<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Latihan Menulis - Roadshow Jember by Local Writer Literatur Perkantas Jatim</title>
      <link>https://padlet.com/localwriterliteraturjatim/rki65b31iwcj34yy</link>
      <description>What excites me?</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-06-13 17:01:17 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-06-14 05:16:23 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/3503811982/03f71b6bd19f328912cd0d99618ffc3c/padlet_crane_logo.png</url>
      </image>
      <item>
         <title>Darlene </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/localwriterliteraturjatim/rki65b31iwcj34yy/wish/3490021935</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Saya mempelajari hal baru tentang sukacita (hlm. 49-53) bahwa Tuhan menekankan pentingnya untuk selalu bersukacita. Di Alkitab ternyata perayaan merupakan suatu hal yang penting, nyatanya Tuhan dahulu lah yang mengajak umat Israel mengadakan perayaan, dan bersukacitanya bukan dalam bentuk mabuk mabukan, senang senang yang tak terkendali. Tapi supaya nama Tuhan di muliakan, berkumpul dan mengikat tali persaudaraan.</p></li><li><p>Yang saya hapus adalah, cara menyampaikan sukacita yang salah. Alkitab tidak melarang canda tawa, tapi melarang perkataan kotor, yang kosong atau sembrono. </p></li><li><p>Alkitab memberi banyak kesempatan dan alasan untuk bersukacita, tapi diperingatkan agar tidak membiarkan perayaan menjadi tidak bermoral, tidak sesuai kehendak Tuhan.</p></li><li><p> Ketika saya bersemangat, bahagia sekali. Terkadang bahasa yang di ucapkan tidak baik. Jadi saya harus belajar untuk menjaga perkataan</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-14 04:13:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/localwriterliteraturjatim/rki65b31iwcj34yy/wish/3490021935</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Chris</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/localwriterliteraturjatim/rki65b31iwcj34yy/wish/3490025166</link>
         <description><![CDATA[<p>Designed for Dignity" hal. 1-3</p><p>"1. "Kita mengerti siapa diri kita hanya di dalam terang siapa Allah itu."</p><p>2. Pemahaman yang diubahkan ialah mengenai cara untuk mengenal diri sendiri yang harus melalui terang Allah. </p><p>3. Hal yang saya pelajari ulang ialah mengerti bahwa pengenalan akan diri juga penting. Kita bisa melakukannya hanya melalui terang Allah, yang artinya pengetahuan akan Allah harus diutamakan. </p><p>4. Saya merasa bahwa saya hanya dapat mengenali diri hanya melalui judgement dari orang lain, tapi ternyata setelah saya membaca bagian ini, saya mengetahui bahwa pengenalan akan diri hanya dapat dilakukan melalui terang Allah saja. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-14 04:23:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/localwriterliteraturjatim/rki65b31iwcj34yy/wish/3490025166</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Masalah Kepribadian dalam Pelayanan (Jzn)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/localwriterliteraturjatim/rki65b31iwcj34yy/wish/3490025263</link>
         <description><![CDATA[<p>Pada bagian awal buku ini atau bab 1 penulis menyampaikan alasan dari buku ini dituliskan. Bagian awal ini membuka jendela berpikir saya dengan statement yang diberikan yaitu "Masalah utama dalam pelayanan (Gereja) adalah masalah orangnya." Masalah "orang" yang dimaksud disini adalah masalah kepribadian yang dimiliki oleh manusia yang ada di lingkungan itu terutama pemimpinnya. Dalam dunia pelayanan,  masalah kepribadian dan pengalaman yang salah menjadi penghambat perkembangan jiwa dalam semua aspek termasuk pengenalan akan Allah yang keliru. Oleh karena itu buku ini menjelaskan tentang sifat dasar manusia dari lahir (Temperament) dan sifat manusia yang terbentuk dari pengalamannya (Personality). Sehingga dengan mengenal kepribadian-kepribadian atau sifat-sifat ini dapat menjadi refleksi untuk lebih memahami sesama kita terutama dalam pelayanan.</p><p><br/></p><p>Setelah membaca alasan buku ini ada, saya mendapatkan tamparan yang keras akan persepsi saya selama ini. Seringkali saya "menjudge" seorang yang bermasalah (biang kerok). Terutama dalam pelayanan, saya memandang saat ada orang yang menjadi sumber masalah adalah orang yang 100% SALAH. Persepsi ini menyebabkan saya tidak melihat lebih dalam tentang permasalahan yang ada, latarbelakang kehidupannya, atau kepribadian yang dimilikinya.