<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Pelanggaran Hak by </title>
      <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak</link>
      <description>Kasus Gagalnya Calon Paskibra</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-08-17 14:50:42 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-06-12 00:37:52 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet.net/icons/png/1f1ee-1f1e9.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Kisah Cristina - calon paskibra</title>
         <author>albertus_nugroho</author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1682315683</link>
         <description><![CDATA[<div>Berikan pandangan anda thdp kasus tersebut</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/632998019/fb108d34a9a886ab8d9c8b1155e5aad6/Gagal_Ke_Istana__Paskibraka_Pertanyakan_Hasil_Tes_Covid_19.mp4" />
         <pubDate>2021-08-17 14:59:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1682315683</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>albertus_nugroho</author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1682348701</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet.com/padlets/8609oscfg35ns7j3" />
         <pubDate>2021-08-17 15:15:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1682348701</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jessica / 15</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683071795</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut saya, kasus ini merupakan salah satu bentuk ketidakadilan yang dilakukan oleh oknum oknum tertentu. Hal ini dilakukan pada anak sma, kecurangan terhadap seorang siswi SMA. Itupun sudah sangat keterlaluan karena yang terkena tidak setara dengan pelaku. Pendapat saya adalah, pelanggaran ham seperti ini sangat sulit untuk ditangani karena tidak tau mau melaporkan ke siapa karena pihak yang berwenanglah yang curang. Sangat diharapkan agar hal seperti ini tidak terjadi lagi.&nbsp;<br><br>Setelah menonton video tersebut dengan lebih lengkap, dikatakan bahwa yang menggantikan dirinya adalah orang lain yang bukan cadangan. Maka dari itu dapat terlihat jelas ada penyogokkan atau pemberian uang terhadap oknum tertentu. Hal ini seringg terjadi, apalagi di masa pandemik ini. Orang yang berkuasa orang yang berduit kadang mendapatkan perlakuan lebih terhadap mereka yang sudah lama mengantri. Contoh saat ngantri ruang di / tempat di ICU bangak sekali orang yang berebut ngantri dari pagi hingga malam tapi yang dapat malah mereka yang nyoggok, berkuasa, dan punya koneksi dengan direktur. Sangat disayangkan sekali melihat sistem ketidakadilan yang akan sulit untuk dirubah. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 00:43:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683071795</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pandangan saya terhadap pristiwa kristina Richard S XII IPA 3/25</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683073686</link>
         <description><![CDATA[<div>Pandangan saya adalah mungkin terlalu cepat untuk menuding seseorang lain tapi mungkin ada 2 kemungkinan karena bisa saja hasil PCR Swab terkadang bisa false positive, terkadang bisa salah ,cuma mungkin ada kemungkinan lainnya bahwa ada orang lain yang kurang setuju terhadap kristina maju paskibra (mungkin ada orang yang mau menjatuhkannya) kalau dari sisi seperti ini , pelanggaran HAM dikarenakan itu adalah hak kristina untuk dapat maju paskibra karena sudah lolos cek paskibra dan sudah di setujui oleh gubernur.  Namun kalau disengajai oleh orang lain sangat tidak adil bagi kristina</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 00:44:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683073686</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Arnold Rafael XII IPA3 /5 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683092059</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut saya, kasus Christina ini sangatlah memalukan bagi oknum pelaku. Pelaku kecurangan pasti melakukan tindakan yang ilegal untuk mendapat posisi paskibra, karena yang menggantikan Christina bukan dari cadangan yang sudah ditentukan.&nbsp;<br><br>Saya berharap Christina bisa mendapat keadilan dan  kompensasi dari pemerintah secara langsung. Dan pelaku dicari dan ditindak dengan baik. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 00:55:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683092059</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Vannesa XII IPA 3 / 16</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683098395</link>
         <description><![CDATA[<div>Dari apa yang saya dapatkan dari video tersebut, menurut saya hal ini merupakan kasus pelanggaran HAM, karena di video tersebut seorang siswi dari Sulawesi bernama Kristina yang seharusnya menjadi paskibraka malah dibatalkan karena alasan tertentu yang kurang masuk menurut saya. Di video dikatakan bahwa tes PCR Kristina positif maka ia dibatalkan, tetapi setelah ia cek lagi, ternyata negatif dan seharusnya ia bisa menjadi paskibraka. Di video juga dikatakan bahwa pengganti Kristina bahkan bukan dari list cadangan, dari sini kita bisa lihat ada kejanggalan dari pihak-pihak tertentu, hal ini bukan hanya Kristina yang mengalami pelanggaran HAM, melainkan teman-teman yang ada di list cadangan tersebut juga. Hal seperti ini sangat disayangkan sekali karena masih ada orang-orang yang tidak bertanggung jawab seperti ini</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 00:59:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683098395</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kira xii ipa 3/18</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683101246</link>
         <description><![CDATA[<div>Setelah saya melihat video tentang Kristina, saya merasakan adanya kejanggalan yang kurang masuk akal. Belakangan ini, sangat memungkinkan untuk memalsukan hasil tes COVID-19. Menurut pandangan saya sendiri, mungkin saja hasil tes COVID-19 milik Kristina pun dipalsukan oleh pihak yang iri ataupun kurang setuju akan kepergiannya ke Jakarta untuk Paskibra. Dan pada sisi lain, pengganti Kristina pun bahkan bukan termasuk pilihan cadangan, sehingga hal tersebut patut dipertanyakan. Kalau misalkan benar terjadi kecurangan dan ketidaksetujuan beberapa pihak pada Kristina, ini akan mengungkit masalah HAM karena Kristina sendiri sudah memiliki hak untuk dilepaskan oleh Gubernurnya, namun karena kejadian ini pun kesempatan tersebut gagal terwujud.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 01:01:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683101246</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pandangan saya terhadap peristiwa tersebut (Michael/19)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683103423</link>
         <description><![CDATA[<div>Pandangan saya terhadap kasus tersebut merupakan suatu ketidakadilan yang dialami oleh Cristina, karena terdapat kejanggalan yang dialami Cristina, dia mengatakan pada saat swab pertama dia memang dinyatakan Positive terkena Covid tapi saat 2 hari setelahnya dia tes swab kembali, tetapi dia dinyatakan negative. Tapi Dispora Sulbar tetap mencabut Cristina sebagai perwakilan paskibraka di istana negara. Hal ini menunjukan bahwa ada yang akan menggatikan Kristina sebagai salah satu perwakilan, mungkin ada orang yang menyogok  sehingga orang yang kaya bisa berbuat seenaknya sendiri. hal ini yang perlu diperhatikan kepada penguasa-penguasa di Indonesia</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 01:02:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683103423</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Verena D S XII IPA 3/28</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683104475</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut saya sendiri, untuk masalah tes PCR, memang terkadang hasil yang diberikan sesekali kurang akurat. Dan apabila benar bahwa Kristina positif, maka sudah seharusnya dia tidak berangkat ke Jakarta. Namun apabila melihat dari sisi penggantinya, sangat butuh dipertanyakan karena pengganti bukan merupakan cadangan yang sebelumnya ditentukan. Apabila memang adanya penyogokan/penyuapan, kasus ini sangat disayangkan. Jika pada pemilihan paskibra saja ada penyogokan, apalagi di kasus-kasus lain. Selain itu, Kristina juga telah berlatih selama berbulan-bulan dan berjuang untuk diseleksi mewakilkan daerahnya di paskibra (hak nya untuk mewakilkan daerah dicopot demi uang semata). Sangat disayangkan hal ini terjadi. Untuk solusinya. saya berharap pemerintah bisa memberikan kejelasan dan tidak cuek terhadap isu ini. Ditambah itu, Kristina perlu diberi kompensasi.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 01:03:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683104475</guid>
      </item>
      <item>
         <title>VIO / 29</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683104582</link>
         <description><![CDATA[<div>setelah menonton vidio tersebut, menurut saya jangan langsung main menyalahkan orang tertentu. jd menurut pandangan saya bisa saja cristina memang terkena covid dan digantikan oleh orang yang bukan dari cadangannya karena cadanganya juga bermasalah. bisa saja, tetapi bisa juga kasus ininmemang di rencanakan untuk mengeluarkan christina dari paskibra di istana. jika hal tersebut yang terjadi maka menurut saya itu pelanggaran HAM karena cristina memiliki hak untuk menjadi paskibra di istana tetapi hak tersebut diambil oleh dengan segaja oleh orang lain. sangat tidak adil jika kasus tersebut benar benar terjadi seperti itu </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 01:03:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683104582</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Michaella/ 20</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683105188</link>
