<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Biologi Umum Pendidikan Fisika - A by SINDANITA YULIANTY</title>
      <link>https://padlet.com/sindanita/A</link>
      <description>Padlet ini digunakan untuk melihat bagaimana pemahamanmu terkait materi yang akan dibahas.  Deadline maksimal pengisian yaitu setiap hari Selasa, diluar waktu tersebut tidak akan dimasukkan ke penilaian. Semangat!!</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-10-25 02:47:29 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-11-13 12:12:42 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/8.0/png/1f427.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Mirip-mirip tapi beda</title>
         <author>sindanita</author>
         <link>https://padlet.com/sindanita/A/wish/3187261329</link>
         <description><![CDATA[<p>kalau menurut saya sih virus, bakteri, protista dan jamur itu berbeda, ini alasannya...</p><p>bjghiokok;l</p>]]></description>
         <enclosure url="https://www.youtube.com/watch?v=XTctOuz7JJ8" />
         <pubDate>2024-10-25 08:12:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sindanita/A/wish/3187261329</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kayanya aman deh kalau ga ada Virus dan kawan-kawannya??</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sindanita/A/wish/3192502123</link>
         <description><![CDATA[<p>Hallo sobat Fisikaa👋...</p><p>Gimana niihh setelah mempelajari materi mikroorganisme??? Pada kagum dengan ciptahan tuhan bukann..</p><p><br></p><p>Kali ini temen-temen dan kita dari kelompok Ahli 2 kelas A bakalan ngebahas nih apa sii yg akan terjadi jika di bumi ini tidak ada mikroorganisme? Penasarann? Janlupp di simak yaaa..</p><p><br></p><p>Seperti yg kita katahui bahwasannya banyak sekali hal baik dari si mikroorganisme ini, bayangkan jika di dunia ini tidak ada bakteri, virus dan kawan-kawannya maka akan berdampak besar kepada ekosistem dan kehidupan manusia loohhh..</p><p><br></p><p>Berikut beberapa dampak yg akan terjadi jiga di dunia ini tidak ada mikroorganisme:</p><p><br></p><p>1. Ketidakseimbangan Ekosistem: Mikroorganisme berperan penting dalam proses daur ulang nutrisi. Bakteri dan fungi, misalnya, membantu menguraikan bahan organik dan mendaur ulang unsur-unsur penting seperti karbon, nitrogen, dan fosfor. Tanpa mereka, proses ini akan terhambat, yang dapat menyebabkan akumulasi limbah organik dan kekurangan nutrisi di tanah.</p><p><br></p><p>2. Kehilangan Biodiversitas: Banyak spesies bergantung pada mikroorganisme untuk kelangsungan hidup mereka. Misalnya, tanaman membutuhkan bakteri tertentu untuk meningkatkan penyerapan nutrisi. Tanpa mikroorganisme, banyak spesies tumbuhan dan hewan mungkin tidak dapat bertahan, yang akan menyebabkan penurunan biodiversitas.</p><p><br></p><p>3. Penyakit dan Kesehatan: Meskipun virus dan bakteri sering kali terkait dengan penyakit, banyak bakteri yang berfungsi sebagai probiotik yang mendukung kesehatan pencernaan manusia. Tanpa mereka, kita bisa menghadapi masalah kesehatan serius. Selain itu, banyak vaksin dan terapi berbasis mikroba telah membantu mengatasi penyakit.</p><p><br></p><p>4. Pertanian dan Produksi Makanan: Dalam pertanian, fungi dan bakteri penting dalam simbiosis dengan tanaman, seperti mikoriza yang membantu tanaman menyerap air dan nutrisi. Tanpa mikroorganisme ini, hasil pertanian bisa menurun drastis, mengakibatkan krisis pangan.</p><p><br></p><p>5. Inovasi Teknologi dan Bioteknologi: Banyak kemajuan dalam bioteknologi, termasuk produksi obat dan biofuel, bergantung pada mikroorganisme. Kehilangan mikroorganisme ini akan memperlambat kemajuan ilmiah dan teknologi.</p><p><br></p><p>Keberadaan virus, bakteri, protista, dan fungi sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem, kesehatan manusia, dan kemajuan teknologi bukan. Tanpa mereka, dunia akan mengalami gangguan besar yang akan mempengaruhi semua aspek kehidupan, sekarang paham ga nii, seberapa berpengaruhnya terhadap kihidupan ketika kita memusnahkan mikroorganisme??.. sipa ni yg pas kecil mau membasmi bakterii??.. JANGAN YAA DECK YAAA...</p><p><br></p><p>Komen di bawahhh!!</p>]]></description>
         <enclosure url="https://pixabay.com/get/gdb8be95bb83b524f8dd7e124ea781c8ed38440b17ac28d45711213121e45dc4017b7346d8a85c1971b519caac7aad6f5.jpg" />
         <pubDate>2024-10-29 13:13:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sindanita/A/wish/3192502123</guid>
      </item>