</p><p><br/></p><p>Dalam membaca buku ini, saya mendapatkan pengetahuan baru tentang sifat-sifat atau kepribadian manusia, asal atau alasan kepribadian itu terbentuk, dan fase-fase yang ada dalam kehidupan manusia. Hal ini memberikan wawasan baru untuk lebih mendalami tentang "orang" itu sendiri. Sehingga menjadi bekal yang baik saat dihadapkan dalam situasi permasalahan dalam pelayanan yang berkaitan dengan "orang".</p><p><br/></p><p>Permasalahan dalam pelayanan tentu seringkali saya alami, dan tentunya sangat erat hubungannya dengan manusia yang terlibat. Contohnya saja, dalam pelayanan pasti terdapat beberapa orang yang saling berkaitan dengan beragam jenis dan sifatnya. Sehingga sangat diperlukan pemahaman yang baik akan kepribadian setiap orang yang ada, agar dalam pelayanan dapat berjalan dengan saling bersinergi, harmonis, dan optimis.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-14 04:24:15 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/localwriterliteraturjatim/rki65b31iwcj34yy/wish/3490025263</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Mei Lorenja B.  Manalu</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/localwriterliteraturjatim/rki65b31iwcj34yy/wish/3490027682</link>
         <description><![CDATA[<p>The Sacred Search</p><p>Pencarian Pasangan Hidup yang Kudus</p><p>hal 10-16</p><p><br></p><p>Pertanyaan alasan mengapa anda menikah lebih penting daripada &nbsp;dengan siapa anda.</p><p>Hal ini bukan berarti dengan siapa anda menikah tidak penting, ini adalah hal yang penting&nbsp; bahkan bisa dikatakan sangan penting. Hanya saja, pertanyaan mengapa kita menikah jauh lebih penting karena kalua kita membuat keputusan yang buruk, kita akan selalu memulai dari awal lagi.</p><p>Pernikahan alkitabiah adalah perkara sekali seumur hidup. Banyak orang Kristen Yakinini bahwa ada alasan alkitabah yang bisa di terima untuk melakukan perceraian karena kelakuan yang fatal sifat nya. Sebagai orang Kristen, jika kita mengalami kekecewaan dalam perkinahkan, kita harus nya memperbaiki nya, bukan meninggalkan nya dan memulai dari awal dengan orang yang baru.</p><p>Fakta ini memperlihatkan secara jelas bahwa waktu, usaha , bahkan patah hati karena memutuskan untuk memilih dengan siapa kita menikah sangat layak dilakukan demi menjamin seorang Kristen membuat pilihan bijak sebelum melngkah dalam pernikahan. Jika kita lebih memilih dnegan siapa kita menikah, dan mengambil keputusan terburu buru, kita akan membuat pernikahan yang patah, yang dimana &nbsp;selalu bertengkar dengan pasangan kita akibat keputusan yang payah dalam hidup kita.</p><p>Akan tetapi , pertanyaan &nbsp;“dengan siapa kita menikah” juga&nbsp; tidak kalah penting dari pada asalan mengapa kita menuikah. Sebuah rumah yang di bangun di atas dasar “Matius 6:33” adalah rumah yang kokoh. Ketika kita memliki pasangan yang saking berkomitmen pada kristus, bertumbuh di dalam tuhan, saling mendukung satu sama lain dalam perjalanan rohani, maka sukacita akan melimpah atas mereka dan mujizat Tuhan akan selalu terjadi bagi mereka. Namun, jika kita memilih pasangan yang tidak sesuai dengan kehendk tuhan, akan membuat kita jauh dari tuhan. Pertumbuhan rohanu kita dalam tuhan akan semakin merosot.</p><p>Sebagai generi muda, kita harus pandai dan bijak dalam mengambil keputusan sebelum kita memcari pasangan hidup dan melanjutkan ke jenjang pernikahan. Kita harus tau alasan &nbsp;utama untuk apa kita menikah dan dengan siapa kita menikah. Jangan berburu buru dalam mengambil keputusan, dan jangan salah menafsirkan apa itu pernikahan. Pasangan yang baik adalah pasangan yang bisa membuat kita bertumbuh secara rohani dan mampu membawa kita lebih dekat lagi kepada Tuhan.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-14 04:33:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/localwriterliteraturjatim/rki65b31iwcj34yy/wish/3490027682</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yoel </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/localwriterliteraturjatim/rki65b31iwcj34yy/wish/3490027974</link>
