<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Perlawanan Kesultanan Gowang by Katrin Oktavia Ramadhani</title>
      <link>https://padlet.com/katrinramadhani/rll5vq343ecn3s60</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-09-12 06:42:18 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-09-12 08:03:44 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Sekilas Pandang Kesultanan Gowa</title>
         <author>katrinramadhani</author>
         <link>https://padlet.com/katrinramadhani/rll5vq343ecn3s60/wish/2291838602</link>
         <description><![CDATA[<div>Sebelum Kerajaan Gowa terbentuk, terdapat 9 (sembilan) Negeri atau Daerah yang masing-masing dikepalai oleh seorang penguasa yang merupakan Raja Kecil. Negeri ini ialah Tombolo, Lakiung, Samata, Parang-parang, Data, Agang Je’ne, Bisei, Kalling dan Sero. Pada suatu waktu Paccallayya bersama Raja-Raja kecil itu masygul karena tidak mempunyai raja, sehingga mereka mengadakan perundingan dan sepakat memohon kepada Dewata agar menurunkan seorang wakilnya untuk memerintah Gowa.<br>Peristiwa ini terjadi pada tahun 1320 (Hasil Seminar Mencari Hari Jadi Gowa) dengan diangkatnya Tumanurung menjadi Raja Gowa maka kedudukan sembilan raja kecil itu mengalami perubahan, kedaulatan mereka dalam daerahnya masing-masing dan berada di bawah pemerintahan Tumanurung Bainea selaku Raja Gowa Pertama yang bergelar Karaeng Sombaya Ri Gowa.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://sultansinindonesieblog.files.wordpress.com/2019/07/1aa-1.jpg?w=186&amp;h=248" />
         <pubDate>2022-09-12 07:10:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/katrinramadhani/rll5vq343ecn3s60/wish/2291838602</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Latar Belakang Kesultanan Gowa </title>
         <author>katrinramadhani</author>
         <link>https://padlet.com/katrinramadhani/rll5vq343ecn3s60/wish/2291842209</link>
         <description><![CDATA[<div>Kejayaan Gowa ketika berada dibawah pemerintahan Sultan Hasanuddin (1653-1669 M) membuat posisi VOC di kawasan Indonesia Timur menjadi terancam. Latar belakang perlawanan Gowa-Tallo terhadap VOC, yaitu VOC menginginkan hak monopoli perdagangan di kawasan Indonesia Timur serta VOC melakukan blokade terhadap kapal-kapal yang akan berlabuh di Somba Opu.<br>Untuk menghadapi tindakan VOC yang semena-mena, Sultan Hasanudin memperkuat pasukan dengan memerintahkan kerajaan bawahan di Nusa Tenggara untuk mengirimkan prajuritnya. Sedangkan di sisi lain, VOC menggunakan politik devide et Impera dengan meminta bantuan Arung Palaka dari Kesultanan Bone. Arung Palaka menerima permintaan dari VOC dengan alasan ingin membalas kekalahannya atas Gowa dan merebut kembali kemerdekaan Bone.<br>Dengan demikian, latar belakang  terjadinya perlawanan Gowa atau Makassar adalah VOC menginginkan hak monopoli perdagangan di kawasan Indonesia Timur dan VOC melakukan blokade terhadap kapal-kapal yang akan berlabuh di Somba Opu.</div>]]></description>
         <enclosure url="http://www.donisetyawan.com/wp-content/uploads/2018/02/Sultan-Hasanudin-dari-bongaya.jpg" />
         <pubDate>2022-09-12 07:14:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/katrinramadhani/rll5vq343ecn3s60/wish/2291842209</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jalanya Perlawanan Kesultanan Gowa </title>
         <author>katrinramadhani</author>
         <link>https://padlet.com/katrinramadhani/rll5vq343ecn3s60/wish/2291847814</link>
         <description><![CDATA[<div>VOC dibawah JC Speelman membawa sekitar 1900 prajurit dan 21 armada kapal perang. Ditambah lagi pasukan dari Bone dibawah pimpinan Arung Palaka.<br>Pertempuran berlangsung sengit selama 4 bulan dan Sultan Hasanuddin dipaksa menandatangani perjanjian Bongaya yang intinya berisi <br>•VOC diperbolehkan memonopoli perdagangan di kawasan Indonesia Timur<br>•Semua orang asing diusir dari Gowa, kecuali VOC<br>•Gowa mengganti biaya kerugian perang<br>•Beberapa wilayah kekuasaan Gowa diserahkan kepada VOC</div>]]></description>
         <enclosure url="https://2.bp.blogspot.com/-7ANTDbQDFyo/VuOraSqfVKI/AAAAAAAAAMA/v5K0mIobZfAK0PPT0EuSslY6MIe5-tvjg/s1600/perjanjian%2Bbongaya.jpg" />
         <pubDate>2022-09-12 07:19:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/katrinramadhani/rll5vq343ecn3s60/wish/2291847814</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Akhir Perlawanan Kesultanan Gowa </title>
         <author>katrinramadhani</author>
         <link>https://padlet.com/katrinramadhani/rll5vq343ecn3s60/wish/2291848879</link>
         <description><![CDATA[<div>Sultan Hasanudin pada awal 1668 membatalkan perjanjian Bongaya yang sangat merugikan Gowa-Tallo. Pada 1669, Arung Palaka menyerang benteng Somba Opu dengan kekuatan sekitar 7.000-8.000 pasukan.<br>Arung Palaka dapat menaklukan benteng Somba Opu dan Sultan Hasanudin beserta pasukannya melarikan diri hingga meninggal pada tahun 1670.</div>]]></description>
         <enclosure url="http://jernih.co/wp-content/uploads/perang-aceh-sejarah-aceh-kerajaan-aceh-780x418.jpg" />
         <pubDate>2022-09-12 07:20:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/katrinramadhani/rll5vq343ecn3s60/wish/2291848879</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