      <item>
         <title>LKK KELOMPOK 1: GYMNOSPERMAE</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sindanita/A/wish/3195445373</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p><strong>Pengertian tumbuhan</strong> </p><p>Gymnospermae adalah tumbuhan yang memiliki biji terbuka. Gymnospermae berasal dari bahasa Yunani, yaitu gymnos yang berarti telanjang dan sperma yang berarti biji, sehingga gymnospermae dapat diartikan sebagai tumbuhan berbiji terbuka. Tumbuhan berbiji terbuka merupakan kelompok tumbuhan berbiji yang bijinya tidak terlindung dalam bakal buah (ovarium).</p><p>Gymnospermae</p></li></ol><p>Secara harfiah Gymnospermae berarti gym = telanjang dan spermae = tumbuhan yang menghasilkan biji. Pada tumbuhan berbunga (Angiospermae atau Magnoliphyta), biji atau bakal biji selalu terlindungi penuh oleh bakal buah sehingga tidak terlihat dari luar. Pada Gymnospermae, biji nampak (terekspos) langsung atau terletak di antara daun-daun penyusun strobilus atau runjung.Gymnospermae telah hidup di bumi sejak periode Devon (410-360 juta tahun yang lalu), sebelum era dinosaurus. Pada saat itu, Gymnospermae banyak diwakili oleh kelompok yang sekarang sudah punah dan kini menjadi batu bara: Pteridospermophyta (paku biji), Bennettophyta dan Cordaitophyta. Anggota-anggotanya yang lain dapat melanjutkan keturunannya hingga sekarang.</p><ol start="2"><li><p>Ciri-ciri tumbuhan Gymnospermae</p><p>• Bakal biji tak terlindungi oleh daun buah.</p></li></ol><p>•Mempunyai akar, batang, dan daun sejati.</p><p><br></p><p>•Bentuk perakaran tunggang.</p><p><br></p><p>•Daun sempit, tebal dan kaku.</p><p><br></p><p>•Tulang daun tidak beraneka ragam.</p><p><br></p><p>•Tidak memiliki bunga sejati.</p><p><br></p><p>• Alat kelamin terpisah, serbuk sari terdapat dalam strobilus jantan dan sel telur terdapat dalam strobilus betina.</p><p><br></p><p>•Struktur perkembangbiakan yang khas adalah biji yang dihasilkan bunga ataupun runjung. Setiap biji mengandung bakal tumbuhan, yaitu embrio yang terbentuk oleh suatu proses reproduksi seksual. Sesudah bertunas embrio ini tumbuh menjadi tumbuhan dewasa.</p><p><br></p><p>• Sperma atau sel kelamin jantan menuju ke sel telur atau sel kelamin betina melalui tabung serbuk sari yang hanya terdapat pada tumbuhan berbiji.</p><p><br></p><p>• Tumbuhan biji mempunyai jaringan pembuluh yang rumit. Jaringan ini merupakan saluran menghantar untuk mengangkut air, mineral, makanan dan bahan bahan lain.</p><p><br></p><p>•Tumbuhan berbiji terbuka memiliki pigmen hijau (klorofil) yang penting untuk fotosintesis yaitu suatu proses dasar pembuatan makanan pada tumbuhan.</p><p><br></p><p>•Gymnospermae memiliki batang yang tegak lurus dan bercabang-cabang. Daunnya jarang yang berdaun lebar, jarang yang bersifat majemuk, dan system pertulangan daunnya tidak banyak ragamnya.</p><p><br></p><ol start="3"><li><p><strong>Reproduksi Gymnospermae</strong></p><p><br></p><p>Gymnospermae adalah kelompok tumbuhan berbiji terbuka. Mereka tidak memiliki bunga seperti angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup), tetapi memiliki struktur reproduksi khusus yang disebut strobilus atau ruang biji.</p></li><li><p>Struktur Reproduksi Gymnospermae</p></li><li><p>Strobilus Jantan: Mengandung mikrosporofil yang menghasilkan serbuk sari.</p></li><li><p>Strobilus Betina: Mengandung makrosporofil yang menghasilkan ovula (bakal biji).</p></li><li><p>Proses Reproduksi</p></li><li><p>Pembentukan Gamet:</p></li><li><p>Serbuk sari: Dihasilkan oleh mikrosporofil dalam strobilus jantan.</p></li><li><p>Sel telur: Dihasilkan oleh megaspora dalam ovula yang terdapat pada strobilus betina.</p></li><li><p> Penyerbukan:</p></li><li><p> Serbuk sari terbawa angin (anemogami) menuju ovula.</p></li><li><p> Serbuk sari menempel pada ovula dan membentuk buluh serbuk sari.</p></li><li><p>  Pembuahan:</p></li><li><p> Inti sperma dari buluh serbuk sari membuahi sel telur di dalam ovula.</p></li><li><p> Hasil pembuahan adalah zigot yang akan berkembang menjadi embrio.</p></li><li><p> Pembentukan Biji:</p></li><li><p> Zigot tumbuh menjadi embrio di dalam biji.</p></li><li><p> Biji yang terbentuk tidak dilindungi oleh buah (tetapi terbuka).