         <description><![CDATA[<p>Encounter with Jesus (Perjumpaan-Perjumpaan dengan Yesus)<br><br>Pendahuluan<br><br>Aku mempelajari tentang bagaimana penggalian materi dalam Alkitab membutuhkan kunci kesabaran dan ketekunan. Memang sulit, tapi itulah yang menjadi dasar bagi kita dalam menggali dan mencari kehendak-Nya. Dengan waktu dan usaha, kita dilatih untuk memperdalam tingkat keimanan kita kepada-Nya dan belajar bahwa semua itu akan terjawab selama kita berusaha mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan tersebut dan mencari tahu jawaban atas setiap pertanyaan tersebut sesuai kebenaran firman Tuhan.<br><br>Selama ini mungkin ada banyak pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari benak aku mengenai Kristus, dan banyak dari mereka yang cuek dan merasa tidak penting untuk memikirkan hal itu. Serasa dunia ini hanya perlu kita nikmati dan pada saatnya kita mati, ya sudah, lenyap. Akan tetapi, kita diajak untuk memvisualisasikan perjumpaan Yesus dengan para murid-Nya, bagaimana Tuhan mau memakai setiap dari mereka untuk jadi alat perpanjangan tangan-Nya, yang untuk selanjutnya dibagikan pada mereka yang masih skeptis akan Kristus.<br><br>Jangan takut untuk memulai, teruslah menggali sampai jenuh wkwkwkw, dan buatlah dirimu terkesima dengan pribadi Kristus dan apa yang telah Dia lakukan bagi kita. <br><br>Aku jujur masih ragu untuk membagikan keraguan dan pikiran² skeptisku kepada orang-orang, mengingat mungkin bagiku hal itu sama sekali tidak penting. Ada banyak pikiran yg spinning dan mungkin jika kita tidak pertanyakan, kita tidak akan menemukan jawabannya. Aplikasinya mungkin dapat dicontohkan dalam aktivitas KTB. Aku jadi merasa malu untuk berargumen dan mengemukakan ide² yang muncul, atau mungkin kata² nya yang sulit untuk dirangkai. Melalui buku ini, refleksi buat aku saat kita diajak untuk mulai dari mempelajari melalui Alkitab bagaimana Tuhan menunjukkan siapa diri-Nya, setiap peristiwa utama dalam hidup Yesus hingga bagaimana kehidupan murid²-Nya diubahkan oleh-Nya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-14 04:33:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/localwriterliteraturjatim/rki65b31iwcj34yy/wish/3490027974</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ebiiinnn</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/localwriterliteraturjatim/rki65b31iwcj34yy/wish/3490028882</link>
         <description><![CDATA[<p>Our Awesome God&nbsp; ”Allah kita adalah Allah yang setia, tidak pernah berubah”</p><p><br/></p><p>Allah adalah Allah yang setia, Allah yang tidak pernah berubah, Allah yang bisa dipercaya sepenuhnya karena Allah selalu menepati perkataan-Nya dan pasti menggenapi janji-Nya.</p><p>Seringkali manusia meragukan akan kesetiaan Allah, bahkan ketika kesulitan dan pergumulan yang terjadi manusia sering bertanya dimanakah Allah? Bagian ini menjadi satu peneguhan bagi saya bahwa dalam segala situasi Allah tetap dan akan selalu setia. Bahkan kepastian keselamatan yang Allah janjikan bagi setiap orang percaya merupakan bagian dari rencana Allah yang berdaulat. Refleksi bagi saya pribadi taat dan berserah kepada Allah atas segala sesuatu yang terjadi dalam hidup dan memegang teguh janji Allah</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-14 04:36:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/localwriterliteraturjatim/rki65b31iwcj34yy/wish/3490028882</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Shafira Y</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/localwriterliteraturjatim/rki65b31iwcj34yy/wish/3490029815</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>TETAP SEGAR DI TENGAH RUTINITAS</strong></p><p>Bab 3 : Kesibukan-Kesibukan yang Membahayakan </p><p><br></p><p><em>What's the insight?</em></p><p>• Tantangan berupa kesibukan yang membuat hubungan dengan sesama dan Allah merenggang</p><p>• Banyak orang tidak dapat mengatur waktu antara kesibukan duniawi/kehidupan luar dengan kehidupan rohani untuk terhubung dengan Allah  </p><p><em>contoh:</em> kesibukan kampus antar AKTB dan PKTB, mengikuti banyak organisasi hingga lupa ada pelayanan yang harus dikerjakan, pelayanan/organisasi Kristen di kampus/gereja yang belum mengenal sumber hidup yaitu Tuhan </p><p><br></p><p><em>Why is it matter?</em></p><p>• Tantangan berasal dari sistem (kesibukan aktivitas), tawaran kesenangan (nongki, minum, dkk), rohani namun duniawi (fokus pada pencarian orang namun tidak membangun orang)</p><p>• Pengaruh kesibukan karena kehabisan waktu, menyukai hal instan, terlalu banyak aktivitas rohani</p><p><br></p><p><em>How it will work?</em></p><p>• Sebagai orang percaya perlu memilah bagaimana mengatur kesibukan, kehidupan rohani, dan keterhubungan dengan Tuhan</p><p>• Membangun keterhubungan dengan Allah secara pribadi dan kelompok untuk lebih mengenal bagaimana pelayanan yang sesuai dengan kehendak Tuhan</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-14 04:38:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/localwriterliteraturjatim/rki65b31iwcj34yy/wish/3490029815</guid>
