<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Info Madrasah by Abd. Basith HZ</title>
      <link>https://padlet.com/abdulbasithhz/Bookmarks</link>
      <description>Mari Kita terus belajar dan belajar</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2020-08-08 23:08:12 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-02-08 18:19:22 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Dokumen KTSP itu apa?</title>
         <author>abdulbasithhz</author>
         <link>https://padlet.com/abdulbasithhz/Bookmarks/wish/673288043</link>
         <description><![CDATA[<div>Ketika madrasah diminta untuk menyusun dokumen KTSP tersirat di kepala kepala madrasah apakah kita kembali kepada kurikulum lama? Di dalam KMA 184/2019 terlihat bahwa Struktur Kurikulum untuk Madrasah Ibtidaiyah kembali seperti dulu terpisah-pisah tidak ada pengelompokan jumlah jam tematik hal ini memperkuat kesan kepala madrasah bahwa memang kita kembali kepada kurikulum lama yaitu kurikulum KTSP.  <br>Apakah kita memang kembali kepada kurikulum lama yaitu kurikulum KTSP?  <br>Begitu juga pada akun  isian jadwal atau mata pelajaran simpatika untuk akun kepala madrasah tidak ada lagi pilihan tematik melainkan mata pelajaran. Apakah memang kita kembali kepada kurikulum lama tidak lagi pembelajaran terpadu? <br><br>Untuk menjawab pertanyaan di atas mari kita telaah kembali KMA 184/2019 terutama pada Bab III.<br><br>Lalu apa yang dimaksud dengan Dokumen KTSP, bukankah kita masih menggunakan kurikulum 2013?<br><br>Untuk menjawab itu kita harus memahami bahwa kurikulum itu berdasarkan pembuatnya bisa dikelompokkan menjadi: kurikulum pemerintah dan kurikulum satuan pendidikan.<br>Kurikulum yang dibuat oleh satuan pendidikan itulah yang disebut dengan KTSP yaitu kurikulum operasional yang dilaksanakan oleh Madrasah masing-masing sesuai dengan karakteristiknya.</div>]]></description>
         <pubDate>2020-08-08 23:14:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/abdulbasithhz/Bookmarks/wish/673288043</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kutipan BAB III KMA 184/2019</title>
         <author>abdulbasithhz</author>
         <link>https://padlet.com/abdulbasithhz/Bookmarks/wish/673303882</link>
         <description><![CDATA[<div>Berdasarkan kutipan yang ditampilkan di bawah jelas bahwa kita masih menggunakan kurikulum 2013, dan pada nomor 1 bagian c dinyatakan bahwa  di madrasah ibtidaiyah dapat menggunakan pembelajaran terpadu dengan pendekatan kolaboratif. Artinya kita masih menggunakan kurikulum 2013 dengan keleluasaan guru untuk melaksanakan pembelajaran tematik terpadu.</div>]]></description>
         <pubDate>2020-08-09 00:19:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/abdulbasithhz/Bookmarks/wish/673303882</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Linearitas Guru Bersertifikat Pendidik</title>
         <author>abdulbasithhz</author>
         <link>https://padlet.com/abdulbasithhz/Bookmarks/wish/673310969</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada simpatika sepertinya saat ini ada dua yang menjadi acuan dalam linieritas, pertama sertifikat pendidik, kedua ijazah terakhir yang baru saja wajib di-update oleh semua guru yang terdaftar di akun simpatika. Implementasinya: Guru yang bersertifikat pendidik "Guru Kelas" dan berlatar belakang pendidikan S1 PAI ternyata linear mengajar tematik dan juga mata pelajaran agama. Ternyata ini sudah diatur dalam KMA 890/2019 sebagaimana kutipan berikut.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/666642743/872c0af6d5f3407c2017ca4cabac5314/Screenshot_2020_0809_083513.png" />
         <pubDate>2020-08-09 00:46:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/abdulbasithhz/Bookmarks/wish/673310969</guid>
      </item>
      <item>
         <title> KMA 890/2019 TENTANG BEBAN KERJA GURU MADRASAH YANG BERSERTIFIKAT PENDIDIK</title>
         <author>abdulbasithhz</author>
         <link>https://padlet.com/abdulbasithhz/Bookmarks/wish/673312270</link>
         <description><![CDATA[<div>Berikut kutipan KMA tersebut.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/666642743/085bb6d03835fcd8789c227424a4347f/Screenshot_2020_0809_083712.png" />
         <pubDate>2020-08-09 00:51:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/abdulbasithhz/Bookmarks/wish/673312270</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bolehkah Guru Kelas mengampu beberapa kelas?</title>
         <author>abdulbasithhz</author>
         <link>https://padlet.com/abdulbasithhz/Bookmarks/wish/675149974</link>
         <description><![CDATA[<div>Untuk menjawab itu mari kita lihat KMA 890/2019 tentang beban kerja guru madrasah yang bersertifikat pendidik pada bab II tentang beban kerja, pada poin 1 disebutkan bahwa guru kelas mempunyai kewenangan mengampu mata pelajaran hanya satu kelas saja, kecuali dalam kondisi tertentu. Jadi kalau guru kelas mengampu mapel tertentu misal IPA dan Matematika saja dari kelas 3-6 MI, maka menurut KMA 890  bukan guru kelas dan juga bukan guru mapel. Tetapi unknown (tidak dikenal)<br><br>Pada jenjang MI hanya mengenal Guru Kelas, Guru Mata Pelajaran PAI, PJOK dan Bahasa Arab.<br><br>Guru kelas hanya mengampu 1 kelas saja selain mapel PAI, Bahasa Arab dan PJOK. Terkecuali dalam kondisi tertentu yang mengharuskan dia memegang lebih 1 kelas.<br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/666642743/53218d94ffe5fb477ea945292dd4ffe9/IMG_20200811_110724.JPG" />
         <pubDate>2020-08-11 02:50:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/abdulbasithhz/Bookmarks/wish/675149974</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
