<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Bahasa Indonesia (3) by Amridha [FIPP 2024]</title>
      <link>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-10-21 07:21:48 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-11-15 04:57:25 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author>amridha2024</author>
         <link>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3644447370</link>
         <description><![CDATA[<p>Daftar Kesalahan </p><ol><li><p>Jumlah kalimat harus sesuai ketentuan.</p></li><li><p>Nama negara dan orang harus huruf kapital.</p></li><li><p><strong><em>Lalu</em></strong> dan <strong><em>kemudian</em></strong> di tengah kalimat.</p></li><li><p><strong><em>Dan </em></strong>harus di tengah kalimat.</p></li><li><p>Setelah tanda baca titik, harus ada spasi.</p></li><li><p>Huruf di awal kalimat harus kapital.</p></li><li><p>Gunakan kosa kata baku.</p></li><li><p>Jangan menyingkat kata.</p></li><li><p>Jika menerangkan temoat, maka di dan <strong><em>ke</em></strong> harus <strong><em>di</em></strong> pisah.</p><p>Contoh: <em>di</em> sana, <em>di</em> mana,<em> ke</em> jepang</p></li><li><p>Kata Yang tidak boleh di awal kalimat.</p></li><li><p>Penggunaan tanda hubung (-) tidak tepat ( ada spasi sebelum atau sesudahnya) </p><p>Contohn : sehari-hari</p></li><li><p>Pemborosan kata (Kalimat berulang-ulang)</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-22 03:19:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3644447370</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>amridha2024</author>
         <link>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3644450562</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/4514307999/7069d444d6e06f8b36e1d4529fe9f0ef/WhatsApp_Image_2025_10_07_at_16_54_19.jpeg" />
         <pubDate>2025-10-22 03:21:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3644450562</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Fahri Azy Nugroho</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646452623</link>
         <description><![CDATA[<p>Film pendek tadi menceritakan kisah seorang anak yang ditekankan Matematika oleh ibunya, Padahal dia sangat berbakat dalam hal Seni terlebih dalam melukis. Hari demi hari Kok Pin lewati walaupun cambuk demi cambuk ibunya berikan padanya, Sampai suatu hari ia datang ke Rumah Sakit karena ibunya sakit stres memikirkan Kok Pin, Dan disaat itu dia mendapat kan kabar oleh Ibu Guru yang mengabarkan bahwa Kok Pin Menang Lomba Kejuraan Seni Di AS.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-23 02:29:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646452623</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646470705</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Seorang anak bernama Liu kok pin yang duduk di kelas EM3 yang di anggap kelas terbodoh di sekolah. Kok pin selalu di siksa oleh ibunya karena selalu mendapatkan nilai jelek di sekolahnya. Tapi ayah nya selalu membela Kok pin. Sebenarnya Kok pin tidak berprestasi dalam akademik tapi dia berprestasi dalam seni. Saat ujian sekolah Kok pin mendapatkan nilai jelek dan dia sangat takut jika ibu nya marah. Tetapi teman-teman Kok pin tau jika Kok pin sedang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja karena sang ibu sedang sakit di rumah sakit dan teman-teman kok pin ingin membantu dengan cara menukar kertas ujian. Kok pin tidak mau dia lebih baik jujur dan meminta maaf ke ibunya. Sepulang sekolah Kok pin menjenguk ibunya ke rumah sakit dan memberitau soal nilainya. Sang ibu paham dengan kekurangan anak nya dan meminta maaf ke Kok pin karena sudah keras kepada Kok pin. Setelah itu ibu guru datang memberikan kabar gembira bahwa lukisan Kok pin menjadi juara 2 di AS. Kedua orang tua Kok pin sangat banga dengan prestasi Kok pin. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-23 02:37:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646470705</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nirmala Oktaviani (2500005003) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646483695</link>
         <description><![CDATA[<p>Pada suatu ketika di suatu Negeri tepatnya di Cina, ada seorang anak bernama Liu kok pin. Liu kok pin adalah anak dari pasangan suami istri, ia tengah duduk di bangku sekolah. Orang tuanya adalah tipe yang selalu mengawasi belajarnya sosok orang tua yang tegas dan disiplin. Liu kok pin bukan tipe anak yang pandai dalam hal akademik nilainya selalu pas - pas bahkan mungkin dibawah rata - rata. Orang tuanya terutama ibunya selalu memarahinya karena tidak pernah dapat nilai menyentuh angka 90, ia selalu dapat pukulan rotan setelahnya. Ibunya selalu menasehatinya untuk selalu berkonsentrasi dalam belajar, Liu kok pin frustasi ia putus asa dan selalu menangis namun ia berjanji akan berusaha mendapatkan nilai 90 itu. Ibunya pun ikut khawatir dari ketakutan yang paling ia takuti di dunia ini adalah bagaimana anaknya bisa menyesuaikan diri di masyarakat sedangkan di zaman sekarang sebuah prestasi adalah keharusan. Hari ujian pun tiba Liu kok pin sudah semaksimal mungkin berusaha dalam belajarnya, ia mengerjakannya dengan serius dan teliti. Waktu diumumkan nilai keluar pun tiba, guru - guru pun mulai membagikan hasil dari ujian, nama Liu kok pin disebut namun ia tetap menunduk setelahnya ia sadar dipanggil. Liu kok pin maju dengan tenang berusaha menenangkan diri ketika kertas itu sampai ke tanganya ia pun membukanya namun siapa sangka nilainya tidak lagi menyentuh angka 90 dan hanya dengan nilai 51, ia menangis ternyata ia tak bisa. Teman Liu kok pin sempat menawari bantuan karena tahu keadaan yang dialami olehnya namun ia menolak. Liu kok pin pulang dengan sendu ia takut akan kembali kena amarah, namun ternyata setelah mengungkapkan yang sebenarnya kepada ibunya ia lega karena ternyata ibunya memaklumi yang penting ia telah berusaha. Liu kok pin memang tidak pintar dalam hal akademik namun ia pandai dalam hal seni yaitu mennggambar. Pesan yang dapat diambil dari cerita ini adalah jangan memaksakan sebuah kemampuan seseorang karena setiap individu mempunyai keahlianya sendiri. Liu kok pin pun bisa menjadi juara di AS atas prestasinya dalam menggambar orang tuanya pun bangga dengan kemampuannya. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-23 02:43:46 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646483695</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Hurin Nazihatu Rosikin 2500005023</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646491472</link>
