<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Pemanfaatan IPTEK di Indonesia by Dinda Tiara Salsabila</title>
      <link>https://padlet.com/salsabiladindatiara/pemanfaatanIPTEK</link>
      <description>Dibuat oleh: 
Nama: Dinda Tiara Salsabila
Kelas : 12 MIPA 6
No. Abs: 08</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-02-27 12:57:52 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-01-26 07:28:16 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1603715716/e927f2786549eef26baec64eb0b199b8/padlet_image_picker_file_b5c244fa_4dd6_43e6_90f6_25e43614a2a2.jpg</url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author>salsabiladindatiara</author>
         <link>https://padlet.com/salsabiladindatiara/pemanfaatanIPTEK/wish/2068153673</link>
         <description><![CDATA[<div>Berbicara tentang perkembangan IPTEK di Indonesia, tentu tak bisa lepas dari peran teknologi informasi yang terus berkembang. Sebagai satu di antara negara berkembang di Asia, penggunaan teknologi di Indonesia tergolong pesat.<br><br>Perkembangan teknologi di Indonesia sebenarnya sudah terjadi sejak zaman pra-aksara. Bukti paling tua bisa kita lihat dari adanya lukisan gua berumur 44 ribu tahun di daerah Sulawesi.<br><br>Kemudian ketika masuk era kerajaan Hindu-Buddha, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi kembali terjadi berkat pengaruh kebudayaan dari India.<br><br>Memasuki era modern, masyarakat Indonesia banyak melakukan adopsi teknologi dari luar negeri. Mulai dari gadget, internet, hingga sejumlah inovasi yang mampu memudahkan aktivitas sehari-hari.<br><br>Berbagai usaha untuk memajukan kualitas IPTEK di Indonesia pun dilakukan, beberapa produk buatan anak bangsa pun diakui dunia.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1603715716/edd27ce0c1fdad8499533e46de7b79cc/padlet_image_picker_file_4ffc5da4_90ef_4f68_b2d7_7ff4053deb24.jpg" />
         <pubDate>2022-02-27 12:58:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/salsabiladindatiara/pemanfaatanIPTEK/wish/2068153673</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>salsabiladindatiara</author>
         <link>https://padlet.com/salsabiladindatiara/pemanfaatanIPTEK/wish/2068154662</link>
         <description><![CDATA[<div>Transportasi darat diawali dengan adanya pembangunan jalan tol besar pada tahun 1973 untuk menghubungkan daerah-daerah terpencil. Jalan Tol pertama yang dibangun pada tahun 1973 adalah jalan tol Jakarta – Bogor – Ciawi&nbsp; dan masih banyak lagi pembangunan jalan tol yang masih berlangsung hingga sekarang.<br><br>Selain jalan tol, pada tahun 1995 telah diresmikan penggunaan kereta api ekspres yang berkecepatan 120 km per jam. Jakarta-Surabaya yang awalnya ditempuh dalam waktu 14 Jam dapat dipersingkat hanya 9 Jam.<br>Untuk menunjang transportasi darat, pemerintah mem-bangun berbagai infrastruktur jalan raya dan jalan tol. Pada masa Orde Baru, salah satu pembangunan jalan yang cukup berhasil adalah Jalan Tol Jagorawi (Jakarta-Bogor-Ciawi). Pembangunan tersebut dilakukan untuk memperlancar roda perekenomian dan mempercepat mobilitas masyarakat.<br><br>Sejak era reformasi, pembangunan infrastruktur jalan semakin cepat dan merata. Salah satu jalan yang ikonik adalah jembatan Suramadu. Jembatan yang melintasi Selat Madura dan menghubungkan Pulau Jawa dan Madura ini menjadi jembatan terpanjang di Indonesia. Rencana pembangunan jembatan ini sudah dimulai pada era Presiden Megawati Soekarnoputri pada 2003 dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009.<br><br>Berkat perkembangan IPTEK, sampai sekarang transportasi di Indonesia berkembang lagi dengan dioperasikannya KRL ( Kereta&nbsp; Rel Listrik) Jabodetabek, LRT dan MRT.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-27 12:59:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/salsabiladindatiara/pemanfaatanIPTEK/wish/2068154662</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>salsabiladindatiara</author>