      </item>
      <item>
         <title>LET&#39;S GO (BENEDICTA)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/localwriterliteraturjatim/rki65b31iwcj34yy/wish/3490030148</link>
         <description><![CDATA[<p>"Tujuan Tugan menciptakan dua telinga supaya kita lebih banyak mendengar, mendengarkan suara Tuhan dan suara sesama"</p><p><br/></p><p>"Ketika telinga tidak berfungsi dengan baik, maka mulut pun tidak akan dapat berbicara dengan baik"</p><p><br/></p><p>"Penting untuk listening not hearing"</p><p><br/></p><p>What's the insight?</p><p>Apakah kita sudah menjadi pendengar?</p><p>Mendengar dengan telinga bukan hanya kita sekedar mendengar perkataan sesama tanpa mendapat poinnya. Mendengar dengan baik penting dilakukan agar kita mengerti dan menerima pesan yang disampaikan sesama atau Tuhan dengan tepat. Penting bagi kita untuk juga mendengarkan suara Tuhan di tengah keadaan dunia sekarang ini. Kita dapat mendengarkan suara Tuhan apabila kita dapat mengecilkan volume suara dunia. Listening dan hearing jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia memiliki arti yang sama, yakni mendengar atau mendengarkan. Tetapi, keduanya memiliki makna berbeda. Listening adalah mendengar dengan konsentrasi penuh, sehingga dapat menangkap isi pembicaraan. Sedangkan hearing adalah sekedar mendengar tanpa fokus yang tinggi, sehingga tidak dapat menangkap isi pembicaraan.&nbsp;<br></p><p><br/></p><p>What's the important?</p><p>Yesus selalu memberi kita teladan untuk menyediakan waktu berkomunikasi dengan Bapa. Meskipun Dia adalah Allah, tetapi Ia selalu mengandalkan Bapa di setiap langkahnya. Tokoh-tokoh gereja pun menghabiskan waktunya sebanyak 2 jam sehari untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Komunikasi tersebut dilakukan untuk dapat mendengarkan isi hati Tuhan. Bagaimana kita bisa mendengar isi hati Tuhan jika kita tidak berkomunikasi dengan-Nya. Ketika telinga kita tidak dapat mendengar dengan baik, maka mulut kita pun juga tidak dapat mengeluarkan perkataan yang baik. Ketika kita tidak dapat mendegar isi hati Tuhan dengan baik, maka kita juga tidak dapat mendengar isi hati sesama dengan baik.</p><p><br/></p><p>How it will work?</p><p>Penting bagi kita untuk listening not hearing. Ketika kita mampu listening dengan baik, mendengarkan isi hati Tuhan dan isi hati sesama. Maka kita pun dapat berbicara dengan baik kepada sesama dan memberi dampak positif.</p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-14 04:39:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/localwriterliteraturjatim/rki65b31iwcj34yy/wish/3490030148</guid>
      </item>
      <item>
         <title>divinaa</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/localwriterliteraturjatim/rki65b31iwcj34yy/wish/3490030270</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>apa yang kamu pelajari?</p><p>tidak semua hal yang kita anggap rusak itu benar benar rusak. Mungkin saja itu juga diri kita yang sedang rusak dan rapuh sehingga berpikir hal demikian terhadap orang lain. Sama hal nya dengan yang terjadi pada saat Simon mengadakan acara makan malam dengan Yesus, namun ia tidak memperlakukan Yesus bak tamu yang ia undang pada saat itu. Berbeda dengan perempuan pelacur yang datang pada saat makan malam itu dan disambut dengan tatapan jijik dari para pria disana termasuk Simon. Perempuan itu hanya tertegun pada Yesus dan perempuan itu membasuh kaki Yesus dengan airmata dan rambut panjangnya dan dilanjut dengan mengurapi Yesus dengan semua minyak wangi yang dimilikinya. Jikalau demikian, maka Simon juga rusak sama dengan perempuan yang sudah ia anggap rusak itu. Maka disinilah jangan sampai ada yang selalu berpura-pura dan harus menerima dengan sejujur-jujurnya bahwa kita telah mengalami kerusakan. Namun kabar baiknya Allah menjadikan yang hancur kembali utuh</p></li><li><p>apa yang kamu hapus?