         <description><![CDATA[<p>Film ini menceritakan tentang seorang anak bernama Liu Kok Pin yang rajin dan berusaha keras untuk membahagiakan ibunya.</p><p>Ibunya selalu ingin Kok Pin mendapatkan nilai bagus di Sekolah, bahkan sering membandingkan dengan ayahnya dulu atau anak-anak lain yang nilainya lebih tinggi.</p><p>Meskipun terlihat keras dan sering memarahi Kok Pin, sebenarnya sang ibu hanya cemas dan ingin anaknya sukses. Sejak kecil, Kok Pin memiliki minat besar terhadap menggambar, namun ibunya tidak menyukai hal tersebut karena menganggap menggambar itu tidak memiliki kejelasan ke depannya. Suatu hari, karena sudah lelah untuk mengajari Kok Pin, sang ibu memukul Kok Pin dengan rotan lalu menangis menyesali perbuatannya. Ujian semakin dekat, Kok Pin tetap belajar dengan sungguh-sungguh untuk ujiannya. Namun, ketika hasilnya keluar, nilainya hanya 51. Dengan berat hati Kok Pin membawa kertas nilai itu ke rumah sakit, dan meminta maaf karena belum bisa mencapai nilai yang diharapkan.</p><p>Kali ini, sang ibu yang sedang terbaring tidak marah melainkan menangis dan memeluk anaknya bersama sang ayah, menyadari bahwa yang terpenting adalah usaha dan ketulusan anaknya. Akhirnya, ibu guru Kok Pin yaitu Nona Lee, datang menjenguk dan membawa kabar bahwa Kok Pin meraih juara dua dalam lomba menggambar di AS, membuat ibunya tersenyum haru dan bangga karena menyadari bahwa setiap anak memiliki keistimewaan dan jalan keberhasilan yang berbeda.</p><p>Pesan moralnya, setiap anak itu memiliki jalan keberhasilan yang berbeda, sehingga orang tua tidak berhak memaksakan kehendaknya, lalu kasih sayang, dukungan, dan pengertian sangat berperan penting dalam keberhasilan sang anak.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-23 02:47:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646491472</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Virta Zulaeka Alvani 2500005035</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646492929</link>
         <description><![CDATA[<p>Tokoh: </p><p>Liu Kok Pin</p><p>Ibu </p><p>Ayah</p><p>2 teman ibunya</p><p>Teman-teman Kok Pin</p><p>Nona Lee</p><p><br/></p><p>Peristiwa yang terjadi:</p><p>Seorang anak yg bernama Liu Kok Pin berbakat dibidang menggambar dipaksa keras oleh ibunya untuk bisa menguasai Matematika dan Bahasa Inggris. Awalnya si ibu mengajarinya dengan sabar. Namun saat si ibu bercerita dengan temannya dia malah salah jalan dengan mendengar cerita dari kedua temannya bahwa dengan memukuli rotan bisa memicu anaknya mendapatkan nilai bagus. Namun kenyataannya Kok Pin tetap mendapatkan nilai jelek. Karena kasihan, temannya yang kebetulan mendapatkan nilai bagus berniat menukarnya dengan Kok Pin, namun dia tidak mau. Saat dia mendatangi ibunya yang sedang terbaring di rumah sakit, dia langsung memberitahukan nilai jeleknya dan menangis karena dia sudah berusaha sebisa mungkin namun tidak bisa. Sang ibu akhirnya sadar Kok Pin bukanlah malas melainkan tak mampu, dan mereka langsung berpelukan. Tak lama datang Nona Lee selaku wali kelas Kok Pin. Dia memberitahukan kabar bahwasanya Kok Pin telah meraih juara dua menggambar. Mendengar itu ibu, ayah, dan Kok Pin sangat bahagia.</p><p><br/></p><p>Pesan moral: </p><p>Setiap anak memiliki bakat dan kemampuan yang berbeda. Orang tua seharusnya tidak memaksakan kehendak, tetapi mendukung dan menghargai potensi yang dimiliki anak.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-23 02:47:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646492929</guid>
      </item>
      <item>
         <title>farida assegaf (2500005036)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646496495</link>
         <description><![CDATA[<p>Di sebuah kota kecil di China, hiduplah seorang anak bernama Liu Kok Pin, siswa SMP yang dikenal pendiam dan selalu murung ketika gurunya membagikan kertas hasil ulangan. Nilainya tidak buruk, tetapi bagi ibu Pin, hanya nilai 90 keatas yang dianggap baik. Ibunya selalu menuntut agar Pin mendapatkan nilai maksimal dan harus bisa matematika dan bahasa Inggris. Namun Pin mempunyai kelebihan dalam bidang seni menggambar, tetapi ibunya tidak suka. Suatu hari, Pin membuktikan bahwa dirinya tidak bodoh. Pin berhasil meraih juara 2 pada kompetisi menggambar anak-anak di AS, Nn. Lee selaku wali kelas memberitahunya kepada ibu Pin. Awalnya Pin mengira bahwa ibunya tidak akan peduli dengan kabar itu. Namun ternyata ibunya sadar dan bangga bahwa setiap anak memiliki keahlian yang berbeda. Mungkin Pin tidak pintar dalam bidang akademik, namun ia ahli dalam bidang seni menggambar dan meraih juara. Jadi, kita sebagai calon orang tua tidak boleh berpikir bahwa kecerdasan hanya diukur dari nilai akademis, karena setai manusia diciptakan dengan bakat yang berbeda.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-23 02:48:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646496495</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dina ela sapitri 2500005009</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646496880</link>
         <description><![CDATA[<p>Kisah seorang ibu yang awalnya mendidik anaknya yang bernama Liu kok pin dengan cara yang keras agar anaknya berhasil dalam belajar. Namun, meskipun sang anak sudah berusaha, hasil ujian yang didapat tidak memuaskan. Bahkan ibunya mulai sadar dan tidak lagi marah atau kecewa, melainkan mulai mendukung bakat anaknya dalam menggambar. Kisah ini menunjukkan bahwa seorang ibu akhirnya memahami anaknya bukan dari nilai pelajaran, tetapi dari potensi sebenarnya. Awalnya, ibu bersikap keras dan menuntut anaknya agar berprestasi secara akademik. Namun, ketika ayah mulai mendukung anak untuk menggambar dan ibu guru Lee memberi kabar bahwa hasil karya anaknya diakui hingga tingkat seni internasional, ibu pun tersadar bahwa setiap anak memiliki jalan suksesnya sendiri. Pada akhirnya, kedua orang tuanya merasa bangga dan bahagia, bukan karena nilai, tapi karena anak mereka menemukan bakat dan keistimewaannya. Dari film ini kita dapat belajar bahwa kasih sayang dan dukungan lebih berharga daripada tekanan dan amarah. Dari sosok yang keras, ibu berubah menjadi pendamping dan penyemangat. Ibu menunjukkan cinta yang tidak lagi menuntut kesempurnaan, melainkan memberi ruang bagi anak untuk menemukan jati dirinya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-23 02:48:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646496880</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dewi Anjani 2500005006</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646508982</link>