         <description><![CDATA[<div>Berdasarkan video yang saya tonton, menurut saya kasus yg terjadi ini tidak adil bagi kristina. Jika perbuatan ini disengaja, hal ini sangat tidak pantas untuk dilakukan karena merebut hak seseorang. Apalagi dikatakan bahwa pengganti Kristina bukan cadangan namun orang lain yg tidak lolos seleksi, ini patut untuk dicurgikan. Tetapi kita juga tidak dapat mengklaim bahwa ini perbuatan yg disengaja karena tidak ada bukti yang konkret. Terjadinya peristiwa ini membuat situasi semakin rumit bagi kristina, keluarga, bahkan juga pemerintah yang seharusnya tidak mempermasalahkan hal ini jika tidak ada kesalahan data.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 01:04:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683105188</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Caitlin XII IPA 3/7</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683105270</link>
         <description><![CDATA[<div>Pandangan saya terhadap kasus ini yaitu merupakan pelanggaran hak, cristina tidak mendapatkan haknya untuk tampil dan malah semacam disingkirkan oleh pihak yang bisa dikatakan statusnya lebih tinggi dan memiliki koneksi. Cristina sudah berlatih dan melakukan kewajibannya tetapi hak nya malah tidak dipedulikan dan hal ini sangatlah salah. Seharusnya kehormatan untuk tampil  didapatkan dengan hasil kerjakeras sendiri bukan dengan cara curang yang merugikan hak orang lain.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 01:04:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683105270</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Steven / 27</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683110893</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut saya ini adalah bentuk perlakuan yang tidak menghargai hak warga negara yang dilakukan oleh oknum tertentu. Dengan alasan positif covid-19 padahal menurut hasil tes pcr dikatakan bahwa cristina tidak terkena covid-19 walaupun dia memang terkena iyakali disuru pulang naik angkutan umum. Keanehan selanjutnya yaitu penggantinya bukan dari anggota cadangan tentu ini sangat membingungkan banyak orang. Membuat orang-orang semakin bertanya-tanya. Menurut saya adalah perbuatan yang disengaja entah oleh pejabat atau orang-orang yang memiliki kuasa. Ini contoh dari bentuk tidak adil yang dilakukan oleh orang-orang berkuasa hanya untuk kepuasan dirinya sendiri. Yang jelas hal ini akan membuat masyarakat menjadi semakin kurang percaya akan perlakuan adil pemerintah kepada masyarakat.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 01:08:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683110893</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pandangan saya terhadap peristiwa Kristina adalah ( Hana - XII IPA 3/9)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683112221</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut saya, kasus ini bisa dikatakan sebagai kasus ketidakadilan terhadap hak Kristina. Dapat disimpulkan dari video tersebut bahwa Kristina sudah melalui segala proses yang dibutuhkan untuk menjadi paskibraka di Istana Negara, dan sudah dinyatakan lolos dari semua tes dan prosesnya, tetapi tiba-tiba dia dipulangkan karena Tes PCR positif. Kita mungkin dapat memakluminya jika memang Tes PCR itu benar-benar positif tetapi lebih janggal lagi orang yang menggantikan Kristina tidak berasal dari daftar cadangan tetapi orang lain yang tidak diketahui. Ini akan memunculkan dugaan-dugaan bahwa ada oknum-oknum tertentu yang ingin Kristina tidak menjadi paskibraka atau mereka ingin mengambil posisi dia di paskibraka dan mengambil jalan yang salah, yaitu mungkin saja dengan menyogok petugas yang mengurus paskibraka dan memalsukan tes PCR Kristina sehingga Kristina pun dipulangkan.&nbsp;<br><br>Bahkan Kristina dipulangkan dengan angkutan umum di saat dia dikatakan positif COVID, bukankah itu membuat kecurigaan semakin besar, orang yang dinyatakan positif dipulangkan dengan angkutan umum, jika kita proses maka dia dipulangkan tanpa perlakuan yang diperlukan kepada pasien positif COVID. Dan lebihnya lagi dua hari setelah Kristina dipulangkan dia melakukan tes PCR lagi dan hasilnya pun negatif. Jika memang itu terjadi ini bukan hanya lagi kasus yang melanggar hak Kristina tetapi juga akan menjadi pelanggaran dalam hukum, yaitu adanya penyogokan dan pemalsuan dokumen.&nbsp;Ini hanya dugaan yang saya buat, tentu kita harus melihat dari segala sisi, dan pendapat orang lain serta perlu ada penyelidikan dan data yang cukup untuk menyelesaikan kasus ini.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 01:08:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683112221</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ivana XII IPA 3 / 13</title>
         <author>a103a_11293</author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683114516</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut saya peristiwa ini berupa pelanggaran hak yang di lakukan pada seorang individu atau mungkin kelompok yang ingin menggeluarkan atau menggantikan Christina di Paskibra, karena sangat janggal bahwa beberapa jam sebelum ia seharusnya terbang ke Jakarta ia dinyatakan positive covid dan hanya 2 hari kemudian ia dinyatakan negatif. Namun kita tidak bisa 100 persen yakin bahwa terdapat kecurangan atau campur tangan orang lain karena bisa saja hasil tes positif berupa false positif yang memang mungkin bisa terjadi. Akan tetapi dengan digantikannya ia dengan orang lain yang bukan merupakan anggota cadangan paskibra membuat kejadian ini makin mencurigakan, hal itu membuktikan bahwa bisa saja terdapat campur tangan orang lain yang membuat Christina tidak dapat terbang ke Jakarta, baik itu berupa menyogok uang atau pun memiliki koneksi. Kasus-kasus pelanggaran hak seperti ini memang lah sulit untuk mendapat keadilan karena kita tidak tahu harus melapor ke siapa, dan pada kondisi pandemi seperti ini pihak-pihak berwenang akan lebih fokus terhadap hal yang menyangkut keamaanan masyarakat daripada kasus pelanggaran hak seperti ini. Namun saya juga ingin sampaikan rasa kagum saya akan Christina yang berkata bahwa ia yakin di balik semua kejadian ini ada rencana Tuhan yang lebih baik.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 01:09:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683114516</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Felicia XII IPA3/11</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683129491</link>
         <description><![CDATA[<div><br></div><div>Peristiwa tersebut merupakan pelanggaran hak Kristina sebagai seseorang yang telah terpilih untuk masuk ke team paskibraka. Seharusnya Kristina berhak untuk mengikuti prosedur upacara, Kristina juga sudah mengikuti proses pelatihan serta tahapan seleksi. Namun pada saat mendekati saat-saat upacara, Kristina terpaksa dipulangkan karena hasil tes PCRnya positif. Namun banyak pihak yang berpendapat bahwa terdapat kemungkinan terjadinya kecurangan didalam kejadian tersebut.&nbsp;</div><div><br></div><div>Ada beberapa keanehan yang ditemukan di kasus ini. Salah satunya adalah hasil tes PCR negatif setelah 2 hari dinyatakan positif, Kristina juga dipulangkan dengan angkutan umum setelah Ia dinyatakan positif. Hal tersebut memunculkan spekulasi dari para pihak terkait. Pada saat itu Kristina diggantikan oleh seseorang yang bukan bagian dari team cadangan paskibra, padahal ada peserta cadangan yang siap menggantikan. Hal tersebut dapat dikatakan mencurigakan, banyak orang yang berpendapat bahwa ada keterlibatan pihak lain dalam hal ini.</div><div><br></div><div>Apabila kejadian ini memang betul dilandasi dengan kecurangan dari oknum-oknum tertentu, hal tersebut merupakan kejadian yang sangat tidak terpuji, karena mengambil hak kristina sebagai anggota paskibra.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 01:17:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683129491</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rachel DK / 23</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683129929</link>
         <description><![CDATA[<div>Terdapat kemungkinan terjadi false positive saat tes PCR, namun melihat pengganti yang bukan merupakan cadangan perlu dipertanyakan juga apakah ada alasan lain. Terlebih jika pengganti berasal dari kelompok yang dengan kekuatan seperti pejabat atau pengusaha. Bila benar terjadi sesuatu, maka ini merupakan pelanggaran hak Kristina untuk berpartisipasi menjadi paskibra, dan keluarganya yang mendampingi Kristina. Sudah merupakan kewajiban negara untuk memastikan tidak ada ketidakadilan atau pengingkaran kewajiban yang terjadi.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 01:17:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683129929</guid>
      </item>
      <item>
         <title>aldin/ 26</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683131071</link>
         <description><![CDATA[<div>Dari video yang saya tonton, menurut saya jangan terlalu cepan menghakimi orang karena hasil dari tes swab terkadang memang suka salah dan, jika memang saat itu Kristina sudah positive tetapi malah digantikan orang lain yang bukan cadangan dari tempat tersebut dari situ mungkin saya merasakan kejanggalan. Tetapi, saya juga tidak bisa bilang kalau ini terjadi karena memang disengaja karena ada orang lain yang tidak ingin mereka maju untuk menjadi anggota paskib. Jika hal ini benar, hal ini merupakan salah satu pelanggaran HAM karena Kristina memang sudah lolos untuk menjadi anggota tetapi hak tersebut direbut oleh orang lain.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 01:18:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683131071</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aaron rafael XII IPA 3/2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683134795</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut&nbsp;saya, jika memang benar Kristina didiagnosa positif covid, mengapa ia dipulangkan dengan angkutan umum? Itu pasti akan membuat penumpang lainnya terinfeksi covid juga. Saya setuju dengan pendapat paman Kristina, terdapat kejanggalan di peristiwa ini. Menurut saya tes pcr Kristina dipalsukan oleh orang yang berusaha menjatuhkan dia, sehingga ia tidak jadi berangkat ke Jakarta. Mengenai peserta cadangan, mungkin saja cadangannya bermasalah, sehingga dipilih orang lain di luar cadangan. Namun jika benar, ini jelas merupakan pelanggaran hak, di mana Kristina memiliki hak untuk menjadi paskibra di istana, namun hak tersebut direbut sengaja oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 01:19:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683134795</guid>
