<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara by arum prasetyo</title>
      <link>https://padlet.com/arumprast/rteoiqxlqq4slysm</link>
      <description>ARUMANTIKA EKO YULIA PRILIYANTI, S.Pd</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2020-07-01 02:32:16 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-12-20 13:13:44 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Filosofis Pendidikan KHD</title>
         <author>arumprast</author>
         <link>https://padlet.com/arumprast/rteoiqxlqq4slysm/wish/868747695</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-10-28 07:54:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arumprast/rteoiqxlqq4slysm/wish/868747695</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>arumprast</author>
         <link>https://padlet.com/arumprast/rteoiqxlqq4slysm/wish/868758188</link>
         <description><![CDATA[<div>Tidak ada keabadian dalam kehidupan manusia dan lingkungannya. Pengaruh alam dan jaman adalah penguasa kodrat yang tidak bisa dihindari oleh manusia. Anak-anak adalah sebuah kehidupan yang akan tumbuh menurut kodratnya sendiri, yaitu kekuatan hidup lahir dan hidup batin mereka (Dewantara I,2004). Ki Hajar Dewantara yang merupakan Bapak Pendidikan Nasional yang menciptakan semboyan "Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani" menjadi inspirasi bagi kita dalam memerdekkan pendidikan anak.  Maksud dari merdeka disini adalah kita memberikan kebebasan anak dalam mengekplorasi kemampuan mereka dengan mengawasi, mengarahkan dan menuntun mereka ke arah yang lebih baik tanpa melakukan pemaksaan sehingga terciptalah student wellbeing.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/638294325/4ec900a63d6edc97f0a98c1c7918bd7a/th__6_.jpg" />
         <pubDate>2020-10-28 07:59:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arumprast/rteoiqxlqq4slysm/wish/868758188</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pemahaman dan pembelajaran murid di Kelas</title>
         <author>arumprast</author>
         <link>https://padlet.com/arumprast/rteoiqxlqq4slysm/wish/868783330</link>
         <description><![CDATA[<div>Pemahaman saya tentang murid dan pembelajaran di kelas sebelum saya mempelajari modul 1 Filosofis pendidikan KHD, adalah pembelajaran di kelas hanya berpusat pada guru, dimana guru mengendalikan semua aspek pembelajaran dikelas, dimana guru memberikan perintah sesuai dengan materi yang di pelajari dan siswa hanya mengikuti instruksi yang di berikan oleh guru. Selain itu saya sebagai pendidik menganggap semua kemampuan siswa itu sama di kelas sehingga dalam pemberian materi dan tugas-tugas semua saya sama ratakan. Pembelajaran yang saya lakukan hanya berpusat pada kurikulum yang ada, tanpa mencari lebih luas  pengembangan dari kurikulum tersebut dan mengaitkannya dengan kehidupan bermasyarakat. Selain itu , saya juga masih mengacu pada segi koginitif siswa saja dan mengesampingkan aspek yang lain dalam hal ini psikis peserta didik, afektif, psikomotorik.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/638294325/3f62b5a855958471469e023d89a9d163/th__12_.jpg" />
         <pubDate>2020-10-28 08:10:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arumprast/rteoiqxlqq4slysm/wish/868783330</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pemikiran atau perilaku saya setelah mempelajari modul Filosofis KHD</title>
         <author>arumprast</author>
         <link>https://padlet.com/arumprast/rteoiqxlqq4slysm/wish/868810982</link>
         <description><![CDATA[<div>Pola pikir atau mindset mengenai pembelajaran berpusat pada guru ini adalah pemikiran yang salah, karena dari pembelajaran tersebut justru membuat siswa menjadi tertekan dan tidak nyaman di kelas sehingga memunculkan perilaku-perilaku menyimpang seperti membolos, tidak mengerjakan tugas  dan lain sebagainya. Selain itu menyamaratakan kemampuan intelegensi dan keterampilan siswa adalah suatu hal yang keliru karena setiap manusia yang lahir dimuka bumi ini secara kodrat memiliki kemampuan dan karakter yang berbeda beda sehingga kita tidak bisa memberi perlakukan yang sama .Selain itu dalam melihat perkembangan peserta didik tidak hanya dinilai sebatas nilai kognitifnya saja melainkan dari segi aspek psikomotorik dan juga afektif serta karakter dan perilaku peseta didik. Dari pemikiran-pemikiran tersebut sebgai pndidik seharusnya saya dapat menciptakan suasana belajar yang nayaman dan menyenangkan yang berpusat pada peserta didik, dimana mereka dapat mengembangkan kemampuan mereka, memberika ide/gagasan serta pendapat mereka terhadap suatu permasalahan ataupun pada saat diskusi kelompok, selain itu tidak hanya berfokus pada tinggi rendahnya nilai peserta didik melainkan melihat proses pembentukan karakter peserta didik sehingga memiliki budi pekerti, sikap/attitude yang baik dan bijaksana sehingga nantinya ketika mereka terjun di masyarakat dapat diterima dengan baik dan mampu bersosialisasi secara baik. Pembelajaran di kelas juga harus menyenangkan yang berpusat pada peserta didik (Berhamba pada siswa) sehingga terciptalah "kemerdekaan belajar".</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/638294325/cf2ab2094ccdd0b008e6d96cd2beb2e9/download.jpg" />
         <pubDate>2020-10-28 08:22:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arumprast/rteoiqxlqq4slysm/wish/868810982</guid>
      </item>
      <item>
         <title> Penerapan Kelas yang Mencerminkan Filosofis KHD</title>
         <author>arumprast</author>
         <link>https://padlet.com/arumprast/rteoiqxlqq4slysm/wish/869087342</link>
         <description><![CDATA[<div>Pertama yang saya kan lakukan untuk menciptkan kelas yang mencerminkan filosofis KHD adalah pembentukan karakter peserta didik berdasarkan pemikiran KHD dengan mengutamakan budi pekerti yang luhur serta menuntun mereka dengan segala kodrat kehidupan yang ada pada diri mereka untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi tingginya sebagai manusia maupun anggota masyarakat.  Atas dasar pemikiran tersebut hal yang perlu dilakukan adalah dengan menguasai dan memahami nilai-nilai kebudayaan yang ada di masyarakat,budaya lokal, adat istiadat, bahasa daerah serta kebiasaan -kebiasaan yang ada pada dasar negara kita yaitu PANCASILA, serta sifat gotong royong serta penanaman etika pada saat bergaul, karena pendidikan adalah persemaian benih-benih kebudayaan dalam masyarakat yang dipengaruhi oleh kodrat alam dan kodrat zaman sehingga nantinya akan membentuk peradaban yang lebih baik.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2020-10-28 10:44:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/arumprast/rteoiqxlqq4slysm/wish/869087342</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