         <description><![CDATA[<p>Film ini menceritakan tentang seorang ibu yang memaksa anaknya untuk pintar akademis. Namanya Kok Pin dia suka menggambar tetapi ibunya selalu memaksa untuk pintar matematika dan bahasa inggris. Pada suatu hari ibu menceritakan masalah ini ke teman kerjanya. Ia mencemaskan anaknya karena tidak bisa matematika dan bahasa inggris, tetapi ibu menyadari bahwa dia jarang menemani proses anaknya. Suatu hari ibu marah dan menuntut Kok Pin untuk mendapatkan nilai 90. Kok Pin berjanji untuk berusaha belajar agar mendapatkan nilai 90. Ujian tiba, Kok Pin berusaha mengerjakan lembaran soal agar mendapatkan hasil yang diinginkan. Empat hari kemudian pengumuman hasil ujian, Kok Pin merasa cemas dengan hasilnya. Ternyata ia mendapatkan nilai 51, tidak sesuai apa yang diinginkan ibunya. Temannya menawarkan untuk membawa kertas miliknya agar ibu tidak marah. Sesampanya di rumah sakit Kok Pin merasa cemas. Ia tetap menunjukan hasil yang sebenarnya kepada ibu, ibu menyadari dan meminta maaf karena telah memaksa kemampuan Kok Pin. Suatu hari Kok pin mengikuti lomba Melukis, dan ia mendapatkan juara pertama. Pesan moral dari film ini adalah jangan memaksakan kemampuan anak karena anak mempunyai potensi masing-masing.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-23 02:51:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646508982</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Monica Melda Putri 2500005020</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646510105</link>
         <description><![CDATA[<p>Suatu hari ada seorang ibu di China yang sedang mengajari anaknya belajar matematika. Sang ibu marah karena nilai matematika dan bahasa inggris sang anak sangat buruk. </p><p>Kok pin sangat suka menggambar tetapi sang ibu tidak suka jika ia menggambar. </p><p>Di balik itu sang ibu khawatir jika anaknya tidak bisa diterima oleh masyarakat karena nilai akademik nya yang buruk. Sang ibu sering menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa menemani anaknya belajar, sebab itu ia menyalahkan dirinya sendiri ketika nilai ujian anaknya menurun. </p><p>Suatu hari saat di kelas sedang melaksanakan ujian, kok pin mengerjakan soal ujian dengan sangat serius karena ia telah membuat janji kepada ibu nya bahwa dia akan mendapat nilai 90 pada ujian. </p><p>Empat hari kemudian hasil ujian dibagikan, saat nama Liu kok pin dipanggil ia memberanikan diri untuk melihat hasilnya. Setelah melihat hasil nilai ujiannya ia merasakan ketakutan dan kecewa karena tidak bisa menepati janji pada ibu nya. Setelah kelas berakhir salah satu temannya menyarankan ia mengubah nama di kertas ujiannya dengan nama temannya dengan tujuan agar ia tidak di marahi oleh ibu nya. Namun Kok pin menolak karena itu adalah perbuatan buruk, dengan langkah ragu ia berjalan di lorong rumah sakit dan memasuki salah satu ruangan.</p><p>Dia menghampiri ibu nya yang terbaring lemah di salah satu ranjang disana, ia tertunduk lemas lalu menangis dan berulang kali ia mengucapkan maaf pada ibu karena tidak bisa menepati janji pada ibu. Sang ibu menenangkan sang anak yang sedang menangis, ibu tau jika ia sudah berusaha keras untuk belajar dan mendapatkan nilai yang sempurna. </p><p>Mereka saling berpelukan untuk saling menguatkan, kemudian sang wali kelas datang menjenguk ibu dan menyampaikan kabar baik.</p><p>Kok pin mendapatkan juara 2 pada perlombaan menggambar di Singapore, lalu ia akan mengikuti lomba selanjutnya di AS. </p><p>Pada cerita tersebut menyadarkan kita untuk tidak menekan kemampuan seseorang untuk menguasai hal yang tidak bisa kuasai dan mengubur kemampuan seseorang di bidang lain.</p><p>Menanamkan sikap jujur sejak dini sangat penting agar tidak berbohong pada orang tua ataupun orang lain.</p><p>Sebagai orang tua juga harus bisa melihat kemampuan sang anak di bidang yang mereka kuasai dan memberikan dukungan selagi itu baik untuk anak-anak mereka.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-23 02:52:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646510105</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646514108</link>
         <description><![CDATA[<p>Film pendek "I'M NOT STUPID" menceritakan kisah perjuangan seseorang tiga siswa, yaitu Terry,Boon Hock,dan Kok Pin mereka sering di anggap tidak pintar dan keraguan dari lingkungannya. Tokoh utama yang bernama Kok Pin bertekad membuktikan bahwa ia tidak bodoh dan berjuang untuk menunjukkan potensi dirinya. Film ini menyoroti dampak kritik dan stigma pada perkembangan individu .serta mengajarkan tentang pentingnya ketekunan, kerja keras, dan menemukan nilai diri di luar penilaian orang lain. Film ini mengingatkan bahwa setiap orang memiliki talenta unik dan mendorong untuk tidak menyerah pada impian karena perkataan orang lain. Perkataan orang lain harus di jadikan motivasi semangat bangkit dan berprestasi.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-23 02:53:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646514108</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Atika Dwi Asmahani 2500005001</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646517326</link>