      </item>
      <item>
         <title>GRACE XIIA3-24</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683138698</link>
         <description><![CDATA[<div>Setelah saya menyaksikan video tersebut menurut saya kita tidak dapat bisa menyimpulkannya ada kecurangan atau ada campur tangan orang tertentu karena hasil testnya menjadi positif, karena test covid memang terkadang dapat memberikan hasil yang tidak tepat. Lalu kasus ini bisa saja dimanfaatkan oleh oknum tertentu sehingga pengganti Christina bukanlah dari cadangan yang sudah ditentukan. Tetapi, bisa saja juga kalau pengganti yang sudah ditentukan ada masalah sehingga ia tidak jadi dipilih.<br><br>Kasus ini memang kurang dapat disimpulkan adanya kecurangan yang terjadi karena pasti pemertintah pasti lebih mementingkan keamanan dalam situasi sekarang ini. Namun, memang yang membuat hal ini menjadi janggal karena Christina yang dipulangkan menggunakan angkutan umum dan tidak diperlakukan sebagai pasien yang positif. &nbsp;<br><br>Tapi saya cukup merasa sedih dan juga kagum kepada Christina, karena saya tahu pasti dia sudah berlatih sangat lama dan juga sudah menantikannya untuk menjadi paskibra di istana, tetapi apa yang terjadi Christina bisa menerimanya dengan lapang dada.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 01:22:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683138698</guid>
      </item>
      <item>
         <title>GRACE XIIA3-24</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683138908</link>
         <description><![CDATA[<div>Setelah saya menyaksikan video tersebut menurut saya kita tidak dapat bisa menyimpulkannya ada kecurangan atau ada campur tangan orang tertentu karena hasil testnya menjadi positif, karena test covid memang terkadang dapat memberikan hasil yang tidak tepat. Lalu kasus ini bisa saja dimanfaatkan oleh oknum tertentu sehingga pengganti Christina bukanlah dari cadangan yang sudah ditentukan. Tetapi, bisa saja juga kalau pengganti yang sudah ditentukan ada masalah sehingga ia tidak jadi dipilih.<br><br>Kasus ini memang kurang dapat disimpulkan adanya kecurangan yang terjadi karena pasti pemertintah pasti lebih mementingkan keamanan dalam situasi sekarang ini. Namun, memang yang membuat hal ini menjadi janggal karena Christina yang dipulangkan menggunakan angkutan umum dan tidak diperlakukan sebagai pasien yang positif. &nbsp;<br><br>Tapi saya cukup merasa sedih dan juga kagum kepada Christina, karena saya tahu pasti dia sudah berlatih sangat lama dan juga sudah menantikannya untuk menjadi paskibra di istana, tetapi apa yang terjadi Christina bisa menerimanya dengan lapang dada.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 01:22:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683138908</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aaron K XII IPA-3/1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683149425</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut saya, setelah menonton video tersebut, memang dalam konteks ini terlihat kejanggalan yang dapat berarti sesuatu hal yang sudah tidak seharusnya. Namun dalam video ini, tidak banyak bukti yang dapat menjelaskan hal tersebut, hanyalah bahwa terdapat kesalahan pada tes covid atau false positif serta diambilnya pengganti dari sumber lain yang tidak ditetapkan sebelumnya. Menurut saya ada banyak variabel yang dapat menjelaskan situasi ini. Sistem administrasi sering kali menghasilkan kekeliruan yang dapat fatal. Koordinasi yang kurang tepat bisa menghasilkan pengarahan yang salah sehingga sesuatu yang sudah ditetapkan tidak terjadi semestinya. Tes covid, tergantung dengan jenisnya memiliki risiko false positifnya sendiri yang dapat mengakibatkan hal ini. Pada ujungnya, hak dari anggota paskibra tersebut tidak didapatnya. Dalam kondisi yang sulit ini, keteledoran sistem perlu diawasi sehingga hal-hal seperti semakin jarang dan tidak terjadi sama sekali.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 01:27:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683149425</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lalita XII ipa 2 / 20</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683224198</link>
         <description><![CDATA[<div>menurut saya tidak adil bagi cristina karena sudah dilepas oleh gubernur dan dipulangkan dengan cara yang tidak layak. Namun karena belum ada bukti yang pasti tidak bisa dibuktikan mana pihak yang salah. hal ini juga belum bisa diselesaikan dengan kesimpulan karena juga tidak ada bukti yang kuat dan kejelasan yang lengkap terhadap kejadian dan kronologi yang jelas.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 02:08:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683224198</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Charlize XII IPA 2 / 7</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683226707</link>
         <description><![CDATA[<div>Setelah menonton video tersebut menurut saya ada 2 kemungkinan. Christina memang benar terkena covid atau merupakan hal yang di sengaja / direncanakan untuk mengeluarkan Christina dari TIM PASKIBRA. Bila hal ini direncanakan, ini merupakan bentuk pelanggaran HAM karena Christina punya hak untuk menjadi anggota paskibra di istana, apalagi ia tentu telah latihan dan bekerja keras, malah hak yang harusnya ia dapatkan atas kerja kerasnya di ambil oleh orang lain. Tak hanya itu, ia juga diperlakukan sangat tidak layak. Maka sangatlah tidak adil bila benar hal ini di rencanakan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 02:10:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683226707</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Catherine VC, XII IPA 2 / 5                       Menurut saya dari video yang ditunjukkan terlihat adanya ketidakadilan pada Christina. Hasil tes covid yang positif telah menahan christina pergi ke Jakarta dan penggantinya bukanlah cadangan yang ditentukan. Dapat kita simpulkan terdapat sesuatu yang janggal dan aneh dengan sistem pengganti tersebut dan patut ditanyakan kejelasannya. Apalagi terbukti bahwa setelah tes ulang Covid, Christina dinyatakan negatif covid. Sebagai pasien yang dinyatakan positif pertama kali, kewaspadaan akan pemulangan Christina sangatlah rendah dan dapat membahayakan warga sekitar di area umum maka harus diselidiki lebih lanjut apakah kejadian ini hanyalah kebetulan atau memang seseorang melakukan penyuapan dan sebagainya.  </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683228315</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 02:11:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683228315</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Charlene / XII IPA 2 / 06</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683229569</link>
         <description><![CDATA[<div>Setelah saya menonton video tersebut, saya merasa bahwa memang ada suatu kejanggalan yang terjadi. Dari hal - hal yang ada di video seperti tes PCR Christina yang dinyatakan positif lalu dipulangkan ke kampung halaman dengan angkutan umum, cadangan pengganti christina bukan dari daftar cadangan namun ada orang lain yang menggantikan itu sudah tidak benar. Menurut saya , ini adalah bentuk ketidakadilan , dimana Christina punya hak untuk mempertanyakan hal ini karena memang 2 hari setelah Ia dinyatakan positif , Ia melakukan tes PCR ulang dan hasilnya negatif. Dari sini terlihat memang ada suatu kejanggalan entah dari mana datangnya itu karena keluarga Christina pun tidak pasti. Kemudian jika memang Christina positif corona maka seharusnya Ia didampingi untuk melakukan isolasi mandiri baik dirumah ataupun di rumah sakit namun perlakuan yang disebutkan pada video yaitu Christina dipulangkan dengan angkutan umum itu sangat tidak logis. Christina juga langsung dilepas oleh pemerintah sulawesi barat secara resmi. Ketidakadilan inilah yang masih sering muncul di negara manapun khususnya Indonesia. Bisa saja karena jabatan pemerintah itu tinggi , mereka memperlakukan masyarakar seenaknya. Padahal siapapun mempunyai hak keadilan dan mereka itu sederajat. Walaupun memang belum ada bukti lebih lanjut tentang pihak mana yang salah namun Christina dan keluarga butuh kejelasan karena memang sudah sepatutnya begitu. Jika pihak pemerintah tidak memberikan mereka kejelasan yang pasti maka memang benar kejanggalan ini berasal dari pihak mereka sendiri. </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 02:12:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683229569</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Gregory XII IPA2/29</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683230666</link>
         <description><![CDATA[<div>Setelah&nbsp;menonton video tersebut menurut saya hal ini tidak adil bagi Kristina tetapi kita juga tidak bisa main memihak sebab bukti yang ad belum ditemukan maka dari itu lebih baik bersikap netral hingga bukti ditemukan</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 02:12:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683230666</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ellysia XII IPA 2/10</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683232635</link>
