusi mengatasi kemiskinan, yaitu :<br>1. Menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan banyak untuk warga<br>2. Adanya upaya memberikan bantuan/subsidi kepada warga kurang mampu terhadap kebutuhan pokoknya<br>3. Upaya meningkatkan berbagai fasilitas warga/masyarakat, seperti jalan, listrik, dan lainnya.<br>4. Penghapusan larangan impor beras<br>5. Adanya pembatasan pajak dan retribusi daerah yang dapat merugikan usaha lokal maupun orang miskin.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-04-05 06:13:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2130075627</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kriminalitas</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2130439962</link>
         <description><![CDATA[<div>Shandy Ahmad Revolusia<br>xii ips<br><br></div><div>Pertama, mengungkap ada apa di balik kenakalan remaja. Para orangtua cenderung akan menghakimi anak remaja atas apa yang dilakukannya tanpa mengetahui ada masalah apa di baliknya. Bersikap seperti itu tidaklah adil bagi anak. Jadi, sebelum menghakimi anak yang berbuat nakal, tanya baik-baik apa yang sebenarnya terjadi.<br><br></div><div>Kedua, temukan cara menenangkan emosi pada remaja. Perubahan hormonal pada remaja akan cenderung cepat marah. Karena itu, salah satu tugas orang tua adalah mengetahui bagaimana cara untuk meredakan marah pada anak tersebut. Banyak hal yang dapat dilakukan, misalnya membiasakan mereka dengan mendengarkan musik, menulis, atau bermain <em>game</em>.<br><br></div><div>Perlunya peran aktif pelbagai pihak untuk mengatasi kriminilatis di kalangan remaja adalah cara yang efektif. Kolaborasi antara <em>stakeholder</em> sebagai upaya untuk menyalurkan energi yang berlebih pada remaja sangat diperlukan, terlebih banyak dari remaja yang kebingungan mencari penyaluran energi.<br><br>Tambahan:&nbsp;</div><ol><li>Tindakan Tegas Dari Aparat Hukum.</li><li>Tidak Ada Tebang Pilih.</li><li>Menciptakan Lapangan Kerja Sebanyak-Banyaknya.</li><li>Tidak Ada Perbedaan Perlakuan Berdasarkan Tingkatan Ekonomi.&nbsp;</li><li>Menggerakkan Roda Perekmonomian Terutama Ekonomi Kerakyatan.</li><li>Menjunjung Tinggi Norma dan Agama Di Masyarakat.</li></ol><div><br><br><br><br><br><br></div><div><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-04-05 11:05:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2130439962</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kebudayaan Seks Bebas</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2133917651</link>
         <description><![CDATA[<div>kebudayaan seks bebas yang marak terjadi di budaya barat yang tidak cocok dengan kebudayaan kita serta bertolakbelakang dengan dasar negara kita, Pancasila.Pergaulan bebas adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang.Istilah “bebas” yang dimaksud adalah melewati batas-batas norma yang ada.Masalah seks bebas ini sering muncul baik di lingkungan maupun di media massa.<br><br>Pada saat ini kebebasan bergaul sudah sampai pada tingkat yang mengkkaatirkan. Sebanyak 63% remaja sudah pernah melakukan hubungan seks dengan kekasihnya maupun orang sewaan untuk memuaskan hawa nafsu mereka<br><br>Awal mula seorang remaja terjerumus untuk melakukan seks bebas tidak mungkin langsung begitu saja terjadi faktor-faktor yang menyebabkan remaja melakukan seks<br>bebas :<br><br>1. Kekuatan iman yang memudar<br>2. Kurangnya perhatian orang tua<br>3. Rasa ingin tahu<br>4. Tontonan tidak mendidik<br>5. Rendahnya pengetahuan tentang bahaya seks bebas<br>6. Salah bergaul<br><br>Refleksi tentang Dampak Negatif Budaya Seks Bebas:<br><br>1. Hilangnya harga diri<br>2. Prestasi menurun<br>3. Hamil di Luar Nikah<br>4. Aborsi dan Bunuh Diri<br>5. Tercorengnya Nama Baik Keluarga<br>6. Tekanan Batin<br>7. Terjangkit Penyakit<br><br>yang dapat dilakukan untuk menangkal budaya seks bebas:<br>1. Hindari lingkungan yang buruk<br>2. Batasi waktu keluar rumah<br>3. Isi waktu kosong<br>4. Jangan salah bergaul<br>5. Memperdalam iman<br>7. Peranan Orang Tua<br>6. Tidak mencoba-coba<br><br>Terjadinya seks bebas di kalangan remaja dikarenakan banyak faktor, yang paling utama adalah pesatnya perkembangan jaman. Hal tersebut membuat pergaulan menjadi bebas sehingga banyak remaja yang bergaul tanpa batasan dan etika. Dari faktor-faktor penyebab seks bebas yang terurai diatas, dapat diketahui bahwa hal – hal tersebut harus diperhatikan dan harus dihindarkan dari remaja.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-04-07 04:21:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2133917651</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Budaya Seks Bebas</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2133918753</link>
         <description><![CDATA[<div>Fathan Zakiyan<br>XII IPS<br>kebudayaan seks bebas yang marak terjadi di budaya barat yang tidak cocok dengan kebudayaan kita serta bertolakbelakang dengan dasar negara kita, Pancasila.Pergaulan bebas adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang.Istilah “bebas” yang dimaksud adalah melewati batas-batas norma yang ada.Masalah seks bebas ini sering muncul baik di lingkungan maupun di media massa.<br><br>Pada saat ini kebebasan bergaul sudah sampai pada tingkat yang mengkkaatirkan. Sebanyak 63% remaja sudah pernah melakukan hubungan seks dengan kekasihnya maupun orang sewaan untuk memuaskan hawa nafsu mereka<br><br>Awal mula seorang remaja terjerumus untuk melakukan seks bebas tidak mungkin langsung begitu saja terjadi faktor-faktor yang menyebabkan remaja melakukan seks<br>bebas :<br><br>1. Kekuatan iman yang memudar<br>2. Kurangnya perhatian orang tua<br>3. Rasa ingin tahu<br>4. Tontonan tidak mendidik<br>5. Rendahnya pengetahuan tentang bahaya seks bebas<br>6. Salah bergaul<br><br>Refleksi tentang Dampak Negatif Budaya Seks Bebas:<br><br>1. Hilangnya harga diri<br>2. Prestasi menurun<br>3. Hamil di Luar Nikah<br>4. Aborsi dan Bunuh Diri<br>5. Tercorengnya Nama Baik Keluarga<br>6. Tekanan Batin<br>7. Terjangkit Penyakit<br><br>yang dapat dilakukan untuk menangkal budaya seks bebas:<br>1. Hindari lingkungan yang buruk<br>2. Batasi waktu keluar rumah<br>3. Isi waktu kosong<br>4. Jangan salah bergaul<br>5. Memperdalam iman<br>7. Peranan Orang Tua<br>6. Tidak mencoba-coba<br><br>Terjadinya seks bebas di kalangan remaja dikarenakan banyak faktor, yang paling utama adalah pesatnya perkembangan jaman. Hal tersebut membuat pergaulan menjadi bebas sehingga banyak remaja yang bergaul tanpa batasan dan etika. Dari faktor-faktor penyebab seks bebas yang terurai diatas, dapat diketahui bahwa hal – hal tersebut harus diperhatikan dan harus dihindarkan dari remaja.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-04-07 04:22:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/asmahudroh1/RefleksiPermasalahanSosial/wish/2133918753</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