         <description><![CDATA[<p>Pada suatu hari di sebuah desa di China terdapat seorang pasangan suami istri yang memiliki anak bernama Liu kok pin. Pada malam hari saat belajar matematika Kok pin ditemani ibu nya, ibu nya mengajari Kok pin tetapi dia tidak pernah bisa menjawab soal yang di berikan ibunya. Ibunya pun kesal dan marah kepada Kok pin lalu ia memukuli Kok pin dengan rotan sembari memakinya. Ayahnya yang mendengar anaknya di marahi oleh ibunya pun menghampiri mereka, lalu menghentikan ibunya dan menasehati bahwa tidak semua anak mampu dalam bidang matematika. Ambisi ibunya tentang anaknya yang harus berprestasi itu berawal dari ia yang ingin anak nya masuk ke Universitas yang unggul, seperti dirinya dan ayahnya yang memiliki prestasi yang unggul. Disisi lain Kok pin merupakan anak yang berprestasi dalam bidang seni yaitu menggambar. Ketika Kok pin di tuntut untuk bisa matematika dan bahasa inggris ia lebih suka menggambar. Ibu nya pun bingung bagaimana caranya agar Kok pin ini mau dan pandai dalam matematika, lalu ia bercerita dengan dua temanya di kantor,dan mereka memberikan ide yang kurang baik kepada ibunya Kok pin, mereka memberi ide seperti memarahi,memukuli dengan rotan karna anak mereka berhasil mendapat nilai sempurna setelah diberi hukuman seperti itu. Ide buruk tersebutlah yang menjadikan ibu Kok pin kasar, dan mulai memukuli kok pin. Efek dari pukulan tersebut Kok pin mulai berusaha belajar, tetapi ia tetap menggambar disela waktu belajarnya. Keesokan harinya terdapat ujian matematika di kelasnya. Kok pin berusaha sebisa mungkin untuk mendapatkan hasil yang maksimal, tetapi setelah emapat hari kertas ujian di bagikan ia mendapatkan nilai 51 ia pun menangis mendapati hasil ujian nya hanya setengah dari apa yang ibu nya harapkan. Teman-teman Kok pin yang tahu dia pasti akan di mahari jika membawa pulang kertas ujian dengan nilai nya yang tidak memuaskan, mereka berniat untuk memberikan kertas ujian mereka kepada Kok pin agak ia tidak di marahi oleh ibu nya. Pada saat pulang sekolah Kok pin pergi ke rumah sakit untuk menemui ibu nya dan ingin memberikan hasil ujian nya tersebut, ia akhirnya memilih untuk jujur atas nilai yang ia dapatkan. Ibu nya yang sudah sadar akan usaha anak nya tersebut tidak lagi memarahi anak nya, walaupun ia masih menginginkan hasil yang sempurna dari Kok Pin. Mereka terharu atas usaha Kok pin dan berpelukan bersama ayahnya di ranjang ibunya. Setelah itu wali kelas Kok pin datang untuk memberikan belasungkawa kepada ibu nya Kok pin yang sedang sakit, selain itu ia juga memberikan surat atas kemenangan Kok pin dalam lomba menggambar nya di Singapura. Kabar yang baik itu membuat Kok pin dan ayah,ibunya tersenyum atas prestasi yang ia dapatkan. Pesanya adalah janganlah menuntut anak untuk bisa dalam satu bidang saja, dan kita harus mendukung bakat yang di miliki oleh anak tersebut karena setiap anak mahir dalam bidang nya dan tidak semua anak itu sama. </p><p>Dukungan dari orang tua sangat penting tetapi paksaan dan makian dari orang tua tidak dapat membatu anak untuk tumbuh lebih baik. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-23 02:54:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646517326</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NABIL FAKHRURRAZI(2500005033)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646517567</link>
         <description><![CDATA[<p>Film pendek "I'M NOT STUPID" menceritakan kisah perjuangan seseorang tiga siswa, yaitu Terry,Boon Hock,dan Kok Pin mereka sering di anggap tidak pintar dan keraguan dari lingkungannya. Tokoh utama yang bernama Kok Pin bertekad membuktikan bahwa ia tidak bodoh dan berjuang untuk menunjukkan potensi dirinya. Film ini menyoroti dampak kritik dan stigma pada perkembangan individu .serta mengajarkan tentang pentingnya ketekunan, kerja keras, dan menemukan nilai diri di luar penilaian orang lain. Film ini mengingatkan bahwa setiap orang memiliki talenta unik dan mendorong untuk tidak menyerah pada impian karena perkataan orang lain. Perkataan orang lain harus di jadikan motivasi semangat bangkit dan berprestasi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-23 02:54:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646517567</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Vergina (2500005037)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646520549</link>
         <description><![CDATA[<p>Tokoh-tokoh: </p><p>Ibu, Ayah, Liu Kok Pin, Ang Boong Hook, Terry Hoo, Nona Lee.</p><p>Peristiwa yang terjadi: </p><p>Cerita ini menggambarkan hubungan antara seorang anak dan ibunya yang penuh dengan emosi, penyesalan, dan kasih sayang. Di dalam cerita ibu dikenal mudah marah dan kurang sabar dalam mengajari anaknya, bahkan sering memukul ketika anak tidak bisa mengerti apa yang diajarkan oleh ibunya. Padahal, anak memiliki bakat di bidang menggambar, bukan di bidang akademik. Namun, ibunya tidak menyukai minat anaknya bidang menggambar, karena ibunya lebih mencemaskan masa depan anaknya di kehidupan bermasyarakat. Suatu hari, ketika hasil ujian dibagikan anak itu sangat takut mengambil nilainya. Pada saat mengambik hasil nilainya ia menangis karena hanya mendapat nilai 51. Setelah pembagian nilai ada salah satu teman mencoba mau menolong Liu Kok Pin dengan memberikan nilai bagusnya, tetapi Liu Kok Pin tetap mau memberikan nilainya kepada ibunya. Dengan perasaan takut dan sedih, Liu Kok Pin mendekati ibunya yang sedang terbaring di rumah sakit dan meminta maaf kepada ibunya karena belum bisa meraih nilai 90 karena belum sesuai dengan harapan ibu. Ibunya pun tidak memarahi atau memukul Liu Kok Pin tetapi ibu menyesali perbuatan yang telah ia lakukan kepada Liu Kok Pin, dan setelah itu ibunya pun memeluk Liu Kok Pin dan ayahnya memeluk mereka. Setelah itu tak disangka, wali kelas kemudian datang ke rumah sakit memberikan penghargaan kepada ibu bahwa Liu Kok Pin berhasil meraih juara 2 dalam lomba menggambar. Pada saat itu, sang ibu mulai menyadari bahwa anaknya memang memiliki kelebihan tersendiri yang patut dihargai, meskipun bukan dalam bidang akademik.</p><p>Pesan yang dapat di ambil:</p><p>Emosi dan kekerasan bukanlah hal yang baik untuk mendidik anak, tetapi orang tua harus mendukung dan menghargai apa yang di minati anak tersebut walaupun bukan di bidang akademik.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-23 02:55:33 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646520549</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dwi Febrianti 2500005021</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646520847</link>