</p><p><br></p><ol start="4"><li><p><strong>Klasifikasi Gymnospermae</strong></p></li></ol></li></ol><p>1) Cycadinae </p><p>Kelas pertama yang masuk dalam kelompok tanaman biji terutup yaitu cycadinae. Adapun ciri- ciri kelas ini sebagai berikut: Tubuh menyerupai pohon kelapa. Bentuk batang seperti tiang. Daun majemuk menyirip. Daun terususn berjejal di ujung batang. Daun mudah menggulung. Sporofil terusun dalam strobilus jantan dan betina. Biasanya berumbah satu. Contoh tumbuhan gymnospermae kelas cycadinae yaitu Zamia sp., Microrycas sp., dan Dioon sp.</p><p><br></p><p>2) Ginkgoinae</p><p>Ginkgoinae merupakan tumbuhan berbiji terbuka yang spesiesnya paling sedikit sehingga sering disebut sebagai tumbuhan primitif. Contoh tanaman dari kelas ini yaitu Ginkgo biloba. Adapun ciri-ciri yang dimilikinya seperti berikut: Berumah dua. Termasuk pohon meranggas. Daun lebar dan bentuknya seperti kipas dengan tulang daun menyerupai rusuk yang menonjol.</p><p><br></p><p>3) Gnetinae</p><p>Kelas gnetinae diketahui lebih maju dibandingkan kelas lain sebab memiliki perhiasan pada strobilusnya. Contohnya Gnetum gnemon atau melinjo. Adapun ciri-ciri kelas gnetinae yaitu: Berumah dua. Ada yang memiliki cabang banyak dan ada juga yang tidak bercabang. Tulang daun menyirip. Bunga terusun berkarang.</p><p><br></p><p>4) Coniferinae</p><p>Tumbuhan dari kelas ini memiliki ciri khas selalu berwarna hijau sepanjang tahun, sehingga disebut juga sebagai tanaman evergreen. Selain dari warnanya, ciri dari tumbuhan coniferinae lainnya seperti berikut ini: Memiliki batang berkayu besar. Bentuk daun seperti jarum. Ada yang berumah satu dan ada juga yang berumah dua. Strobilus betina lebih besar dibandingkan strobilus jantan. Strobilus terletak di ketiak daun atau diujung batang berbentuk kerucut. Maka dari itu, sering disebut sebagai tumbuhan berkerucut. Contoh tumbuhan gymnospermae dari kelas ini yaitu Podocarpus imbricatus (podokarpus), Cupressus lusitanica (cemara), dan Pinus merkusii (pinus).</p><p><br></p><ol start="5"><li><p><strong>Manfaat Gymnospermae</strong></p><p>Tumbuhan Gymnospermae atau tumbuhan biji terbuka memiliki banyak manfaat, di antaranya:</p></li></ol><p>1.Bahan bangunan: Contohnya, kayu merah, Podocarpus, Pinus, dan Aghatis untuk tripleks </p><p>2.Bahan industri: Pinus  merupakan salah satu contohnya </p><p>3.Tanaman hias: Contohnya, Cycas rumphii</p><p>4.Bahan makanan: Contohnya, Gnetum gnemon (melinjo) yang daunnya bisa dimakan sebagai sayuran dan bijinya bisa dibuat emping </p><p>5.Obat herbal: Contohnya, Ginkgo biloba yang mengandung antioksidan, antivirus, anti inflamasi, dan antikarsinogenik </p><p>6.Obat disentri: Contohnya, Cycas rumphii yang juga bisa mengobati luka dan membersihkan darah setelah melahirkan</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2968653601/68ffc2db9f83922ba1f20951636966cb/10BIO___Perbedaan_Tumbuhan_Berbiji_Terbuka_dan_Tumbuhan_Berbiji_Tertutup_06.png" />
         <pubDate>2024-10-31 02:15:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sindanita/A/wish/3195445373</guid>
      </item>
      <item>
         <title>LKK KELOMPOK 3 - DIKOTIL</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sindanita/A/wish/3195448645</link>
         <description><![CDATA[<p>1. Pengertian  dan ciri tumbuhan dikotil</p><p>Tumbuhan dikotil merupakan tumbuhan berbunga yang mempunyai ciri khas dengan memiliki sepasang daun kotiledon.</p><p>Ciri tumbuhan dikotil:</p><p>- Biji berkeping dua</p><p>- Akar tunggang</p><p>- Batang berkambium</p><p>- Bunga berkelipatan&nbsp;empat&nbsp;atau&nbsp;lima</p><p><br/></p><p>2. Ciri khas tumbuhan dikotil</p><p>Akar: Akar tunggang yang kuat dengan cabang akar lateral.</p><p>Batang: Pembuluh angkut (xylem dan floem) teratur melingkar, memiliki kambium yang memungkinkan pertumbuhan sekunder (batang menebal).</p><p>Daun: Lebar, dengan pola tulang daun menyirip atau menjari.</p><p>Buah: Beragam jenis, biasanya berbiji dua atau lebih.</p><p>Bunga: Kelopak berjumlah 4 atau 5, dengan struktur yang kompleks.</p><p>Contoh: kacang-kacangan, apel, mangga,&nbsp;dan&nbsp;pohon&nbsp;jati.</p><p><br/></p><p>3. Klasifikasi dikotil</p><p>Suku getah-getahan (euhorbiaceae), contohnya singkong, karet, dan puring.</p><p>Suku polong-polongan (leguminosae), contohnya kacang kedelai, kacang tanah, petai, flamboyan, kembang merak, dan puti malu.</p><p>Suku terong-terongan (solanaceae), </p><p>contohnya kentang, tomat, cabai, kecubung, dan terong.</p><p>Suku jeruk-jerukan (rutaceae), contohnya jeruk bali dan jeruk manis.</p><p>Suku kapas-kapasan (malvaceae), contohnya kapas dan kembang sepatu .</p><p>Suku jambu-jambuan (mirtaceae), contohnya jambu monyet, jambu biji, jambu air, dan cengkih.