</p><p>tidak menjadi seorang yang selalu berusaha terlihat sangat baik dan sempurna hanya karena ingin menutupi kerapuhan dan kerusakan yang ada dalam diri kita sendiri. Serta bagaimana cara pandang kita terhadap seseorang itu tidak boleh hanya dilihat dari penampilan luar atau julukan orang tersebut, karena kita semua sama, yang artinya di dalamnya memiliki kerusakan dan kerapuhan masing-masing</p></li><li><p>apa yang kamu pelajari ulang?</p><p>Tuhan hadir ditengah-tengah kita yang telah rusak serta penuh dengan kerapuhan, namun Ia menjadikan kita utuh kembali </p></li><li><p>saat ada orang yang telah dianggap bahwa ia pendosa atau telah digosipkan melakukan hal hal yang berdosa. Harus saya ingat sebaiknya saya memperlakukan orang tersebut sama baiknya dengan Tuhan yang telah menata hidupnya sebaik mungkin. Tidak ada dosa yang lebih berat atau ringan. Saya dan dia sama sama telah rusak dan memiliki kerapuhan, sehingga saya memilih untuk merangkul segala kekurangan dan kerapuhannya</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-14 04:40:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/localwriterliteraturjatim/rki65b31iwcj34yy/wish/3490030270</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sintya </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/localwriterliteraturjatim/rki65b31iwcj34yy/wish/3490030452</link>
         <description><![CDATA[<p>Lit! Panduan Membaca Buku Bagi Orang Kristen</p><ol><li><p>Penulis bercerita bahwa berbulan-bulan bahkan hingga tahun berikutnya ia selalu membaca dan menandai perintah-perintah Allah pada Alkitabnya. Tetapi ia tidak menemukan adanya perubahan hidup dalam dirinya. la tidak bisa menaati perintah-perintah itu hanya dengan membacanya saja. Ketika sudah setahun lebih sedikit, ia menemukan bahwa masalahnya bukan terletak pada kurang cermat atau kesalahan teknik saat membaca, tetapi masalahnya ada pada kita yang membacanya dari balik selubung (mata kita dibutakan oleh dosa). Suatu ketika saat dia sedang berada di gereja, dia mendengar pengkhotbah yang menceritakan tentang perumpamaan orang farisi dengan pemungut cukai (lukas 18:9). Disitu Tuhan menyingkapkan selubungnya dan dia sadar bahwa dia selama ini adalah seorang farisi. Terkadang dengan membaca Alkitab saja, kita tidak dapat menaati perintah-perintah Allah.</p></li><li><p> Pemikiran yang mengubah saya sebelumnya saya berpikir bahwa dengan membaca Alkitab saja saya dapat menaati perintah-perintah Allah. </p></li><li><p>Untuk menaati perintah-perintah Allah tidak cukup dengan membaca Alkitab saja. Tetapi kita perlu menyingkapkan selubung kita dengan menyadari seluru dosa kita  yang dapat membutakan mata hati kita. Karena ketika mata hati kita buta, maka kemuliaan Kristus tidak dapat kita lihat sehingga hidup kita tidak akan berubah. </p></li><li><p>Saya selalu berpikir bahwa perubahan dalam hidup saya dapat terjadi ketika saya membaca Alkitab saja. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-14 04:41:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/localwriterliteraturjatim/rki65b31iwcj34yy/wish/3490030452</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Belinda Bunga </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/localwriterliteraturjatim/rki65b31iwcj34yy/wish/3490030642</link>
         <description><![CDATA[<p>Setelah saya membaca buku ini, menjadi jelas bahwa menghakimi atau memandang pengemis sebagai pemandangan aneh hanya karena mereka meminta-minta, kotor, dan bau, adalah sikap yang tidak tepat. Mungkin mereka mengalami kesulitan bukan karena keinginan sendiri, dan kesulitan itu tidak selalu disebabkan oleh dosa, kemalasan, atau keputusan buruk. Ada banyak faktor lain seperti kemiskinan yang diwariskan, kurangnya kesempatan, masalah kesehatan, atau keadaan darurat yang tidak terduga. Oleh karena itu, penting untuk belajar lebih empati dan tidak cepat menghakimi.</p><p><br/></p><p>Pikiran untuk menghakimi orang lain, rasa takut akan kekurangan, dan sikap mempertahankan hak milik secara berlebihan perlu dihilangkan karena ketiga hal tersebut dapat menimbulkan pribadi yang tidak bermurah hati, enggan menolong orang yang membutuhkan, serta menjadi egois dan sombong.</p><p><br/></p><p>Hidup dalam hubungan atau komunitas yang konsisten dengan orang lain dan Kerajaan Allah mengajarkan bagaimana mengelola apa yang dimiliki dengan bijaksana, membentuk karakter yang otentik dalam komunitas, serta menghindari sikap menghakimi, takut kekurangan, dan mempertahankan hak milik secara egois yang dapat merusak hubungan. Intinya, membangun komunitas yang baik dan indah dengan kasih yang nyata kepada sesama sesuai dengan ajaran Kristus adalah tujuan utama.