         <link>https://padlet.com/salsabiladindatiara/pemanfaatanIPTEK/wish/2068157037</link>
         <description><![CDATA[<div>Seperti halnya transportasi perairan, transportasi udara sudah ada sejak zaman Hindia Belanda dan dikelola oleh perusahaan penerbangan Belanda bernama KNILM (Koninklijke Nederlandsch indische Luchtvaart Matschappij). Namun, berbeda dengan KLM yang harus dinasionalisasi terlebih dahulu, KNILM menyerahkan pelaksanaan penerbangan kepada Garuda Indonesia pada 1949.&nbsp;<br><br>Perkembangan teknologi penerbangan Indonesia juga tidak dapat dilepaskan dari peran Nurtanio Pringgoadisuryo dan Wiweko Supomo. Mereka berhasil menerbangkan pesawat kursi tunggal yang dinamakan dengan ‘Si Kumbang’.<br><br>Perkembangan teknologi penerbangan Indonesia semakin pesat dengan diresmikannya Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN). IPTN berhasil membuat pesawat pertama yang dinamakan dengan NC-212.<br>Maskapai penerbangan di Indonesia memakai berbagai jenis pesawat penumpang seperti MD II, Boeing 737 400&nbsp; dan FOKKER F-28. Penerbangan pertama Garuda Indonesia terjadi pada 26 januari 1949. Pesawat yang digunakan adalah pesawat DC-3 yang bernama Seulawah RI 001. Pesawat. Ini dibeli dari hasil patungan masyarakat Aceh.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-27 13:03:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/salsabiladindatiara/pemanfaatanIPTEK/wish/2068157037</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>salsabiladindatiara</author>
         <link>https://padlet.com/salsabiladindatiara/pemanfaatanIPTEK/wish/2068157551</link>
         <description><![CDATA[<div>Perkembangan teknologi transportasi laut di Indonesia telah ada pada masa kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha. Dalam buku Sejarah Indonesia masa Hindu-Buddha (2013) karya Suwardono, pada sekitar abad ke-8 Masehi, kerajaan Mataram Kuno telah menggunakan teknologi perahu bercadik sebagai alat transportasi air.<br><br>Kemajuan teknologi transportasi air Indonesia juga bisa kita lihat dalam jejak kejayaan Sriwijaya. Dalam sejarahnya, kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara dengan armada laut yang kuat.<br><br>Teknologi transportasi air di Indonesia semakin berkembang pada masa kolonial. Bangsa-bangsa Barat seperti Portugis, Belanda dan Ingris mengenalkan teknologi perkapalan yang mampu mengarungi samudra. Pada zaman Hind Belanda, transportasi air dikuasai oleh KPM (Koninklijke Paketvaart Matschappi) yang kemudian setelah kemerdekaan, tepatnya pada 5 September 1950, Menteri Perhubungan dan Menteri Pekerjaan Umum RI mengeluarkan surat keputusan bersama tentang pendirian Yayasan Penguasaant Pusat Kapal-kapal (Pepuska). Namun, Pepuska tidak bertahan lama karena tidak dapat bersaing dengan KPM.<br><br>Pada 28 April 1952, pemerintah kemudian mendirikan Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni). Namun, 90 persen pelayaran antarpulau masih dikuasai oleh KPM.<br><br>Memasuki tahun 1957, Menteri Perhubungan menyetujul untuk mengambil alih atau menasionalisasi KPM dan kapal-kapal KPM resmi dilarang beroperasi. di wilayah Indonesia. Pada masa Orde Baru, transportasi pelayaran semakin pesat. Salah satunya adalah pengadaan pelayaran antarpulau (kapal feri). Hall ini bertujuan untuk memperlancar lalu lintas antarpulau dan meningkatkan perdagangan domestik dan internasional.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1603715716/a62e2428ce7d37944605dead6ce91d36/padlet_image_picker_file_0241309a_20b4_43d2_9e2d_dc1b60e85e75.jpg" />