</p><p>Suku komposit (compositae), contohnya bunga krisan, bunga matahari, dan&nbsp;bunga&nbsp;dahlia.</p><p><br/></p><p>4. Cara membedakan tumbuhan monokotil dan dikotil</p><p>Tumbuhan monokotil memiliki biji berkeping satu, sedangkan tumbuhan dikotil memiliki biji berkeping dua.</p><p>Akar monokotil berbentuk serabut dan tidak berkambium, sedangkan akar dikotil berbentuk tunggang dan berkambium.</p><p>Batang monokotil tidak bercabang, batang dikotil bercabang</p><p>Daun monokotil memiliki daun tunggal berpelepah, sedangkan daun dikotil memiliki daun tunggal.</p><p>Tumbuhan monokotil memiliki jumlah kelopak bunga sebanyak tiga, sedangkan tumbuhan dikotil memiliki jumlah kelopak yang sebanyak dua, empat, atau bahkan sampai lima.</p><p>Tumbuhan dikotil bereproduksi secara generatif dan vegetatif, sedangkan tumbuhan monokotil hanya bereproduksi secara&nbsp;generatif.</p><p><br/></p><p>5. Peran dikotil</p><p>1. Tomat juga memiliki kandungan antioksidan yang mampu mencegah kanker serta mengatasi sembelit. Buah ini ternyata memiliki khasiat lain, yaitu bisa menyehatkan jantung dan menjaga tekanan darah agar tetap stabil.</p><p>2. Manfaat bunga melati paling terkenal adalah untuk menjaga kesehatan kulit.</p><p>3. Buah yang sering dikonsumsi langsung atau dijadikan jus ini biasanya digunakan untuk menambah trombosit&nbsp;pasien&nbsp;DBD.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2968658003/1b42ac1856cf1eb7d9b4efa5981a7bda/WhatsApp_Image_2024_10_31_at_08_27_09_b8264406.jpg" />
         <pubDate>2024-10-31 02:17:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sindanita/A/wish/3195448645</guid>
      </item>
      <item>
         <title>LKK KELOMPOK AHLI 4 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sindanita/A/wish/3195459998</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama kelompok </p><ol><li><p>Vivi Nursayidina 2280240040</p></li><li><p>Atika Yuliza Abrar 2280240047</p></li><li><p>Renata Priscilia 2280240053</p></li><li><p>Amelia 2280240058</p></li><li><p>Selvi Septiani 2280240054</p></li><li><p>Hasbi Ali Asshidiqi 2280240044</p></li></ol><p><br></p><p><br></p><ol><li><p>Peranan tumbuhan terhadap kehidupan di bumi: Untuk mencegah agar tidak terjadi bencana alam contohnya, erosi, tanah longsor, dan banjir.</p></li><li><p>untuk menyediakan makanan dan menyeimbangkan rantai makanan, untuk menghasilkan oksigen.</p></li><li><p>Yang akan terjadi bila tidak ada tumbuhan di bumi: </p><ol><li><p>Suhu bumi akan meningkat</p></li><li><p>suplay oksigen akan menurun, jadi bumi akan menjadi panas dan oksigen akan menipis dan tidak akan ada kehidupan (sulit bernafas)</p></li><li><p>tidak akan ada persediaan makanan, tidak akan ada keseimbangan rantai makanan</p></li><li><p>akan terjadi bencana alam seperti erosi, tanah longsor, dan banjir</p></li></ol></li><li><p>mencegah dan atau menanggulangi masalah yang muncul akibat berkurangnya tumbuhan yaitu: </p><ol><li><p>tidak membuang sampah sembarangan atau merusak pohon saat jalan ke hutan</p></li><li><p>tidak membakar hutan dan lahan dengan sengaja atau untuk kepentingan pribadi</p></li><li><p>menyebarkan informasi tentang pentingnya menjaga tumbuhan atau hutan.</p></li><li><p>membeli/mendukung produk-produk yang ramah lingkungan.</p></li><li><p>memberi sanksi bila ada yang sengaja merusak, membakar, atau menebang secara ilegal.</p></li></ol></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://pixabay.com/get/g5148d61e05ac971620422775bd5316b92f5e52cdf5f38cfc8e77850a94cdca2bebe2d56587e49a81a6aa82f90986405b.jpg" />
         <pubDate>2024-10-31 02:23:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sindanita/A/wish/3195459998</guid>
      </item>
      <item>
         <title>LKK KELOMPOK 1: GYMNOSPERMAE</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sindanita/A/wish/3195464922</link>