         <description><![CDATA[<p>Seorang anak laki-laki dituntut untuk mendapat nilai yang bagus oleh ibunya. Namanya Liu Kok Pin, ia memang kurang dalam mendapatkan nilai akademik. Namun, Kok Pin memiliki bakat dalam menggambar dari kecil. Ibunya tidak suka dan terus menuntut Kok Pin untuk belajar dengan keras dan kasar. Kok Pin kemudian berusaha belajar sambil menangis dan tertekan. Hingga hari ujian pun tiba, Kok Pin berusaha dengan keras mengerjakan ujiannya. 4 hari kemudian hasil ujian pun dibagikan, saat menerima kertas hasil ujian Kok Pin menangis karena nilai yang di dapat tidak sesuai dengan yang diinginkan ibunya. Kok Pin sangat sedih, hingga temannya menawarkan untuk menukar hasil ujiannya agar Kok Pin tidak dimarahi ibunya. Langkah pelan membawa Kok Pin menuju kamar ibunya yang terbaring di rumah sakit untuk memberitahu nilainya. Dengan perasaan sedih Kok Pin meminta maaf karena tidak mendapat nilai yang bagus dan ibunya meminta maaf karena terlalu menuntut. Hingga ibu guru datang untuk mengabarkan bahwa gambar Liu Kok Pin yang dikirim ke Kompetisi Menggambar Anak-anak Internasional di AS mendapatkan juara 2. Saat itu pula ayah dan ibu Kok Pin tersenyum bangga dengan prestasi anaknya.</p><p>Pesan moral :</p><p>Sebagai orang tua harus bisa mendampingi anaknya dengan baik dan kasih sayang. Mendukung apa yang menjadi potensi anaknya agar bisa berkembang. <br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-23 02:55:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646520847</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Indah Seprita 2500005038</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646521178</link>
         <description><![CDATA[<p>Pada suatu hari, ada anak laki laki yang selalu di marahi ibu nya. Anak ini bernama Kok Pin, dia selalu di marahi ibu nya karena mendapat kan nilai yang buruk. Saat mendapatkan nilai kecil Kok Pin di pukuli oleh ibu nya. Di malam hari Kok Pin di ajari matematika oleh ibu nya, tetapi ia tidak paham saat di jelaskan dan ibu nya pun marah. Ibu menuntut Kok Pin untuk pintar dalam matematika dan bahasa Inggris. Ayah Kok Pin menghampiri ibu dan Kok Pin yang sedang di marahi. Ayah berkata kalau ibu harus menerima kemampuan yang dimiliki oleh Kok Pin. Suatu hari ujian tiba, di sekolah Kok Pin mengadakan ujian. Empat hari kemudian hasil ujian pun keluar, Kok Pin ketakutan dengan hasil ujian nya. Saat pulang ternyata ibu Kok Pin sedang sakit dan berada di rumah sakit. Kok Pin ketakutan saat ingin memberitahu nilai kepada ibu nya. Ternyata ibu Kok Pin tidak marah lagi kepada nya. Ibu nya sudah bisa menerima kemampuan Kok Pin. Seketika guru Kok Pin datang menjenguk ibu Kok Pin yang sedang sakit. Guru tersebut menyampaikan bahwa Kok Pin akan di mewakili lomba seni menggambar di AS, karena Kok Pin berbakat dalam menggambar. Ibu Kok Pin dan ayah nya pun senang mendengar kabar tersebut.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-23 02:55:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646521178</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Wetri Ruly Fadilah (2500005041)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646522140</link>
         <description><![CDATA[<p>liu Kok Pin adalah orang yang pintar dalam menggambar. Tetapi dia ditekankan orang tuanya harus pintar dalam pelajaran misalnya, B.inggris dan matematika. Kok Pin harus dituntut belajar setiap hari dan kalau tidak bisa dia di pukul dengan rotan. Setiap hari dia bersungguh-sungguh belajar dan hasilnya nihil, sempa orang tua nya berdebat soal Kok Pin tetapi ibunya tetap memaksakan Kok Pin harus bisa. Hari ulangan pun tiba Kok Pin sangat bersungguh-sungguh mengerjakan dengan serius. Hasilnya nihil dia sangat ragu-ragu mengambil kertas ulangannya, dan dia mendapatkan nilai 51. Dia sangat kecewa membayangkan betapa marah dan kecewa ibunya. Dia sangat sedih dan dinasehati oleh teman-temannya. Dia kerumah sakit menemui ibunya menatap lorong dengan suasana yang takut, ternyata ibunya sudah tidak marah dan menasehati anaknya. Mereka pun berpelukan dan disusul oleh ayahnya. Tiba-tiba guru Kok Pin pun datang dan menyampaikan bahwa Kok Pin dikirim ke Olimpiade menggambar , dan mendapatkan juara 1 di AS. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-23 02:56:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646522140</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Muhammad Rifqi </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646525020</link>
         <description><![CDATA[<p>2500005011</p><p><br/></p><p>Cerita film ini berfokus pada tiga orang siswa, yaitu Terry, Boon Hock, dan Kok Pin, yang ditempatkan di kelas Normal Technical, yaitu kelas dengan reputasi rendah.Karena hal tersebut, mereka sering dianggap bodoh oleh guru, orang tua, dan masyarakat di sekitar mereka.</p><p><br/></p><p>Namun, seiring berjalannya cerita, film ini menunjukkan bahwa ketiga siswa tersebut tidaklah bodoh, melainkan memiliki potensi dan kemampuan berbeda yang tidak diakui oleh sistem pendidikan yang terlalu berorientasi pada nilai akademik.</p><p><br/></p><p>Mereka sering dianggap tidak pintar oleh guru, teman, maupun orang tua karena berada di kelas tersebut. Cerita film ini menggambarkan bagaimana ketiganya berjuang menghadapi tekanan dari lingkungan, berusaha membuktikan kemampuan mereka, serta mencari jati diri di tengah sistem pendidikan yang menilai keberhasilan hanya dari nilai akademik.</p><p>Kok Pin juga mengalami tekanan dari orang tuanya, terutama karena mereka menginginkan ia berprestasi di bidang akademik.</p><p><br/></p><p>Selain itu, film ini juga menampilkan kehidupan keluarga para tokohnya, hubungan antara anak dan orang tua, serta kesenjangan sosial yang terjadi di masyarakat Singapura pada masa itu.</p><p>Meskipun demikian, mereka berusaha membuktikan bahwa mereka memiliki kemampuan dan cara berpikir yang berbeda.</p><p><br/></p><p>Film ini menampilkan kehidupan remaja yang penuh perjuangan, rasa tidak percaya diri, dan pencarian jati diri di tengah tuntutan masyarakat modern.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-23 02:57:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646525020</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Salsabilla Amira Putri (2500005017)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646527559</link>