         <description><![CDATA[<div>Setelah menonton video tersebut, menurut saya tidak adil untuk langsung mengambil keputusan untuk tidak mengizinkan kristina keluar ke senayan. Ya memang betul alasannya itu karena dia kena covid tapi faktanya pemerintahnya memilih orang yang bukan jadi cadangannya (apabila kristina tidak ikut) itu seperti menunjukkan bahwa pemerintahnya tidak ingin kristina. Olen karena itu menurut saya, keputusan pemerintah kali ini itu tidak adil untuk kristina.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 02:13:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683232635</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lorenzo XII IPA2 - 21</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683233048</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut pendapat saya sendiri mengenai video tersebut yaitu dalam video tersebut terdapat suatu ketidakadilan HAM, dalam kasus ini Kristina yang sudah diijinkan dan diberikan kepercayaan untuk bertugas sebagai paskibra dengan tiba tiba tidak jadi untuk bertugas dikarenakan adanya kejanggalan dari hasil tes pcr swab yang sempat positif dan dites lagi untuk kedua kalinya tiba tiba menjadi negatif. Hal ini bisa saja terjadi / dilakukan dengan secara sengaja oleh pihak tertentu atau orang orang yang tidak menyukai kristina / tidak menginginkan kristina untuk menjadi petugas paskibra, dan juga untuk ketidakadilan yang kedua yaitu untuk petugas selain kristina pihak sana juga menggantikannya dengan orang yang bukan menjadi cadangan, jadi dengan ini merupakan bentuk suatu ketidakadilan yang diterima oleh kristina maupun oleh si cadangan petugas paskibra ini.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 02:14:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683233048</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Allinallya / XII IPA 3 / 03</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683235175</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut saya kasus Kristina yang gagal menjadi paskibraka di Istana Negara adalah salah satu bentuk pelanggaran HAM sebagai warga negara karena Kristina tidak mendapat haknya, yaitu menjadi paskibra. Kemungkinan terdapat campur tangan dari pihak lain terkait yang ingin menjadi paskibra juga. Oknum tersebut kemungkinan membuat hasil PCR Kristina hasilnya menjadi positif. Hal ini diperkuat dengan hasil test PCR Kristina kemudian dinyatakan negatif. Sehingga kemungkinan ada kesalahan murni test PCR atau ada orang yang menyalahkan hasil test Kristina. Hal ini juga diperkuat dengan pengganti paskibra bukan dari cadangan paskibraka lainnya, tetapi digantikan oleh orang lain yang bukan masuk ke cadangan. Sehingga kemungkinan besar terjadi penyuapan oleh oknum tertentu untuk merampas hak yang dimiliki Kristina. Kristina yang sudah lama berusaha dah berlatih hingga menjadi calon paskibra tidak mendapatkan hak yang sesuai. Dari kejanggalan-kejanggalan di atas, saya merasa ketidakadilan bagi Christina karena Christina telah berusaha dengan sungguh-sungguh. Saya berharap pemerintah mencari cara agar dapat menangkap pelaku yang menyebabkan ketidakadilan ini sehingga hak dan kewajiban setiap warga negara Indonesia dapat terlaksana.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 02:15:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683235175</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bernad XII IPA 2/3</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683237726</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut saya kasus ini sangat merugikan Kristina karena ia dituduh positif covid19 dengan alasan yang kurang jelas sehingga dia tidak jadi ke Jakarta untuk bertugas menjadi paskibra. Jika Ia benar-benar positif covid19 seharusnya ia diantar oleh tenaga medis untuk isolasi mandiri layaknya seperti pasien covid lainnya, tetapi ia malah dipulangkan sendiri oleh kendaraan umum. Serta yang menggantikan dia untuk menjadi paskibra adalah orang yang bukan menjadi cadangan yang sudah ditentukan sebelumnya, dan orang tersebut belum dilatih untuk menjadi paskibra sebelumnya. Hal ini sangat mencurigakan dan belum diketahui kepastiannya</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 02:16:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683237726</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Patricia XII IPA 3 / 22</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683240600</link>
         <description><![CDATA[<div>setelah menonton video tersebut menurut saya menurut saya mungkin ada kesalahan pada pengambilan tes PCR, namun sebaiknya harus di ulang kembali karena adanya kemungkinan salah. Namun pengganti Cristina bukanlah orang yang menjadi candangannya sehingga hal ini merupakan ketidak adilan pada pihak Christina. Menurut saya ini merupakan pelanggaran HAM karena Christina seharusnya berhak memiliki kesempatan untuk menjadi paskibra di istana, namun hak tersebut diambil oleh orang lain yang bukan dari cadangan. Hal ini sungguh tidak adil bagi Cristina</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 02:18:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683240600</guid>
      </item>
      <item>
         <title>GLEN XII IPA 2/2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683242060</link>
         <description><![CDATA[<div>Dari video tersebut, menurut saya bisa saja Cristina memang terkena virus corona dan memnang wajar untuk digantikan. Tetapi dari hasil tes yang ke 2 menyatakan kalau Cristina negatif covid bisa jadi hal yang disengaja apalagi digantikan dengan orang yang tidak masuk dalam daftar cadangan membuat orang semakin curiga. Jika benar disengaja, oknum bisa saja memalsukan hasil tes covid pertama milikCristina. Maka menurut saya ini adalah pelanggaran hak terhadap Cristina karena ia sudah bekerja keras dan berusaha tetapi malah dikeluarkan dengan cara yang melanggar hukum juga. Tetapi belum ada bukti yang cukup karena bisa saja merupakan kesalahan murni tes PCR dan gurbernur perlu mengambil keputusan cepat maka menurutnya pilihan yang logis adalah mengeluarkan Cristina karena takut virus tersebut menular</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 02:19:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683242060</guid>
      </item>
      <item>
         <title>evelyn xii ipa 2/11</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683244332</link>
         <description><![CDATA[<div>pendapat saya mengenai video tersebut adalah Kristina tidak berhasil menjadi paskibraka dan tidak jadi pergi ke Jakarta (istana) karena hasilnya test covidnya positif sebelum ia berangkat ke Jakarta dan tentunya jika hasil nya positif, ia tidak bisa menjadi paskibraka tetapi 2 hari kemudian sehabis 17 Agustus hasil tes covidnya adalah negatif sehingga inilah yang ditanya-tanyakan oleh Kristina. Kasus ini bisa saja menjadi pelanggaran HAM karena mungkin ada yang ingin menjadi paskibraka, sehingga orang tersebut berbuat curang dan mengambil hak dan posisi Kristina dengan cara memalsukan hasil tes covid (pada masa kini marak sekali pemalsuan hasil tes covid) tetapi sampai sekarang belum ada bukti sehingga tidak bisa dijadikan sebagai pelanggaran HAM. Untuk kemungkinan lainnya , mungkin memang ada kesalahan pada hasil tes covid karena memang ada beberapa kasus di Indonesia, saat tes covid kedua hasilnya itu berbeda.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 02:20:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683244332</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nathan XII IPA 2 / 22</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683244821</link>
         <description><![CDATA[<div>Setelah menonton video ini, saya jadi berpikir bahwa hal ini menjadi sebuah ketidakadilan bagi pihak Christina. Jika kita lihat dari perspektif bahwa tindakan ini disengaja, maka bisa dibilang bahwa hal ini merupakan penyalahgunaan kekuasaan. Dibilang tadi bahwa Pemprov Sulawesi Barat. Tetapi, beberapa jam sebelum berangkat ke Jakarta, Christina dinyatakan positif Covid-19. Hal ini sudah janggal karena secara logika, jika sudah diijinkan oleh Pemprov, berarti sudah ada beberapa tes yang dilakukan dan hasilnya negatif.  Hal lain yang menjadi kejanggalan adalah bahwa pengganti Christina bukanlah orang yang masuk dalam list cadangan, tentunya hal ini membuktikan bahwa memang ada kecurangan yang terjadi di sini. Dinyatakan positif Covid-19 bukanlah hal kecil, simple, atau sepele, terutama di masa pandemi ini dimana virus ini sangat ditakutkan. Citra Christina di mata umum bisa saja tercemar begitu saja dengan kedok "Positif Covid-19" yang tentunya tidak demikian. Di pertengahan video juga diperlihatkan Christina yang mengatakan bahwa hasil tes PCRnya sudah negatif. Bahkan saat keluarganya mempertanyakan ke dinas, jawaban yang mereka dapatkan tidak memuaskan. Pada hakekatnya, hal ini sudah menjadi pelanggaran HAM. Christina sebagai manusia yang seharusnya mempunyai hak untuk berangkat ke Jakarta dihilangkan begitu saja hanya karena ketidakjelasan sistem di pemerintahan. Kita tahu bagaimana sistem pemerintahan Indonesia yang sebagian besar dijalankan oleh uang dan orang dalam. Ketidakadilan yang seperti ini yang seharusnya ditumpas habis. Siapapun yang hidup di tanah air Indonesia ini mempunyai hak yang sama, derajat yang sama, sebagai manusia. Saya harap Christina akan mendapatkan bukti yang jelas dan jawaban yang memuaskan dari pihak dinas.