         <description><![CDATA[<p><br></p><p><strong>1. Pengertian Gymnospermae</strong> </p><p>adalah tumbuhan yang memiliki biji terbuka. Gymnospermae berasal dari bahasa Yunani, yaitu gymnos yang berarti telanjang dan sperma yang berarti biji, sehingga gymnospermae dapat diartikan sebagai tumbuhan berbiji terbuka. Tumbuhan berbiji terbuka merupakan kelompok tumbuhan berbiji yang bijinya tidak terlindung dalam bakal buah (ovarium).</p><p><br></p><p>Gymnospermae</p><p>Secara harfiah Gymnospermae berarti gym = telanjang dan spermae = tumbuhan yang menghasilkan biji. Pada tumbuhan berbunga (Angiospermae atau Magnoliphyta), biji atau bakal biji selalu terlindungi penuh oleh bakal buah sehingga tidak terlihat dari luar. Pada Gymnospermae, biji nampak (terekspos) langsung atau terletak di antara daun-daun penyusun strobilus atau runjung.Gymnospermae telah hidup di bumi sejak periode Devon (410-360 juta tahun yang lalu), sebelum era dinosaurus. Pada saat itu, Gymnospermae banyak diwakili oleh kelompok yang sekarang sudah punah dan kini menjadi batu bara: Pteridospermophyta (paku biji), Bennettophyta dan Cordaitophyta. Anggota-anggotanya yang lain dapat melanjutkan keturunannya hingga sekarang.</p><p><br></p><p><br></p><p>2.<strong>Ciri-ciri tumbuhan Gymnospermae</strong></p><p><br></p><p>• Bakal biji tak terlindungi oleh daun buah.</p><p>•Mempunyai akar, batang, dan daun sejati.</p><p>•Bentuk perakaran tunggang.</p><p>•Daun sempit, tebal dan kaku.</p><p>•Tulang daun tidak beraneka ragam.</p><p>•Tidak memiliki bunga sejati.</p><p>• Alat kelamin terpisah, serbuk sari terdapat dalam strobilus jantan dan sel telur terdapat dalam strobilus betina.</p><p>•Struktur perkembangbiakan yang khas adalah biji yang dihasilkan bunga ataupun runjung. Setiap biji mengandung bakal tumbuhan, yaitu embrio yang terbentuk oleh suatu proses reproduksi seksual. Sesudah bertunas embrio ini tumbuh menjadi tumbuhan dewasa.</p><p>• Sperma atau sel kelamin jantan menuju ke sel telur atau sel kelamin betina melalui tabung serbuk sari yang hanya terdapat pada tumbuhan berbiji.</p><p>• Tumbuhan biji mempunyai jaringan pembuluh yang rumit. Jaringan ini merupakan saluran menghantar untuk mengangkut air, mineral, makanan dan bahan bahan lain.</p><p>•Tumbuhan berbiji terbuka memiliki pigmen hijau (klorofil) yang penting untuk fotosintesis yaitu suatu proses dasar pembuatan makanan pada tumbuhan.</p><p>•Gymnospermae memiliki batang yang tegak lurus dan bercabang-cabang. Daunnya jarang yang berdaun lebar, jarang yang bersifat majemuk, dan system pertulangan daunnya tidak banyak ragamnya.</p><p><br></p><p><br></p><p>3.<strong>Reproduksi Gymnospermae</strong></p><p><br></p><p>Gymnospermae adalah kelompok tumbuhan berbiji terbuka. Mereka tidak memiliki bunga seperti angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup), tetapi memiliki struktur reproduksi khusus yang disebut strobilus atau ruang biji.</p><p><br></p><p>1).Struktur Reproduksi Gymnospermae</p><p>Strobilus Jantan: Mengandung mikrosporofil yang menghasilkan serbuk sari.</p><p>Strobilus Betina: Mengandung makrosporofil yang menghasilkan ovula (bakal biji).</p><p><br></p><p><br></p><p>2).Proses Reproduksi</p><p>Pembentukan Gamet:</p><p>Serbuk sari: Dihasilkan oleh mikrosporofil dalam strobilus jantan.</p><p>Sel telur: Dihasilkan oleh megaspora dalam ovula yang terdapat pada strobilus betina.</p><p> Penyerbukan:</p><p> Serbuk sari terbawa angin (anemogami) menuju ovula.</p><p> Serbuk sari menempel pada ovula dan membentuk buluh serbuk sari.</p><p>  Pembuahan:</p><p> Inti sperma dari buluh serbuk sari membuahi sel telur di dalam ovula.</p><p> Hasil pembuahan adalah zigot yang akan berkembang menjadi embrio.</p><p> Pembentukan Biji:</p><p> Zigot tumbuh menjadi embrio di dalam biji.</p><p> Biji yang terbentuk tidak dilindungi oleh buah (tetapi terbuka).</p><p><br></p><p><br></p><p>4. <strong>Klasifikasi Gymnospermae</strong></p><p><br></p><p>1) Cycadinae </p><p><br></p><p>Kelas pertama yang masuk dalam kelompok tanaman biji terutup yaitu cycadinae. Adapun ciri- ciri kelas ini sebagai berikut: Tubuh menyerupai pohon kelapa. Bentuk batang seperti tiang. Daun majemuk menyirip. Daun terususn berjejal di ujung batang. Daun mudah menggulung. Sporofil terusun dalam strobilus jantan dan betina. Biasanya berumbah satu. Contoh tumbuhan gymnospermae kelas cycadinae yaitu Zamia sp., Microrycas sp., dan Dioon sp.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>2) Ginkgoinae</p><p><br></p><p>Ginkgoinae merupakan tumbuhan berbiji terbuka yang spesiesnya paling sedikit sehingga sering disebut sebagai tumbuhan primitif. Contoh tanaman dari kelas ini yaitu Ginkgo biloba. Adapun ciri-ciri yang dimilikinya seperti berikut: Berumah dua. Termasuk pohon meranggas. Daun lebar dan bentuknya seperti kipas dengan tulang daun menyerupai rusuk yang menonjol.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>3) Gnetinae</p><p><br></p><p>Kelas gnetinae diketahui lebih maju dibandingkan kelas lain sebab memiliki perhiasan pada strobilusnya. Contohnya Gnetum gnemon atau melinjo. Adapun ciri-ciri kelas gnetinae yaitu: Berumah dua. Ada yang memiliki cabang banyak dan ada juga yang tidak bercabang. Tulang daun menyirip. Bunga terusun berkarang.