         <description><![CDATA[<p>Film ini menceritakan tentang ibu yang selalu menyuruh anaknya untuk mendapatkan nilai yang bagus. Liu Kok Pin selalu dipukul dengan rotan oleh ibunya karena malas dan tidak bisa konsentrasi dalam belajar. Liu Kok Pin selalu berusaha belajar dengan giat di rumah agar mendapatkan nilai bagus. Sekolah sedang mengadakan ujian, Kok Pin berusaha mengerjakan ujian tersebut dengan sungguh-sungguh. Namun empat hari kemudian pada saat kertas ujian mereka dibagikan Kok Pin tidak mendapatkan nilai yang bagus. Kok Pin sedih tidak bisa membahagiakan orang tuanya. Namun Ang Bhon Hock dan Terry Khoo menawarkan kertas ujian mereka kepada Kok Pin untuk diganti namanya. Kok Pin kemudian pulang dan menuju rumah sakit untuk menghampiri ibunya yang sedang sakit. Kok Pin menangis dan minta maaf kepada ibunya karena tidak bisa mendapatkan nilai bagus. Nona Lee kemudian datang dan menghampiri keluarga Pin untuk memberikan hadiah atas kemenangan Kok Pin dalam lomba menggambar. Ibu Kok Pin merasa bangga kepada Kok Pin. Pesan moralnya, setiap anak mempunyai  potensi sendiri, seperti Kok Pin yang memiliki kemampuan menggambar namun tidak pintar dalam bidang akademik.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-23 02:58:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646527559</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Vischa Aira Zalzabila </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646528140</link>
         <description><![CDATA[<p>Seorang anak laki-laki yang bernama Kok Pin. Ia dianggap tidak pandai dalam bidang akademik. Di rumah, Kok Pin juga mendapat tekanan dari orang tua yang menuntut agar menjadi anak yang pintar. Hal itu membuat Kok Pin merasa sedih. Seiring berjalannya waktu, orang tua Kok Pin menyadari bahwa kepintaran tidak hanya diukur dari bidang akademik, tetapi juga dari kemampuan lain seperti kreativitas. Dengan usaha, Kok Pin mampu membuktikan bahwa ia juga dapat berprestasi. Akhirnya, orang tua Kok Pin mengerti bahwa Kok Pin berprestasi dalam bidang lain. Kok pin juga selalu berusaha untuk tidak mengecewakan orang tuanya. Orang tua Kok Pin menyadari bahwa ia juga membutuhkan dukungan. Karna seorang anak membutuhkan support dan kasih sayang orang tua. </p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-23 02:58:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646528140</guid>
      </item>
      <item>
         <title>NUR FADHILLAH 2500005022</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646531026</link>
         <description><![CDATA[<p>Liu Kok Pin adalah seorang anak laki-laki yang dituntut oleh ibunya untuk bisa mendapatkan nilai terbaik. Kok Pin sangat suka menggambar, tetapi justru ibunya tidak suka. Ibunya membantu Kok Pin untuk belajar, tetapi karena tekanan dari ibunya sangat tinggi, Kok Pin jadi kurang fokus saat belajar. Setiap hari Kok Pin belajar berusaha untuk mendapatkan nilai yang terbaik seperti yang diinginkan ibunya.</p><p>Saat hari ujian tiba, Kok Pin berusaha mengerjakan soal ujian tersebut dengan sungguh-sungguh. Namun, saat pembagian hasil ujian, ternyata nilai Kok Pin masih kurang dari yang diinginkan ibunya. Kok Pin sedih, lalu ada dua temannya yang tahu kondisi Kok Pin. Mereka menghampiri Kok Pin dan menawarkan untuk menukar kertas hasil ujian mereka dengan Kok Pin untuk ditunjukkan kepada ibunya.</p><p>Setelah itu, Kok Pin pulang dengan perasaan sedih dan tidak semangat. Kok Pin menghampiri ibunya yang sedang dirawat di rumah sakit. Kok Pin jujur kepada ibunya bahwa hasil nilai ujian yang dia dapatkan belum seperti yang diinginkan ibunya. Ibunya sekarang mengerti dan paham bahwa Kok Pin sudah berusaha selama ini.</p><p>Setelah itu, ayahnya masuk ke dalam ruangan rawat ibunya, lalu mereka berpelukan hingga ibu guru Kok Pin datang menjenguk ibu Kok Pin sekaligus memberi tahu bahwa gambar Kok Pin yang dikirimkan ke kompetisi menggambar anak-anak internasional oleh ibu gurunya mendapatkan juara 2.</p><p><br/></p><p>● Pesan yang dapat diambil:</p><p>Sebagai orang tua, jangan terlalu menuntut anak harus selalu pintar di bidang akademik, karena setiap anak memiliki kelebihan dan bakatnya masing-masing. Sebagai orang tua harus selalu support kelebihan dan bakat yang dimiliki oleh anaknya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-23 03:00:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646531026</guid>
      </item>
      <item>
         <title>walida kartika sari 2500005026</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646533021</link>
         <description><![CDATA[<p>Lao Kok Pin yang sejak kecil memiliki hobi menggambar. Selanjutnya Kok Pin tidak menonjol di semua mata pelajaran,tapi ia memiliki kemampuan cukup baik dalam Bahasa Inggris dan Matematika,namun ibunya tidak suka. Sang ibu menganggap hobi menggambar hanya buang waktu saja dan tidak membuat sukses. Karena tekanan dari ibunya Lao Kok Pin tumbuh dengan perasaan tertekan. Waktu Lao Kok Pin belajar ibunya membawa rotan kecil dan di pukul kepada Kok Pin,karena nilai nya jelek di sekolah. Lao Kok Pin hanya bisa menangis dan diam, ia sebenarnya bukan anak malas, hanya tidak dimengerti. Sang ibu lebih menekankan agar Lao Kok pin mendapatkan nilai tinggi. Ibu nya selalu mendorong dan bekerja keras karena mengganggap kesuksesan hanya bisa diraih lewat jalur akedemik. Tekanan dari sang ibu Lao Kok pin jadi merasa tidak dimengerti dan tidak percaya diri. Secara keseluruhan filam ini menginspirasi kita untuk memahami arti pendidikan yang sesungguhnya. Filam ini memberikan pesan moral yang sangat kuat, yaitu setiap anak memiliki bakat dan potensi berbeda yang harus di hargai. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-23 03:00:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646533021</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Destina Nur Safira 2500005016</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646533160</link>