</p><p><br/></p><p>Dalam pengalaman pribadi, seringkali terjadi kecenderungan untuk menghakimi orang-orang di sekitar tanpa mencoba memahami perspektif mereka terlebih dahulu. Ada juga rasa egois yang membuat saya enggan memberikan apa yang saya miliki kepada mereka yang membutuhkan, dan saya memberi seringkali hanya dilakukan jika itu bukan sesuatu yang terlalu disukai atau dianggap berharga. Bacaan ini membuka kesadaran untuk mulai melatih hati yang lebih murah hati dan memberi dengan tulus, bukan karena terpaksa atau sekadar untuk penampilan. Menjadi pribadi yang lebih peka terhadap kebutuhan orang lain dan berani melangkah keluar dari zona nyaman sangat penting untuk membangun komunitas yang penuh kasih dan saling mendukung.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-14 04:41:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/localwriterliteraturjatim/rki65b31iwcj34yy/wish/3490030642</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Yustinus</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/localwriterliteraturjatim/rki65b31iwcj34yy/wish/3490031649</link>
         <description><![CDATA[<p>"RADICAL" hal. 9-12</p><p>Menjadi Pelayan Tuhan DI &nbsp;Gereja Tempat Saya Tinggal</p><p>Ketika saya masi Kelas 2 SMA , saya di pilih sebagai pelayan tuhan di Gereja tempat saya tinggal . Waktu itu saya ingin menolak tawaran tersebut, tetapi karna itu adalah sebuah panggilan dari Tuhan akhirnya saya pun mau untuk melayani Tuhan.</p><p>Sejak hari pertama saya di tabiskan menjadi pelayan Tuhan, ada begitu banyak harapan yang muncul didalam pikiran saya. Tapi saya menyadari bahwa saya menjadi semakin gelisah karena 1 alasan yaitu, apakah saya sudah bisa menjadi teladan di dalam pelayanan saya.</p><p>Tetapi itu bukan sebuah hambatan bagi saya untuk melayani Tuhan, karna saya sering berpikir bahwa &nbsp;masa &nbsp;orang lain bisa melayani Tuhan sedangkan saya tidak bisa.</p><p>Karna melayani Tuhan itu sesuatu yang layak kita persembahkan buat Allah melalui pelayanan di masa hidup kita &nbsp;&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-14 04:43:52 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/localwriterliteraturjatim/rki65b31iwcj34yy/wish/3490031649</guid>
      </item>
      <item>
         <title>WHEN TO WALK AWAY-GARY THOMAS (ARTI KASIH ZAI)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/localwriterliteraturjatim/rki65b31iwcj34yy/wish/3490031779</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Saat menghadapi orang toxic terutama didalam pelayanan terkadang kita sangat sulit untuk pergi meninggalkan atau kadang kita ditinggalkan dan kita merasa sangat sedih, tidak rela, dan bertanya mengapa hal ini terjadi padaku Tuhan, bukankah ini orang Kristen dan bukankah kami diajari untuk saling mengasihi? Buku ini membawa saya ke satu pemahaman bahwa hal itu tidak apa-apa. </p></li><li><p>Melalui buku ini saya belajar bahwa Yesus sendiri pribadi yang sempurna, suci, dan tidak bercela meninggalkan apa yang harus ditinggalkan dan tidak mengejar apa yang sudah meninggalkannya. Contohnya saat anak muda yang kaya dan mencintai uang ingin mengikut Yesus tetapi tidak bisa menyingkir dari uangnya, dia memilih untuk menyingkir dari Yesus. Yesus tidak tawar menawar kepada anak muda itu, tetapi dia membiarkan anak muda itu pergi dan Yesus lebih berfokus pada murid-murid yang sudah mengikuti Dia. </p></li><li><p>Berbicara tentang kasih yang diajarkan oleh Yesus, buku ini membawa saya kedalam satu pemahaman bahwa kasih tidak bersifat memaksa, ketika kita sudah mencoba untuk melakukan apa yang seharusnya kita lakukan yaitu menebarkan kasih tetapi orang tidak mau menerimanya, kata Yesus "Biarkanlah mereka itu." Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya. Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. (Mat.15:13-14)</p></li><li><p>Untuk menanggapi orang-orang toxic perlukah berdebat? Saat Yesus dihadapkan kepada Herodes, alih-alih berdebat Yesus lebih memilih untuk tetap diam: "Ia mengajukan banyak pertanyaan kepada Yesus, tetapi Yesus tidak memberi jawaban apa pun" (Lukas 23:9)</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-14 04:44:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/localwriterliteraturjatim/rki65b31iwcj34yy/wish/3490031779</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SEBASTIAN</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/localwriterliteraturjatim/rki65b31iwcj34yy/wish/3490032242</link>