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 02:20:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683244821</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Anastasia Deandra Rustam/XII IPA 2/01</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683245169</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut saya, setelah menonton video tersebut, ada beberapa kemungkinan yang bisa terjadi. Bisa saja pada saat melakukan PCR hasilnya yang tidak akurat, ataupun bisa saja ada pihak lain yang menyabotase hasil PCR tersebut karena tidak menginginkan Cristina pergi menjadi anggota PASKIBRA di Jakarta. Namun dari beberapa pernyataan yang dijelaskan pada video tersebut, memang terdapat banyak kejanggalan, mulai dari pengganti Cristina yang bukan berasal dari daftar cadangan, dan hasil PCR yang berbeda dengan yang dites dua hari setelahnya. Beberapa bukti ini sendiri akan menimbulkan banyak pertanyaan akan adanya kesengajaan di balik semua ini. Selain itu, Cristina pun dipulangkan dengan angkutan umum pasca dinyatakan positif covid, dimana hal tersebut tidak etis karena apabila memang benar Cristina terkena covid, seharusnya ia langsung diisolasi baik secara mandiri maupun di rumah sakit/tempat isolasi lainnya, dan tidak seharusnya ia berkeliaran di angkutan umum. Hal ini sudah merupakan sebuah bentuk pelanggaran HAM, dimana seharusnya Cristina berhak untuk mendapatkan tanggung jawab pemerintah. Kasus-kasus seperti ini sebenarnya masih sering terjadi di Indonesia, dimana orang-orang yang memiliki jabatan yang lebih tinggi bisa semena-mena terhadap orang-orang yang lemah kekuasaannya, termasuk masyarakat biasa </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 02:20:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683245169</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Brigitta A XII IPA 2/4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683247391</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut saya, memang ada kejanggalan pada kasus Cristina ini. Ia dipulangkan dengan cara yang tidak selayaknya pasien COVID-19 sedangkan hasil tes nya adalah positif. Dan saat pihak keluarga menanyakan tentang hal tersebut, jawaban yang di dapatkan juga tidak jelas. Tetapi tidak baik juga jika langsung melakukan penuduhan tanpa adanya bukti yang jelas.<br>Kasusini tentu saja merupakan salah satu contoh kasus pelanggaran hak, hal ini dikarenakan Cristina yang tidak dapat mendapatkan haknya sebagai paskibra yang seharusnya bertugas di Jakarta.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 02:21:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683247391</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Paul XII IPA 2/ 25</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683251019</link>
         <description><![CDATA[<div>Setelah saya menonton video tersebut, menurut saya memang terjadi ketidakadilan HAM, dalam kasus ini kristina tidak jadi bertugas sebagai paskibraka, karena waktu kristina dites, ternyata pcrnya positif tetapi waktu pcr ulang sudah negatif, bisa jadi ini adalah ulah suatu oknum yang memanipulasi hasil test covid atau ini murni kesalahan hasil test, kemungkinan ini adalah ulah oknum tersebut yangtidak mau Kristina menjadi paskibraka, ketidakadilan yang lain juga terlihat ketika pihak sana juga menggantikan orang cadangan dengan orang yang bukan seharusnya menjadi pengganti Kristina</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 02:24:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683251019</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lukas XII IPA 2 / 13</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683305360</link>
         <description><![CDATA[<div>Setelah menonton video tersebut saya merasa bahwa benar ada ketidakadilan dibalik kejadian tersebut karena 2 hari setelah inisial test covidnya, yang awalnya dia ditest positif, ternyata dia negatif dan betul mengangkat kecurigaan bahwa ia dicurangi untuk diambil perannya sebagai paskibraka. Terlebihnya yang menggantikannya bukanlah cadangan namun orang lain. Tentunya ada pelanggaran HAM dibalik cerita ini berupa penyalahgunaan kekuatan oleh siapa saja yang merengut peran Kristina.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 02:54:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683305360</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Gerard Stefan XII IPA 2 / 12</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683310843</link>
         <description><![CDATA[<div>Pandangan saya adalah ketika kristina tidak jadi pergi ke Jakarta untuk paskibraka dikarenakan tes covidnya yang positif merupakan hal yang normal. Namun ketika ditemukan kejanggalan seperti dipulangkan dengan angkutan umum, dan posisinya diisi oleh orang yang bukan dari cadangan paskibra, beberapa kecurigaan mulai muncul. Pelanggaran HAM dapat dilihat pada adanya kemungkinan oknum yang melakukan penyalahgunaan kekuasaan untuk menjatuhkan kristina. Hal tersebut merupakan bentuk ketidakadilan yang harus diselesaikan secara hukum.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 02:57:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683310843</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Edmond XII IPA 2 / 9</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683310932</link>
         <description><![CDATA[<div>Setelah menonton video tersebut, menurut saya apa yang terjadi terhadap calon paskibraka di video, Cristina sangat tidak adil. Sebab bagi seorang untuk menjadi paskibraka pastinya sudah melalui banyak perjuangan dan usaha sehingga terpilih menjadi paskibraka. Namun walaupun sudah seperti itu dan bahkan sudah dilepaskan oleh Gubernur Sulawesi Barat untuk menjadi paskibraka, Cristina tidak menjadi paskibraka dan dipulangkan saat ingin pergi ke lokasi istana negara, Jakarta. Alasan dibatalkannya pun terdapat hal yang aneh yaitu disebabkan hasil tes COVID-19 yang menunjukkan positif walaupun 2 hari setelahnya ia melakukan tes COVID-19 kembali dengan lembaga berbeda yang lokal dan lalu hasilnya menunjukkan negatif. Dan juga saat ia dipulangkan kembali ke kampung halamannya adalah dengan menggunakan angkutan umum tanpa dampingan khusus layaknya pasien COVID-19. Ini dengan fakta bahwa pengganti Cristina bukan termasuk daftar cadangan paskibraka (yang seharusnya dipakai jika Cristina berhalangan/tidak bisa menjadi paskibraka). Kedua hal tersebut membuat kasus yang terjadi terhadap Cristina sangat janggal. Karena hal-hal tersebut saya berspekulasi bahwa terdapat penyalahgunaan kekuasaan yang terjadi yang mampu memalsukan hasil tes COVID-19 Cristina dan lalu memulangkannya, yang kemungkinan besar merupakan seseorang di dalam pemerintahan. Penyalahgunaan kekusaan menurut saya merupakan pelanggaran HAM yang sangat tidak adil sebab seseorang menggunakan posisinya yang tinggi untuk membuat kerugian bagi pihak lain yang dibawahnya/tidak memiliki kekuasaan dan kebanyakan waktu tidak ada yang bisa dilakukan oleh pihak yang di bawah tanpa bantuan dari lain.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 02:58:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683310932</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bintang XII IPA 1/27</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683358331</link>
         <description><![CDATA[<div>Setelah menonton video nya, pandangan saya dalam kasus tersebut ada dua hal yaitu memang hasil PCR Swab yang salah dikarenakan adanya kesalahan teknis atau memang ada orang yang tidak setuju jika kristina menjadi paskibra. Kalau memang ada orang yang tidak setuju kristina menjadi paskibra itu merupakan pelanggaran HAM karena itu merupakan hak kristina untuk dapat mengikuti paskriba yang telah lolos dan disetujui gubernur. Namun, karena terjadinya hal seperti ini kesempatan tersebut hilang dan tidak terwujud</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 03:27:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683358331</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Alexandra Lea XII IPA 1/1 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683363638</link>
         <description><![CDATA[<div>berdasarkan video diatas, menurut pendapat saya pribadi,  hal ini adalah suatu bentuk ketidak adilan. Karena dikatakan pada video tersebut bahwa hasil Tes covid Christina dinyatakan negatif namun Ia malah dipulangkan kembali dan digantikan dengan orang yang dinyatakan tidak seharusnya menjadi cadangan christina. Hal ini sangatlah patut dipertanyakan  karena merupakan hal yang janggal. Hal ini juga termasuk salah satu bentuk pelanggaran HAM karena telah merebut hak orang lain.&nbsp; </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 03:30:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683363638</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Marshanda/XII IPA 1/15</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683369742</link>
         <description><![CDATA[<div>Setelah melihat kasus Christina tidak dapat dipungkiri bahwa jelas" ada kejanggalan. Tidak bermaksud menuduh tapi ada kemungkinan bahwa Christina memang di sabotase agar tidak jadi berangkat ke istana presiden atau memang hasil pemeriksaan keliru. Media berkata ia dipulangkan tidak selayaknya pasien covid-19, melainkan melalui kendaraan umum. Jelas" ada yang tidak beres disini.&nbsp;Hal ini sangat memprihatinkan bagi Christina karena tidak dapat memperoleh haknya, pemerintah yang seharusnya bertanggung jawab akan hal ini juga lepas tangan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 03:34:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683369742</guid>
      </item>
      <item>
         <title>mischa xii ipa 1/18</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683371366</link>