         <pubDate>2022-02-27 13:04:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/salsabiladindatiara/pemanfaatanIPTEK/wish/2068157551</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jembatan Suramadu</title>
         <author>salsabiladindatiara</author>
         <link>https://padlet.com/salsabiladindatiara/pemanfaatanIPTEK/wish/2068160338</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1603715716/d5992d271d8e70bf8c7bd4648e8b0cdd/padlet_image_picker_file_4cffe782_5611_4653_803d_7653809c2ae6.jpg" />
         <pubDate>2022-02-27 13:09:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/salsabiladindatiara/pemanfaatanIPTEK/wish/2068160338</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>salsabiladindatiara</author>
         <link>https://padlet.com/salsabiladindatiara/pemanfaatanIPTEK/wish/2068161148</link>
         <description><![CDATA[<div>Kedirgantaraan adalah salah satu bidang teknologi udara. Perkembangan teknologi kedirgantaraan di Indonesia dimulai sejak dibentuknya Lembaga Penerbangan dan Antariksa (Lapan) hingga dibentuknya PT Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) yang kini menjadi PT DI (Dirgantara Indonesia).</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-27 13:10:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/salsabiladindatiara/pemanfaatanIPTEK/wish/2068161148</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lembaga Penerbangan dan Antariksa (Lapan) </title>
         <author>salsabiladindatiara</author>
         <link>https://padlet.com/salsabiladindatiara/pemanfaatanIPTEK/wish/2068161443</link>
         <description><![CDATA[<div>Lembaga Penerbangan dan Antariksa (Lapan) didirikan pada 27 November 1963 dengan tujuan untuk menyusun kebijakan nasional di bidang penelitian dan pengembangan sains antariksa dan atmosfer, teknologi penerbangan dan antariksa, serta penginderaan jauh dan pemanfaatannya.<br><br>Dalam teknologi kedirgantaraan. Lapan menghasilkan tiga satelit komunikasi. yakni Telkom 1, Telkom 2, dan Palapa D. Lapan juga telah menghasilkan teknologi penginderaan jauh yang bermanfaat untuk pemantauan di bidang pemanfaatan sumber daya alam. Penginderaan jauh kini bukan hanya memberikan informasi transportasi udara, melainkan juga informasi di bidang kehutanan, lahan pertanian, sistem pemetaan wilayah, lingkungan, bencana alam, hingga sumber daya alam.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1603715716/de1844f5caa46375fe94fcf3f2ab2303/padlet_image_picker_file_a9a9cc49_7add_4c14_aa19_d170cae3daad.jpg" />
         <pubDate>2022-02-27 13:10:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/salsabiladindatiara/pemanfaatanIPTEK/wish/2068161443</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Industri Pesawat Terbang Nusantara

</title>
         <author>salsabiladindatiara</author>
         <link>https://padlet.com/salsabiladindatiara/pemanfaatanIPTEK/wish/2068163315</link>
         <description><![CDATA[<div>Tokoh perintis penerbangan Indonesia adalah Nurtanio Pringgoadisuryo. Pada 1947, ia bersama Wiweko Soepono membuat pesawat laying Zogling NWG (Nurtanio-Wiweko Glider) Nurtanio kemudian bergabung dengan Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) dan membuat pesawat layang AURI.<br><br>Nurtanio kemudian ikut mendirikan Depot Penyelidikan, Percobaan, dan Pembuatan AURI yang kemudian berubah menjadi Lembaga Persiapan Industri Penerbangan (Lapip). Pada tahun 1966, setelah Nurtanio wafat, Lapip berganti nama menjadi Lembaga Industri Pesawat Terbang Nurtanio (Lipnur).