</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>4) Coniferinae</p><p><br></p><p>Tumbuhan dari kelas ini memiliki ciri khas selalu berwarna hijau sepanjang tahun, sehingga disebut juga sebagai tanaman evergreen. Selain dari warnanya, ciri dari tumbuhan coniferinae lainnya seperti berikut ini: Memiliki batang berkayu besar. Bentuk daun seperti jarum. Ada yang berumah satu dan ada juga yang berumah dua. Strobilus betina lebih besar dibandingkan strobilus jantan. Strobilus terletak di ketiak daun atau diujung batang berbentuk kerucut. Maka dari itu, sering disebut sebagai tumbuhan berkerucut. Contoh tumbuhan gymnospermae dari kelas ini yaitu Podocarpus imbricatus (podokarpus), Cupressus lusitanica (cemara), dan Pinus merkusii (pinus).</p><p><br></p><p><br></p><p>5.<strong>Manfaat Gymnospermae</strong></p><p><br></p><p>Tumbuhan Gymnospermae atau tumbuhan biji terbuka memiliki banyak manfaat, di antaranya:</p><p><br></p><p>1.Bahan bangunan: Contohnya, kayu merah, Podocarpus, Pinus, dan Aghatis untuk tripleks </p><p><br></p><p>2.Bahan industri: Pinus  merupakan salah satu contohnya </p><p><br></p><p>3.Tanaman hias: Contohnya, Cycas rumphii</p><p><br></p><p>4.Bahan makanan: Contohnya, Gnetum gnemon (melinjo) yang daunnya bisa dimakan sebagai sayuran dan bijinya bisa dibuat emping </p><p><br></p><p>5.Obat herbal: Contohnya, Ginkgo biloba yang mengandung antioksidan, antivirus, anti inflamasi, dan antikarsinogenik </p><p><br></p><p>6.Obat disentri: Contohnya, Cycas rumphii yang juga bisa mengobati luka dan membersihkan darah setelah melahirkanndung antioksidan, antivirus, anti inflamasi, dan antikarsinogenik </p><p><br></p><p>6.Obat disentri: Contohnya, Cycas rumphii yang juga bisa mengobati luka dan membersihkan darah setelah melahirkan</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2968653601/d77a358d9fa845f76a5a7d3b9420abdd/10BIO___Perbedaan_Tumbuhan_Berbiji_Terbuka_dan_Tumbuhan_Berbiji_Tertutup_06.png" />
         <pubDate>2024-10-31 02:26:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sindanita/A/wish/3195464922</guid>
      </item>
      <item>
         <title>LKK KELOMPOK AHLI 2 - MONOKOTIL</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sindanita/A/wish/3195472444</link>
         <description><![CDATA[<p>Hallo sobat fisikaaa 👋</p><p><br></p><p>Kali ini kita bakal ngajak sobat semua buat belajar bareng niihh..</p><p><br></p><p>Penasaran kita bakalan ngebahas apaa, baca aja sampe bawah yaa hehe...😁</p><p><br></p><p>1. Pengertian dan Ciri Tumbuhan Monokotil</p><p><br></p><p>• Pengertian Tumbuhan Monokotil</p><p>Tumbuhan monokotil disebut sebagai tumbuhan biji tunggal atau biji satu, alias tidak terbelah.</p><p><br></p><p>• Ciri Ciri Tumbuhan Monokotil</p><p>~ jenis akar serabut</p><p>~ memiliki jumlah kotiledon 1</p><p>~ memiliki tulang daun yang sejajar</p><p>~ memiliki batang yang tidak berkembang dan tidak bercabang</p><p>~ memiliki bunga kelipatan 3</p><p><br></p><p>2. ciri-ciri utama tumbuhan monokotil berdasarkan struktur akarnya, batang, daun, buah, dan bunganya:</p><p><br></p><p>1. Akar:</p><p>Tipe Akar Serabut: Akar pada tumbuhan monokotil tidak memiliki akar tunggang. Sebagai gantinya, akar monokotil berbentuk serabut. Akar serabut ini terbentuk dari banyak akar yang berukuran sama yang muncul dari pangkal batang dan tumbuh menyebar ke segala arah.</p><p><br></p><p>Tidak Berkambium: Akar monokotil tidak memiliki kambium, yaitu jaringan yang bertanggung jawab untuk pertumbuhan sekunder atau pelebaran. Hal ini membuat akar monokotil tidak dapat membesar.</p><p><br></p><p>Struktur Pembuluh Akar: Pada penampang melintang, akar monokotil menunjukkan pola berkas pembuluh yang tersebar dan tersusun dalam lingkaran.</p><p><br></p><p>2. Batang:</p><p>Batang Tidak Berkambium: Sama seperti akarnya, batang monokotil juga tidak memiliki kambium. Akibatnya, batang monokotil tidak bisa tumbuh membesar atau mengalami pertumbuhan sekunder. Batang tetap berukuran relatif kecil dan tidak berkembang lebih tebal dari waktu ke waktu.</p><p><br></p><p>Berkas Pembuluh Tersebar: Pada penampang melintang, berkas pembuluh (xilem dan floem) tersebar secara acak atau tidak teratur di seluruh batang, berbeda dengan tumbuhan dikotil yang berkas pembuluhnya tersusun dalam lingkaran teratur.