         <description><![CDATA[<div>setelah menonton video itu saya merasa ad kejanggalan.karena christina dites positif covid 19 namun ia dipulangkan  dengan angkatan umum yang tidak sesuai dengan penanganan covid 19 yang sepantasnya.tapi tuduhan dari keluarga christina tidak semestinya dilakukan karena belum ada bukti yang jelas.ini menurut saya merupakan contoh kasus pelanggaran hak karena christina memiliki hak untuk ikut paskibra namun ia tidak mendapatkannya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 03:35:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683371366</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Naradhipati Andaru XII IPA 1/18</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683375007</link>
         <description><![CDATA[<div>Sayang sekali kejadian itu terjadi, karena Cristina maupun cadangan yang sudah ditentukan, beserta keluarga mereka masing-masing pastinya sudah bersiap-siap untuk pergi ke Jakarta dan untuk melakukan bagiannya sebagai paskibraka, bahkan sudah dilepas secara resmi oleh gubernur ketika hasil PCR dinyatakan negatif. Namun, mungkin dibalik semua itu ada sebuah kesalahan dalam hasil PCR, atau mungkin ada rencana lain. Hal ini tentunya melanggar hak Cristina dan cadangan yang sudah ditentukan, dan juga keluarga mereka.</div><div><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 03:37:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683375007</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Wilhelm Ezra XII IPA 1/28</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683378300</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut saya, ini kasus ada kejanggalan. Saat ini, mudah sekali untuk mealsukan hasil tes COVID-19 ini. Jika, Christina di curangi oleh pihak yang iri atau tidak memperbolehkan ia untuk pergi ke Jakarta, maka ini merupakan kasus pelanggaran HAM. Ia memiliki hak untuk pergi ke Jakarta dan sudah diperbolehkan oleh gubernur. Artinya seseorang sudah menggagalkan mimpi Cristina untuk pergi ke Jakarta dan menjadi paskibra</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 03:39:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683378300</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Teressa Annelee </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683380291</link>
         <description><![CDATA[<div>Tanggapan Saya mengenai kasus Christina adalah, dirinya telah menghadapi ketidakadilan. Terdapat kejanggalan dalam tes COVID lalu digantikan oleh orang yang bukan cadangannya. Ketika ditanyakan mengenai kasus ini, malah dibilang "Yasudahlah biarlah kasus ini lewat" Padahal, terdapat kejanggalan dan mereka tidak membedah kasus ini lebih lanjut. Christina pantas untuk mendapatkan keadilan berupa pembelahan kasus lebih mendalam. Karena terdapat banyak kejanggalan dalam peristiwa tersebut</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 03:41:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683380291</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Gabriela Arista XII MIPA 1 / 12</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683385050</link>
         <description><![CDATA[<div>Sesudah menonton video tentang christina, awalnya menurut saya itu merupakan suatu alasan yang bagus untuk melepas christina dan tidak jadi berangkat ke Jakarta karena positif covid agar penularan virus nya tidak semakin parah. Disitu saya menemukan keanehan ketika Christina tes pcr ulang covid ternyata negatif. Ditambah lagi waktu saya tahu bahwa pengganti Christina bukan dari list cadangan serta saat pulang bukannya diantar seperti pasien covid tapi disuruh naik kendaraan umum. Kalau benar Christina positif covid, dengan Ia pulang naik kendaraan umum bisa menyebarluaskan virusnya dan penularan virus akan semakin parah walaupun yang di dalam kendaraan tersebut sudah pakai masker. Terkait pengganti, sangat aneh apabila pengganti yang dipilih tidak termasuk dalam list cadangan atau orang luar. Menurut saya ini tidak adil untuk Christina dan orang-orang yang ada di list cadangan yang tidak berkesempatan ke Jakarta karena mereka sudah berlatih keras dan akhirnya malah orang luar yang berkesempatan ke Jakarta.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 03:44:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683385050</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Psefie XII IPA 1/21</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683387341</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut saya, kasus ini bisa dikatakan sebagai kasus ketidakadilan pada hak Cristina mulai dari ia yang tiba-tiba hasil tes PCRnya positif padahal tadinya ia sudah diloloskan dan ini terjadi dalam rentang watu 2 hari, kemudian ia dipulangkan dengan angkutan umum terlebih lagi posisinya digantikan oleh orang yang bukan berasal dari cadangan paskibra. Menurut saya pelanggaran HAM dapat dlihat dengan adanya kemungkinan dari oknum-oknum yang melakukan penyalahgunaan kekuasaan supaya dapat menjatuhkan Cristina sehingga posisinya direbut oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Cristina berhak untuk mendapatkan tanggung jawab dari pemerintah</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 03:46:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683387341</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Martin XII IPA 1/4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683388943</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut saya, bisa saja Cristina memang terinfeksi Covid-19 sehingga hasil tesnya positif, namun jika hasil tes tersebut adalah asli dan benar, maka Cristina akan diberikan perawatan/perlakuan layaknya kasus positif lainnya, tidak dipulangkan menggunakan angkutan umum karena beresiko menyebarkan, selain itu tes ulang yang dilakukan dalam jangka waktu 2 hari setelah tes pertama juga tidak umum dilakukan. Selain itu, saya juga setuju dengan kejanggalan jika memang benar Cristina digantikan oleh orang di luar daftar cadangan, sangat kecil kemungkinannya semua orang pada daftar cadangan berhalangan untuk berangkat ke Senayan. Hal ini berarti ada oknum dengan kedudukan/otoritas yang sengaja mengatur kejadian-kejadian sedemikian rupa agar dapat memasukkan orang lain ke jajaran paskibraka, walaupun orang tersebut tidak lolos seleksi paskibraka. Dari sini bisa dilihat bahwa hak Cristina untuk berangkat menjadi paskibraka direbut oleh oknum tertentu untuk memenuhi kepentingannya sendiri. Oknum tersebut menyalahgunakan kedudukan dan kekuasaannya untuk menggagalkan Cristina berangkat, mungkin karena ia tak ingin Cristina berangkat atau ia ingin orang lain menjadi anggota paskibraka.  Tidak hanya merebut hak Cristina menjadi paskibraka, oknum tersebut juga bisa membahayakan masyarakat luas dengan memanipulasi hasil tes PCR.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 03:47:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683388943</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Brigitta Setiawan XII IPA 1 / 6</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683394182</link>
         <description><![CDATA[<div>Setelah menonton video Kristina, saya merasa bahwa memang ada hal yang aneh dari kasus tersebut. Menurut saya apabila hasil tes Kristina memang positif, maka seharusnya ia langsung dilarikan ke rumah sakit atau setidaknya jangan dibiarkan pulang dengan menggunakan angkutan umum karena hal itu membahayakan orang lain juga, dan justru menyebarluaskan virus. Selain itu, menurut saya kalaupun memang ada yang tidak setuju dengan keberangkatan Kristina ke Jakarta, mengapa ia tidak digantikan dengan nama kandidat yang memang ada di dalam daftar cadangan ? Bagi saya kecil kemungkinannnya apabila semua orang yang ada di dalam daftar cadangan tidak bisa berangkat menggatikan Krisitina. Menurut saya, memang ada oknum yang memiliki ambisi tersendiri, namun untuk mencapainya mereka memilih untuk menggunakan cara yang tidak baik dan sangat merugikan orang lain. Bagi saya kasus ini merupakan pelanggaran HAM karena mengambil kesempatan orang lain yang didapat secara jujur dan adil, selain itu pihak tersebut juga bisa merugikan masyarakat dengan memanipulasi hasil tes PCR milik Kristina</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 03:50:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683394182</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Christo XII IPA 1/08</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683396779</link>
         <description><![CDATA[<div>setelah menonton video tersebut, dapat dilihat betapa besar ketidakadlian yang terjadi di Indonesia. Pasti tidak mudah untuk lolos seleksi paskibra, dan juga usaha yang dia lakukan juga lah pasti tidak sebentar, tetapi semua sirna karena hasil  tes covid yang positif, sehingga Christina harus dipulangkan ,dan juga orang yang menggantikan Christina juga bukan orang dari cadangan yang telah ditetapkan. walaupun Christina benar benar positif seharusnya dirawat secara baik baik, tidak dibiarkan untuk pulang melalui kendaraan umum. Hal ini terlihat betapa janggalnya kejadian ini</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 03:52:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683396779</guid>
      </item>
      <item>
         <title>🤬 Octavio Herlim XII IPA 2 / 28</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683413552</link>
         <description><![CDATA[<div>Setelah menonton video tersebut, menurut saya ini terjadi karena kecurangan dan adanya orang yang mencari kesempatan untuk menjadi paskibraka, dan tes PCR yang false positive bisa menjadi salah satu indikator adanya campur tangan orang lain yang merupakan pelanggaran HAM Christina&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 04:04:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683413552</guid>
      </item>
      <item>
         <title>namira aurelia xii ipa 1 / 17</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683413567</link>