         <description><![CDATA[<p>Organic Discipleship (Pembimbingan Orang Lain secara Organik)</p><p><br/></p><p><strong>Poin of interest</strong></p><p>Tuhan lebih tertarik pada kesediaan daripada kompetensi. Ada sebuah sahabat yang bermula dari tidak tau cara melayani, dan seiring waktu berjalan ia sudah menjadi guru besar. Tuhan menghargai aksi dan akan menyediakan jalan untuk belajar.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;corelated with konsep berdoa darikata "amen" yang artinya "terjadilah"</p><p>life works in mysterious ways.</p><p>Mengingatkan saya tentang Yeremia 1:5</p><p>&nbsp;</p><p>what I learn</p><p><br/></p><p>pemuridan sudah sejak jaman kekaisaran romawi bahkan sebelum Yesus. Di jaman itu filsuf memiliki setidaknya 1 murid, yang bersifat personal, dimana dua orang tersebut memiliki hubungan erat dan saling percaya, dan sang guru mengetahui kebutuhan rohani terdalam sang murid, dan ia dapat melihat secara langsung apakah sang murid menghidupi apa yang mereka telah diskusikan. tujuannya ialah agar murid memiliki <strong>kepribadian</strong>.Dan Tuhan memilih cara ini</p><p>&nbsp;</p><p>praktik kelas kelas</p><p>praktik ini memang tidak salah, dan pendekatan ini digunakan di Gereja namun ini digunakan sebagai pelengkap yang dapat membantu proses pemuridan pribadi dan bukan pengganti pemuridan pribadi.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Yang saya hapus dan sekaligus recall</p><p><br/></p><p>Adalah tentang bagaimana cara mengajar (walaupun yang saya pelajari sejauh ini adalah masih sampai apa itu mengajar). Poin pentingnya ialah saya selalu berpikir untuk mengajar seseorang sesuai “keinginan saya” ini hasilnya hanya akan membuat orang lain berperilaku sesuai keinginan saya dan tanpa kepribadian, dimana hal itu adalah salah. Cara yang benar adalah seharusnya kita berdiskusi ataupun merenungkan, lalu membiarkan ia berperilaku sesuai pikirannya dan jangan pernah melarang (kecuali alasannya sangat obvious) Saya pernah membaca tentang hal ini namun saya tersadar Kembali, dan membuat saya lebih tertarik pada buku ini lagi.</p><p>&nbsp;</p><p>Pengalaman pribadi saya</p><p><br/></p><p>Saya pernah menjadi ketua umum di sebuah tim Paduan suara beranggotakan 70 orang, dan orang yang memiliki suara&nbsp; yang sama dengan saya selalu saya paksa untuk mengikuti gaya saya selaku “abangan” tentang cara Latihan, it works but one thing for sure, orang berpikir dan berpikir secara masing-masing, walaupun akhirnya saya belajar secara natural untuk <em>let them be</em>, dan saya mencoba menjadi teman latihan mereka. Hasilnya mereka lebih antusias Latihan dan lebih penasaran saat Latihan.</p><p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-14 04:44:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/localwriterliteraturjatim/rki65b31iwcj34yy/wish/3490032242</guid>
      </item>
      <item>
         <title>SENDY YOGA </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/localwriterliteraturjatim/rki65b31iwcj34yy/wish/3490032835</link>
         <description><![CDATA[<p>LOVE DOES (CINTA BERTINDAK). BERSAMA HAL 17-25</p><p><br/></p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pada saat saya membaca buku ini dikisahkan perahabatan antara BOB dan RANDY yang memiliki perbedaan umur tetapi selalu bersamami. Kisah ini di awali dengan tokoh Bob yang ingin pindah di sebuah kota untuk mencari pekerjaan untuk membantu mengubah hidupnya. Ia mempertaruhkan semua karir masa mudanya untuk mengubah hidupnya.Singkat cerita teman Bob yang bernama Randy ingin ikut untuk menemani mencari pekerjaan walupun banyak rintangan yang &nbsp;ada. Point yang dapat saya ambil adalah ada seseorang yang rela membersamai saya apapun rintanganya/halangannya untuk mencari sesuatu yang kita inginkan atau capai. Tetapi saya selalu mempertanyakan apakah orang ini selalu ada dan selalu hadir untuk membersamai kita apapun rintangannya. Seperti halnya Yesus yang ada dan selalu membersamai kita walupun banyak sekali tantangan dan halangan yang ada di kehidupan kita. Dan saya dapat tangkap adalah cinta adalah sebuah pengorbanan dan selalu merelakan atau mempertaruhkan apa yang ia punya untuk seseorang yang kita cintai, Seperti halnya Yesus yang rela turun ke bumi untuk mati dan menebus segala dosa kita yang ada.