</p><p><br></p><p>Struktur Ruas-Ruas: Batang monokotil umumnya memiliki ruas-ruas yang terlihat jelas. Struktur batang ini lebih sering kita lihat pada tanaman padi, bambu, dan tebu.</p><p><br></p><p>3. Daun:</p><p>Tulang Daun Sejajar atau Melengkung: Daun tumbuhan monokotil memiliki pola tulang daun yang sejajar atau melengkung. Bentuk tulang daun ini berbeda dari tumbuhan dikotil, yang umumnya memiliki tulang daun menyirip atau menjari.</p><p><br></p><p>Bentuk Daun yang Memanjang: Daun monokotil umumnya berbentuk panjang dan sempit, seperti pada daun padi, jagung, atau rumput. Bentuk daun ini cocok untuk menyerap sinar matahari secara efisien.</p><p><br></p><p>Pertulangan dan Struktur Epidermis: Selain pertulangan yang sejajar, daun monokotil juga memiliki struktur epidermis dengan sel penutup stomata yang khas, yang membantu dalam proses fotosintesis dan pengaturan transpirasi.</p><p><br></p><p>4. Buah:</p><p>Buah Berbiji Satu atau Genap: Buah pada tumbuhan monokotil umumnya mengandung biji tunggal atau biji dalam jumlah genap. Biji ini juga memiliki satu kotiledon (daun lembaga) yang merupakan ciri utama pada monokotil.</p><p><br></p><p>Struktur Buah Sederhana: Monokotil memiliki buah dengan struktur yang lebih sederhana. Buah monokotil biasanya tidak terbagi menjadi banyak bagian kompleks. Contohnya adalah buah pada tanaman jagung atau padi.</p><p><br></p><p>5. Bunga:</p><p>Bagian Bunga Kelipatan Tiga: Bagian-bagian bunga monokotil, seperti kelopak, mahkota, dan benang sari, biasanya tersusun dalam kelipatan tiga (3, 6, atau 9). Misalnya, bunga lili memiliki enam mahkota bunga yang merupakan kelipatan tiga.</p><p><br></p><p>Struktur Bunga Sederhana: Bunga monokotil umumnya memiliki struktur yang sederhana. Meskipun ada juga beberapa jenis bunga monokotil yang berukuran besar dan memiliki struktur kompleks seperti pada anggrek, secara umum bunganya sederhana dibandingkan dengan dikotil.</p><p><br></p><p>Karpel Tunggal atau Berlapis Ganda: Bagian reproduksi pada bunga monokotil biasanya juga sederhana dengan karpel (putik) yang tunggal atau dalam susunan yang berlapis.</p><p><br></p><p>3. Klasifikasi monokotil (family/suku apa saja) </p><p><br></p><p>1. Poaceae (Gramineae) - Suku Rumput-rumputan</p><p>Ciri-ciri Tumbuhan herba, batang berongga, daun panjang dengan pelepah, akar serabut.</p><p>Contoh: Padi (Oryza sativa), jagung (Zea mays), gandum (Triticum), tebu (Saccharum officinarum).</p><p><br></p><p>2. Orchidaceae - Suku Anggrek-anggrekan</p><p>Ciri-ciri: Bunga kompleks dengan tiga kelopak dan tiga kelopak, salah satunya berbentuk bibir (labellum).</p><p>Contoh: Anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis), anggrek tanah (Spathoglottis plicata).</p><p><br></p><p>3. Liliaceae - Suku Bawang-bawangan</p><p>Ciri-ciri: Tumbuhan berumbi atau dihilangkan serabut, daun panjang berbentuk pita, bunga berbentuk bintang dengan enam kelopak.</p><p>Contoh: Bawang merah (Allium cepa), bawang putih (Allium sativum), lili (Lilium).</p><p><br></p><p>4. Arecaceae (Palmae) - Suku Palma</p><p>Ciri-ciri: Batang tidak bercabang, daun besar menjari atau menyirip, buah sering kali berdaging.</p><p>Contoh: Kelapa (Cocos nucifera), aren (Arenga pinnata), kurma (Phoenix dactylifera).</p><p><br></p><p>5. Zingiberaceae Suku Jahe-jahean</p><p>Ciri-ciri: Tumbuhan rimpang yang dihapus, bunga simetri bilateral dengan struktur kompleks</p><p>Contoh Jahe (Zingiber officinale), kunyit (Curcuma longa), lengkuas (Alpinia galanga).</p><p><br></p><p>6. Musaceae - Suku Pisang-pisangan</p><p>Ciri-ciri: Tumbuhan beracun serabut, memiliki batang semu dari pelepah daun yang tersusun rapat</p><p>Contoh: Pisang (Musa spp.).</p><p><br></p><p>7. Bromeliaceae Suku Nanas-nanasan</p><p>Ciri-ciri: Berdaun tebal dengan bentuk roset, sering kali berwarna cerah</p><p>Contoh: Nanas (Ananas comosus).</p><p><br></p><p>8. Cyperaceae - Suku Teki-tekian</p><p>Ciri-ciri Mirip dengan rumput, tetapi batangnya berpenampang segitiga.</p><p>Contoh Teki (Cyperus rotundus), papirus (Cyperus papirus).</p><p><br></p><p>4. Tumbuhan Monokotil dan Dikotil dapat dibedakan dari beberapa ciri yaitu:</p><p><br></p><p>- Biji: Tumbuhan monokotil memiliki biji berkeping 1, sedangkan dikotil memiliki biji berkeping 2.</p><p><br></p><p>- Daun: Tumbuhan monokotil memiliki daun tunggal dengan urat daun sejajar atau melengkung, sedangkan dikotil memilki daun tunggal dengan urat daun menyirip atau menjari.