         <description><![CDATA[<div>menurut pendapat saya, cristina mendapat ketidakadilan. pada video diatas cristina pertama kali pcr hasilnya positif dan ia batal pergi ke jakarta adalah hal yang normal namun pas ia dipulangkan dengan cara yang tidak layak menimbulkan pertanyaan. dari hal tersebut bisa saja ada yg menyabotase hasil pcr nya atau memang hasil pcr tersebut tidak akurat. namun ada kejanggalan lain yaitu pengganti cristina tidak digantikan dengan orang yang memang sudah ditunjuk menjadi cadangan melainkan orang lain. bisa saja ini akal2an orang lain untung memang menggantikan cristina dengan orang lain. lalu juga ada bukti saat cristina pcr kedua dia memiliki hasil yang negatif. jadi bagi saya ini adalah salah satu bentuk ketidakadilan.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 04:04:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683413567</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Stephanie XII IPA 1 / 22</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683416030</link>
         <description><![CDATA[<div>Setelah saya melihat video tersebut, menurut saya ada terdapat kejanggalan dan ketidakadilan yang dialami oleh seorang siswi yang bernama Christina asal Sulawesi Barat yang sudah berjuang dan berjuang dengan keras untuk bisa mendapatkan posisi sebagai Paskibraka. Namun ia mengalami hal yang sungguh memilukan karena Christina dinyatakan positif COVID-19 dan batal menjadi anggota Paskibraka di Istana Negara di Jakarta. Saya merasakan adanya ketidakadilan karena sosok yang menggantikan posisi Christina ke Istana Negara bukanlah anggota cadangan, melainkan orang lain. Hal ini menunjukkan adanya kejanggalan berupa campur tangan dari orang lain dan penyalahgunaan kekuasaan dari pihak tertentu. Pihak tersebut dapat dengan disengaja membuat hasil tes PCR Christina menjadi positif. Selanjutnya, Christina melakukan tes ulang setelah 3 hari dinyatakan positif dan dinyatakan hasilnya bahwa ia negatif COVID-19. Maka, hal ini menjadi bukti kuat adanya kejanggalan. Kejanggalan lainnya yaitu tidak ada penanganan khusus bagi Christina selama kepulangan ke kampung halaman yaitu dengan kendaraan umum. Padahal seharusnya ada penanganan khusus bagi orang yang positif COVID-19. Hal ini pastinya sangat tidak adil bagi Christina dan tidak sebanding dengan perjuangan yang Ia lakukan. Maka, kasus ini seharusnya diselesaikan secara hukum dan dengan adil karena adanya penyalahgunaan kekuasaan yang merugikan pihak lainnya dengan sengaja.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 04:06:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683416030</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nathan XII IPA 1/19</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683416490</link>
         <description><![CDATA[<div>menurut saya setelah saya menonton vidio tersebut adalah salah satu contoh kasus pelanggaran hak seseorang. di kasus ini kristina terdeteksi positive covid oleh sebab itu kristina dipulangkan, tetapi ada kejanggalan saat kristina dipulangkan dengan angkutan umum menurut saya ada yang janggal dengan kasus ini, yaitu kristina digantikan dengan paskibraka yang bukan ada di daftar cadangan, ini salah satu pelanggaran hak karena kristina juga memiliki hak untuk menjadi paskibra karena dia pasti sudah mengikuti proses yang sulit tetapi haknya pun dilanggar oleh orang yang tidak bertanggung jawab.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 04:06:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683416490</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Rindu XII IPA 1/23</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683424172</link>
         <description><![CDATA[<div>Ketika saya menonton tayangan seputar Kristina yang gagal untuk berangkat ke istana, saya merasa kasus ini memiliki begitu banyak kejanggalan yang perlu dipertanyakan kelanjutannya. Saya yakin, ada kecurangan dan ketidakadilan yang diterima oleh korban. Korban sudah melakukan apa yang menjadi kewajibannya, namun tidak menerima haknya. Seharusnya pemerintah menindak tegas setiap aparat yang terlibat, baik dalam kementerian kepemudaan maupun provinsi, termasuk dengan siapa yang mengingini posisinya. Apabila hal ini dibiarkan, hal ini akan menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat khususnya milenial terhadap pemerintah, serta Kristina, tidak akan mendapatkan pembelajaran dan pengalaman yang seharusnya didapatkan. Besar harapan saya agar hal ini tidak terjadi lagi, serta ditindaktegasnya siapa yang ada dibalik hal ini. serta pemerintah harus lebih mendorong anak muda untuk terlibat, tanpa harus melihat latar belakang dan faktor lainnya dari seseorang. Hal ini agar, Indonesia menjadi negara yang maju, tumbuh dan tangguh, sesuai dengan tema Hari Kemerdekaan RI tahun ini<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 04:10:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683424172</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Clarissa XII IPA 1/9 </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683429976</link>
         <description><![CDATA[<div>Setelah menonton vidio menurut saya, kasus ini merupakan salah satu bentuk ketidakadilan yang dilakukan oleh oknum oknum tertentu. pendapat saya mengenai video tersebut adalah ketika Kristina gagal menjadi paskibraka dan tidak jadi pergi ke Jakarta karena hasilnya test covidnya positif sehingga ia tidak bisa menjadi paskibraka tetapi 2 hari kemudian&nbsp; sehabis 17 Agustus hasilnya menjadi negatif. Kasus ini menurut saya termasuk pelanggaran HAM karena Kristina yang sudah lama berusaha dah berlatih hingga menjadi calon paskibra tidak mendapatkan hak yang sesuai. Dari kejanggalan-kejanggalan di atas, saya merasa ketidakadilan bagi Christina karena Christina telah berusaha dengan sungguh-sungguh. Kemungkinan terdapat campur tangan dari pihak lain terkait yang ingin menjadi paskibra juga sehingga orang tersebut berbuat curang dan mengambil hak dan posisi Kristina dengan cara memalsukan hasil tes covid Namun, mungkin memang ada kesalahan pada hasil tes covid karena memang ada beberapa kasus di Indonesia, saat tes covid kedua hasilnya itu berbeda.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 04:14:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683429976</guid>
      </item>
      <item>
         <title>James XII IPA 2 / 15</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683465796</link>
         <description><![CDATA[<div>Setelah menonton video, saya rasa ini pelanggaran HAM karena sudah dibilang di dalam video bahwa Christina telah dilepas oleh gubernur untuk pergi ke Jakarta berarti sudah disetujui oleh gubernur. Menurut saya, ini bisa saja ada orang dalam karena yang menggantikan christina saja bukan cadangannya Christina yang seharusnya menjadi paskibraka</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 04:39:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683465796</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hayden XII IPA 1 / 13</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683477557</link>
         <description><![CDATA[<div>Hal tersebut sangat tidak adil karena dibatalkan dengan hal yang tidak jelas. Jika mungkin setelah di tes masih positif maka alasannya akan memadahi untuk membatalkan peran paskibranya, tapi dalam situasi ini, pemerintah sangat tidak adil dan sengaja membatalkan peran paskibra nya<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 04:48:00 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683477557</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jessica Cytheria T XII IPA1/14</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683480941</link>
         <description><![CDATA[<div>Setelah menonton video tersebut, menurut saya kasus cristina ini adalah salah satu bentuk ketidak adilan/pelanggaran HAM oleh oknum oknum tertentu. hal tersebut menjadi pelanggaran HAM karena cristina tidak mendapat haknya untuk pergi ke Jakarta dan menjadi anggota paskibra. Saat menonton saya menyadari bahwa ada ke janggalan ke janggalan di video tersebut antara lain seperti hasil PCR cristina yang awalnya di test positif tetapi ternyata setelah di test PCR lagi hasilnya negatif. kemudian ada juga saat cristina di pulangkan ia tidak di pulangkan menggunakan mobil khusus untuk pasien COVID-19 melainkan kendaraan umum. Posisi cristina pun yang seharusnya diisi oleh cadangan paskibra malah diisi oleh orang lain yang tidak menjadi cadangan paskibra. Dari situ kita bisa melihat kejanggalan kejanggalan yang muncul di kasus cristina itu. dari situ kita bisa lihat bahwa terjadi penyalahgunaan hak kekuasaan dan hal itu tentu melanggar hak Cristina dan cadangan paskibra yang sudah berusaha untuk masuk paskibra.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 04:50:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683480941</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Felicia Halim XII IPA 1/6</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683482469</link>
         <description><![CDATA[<div>Setelah menonton video tersebut, menurut saya terdapat kejanggalan pada kasus Christina dimana ia mengalami ketidakadilan oleh pemerintah setempat. Ia yang seharusnya berangkat ke Jakarta untuk menjadi paskribaka dalam upacara Kemerdekaan RI harus merelakan hal tersebut karena ia dinyatakan positif COVID-19. Namun, saat ia melakukan test PCR dua hari kemudian, hasil testnya menunjukkan bahwa ia negatif COVID-19. Hal tersebut menjadi sangat janggal karena dalam waktu dua hari hasil test bisa berubah. Terlebih ia dipulangkan secara tidak layak, hal tersebut terasa janggal karena seharusnya pasien yang dinyatakan positif, dipulangkan dengan ambulance dan protokol yang ketat. Kemudian, pengganti Christina bukan dari cadangan yang ada melainkan orang lain. Menurut saya, hal ini bisa terjadi karena terdapat oknum yang sengaja melakukan sabotase terhadap Christina. Hal ini tentu sangat merugikan bagi Christina dan sebaiknya terdapat tindakan lebih lanjut mengenai peristiwa ini seperti menyelediki mengapa hasil ia bisa dinyatakan positid COVID-19 tanpa bukti yang jelas. Seharusnya, peristiwa juga bisa mendapat perhatian khusus dari pemerintah karena ini menyangkut ketidakadilan hak seseorang.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 04:51:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683482469</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Andrew XII IPA 1/2</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683574007</link>