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Hal yang ingin saya hapus adalah saya sering memikirkan apakah ada orang yang selalu rela walapun kita sering gagal dalam melakukan sesatu atau gagal dalam mencapai impian kita. Seperti halnya tokoh Bob yang selalu bertanya kepada Randy “Apakah kamu tetap ingin bersamaku?”. Hal ini yang membuat kita selalu merasa sendiri walupun ada orang yang selalu ada dan selalu hadir bersama kita. Seperti halnya pribadi Yesus yang ada dan tinggal di dalam kita dan selalu ada membersamai kita. Tetapi kita selalu merasa tidak ada orang yang cinta kepada kita dengan apa yang menjadi gejolak atau permasalah di hidup kita.</p><p>&nbsp;</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Hal yang saya pelajari ulang adalah Saya akan selalu merenungi untuk percaya bahwa selalu ada orang yang akan membersamai saya &nbsp;walaupun banyak rintangnya. Walaupun dengan cara atau perbuatan yang di luar pikiran kita. Dan bagaimana kita sebagai orang/pribadi Kristen dapat membersamai orang atau sesama kita yang merasa tidak ada orang yang peduli atau hadir di dalam kehidupannya. Seperti halnya pribadi Yesus yang ada dan selalu hadir di dalam kehidupan kita yang memeberikan cintanya sebagai pengorbanan untuk membantu dan membersamai kita walaupun banyak sekali rintangan yang selalu hadir mengampiri.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-14 04:46:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/localwriterliteraturjatim/rki65b31iwcj34yy/wish/3490032835</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Cecil - Perang Maut Antar Saudara Sekandung (Satu Mata Rantai)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/localwriterliteraturjatim/rki65b31iwcj34yy/wish/3490034545</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Analisis</strong></p><ol><li><p><strong>Kerinduan Akan Tanah Asal </strong></p><p>Sang ibu, meski hidup dalam pembuangan, ingin kembali dan dikuburkan di Biram. Ini mencerminkan luka historis masyarakat yang terusir dan hasrat akan pemulihan identitas dan akar.</p></li><li><p><strong>Penderitaan dan Kekerasan</strong></p><p>Kekerasan dalam konflik Israel-Palestina, terutama tragedi Sabra dan Shatila, menampilkan wajah nyata penderitaan manusia akibat politik, militerisme, dan kebencian sektarian. </p><p>3. <strong>Panggilan untuk Perdamaian</strong></p><p>Menggambarkan transformasi batin melihat penderitaan bukan hanya sebagai berita, tetapi sebagai panggilan hidup untuk hadir di tengah-tengahnya — menjadi alat rekonsiliasi.</p></li></ol><p><br/></p><p><strong>Kutipan Penting</strong></p><p><strong>“Damai tidak bisa hadir di tempat yang nyaman. Ia harus hadir di tempat yang terluka.” -</strong> damai sejati bukan pelarian dari konflik, tetapi kehadiran di dalamnya.</p><p><br/></p><p><strong>Refleksi</strong></p><p>1. <strong>Keadilan Tidak Pernah Netral</strong></p><p>Ada tanggung jawab moral untuk terlibat dan membantu korban </p><p>2. <strong>Memanusiakan -Manusia Yang Lain-</strong></p><p> Memahami manusia di balik konflik yang penuh dengan streotip</p><p>3. <strong>Duka sebagai Pengingat dan Penggerak</strong></p><p>Kematian ibu menjadi titik tolak kontemplatif. Duka menjadi jalan masuk bagi narator untuk memahami kedalaman luka kolektif masyarakatnya dan memutuskan arah hidupnya.</p><p><br/></p><p><strong>Hubungan dengan Alkitabiah</strong></p><p>"Mazmur 33:18 -- Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya" &gt; Ini adalah pernyataan tentang pengharapan di tengah kesulitan — bahwa kasih setia Tuhan tidak pernah hilang dari pandangan-Nya, terutama kepada orang-orang yang tetap setia dan berharap kepada-Nya meskipun dunia di sekeliling mereka runtuh.</p><p><br/></p><p><strong>Kesimpulan</strong></p><p>Bab ini menunjukkan bahwa perdamaian sejati bukan sekadar impian, tapi sebuah tindakan konkret yang dimulai dari penderitaan. Dari kematian sang ibu hingga luka masyarakat Palestina, adapun panggilan spiritual dan moral: hadir sebagai satu mata rantai dalam rantai kemanusiaan — membawa harapan, bukan kebencian.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-06-14 04:50:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/localwriterliteraturjatim/rki65b31iwcj34yy/wish/3490034545</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