</p><p><br></p><p>- Batang: Tumbuhan monokotil memiliki batang tidak bercabang, berbuku-buku dan tidak berkambium, sedangkan dikotil memiliki batang bercabang, berbuku-buku, dan berkambium.</p><p><br></p><p>- Akar: Tumbuhan monokotil memiliki akar serabut yang tidak berkambium, sedangkan dikotil memiliki akar tunggang yang berkambium.</p><p><br></p><p>- Bunga: Tumbuhan monokotil memiliki bunga kelipatan 3, sedangkan dikotil kelipatan 2,4,5.</p><p><br></p><p>- Reproduksi: Tumbuhan monokotil hanya bereproduksi secara generatif, sedangkan dikotil bisa secara generatif dan vegetatif.</p><p><br></p><p>- Stomata: Tumbuhan monokotil memiliki stomata umumnya di atas dan bawah daun ( Amfistomatosa ), sedangkan dikotil stomata berbentuk lonjong atau oval dan dikelilingi dua sel epidermis (sel penutup)</p><p><br></p><p>5. Peranan monokotil di sekitar kita</p><p><br></p><p>1. Sebagai Sumber Pangan</p><p>Monokotil seperti padi, jagung, gandum, dan tebu adalah tanaman pangan utama yang menjadi sumber karbohidrat bagi sebagian besar penduduk dunia. Tanaman tanah ini menjadi komoditas penting dalam sektor ini.</p><p><br></p><p>2. Tanaman Industri</p><p>Beberapa jenis monokotil, seperti kelapa sawit, bambu, dan tebu, memiliki nilai ekonomi tinggi dalam industri. Kelapa sawit menghasilkan minyak yang digunakan dalam berbagai produk, bambu digunakan dalam konstruksi dan</p><p><br></p><p>3. Bahan Obat-Obatan Tradisional</p><p>Tumbuhan monokotil tertentu seperti lidah buaya dan temu lawak sering digunakan dalam obat-obatan tradisional dan produk kesehatan. Lidah buaya, misalnya, digunakan dalam produk perawatan kulit dan rambut karena khasiatnya yang menyejukkan dan menyembuhkan.</p><p><br></p><p>4. Penyedia Oksigen dan Habitat</p><p>Sebagai tanaman hijau, monokotil berperan dalam fotosintesis yang menghasilkan oksigen bagi lingkungan. Selain itu, tanaman seperti pandan dan anggrek yang sering hidup di habitat rawa atau hutan tropis menyediakan habitat bagi berbagai jenis hewan dan seranga.</p><p><br></p><p>6. Penghias Taman dan Ruang Publik</p><p>Monokotil seperti anggrek, keladi, dan palem sering digunakan dalam penghijauan dan estetika taman serta ruang publik. </p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2968729870/7271894519c47b80d2f79592177af815/IMG_20241031_WA0005.jpg" />
         <pubDate>2024-10-31 02:31:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sindanita/A/wish/3195472444</guid>
      </item>
      <item>
         <title>LKK KELOMPOK 5</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sindanita/A/wish/3205297554</link>
         <description><![CDATA[<p>Teknologi dari Tumbuhan</p><p>1.Teknologi yang di adaptasi dari tumbuhan</p><p>*panel surya ➡️ fotosintesis tumbuhan</p><p>*sensor cahaya ➡️ tanaman kaktus</p><p>*lapisan pelindung dan pengkilap ➡️ daun talas</p><p>*pemurnian air ➡️ eceng gondok</p><p>*gedung theater esplanade➡️ struktur nya dari kukit durian dan sistemnya dari tanaman kaktys</p><p>2.apakah teknologi sudah marak di gunakan?</p><p>Sudah ada beberapa teknologi yang di gunakan di kehidupan sehari hari contoh *panel surya yang di gunakan pada kampus untirta sindang sari</p><p>*sensor cahaya digunakan di lampu jalan adapun yang belum ada yaitu gedung theater edplanade yang bekerja seperti seperti sensor cahaya</p><p>*lapisan pelindung dan pengkilat sudah di gubakan pada mobil tapi belum sepenuhnya marak di kehidupan sehari hari</p><p>*pemurnian air sudah marak di gunakan pada aquarium,waduk yang menggunakann air agar dapat di gunakan</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3000020736/5e949a58154edc4b2cae959d45d1845b/IMG_20241031_WA0002_1_.jpg" />
         <pubDate>2024-11-07 00:17:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sindanita/A/wish/3205297554</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Arthropoda dan Echinodermata Kelompok Ahli 3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/sindanita/A/wish/3215045655</link>
         <description><![CDATA[<p>Kelompok Ahli 3</p><ol><li><p>Aldy Ahmad Januar </p></li><li><p>Abdullah Azzam</p></li><li><p>Bella Safitri </p></li><li><p>Magfiroh</p></li><li><p>Ridanati Nurbayah </p></li><li><p>Saokin Nijar</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/3029757266/889dc3a2176e3c469aa5d819c532f7bf/Arthropoda_dan_Echinodermata__20241113_190159_0000_compressed.pdf" />
         <pubDate>2024-11-13 12:12:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/sindanita/A/wish/3215045655</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