<br><br>Pada 26 April 1976, didirikan PT Industri Pesawat Terbang Nurtanio (IPTN) dengan Bacharuddin Jusuf Habibie sebagai direktur utama. PT IPTN berganti nama menjadi PT Industri Pesawat Terbang Nusantara pada 11 Oktober 1985 dan berubah lagi menjadi PT Dirgantara Indonesia (DI) pada masa Presiden K.H. Abdurrahman Wahid pada tahun 2000.<br><br>Pada tahun 1983 hingga 1988, mulai dikembangkan pesawat penumpang sipil angkut turboprop kelas menengah bermesin dua. Pesawat bermesin turboprop inidirancang oleh IPTN bekerja sama dengan CAS (Construtyion Aeronouticas SA), sebuah perusahaan produsen pesawat terbang asal Spanyol. Pesawat ini kemudian diberi nama Tetuka.<br><br>Selain CN-235, IPTN lain yang paling fenomenal adalah Pesawat N250 yang mampu terbang hingga ketinggian 7620. meter dan daya jelajah 1480 meter dan dirancang untuk memuat 50 hingga 701 penumpang.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1603715716/0c8f6f4471e8d201cd28d60284a37140/padlet_image_picker_file_e8c36e1a_5551_4bae_b5ec_19a3f52175fd.jpg" />
         <pubDate>2022-02-27 13:13:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/salsabiladindatiara/pemanfaatanIPTEK/wish/2068163315</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Badan Koordinasi Survel dan Pemetaan Nasional Pada 1938. </title>
         <author>salsabiladindatiara</author>
         <link>https://padlet.com/salsabiladindatiara/pemanfaatanIPTEK/wish/2068163839</link>
         <description><![CDATA[<div><br>Pemerintah Hindia Belanda membentuk Permanente Kortering Commissie (Komisi Tetap untuk Pemerataan) yang kemudian berubah menjadi Road en Directorium voor het Meet en Kaarteerwezen in Nederland Indsch (Dewan dan Direktorium untuk Pengukuran dan Pemetaan Hindia Belanda. Badan ini pun kemudian dibubarkan pada 1951 dan diganti dengan Dewan dan Direktorium Pengukuran dan Penggambaran Peta.&nbsp; Pada tahun 1964, badan tersebut dibubarkan oleh Presiden Soekarno dan diganti&nbsp; dengan Komando Survi dan Pemetaan Nasional (Kosurtanal) dan Dewan Survei dan&nbsp; Pemetaan Nasional (Desurtanal). Pada awal pemerintahan Orde Baru, dibentuk Badan Koordinasi Survel dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) menggantikan Kasurtanal dan Desurtanal, Bakosurtanal dibentuk dengan tujuan untuk melakukan survei dan pemetaan yang&nbsp; dapat memberikan informasi sumber daya alam dan lingkungan.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-02-27 13:14:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/salsabiladindatiara/pemanfaatanIPTEK/wish/2068163839</guid>
      </item>
      <item>
         <title>MRT Jakarta</title>
         <author>salsabiladindatiara</author>
         <link>https://padlet.com/salsabiladindatiara/pemanfaatanIPTEK/wish/2068166541</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1603715716/e166e06f86dbdee5037254d4179324a2/padlet_image_picker_file_905f60a0_1437_4a59_ac3e_6ddaa662b086.jpg" />
         <pubDate>2022-02-27 13:19:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/salsabiladindatiara/pemanfaatanIPTEK/wish/2068166541</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pesawat &#39;Si Kumbang&#39;</title>
         <author>salsabiladindatiara</author>
         <link>https://padlet.com/salsabiladindatiara/pemanfaatanIPTEK/wish/2068167428</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1603715716/7c12de89e28bc98015afa988202f530c/padlet_image_picker_file_2d538c17_ec11_457b_a3c4_fec00d4de858.jpg" />
         <pubDate>2022-02-27 13:20:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/salsabiladindatiara/pemanfaatanIPTEK/wish/2068167428</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