         <description><![CDATA[<p>Pada suatu hari di negara China terdapat sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Di mana sang anak yang bernama Ko Pin lemah dalam pelajaran matematika dan bahasa inggris, tetapi Ko Pin suka menggambar sejak kecil. Setiap Ko Pin mendapatkan nilai yang kurang memuaskan, ibu selalu memukulnya dengan rotan. Tanpa ibu ketahui perlakuannya membuat Ko Pin kesakitan. Ko Pin belajar dengan tekun setiap malam untuk mendapatkan nilai yang sempurna. Walaupun begitu Ko Pin tetap mendapatkan nilai yang kurang memuaskan dan itu membuatnya sedih. Ko Pin memberi tahu sang ibu dan meminta maaf karena tidak bisa mendapatkan nilai yang bagus. Ternyata ibu Ko Pin berada di Rumah Sakit, lalu ibu mengatakan bahwa ibu bangga pada Ko Pin, karena ibu tau usaha dan kerja keras Ko Pin untuk mendapat nilai yang sempurna. Tanpa disadari guru Ko Pin datang ke Rumah Sakit. Guru Ko Pin datang untuk memberitahukan bahwa Ko Pin mendapat juara 2 dalam menggambar, dan Ko Pin akan dikirim ke AS untuk mengikuti lomba selanjutnya. </p><p>Pada cerita diatas kita tidak boleh memaksakan kemampuan yang memang mereka tidak bisa untuk menjadi bisa, karena setiap orang mempunyai keahlian dan kemampuan masing-masing. Selanjutnya dukung dan support kemampuan yang mereka bisa agar berkembang menjadi lebih baik, dan jangan meremehkan kemampuan seseorang. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-23 03:01:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646533160</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dina Widyastuti Pratiwi 2500005024</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646533474</link>
         <description><![CDATA[<p>Pada malam hari, ada seorang anak bernama Liu Kok Pin yang sedang belajar bersama ibunya. Liu Kok Pin adalah anak yang pintar menggambar, akan tetapi ia tidak diizinkan untuk menggambar karena standar kepintaran di Singapura adalah kepandaian dalam bidang matematika. Ibu Liu khawatir akan masa depan anaknya karena Liu kurang bisa matematika. Teman kantor ibu Liu menasihati agar ia memukul Liu supaya rajin belajar dengan menggunakan rotan. Liu Kok Pin sangat takut kepada ibunya karena ia takut terkena rotan. Oleh karena itu, Liu belajar dengan giat dan tekun. Ujian pun tiba, Liu mengerjakan dengan sangat serius. Walaupun begitu, pada saat ujian Liu mendapat nilai 51. Ia sangat takut pulang karena khawatir akan dimarahi ibunya, yang saat itu sedang berada di bangsal rumah sakit. Pada saat pulang sekolah, teman-teman Liu menawarkan untuk menukar hasil ujian karena takut Liu akan dipukul ibunya kembali, namun Liu tidak menerimanya. Liu pulang dengan bimbang karena takut akan ibunya. Melihat ibunya terbaring di bangsal rumah sakit, Liu pun mendekat dan berkata bahwa ia gagal karena tidak mendapat nilai bagus. Ibu Liu menangis karena ia sadar bahwa keberhasilan anaknya bukan berasal dari nilai ujian, melainkan dari usaha yang ia lakukan. Liu pun menangis di pelukan ibu dan ayahnya. Kemudian wali kelas Liu datang untuk menjenguk dan memberitahukan bahwa Liu telah memenangkan lomba menggambar internasional.</p><p><br/></p><p>Pesan moral : </p><p>Setiap anak punya kelebihan dan minat bakat yang berbeda-beda, jadi tidak seharusnya sebagai orang tua untuk memaksa anak pintar dalam sesuatu yang tidak diminatinya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-23 03:01:11 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646533474</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Andini Hanung 2500005010</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646534630</link>
         <description><![CDATA[<p>Di sebuah kota di China terdapat sepasang suami istri. Mereka mempunyai seorang anak bernama Liu Kok Pin yang selalu mendapatkan nilai yang kurang dan tidak pandai. Pada saat belajar matematika Liu Kok Pin dibantu oleh ibu, selama menjelaskan Kok Pin tidak memahami apa yang disampaikan oleh sang ibu, ibu marah kepada Liu Kok Pin karena ia sudah menjelaskan beberapa kali tetapi tetap tidak memahami matematika sambil memukuli Kok Pin. Saat Kok Pin dipukul oleh ibu sang ayah datang untuk membela Kok Pin, menurut ayah pembelajaran matematika dan bahasa Inggris tidak terlalu penting karena ada bahasa Cina yang harus dia pahami juga. Kok Pin terus belajar dengan sungguh-sungguh agar mendapatkan nilai 90. Pengaruh lingkungan kerja ibu Kok Pin memberikan saran untuk mencambuk Kok Pin agar ia ingin belajar. Saat ujian teman-teman Kok Pin mengerjakan dengan asal bahkan ada yang tertidur, tapi Kok Pin tetap berusaha dengan sungguh-sungguh saat mengerjakan ujiannya. Empat hari kemudian guru Kok Pin memberikan hasil ujian kepada muridnya saat nama Kok Pin dipanggil ia berdoa agar nilainya tidak mengecewakan, saat ia mengambil kertas ujian dan melihat nilai ternyata ia mendapatkan nilai 51/100 Kok Pin merasa sangat sedih. Kok Pin membawa hasil ujiannya ke Rumah Sakit untuk ditunjukkan kepada ibunya saat menunjukkan ternyata sang ibu tidak marah ia memaklumi Kok Pin karena ia rasa Kok Pin sudah berusaha semaksimal mungkin dalam belajar agar tidak mengecewakan dan meminta maaf karena terlalu keras kepada Kok Pin. Guru Kok Pin Ny. Lee datang membawa surat bahwa Kok Pin juara 2 menggambar di Singapore kemudian ke A.S untuk mengikuti lomba selanjutnya. Pesan dalam film tersebut sebagai orang tua kita tidak boleh memaksakan anak kemampuan anak berbeda-beda kita hanya perlu memberi semangat dan tidak perlu menggunakan kekerasan agar anak mau belajar karena paksaan bukan karena kemauan sendiri. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-23 03:01:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646534630</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pradita afifah asyifa </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646536168</link>