         <description><![CDATA[<div>Setelah menonton video tersebut saya merasakan adanya janggalan dalam peristiwa tersebut seperti ada yg disembunyikan ditambah anggota yang menggantikan bukan dari cadangan yang seharusnya dipilih, saya rasa ada campur tangan dari orang dalam sehingga mengeluarkan khristina, saya rasa pemerintah harus turut andil dalam mengupas kasus ini karena ketidakadilan yang di dapat oleh khristina</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 05:53:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683574007</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Bonifasius Jason XII IPA 3/6</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683597155</link>
         <description><![CDATA[<div>Peristiwa yang terjadi ke Kristina ini adalah sebuah pelanggaran hak.</div><div><br></div><div>Menurut saya sangat janggal dan mencurigakan bahwa Kristina dinyatakan positif covid-19 padahal setelah dia pulang memakai kendaraan umum dan mengikuti tes ulang dia dinyatakan negatif covid-19. Yang lebih mencurigakan lagi yaitu bahwa dia digantikan oleh seseorang yang bahkan tidak berada di posisi cadangan untuk bertugas sebagai paskibraka di Istana Negara.</div><div><br></div><div>Menurut saya kejadian ini sangat tidak adil, terutama bagi Kristina karena berhasil diperbolehkan untuk bertugas sebagai paskibraka di Istana Negara adalah suatu hal yang hebat dan membanggakan, dan Kristina pastinya sudah berusaha keras agar bisa mencapai hal tersebut, tetapi dia digantikan oleh seseorang yang bahkan tidak berada di posisi cadangan untuk bertugas sebagai paskibraka di Istana Negara. Hak yang sudah seharusnya dimiliki oleh Kristina telah diambil oleh orang tersebut, siapapun dia dan dimanapun dia berada. Kristina berhak untuk mendapatkan keadilan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 06:10:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683597155</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Darren XII IPA 3/10</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683742697</link>
         <description><![CDATA[<div>menurut saya, dari kejanggalan-kejanggalan yang diberitahukan seperti pengganti christina yang bahkan bukan dari pengganti yang sudah ditentukan dan christina yang positif covid-19 tapi tidak diberikan perlakuan pasien covid-19 ini disengaja oleh pihak tertentu. hal ini sangat tidak adil bagi christina karena ia sudah bekerja keras untuk masuk dalam paskibra tetapi karena terjadinya kecurangan dari pihak tertentu christina jadi tidak dapat ikut paskibra.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 07:56:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683742697</guid>
      </item>
      <item>
         <title>VERE XII IPA 2/27</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683938095</link>
         <description><![CDATA[<div>Tanggapan saya setelah menonton video tsb, saya merasa bahwa Christina menghadapi suatu ketidakadilan. Christina dipulangkan karena test PCRnya dinyatakan positif dan ternyata 2 hari kemudian ia mengambil test lagi dan haasilnya negatif. Sptnya ia dicurangi sehingga posisinya sbg paskibra digantikan org lain. Pelanggaran HAm yang terjadi dari kasus dalam video ini adalah penyalahgunaan kekuatan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 11:34:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683938095</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nicole Clara / XII IPA 1 / 20</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683970018</link>
         <description><![CDATA[<div>Menurut saya, bisa terdapat dua kemungkinan dalam peristiwa tersebut. Yang pertama, bisa saja memang Christina terkena Covid-19 saat akan menjadi paskibraka di istana sehingga hasil tes Covidnya positif, lalu dua hari setelahnya ia sembuh sehingga hasil tesnya negatif. Jika hal itu memang terjadi, Christina harus dapat berjiwa besar dan menerimanya karena memang di masa pandemi ini, apalagi untuk kegiatan besar, harus memiliki hasil tes Covid negatif agar tidak membahayakan orang lain. Kemungkinan yang kedua, bisa saja ada oknum yang sengaja memalsukan hasil tes Covid-19 milik Christina sehingga ia tidak bisa ikut menjadi paskibraka di istana. Maka dari itu, pemerintah seharusnya membedah kasus ini lebih dalam lagi agar dapat diketahui bagaimana kebenarannya. Selain itu, terdapat kejanggalan mengapa yang dipilih sebagai pengganti Christina bukanlah dari cadangan yang telah ditentukan. Saat pulang juga Christina tidak didampingi secara khusus layaknya pasien Covid-19, tetapi dipulangkan dengan angkutan umum menuju kampung halamannya. Hal ini sangat janggal karena seharusnya Christina mendapat penanganan khusus sebagai pasien Covid-19 agar ia tidak menularkannya kepada orang lain. Hal ini menjadi pelanggaran hak bagi Christina yang seharusnya memiliki hak mendapat penanganan khusus sebagai pasien Covid-19 tetapi malah diabaikan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-18 12:11:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1683970018</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hugo 12 IPA 3 / 4</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1684995439</link>
         <description><![CDATA[<div>Tanggapan saya setelah menonton video tersebut, menurut saya ada kejanggalan dalam tes tersebut karena pertama tes PCRnya dinyatakan positif kemudian dalam 2 hari dia tes lagi hasilnya negatif, saya rasa ia dicurangi juga orang yang menggantikan ini bukan orang yang ditentukan, saya berharap pemerintah menangkap pelaku yang melakukan kecurangan tersebut</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-19 00:26:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1684995439</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jovita XII IPA 2 / 17</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1689951588</link>
         <description><![CDATA[<div>Setelah menonton vidio tadi mengenai Cristina yang gagal menjadi paskibraka di Instana, menurut saya ada sesuatu yang janggal sama seperti yang dikatakan dividio. Dimana Cristina dinyatakan positif corona&nbsp;ketika ingin pergi dan langsung digantikan oleh orang lain yang bukan cadangan seharusnya. Menurut saya terjadi ketidakadilan bagi Cristina yang sudal dilepas oleh gubernur untuk berangkat ke Senayan, pastinya mereka sudah menyiapkan berbagai hal khusus sebelum memberangkatkan Cristina seperti mengecek kesehatan, swab antigen dll sebelumnya maka agak janggal kalau tiba-tiba dia dinyatakan positif, namun kemungkinan itu bisa saja terjadi, tapi alangkah baiknya kalau mengetestnya tidak hanya dari satu kali test karena bisa saja tidak valid. Kejanggalan lainnya adalah digantikannya Cristina bukan dengan cadangan asli melainkan oranglain, menurut saya ini bisa seperti disengaja oleh orang dalam.</div><div><br><br><br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-23 01:09:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1689951588</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jonathan / 17</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1693956483</link>
         <description><![CDATA[<div>Setelah melihat video yang telah disediakan, saya menyimpulkan bahwa kita harus selalu mencari informasi yang lebih dalam dan teliti agar tidak melakukan masalah konyol seperti menyalahkan orang tanpa bukti lebih lanjut. Menurut saya Kristina telah disabotase oleh pihak luar yang ingin mengambil posisi Kristina dan mendapatkan keunggulan yang seharusnya dimiliki oleh Kristina. Pihak luar tersebut harus terkena sanksi dan mendapatkan hukuman yang layak karena termasuk pelanggaran HAM dan mempermalukan nama bangsa.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-24 16:15:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1693956483</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Elaine XII IPA 3/ 21</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1694610165</link>
         <description><![CDATA[<div>Setelah menonton video yang diatas, saya melihat banyak hal-hal yang aneh pada peristiwa tersebut. saya mencurigai dan saya hampir yakin bahwa ada tindakan penyuapan dalam kasus ini. Kenapa saya berpikir seperti itu? Itu karena banyak sekali bukti-bukti yang mendukung pernyataan tersebut. Pertama, aneh sekali bahwa hasil tes Kristina yang dinyatakan positf, setelah dia tes ulang sendirinya menjadi negatif. Meski misalnya itupun hanya kesalahan, anehnya pengganti kristina bukanlah seseorang dari cadangan, namun orang lain, itupun sangat mencurigakan. Selain itu, kristina yang juga tidak diperlakukan selayaknya pasien covid ini hanya terus menambah kecurigaan saya. Kalau yang apa saya duga ini benar, maka ini hal yang amat tidak adil bagi kristina sendiri, dia seharusnya memiliki hak yang namun direbut oleh orang lain dengan cara yang curang/ tidak adil. meski saya menduga seperti ini, memang masih belum ada bukti yang lebih pasti dan menurut saya kasus ini perlu diselidiki lebih dalam lagi.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-08-25 00:09:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/albertus_nugroho/pelanggaran_hak/wish/1694610165</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