         <description><![CDATA[<p>Film ini menceritakan ada seorang anak laki-laki yang bernama Lio kok pin. Lio kok pin selalu dipaksa oleh ibunya belajar dan selalu dibandingkan dengan teman Pin. Lio kok pin memiliki keterbatasan dalam mempelajari pelajaran akademik. Disisi lain Lio kok pin memiliki kelebihan dalam seni menggambar. Pada suatu hari Pin dipaksa ibunya belajar dan jika Pin tidak bisa Pin dipukul menggunakan rotan. Tibalah di sekolah Pin mengerjakan soal dengan gigih dan akhirnya selesai. Pin gelisah menunggu hasil nilai yang tadi Pin kerjakan. Soalnya pun telah selesai dikoreksi Pin mendapatkan nilai lima puluh satu. Lio pun menyampaikan hasilnya kepada ibunya dan Ibunya memaafkan, karena ibunya tau Pin telah berusaha dengan gigih. Ibu guru datang membawa kabar gembira yaitu Pin mendapatkan juara menggambar. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-23 03:02:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646536168</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Miftakhul Jannah (2500005005)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646536260</link>
         <description><![CDATA[<p>Pada suatu hari di negara China terdapat sepasang suami istri yang memiliki seorang anak bernama Liuk Ko Phin. Dia seorang anak yang dituntut ibunya untuk bisa memahami dibidang akademik, padahal itu bukan kemampuannya. Setiap belajar dia selalu mendapat pukulan dan bentakan dari ibunya. Ayahnya selalu membela dia tetapi ibunya tetap menyalahkannya. Dia memiliki potensi sendiri dibidang non-akademik yaitu menggambar. Setiap ulangan Matematika dia selalu mendapatkan nilai buruk sehingga dia selalu mendapat pukulan dan bentakan dari ibunya saat pulang sekolah. Dia berjanji akan berusaha mendapatkan nilai tinggi pada ujian besok. Saat ujian berlangsung dia mengerjakan dengan air mata yang mengalir karena takut dengan amarah ibunya. Ketika pembagian nilai ujian, temannya mendapatkan nilai tinggi tetapi saat dia melihat nilai dikertas jawabannya yang dia dapat hanyalah nilai kecil yang tidak sesuai dengan harapannya. Teman-teman yang mengetahui masalah yang dialami Ko Phin berusaha membantunya dengan mengganti nama kertas temannya menggunakan namanya, tetapi Ko Phin tidak ingin menggantinya. Saat pulang dia menghampiri ibunya yang sedang terbaring lemas di Rumah Sakit. Dia menghampiri ibunya dalam keadaan menangis dan dia memberikan lembar nilainya yang masih buruk. Ibunya yang mengetahui itu langsung memeluk dan memberi nasihat untuk anaknya agar selalu berusaha jangan bermalas-malasan. Saat dia dan ibunya berpelukan ayahnya datang dan ikut memberikan pelukan hangat untuknya. Suasana yang haru dan sedih tiba-tiba menjadi rasa bahagia karena guru dari Ko Phin menyampaikan kabar bahwa Ko Phin menjadi juara kedua dalam lomba menggambar di Singapura. Rasa bangga dan bahagia menyelimuti keluarga Ko Phin.</p><p><br/></p><p>Pesannya : Jangan selalu menuntut anakmu agar bisa disemua bidang, mereka memiliki potensi dan kemampuan sendiri-sendiri dan jangan didik mereka dengan kekerasan karena rasa sakit hatinya akan membekas hingga mereka dewasa. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-23 03:02:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646536260</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Chandra D w 2500005044</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646536935</link>
         <description><![CDATA[<p>Film ini menceritakan seorang anak bernama kok pin yang mempunyai bakat dalam seni menggambar tapi tidak mendapat dukungan dari ibunya. Parahnya kok pin ini sering disiksa oleh ibunya karena tidak pandai dalam pelajaran matematika. Tapi kok pin ini bertekad mendapatkan nilai yang baik, tapi usahanya seakan tidak berguna saat dia menerima nilai yang jelek. Dia sangat ketakutan sampai menangis di kelas. Dan saat dia ingin memberitahukan soal nilainya ke ibunya, ternyata ibunya sedang sakit dan dirawat dirumah sakit. Ternyata ibunya sakit karena stres memikirkan nilai kok pin. Lalu kok pin memberitahukan nilai sambil menangis di samping ibunya. Lalu ibunya menerima nilai kok pin yang tidak sempurna dengan mengatakan kok pin sudah berusaha sekuat tenaga. Lalu datang lah ibu guru ke rumah sakit itu sambil membawakan hasil menggambar kok pin yang ternyata mendapatkan peringkat nasional. Yang dapat kita pelajari dari film ini adalah, jangan lah memaksakan anak kita untuk sempurna dalam suatu bidang yang kita inginkan, tapi dukunglah apa yang anak kita sukai.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-23 03:02:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646536935</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Saniyah Khurotul Akyun </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646541309</link>
         <description><![CDATA[<p>Film ini mengisahkan tentang seorang anak yang bakat serta keinginan alaminya sering tidak dihargai oleh ibunya. Ibu Liu Kok Pin sangat fokus pada nilai akademik dan memaksa  Liu Kok Pin untuk selalu mendapatkan hasil yang tinggi.  Kok Pin yang kesulitan dalam pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris, padahal ia memiliki bakat terpendam di bidang menggambar. Film ini menampilkan momen emosional di mana anak-anak dihukum atau dimarahi karena nilai yang dianggap buruk, menunjukkan dampak psikologis dari pola asuh otoriter. Anak-anak merasa frustrasi karena bakat alaminya, seperti blogging atau bela diri, terus-menerus diabaikan dan dilarang oleh orang tua. Pada saat guru membagikan hasil ujian Kok Pin mendapatkan nilai 51. Teman-teman Kok Pin sangat kasihan dengan Kok Pin yang mendapatkan nilai 51 dan teman-teman Kok Pin memberikan kertas hasil ujiannya kepada Kok Pin dengan mengganti nama mereka menjadi nama Kok Pin tetapi Kok Pin tidak mau menerima batuan dari mereka. Setelah itu Kok Pin berjalan pulang menemui ibunya yang sedang sakit, lalu Kok Pin memberi tahu ibunya bahwa dia mendapatkan nilai kecil. kemudian ibu guru datang menemui ibunya Kok Pin dan memberi tahu bahwa Kok Pin juara dua di prestasi. Intinya Kok Pin tidak pandai di nilai akademik tetapi dia pintar dalam seni. Dari  film yang mengungkap tentang bagaimana menggali potensi diri dan bakat anak, film pendidikan yang mengajarkan pada kita agar bijak dalam membimbing dan mendidik anak.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-10-23 03:04:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/amridha2024/rozjgnqjp2u01f0x/wish/3646541309</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
